Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA PNEUMONIA PADA BALITA DI PUSKESMAS WONOSARI KABUPATEN BONDOWOSO : submit laili, Anisa nur; Munir, Zainal; Sholehah, Baitus
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45782

Abstract

Pneumonia dapat disebut penyakit infeksi saluran pernafasan yang menyerang  paru-paru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pneumonia pada balita. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel 93 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan kuesioner. Analisa data  menggunakan regresi logistic. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Wonosari Kabupaten Bondowoso pada bulan maret 2024. Ada hubungan  ASI eksklusif dengan terjadinya pneumonia dengan P Value 0,000, ada hubungan status gizi dengan terjadinya pneumonia dengan P Value 0,000, ada hubungan imunisasi dengan terjadinya pneumonia dengan P Value 0,00, ada hubungan status anggota keluarga merokok dengan terjadinya pneumonia dengan P Value 0,000. Hasil uji multivaroat ASI eksklusif dengan nilai sig 0,000 < 0,05, status gizi dengan nilai sig 0,000 < 0,05 imunisasi dengan nilai sig 0,003 < 0,05, dan status anggota keluarga merokok dengan nilai sig 0,001 < 0,05. Sedangkan untuk menentukan variabel paling dominan dengan yaitu nilai sig < 0,05 dan nilai Exp (B) yang paling besar. Terdapat 4 variabel yang berpengaruh dan status gizi merupakan faktor paling dominan terhadap terjadinya pneumonia pada balita.
Analisis faktor yang berhubungan dengan frailty syndrome pada lansia Shidqi, Muhammad Ali Asyur; Sholehah, Baitus; Azizah, Maulidiyah Junnatul
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1634

Abstract

Latar Belakang: Latar belakang penelitian ini membahas pentingnya peran dan efektivitas kader dalam meningkatkan kualitas pelayanan di posyandu, yang berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan. Kinerja kader yang optimal dapat membantu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan dasar masyarakat, khususnya ibu dan balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kinerja kader dengan tingkat kepuasan pelayanan di posyandu.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei untuk mengevaluasi kinerja kader dan hubungannya dengan tingkat kepuasan pelayanan posyandu. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang disebarkan kepada responden secara langsung.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai kinerja kader berada pada kategori baik, dan terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja kader dengan tingkat kepuasan terhadap pelayanan posyandu. Kesimpulan: Kesimpulannya, semakin baik kinerja kader, maka semakin tinggi pula kepuasan masyarakat terhadap pelayanan posyandu. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi dan motivasi kader dalam memberikan pelayanan.
TRANSFORMATIVE MUTUAL PUBLIC RELATIONS IN CHARACTER EDUCATION: A SYNERGISTIC APPROACH BETWEEN SCHOOLS AND FAMILIES Holifah, Holifah; Mundiri, Akmal; Sholehah, Baitus
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 2, No 2 (2024): Third International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to examine the application of the concept of mutual public relations in character education at Nurul Jadid Middle School, focusing on the synergy between school and family. Mutual Public Relations, which involves the cooperation of two or more parties in building mutually supportive relationships, is applied in this context to strengthen student character formation through active collaboration between the school, parents, and foster carers. This research found that open communication and parental involvement in various school activities can strengthen character values such as discipline, responsibility, and empathy. In addition, the role of foster carers as a liaison between family and school has also been proven to increase the effectiveness of character education by providing consistent support and feedback. The synergy between these three parties creates a more holistic environment for students' moral development, where character values are taught at school and applied in daily life at home and in the dormitory. It is hoped that these findings can provide new insights for developing a more integrative and sustainable character education model through mutual public relations in other schools.
Hubungan Simulasi Resusitasi Jantung Paru (Hand Only CPR) dengan Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada Siswa Madrasah Aliyah Zainul Hasan 4 Pakuniran Probolinggo Sholehah, Baitus; Ningsih, Nur Kholimah; Umiyati, Umiyati
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/trilogi.v3i3.4707

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan simulasi hand only CPR dengan pengetahuan dan keterampilan masyakat dalam memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Metode penelitian yaitu menggunakan pre-experimental design tipe one group pretest-posttest untuk mengetahui pengetahuan dan keterampilan bantuan hidup dasar sebelum dan sesudah simulasi Resusitasi Jantung Paru (Hand only CPR). Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 35 siswa Palang Mereah Remaja (PMR) dengan analisa data menggunakan SPSS dan uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test . Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara simulasi hand only CPR dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan bantuan hidup dasar. Kesimpulan, pemberian simulasi hand only CPR dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyakat dalam memberikan bantuan hidup dasar
Manajemen Santri Dalam Menangani Scabies Di Pondok Pesantren Nurul Jadid Nugroho, Setiyo Adi; Rahman, Abdur; Sholehah, Baitus
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/trilogi.v4i2.6586

Abstract

Introduction: Experience can be interpreted as something that has been experienced, lived or felt, both long ago and recently. Management is a process that consists of planning, organizing, mobilizing, and controlling to achieve predetermined goals. Management of students who are expected to be able to handle scabies.Research Methods: This qualitative research using purposive sampling method with a phenomenological approach aims to obtain in-depth information about the management experience of students in dealing with scabies at the Nurul Jadid Islamic Boarding School. Participants were selected based on research criteria and have been saturated. Data were collected by in-depth interviews and observations. Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) is used in data analysis.Research Results: Five themes were identified in this study: (1) Handling students overcoming scabies using medical drugs (2) Handling students overcoming scabies using the existing culture in Islamic boarding schools (3) Perceptions of students overcoming scabies by sharing various ways (4) Feeling the many impacts of scabies on santri (5) There are many expectations of students when dealing with scabies.Conclusion: The results of this study, students are more confident in using topical drugs compared to oral and lack of facilities to carry out PHBS actions. For this reason, proper and adequate facilities are needed, as well as a quarantine program for students who have scabies.
Pendampingan Guru Paud melalui Media Edukasi Interaktif Robot Sandwich dalam Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Kabupaten Probolinggo Nugroho, Setiyo Adi; Tholib, Abu; Sholehah, Baitus
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22728

Abstract

ABSTRACT Early Childhood Education (ECE) plays a crucial role in instilling clean and healthy living behaviors (PHBS). However, conventional teaching methods are often less engaging for children, thereby requiring innovative and interactive learning media. The Sandwich Robot was developed as a technology-based educational tool to assist ECE teachers in delivering PHBS material more effectively. This study aims to enhance the capacity of ECE teachers in teaching PHBS through the use of the interactive Sandwich Robot and to evaluate its impact on children’s PHBS behavior in Probolinggo Regency. This community service program was implemented in five ECE institutions involving 50 teachers who are members of IGTKI-PGRI. The methods consisted of socialization, training, technology implementation, mentoring, and evaluation. Data were collected through pre-tests and post-tests, classroom observations, and activity documentation, and analyzed using descriptive quantitative techniques. The findings revealed an improvement in teachers’ understanding of PHBS from 52% to 87% and technical skills in operating the Sandwich Robot from 45% to 82%. Children’s active participation in learning increased from 40% to 75%. Four key PHBS indicators among children also improved: handwashing practices (41% → 79%), waste disposal (50% → 85%), personal hygiene (46% → 80%), and healthy eating habits (39% → 74%). Program sustainability was supported through a lending system of the Sandwich Robot to non-partner schools and collaboration with local government. Mentoring ECE teachers through the interactive Sandwich Robot is effective in improving teachers’ capacity and shaping PHBS behaviors among young children, with strong potential for wider adoption through government support. Keywords: Early Childhood Education, PHBS, Interactive Media, Sandwich Robot, Teacher Mentoring.  ABSTRAK Pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki peran penting dalam menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Namun, metode konvensional sering kali kurang menarik bagi anak, sehingga diperlukan media pembelajaran inovatif yang interaktif dan menyenangkan. Robot Sandwich dikembangkan sebagai media edukasi berbasis teknologi untuk membantu guru PAUD menyampaikan materi PHBS secara lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru PAUD dalam mengajarkan PHBS melalui media interaktif Robot Sandwich, sekaligus mengukur dampak program terhadap perilaku PHBS anak usia dini di Kabupaten Probolinggo. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di lima lembaga PAUD dengan melibatkan 50 guru yang tergabung dalam IGTKI-PGRI. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, observasi perilaku anak, serta dokumentasi kegiatan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru tentang PHBS dari 52% menjadi 87% dan keterampilan teknis penggunaan Robot Sandwich dari 45% menjadi 82%. Partisipasi aktif anak dalam pembelajaran meningkat dari 40% menjadi 75%. Empat indikator PHBS anak juga mengalami peningkatan, yaitu mencuci tangan dengan benar (41% → 79%), membuang sampah pada tempatnya (50% → 85%), menjaga kebersihan diri (46% → 80%), dan pola makan sehat (39% → 74%). Program juga berlanjut melalui sistem peminjaman Robot Sandwich ke PAUD non-mitra serta kolaborasi dengan pemerintah daerah. Pendampingan guru PAUD melalui media edukasi interaktif Robot Sandwich efektif dalam meningkatkan kapasitas guru dan membentuk perilaku PHBS anak usia dini, serta memiliki potensi untuk diadopsi lebih luas melalui dukungan pemerintah daerah. Kata Kunci: PAUD, PHBS, Media Interaktif, Robot Sandwich, Pendampingan Guru
PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA KERACUNAN MAKANAN PADA SISWA SMA NURUL JADID : FOODBORNE DISEASE FIRST AID TRAINING FOR SMA NURUL JADID STUDENTS Sholehah, Baitus; Nailul Karomah; Irawan, Hengky
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i1.198

Abstract

Abstrak   Keracunan makanan merupakan keadaan gawat darurat yang memerlukan penanganan serius untuk mendapatkan pertolongan pertama segera secara tepat untuk menyelamatkan nyawa. Kasus keracunan makanan sering kali terjadi yang disebabkan faktor kurangnya kebersihan lingkungan dan pengelolaan makanan kurang tepat, serta bahan yang digunakan tidak diperhatikan kebersihannya. Kasus keracunan makanan harus mendapatkan perhatian khusus, terutama di kalangan siswa. Pelatihan pertolongan pertama pada kasus keracunan makanan bagi siswa sangat diperlukan mengingat pentingnya penangana awal pada kasus tersebut. Tujuan dilakukan pengabdian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan sebelum dan setelah diberikan pelatihan pertolongan pertama kasus keracunan makanan pada siswa Palang Merah Remaja (PMR) SMA Nurul Jadid. Metode yang digunakan berupa pelatihan yang melibatkan siswa PMR sebanyak 40 siswa dan di ukur tingkat pengetahuan sebelum dan setelah diberikan pelatihan menggunakan uji Wicoxon. Hasil  penelitian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan siswa antara sebelum dan setelah pelatihan pertolongan pertama dengan nilai sig. atau p value sebesar 0,000 (p<0,05). Kesimpulan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu memberikan perubahan yang signifikan kepada siswa PMR dalam hal pengetahuan memberikan pertolongan pertama pada kasus keracunan makanan dan memberdayakan siswa PMR dalam kegiatan-kegitan yang berhubungan dengan masalah bantuan hidup dasar di lingkungan sekolah. Kata kunci: Pelatihan; Pertolongan Pertama; Keracunan Makanan; Siswa.   Abstract  Foodborne diseaseis an emergency situation that requires serious treatment to get immediate first aid appropriately to save lives. Cases of foodborne disease often occur due to lack of environmental cleanliness and improper food management, as well as the cleanliness of the ingredients used. Cases of foodborne disease must receive special attention, especially among students. First aid training in cases of foodborne disease for students is very necessary considering the importance of early treatment in these cases. The aim of this service was to determine the level of knowledge before and after being given first aid training for foodborne disease cases for students of Palang Merah Remaja (PMR) SMA Nurul Jadid. The method used was training involving 40 PMR students and the level of knowledge was measured before and after being given the training using the Wicoxon test. The research results showed that there was an increase in students' knowledge between before and after first aid training with a sig. or p value of 0.000 (p<0.05). Conclusion, Community service activities have been able to provide significant changes to PMR students in terms of knowledge of providing first aid in cases of food poisoning and empowering PMR students in activities related to basic life support issues in the school environment. Keywords: Training; First aid; Foodborne Disease ; Student.
Pertolongan Pertama Gigitan Ular Berbisa Berbasis Masyarakat di Wilayah Kabupaten Probolinggo: Studi Fenomenologi Sholehah, Baitus; Aulia Ahda, Putri; Maulina Yuniar, Ira
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v3i1.598

Abstract

Indonesia merupakan Negara tropis dengan populasi ular berbisa yang banyak, terutama dilahan pertanian yang mengakibibatkan banyak petani tergigit ular berbisa namun diabaikan. Gigitan ular berbisa sangat membahayakan dan sangat berpotensi meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Kabupaten Probolinggi merupakan daerah pertanian dimana kasus gigitan ular berbisa pada masyarakat sering tidak mendapatkan pertolongan pertama yang tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi pengalaman pertolongan pertama gigitan ular berbisa berbasis masyarakat di wilayah Kabupaten Probolinggo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dengan peneliti sebagai instrument penelitian dan melibatkan 9 partisipan yang dilakukan wawancara mendalam (indepth interview). Data yang yang didapatkan dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) yang dapat mengungkap, mempelajari dan memahami fenomena pertolongan pertama gigitan ular berbisa sebelum dibawa ke Rumah Sakit. Hasil penelitian mendapatkan 5 Tema yang mewakili makna dari pengalaman dalam melakukan pertolongan pertama berbasis masyarakat. Yaitu sebagai berikut: (1).  Mengutamakan penanganan tradisional untuk gigitan ular, (2). Menunjukan tanda dan gelaja yang mengancam nyawa, (3). Mengamalkan prinsip peduli sesama berdasarkan pengalaman, (4). Kurangnya alat pelindung diri agar terhindar dari gigitan ular, (5). Merasa perlu diberikan pelatihan untuk melakukan tindakan pertolongan pertama dengan benar. Kesimpulan pengalaman pertolongan pertama gigitan ular berbisa berbasis masyarakat yaitu: masih banyak penanganan tradisional untuk gigitan ular, korban menunjukan tanda dan gelaja yang mengancam nyawa, masyarakat melakukan pertolongan berdasarkan peduli sesama berdasarkan pengalaman, dan masih kurang alat pelindung diri, serta masyarakat merasa perlu diberikan pelatihan untuk melakukan tindakan pertolongan pertama dengan benar untuk korban.