Didik Setiyo Widodo
Chemistry Department, Faculty Of Sciences And Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang

Published : 56 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Adsorben Selulosa Tongkol Jagung (Zea mays) dengan Polivinil Alkohol (PVA) untuk Penyerapan Ion Logam Timbal (Pb2+) Dewi Martina; Rum Hastuti; Didik Setiyo Widodo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 3 (2016): Volume 19 Issue 3 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.29 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.3.77-82

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang peran adsorben selulosa tongkol jagung (Zea mays) dengan polivinil alkohol (PVA) untuk penyerapan ion logam timbal (Pb2+). Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengkarakterisasi adsorben tongkol jagung (TJ) dan tongkol jagung-PVA (TJ-PVA) serta menentukan kemampuan adsorben terhadap penyerapan logam Pb2+. Tahapan penelitian ini meliputi pembuatan, karakterisasi adsorben TJ dan TJ-PVA serta penentuan kemampuan menyerapan ion Pb2+ pada variasi waktu kontak 10-150 menit, konsentrasi 5-20 ppm, dan pH 1-6. Karakterisasi dengan FTIR menunjukkan adanya gugus utama selulosa yaitu OH. Hasil GSA menunjukkan adanya kenaikkan luas permukaan sebesar 21,57%, penurunan diameter pori rata-rata sebesar 68% dan penurunan volume pori total sebesar 60,30%. Adsorpsi Pb2+ terbaik oleh adsorben TJ diperoleh pada waktu kontak 90 menit, konsentrasi 5,79 ppm dengan Pb2+ teradsorpsi sebesar 83,37%, dan pH 5. Sedangkan untuk adsorben TJ-PVA, adsorpsi terbaik terjadi pada waktu kontak 60 menit, konsentrasi 5,79 ppm dengan Pb2+ teradsorpsi 66,88%, dan pH 5. Dapat disimpulkan bahwa adsorben TJ-PVA dapat digunakan sebagai adsorben ion logam.
Elektroremediasi Perairan Tercemar: Penggunaan Grafit pada Elektrodekolorisasi Larutan Remazol Black B Didik Setiyo Widodo; Gunawan Gunawan; Wahyu Adi Kristanto
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 11, No 2 (2008): Volume 11 Issue 2 Year 2008
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.541 KB) | DOI: 10.14710/jksa.11.2.34-37

Abstract

Telah dilakukan penelitian dekolorisasi larutan zat warna—remazol black B—dengan metode elektrolisis (elektrodekolorisasi) menggunakan anoda grafit. Pada metode ini, bahan elektroda merupakan faktor penting pada keberhasilan proses. Pemilihan grafit sebagai elektroda dilakukan dengan mempertimbangkan sifat bahan ini dalam sistem eletrolisis, kontuktif, stabil (inert) dan mudah diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mendekolorisasi zat warna Remazol Black B dengan pendekatan elektrolisis menggunakan elektroda grafit. Metode ini dilakukan dengan mengelektrolisis larutan remazol black B sebanyak 50 mL dengan potensial 6,5 V selama 120 menit. Setelah elektrolisis larutan sampel dianalisis dengan spektrometer UV-Visibel. Untuk memperoleh data awal, elektrolisis dilakukan terhadap larutan sampel dengan variasi potensial aplikasi dan variasi waktu elektrolisis hingga 120 menit. Pada variasi waktu tersebut, dilakukan pencatatan arus yang mengalir dan pengujian tingkat pengurangan kepekatan zat warna dengan Spektrometer UV-Visibel. Sebagai pembanding dan untuk memperoleh daerah kerja dilakukan juga elektrolisis terhadap sistem pelarut (akuades yang mengandung Na2SO4 berlebih). Data penelitian menunjukkan bahwa elektrolisis dengan penggunaan grafit sebagai anoda pada elektrodekolorisasi larutan remazol black B telah berhasil menghilangkan warna dengan parameter intensitas hingga 97,09 %. Penurunan intensitas ini menunjukkan bahwa dekolorisasi larutan zat warna remazol black B telah berlangsung. Elektrodekolorisasi ini disebabkan oleh proses destruksi oksidatif (elektrodestruksi) remazol black B menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana. Produk elekrodestruksi diharapkan lebih ramah terhadap lingkungan dibandingkan bahan pencemar sebelum elektrodekolorisasi, sebagaimana diindikasikan dari spektra UV-Vis larutan setelah elektrolisis.Kata Kunci: elektrodekolorisasi, elektrolisis, remazol black B, elektroda grafit, spektrometri UV-Visibel
Elektropolimerisasi Anilin secara Potensiostatik dengan Penambahan Dopan Yudhi Richard; Didik Setiyo Widodo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 17, No 1 (2014): Volume 17 Issue 1 Year 2014
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.371 KB) | DOI: 10.14710/jksa.17.1.12-16

Abstract

Penelitian tentang elektropolimerisasi anilin dengan metode potensiostatik telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh senyawa polimer polianilin dengan konduktivitas yang tinggi melalui pendekatan elektropolimerisasi. Anilin dielektrolisis menggunakan elektroda besi dan karbon dan ditambahkan H2SO4 hingga terbentuk endapan. Konsentrasi anilin yang digunakan adalah 0,7 M dengan metanol sebagai pelarut. Metode yang digunakan adalah potensiostatik dalam larutan 100 mL pada potensial 5 V selama 20 menit. Karakter produk dari hasil elektropolimerisasi yang terbentuk dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan FTIR. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa elektropolimerisasi anilin dengan melibatkan proses doping dengan menggunakan H2SO4 menghasilkan senyawa polianilin yang konduktif.
Pengaruh pH pada Penurunan Kadar Ion Sianida secara Elektrokimia dengan Elektroda PbO2/Grafit Byan Pratama; Didik Setiyo Widodo; Gunawan Gunawan
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 3 (2012): Volume 15 Issue 3 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.651 KB) | DOI: 10.14710/jksa.15.3.84-87

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh pH pada penurunan kadar ion sianida secara elektrokimia dengan elektroda PbO2/grafit. Tujuan dari penelitian ini adalah menurunkan kadar sianida dengan metode elektrolisis menggunakan elektroda PbO2/grafit dan mengkaji pengaruh pH terhadap penurunan kadar sianida dalam limbah artificial dengan elektroda PbO2/grafit. Logam PbO2 digunakan sebagai anoda dan grafit sebagai katoda. Elektrolisis dilakukan selama 8 jam disertai pengadukan dan variasi pH dengan potensial aplikasi sebesar 5,0 volt. Variasi pH yang digunakan adalah 7, 8, 9, 10, 11, 12, dan 13 yang diatur dengan penambahan H2SO4 atau NaOH. Analisis sianida dilakukan secara kuantitatif dengan metode spoktrofotometri UV-Vis, sedangkan analisis karbonat dan amoniak dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode elektrolisis dengan elektroda PbO2/grafit mampu menurunkan kadar sianida sampai 100% dan pada pH basa penurunan kadar sianida cenderung meningkat dengan peningkatan pH. Elektrolisis larutan sianida menghasilkan karbonat dan amoniak.
Pengaruh Penambahan Polivinil Alkohol pada Biomassa Tongkol Jagung-Bulu Ayam sebagai Adsorben Campuran Ion Logam Tembaga dan Kromium Dahlia Nurmalasari; Rum Hastuti; Didik Setiyo Widodo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 1 (2015): Volume 18 Issue 1 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.28 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.1.18-23

Abstract

Penelitian tentang pengaruh penambahan polivinil alkohol pada biomassa dari (tongkol jagung)-(bulu ayam) sebagai adsorben campuran ion logam tembaga dan kromium telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan adsorben (tongkol jagung)-(bulu ayam) (A1), adsorben (tongkol jagung)-(bulu ayam) termodifikasi polivinil alkohol (A2) dan karakter dari adsorben yang dihasilkan serta menentukan kapasitas adsorpsi dari adsorben. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan bahwa adanya penambahan gugus OH pada adsorben (A2). Sementara hasil BET menunjukkan bahwa adsorben (A2) mengalami penurunan luas permukaan dan total volume pori sebesar 39,83% dan 21,89%, sedangkan rata-rata ukuran pori mengalami kenaikan sebesar 29,54%. Kemampuan adsorben A1 maupun A2 terhadap penyerapan campuran ion logam tembaga dan kromium waktu kontak terbaik adalah pada 120 dan 90 menit dengan konsentrasi terbaik (1:1) yaitu 30 ppm. Kapasitas adsorpsi maksimum oleh adsorben A1 maupun A2 untuk ion logam tembaga masing-masing sebesar 2,02.10-3 mol g-1 dan 2,49.10-3 mol g-1, sedangkan untuk ion logam kromium sebesar 1,49.10-3 mol g-1 dan 1,63.10-3 mol g-1.
The Effect of KMnO4 and K3[Fe(CN)6] Concentrations on Electrical Production in Fuel Cell Microbial System with Lactobacillus bulgaricus Bacteria in a Tofu Whey Substart Ilmi Muftiana; Linda Suyati; Didik Setiyo Widodo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 1 (2018): Volume 21 Issue 1 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.45 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.1.49-53

Abstract

Microbial Fuel Cell (MFC) is a bioelectrochemical system that utilize metabolism of microorganisms to produce electrical energy. Microbial fuel cell is a bioelectrochemical system involving redox reactions that required an oxidizing agent in the process The purpose of this study was to determine the effect of various concentration of electrolyte solution KMnO4 and K3[Fe(CN)6] on electricity produced by microbial fuel cell system with Lactobacillus bulgaricus in tofu whey substrate. The principle of this study was bioelectrochemistry that changes chemical energy into electrical energy which involves a redox reaction by utilizing microbes. This study used a microbe Lactobacillus bulgaricus and substrate tofu whey with 0.39 % carbohydrate content in dual chamber MFC system using a salt bridge as a conductor of protons from anode to cathode. Anode compartment contains a mixture of microbes that have been cultured and phosphate buffer with pH 7 while cathode compartment contained electrolytes KMnO4 or K3[Fe(CN)6] in some various concentration that is 0.25 M; 0.2 M; 0.15 M; 0.1 M and 0.01 M with added potassium phosphate buffer pH 7. The MFC system using Lactobacillus bulgaricus and substrate tofu whey with 0.39% carbohydrate content and electrolyte solution KMnO4 generated maximum potential difference of 99.2 mV at concentration of 0.2 M which was higher than system with electrolyte solution K3[Fe(CN)6] 0.2 M that produced maximum potential difference of 48.6 mV.
Ekstraksi dan Uji Kestabilan Pigmen Betasianin dalam Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) Serta Aplikasinya Sebagai Pewarna Tekstil Hera Yulianti; Rum Hastuti; Didik Setiyo Widodo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 11, No 3 (2008): Volume 11 Issue 3 Year 2008
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.433 KB) | DOI: 10.14710/jksa.11.3.84-89

Abstract

Kulit buah naga merupakan limbah makanan yang belum dimanfaatkan dan dapat dijadikan sebagai sumber pigmen merah alami karena mengandung pigmen betasianin. Pigmen betasianin dapat diaplikasikan sebagai pewarna tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstrak pigmen betasianin dalam kulit buah naga dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 80% lalu ekstrak pigmen betasianin yang diperoleh diaplikasikan sebagai pewarna tekstil dengan proses pencelupan. Ekstrak pigmen betasianin dianalisis menggunakan spektrometri visible dan dilakukan uji kestabilan pigmen betasianin terhadap temperatur dan pH. Uji kestabilan terhadap temperatur dilakukan dengan variasi temperatur 25°C, 40°C, 60°C, 80°C and 100°C, sedangkan uji kestabilan terhadap pH dilakukan dengan variasi pH 2.5; 3.5; 4.5; 5.5; 6.5; 7.5; 8.5 and 9.5. Ekstrak yang diperoleh diuji kestabilannya dengan perlakuan pemanasan dan dipaparkan sinar matahari kemudian dilakukan penguapan pelarut dan ekstrak dapat diaplikasikan pada kain dengan metode mordanting dan pencelupan langsung. Hasil penelitian yang diperoleh adalah ekstrak pigmen betasianin dengan rendemen 3,735%. Ekstrak pigmen betasianin paling stabil pada temperatur 25°C dan pada pH 4,5. Ekstrak yang diperoleh stabil terhadap pemanasan dan paparan sinar matahari serta dapat diaplikasikan terhadap kain. Pigmen betasianin menimbulkan warna yang dapat menempel pada kain dengan baik.
Decolorization of Artificial Waste Remazol Black B using Electrogenerated Reactive Spesies Didik Setiyo Widodo; Linda Suyati; Gunawan Gunawan; Abdul Haris
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 1 (2018): Volume 21 Issue 1 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.667 KB) | DOI: 10.14710/jis.%v.%i.%Y.81-89

Abstract

Electrolysis method (electrodecolorization) coupled with ●OH radicals and chlorine generation has been performed in decolorizing of artificial waste of remazol black B (reactive black 5). The electrodecolorization as one of advanced oxidation process (AOP) shows its determinant potential in overcoming environmental problems due to dye contained waste as well as its green in desaign and efficiency. The project aim was to decolorize the RBB solution completely and effectively. The mission was completed by designing decolorizing reactor working with electrolytic system in tandem with electrogeneration of reactive species from HCl and NaCl electrolyte. Lead oxide, PbO2 was choosen as anode. The efficiency of decolorization process was comparated with those of Na2SO4 as electrolyte. Data of UV-Vis spectrometry, atomic absorption spectrophotometry and COD showed that the performance of electrolysis design was significantly enhanced with the reactive species generation process. Electrolysis of 100 mL sample of 200 mgL-1 RBB with reactive species generation was rearched almost two-fold faster in decolorizing the dye solution rather than in Na2SO4 one. The design rearchs more than 99 % in decoloriziation percentages, reducing COD more than 96 % indicating the potential and effectiveness of electroremediation process.
Sintesis Komposit TiO2-Karbon Aktif untuk Fotokatalisis Larutan Zat Warna Direct Blue 19 dan Ion Logam Pb2+ dan Cd2+ secara Simultan Titi Agustin; Nor Basid Adiwibawa Prasetya; Didik Setiyo Widodo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 3 (2013): Volume 16 Issue 3 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.115 KB) | DOI: 10.14710/jksa.16.3.102-107

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis komposit TiO2-karbon aktif untuk fotokatalisis larutan zat warna Direct Blue 19 dan ion logam Pb2+ dan Cd2+ secara simultan. Penelitian dilakukan dengan sintesis TiO2 dari TiCl4, kemudian dibuat menjadi komposit TiO2-karbon aktif yang diuji kemampuan fotokatalitiknya dengan variabel pH, waktu kontak, dan konsentrasi ion logam yang ditambahkan pada larutan zat warna Direct Blue 19. Karakterisasi TiO2 serbuk dan TiO2-karbon aktif dilakukan dengan menggunakan XRD, DR-UV, SEM dan SAA. Sedangkan pengukuran konsentrasi zat warna dan ion logam sebelum dan sesudah diuji fotokatalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan AAS. Hasil penelitian diperoleh serbuk TiO2 sintesis berfasa anatase dengan ukuran kristal sebesar 16,52 nm Energi Band Gap sebesar 3,71 eV. Komposit TiO2-karbon aktif yang dihasilkan berbentuk tablet dengan diameter 0,8 cm, tinggi 0,45 cm dan berwarna abu-abu. Komposit TiO2-KA yang dihasilkan memilki morfologi yang berongga dengan luas permukaan luas area permukaan sebesar 31,366 m2/g, volume pori sebesar 0,102 cc/g sedangkan radius pori sebesar 3,8643 nm. pH optimum untuk proses fotodegradasi ini adalah pada rentang pH 3-4. Penambahan ion logam Cd2+ dan Pb2+ dapat meningkatkan efektivitas fotodegradasi Direct Blue 19 dan secara simultan dapat mereduksi ion logam Cd2+ dan Pb2+.
Pengolahan Limbah Cair Industri Batik dengan Metoda Elektrokoagulasi Menggunakan Besi Bekas Sebagai Elektroda Titik Darmawanti; Suhartana Suhartana; Didik Setiyo Widodo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 13, No 1 (2010): Volume 13 Issue 1 Year 2010
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.728 KB) | DOI: 10.14710/jksa.13.1.18-24

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengolahan limbah cair industri batik dengan metoda elektrokoagulasi menggunakan besi bekas sebagai elektroda yang bertujuan untuk memisahkan zat warna naftol dari limbah. Selama proses elektrokoagulasi logam besi mampu membentuk Fe(OH)3 yang berperan sebagai adsorben zat warna, karena floks Fe(OH)3 mampu mengadsorpsi zat warna naftol sehingga zat warna dapat dipisahkan dari limbah. Pada proses elektrokoagulasi dilakukan penentuan kondisi terbaik yang meliputi potensial aplikasi, variasi pH dan waktu elektrolisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh potensial aplikasi sebesar 5 volt dengan pH terbaik 2 dengan waktu elektrolisis selama 15 menit. Pada temperatur kamar, elektrokoagulasi limbah cair batik memberikan penurunan absorbansi sebesar 98,53%, sedangkan penurunan kandungan COD, TSS dan kekeruhan masing-masing adalah 83,64%, 99,27% dan 98,57%. Data FTIR menunjukkan adanya kemiripan serapan yang muncul antara limbah sebelum elektrolisis dan endapan hasil elektrolisis. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar zat warna telah dapat dipisahkan dari limbah cair dan metoda ektrokoagulasi dapat diaplikasikan untuk mengatasi limbah cair berwarna.
Co-Authors A. Haris A. Rusgiyono Abdul Haris Abdul Haris Abdul Haris Abdul Haris Afrianti Reza Kusuma Agus Hartanto Ahmad Suseno Anggun Yuliani Ardi Ariawan Arnelli Arnelli Aulannisa Elqudsy Ayu Fadhilatul Rukmana B. Raharjo Byan Pratama D. Ispriyanti Dahlia Nurmalasari Danang Subarkah Hadikawuryan Desvita Sari Dewi Martina Diana Pratiwi Rusendi E. Setiawati Eka Pratista Eko Sugiharto Endang Tri Wahyuni Endang Tri Wahyuni F. Ariyanto Fardhani, Dea Ayu Fithri Noorikhlas Fitra Nilla Sari Galih Widayanti Ghina Labiebah Ginanjar Argo Pambudi Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan H. Sutanto Hasan Muhtar Helena Krey Hera Yulianti I Gusti Ngurah Antaryama I. Marhaendrajaya Ilmi Muftiana Ilyas Bachtiar Ina Triavia Ines Ayu Handayani Ismiyarto Ismitarto J. E. Suseno Juwanda, Farikhin Kaviani Suciana Alifah Khabibi Khabibi khabibi Khabibi Kharisma Luthfiaratri Rahayu Kusumaningati, Marchelina One Laila Ika Anggraini Lina Yuanita Linda Suyanti Linda Suyati Linda Suyati Lutfia Apipah M. Izzati M. Nur Marcelinus Christwardana Mei Viantikasari Meiske Erdinarini Anggita Muhamad Abduh Hasibuan Muhammad Cholid Djunaidi Nawatuttuqoh Nawatuttuqoh Nesti Dewi Maharani Nia Siskawati Nies Suci Mulyani Nor Basid Adiwibawa Prasetya Pardoyo Pardoyo Patmawati Patmawati, Patmawati Prihastuti Santini Laksmi Dewi Priyono Priyono R. Hariyati R. Hastuti Rahmad Nuryanto Rahmad Nuryanto Rahmad Nuryanto Retno Ariadi Lusiana Riska Nurfida Annisa RR. Ella Evrita Hestiandari Rum Hastuti Rusendi, Diana Pratiwi S. Tana Santi Hermayanti Siti Elin Huriati Sonita Afrita Purba SRI ISDADIYANTO Suberta, Melani Sugito Sugito Suhartana Suhartana Suhartono Suhartono T. Windarti Titi Agustin Titik Darmawanti Ulfa Wiwit Chasanah Umi Fadilah, Umi Vinsencius Guntur Pandu Marcellino W. H. Rahmanto Wahyu Adi Kristanto Wahyu Adi Kristanto Wasino Hadi Rahmanto Wawan Prasetyo Wilman Septina Yudhi Richard Z. Muhlisin