Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Good and Bad Corporate Social Responsibility in Islamic Business Ethics Perspective Triwibowo, Ananto; Baidhowi, Muhammad Mujib; Sugeng, Anggoro
Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol. 11 No. 2 (2023): Adzkiya: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Meto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/adzkiya.v11i2.7683

Abstract

Abstract This research aims to analyze good and bad corporate social responsibility practices when viewed with Islamic business ethics. The method used is a qualitative method with a grounded theory approach using secondary data sources where the source comes from several examples of company cases in Indonesia which are then reviewed with literature on Islamic business ethics in particular and Islamic economics in general. The results of the study concluded that the application of business social responsibility that is less professional actually has a negative impact on the company itself. One example of violations that occur in the application of corporate social responsibility is the practice of corruption and policies that only provide benefits for certain groups. In Islamic business ethics, the implementation of good corporate social responsibility can refer to the maqasid sharia principle, namely with the aim of protecting religion, soul, mind, property, and lineage
Analysis of Cash Waqf Management in Indonesia and Malaysia: A Literature Highlight Rafita, Dea Reren; Bella, Yeti Vera; Sugeng, Anggoro
Journal of Contemporary Applied Islamic Philanthropy Vol. 1 No. 1 (2023): JCAIP
Publisher : Nuban Jagadhita Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62265/jcaip.v1i1.15

Abstract

Purpose: Currently, the form of waqf is experiencing development, not only in the form of land waqf but also in the form of money or other financial objects. The waqf is known as cash waqf. Cash waqf is the latest breakthrough in the government's efforts to optimize the collection of waqf funds from its potential. In this study, researchers wanted to know about the management of cash waqf in 2 countries, namely Indonesia and Malaysia. Methodology: This research is descriptive qualitative, with data collection techniques in the form of Library Research. The data used is data obtained from the official websites of the Indonesian Waqf Agency (BWI) and the Malaysian Waqf Foundation (YWM). Findings: The results obtained from this study indicate that there are differences in waqf management in Indonesia and Malaysia. The difference lies in the method of waqf collection and distribution of waqf funds. In Indonesia, the collection of cash waqf is only divided into 2 forms, namely cash waqf and cash waqf, while in Malaysia the collection of cash waqf is adjusted to the purpose of its distribution. The collection of cash waqf in Indonesia tends to be spontaneous/unplanned and focuses more on developing productive waqf. Whereas in Malaysia the distribution of cash waqf tends to be patterned and regular, so that the form of distribution of funds tends to be the same from year to year, only the amount is different.
Indonesia's Zakat Transformation in the Digital Era: Opportunities and Challenges Sugeng, Anggoro; Triwibowo, Ananto; Saputra, Edi; Muhaimin Yusof, Ku Abdul
Journal of Contemporary Applied Islamic Philanthropy Vol. 2 No. 1 (2024): JCAIP
Publisher : Nuban Jagadhita Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62265/jcaip.v2i1.63

Abstract

Purpose: In the ever-evolving digital era, the transformation of zakat is becoming increasingly relevant and urgent. By utilizing digital technology wisely, zakat institutions can open the door to greater efficiency in the collection, management, and distribution of zakat, as well as increase community engagement in the practice of sharing blessings. However, to reach its full potential, there needs to be a concerted effort from all parties to overcome the challenges associated with using technology in religious and social contexts. Methodology: This research uses a qualitative descriptive approach combined with document analysis. This qualitative descriptive method focuses on explaining facts and circumstances that were observed during the research on Zakat Transformation in the Digital Era: Opportunities and Challenges. Findings: The results of this study show that the transformation of zakat in the digital era is a significant change in how zakat is managed and distributed by utilizing information and communication technology. Zakat institutions have five opportunities and four challenges of zakat transformation in the digital era, which should be prepared so that the transformation of zakat in this digital era positively impacts zakat institutions in particular and society in general.
Pendampingan dalam Pengembangan Strategi Pemasaran Produk Oncom pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Desa Sambikarto Sugeng, Anggoro; Anisa Olivia; Elsa Ega Ardita; Elvina Natania; Lu’ul Janah; Rofiq Azizah; Sindi Oselasari; Zahroul Amelia
Swadaya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Swadaya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Nuban Jaggadhita Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62265/swadaya.v2i1.62

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya integrasi dan pemanfaatan teknologi digital dalam strategi pemasaran untuk UMKM di Desa Sambikarto. Meskipun UMKM memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia, banyak yang masih menjalankan bisnis secara tradisional, yang menghambat potensi pendapatan mereka. Pengabdian ini fokus pada pelatihan penggunaan WhatsApp Business untuk UMKM oncom di desa tersebut, dengan tujuan meningkatkan pemasaran dan memperluas jangkauan pasar. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah Participation Action Research (PAR) untuk memberikan pembelajaran dan praktik langsung kepada pelaku UMKM. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dapat meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pemasaran UMKM.
MODERASI BERAGAMA DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Habibie, M. Luqmanul Hakim; Al Kautsar, Muhammad Syakir; Wachidah, Nor Rochmatul; Sugeng, Anggoro
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 1 No. 1 (2021): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang isinya sangat relevan untuk semua zaman dan tempat (mashalih li kulli zamanin wa makanin), salah satu konsepsi al-Quran yang menarik ialah tentang Moderasi beragama. Moderasi beragama ialah suatu teori yang berisikan tentang gagasan berlaku moderat, adil dan tengah-tengah dalam setiap aspek kehidupan didunia ini. Baik berlaku Moderat dalam Aqidah, Ibadah, Muamalah/akhlaq, maupun moderat dalam Tasyri' (Pembentukan Syariat). Sedangkan istilah Moderasi beragama selalu digambarkan dalam al-Quran dalam satu himpunan besar berbagai tipe karakter antara lain karakter Kejujuran, keterbukaan pola pikir, cinta kasih, dan karakter luwes, yang saling terintegrasi satu sama lain, holistic dan universal, semuanya tidak dapat dipisahkan, saling menguatkan dan memberi manfaat. Moderasi Beragama juga dipentingkan dalam pendidikan Islam di Indonesia terutama pada aspek teknik pembelajaran dan isi materi yang meliputi materi Al-Quran hadist, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, Syariah (hukum islam) dan Tarikh islam (sejarah islam). Semua materi pendidikan islam diatas disajikan dengan cara dan teknik yang menjunjung tinggi nilai dan prinsip-prinsip moderasi beragama sehingga menumbuhkan karakter dan pribadi yang memiliki keluwesan, cinta kasih, pluralis, kepedulian dan mampu berlaku adil dan tengah-tengah dalam menghadapi setiap masalah yang datang dan semakin banyak generasi pluralitas yang menjunjung tinggi asas persamaan dan saling menghargai asas perbedaan, semakin muncul generasi yang cinta keberagaman dalam keberagamaan sehingga Indonesia menjadi Negara yang Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur.
Peranan Bank Sampah Hatim Berseri dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Masyarakat Kelurahan Hadimulyo Timur Kota Metro Sugeng, Anggoro; Sari, Yunita
Maqrizi: Journal of Economics and Islamic Economics Vol 4 No 2 (2024): Maqrizi : Journal of Economics and Islamic Economics
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/maqrizi.v4i2.1051

Abstract

Penanganan yang kurang efektif dalam menangani volume sampah yang terjadi di kelurahan Hadimulyo Timur Kota Metro dapat memberikan dampak yang kurang baik terhadap lingkungan. Bank Sampah Hatim Berseri ini bertujuan agar lingkungan bersih dan juga sampah yang bisa didaur ulang dapat memberikan penghasilan tambahan kepada masyarakat. Penghasilan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, ketika kebutuhan masyarakat terpenuhi maka kesejahteraan masyarakat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan Bank Sampah Hatim Berseri dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Masyarakat Hadimulyo Timur Kota Metro. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dimana peneliti menuju langsung kelapangan (Field Research) untuk mengkaji keadaan fenomena yang terjadi di tempat penelitian. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dan data yang dikumpulkan berupa gambaran atau kata-kata, sehingga tidak ditekankan pada angka. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan juga dokumentasi. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa Praktik Bank Sampah Hatim Berseri memberikan peranan besar dalam menjaga kebersihan lingkungan masyarakat, menyediakan penghasilan tambahan dari hasil daur ulang sampah, serta meningkatkan akses kesehatan masyarakat melalui pengelolaan sampah yang efektif. Adapun kesimpulan yang dapat diambil adalah Bank Sampah Hatim Berseri berperan baik kepada masyarakat tidak hanya melalui peningkatan kebersihan lingkungan saja, melainkan pengelolaan sampah yang didaur ulang memiliki nilai jual dan menambah penghasilan untuk keperluan kebutuhan sehari-hari.
Tabot Ritual in Islamic Law: Philosophical Reflections on Sunni and Shiite Harmonization Asmara, Musda; Sugeng, Anggoro; Taufik, Mohammad; Harahap, Purnama Hidayah; Kurniawan, Rahadian
AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah Vol 24, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajis.v24i2.36285

Abstract

This study aims to analyze the philosophy of the Tabot ritual, commemorating the death of Ḥasan in the fields of Karbala, rooted in the traditions of Shia and Sunni, from the perspective of Islamic law. The Tabot ritual embodies noble Islamic values intertwined with local wisdom and cultural acculturation in Bengkulu society. This study employs a field research approach, collecting data through in-depth interviews and documentation with religious leaders, traditional leaders, community figures, and residents in Bengkulu. The findings reveal that the nine stages of the Tabot ritual—Mengambik Tanah, Duduk Penja, Menjara, Meradai, Arak Penja, Arak Serban, Gam, Arak Gedang, and Tabot Tebuang—are imbued with profound philosophical meanings in line with Islamic principles. These include the value of acculturation in Mengambik Tanah, self-purification in Duduk Penja, the spirit of Islamic brotherhood in Menjara, and self-reflection in Tabot Tebuang. From an Islamic legal perspective, the Tabot ritual illustrates a harmonious adaptation of ritual practices while adhering to respect and coexistence within Islamic teachings. The ritual’s symbolic modifications, such as removing elements deemed offensive to the Companions of the Prophet Muḥammad SAW, reflect a commitment to maintaining Islamic unity. Although originating from a Shiite tradition, the Tabot ritual has been contextualized and accepted broadly, including by Sunni communities, showcasing its alignment with Islamic jurisprudential values. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis filosofi Tabot sebagai ritual memperingati wafatnya Ḥasan di padang Karbala yang berakar pada tradisi Syiah dan Sunni dari sudut pandang hukum Islam. Ritual Tabot merupakan perwujudan nilai-nilai luhur Islam yang terjalin dengan kearifan lokal dan akulturasi budaya masyarakat Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian lapangan, yaitu pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga di Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sembilan tahapan ritual Tabot—Mengambik Tanah, Duduk Penja, Menjara, Meradai, Arak Penja, Arak Serban, Gam, Arak Gedang, dan Tabot Tebuang—memiliki makna filosofis yang mendalam dan sejalan dengan prinsip Islam. Di antaranya adalah nilai akulturasi budaya dalam Mengambik Tanah, penyucian diri dalam Duduk Penja, semangat persaudaraan Islam dalam Menjara, dan refleksi diri dalam Tabot Tebuang. Dari sudut pandang hukum Islam, ritual Tabot menggambarkan adaptasi praktik ritual yang harmonis dengan tetap berpegang pada rasa hormat dan hidup berdampingan dalam ajaran Islam. Modifikasi simbolik ritual tersebut, seperti menghilangkan unsur-unsur yang dianggap menyinggung para Sahabat Nabi Muhammad SAW, mencerminkan komitmen untuk menjaga persatuan Islam. Meski berasal dari tradisi Syiah, ritual Tabot telah dikontekstualisasikan dan diterima secara luas, termasuk oleh komunitas Sunni, yang menunjukkan keselarasan dengan nilai-nilai yurisprudensi Islam.
Pemberdayaan Masyarakat Muslim Kelurahan Kampung Jawa Tomohon dalam Pemahaman Makanan Halal dan Sertifikasi Halal Shadiq Shandimula, Nur; Octavian Tubagus, Sofyan; Fratama Dewi Samad, Telsy; Humairah Arianto, Rafika; Bokingo, Firsa; Sugeng, Anggoro; Kumalahayati, Nur
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari-Juni 2025
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat LPPM IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/1jjt0129

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Muslim di Kelurahan Kampung Jawa, Tomohon, tentang konsep makanan halal dan sertifikasi halal. Metode yang digunakan adalah terjun langsung ke lapangan dengan melakukan penyuluhan, diskusi kelompok, dan wawancara di Masjid Nurul Iman. Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Manado, melakukan survei, diskusi, dan wawancara untuk menggali pemahaman masyarakat sebelum memberikan materi tentang literasi halal dan sertifikasi halal. Hasil wawancara menunjukkan bahwa masyarakat Kampung Jawa Tomohon memiliki pemahaman yang terbatas tentang makanan halal dan sertifikasi halal, yang diperkuat dengan adanya tiga pengusaha yang telah memiliki sertifikasi halal untuk produk makanan mereka. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperdalam pengetahuan tentang produk makanan halal dan sertifikasi halal, serta memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pemahaman tentang makanan halal di tingkat lokal. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya makanan halal dalam kehidupan sehari-hari.. Kata kunci:  halalicious; pangan; sertifikasi halal; pengabdian
Exploring Korean Culture Consumption among Islamic Economics Students in Metro, Lampung, Indonesia: Aligning Behaviors with Al-Ghazali’s Ethics Marisa, Fina; Sugeng, Anggoro
Unisia Vol. 43 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unisia.vol43.iss1.art2

Abstract

This study explores the consumption behaviors of fans of Korean culture among the 2020 cohort of Islamic Economics students at IAIN Metro, with a focus on their alignment with Al-Ghazali’s principles of ethical consumption. As global cultural phenomena like the Korean Wave (Hallyu) shape consumer behaviors, this research examines how these influences interact with Islamic ethical frameworks, particularly in prioritizing needs, practicing moderation, and promoting social responsibility. The study aims to provide insights into the ethical dilemmas posed by fan-driven consumerism in a globalized context. Using a qualitative field research approach, data were collected through semi-structured interviews and observations of ten purposively sampled participants. These students, active consumers of Korean cultural products, provided detailed accounts of their spending patterns, motivations, and ethical considerations. The analysis employed thematic coding and triangulation to ensure depth and validity. The findings reveal significant misalignments with Islamic ethical principles. Participants frequently prioritized desires over necessities, exhibited patterns of excessive spending (israf), and showed limited engagement with social responsibilities such as charitable giving. Emotional attachment to fandoms, peer influence, and cultural aspirations were identified as key drivers of these behaviors. While participants demonstrated awareness of Islamic principles, external pressures often outweighed ethical considerations. This study underscores the challenges young Muslims face in balancing global cultural influences with Islamic ethics. It contributes to the discourse on ethical consumption by integrating classical Islamic frameworks with modern consumer dynamics, offering actionable insights for educators and policymakers to promote responsible consumption. Future research should expand the scope to include diverse demographics and explore the role of digital media in shaping consumer behaviors.
POTRET DASAR KEBIJAKAN EKONOMI UTSMANIYAH: SUATU SOROTAN LITERATUR Sugeng, Anggoro
Journal of Islamic Economics Lariba Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jielariba.vol1.iss1.art4

Abstract

Economic policy of the state is a process to achieve certain goals implemented by the government of a country. The existence of a country's economic goals, means of support necessary to achieve it. Guidelines and state policy directions can be budget plan, capital improvements formulated by the state for use in the future. In economic studies, economic policy of a country is divided into two parts, namely monetary policy and fiscal policy. This article aims to understand the issues from both the Ottomans basic economic policies, both monetary and fiscal. While the methodology used is to look at the literature of the researchers highlight different perspectives and views, which of all the literature is intended to complement and add to the treasures of knowledge in the basic scope Ottomans policy. As for the results of this study are the determination of money Akce evidence and found that the money was not used during the reign of Ottomans. While the existence of trade relations between the Ottomans and the European economy is a factor increasing Ottomans and a cause of the decline in currency values Akce, Ottomans were in short supply in addition to gold and silver as a money it self. The results of the study of fiscal policy shows that the fiscal deficit is not a political matter but due to a mistake in policy Ottomans empire, either in the form of debt, delivery of various rich region, reduced state revenues, the department 's financial plan swells each year, the lack of audit and account, corruption and differences in the pattern of the budget of the Islamic calendar and the AD were used simultaneously.