Claim Missing Document
Check
Articles

RESILIENSI PADA KORBAN PELECEHAN SEKSUAL Hakim, Ihya Lutfil; Widjanarko, Mochamad
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.6950

Abstract

Sexual harassment is a worrying phenomenon that causes long-term psychological impacts on victims, such as profound trauma, depression, and social isolation. Therefore, this study focuses on uncovering and describing the resilience experienced by survivors of sexual harassment, with the aim of understanding their subjective experiences and identifying factors supporting recovery. Using a qualitative method with a phenomenological approach, this study involved four female survivors as subjects. Data were collected through observation and in-depth interviews, then analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) to explore the meaning of their experiences. The results found that the victims experienced significant psychological impacts in the form of decreased self-esteem and a tendency to self-isolate, but they demonstrated a conscious effort to recover from adversity. It was concluded that this resilience process is supported by two main factors: internal factors in the form of emotional regulation abilities to manage trauma, and external factors in the form of strong social support from family and friends. Resilience in survivors is a dynamic process formed from the synergy between an individual's internal strengths and a supportive social environment. ABSTRAK Pelecehan seksual merupakan fenomena mengkhawatirkan yang menyebabkan dampak psikologis jangka panjang bagi korban, seperti trauma mendalam, depresi, dan isolasi sosial, sehingga memunculkan urgensi untuk memahami proses resiliensi mereka. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk mengungkap dan mendeskripsikan gambaran resiliensi yang dialami oleh para penyintas pelecehan seksual, dengan tujuan memahami pengalaman subjektif mereka dan mengidentifikasi faktor pendukung pemulihan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini melibatkan empat orang perempuan penyintas sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk menggali makna dari pengalaman mereka. Hasil penelitian menemukan bahwa para korban mengalami dampak psikologis signifikan berupa penurunan harga diri dan kecenderungan isolasi diri, namun mereka menunjukkan adanya upaya sadar untuk bangkit dari keterpurukan. Disimpulkan bahwa proses resiliensi ini didukung oleh dua faktor utama: faktor internal berupa kemampuan regulasi emosi untuk mengelola trauma, dan faktor eksternal berupa dukungan sosial yang kuat dari keluarga serta teman. Resiliensi pada penyintas merupakan sebuah proses dinamis yang terbentuk dari sinergi antara kekuatan internal individu dan lingkungan sosial yang suportif.
Strategi Coping pada Santri Penghafal Al-Qur’an 30 Juz di Kudus Sodiq, Alwi Mahardhika; Widjanarko, Mochamad; Suharsono, Suharsono
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 8, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v8i3.2104

Abstract

Memorizing the Quran is an effort that demands sincerity and struggle. In the process, Quranic memorization students (santri) often experience stress. Stress can be caused by various factors, such as the high memorization demands, strict rules in the Islamic boarding school (pondok pesantren), and being far from their families. To overcome stress, Quranic memorization students can use coping strategies. The purpose of this research is to analyze the sources of stress and describe coping strategies among Quranic memorization students who experience boredom and pressure in the Islamic boarding school. The research method used in this study is qualitative, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data analysis involves data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research location is in the Islamic boarding school area of Kota Kudus. There are four subjects involved in this research, including two males and two females. The results of this study indicate that sources of human stress come from three sources: from within the individual, from the family, and from the environment. The coping strategies used by the subjects involve controlling what can happen between the individual and the environment through problem-solving, decision-making, and direct actions.Keywords - Coping Strategy, Islamic Boarding School, Santri, Memorization
Hubungan Antara Forgiveness dan Self-Compassion dengan Subjective Well-Being Pada Dewasa Awal Pasca Perselingkuhan dalam Hubungan Berpacaran Ibthihaq, Balqis Di'ab; Widjanarko, Mochamad
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.295-304

Abstract

Kesejahteraan subjektif merupakan evaluasi individu pada kualitas hidupnya baik dari aspek kognitif ataupun afektif. Dalam konteks pemulihan pasca perselingkuhan, kombinasi forgiveness dan self-compassion dapat dianggap sebagai mekanisme pemulihan penting yang meningkatkan kesejahteraan subjektif pada dewasa awal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji secara empiris hubungan antara forgiveness dan self-compassion dengan subjective well-being pada dewasa awal pasca perselingkuhan dalam hubungan berpacaran. Populasi yang digunakan dalam penelitian yaitu dewasa awal pengguna media sosial TikTok dengan kriteria usia 18-25 tahun, dan memiliki pengalaman perselingkuhan 1-3 tahun terakhir. Penelitian dilakukan dengan menggunakan purposive sampling yang melibatkan 100 responden sebagai sampelnya. Pengumpulan data dilakukan melalui skala subjective well-being yang berisi 42 item, skala forigiveness 42 item, dan skala self-compassion 42 item. Data dianalisis menggunakan metode analisis regresi dua prediktor dan product moment. Hasil analisis data diperoleh terdapat hubungan antara forgiveness dan self-compassion dengan subjective well-being pada dewasa awal pasca perselingkuhan dalam hubungan berpacaran yang bernilai positif dengan nilai signifikansi (p=0,000) dan koefisien korelasi (R=0,679), sehingga hipotesis penelitian dinyatakan diterima. Hasil penelitian menyatakan bahwa forgiveness dan self-compassion dari subjek penelitian berpengaruh pada kesejahteraan subjektifnya.
Kepuasan Pernikahan pada Perempuan Jawa Anggun, Dewi; Widjanarko, Mochamad
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.498-508

Abstract

Kepuasan pernikahan merupakan kondisi psikologis dan penilaian subjektif pasangan terhadap kualitas hubungan pernikahan secara keseluruhan, yang mencerminkan sejauh mana kebutuhan, harapan, dan tujuan pernikahan terpenuhi. Wanita Jawa cenderung menerima segala situasi bahkan yang terpahit sekalipun, serta pandai memendam penderitaan (Handayani Novianto, 2021). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pernikahan pada perempuan Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi serta menggunakan teknik observasi tertruktur dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data yang digunakan penelitian ini adalah coding, uji kredibilitas member checking dan triangulasi sumber data. Subjek penelitian dipilih berdasarkan kriteria informan perempuan bersuku Jawa yang menikah dengan laki-laki bersuku Jawa dan telah menjalani pernikahan sekurang-kurangnya dua tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor yang memengaruhi kepuasan penikahan pada perempuan Jawa yaitu peran gender, komitmen, menjadi orang tua, kepuasan seksual, manajemen konflik dan komunikasi. Sedangkan faktor kontekstual yang tampak, yakni pengalaman masa lalu, perbedaan harapan dari pernikahan, kepribadian, finansial, usia pernikahan, perbedaan usia pasangan, kondisi kesehatan pasangan, quality time, dan religiusitas memengaruhi kepuasan pernikahan secara situasional.
Tantangan Perkembangan Kognitif Siswa Kelas VI dalam Pembelajaran Deep Learning melalui Project-Based Learning Nuryuliyanti; Indah Lestari; Mochamad Widjanarko
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deep learning through Project-Based Learning (PjBL) has become a relevant approach to develop higher-order thinking skills of elementary school students. However, its implementation still faces several challenges, particularly regarding the cognitive development of sixth-grade students. This study aims to analyze the challenges of cognitive development of sixth-grade students in deep learning through Project-Based Learning based on students’ learning experiences and behaviors. This research employed a qualitative approach with a phenomenological study design. The subjects were sixth-grade students and teachers at an elementary school, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The results indicate that deep learning through PjBL can enhance students’ critical thinking, problem-solving, and reflective skills. Nevertheless, challenges were identified, including differences in students’ abstract thinking abilities, limited learning independence, difficulties in integrating concepts across subjects, and the need for intensive teacher guidance. These findings suggest that successful implementation of deep learning through PjBL requires careful planning, appropriate scaffolding strategies, and continuous teacher support to optimally foster students’ cognitive development.
DINAMIKA DAN TANTANGAN PERKEMBANGAN ANAK DALAM EKOSISTEM PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DI SEKOLAH DASAR: ANALISIS KOGNITIF, SOSIAL-EMOSIONAL, DAN PSIKOLOGIS Indah Sukorini; Mochamad Widjanarko; Indah Lestari
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan fenomena perkembangan anak usia sekolah dasar dalam konteks penerapan pembelajaran Deep Learning (Pembelajaran Mendalam). Berbeda dengan pembelajaran permukaan (surface learning) yang menekankan hafalan, Deep Learning menuntut pemahaman konseptual, koneksi antar pengetahuan, dan transfer keterampilan ke dunia nyata. Melalui pendekatan studi literatur dan analisis konseptual, artikel ini menelaah kesiapan perkembangan kognitif siswa SD yang berada pada tahap operasional konkret menuju operasional formal, serta dampak psikologis dan sosial-emosional dari tuntutan kurikulum yang kompleks. Temuan menunjukkan bahwa meskipun Deep Learning berpotensi mempercepat kematangan kognitif dan keterampilan abad 21 (6C), terdapat fenomena kesenjangan perkembangan (developmental gap) yang memicu kecemasan akademik dan beban kognitif berlebih jika tidak dikelola dengan scaffolding yang tepat. Artikel ini merekomendasikan strategi pedagogis yang menyelaraskan tuntutan Deep Learning dengan zona perkembangan proksimal (ZPD) anak untuk menciptakan lingkungan belajar yang psikologis-aman dan menumbuhkan growth mindset.
KEPERCAYAAN DIRI MAKE UP ARTIST PRIA Yunita Arthavia; Mochamad Widjanarko
Jurnal Riset Psikologi Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Riset Psikologi
Publisher : Departemen Psikologi, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jrp.v8i1.17271

Abstract

Men can do the MUA profession because they have feminine traits in their personality but need to make adjustments when carrying out their work, so self-confidence is required to support their success as male makeup artists.This study intends to analyze the factors that influence self-confidence in male MUA with a qualitative phenomenological and snowball sampling. The collected data were coded into categories as analysis. So the results obtained from the first informant's internal factors that stand out more than external factors are physical condition factors. For the second informant, the external factor makes this factor more prominent than the internal factor is environmental factors. The third informant also, the internal factor is the self-concept factor makes it more prominent than external factors. So that further researchers can consider the existing weaknesses.
Analisisis Faktor Penyebab Gangguan Perkembangan Pada Siswa Madrasah Ibtidaiyyah dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Miftakhunnisa Damayanti; Indah Lestari; Mochamad Widjanarko
WASIS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026): WASIS: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : PGSD Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/wasis.v7i1.16455

Abstract

This study aims to analyze the factors causing developmental disorders among first-grade students at Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Al-Fattah and to examine their implications for the learning process. This research employed a qualitative descriptive approach to obtain an in- depth understanding of students’ developmental conditions in a natural classroom setting. The subjects of the study were 11 first-grade students of MI Al-Fattah, while the informants included the class teacher and the school principal. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and documentation, and were analyzed using an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that students experienced various developmental disorders across several aspects, including attention and concentration, language and communication, social interaction, and basic literacy skills. Difficulties in basic literacy and attention were identified as the most dominant issues affecting students’ readiness to learn and participation in classroom activities. These developmental challenges were influenced by a combination of internal factors, such as students’ cognitive readiness and self-confidence, and external factors, including learning strategies and classroom environments that were not yet fully adaptive. The study concludes that developmental disorders among early-grade students are multidimensional and require adaptive, inclusive, and responsive learning strategies. The findings are expected to provide practical implications for teachers in designing differentiated learning approaches that accommodate students’ diverse developmental needs.
Coping stres pada buruh pabrik rokok di kudus Zahra Eka Pratiwi; Mochamad Widjanarko
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 No 1 Juni 2026
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstract This study aims to investigate the stress coping strategies employed by cigarette factory workers in Kudus. The research methodology adopted a qualitative approach with a phenomenological design. The participants were three female cigarette factory workers in Kudus with long-term work experience. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The findings revealed that factory workers experienced significant stress resulting from elevated production targets, prolonged working hours, material delays, equipment malfunctions, and alterations in work systems, all of which contributed to both physical and psychological strain. To address these challenging conditions, participants employed two distinct forms of coping strategies: problem-focused coping and emotion-focused coping. Problem-focused coping encompasses active confrontation, seeking social support, and systematic planning for problem resolution. Conversely, emotion-focused coping involves self-control, cognitive distancing from the stressor, positive reappraisal, acceptance of responsibility, and temporary avoidance of stressful situations. These coping mechanisms effectively enabled workers to alleviate work-related pressure and preserve their psychological well-being. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki strategi penanggulangan stres yang diterapkan oleh buruh pabrik rokok di Kudus. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Para peserta adalah tiga pekerja perempuan di pabrik rokok di Kudus yang telah berpengalaman bekerja dalam jangka waktu lama. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa pekerja pabrik mengalami stres akibat target produksi yang tinggi, jam kerja yang panjang, keterlambatan bahan baku, kerusakan peralatan, dan perubahan sistem kerja, yang semuanya berkontribusi pada tekanan fisik dan psikologis. Untuk mengatasi kondisi-kondisi yang menantang ini, peserta menerapkan dua bentuk strategi koping yang berbeda: koping berfokus pada masalah dan koping berfokus pada emosi. Penanganan berfokus pada masalah mencakup konfrontasi aktif, mencari dukungan sosial, dan perencanaan sistematis untuk penyelesaian masalah. Sebaliknya, penanganan berfokus pada emosi melibatkan pengendalian diri, menjauhkan diri secara kognitif dari pemicu stres, penilaian ulang yang positif, penerimaan tanggung jawab, dan penghindaran sementara dari situasi yang penuh tekanan. Mekanisme penanganan ini secara efektif memungkinkan para pekerja untuk meringankan tekanan terkait pekerjaan dan menjaga kesejahteraan psikologis mereka.  
The Relationship of Father Absenteeism and Peer Verbal Abuse to Aggressive Behavior in Adolescents from Broken Home Families Rayna Thalita Ulima; Mochamad Widjanarko
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v6i3.496

Abstract

This research is motivated by the vulnerability of adolescents from broken home families to emotional problems and aggressive behavior due to reduced family roles and pressure from the social environment. This study aims to determine the effect of the absence of father figures and verbal abuse of peers on aggressive behavior in broken home adolescents. The research method used is a quantitative correlational approach with purposive sampling techniques. The study respondents were 141 adolescents aged 13–18 years. After data analysis and outlier removal to meet the analysis assumptions, the number of final samples used was 89 respondents. Data were collected using a Likert scale instrument and analyzed through a two-predictor regression. The results showed that the absence of father figures and verbal abuse of peers simultaneously had a very significant effect on aggressive behavior with an effective contribution of 28.9% (F = 17.515; p < 0.01). Peer verbal abuse contributed more dominantly by 22.7% compared to the absence of a father figure of 16.0%. In conclusion, strengthening the role of fathers and preventing peer verbal abuse is important to minimize aggressive behavior in adolescents from broken homes.