Didik Setiyo Widodo
Chemistry Department, Faculty Of Sciences And Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang

Published : 56 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Elektrodekolorisasi Limbah Cair Batik di Pekalongan dengan Elektroda PbO2/Cu Afrianti Reza Kusuma; Didik Setiyo Widodo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 2 (2015): Volume 18 Issue 2 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.294 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.2.57-61

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan dari industri batik berasal dari proses pewarnaan yang mengandung pewarna sintetik dan sukar didegradasi secara alami. Limbah tersebut menyebabkan pencemaran air yang dapat dilihat dari perubahan warna air menjadi keruh dan beraroma busuk yang menyengat. Metode elektrodekolorisasi mampu menurunkan intensitas zat warna menggunakan elektroda PbO2 sebagai anoda dan Cu sebagai katoda dalam proses elektrolisis. Elektrolisis dilakukan dalam 50 mL sampel dengan penambahan elektrolit Na2SO4 pada potensial 4,5 V dengan pH 1 selama 360 menit. Hasil akhir elektrolisis dianalisis menggunakan Spektrometer UV-Vis dan ditentukan uji COD dan BOD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elektrolisis menggunakan elektroda PbO2/Cu dan pH 1 dapat menurunkan intensitas warna secara bertahap dengan persentase dekolorisasi mencapai 85,5%, penurunan COD sebesar 80,7% dan BOD sebesar 81,44%.
Potential Oxidative Treatment Using Pb-PbO2 Electrode in Electrodecolorizing Batik Wastewater Didik Setiyo Widodo; Rahmad Nuryanto; Abdul Haris; Prihastuti Santini Laksmi Dewi; Lutfia Apipah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 3 (2018): Volume 21 Issue 3 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2669.96 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.3.118-123

Abstract

Electrodecolorization of batik wastewater has been done. Study was performed to remediate aquatic environment containing dyes of batik industry by electrolysis, decreasing COD and some metal ions as well. Research was conducted by electrolyzing sample from Buaran Pekalongan and Semarang using Pb and PbO2 as electrodes at a constant applied potential. Solution after treating were analysed, zeolite sieving treatment, and final analysis by UV-Vis spectrophotometer for measuring decolorization percentages, atomic absorption spectrophotometerer (AAS) for evaluating metal ions of Cu2+, total Fe and Na+, and COD analysis. Results show that electrolysis of batik wastewater using PbO2 as anode effectively decolorize and decreasing COD values. Sample containing indigozol and remazol black B (RBB) were decolorized up to 100%. CODs were reduced to 98.6% and 95.4%, respectively. Zeolite treatment enhancing water quality by reducing ion concentration of Cu2+, total Fe ions and Na+.
Elektrodekolorisasi Limbah Cair Pabrik Tekstil di Wilayah Semarang dengan Elektroda PbO2/Pb Ilyas Bachtiar; Didik Setiyo Widodo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 3 (2015): Volume 18 Issue 3 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.96 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.3.85-90

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang elektrodekolorisasi limbah cair pabrik tekstil dengan elektroda Pb/PbO2. Tujuan penelitian ini adalah megkaji efektifitas metode dekolorisasi untuk mendegradasi zat warna pada limbah cair pabrik tekstil, memperoleh informasi tentang efesiensi dan efektifitas penggunaan metode tersebut, serta melihat perubahan parameter kualitas limbah seperti BOD, COD, TSS, TOC. Elektrolisis dipilih sebagai salah satu alternatif penanganan limbah zat warna, karena mempunyai keuntungan dibandingkan metode lain adalah efektivitas dan sederhana. Salah satu faktor pendukung metode ini adalah elektroda. Pada penelitian ini elektroda yang digunakan adalah PbO2/Pb yang diperoleh dari limbah elektroda aki. Metode tersebut dilakukan dengan mengelektrolisis sampel zat warna pada potensial 4 volt dengan elektroda PbO2/Pb aki bekas dan pengaturan waktu elektrolisis selama 120 menit. Hasil akhir elektrolisis di analisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan Spektrofotometer UV-VIS dan analisis COD, serta TSS, TOC, BOD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elektrolisis selama 2 jam dengan pH 1 terhadap 50 mL sampel limbah dan penambahan Na2SO4, elektroda PbO2/Pbdari aki bekas dapat mengurangi intensitas warna, dengan persentase dekolorisasi sebesar 95,7 % dan penurunan nilai parameter BOD, COD, TSS, TOC berturut- turut sebesar 44,6%, 70,2%, 83,2%, dan 48,3%.
Synthesis, Characterization of Cu, S doped TiO2 and Its Photocatalytic Activity for Degradation of Remazol Black B Abdul Haris; Gunawan Gunawan; Didik Setiyo Widodo; Rahmad Nuryanto; Retno Ariadi Lusiana; Mei Viantikasari
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 22, No 2 (2019): Volume 22 Issue 2 Year 2019
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2623.307 KB) | DOI: 10.14710/jksa.22.2.47-51

Abstract

Copper and sulfur modified TiO2(Cu-S-TiO2) photocatalyst was successfully synthesized using TiCl4, Cu(NO3)2.3H2O and H2SO4 as precursors by the sol-gel method andcalcination at 450°C for 4 hours. The synthesized photocatalyst was characterized by X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive Spectroscopy (SEM-EDS), Diffuse Reflectance Spectroscopy (DRS), Brunauer Emmett Teller (BET) method. The XRD results showed that the Cu-S-TiO2 photocatalyst had an anatase phase with a crystal grain size of 17.54 nm. However, the SEM image of the modified TiO2 showed inhomogeneous phase due to the crystal clustering of imperfect homogenization during the synthesis and sintering processes. The patterns of EDSof Cu-S-TiO2depicted the elements of Ti, O, Cu and S with doping of Cu and S c.a. 7 and 1%, respectively. Analysis using DRS UV-Vis showed Cu-S-TiO2 was able to shift the absorption of the TiO2 photocatalyst wavelength to the visible region with a band energy gap of 1.9 eV. The BET analysis results showed that the specific surface area (SBET), pore volume (Vp) and average pore volume radius (Dp) were measured from large Cu-S-TiO2, therefore Cu-S-TiO2 had good physicochemical and photocatalytic properties. The photocatalytic activity of 0.1 g Cu-S-TiO2 with 15 Watt tungsten light irradiation for 4 h was able to degrade 50 mL remazol black B 10 mg/L c.a. 92.60 %.
Pengambilan Tembaga dari Batuan Bornit (Cu5FeS4) Variasi Rapat Arus dan Pengompleks EDTA Secara Elektrokimia Abdul Haris; Didik Setiyo Widodo; Lina Yuanita
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 10, No 2 (2007): Volume 10 Issue 2 Year 2007
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.099 KB) | DOI: 10.14710/jksa.10.2.31-36

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemisahan tembaga dari mineral bornit terhadap pengaruh rapat arus dan pengompleks EDTA secara elektrolisis. Serbuk bornit dilarutkan dalam besi(III) sulfat dan diendapkan dengan variasi rapat arus menggunakan elektrode karbon selama 1 jam.Dari hasil penelitian diperoleh kadar tembaga maksimal yang terlarut sebesar 14,88 % pada konsentrasi besi(III) sulfat 0,6 M. Semakin besar rapat arus yang digunakan pada elektrolisis, kuantitas endapan semakin meningkat dan endapan tembaga maksimal 1,69 mg terbentuk pada penambahan pengompleks EDTA 0,20 M dan rapat arus 0,05 A/cm2. Keberadaan pengompleks EDTA mampu menurunkan potensial yang diperlukan sehingga meningkatkan kemurnian dan kekuatan pelapisan tembaga. Kemurnian endapan tembaga tertinggi didapatkan pada elektrolisis dengan penambahan pengompleks EDTA 0,20 M sebesar 93,88%Kata kunci:bornit, tembaga, rapat arus, pengompleks EDTA
Decolorization of Remazol Black B Solution by PbO2 Modified Fenton Method in a Scaled Up Reactor Muhamad Abduh Hasibuan; Didik Setiyo Widodo; Retno Ariadi Lusiana
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 2 (2018): Volume 21 Issue 2 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.051 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.2.59-63

Abstract

Study on decolourization of remazol black B (RBB) solution has been performed in a scale up reactor. As an artificial waste, the dye sample that contains azo groups is difficult to decompose under ordinary environmental conditions so it requires further treatment before discharging to open aquatic system. Many efforts have been reported and further developed toward other azo dyes. One of an outstanding approach is Fenton method. This study modified the method with PbO2 rather than Fe2+. In this modification, the dyestuff was degraded by radical •OH resulting from reaction between H2O2 and Pb2+ ion generated from PbO2. In Preliminary works, decolourization was performed and optimized in lab-scaled. Analysis were conducted and the best condition was applied to decolorize the sample in a scale-up size. Characteristics of the reactor was also determined. Results showed that at optimum condition, 100 mL of 50 ppm remazol black B was decolorized up to 98.82 % within 15 minutes. On scale up to 1 L-sized reactor, within the time highest percentages of remazol black B decolourization was reached 82.02 % by addition of 10 % H2O2 and COD decrease to 98.96 %. In the 1 L reactor, RBB sample with concentration of 50 ppm, PbO2 1 gram and H2O2 10 % obey the proposed decolourization equation of D = -0,0011x2 + 0.5705x – 0.6788 with x = volume peroxide (in mL), D = percent of decolourization.
Reduksi Kurkumin: Kajian Awal Elektrosintesis dalam Sistem Etanol Didik Setiyo Widodo; Abdul Haris; Nawatuttuqoh Nawatuttuqoh
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 10, No 2 (2007): Volume 10 Issue 2 Year 2007
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.43 KB) | DOI: 10.14710/jksa.10.2.37-44

Abstract

Telah dilakukan suatu kajian pendahuluan reduksi kurkumin dalam sistem larutan etanol dengan pendekatan elektrokimia. Kurkumin telah banyak digunakan dalam bidang pangan dan farmasi dan sebagian kecil analisis kimia. Dalam bidang kimia, kurkumin telah digunakan sebagai pereduksi logam dan pengkhelat ion-ion logam. Aplikasi yang beragam ini didasarkan pada keberadaan gugus β-diketon yang dalam tinjauan reaksi reduksi dan oksidasi gugus ini dapat mengalami serangan elektron dan/ atau membentuk ikatan dengan substat lain. Untuk mengkaji lebih lanjut dan memperkaya aplikasi senyawa ini berikutnya dilakukan modifikasi gugus tersebut untuk membentuk suatu dimer atau senyawaan lain dengan pendekatan elektrokimia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh produk reduksi senyawa kurkumin untuk memperluas pemanfaatan kurkumin dalam bidang kimia, analisis kimia dan sintesis. Penelitian dilakukan dengan cara mengelektrolisis larutan kurkumin dalam sistem etanol pada potensial terkontrol 1,8 V dan 2,0 V dengan variasi elektroda kerja (C dan Cu) dan pH (1 dan 4) selama selama 2 jam dan hasil elektrolisis dianalisis dengan FTIR. Data yang diperoleh, elektrolisis pada petensial kerja 2,0 volt untuk pH 1 dan 1,8 volt untuk pH 4 melibatkan masing-masing satu elektron dan 3 elektron. Konfirmasi lanjut terhadap data FTIR disimpulkan bahwa produk dengan kode Pc-1 (proses pada pH 1) adalah suatu pinakol dan produk berkode Pc-2 (proses pada pH 4) merupakan senyawa siklis.Kata kunci: kurkumin, elekrolisis, elektroreduksi
Fabrication and Characterization of Chitosan-Polyvinyl Pyrolidone K-30 for Creatinine Transport Membranes Retno Ariadi Lusiana; Riska Nurfida Annisa; Vinsencius Guntur Pandu Marcellino; Didik Setiyo Widodo; Hasan Muhtar
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 26, No 10 (2023): Volume 26 Issue 10 Year 2023
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.26.10.381-390

Abstract

The investigation of membrane-based hemodialysis is an interesting study due to its efficacy in eliminating metabolic waste compounds, such as creatinine, from the body. However, not all membrane types exhibit optimal transport capabilities, necessitating modifications. In this study, we conducted modifications on chitosan (CS) membranes by incorporating polyvinyl pyrrolidone K-30 (PVP K-30) and assessing their physicochemical characteristics. The modified membrane underwent characterization and subsequent evaluation of its transport capabilities. The primary objective of this research is to design a membrane composed of chitosan and PVP K-30 with enhanced creatinine transport capabilities. The study commenced with the fabrication of CS membranes combined with CS-PVP, involving six variations of CS and PVP K-30 with volume ratios of 5:0, 4:1, 3:2, 1:1, 2:3, and 4:1. The resulting solution was then printed into a flat sheet membrane. All completed membranes underwent comprehensive characterization, including tests for functional groups using Fourier Transform Infrared (FTIR), membrane weight and thickness, porosity, water absorption, swelling, hydrophilicity, pH resistance, and biodegradation. In the final phase, the membrane was utilized in the creatinine transport process. FTIR analysis of the CS-PVP K-30 membrane revealed O-H and N-H group spectra at wave numbers 3363.06 cm-1 and 1587.17 cm-1, indicating hydrogen bonding between the two polymers. Characterization tests demonstrated that the CS-PVP membrane exhibited increased porosity, water absorption, swelling, and hydrophilicity. In the creatinine transport test, the CS-PVP membrane demonstrated enhanced creatinine transport ability compared to the CS membrane. The highest clearance value for creatinine was observed in the CS-PVP5 membrane, with an increase in the amount of PVP K-30 correlating with an elevated creatinine clearance value. The creatinine clearance values for the CS membrane, CS-PVP1, CS-PVP2, CS-PVP3, CS-PVP4, and CS-PVP5 were 0.30, 0.36, 0.37, 0.39, 0.42, and 0.46 mg/dL, respectively.
Sintesis Elektroda Lapis Tipis Sn–Zno/FTO Secara Elektrodeposisi dan Aplikasi pada Degradasi Remazol Black B (RBB Fardhani, Dea Ayu; Haris, Abdul; Suyati, Linda; Widodo, Didik Setiyo
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Issue 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.82 KB) | DOI: 10.14710/gjec.2022.12877

Abstract

Elektroda Lapis Tipis yang telah berhasil disintesis pada penelitian ini melalui elektrodeposisi menghasilkan  ZnO terdoping Sn pada kaca FTO yang diharapkan dapat berfungsi sebagai fotokatalis. Prekursor yang digunakan merupakan larutan elektrolit yang dapat menghasilkan ZnO sebagai semikondutor dan Sn sebagai doping logam yang dapat menurunkan band gap ZnO. Elektroda hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan Difraksi Sinar-X (XRD) untuk mengetahui struktur dan ukuran kristal serta keberadaan senyawa secara kualitatif yang dibandingkan dengan literatur. Pada Aplikasi, •OH yang dihasilkan pada permukaan elektroda setelah penyinaran foton dapat mendegradasi zat warna RBB yang terdapat pada limbah tekstil secara fotokatalisis maupun fotoelekroktalisis. Penurunan konsentrasi serta absorbansi RBB dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis.
Modifikasi Metode Fenton pada Dekolorisasi Limbah Pewarna Remazol Black B dengan Oksida Timbal Hasil Sintesis pada Variasi Molar Pb2+ dan NaOH Patmawati, Patmawati; Widodo, Didik Setiyo; Suyati, Linda; Khabibi, Khabibi; Haris, Abdul
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Issue 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2022.16776

Abstract

Sintesis timbal oksida menggunakan prekursor Pb(NO3)2, NaOH dan oksidator H2O2 telah dilakukan dengan variasi jumlah (mol) NaOH dan cara pengeringan hasil sintesis. Sintesis ini merupakan kajian dalam upaya mengatasi masalah limbah yang mengandung zat warna berbahaya dan ion Pb2+ dalam sampel akibat perlakuan Fenton dimodifikasi menggunakan PbO2. Metode modifikasi fenton sangat efektif dalam menghilangkan warna limbah zat warna namun proses masih menyisakan sisa ion Pb2+ di dalam larutan sehingga diperlukan penanganan lebih lanjut untuk mendaur ulang ion Pb2+ menjadi timbal oksida sehingga dapat digunakan kembali dalam proses dekolorisasi sampel. Hasil sintesis menunjukkan bahwa endapan hitam-cokelat yang terbentuk adalah oksida timbal. Karakterisasi dilakukan menggunakan instrumen SEM-EDX dan XRD untuk mengetahui morfologi permukaan dan kristalinitas senyawa. Persentase dekolorisasi  dengan penggunaan oksida hasil sintesis dengan perbandingan mol antara Pb(NO3)2:NaOH 1:2 dan setelah pengeringan pada suhu kamar (desikator) mencapai  86,59 %. Pengujian menunjukkan variasi sintesis timbal oksida pada berbagai suhu pengeringan dan berbagai rasio mol NaOH menunjukkan bahwa hasil dekolorisasi berbeda nyata.
Co-Authors A. Haris A. Rusgiyono Abdul Haris Abdul Haris Abdul Haris Abdul Haris Afrianti Reza Kusuma Agus Hartanto Ahmad Suseno Anggun Yuliani Ardi Ariawan Arnelli Arnelli Aulannisa Elqudsy Ayu Fadhilatul Rukmana B. Raharjo Byan Pratama D. Ispriyanti Dahlia Nurmalasari Danang Subarkah Hadikawuryan Desvita Sari Dewi Martina Diana Pratiwi Rusendi E. Setiawati Eka Pratista Eko Sugiharto Endang Tri Wahyuni Endang Tri Wahyuni F. Ariyanto Fardhani, Dea Ayu Fithri Noorikhlas Fitra Nilla Sari Galih Widayanti Ghina Labiebah Ginanjar Argo Pambudi Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan H. Sutanto Hasan Muhtar Helena Krey Hera Yulianti I Gusti Ngurah Antaryama I. Marhaendrajaya Ilmi Muftiana Ilyas Bachtiar Ina Triavia Ines Ayu Handayani Ismiyarto Ismitarto J. E. Suseno Juwanda, Farikhin Kaviani Suciana Alifah Khabibi Khabibi khabibi Khabibi Kharisma Luthfiaratri Rahayu Kusumaningati, Marchelina One Laila Ika Anggraini Lina Yuanita Linda Suyanti Linda Suyati Linda Suyati Lutfia Apipah M. Izzati M. Nur Marcelinus Christwardana Mei Viantikasari Meiske Erdinarini Anggita Muhamad Abduh Hasibuan Muhammad Cholid Djunaidi Nawatuttuqoh Nawatuttuqoh Nesti Dewi Maharani Nia Siskawati Nies Suci Mulyani Nor Basid Adiwibawa Prasetya Pardoyo Pardoyo Patmawati Patmawati, Patmawati Prihastuti Santini Laksmi Dewi Priyono Priyono R. Hariyati R. Hastuti Rahmad Nuryanto Rahmad Nuryanto Rahmad Nuryanto Retno Ariadi Lusiana Riska Nurfida Annisa RR. Ella Evrita Hestiandari Rum Hastuti Rusendi, Diana Pratiwi S. Tana Santi Hermayanti Siti Elin Huriati Sonita Afrita Purba SRI ISDADIYANTO Suberta, Melani Sugito Sugito Suhartana Suhartana Suhartono Suhartono T. Windarti Titi Agustin Titik Darmawanti Ulfa Wiwit Chasanah Umi Fadilah, Umi Vinsencius Guntur Pandu Marcellino W. H. Rahmanto Wahyu Adi Kristanto Wahyu Adi Kristanto Wasino Hadi Rahmanto Wawan Prasetyo Wilman Septina Yudhi Richard Z. Muhlisin