Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengetahuan Mahasiswa Dalam Penerapan Range Of Motion Wijayanti, Dewi; Yulianti, Ika
Avicenna : Journal of Health Research Vol 8, No 1 (2025): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v8i1.1362

Abstract

Penerapan Spirometri Insentif Pada Pasien Efusi Pleura: Studi Kasus Hamidah, Siti; Wijayanti, Dewi; Pujianto, Ahmat; Pailungan, Ferly Yacoline; Tukan, Ramdya Akbar; Lesmana, Hendy
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i3.16776

Abstract

Penyakit efusi pleura merupakan penyakit yang disebabkan oleh faktor infeksi maupun faktor non infeksi yang menduduki urutan ketiga setelah kanker paru yang insidennya semakin meningkat setiap tahunnya. Pasien yang mengalami efusi pleura mengalami gejala sesak nafas, batuk, nyeri pleuritik, saturasi oksigen menurun yang diakibatkan oleh gangguan pada pengembangan paru yang berdampak pada beberapa alveoli yang mengalami kolaps, guna menghindari permasalahan pada pola nafas pasien berbagai pendekatan intervensi keperawatan di terapkan salah satunya melalui latihan nafas dalam dengan spirometri. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis asuhan keperawatan klien dengan efusi pleura dengan masalah keperawatan gangguan pola nafas melalui penerapan latihan nafas dalam dengan penggunaan spirometri terhadap keberhasilan pengembangan paru. Metode penelitian merupakan studi kasus dengan jumlah partisipan dua orang dengan diagnosis efusi pleura. Penerapan latihan nafas dalam dengan spirometri dilakukan selama 5 hari, dengan frekuensi latihan 4 kali/hari untuk setiap sesi latihan 5-15 kali inspirasi dalam. Hasil karya ilmiah ini terjadi peningkatan volume inspirasi pada kedua partisipan pada awal latihan volume inspirasi dari 600 ml menjadi 1100 ml dan partisipan kedua dari 600 ml menjadi 1200 ml pada hari kelima. Saran: latihan nafas dalam dengan spirometri sebaiknya diterapkan minimal 4 kali sehari dengan 5-15 kali inspirasi untuk setiap sesi latihannya dan latihan sebaiknya dilaksanakan setiap hari guna memaksimalkan ekspansi paru.
TEKNIK PEMISAHAN ANOMALI MAGNETIK RESIDUAL-REGIONAL BERBASIS MATLAB: STUDI KASUS GUNUNG UNGARAN Resimeng, Syamsurijal; Wijayanti, Dewi; Rahmawati, Luthfi; Istikomah, Annur; Wibowo, Rahmat Catur
Jurnal Geosaintek Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan data pengukuran magnetic di daerah Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini membandingkan teknik inversi dengan persamaan polynomial orde 1, orde 2 dan orde 3 dalam pemisahan anomali residual dengan anomali regional. Pada penelitian ini dilakukan kajian komputasi dengan membuat program komputer menggunakan software MatLab 2017. Data pengukuran magnetic yang digunakan merupakan data yang telah dilakukan koreksi sehingga telah didapatkan nilai anomali totalnya. Pemisahan anomali residual-regional ini selanjutnya akan disesuaikan dengan kondisi geologi sekitar daerah penelitian. Sebelumnya, telah dilakukan pemodelan kedepan (forward modeling) untuk memunculkan model sintetik pada perhitungan orde 1, orde 2 dan orde 3. Hasil forward modeling ini akan disesuaikan dengan model anomali regional yang muncul setelah diinversi. Setelah dilakukan pemisahan anomali residual-regional, selanjutnya adalah menyesuaikan antara kontur dan nilai anomali regional dengan keadaan geologi sekitar daerah penelitian. Gunung Ungaran merupakan bagian dari Pengunungan Serayu Utara yang berada pada bagian tengah Pola Jawa yang mana pada pola ini terdapat sesar naik dari arah Barat ke Timur. Dari hasil penyesuaian antara anomali regional orde 1, orde 2 dan orde 3 dengan kondisi geologi daerah sekitar didapatkan bahwa pada penelitian ini perhitungan inversi dengan orde 2 menunjukkan hasil pemisahan anomali yang paling sesuai.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Penggunaan LKPD pada Materi Suhu dan Kalor Pramudiyanti, Pramudiyanti; Karima, Muhammad Kaulan; Susanti, Rahma; Futri, Fitri Pratiwi; Sari, Dwi Novita; Wijayanti, Dewi; Sugianti, Sugianti
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juni-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V Sekolah Dasar melalui penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) pada pembelajaran IPA, khususnya materi suhu dan kalor. Permasalahan yang ditemukan di lapangan adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa akibat pendekatan pembelajaran yang masih bersifat pasif dan kurang melibatkan siswa dalam proses eksploratif. Untuk menjawab tantangan tersebut, dikembangkan LKPD berbasis inkuiri terbimbing yang memuat aktivitas pengamatan, pengumpulan data, analisis, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE,yang mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Implementasi dilakukan di kelas V SDNegeri dengan 28 siswa sebagai subjek. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 56,8 menjadi 83,4. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05), dengan nilai N-Gain sebesar 0,71 yang tergolong dalam kategori tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan LKPD berbasis inkuiri pada materi suhu dan kalor efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. LKPD menjadi sarana belajar aktif yang mendorongsiswa untuk memahami konsep secara mendalam dan menerapkannya dalam konteks kehidupan sehari-hari.
The Role of Digital Learning Media in Social Studies Learning in Elementary Schools Wijayanti, Dewi
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v13i1.12027

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes in the world of education, including in Social Studies learning at the elementary school level. Digital learning media plays an important role in increasing the effectiveness and engagement of students during the learning process. With an emphasis on its advantages, difficulties, and application in primary schools, this essay seeks to investigate the function of digital media in social studies education. System Literature Review is used in this research process (SLR). In addition to this study, researchers collected journal articles from various sources, including Google Scholar, ResearchGate, and SINTA. Only publications published between 2023 and 2025 were included in the collection. Twenty of these articles were chosen because they were extremely pertinent to the keywords that were utilized. The use of digital media, such as interactive films, learning applications, and other digital platforms, can help students comprehend social studies subjects in a more tangible and interesting way, according to a review of the literature and an analysis of recent research. Digital media also encourages independent and collaborative learning, and increases learning motivation. However, challenges such as infrastructure limitations, teacher readiness and students' digital literacy need serious attention. In conclusion, digital learning media has great potential in supporting more meaningful social studies learning, as long as it is supported by the right implementation strategy.
Analisis Tingkat Pengetahuan tentang Covid-19 Terhadap Kepatuhan Mahasiswa Menerapkan Protokol Kesehatan di Laboratorium Keperawatan Lukita, Ardi Rama; Wijayanti, Dewi; Pujianto, Ahmat; Lesmana, Hendy; Wahyudi, Donny Tri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.15042

Abstract

ABSTRACT Tarakan City reported 16,988 confirmed cases with 371 deaths. Health protocols compliance Implementation of lectures during the Covid-19 pandemic must requires the correct basic knowledge about the disease itself. To determine the correlation between level of Covid-19 knowledge and student’s Health protocols compliance at the Nursing Laboratory at the University of Borneo, Tarakan. Cross-sectional (cross-sectional study) involving 100 respondents who were Diploma III Nursing students at the University of Borneo Tarakan using the consecutive sampling. Chi Square Test  shows the results of statistical tests with a significance value of 0.000 < 0.05, thus indicating there is a significant relationship between the level of knowledge and compliance. The higher the level of knowledge about Covid-19, the higher the student's compliance in implementing health protocols or the lower the level of knowledge, the lower the compliance. Keywords: Compliance, Covid-19, Knowledge   ABSTRAK Tercatat 16.988 kasus angka kejadian Covid-19 dan 371 meninggal di kota Tarakan. Kepatuhan pengaplikasian protokol kesehatan pada pelaksanaan perkuliahan di masa pandemi Covid-19 harus memperhatikan prinsip kesehatan dan keselamatan sehingga memerlukan dasar pengetahuan yang benar tentang penyakit itu sendiri. Tujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang Covid-19 terhadap kepatuhan mahasiswa dalam menerapkan protokol Kesehatan di Laboratorium Keperawatan Universitas Borneo Tarakan. Cross-sectional (studi potong lintang) yang melibatkan 100 responden yang merupakan mahasiswa Diploma III Keperawatan di Universitas Borneo Tarakan dengan metode consecutive sampling. Uji Chi Square menunjukkan hasil uji statistik dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan. Semakin tinggi tingkat pengetahuan tentang Covid-19, maka semakin tinggi kepatuhan mahasiswa dalam menerapkan protokol kesehatan atau semakin rendah tingkat pengetahuan maka semakin rendah kepatuhan. Kata Kunci: Covid-19, Kepatuhan, Pengetahuan 
Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Penggunaan Insulin dada Pasien DM Tipe 2 Rangga, Alfrida; Najihah, Najihah; Wijayanti, Dewi; Tukan, Ramdya Akbar; Lesmana, Hendy; Iskandar, Ayuk Cucuk
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.15241

Abstract

ABSTRACT Diabetes is a chronic disease in the form of a metabolic disorder characterized by blood sugar levels that exceed normal limits. Type II diabetes mellitus is a disease caused by an increase in blood sugar due to a decrease in low insulin secretion by the pancreas gland. The therapy that is often used in type II diabetes patients is using insulin therapy. Insulin is a safe and effective drug in maintaining blood glucose levels within normal limits. To determine the relationship between knowledge and compliance with insulin use in Type 2 DM patients. Using a cross sectional study research method. Sampling used the Incidental Sampling technique with a sample size of 51 people. The results of the analysis from the Chi square test showed that the sig value was <0.0001 (P < 0.05), so it was said that there was a relationship between knowledge and compliance with insulin use in Type 2 DM patients. Respondents' knowledge about insulin use was related to compliance with insulin use. It is hoped that nurses can pay more attention to nursing care for patients in treating type 2 diabetes mellitus patients  Keywords: Diabetes Mellitus Type 2, Insulin, Compliance, Knowledge  ABSTRAK Diabetes adalah penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit yang disebabkan kenaikan gula darah karena penurunan sekresi insulin yang rendah oleh kelenjar pancreas Terapi yang banyak dilakukan pada pasien diabetes tipe II ini yaitu menggunakan terapi insulin. Insulin merupakan obat yang aman dan efektif dalam menjaga kadar glukosa darah dalam ambang normal. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan insulin pada pasien DM Tipe 2. Metode Penelitian dengan menggunakan metode penelitian cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan teknik Sampling Incidental dengan jumlah sampel sebanyak 51 orang. Hasil analisis dari Chi square test didapatkan tetap nilai sig sebesar <0.0001 (P < 0.05) sehingga dikatakan ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan insulin pada pasien DM Tipe 2. Pengetahuan responden tentang penggunaan insulin berhubungan dengan kepatuhan dalam penggunaan insulin. Diharapkan perawat dapat lebih memperhatikan asuhan keperawatan pada pasien dalam penanganan pasien diabetes melitus tipe 2 Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Insulin, Kepatuhan, Pengetahuan
Analisis Kadar Gula Darah Pada Lansia di Masa Pandemik Covid19 Wijayanti, Dewi; Tuka, Ramdya Akbar; Ratnanengsih, Ratnanengsih; Marzani, Tania Huri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14443

Abstract

ABSTRACT A health problem that is often found as a result of the aging process is diabetes mellitus. This health problem is often encountered in the elderly due to a decrease in the function of the heart, liver and kidneys as well as an increase in the function of the body's organs in the elderly due to a reduction in the number of body cells. Quantitative research uses primary data by taking blood samples from respondents' fingers which are then measured using a glucometer. The sampling technique uses a total of 15 respondents. The aim of this research was to determine blood sugar levels in the elderly at the Al-Marhamah Tarakan nursing home. The results of the research on blood sugar levels showed that more patients had average blood sugar levels of (80%) and poor blood sugar levels of patients (20%), these results showed that the elderly who were in the Almarhamah Tarakan nursing home have controlled blood sugar levels with moderate presentation. It is hoped that respondents will increase their awareness of checking blood sugar levels, so that the health condition of the elderly is better. Keywords: Covid-19, Elderly, Diabetes Mellitus ABSTRAK Masalah kesehatan yang banyak ditemukan akibat dari proses menua adalah diabetes mellitus. Masalah kesehatan ini sering di temui pada lansia karena terjadinya penurunan fungsi organ tubuh jantung, hati, dan ginjal serta peningkatan fungsi organ tubuh pada lansia akibat berkurangnya jumlah kemampuan sel tubuh. Penelitian kuantitatif menggunakan data primer dengan mengambil sampel darah di jari pada responden yang kemudian diukur dengan Glukometer, teknik pengambilan sampel menggunakan total sempel sebanyak 15 responden. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar gula darah pada lansia di panti werdha Al-Marhamah Tarakan. Hasil penelitian kadar gula darah sewaktu menunjukkan lebih banyak pasien yang memiliki nilai rata-rata kadar gula darah sedang sebanyak (80%) dan kadar gula darah buruk pasien sebanyak (20%), dari hasil tersebut menunjukan bahwa lansia yang berada di panti Werdha Almarhamah Tarakan memiliki kadar gula darah yang terkontrol dengan presentasi sedang. Diharapkan kepada responden untuk lebih meningkatkan kesadarannya untuk memeriksakan kadar gula darah, sehingga kondisi kesehatan lansia lebih baik. Kata Kunci: Covid-19, Lansia, Diabetes Mellitus.
Penyakit Ginjal Kronis Pada Masyarakat di Wilayah Pesisir Napitupulu, Regia; Paridah, Paridah; Tukan, Ramdya Akbar; Alfianur, Alfianur; Wijayanti, Dewi; Lesmana, Hendy
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i7.14713

Abstract

ABSTRACT Chronic kidney disease is a condition of progressive decline in kidney function that occurred within a few months or years. Globally, there were 850,000 deaths each year from chronic kidney disease. The high incidence of chronic kidney disease is supposed to be caused by several risk factors such as hypertension, Diabetes Mellitus, smoking habits, consumption of supplement drinks, and lifestyle. The objective of this study was to identify the factors that influence the incidence of chronic kidney disease in coastal communities. The design of this study was cross sectional. The sampling used a purposive sampling method with a total sample of 68 respondents. The results of this study showed that there was a significant correlation between Sociodemographic factors (age and sex), comorbidities (Hypertension, Diabetes Mellitus, and Hyperuricemia), and lifestyle (consumption of seafood, alcohol, and caffeine). In addition, there was no significant correlation Sociodemographic factors (education), lifestyle (consumption of supplements), and family history toward the chronic kidney disease of people in coastal areas. The conclusions of the most dominant risk factors were likely to occur of chronic kidney disease in coastal area communities namely age, Hyperuricemia comorbidities and a lifestyle in consuming seafood. Keywords: Risk Factors, Chronic Kidneys, Coastal Areas  ABSTRAK Penyakit ginjal kronis merupakan suatu keadaan adanya penurunan fungsi ginjal secara progresif yang terjadi dalam beberapa bulan atau tahun. Secara global, setiap tahun terdapat 850.000 kematian akibat dari penyakit ginjal kronis. Tingginya angka kejadian penyakit ginjal kronis diduga disebabkan oleh beberapa faktor risiko seperti penyakit Hipertensi, Diabetes Mellitus, kebiasaan merokok, konsumsi minuman suplemen, dan gaya hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit ginjal kronis pada masayarakat pesisir. Desain penelitian ini adalah studi cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 68 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara faktor sosiodemografi (usia dan jenis kelamin), penyakit penyerta (Hipertensi, Diabetes Mellitus, dan Hiperurisemia), gaya hidup (konsumsi seafood, alkohol, dan kafein), dan tidak ada hubungan signifikan faktor sosiodemografi (pendidikan), gaya hidup (komsumsi suplemen), dan riwayat keluarga dengan penyakit ginjal kronis pada masyarakat di wilayah pesisir. Kesimpulan faktor risiko yang paling dominan berpeluang untuk terjadinya penyakit ginjal kronis pada masyarakat di wilayah pesisir yaitu usia, penyakit penyerta Hiperurisemia dan gaya hidup mengosumsi seafood. Kata Kunci: Faktor Risiko, Ginjal Kronis, Wilayah Pesisir
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Yunita, Yunita; Najihah, Najihah; Wijayanti, Dewi; Lesmana, Hendy
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i11.15137

Abstract

ABSTRACT Chronic Kidney Failure occurs due to irreversible deterioration in kidney function that occurs over several months or years. This situation results in an inability to maintain the balance of body substances or an accumulation of fluid and waste products which requires kidney replacement or dialysis therapy. Hemodialysis therapy is a replacement therapy to remove metabolic waste from the human blood circulation which will affect the quality of life. The aim of this study was to identify factors associated with quality of life in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at RSUD dr. H. Jusuf SK North Kalimantan. This research is a descriptive study with a cross sectional study design. Sampling used purposive sampling. The samples in this study were patients undergoing hemodialysis therapy at RSUD dr. H. JUSUF SK North Kalimantan, totaling 100 respondents. Data were collected using a questionnaire from WHOQoL. The results of the study showed that there was no relationship between age and employment with a p value of 0.369 and 0.398, whereas gender, education, duration of HD, frequency of HD were found to have a relationship with each p value of 0.036; 0.011; 0.034 and 0.008. It can be concluded that there is a significant relationship between gender, education, duration of hemodialysis and frequency of hemodialysis and the quality of life of patients undergoing hemodialysis at RSUD dr. H. Jusuf SK. Therefore, it is hoped that nurses and other health workers will provide education regarding the importance of HD and increase family participation as a support system to improve the patient's quality of life. Keywords: Quality of Life, Chronic Renal Failure, Hemodialysis  ABSTRAK Gagal Ginjal Kronik terjadi karena kemunduran fungsi dari ginjal ireversibel yang terjadi beberapa bulan atau tahun. Keadaan ini mengakibatkan ketidakmampuan dalam mempertahankan keseimbangan substansi tubuh atau akumulasi cairan dan produk sisa yang memerlukan penggantian ginjal atau terapi dialysis. Terapi hemodialisis merupakan terapi pengganti untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme dari peredaran darah manusia yang akan mempengaruhi kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD dr. H. Jusuf SK Kalimantan Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskritif dengan desain cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani terapi hemodialisis di RSUD dr. H. JUSUF SK Kalimantan Utara yang berjumlah 100 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner dari WHOQoL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia dan pekerjaan dengan p value 0,369 dan 0,398 sedangkan dengan jenis kelamin, pendidikan, lama HD, frekuensi HD ditemukan ada hubungan dengan masing-masing p value 0,036 ; 0,011; 0,034 dan 0,008. Dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin, pendidikan, lama hemodialisa dan frekuensi hemodialisa dengan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD dr. H. Jusuf SK. Oleh karena itu, diharapkan agar perawat dan tenaga kesehatan lainnya memberikan edukasi terkait pentingnya HD serta meningkatkan peran serta keluarga sebagai support sistem untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Kata Kunci: Kualitas Hidup, Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisa