Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

SWOT and Determinant Factors Approach to Worker Compliance Analysis with Full Body Harness Pass Systems in Construction Projects R.A. Intan Dwi Saraswati; Priyambodo Nur Ardi Nugroho; Dewi Kurniasih
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v9i4.4848

Abstract

Since construction sites are dangerous by nature, strict safety precautions are necessary. This study examines the Full Body Harness Pass system compliance of workers and the determinants that affect adherence with the aim of improving compliance and reducing avoidable accidents. A SWOT analysis methodology is utilized in the study to integrate quantitative compliance data with qualitative safety officer observations. Results show that though the FBH Pass system raises safety awareness, a number of issues, including poor training and reluctance to use digital tools, limit its utility. These recommendations go towards promoting an overall safer building environment, coupled with extended training programs and improved monitoring.
Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) on Accidents Due to Tilting Ship Dewi Kurniasih; Aditya Maharani; Mochamad Luqman Ashari
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v2i2.134

Abstract

The transportation industry is the main point of the distribution of goods and passengers. Data shows the number of shipwrecks is very high. The accident was caused by many factors, one of which was the tilting of the ship. The research starts from categorizing the causes of ship accidents through existing secondary data, FGD with expert judgments to find the root of the problem and also looking for what mitigations can be done so that similar incidents do not repeat. And the analysis is made in the Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) method. The results of this study indicate that there are human factors in recurring events at all stages of HFACS such asunsafe acts, the preconditions for unsafe acts, unsafe supervision and organisational influences. For the stages of unsafe acts are Skill based Errors, decision errors, Perceptual Errors, and Exceptional. For the stage of the preconditions for unsafe acts are technological environment, physical environment, and adverse mental state; and for the stage of unsafe supervision is the lack of supervision; for organizational influences there are resource management and organizational climate.
Analysis of Carbon Emission Mitigation Potential from Solid Waste Management at Campus Environment Vivin Setiani; Ulvi Priastuti; Ahmad Erlan Afiuddin; Mar’atus Sholihah; Denny Dermawan; Mirna Apriani; Dewi Kurniasih; Agus Khumaidi; Aulia Della Cornellia; Lina Indawati; Sekarsari Wibowo
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 23, No 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v23i2.459-472

Abstract

Greenhouse gas emissions from waste management contribute to climate change, including in higher education institutions. This study aimed to evaluate the potential for carbon emission mitigation from waste management at the Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya campus through organic waste composting and inorganic waste recycling using a waste bank system. The application of solid waste generation measurement was combined with the Intergovernmental Panel Climate Change guidelines and SNI 3964:2025. A descriptive quantitative approach was employed, utilizing primary data on solid waste characteristics from selected campus buildings. Baseline emission estimates and mitigation scenarios were used, assuming partial implementation of the 3R program: organic waste composting and recycling. The results indicate that the waste management sector produces approximately 5.44 tons of CO₂ per year, and the proposed emission reductions could reduce emissions by approximately 63%. The findings of this study indicate that integrated waste management has significant potential for reducing carbon emissions and supporting the development of low-carbon campuses aligned with Sustainable Development Goals 12 and 13, despite the methodological limitations related to the assumptions of emission factors and the level of implementation
Evaluasi Implementasi Contractor Safety Management System Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Nomor 185.K/37.04/DJB/2019 Muhammad Faiqul Azmi; Dewi Kurniasih; Muhammad Iqbal Firdaus
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1093

Abstract

Operasi pertambangan merupakan kegiatan berisiko tinggi dan melibatkan kontraktor secara intensif, sehingga pengelolaan keselamatan kontraktor menjadi bagian penting dalam tata kelola keselamatan pertambangan. Pada salah satu perusahaan tambang emas di Sumatra Utara, jumlah kontraktor meningkat dari 37 perusahaan pada tahun 2022 menjadi 64 perusahaan pada tahun 2024, sementara jumlah insiden kontraktor masih tergolong tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi Contractor Safety Management System (CSMS) berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Nomor 185.K/37.04/DJB/2019. Penelitian menggunakan desain deskriptif evaluatif dengan pendekatan gap analysis. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan personel yang bertanggung jawab terhadap CSMS, telaah dokumen prosedur dan dokumen perbaikan perusahaan, serta expert judgment. Instrumen penilaian terdiri atas 29 indikator operasional yang dikelompokkan ke dalam sembilan klausul. Setiap indikator dinilai menggunakan skala implementasi lima tingkat dan dikonversi ke dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai implementasi CSMS secara keseluruhan mencapai 91,72%, yang mengindikasikan bahwa sebagian besar persyaratan telah tersedia dan dijalankan. Meskipun demikian, masih terdapat empat indikator dengan nilai di bawah batas 75%, yaitu review Contractor Scope of Work sebesar 60%, pelaporan kinerja keselamatan bulanan kontraktor sebesar 60%, pelaporan temuan lapangan oleh Safety Watcher sebesar 60%, serta tindak lanjut perbaikan berdasarkan hasil evaluasi keselamatan sebesar 40%. Temuan ini menunjukkan bahwa kesenjangan utama bukan terletak pada ketiadaan prosedur, melainkan pada konsistensi pelaksanaan, pengolahan data, evaluasi berkala, dan tindak lanjut hasil evaluasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi CSMS di perusahaan secara umum telah berjalan baik, namun masih memerlukan perbaikan terarah melalui penguatan koordinasi dalam review CSoW, pengembangan basis data Safety Watcher yang terintegrasi, penyesuaian indikator HSE bulanan kontraktor, dan pelaksanaan rapat HSE kontraktor secara rutin.
Analisis Hubungan Kualitas Tidur dan Kondisi Psikososial Terhadap Stres Kerja Pekerja Operator Produksi IPAM PERUMDA Air Minum Zahra Imandiansa Akbar; Dewi Kurniasih; Fitroh Resmi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1223

Abstract

Stres kerja merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang dapat memengaruhi kondisi fisik, psikologis, dan kinerja pekerja. Operator produksi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) memiliki risiko mengalami stres kerja karena bekerja dengan sistem shift, tuntutan pekerjaan, serta faktor psikososial di lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kualitas tidur, work-family conflict, family-work conflict, dan gaya kepemimpinan terhadap stres kerja pada operator produksi IPAM PERUMDA Air Minum. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 65 pekerja yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur, work-family conflict, authoritarian leadership, dan laissez-faire leadership memiliki hubungan yang signifikan dengan stres kerja. Pekerja dengan kualitas tidur buruk, work-family conflict tinggi, serta persepsi yang tinggi terhadap authoritarian leadership dan laissez-faire leadership cenderung memiliki tingkat stres kerja yang lebih tinggi. Sementara itu, family-work conflict dan democratic leadership tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan stres kerja. Berdasarkan hasil penelitian, perusahaan disarankan melakukan upaya pengendalian melalui edukasi sleep hygiene, monitoring work-family conflict, peningkatan dukungan atasan, pelatihan kepemimpinan bagi supervisor, serta penyediaan media komunikasi dan penyampaian masukan bagi pekerja. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menurunkan risiko stres kerja pada operator produksi IPAM
Pengaruh Beban Kerja Mental Dan Kecemasan Terhadap Safety Behavior Pada Perusahaan Manufaktur Packaging Alief Aliya Rachmah; Dewi Kurniasih; Fitroh Resmi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1225

Abstract

Kecelakaan kerja di sektor manufaktur masih menjadi permasalahan yang dipengaruhi oleh tingginya perilaku tidak aman pekerja. Kondisi ini menunjukkan pentingnya safety behavior dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja mental dan kecemasan terhadap safety behavior pada 81 pekerja produksi di perusahaan manufaktur packaging. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX), Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) dan kuesioner safety behavior. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ordinal. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara beban kerja mental terhadap safety behavior dengan p-value = 0,011 (< 0,05) dan kecemasan terhadap safety behavior dengan p-value = 0,007 (< 0,05) terhadap safety behavior. Hasil uji pengaruh menggunakan regresi logistik ordinal menunjukkan bahwa beban kerja mental dan kecemasan secara serentak berpengaruh signifikan terhadap safety behavior dengan p-value = 0,000 (< 0,05). Secara parsial, beban kerja mental dengan p-value = 0,003 (< 0,05) dan kecemasan dengan p-value = 0,001 (< 0,05) juga berpengaruh signifikan terhadap safety behavior. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan beban kerja mental dan kecemasan dapat mempengaruhi perilaku keselamatan kerja, Oleh karena itu, pengelolaan beban kerja mental dan kecemasan pekerja perlu menjadi bagian dari upaya peningkatan keselamatan kerja di perusahaan manufaktur ini.