Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Motivasi Belajar Mahasiswa Kelas Pagi dan Mahasiswa Kelas Sore (Learning Motivation of Morning and Afternoon Class Students) Sari, Etika Purnama; ., Susanti; Chindy Maria Orizani, Chindy Maria Orizani Chindy Maria Orizani
JURNAL NERS LENTERA Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL NERS LENTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.846 KB)

Abstract

Pendahuluan: Terdapat beberapa jenis waktu belajar di perguruan tinggi yaitu di pagi hari dan sore hari. Waktu belajar dapat mempengaruhi motivasi belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbandingan motivasi belajar mahasiswa kelas pagi dan mahasiswa kelas sore. Metode: Disain penelitian ini adalah deskriptif. Sampel terdiri dari mahasiswa kelas pagi sebanyak 47 mahasiswa dan mahasiswa sore 47 mahasiswa. data diambil dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan Mann Whitney U Test dengan signifikansi p ≤ 0,05. Hasil: Hasil statistika menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara motivasi belajar mahasiswa kelas pagi dan mahasiswa kelas sore (p=0,012). Pembahasan: Hal tersebut dapat disebabkan oleh jam belajar mahasiswa, mahasiswa yang belajar di sore hari sudah banyak hal-hal yang telah mereka kerjakan saat di pagi hari sehingga sudah banyak pikiran dalam otak mereka dan merasa lelah sehingga dalam penerimaan informasi pada saat perkuliahan akan lebih sulit. Kesimpulan: Bagi mahasiswa kelas pagi dan kelas sore hendaknya mengurangi kegiatan-kegiatan yang kurang bermanfaat (misalnya: sering menonton televisi, dll) sehingga waktu untuk belajar cukup dan dapat lebih berprestasi di masa depan.
DUKUNGAN KELUARGA DALAM MEMENUHI KEBERSIHAN DIRI PADA PENDERITA STROKE (CVA) YANG MENGALAMI GANGGUAN MOTORIK Orizani, Chindy Maria
The Indonesian Journal of Health Science Vol 7, No 1 (2016): THE INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.222 KB) | DOI: 10.32528/the.v7i1.388

Abstract

Most of stroke patients experienced motoric disorder, it led to the unfulfilled the basic need especially for personal hygiene deficit so family could gave support for fulfilled the patient need. Family support includes informational support, emotional support, esteem support, and instrumental support. Inadequate social support, proven to decrease mortility, easier to recover from illness among the stroke patients, better cognitive function, physical within normal limits, and a controlled emotional health. The purpose of this study was to proved the relationship between family support in meeting the needs of personal hygiene in stroke patients. There were 30 respondents who were selected using purposive sampling. Data was analyzed by computer software. The majority of respondents were 55-65 year old, male, married, was not working, long-suffering stroke 1-3 years. The result showed that there was a strong relationship between support families with personal hygiene needs in people with stroke (CVA) (p=0,000, r=0,693). The patients who got family support had better personal hygiene than not. So the family members should be involved in personal hygiene fulfillment.
Pengaruh Bermain Slime terhadap Rentang Sendi Phalang Pasien Stroke di Rumah Sakit Adi Husada Surabaya Rina Budi Kristiani; Chindy Maria Orizani; Susanti Susanti
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 4 (2019): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.49429

Abstract

Latar Belakang: Pasien yang menderita stroke secara mendadak akan mengalami kelemahan ekstremitas, gangguan ini dapat mengganggu kegiatan hidup sehari-hari, tindakan yang dapat dilakukan perawat adalah melakukan range of motion yang menyenangkan dengan menggunakan bermain slime.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bermain slime terhadap rentang sendi phalang pasien stroke di RS Adi Husada Surabaya.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan pre dan postt test di RS Adi Husada Surabaya selama April – Juli 2019 berjumlah 40 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara consecutive sampling, kelompok intervensi berjumlah 20 responden dan kelompok kontrol berjumlah 20 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Bermain Slime dan variabel dependennya adalah rentang sendi phalang. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar observasi untuk rentang sendi phalang yang diukur dengan menggunakan geniometer.Hasil: Jenis kelamin laki-laki 67,5%, kelompok umur dewasa dengan rentang usia 21-60 tahun sebanyak 57,5%, serangan stroke sekali sebanyak 82,5% dan tidak ada dukungan keluarga sebesar 52,5%. Hasil uji beda peningkatan rentang sendi sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi(18,29o) dan kelompok kontrol (3,23o), statistik berbeda signifikan (t-independent  test  pvalue   =  0,020).  Hasil  Uji  perbedaan  rentang  sendi  pada  kelompok  intervensi sebelum intervensi (33,02o) dan sesudah intervensi (51,31o) statistik berbeda signifikan  (t-paired test pvalue = 0,003).Kesimpulan: Terdapat pengaruh antara Bermain Slime terhadap rentang sendi phalang pada pasien stroke karena bermain slime membantu melakukan latihan rentang gerak sendi phalang pada pasien stroke yang mengalami kelemahan rentang sendi phalang
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN FREKUENSI KEKAMBUHAN PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN DI RUMAH SAKIT JIWA MENUR SURABAYA Chindy Maria Orizani; Yohanes Kurniawan
Adi Husada Nursing Journal Vol 4 No 1 (2018): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.873 KB) | DOI: 10.37036/ahnj.v4i1.108

Abstract

ABSTRACT Hallucinatory hearing is a mental disorder that can experience relapse, one of the things to reduce the recurrence of auditory hallucinations is the role of the family when handling the patient at home. This study aims to analize the relationship between family support with the frequency of auditory hallucinations recurrence in RSJ Menur Surabaya. In this research used correlation research design with cross sectional approach. The population was family which had hallucinations patient. The sampling used purposive sampling technique. The dependent variable in this research was family support and dependent variable was frequency of recurrence. Instrument used in data collection were questionnaire and demographic data sheet. After the research, the results of this study there was not a relationship of family support with the frequency of auditory hallucination recurrence in RSJ Menur Surabaya. Test results spearman rank test p= 0,085 which mean p> α 0,05. The highest value of family support was quite as much 18 response (45%) and the highest frequency of recurrence of hallucination patient was moderate as much 16 response (40%). The conclusions of this study were no association between family support and the frequency of recurrence of auditory hallucinations in RSJ Menur Surabaya. Suggestions to future develop the sciences and use questionnaires that have been tested for validity for more accurate resuits. Keyword : family support, recurrence, auditory hallucinations
SELF- ACCEPTANCE DAN EMPOWERMENT PADA PASIEN KATARAK Chindy Maria Orizani
Adi Husada Nursing Journal Vol 2 No 2 (2016): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.268 KB)

Abstract

ABSTRAK Sebagian penderita katarak mengalami ketidakberdayaan dalam melakukan kegiatan biasanya yang dilakukan karena penurunan kemampuan melihat sehingga sangat rentan terjadi cedera, maka agar penderita katarak tidak mengalami ketidakberdayaan memerlukan penerimaan diri (self-acceptance) dengan dapat menyadari dan mengakui karakteristik pribadi dan menggunakannya dalam menjalani kelangsungan hidupnya secara bermakna sehingga dapat mengendalikan situasi saat ini atau yang akan terjadi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan penerimaan diri dan keberdayaan pada pasien katarak. Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 40 penderita katarak dengan menggunakan tehnik consecutive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji koefisien kontingensi. Hasil menunjukkan sebagian besar responden berusia 66-75 tahun, laki-laki, berpendidikan terakhir SMP, memiliki penghasilan antara Rp.500.000,00-Rp. 1.000.000,00, pensiunan, lama menderita katarak antara 1 – 3 tahun dan menggunakan fasilitas kesehatan rumah sakit. Hasil menunjukkan mayoritas responden menerima kondisi tubuh dan berdaya, dengan p=0,000 dan r=0,614, yaitu terdapat hubungan kuat antara penerimaan diri dan empowerment pada penderita katarak. Perubahan pada penderita katarak tidak mempengaruhi penerimaan dirinya, karena responden beranggapan penyakit sudah wajarnya terjadi pada lansia.Diharapkan peran perawat dapat ditingkatkan terutama dalam memberikan edukasi pada penderita katarak & keterlibatan keluarga dalam perawatan. Kata kunci: penerimaan diri, empowerment, pasien katarak ABSTRACT Most cataract patients experienced powerlessness in activities normally performed due to decreased ability to see so highly susceptible to injury, so that cataract patients do not experience the powerlessness requires self-acceptance to be able to realize and acknowledge personal characteristics and use them in carrying out their survival significantly so as to control the situation current or expected. The purpose of this study to identify a correlation of self-acceptance and empowerment in cataract patients. This type of research is correlational study with cross sectional approach. The research sample were 40 patients with cataract using consecutive sampling technique. Data were analyzed using contingency coefficient test. The results showed that most of the respondents aged 66-75 years old, male, junior high school education, have an income between Rp.500.000,00-Rp. 1.000.000,00, retirees, long suffering from cataract between 1-3 years and using hospitals as health facilities. The results showed the majority of respondents accept the condition of the body and empowerment, with p = 0.000 and r = 0.614, so there was a strong correlation between self-acceptance and empowerment in cataract patients. Changes in people with cataracts do not affect the self-acceptance itself, because respondents think the disease is already fair occur in the elderly. Expected role of nurses could be improved, especially in educating the cataract patient and family involvement in care. Keywords: self-acceptance, empowerment, cataract patients DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>
PENGEMBANGAN INTERVENSI PERAWATAN LUKA PADA FOURNIER GANGRENE DENGAN MENGGUNAKAN NEGATIVE PRESSURE WOUND CARE BERDASARKAN COMFORT THEORY Chindy Maria Orizani
Adi Husada Nursing Journal Vol 1 No 2 (2015): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.874 KB) | DOI: 10.37036/ahnj.v1i2.13

Abstract

ABSTRAKFournier's gangrene merupakan fasciitis nekrotikans yang progresif pada daerah penis, skrotum, dan perineum dan memiliki potensi fatal dengan angka mortalitas tinggi dan termasuk dalam kasus kegawatdaruratan bedah dan urologi. Negative Pressure Wound Care merupakan perawatan luka pada pasien dengan Fournier’s Gangrene sebelum dilakukan debridemen dan digunakan sebagai metode untuk menurunkan nyeri dan meningkatkan kenyamanan klien. Tujuan dari studi ini adalah untuk melakukan analisis intervensi perawatan luka pada Fournier’s gangrene dengan menggunakan Negative Pressure Wound Care berdasar teori Comfort. Pencarian literatur yang relevan, dilakukan dengan mengakses database PubMed, ScienceDirect, dan SAGEPub dibatasi dari Januari 2006 sampai dengan Oktober 2015. Keywords yang digunakan adalah “Fournier’s gangrene”, “negative pressure wound therapy”, “Vacuum-assisted closure”, “chronic wound therapy”. Negative pressure wound therapy sangat efektif untuk mengontrol drainage luka setelah debridemen, mempermudah granulasi luka dan menurunkan penggunaan kasa/dressing luka dan proses perawatan dapat menimbulkan rasa nyaman bagi klien dibandingkan perawatan lain. Negative pressure wound therapy merupakan aplikasi tindakan keperawatan yang berdasarkan teori comfort yaitu meningkatkan kenyamanan klien dengan menurunkan tingkat nyeri yang dirasakan klien sehingga meningkatkan kualitas hidup klien. Kata kunci: Fournier’s gangrene, negative pressure wound therapy, penyembuhan luka ABSTRACTFournier's gangrene is a progressive necrotizing fasciitis in the area of the penis, scrotum, and perineum and potentially fatal disease with a high mortality rate and included in the case of emergency surgery and urology. Negative Pressure Wound Care is a wound care in patients with Fournier's Gangrene before debridement and used as a method to reduce pain and increase the comfort of the client. The aim of this study was to analyzed the wound care interventions on Fournier gangrene using Negative Pressure Wound Care on the Comfort theory. Search methods relevant literature, performed by accessing the databases PubMed, ScienceDirect, and SAGEPub restricted from January 2006 to October 2015. Keywords used were "Fournier's gangrene", "negative pressure wound therapy", "Vacuum-assisted closure", "chronic wound therapy ". Negative pressure wound therapy is very effective for controlling wound drainage after debridement, wound granulation simplify and reduce the use of gauze / dressing wounds and the treatment process may cause a sense of comfort for the client than other treatments. Negative pressure wound therapy is the application of nursing actions based on the comfort theory which can improve client comfort by lowering the level of pain felt by clients thus improving quality of life for clients. Keywords: Fournier’s gangrene, negative pressure wound therapy, wound healing DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>
Pengaruh Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft) Terhadap Hipertensi Pada Lansia Chindy Maria Orizani
Adi Husada Nursing Journal Vol 5 No 2 (2019): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/ahnj.v5i2.151

Abstract

ABSTRAK Proses menua (aging) merupakan proses menuju tahap lansia (lanjut usia) dimana pada diri manusia secara alami terjadi penurunan atau perubahan kondisi fisik, psikologis maupun sosial. Pada perubahan fisiologis terjadi penurunan sistem kekebalan tubuh dalam menghadapi gangguan dari dalam maupun luar tubuh. Salah satu gangguan kesehatan yang paling banyak dialami oleh lansia adalah pada sistem kardiovaskuler yaitu terjadi penurunan elastisitas dinding aorta, katup jantung menebal dan menjadi kaku, serta penurunan kemampuan jantung untuk memompa darah yang dapat mengakibatkan hipertensi. Pengelolaan gangguan hipertensi ada dua cara, yaitu terapi farmakologis dan terapi non-farmakologis. Terapi yang akan digunakan yaitu terapi non-farmakologis (terapi yang tidak menggunakan obat-obatan). Kali ini terapi yang akan digunakan yaitu terapi SEFT termasuk teknik relaksasi yang merupakan salah satu bentuk mind-body therapy dan alternatif pengobatan dalam keperawatan yang berfokus pada pikiran penyebab trauma gejala masalah yang dapat menurunkan tekanan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah membuktikan adanya pengaruh terapi SEFT terhadap tekanan darah lansia yang mengalami hipertensi. Desain yang digunakan adalah pra- eksperimental dengan pendekatan one group pre-post test design. Sampel penelitian ini adalah lansia beragama Islam yang mengalami hipertensi sebanyak 30 responden yang diseleksi menggunakan simple random sampling. Analisisa data menggunakan uji statistic wilcoxon. Mayoritas responden yang berada di Wilayah Randu Agung RW 10 Kelurahan Sidotopo Wetan Kecamatan Kenjeran Surabaya berusia 60-74 tahun, perempuan, tidak bekerja, dan tidak memiliki riwayat penyakit. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p value = 0,000 < α= 0,05 artinya ada pengaruh terapi SEFT terhadap tekanan darah lansia yang mengalami hipertensi. Penelitian ini menunjukkan bahwa menerapkan terapi SEFT dapat menurunkan tekanan darah lansia yang mengalami hipertensi. Kata Kunci : SEFT, Tekanan Darah, Hipertensi, Lanjut Usia
KARAKTERISTIK TIDUR DAN TEKANAN DARAH PADA DEWASA AKHIR Chindy Maria Orizani, Irawati Marga, Roberto Aloysius Goenarso, Yeni Novita Fiandari
Adi Husada Nursing Journal Vol 3 No 1 (2017): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.199 KB)

Abstract

Istirahat tidur merupakan kebutuhan dasar manusia. Tubuh dapat berfungsi secara optimal, jika kebutuhan tersebut terpenuhi. Perubahan status kesehatan dan usia akan mempengaruhi pemenuhan kebutuhan tidur dan tekanan darah pada dewasa akhir. Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi hubungan karakteristik tidur dan tekanan darah pada dewasa akhir. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan crosssectional. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan tehnik consecutive sampling, jumlah sampel sebanyak 40 orang. Variabel independen adalah karakteristik tidur dan variabel dependen adalah tekanan darah pada dewasa akhir. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah Sleep & Wake Pattern Assesment Questionnaire Pasific Sleep Program dan lembar observasi tekanan darah. Hasil penelitian sebagian besar responden berusia 30-40 tahun, perempuan, pendidikan setingkat SD, menikah, ibu rumah tangga. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara karakteriktik tidur dengan tekanan darah dimana p value = 0,115 (α< 0,05). Karakteristik tidur bukan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi tekanan darah. Responden hendaknya dapat memenuhi kebutuhan tidurnya agar aktivitas tetap berjalan dengan baik dan tekanan darah tetap normal. Kata kunci: Karakteristik tidur, tekanan darah, dewasa akhir ABSTRACT Rest and sleep is a basic human need. The body can function optimally, if the need is fullfilled. Changes in health status and age will affect the fulfillment of sleep needs and blood pressure in the late adult. The purpose of this study identified the relationship between sleep characteristics and blood pressure in late adulthood. This research used correlational design with cross sectional approach. Sampling method using consecutive sampling technique, the number of samples was 40 respondents. The independent variable was the sleep characteristics and the dependent variable was the blood pressure in the late adulthood. Instruments used to collect data were the Sleep & Wake Pattern Assesment Questionnaire Pacific Sleep Program and blood pressure observation sheet. The results of the study most of the respondents aged 30-40 years, women, elementary education, married, housewives. The results of statistical tests showed there was not a relationship between the characteristic of sleep with blood pressure which p value = 0,115 (α <0,05). Sleep characteristic is not a dominant factor affecting blood pressure. Respondents should be able to fullfill the needs of sleep to keep the activity running well and blood pressure remained normal. Keywords: sleep characteristics, blood pressure, late adulthood DAFTAR PUSTAKA (2008). Prosedural Keperawatan Konsep dan Aplikasi KDM. Jakarta: Salemba Medika. Brunner & Suddarth. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8 vol. 2. Jakarta: EGC Dariyo, A. (2003). Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. (2006). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia: Aplikasi konsep dan Proses keperawatan. Jakarta: Salemba Medika (2008). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia: Aplikasi konsep dan Proses keperawatan. Jakarta: Salemba Medika Japardi, I. (2002) Gangguan Tidur. Fakultas Kedokteran Bagian Bedah Universitas Sumatera Utara. Lanny Gunawan. (2001). Hipertensi Tekanan Darah Tinggi. Jogjakarta : Kanisius Mutaqqin, Arif. (2009). Asuhan Keperawatan Dengan Pasien Gangguan Kardiovaskular. Jakarta: Salemba Medika Potter & perry. (2005) Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, proses & praktik edisi 4. Jakarta : EGC Santrock (2002). Life-Span Development: Perkembangan Masa Hidup, Edisi 5, Jilid 2. Jakarta: Erlangga. Wahid. (2015). Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia: Teori dan Aplikasi dalam Praktik. Jakarta: EGC DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>
PENINGKATAN PENERIMAAN DIRI DAN GAMBARAN DIRI WANITA MENOPAUSE DENGAN ACCEPTANCE AND COMMITMENT THERAPY Chindy Maria Orizani
Adi Husada Nursing Journal Vol 1 No 1 (2015): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.195 KB) | DOI: 10.37036/ahnj.v1i1.4

Abstract

Menopausal phase could impact the physical, psychological, social, economic, spiritual and quality of life. Changes appear on the physical aspects could cause decreasing self-image in menopausal women, whereas the psychological changes that arise sometimes menopausal women experience a decrease in self-acceptance. The aim of this study is to prove the existence of increased acceptance and self-image menopausal women with Acceptance and Commitment Therapy. The design used is Quasy Experiment Pre-posttest with Controlled Group Design. The sample was menopausal women who are willing to become respondents as many as 40 people, divided into two groups: a control group of 20 people and 20 people treated group. Sampling technique using consecutive sampling. The independent variable for the provision of Acceptance and Commitment Therapy is divided into two sessions of four meetings (1x meeting two sessions). The dependent variable is self-acceptance and self-image menopausal women. Measuring instruments used in the form of a questionnaire. Analysis of data used computer software. The majority of respondents were married women, Muslim, Javanese, recent education junior high school and not working. The results proved statistically there was increasing acceptance between control and treatment groups (p = 0.000). Self-image measurement results proved no increase between control and treatment groups (p = 0.000). Acceptance and Commitment Therapy is highly effective for improving acceptance and self image in menopausal women. The active role of the respondents strongly supported upon the success of therapy and need the support of her husband and peers. Masa menopause dapat berdampak pada aspek fisik, psikologis, sosial, ekonomi, spiritual dan kualitas hidup seseorang. Perubahan yang muncul pada aspek fisik mengakibatkan penurunan gambaran diri wanita menopause, sedangkan perubahan psikologis yang muncul terkadang wanita menopause mengalami penurunan penerimaan diri. Tujuan dari penelitian ini adalah membuktikan adanya peningkatan penerimaan dan gambaran diri wanita menopause dengan Acceptance and Commitment Therapy. Desain yang digunakan adalah Quasy Experiment Pre-Posttest with Controlled Grup Design. Sampel penelitian ini adalah wanita menopause yang bersedia menjadi responden sebanyak 40 orang, dibagi menjadi dua grup, yaitu 20 orang grup kontrol dan 20 orang grup perlakuan. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling. Variabel independen berupa pemberian Acceptance and Commitment Therapy empat sesi dibagi menjadi dua pertemuan (1x pertemuan dua sesi). Variabel dependen yaitu penerimaan diri dan gambaran diri wanita menopause. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner. Analisis data menggunakan software computer. Mayoritas responden adalah wanita menikah, beragama Islam, suku Jawa, pendidikan terakhir smp dan tidak bekerja. Hasil penelitian secara statistik terbukti ada peningkatan penerimaan diri antara grup kontrol dan perlakuan (p=0,000). Hasil pengukuran gambaran diri terbukti ada peningkatan antara grup kontrol dan perlakuan (p=0,000). Acceptance and Commitment Therapy ini sangat efektif untuk meningkatkan penerimaan dan gambaran diri pada wanita menopause. Peran aktif responden sangat mendukung kesusksesan terapi dan butuh dukungan dari suami dan teman sebaya. DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>
Self Empowerment Dan Kualitas Hidup Lansia Kota Surabaya Chindy Maria Orizani; Gea Sanimustofies
Adi Husada Nursing Journal Vol 7 No 1 (2021): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/ahnj.v7i1.192

Abstract

Kemampuan seseorang atau pemberdayaan diri lansia dalam memenuhi kebutuhan, memecahkan masalah, memanfaatkan sumber daya yang ada untuk kehidupannya. Self empowerment yang dialami lansia menyebabkan perubahan kualitas hidup. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan self empowerment dengan kualitas hidup lansia di Wilayah Kelurahan TKK RW 2, Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan metode korelasional. Variabel independen self empowerment dan variabel dependen kualitas hidup. Populasi penelitian ini adalah semua lansia yang berada di Wilayah Kelurahan TKK RW 2, Kota Surabaya sebanyak 34 lansia. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu 34 responden. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner WHOQOL dan kuesioner self empowerment. Hasil penelitian dilakukan uji statistik menggunakan chi-square dan menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna (p= 0,000), dan memiliki hubungan yang kuat dengan nilai (r= 1,000) antara self empowerment dengan kualitas hidup lansia di Wilayah Kelurahan TKK RW 2, Kota Surabaya. Permasalahan yang timbul pada lansia antara lain ketidakmampuan mengakses layanan kesehatan, tidak ada jaminan hari tua dan kurang dukungan sosial. Akibat permasalahan tersebut, lansia merasa tidak berdaya dan tidak berguna (lack of self empowerment) dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci : Self Empowerment, Kualitas Hidup, Lansia