Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal RAUT

Bangunan Pintar dan Penerapannya di Indonesia Hannisa Handri; Zulfikar Taqiuddin; Khairul Huda
Jurnal RAUT Vol 10, No 2 (2021): EDISI JULI-DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/raut.v10i2.25708

Abstract

Smart building is a building concept that can provide automated technology to meet service convenience and building efficiency. This concept was born as a result of human welfare and changes in modern lifestyles that demand a high level of service and management of the building environment. Smart building systems have goals that can reduce operating costs, ensure the use of buildings, and prevent the frequent replacement of building equipment. The benefits provided if this concept is applied are also many for both building owners and users. The requirements for implementing this concept are to have the latest automation system, have a good network infrastructure, and provide adequate telecommunications facilities. Currently, Indonesia is in the process of implementing this concept, Indonesia's opportunities are quite large but there are also several challenges that Indonesia must face such as the lack of human resource capabilities (HR), lack of development technology, and high investment costs. Several commercial and public buildings in Indonesia are trying to implement the smart building concept, one of which is the Senayan City Shopping Center in Jakarta. Although the implementation is not optimal, it can still be developed.
ADAPTASI RUMAH TRADISIONAL ACEH TERHADAP GEMPA BUMI Burhan Nasution; Zulfikar Taqiuddin
Jurnal RAUT Vol 9, No 2 (2020): EDISI JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/raut.v9i2.20694

Abstract

rovinsi Aceh merupakan salah satu daerah di Indonesia yang termasuk daerah paling sering digoyang gempa bumi. Bencana gempa bumi yang cukup besar terjadi di Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 dengan kekuatan gempa 9,3 SR, ini merupakan gempa terkuat yang pernah ada di Indonesia. Dari peta pembagian wilayah gempa berdasarkan tingkat kekuatan gempa kita dapat menganalisa elemen konstruksi mana saja dari rumah Aceh yang merupakan elemen konstruksi hasil adaptasi dengan gempa bumi yang sering terjadi di Aceh dengan cara membandingkan elemen konstruksi yang terdapat pada beberapa arsitektur tradisional di daerah lain di Indonesia yang tingkat kekuatan gempanya lemah seperti pada wilayah gempa 1 dan 2. Adaptasi Rumah Tradisional Aceh terhadap gempa terdiri dari penggunaan sistem struktur rangka portal tiga dimensi, material struktur yang digunakan adalah kayu keras dan bersifat elastis. material penutup menggunakan matrial yang ringan seperti daun rumbia sebagai bahan penutup atap dan ayaman bambu atau papan kayu sebagai penutup dinding, sistem pondasi yang digunakan adalah sistem tumpuan sendi di mana tiang bangunan diletakkan di atas sebuah batu, sistem sambungan antara kolom dan balok mrnggunakan sistem pasak dan lubang yang bersifat kaku, denah berbentuk segi empat, serta proporsi lebar dan tinggi Rumah Aceh 1 : 0,78, dimana lebar bangunan lebih besar jika dibandingkan tingginya maka Rumah Aceh dapat dikatakan aman dari bahaya guling bila terjadi gempa.