Didik Setiyo Widodo
Chemistry Department, Faculty Of Sciences And Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang

Published : 56 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Sintesis Elektrokimia Kompleks Cu(II)-Basa Schiff N-Benziliden Anilin dan Uji Aktivitas sebagai Antibakteri terhadap Escherichia Coli dan Staphylococcus Aureus Ulfa Wiwit Chasanah; Didik Setiyo Widodo; Nies Suci Mulyani
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 1 (2015): Volume 18 Issue 1 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.301 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.1.34-38

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis elektrokimia kompleks Cu(II)-basa schiff N-benziliden anilin dan uji aktivitas sebagai antibakteri terhadap Escherichia Coli dan Staphylococcus Aureus. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh produk kompleks ba Schiff N-benziliden anilin serta memperoleh data uji aktivitas antibakteri dan nilai LC50 dengan metode dilusi cair. Tahapan penelitian ini adalah penentuan potensial elektroda kerja, kompleksasi N-benziliden anilin dengan logam Cu, regenerasi bakteri dan uji aktivitas antibakteri. Kompleksasi dilakukan dengan melakukan elektrolisis pada potensial 8 volt menggunakan elektroda Cu dan karbon, sedangkan uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode dilusi cair. Produk yang diperoleh berupa padatan putih kekuningan dengan berat rata-rata 0,03 gram dan rendemen sebesar 20,54%. Nilai LC50 yang dihasilkan pada N-benziliden anilin dan kompleks untuk bakteri Escherichia Coli masing-masing adalah 5,788 ppm dan 3,75 ppm sedangkan untuk bakteri Staphylococcus Aureus masing-masing adalah 6,135 ppm dan 2,601 ppm.
Elektrodekolorisasi Limbah Cair Zat Warna Batik di Kota Solo dengan Elektroda PbO2/Cu Ina Triavia; Didik Setiyo Widodo; Abdul Haris
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 1 (2016): Volume 19 Issue 1 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.459 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.1.11-14

Abstract

Eletrodekolorisasi limbah cair dari zat warna batik secara elektrolisis telah dilakukan. Elektroda yang dipakai adalah PbO2/Cu. Metode elektrolisis memiliki keunggulan dibandingkan metode lainnya, yaitu memberikan cara efektif dalam menangani limbah cair zat warna, tidak menimbulkan limbah sekunder atau pencemaran baru, dan biaya yang relatif terjangkau. Penelitian ini dilakukan dengan mengelektrolisis sampel zat warna pada potensial kerja 5,0 volt. Media elektrolisis adalah air limbah industri kain batik. Waktu elektrolisis diatur selama 100 menit. Hasil akhir dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan Spektrometer UV-Vis, analisis nilai Chemical Oxygent Demand (COD), Total dissolved solid (TDS), dan Total Suspended Solid (TSS). Hasil akhir yang diperoleh menunjukkan bahwa elektrolisis air limbah industri batik menggunakan elektroda PbO2/Cu efektif menurunkan intensitas warna limbah dengan presentase 97,98%, penurunan nilai total dissolved solid (TDS) sebesar 90,2% dan kekeruhan atau total suspended solid (TSS) sebesar 99,7%.
Elektrodekolorisasi Perairan Tercemar Limbah Cair Industri Batik dan Tekstil di Daerah Batang dan Pekalongan Galih Widayanti; Didik Setiyo Widodo; Abdul Haris
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 2 (2012): Volume 15 Issue 2 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.125 KB) | DOI: 10.14710/jksa.15.2.62-69

Abstract

Telah dilakukan elektrodekolorisasi air yang tercemar limbah industri Batik dan Tekstil di daerah Batang dan Pekalongan. Penelitian ini bertujuan untuk mendekolorisasi zat warna dalam air limbah industri batik dan tekstil dengan pendekatan elektrolisis menggunakan elektroda PbO2/Pb dan mengukur parameter pH, COD (Chemical Oxygen Demand), TSS (Total Suspended Solid), TDS (Total Disolved Solid). Penelitian dilakukan melalui elektrolisis 100 mL limbah air sungai Pekalongan dan Batang pada potensial 6,5 volt dan 8,0 volt untuk limbah sebelum di buang ke sungai. Waktu elektrolisis selama 200 menit. Hasil akhir elektrolisis dianalisis dengan Spektrometer UV-Vis dan analisis parameter pH, COD, TDS dan TSS sebelum dan sesudah proses elektrolisis. Hasil yang di dapatkan sebagai berikut: sebelum elektrolisis limbah air sungai di Pekalongan pH 6,90; COD 54,20 mg/L; TSS 20,30 mg/L; TDS 1,893 mg/L. Limbah air sungai di Batang pH 6,71; COD 56,18 mg/L; TSS 25,55 mg/L; TDS 7,393 mg/L. Limbah sebelum di buang ke sungai pH 7,32; COD 678,32 mg/L; TSS 219,15 mg/L; TDS 1,983 mg/L. Sesudah elektrolisis limbah air sungai di Pekalongan pH 6,99; COD 52,10 mg/L; TSS 2,03 mg/L; TDS 1,925 mg/L. Limbah air sungai di Batang pH 7,99; COD 69,903 mg/L; TSS10,70 mg/L; TDS 6,785 mg/ L. Limbah sebelum di buang ke sungai pH 7,56; COD 366,830 mg/L; TSS 46,50 mg/L; TDS2,235 mg/L. Hasil yang diperoleh menunjukkan dekolorisasi menggunakan elektroda PbO2/Pb berlangsung hingga 94,03% untuk limbah air sungai di Pekalongan, 96,74 % untuk limbah air sungai di Batang, 97,13 % untuk limbah sebelum dibuang ke sungai.
Elektroremediasi Perairan Tercemar: 3. Elektrodekolorisasi Larutan Remazol black B dengan Elektroda Timbal Dioksida/Karbon dan Analisis Larutan Sisa Dekolorisasi Didik Setiyo Widodo; Ismiyarto Ismiyarto; Fithri Noorikhlas
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 12, No 1 (2009): Volume 12 Issue 1 Year 2009
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.823 KB) | DOI: 10.14710/jksa.12.1.1-6

Abstract

Telah dilakukan penelitian dekolorisasi dan analisis lanjutan sisa elektrolisis larutan zat warna—remazol black B—dengan metode elektrolisis (elektrodekolorisasi) menggunakan anoda timbal dioksida, analisis spektrometri UV-Vis dan GC-MS. Remazol black B merupakan zat warna reaktif yang banyak digunakan pada industri tekstil, batik, dan tenun. Pada proses produksi dan pewarnaan, zat warna ini dapat terbuang ke lingkungan dan mencemari perairan, sehingga diperlukan upaya untuk memperbaiki lingkungan perairan. Pada pemilihan metode mempertimbangkan pemilihan bahan elektroda. Timbal dioksida sebagai elektroda dipilih dengan mempertimbangkan sifat bahan ini dalam sistem eletrolisis, stabil (inert) dan efek elektrokatalisis yang diharapkan memberikan sinergi pada upaya remediasi perairan tercemar dengan pendekatan elektrokimia. Penelitian ini bertujuan untuk mendekolorisasi dan menganalisis larutan sisa elektrolisis untuk memperoleh konfirmasi produk destruksi. Kajian ini dilakukan dengan mengelektrolisis larutan remazol black B sebanyak 50 mL dengan potensial 5,5 V selama 90 menit. Setelah elektrolisis larutan sampel dianalisis dengan spektrometri UV-Vis. Analisis kualitatif meliputi pengamatan warna larutan sampel sebelum elektrolisis dan sesudah elektrolisis, dan pengukuran absorbansi dengan Spektrofotometer UV-Vis. Analisis kuantitatif dilakukan dengan mengolah data pengukuran absorbansi pada panjang gelombang maksimum dengan spektrometri UV-Vis sebelum dan sesudah elektrolisis. Analisis GC-MS dikerjakan pada sampel setelah ekstraksi. Sebanyak 5 mL larutan sisa elektrolisis ditambah 10 mL dietil eter kemudian diekstraksi. Filtrat yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan GC-MS. Data riset menunjukkan bahwa larutan zat warna remazol black B dapat didekolorisasi dengan metode elektrolisis menggunakan elektroda PbO2/Pb dan PbO2/karbon. Sistem PbO2/Pb memberikan hasil yang lebih efektif dalam proses elektrodestruksi zat warna remazol black B dibandingkan sistem PbO2/karbon. Pada temperatur kamar, elektrodekolorisasi sampel remazol black B menggunakan anoda PbO2/Pb telah berlangsung 100% menjadi CO2, H2O dan/atau senyawa karbon rantai pendek dan tidak mempunyai gugus kromofor (pemberi warna), sedangkan elektrodekolorisasi menggunakan PbO2/karbon telah mendekolorisasi zat warna dengan sempurna dan menyisakan senyawa yang bercincin benzena yang dapat dihilangkan dengan baik dengan penambahan waktu elektrolisisKata Kunci: elektrolisis, elektrodekolorisasi/elektrodestruksi, remazol black B, elektroda PbO2, spektrometri UV-Visible
Synthesis of ZnO/NiO Thin Film on Fluorine-doped Tin Oxide (FTO) by Two Step Electrodeposition as Photoanode of a Solar Cell Ines Ayu Handayani; Abdul Haris; Didik Setiyo Widodo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 3 (2018): Volume 21 Issue 3 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2770.827 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.3.124-130

Abstract

Synthesis of ZnO/NiO Thin Film on Fluorine-doped Tin Oxide (FTO) by Two Step Electrodeposition has been conducted. The film was used as a photoanode of a solar cell. Synthesis was performed by two step electrodeposition with FTO as anode and carbon rod as cathode. NiO was firstly electrodeposited at 2.4 V from 0.2 M of NiCl2 solution at pH 11, 70°C, under stirring of 250 rpm after air bubbling. Second step, ZnO was electrodeposited at 2.6 V from precursor Zn(NO3) 0.2 M, pH 12, 70°C with air bubbling and stirring of 250 rpm. Product was then calcined at 450°C for 2 hours followed with XRD characterization. A solar cell was constructed by utilizing the ZnO/NiO film as photoanode related to aluminium plat as cathode. Data resulted showed that the efficiency in NiO deposition was 39.4% with mass of 8 mg and 16 µm in thin film size. Efficiency in ZnO deposition was 12.7% with mass of 14.7 mg and 11 µm in thin film size. XRD data informed that NiO and ZnO were thin filmed to FTO substrate with powder size of 30.31 nm and ZnO of 21.07 nm. Photovoltaic activity test with illuminating UV light 15 W onto the film resulted in that the average voltages of 240.93 mV and current density of 7.34 mA/cm2. Under tungsten light of 15 W illumination the system produced average voltages of 166.20 mV and current density of 5.48 mA/cm2. Finally, the solar cell was tested under 7 W-LED illumination that was calibrated to silicon solar cell equal to sun light of 1.5 AM (100 mW/cm2) resulted in efficiency of 0.027%.
Pengaruh Penambahan Polivinil Alkohol pada Biomassa Tongkol Jagung-Bulu Ayam sebagai Adsorben Campuran Ion Logam Timbal (Pb2+) dan Ion Logam Krom Total Aulannisa Elqudsy; Rum Hastuti; Didik Setiyo Widodo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 1 (2015): Volume 18 Issue 1 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.31 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.1.1-6

Abstract

Penelitian tentang pengaruh penambahan polivinil alkohol (PVA) pada biomassa tongkol jagung-bulu ayam untuk adsorben campuran ion timbal (Pb2+) dan ion krom total telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan adsorben tongkol jagung-bulu ayam yang terikat silang (A1) dan adsorben tongkol jagung bulu ayam-PVA (A2), memperoleh data karakter menggunakan FTIR dan BET serta mendapatkan data efektivitas adsorben dalam menyerap campuran ion Pb2+ dan ion krom total. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahap yaitu pembuatan adsorben A1, pembuatan adsorben A2, karakerisasi menggunakan FTIR dan BET. Selanjutnya adsorben A1 dan A2 digunakan untuk penyerapan campuran ion logam Pb2+ dan ion logam krom total dengan variasi waktu kontak dan konsentrasi. Data FTIR menunjukkan bahwa adsorben A1 mempunyai gugus OH yang lebih banyak dibandingkan A2. Hasil analisis BET menunjukkan adsorben A2 mengalami penurunan luas permukaan dan total volume pori sebesar 39,83% dan 21,95% serta peningkatan rata-rata ukuran pori sebesar 30,12%. Daya adsorpsi adsorben A1 adalah sebesar 5,22 x 10-5 mol/g untuk Pb2+ dan 1,05 x 10-4 mol/g untuk ion logam krom total, sedangkan oleh adsorben A2 adalah sebesar 4,10x 10-5 mol/g untuk Pb2+ dan 7,77 x 10-5 mol/g untuk ion logam krom total. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adsorben A2 mempunyai kemampuan adsorpsi ion logam yang lebih baik dibandingkan adsorben A1.
Pengaruh Kalsium, Hormon Auksin, Giberellin dan Sitokinin terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Jagung Agus Hartanto; Abdul Haris; Didik Setiyo Widodo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 12, No 3 (2009): Volume 12 Issue 3 Year 2009
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.705 KB) | DOI: 10.14710/jksa.12.3.72-75

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh pengaruh kalsium, hormon auksin, giberelin, dan sitokinin terhdap pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung. Tanaman jagung yang diberi kalsium dan fithormon dapat tumbuh hingga 232 cm sedangkan tanaman jagung tanpa kalsium dan fitohormon hanya tumbuh hingga 209 cm. Jagung yang dihasilkan dari tanaman dengan tambahan kalsium dan fitohormon memiliki berat rata-rata 200 g sedangkan tanpa kalsium dan fitohormon memiliki berat rata-rata 95 g.
Studi Pengaruh Temperatur terhadap Pengendapan Kobalt (Co) dengan Keberadaan Logam Seng (Zn) dalam Media Sulfat Sonita Afrita Purba; Linda Suyati; Didik Setiyo Widodo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 17, No 3 (2014): Volume 17 Issue 3 Year 2014
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.917 KB) | DOI: 10.14710/jksa.17.3.90-94

Abstract

Penelitian tentang pengaruh temperatur terhadap pengendapan kobalt (Co) dengan keberadaan pengotor seng (Zn) dalam media sulfat telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi endapan Co dan Zn pada variasi temperatur pengendapan serta menentukan temperatur terbaik dalam pengendapan kobalt dengan adanya logam pengotor. Metode yang digunakan adalah elektrolisis dengan potensial terpasang tetap dan variasi temperatur. Tahapan penelitian meliputi preparasi larutan, penentuan potensial dekomposisi, elektrolisis sampel pada berbagai kondisi dan analisis. Hasil penentuan potensial dekomposisi digunakan sebagai harga potensial aplikasi pada proses elektrolisis kobalt yaitu sebesar 3,5 V. Elektrolisis sampel dilakukan pada potensial 3,5 V, pH larutan 3,0 dalam volume 100 mL pada masing-masing temperatur 30, 40, 50, 60, 70 dan 80°C. Endapan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) dan Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (EDS). Hasil analisis SEM menunjukkan bahwa morfologi terbaik dimiliki oleh endapan suhu 60°C dengan permukaan butiran halus dan diameter terkecil yaitu sebesar 0,26 µm. Hasil analisis EDS juga menunjukkan bahwa hasil terbaik dimiliki oleh deposit hasil elektrolisis suhu 60°C dengan komposisi Co sebesar 99,73% dan mengandung 0,27% Zn.
Pengaruh Buffer Kalium Fosfat dan Natrium Fosfat terhadap Produksi Listrik dalam Sistem Microbial Fuel Cell (MFC) dengan Lactobacillus bulgaricus pada Whey Tahu Desvita Sari; Linda Suyati; Didik Setiyo Widodo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 3 (2016): Volume 19 Issue 3 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.138 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.3.107-110

Abstract

Microbial Fuel Cell (MFC) adalah sistem bioelektrokimia yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik yang melibatkan reaksi reduksi dan oksidasi dengan memanfaatkan mikroba. Tujuan penelitian ini adalah menentukan beda potensial yang dihasilkan sistem MFC pada substrat whey tahu menggunakan mikroba Lactobacillus bulgaricus dengan variasi bahan buffer fosfat dan pH. Penelitian ini menggunakan sistem MFC dual chamber dengan jembatan garam sebagai penghantar proton dari kompartemen anoda ke kompartemen katoda. Kompartemen anoda berisi campuran mikroba yang sudah dikultivasi dan buffer kalium fosfat atau buffer natrium fosfat dengan variasi pH, yaitu 5,5; 6; 6,5; 7. Pada katoda berisi elektrolit KMnO4 0,2 M, buffer fosfat, dan pH dengan variasi yang sama. Pengukuran beda potensial dilakukan pada suhu ruang selama 30 jam. Pengukuran kelistrikan pada sistem MFC menggunakan buffer kalium fosfat pada empat pH berbeda yaitu 7 ; 6,5 ; 6 ; 5,5 dalam 100 mL volume sistem masing-masing menghasilkan beda potensial yaitu sebesar 42,2 mV; 32 mV; 30 mV; 29,3 mV. Sedangkan dalam sistem buffer natrium fosfat dan 100 mL dengan variasi pH yang sama berturut-turut adalah 20 mV ; 18,6 mV ; 17 mV ; 4 mV. Buffer kalium fosfat menghasilkan beda potensial yang lebih besar dibandingkan dengan buffer natrium fosfat.
Pembuatan Dye-Sensitized Solar Cell dengan Memanfaatkan Fotosensitizer Ekstrak Kol Merah (Brassica oleracea var. capitata f. Rubra) Laila Ika Anggraini; Abdul Haris; Didik Setiyo Widodo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 13, No 3 (2010): Volume 13 Issue 3 Year 2010
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.26 KB) | DOI: 10.14710/jksa.13.3.101-108

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pembuatan Dye Sensitized Solar Cell dengan memanfaatkan ekstrak kol merah (Brassica oleracea var. capitata f. Rubra). Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) merupakan salah satu kandidat potensial sel surya, proses absorpsi cahaya dilakukan oleh molekul zat warna dan proses separasi muatan oleh semikonduktor TiO2. Zat warna alami yang digunakan diisolasi dalam campuran asam asetat:metanol:air dan dilakukan screening fitokimia. Karakterisasi ekstrak kol merah dilakukan dengan spektrometer UV Vis dan spektrometer FTIR. Karakterisasi lapis tipis TiO2 dilakukan menggunakan metode difraksi sinar-X dan SEM (Scanning Electron Microscopy). Konstruksi sel surya yang digunakan adalah sistem sandwich. Efisiensi kinerja DSSC diperoleh melalui pengukuran voltase dan arus yang dihasilkan pada kondisi yang berbeda yakni di bawah pancaran sinar matahari dan di dalam ruangan. Hasil karakterisasi komponen DSSC menunjukan bahwa fotosensitizer ekstrak kol merah merupakan senyawa fenolik golongan flavonoid. Adanya kandungan antosianin ditunjukan dengan panjang gelombang maksimum 525 nm dan diperkuat dengan munculnya gugus hidroksil, benzena dan karbonil pada serapan inframerah. Lapis tipis TiO2 menunjukkan morfologi permukaan dengan ukuran rongga sekitar 220 nm, dan ketebalan penampang lintang sekitar 300 nm. Sedangkan difraktrogram lapis tipis TiO2­ menunjukkan bahwa TiO2 memiliki fasa kristalin anatase dengan ukuran kristal sebesar 17,366 nm. Voltase maksimum dan kuat arus maksimum yang dihasilkan pada kondisi di bawah pancaran sinar matahari dan di dalam ruangan masing-masing sebesar 0,627 V; 0,065.10-3 A dan 0,152 V; 0,014.10-3 A. Efisiensi yang dihasilkan sistem sel surya dalam penelitian ini masing-masing sebesar 0,003 % dan 0,000113 %. Hasil karakterisasi arus dan voltase memperlihatkan kemampuan konversi energi cahaya menjadi energi listrik.
Co-Authors A. Haris A. Rusgiyono Abdul Haris Abdul Haris Abdul Haris Abdul Haris Afrianti Reza Kusuma Agus Hartanto Ahmad Suseno Anggun Yuliani Ardi Ariawan Arnelli Arnelli Aulannisa Elqudsy Ayu Fadhilatul Rukmana B. Raharjo Byan Pratama D. Ispriyanti Dahlia Nurmalasari Danang Subarkah Hadikawuryan Desvita Sari Dewi Martina Diana Pratiwi Rusendi E. Setiawati Eka Pratista Eko Sugiharto Endang Tri Wahyuni Endang Tri Wahyuni F. Ariyanto Fardhani, Dea Ayu Fithri Noorikhlas Fitra Nilla Sari Galih Widayanti Ghina Labiebah Ginanjar Argo Pambudi Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan H. Sutanto Hasan Muhtar Helena Krey Hera Yulianti I Gusti Ngurah Antaryama I. Marhaendrajaya Ilmi Muftiana Ilyas Bachtiar Ina Triavia Ines Ayu Handayani Ismiyarto Ismitarto J. E. Suseno Juwanda, Farikhin Kaviani Suciana Alifah Khabibi Khabibi khabibi Khabibi Kharisma Luthfiaratri Rahayu Kusumaningati, Marchelina One Laila Ika Anggraini Lina Yuanita Linda Suyanti Linda Suyati Linda Suyati Lutfia Apipah M. Izzati M. Nur Marcelinus Christwardana Mei Viantikasari Meiske Erdinarini Anggita Muhamad Abduh Hasibuan Muhammad Cholid Djunaidi Nawatuttuqoh Nawatuttuqoh Nesti Dewi Maharani Nia Siskawati Nies Suci Mulyani Nor Basid Adiwibawa Prasetya Pardoyo Pardoyo Patmawati Patmawati, Patmawati Prihastuti Santini Laksmi Dewi Priyono Priyono R. Hariyati R. Hastuti Rahmad Nuryanto Rahmad Nuryanto Rahmad Nuryanto Retno Ariadi Lusiana Riska Nurfida Annisa RR. Ella Evrita Hestiandari Rum Hastuti Rusendi, Diana Pratiwi S. Tana Santi Hermayanti Siti Elin Huriati Sonita Afrita Purba SRI ISDADIYANTO Suberta, Melani Sugito Sugito Suhartana Suhartana Suhartono Suhartono T. Windarti Titi Agustin Titik Darmawanti Ulfa Wiwit Chasanah Umi Fadilah, Umi Vinsencius Guntur Pandu Marcellino W. H. Rahmanto Wahyu Adi Kristanto Wahyu Adi Kristanto Wasino Hadi Rahmanto Wawan Prasetyo Wilman Septina Yudhi Richard Z. Muhlisin