Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

REVITALISASI UKS GUNA MEWUJUDKAN SEKOLAH SEHAT DI SMA NEGERI 6 KOTA TERNATE Zulfian A. Disi, Muhammad; Abdullah, Abulkhair; Hakim Husen, Abd.
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5257-5263

Abstract

Sekolah Sehat menjadi prioritas dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan siswa. Namun, SMAN 6 Kota Ternate menghadapi tantangan dalam pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), di mana program UKS tidak optimal dikarenakan minimnya sarana UKS. Olehnya itu, diperlukan revitalisasi UKS untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup sehat di kalangan sekolah melalui kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Kegiatan PKM ini bertujuan agar sarana UKS dapat memadai dan menunjang pelaksanaan program UKS di SMAN 6 Kota Ternate serta anggota UKS mengetahui cara penanganan yang tepat dalam memberikan P3K dan P3P kepada warga sekolah yang membutuhkan. Pendekatan yang digunakan meliputi pengadaan sarana dan penataan ruang UKS, pelatihan mengaplikasikan sarana UKS, serta pelatihan dalam memberikan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) dan Pertolongan Pertama pada Penyakit (P3P). Program revitalisasi UKS berhasil meningkatkan pengetahuan siswa tentang pelaksanaan program PKM yang dievaluasi melalui pre-test dan post-test. Evaluasi dilakukan sebanyak 2 kali yang terdiri dari evaluasi pengetahuan dan keterampilan siswa dalam memberikan P3K dan P3P. Hasil evaluasi 1 dan 2 menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan (p 0,05). Pada evaluasi 1 (pelatihan P3K), diperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 68 dan meningkat menjadi 86 pada saat post-test. Sedangkan untuk evaluasi 2 (pelatihan P3P), diperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 61 dan meningkat menjadi 85 pada saat post-test. Hal ini menunjukkan bahwa program PKM yang dilaksanakan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dari siswa.
PENDAMPINGAN PKK DESA GAMLAMO MELALUI PEMANFAATAN IKAN TERI NASI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA GAMLAMO, KABUPATEN HALMAHERA BARAT Abdullah, Abulkhair; Do Toka, Wahyunita; Sandrawati, Sandrawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.442-448

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang serius di Indonesia, terutama pada anak-anak di bawah usia lima tahun. Fenomena ini menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat. Desa Gamlamo yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, adalah salah satu wilayah yang menghadapi tantangan ini. Tingkat stunting yang masih tinggi di Kabupaten Halmahera Barat mencerminkan kebutuhan untuk meningkatkan pola makan dan asupan gizi keluarga. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan ikan teri nasi sebagai sumber makanan bergizi. Tujuan dari PKM ini ialah memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat tentang pemanfaatan ikan teri nasi kering sebagai makanan pendamping ASI (MPASI), cara pengolahannya yang efektif dan efisien, serta memberdayakan masyarakat dalam mengurangi angka stunting di Desa Gamlamo. Tahapan pelaksanaan PKM terdiri dari persiapan (survei lokasi, observasi, dan penentuan prioritas masalah); pelaksanaan (sosialisasi, pelatihan, dan penerapan teknologi); dan evaluasi. Berdasarkan evaluasi kegiatan yang dilakukan, program PKM yang dilaksanakan dapat meningkatkan pengetahuan mitra. Evaluasi dilakukan sebanyak 2 kali. Keduanya menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan (p 0,05). Pada evaluasi pertama, nilai rata-rata pre-test sebesar 50 dan meningkat menjadi 85 pada saat post-test. Sedangkan untuk evaluasi kedua, nilai rata-rata pre-test sebesar 51 dan meningkat menjadi 87 pada saat post-test. Hasil tersebut menunjukkan bahwa program PKM yang dilaksanakan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra.
Enhancing health independence of coastal communities through basic health education at SMPN 10 Ternate City [Peningkatan kemandirian kesehatan masyarakat pesisir melalui pendidikan kesehatan dasar di SMPN 10 Kota Ternate] Abdullah, Abulkhair; Disi, Muhammad Zulfian A.; Hartina, Sitti
Buletin Pengabdian Bulletin of Community Services Vol 5, No 3 (2025): Bull. Community. Serv.
Publisher : The Institute for Research and Community Services (LPPM) Universitas Syiah Kuala (USK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/bulpen.v5i3.47105

Abstract

Limited access to healthcare facilities and low health literacy remains significant challenges, particularly on Hiri Island, North Maluku. SMP Negeri 10 Ternate City is one of the schools on Hiri Island equipped with a school health unit (UKS) room, yet it has not been utilized optimally. This community service initiative aimed to promote health independence among school members by providing education on Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) and training in the use of basic medical tools. The methods included CHLB education for students and mentoring for teachers in the operation of sphygmomanometers and digital thermometers, which were also provided as support for the UKS facility. Evaluation was conducted through a pre-test and post-test using a questionnaire consisting of 10 true/false questions. The analysis revealed a significant improvement in students knowledge (p 0.05) regarding CHLB, with average scores increasing from 57.89 (pre-test) to 73.68 (post-test). Furthermore, students enthusiasm during the activities indicated that an interactive educational approach can foster awareness of the importance of healthy living habits. This program not only yielded short-term benefits but also paved the way for sustainability and replication in other schools.
Perbandingan Kadar Vitamin C Sari Buah Kersen di Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan Nindya Prisma Dewi; Eri Marwati; Abulkhair Abdullah
Tinctura Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i1.6208

Abstract

Vitamin C merupakan salah satu antioksidan alami yang berperan penting dalam menangkal radikal bebas dan mendukung sistem metabolisme tubuh. Kandungan vitamin C dalam buah-buahan sangat bervariasi tergantung pada jenis tanaman dan lingkungan tumbuhnya, termasuk faktor geografis. Buah kersen (Muntingia calabura L.) dikenal sebagai salah satu buah yang kaya akan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar vitamin C pada buah kersen yang tumbuh di dua lokasi berbeda di Provinsi Maluku Utara, yaitu Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji kualitatif dengan pereaksi Fehling A dan B serta uji kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa kedua sampel positif mengandung vitamin C yang ditandai dengan terbentuknya endapan merah bata. Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa kadar vitamin C buah kersen dari Kota Ternate sebesar 57,43 ± 1,27 mg/100 gram BDD dan dari Kota Tidore Kepulauan sebesar 60,22 ± 0,72 mg/100 gram BDD. Analisis statistik menggunakan uji Independent t-Test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05) antara kedua sampel. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa meskipun terdapat perbedaan nilai kadar vitamin C, namun secara statistik kadar vitamin C pada buah kersen dari kedua lokasi tidak berbeda secara nyata.
ANALYSIS OF DEXAMETHASONE AND PARACETAMOL CONTENT IN HERBAL MEDICINES FOR MUSCLE PAIN IN TERNATE CITY USING UV-VIS SPECTROPHOTOMETRY Trisiani, Dessy; Maulani, Maghfira; Abdullah, Abulkhair; Nasir, Muh.
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v14i2.600

Abstract

Jamu Pegal Linu (herbal medicines for muscle pain) is one of the most commonly consumed traditional herbal drinks to relieve muscle soreness and pain caused by fatigue. The high demand for jamu has led to some irresponsible producers adding Active Pharmaceutical Ingredient (API). The APIs commonly found are paracetamol and dexamethasone. This is a violation of the Indonesian Ministry of Health Regulation Number 007 of 2012 concerning Traditional Medicine Registration, which states that traditional medicine must not contain pharmaceutical chemicals. To detect the presence of paracetamol and dexamethasone in jamu pegal linu in Ternate City, 10 samples were analyzed qualitatively using Thin Layer Chromatography (TLC) with a mobile phase of chloroform:methanol (9:1), and quantitatively using validated UV-Vis spectrophotometry methods, including linearity, precision, accuracy, LOD, LOQ, and determination of content. Based on TLC testing, 5 samples were suspected to contain paracetamol, and 3 were suspected to contain dexamethasone. The validation results showed that all parameters met the requirements: R² ≥ 0.99, recovery 85.289–92.541%, RSD ≤ 0.79%, LOD 0.204–0.336 µg/mL. Based on qualitative analysis using TLC and quantitative analysis using UV–Visible spectrophotometry, several jamu pegal linu products sold in Ternate City were found to contain active pharmaceutical ingredients. Of the ten samples analyzed, 30% were suspected to contain dexamethasone and 50% were suspected to contain paracetamol. These findings indicate a significant presence of pharmaceutical adulterants in herbal medicines marketed in Ternate City. However, confirmatory analysis using more specific techniques such as High Performance Liquid Chromatography (HPLC) or Liquid Chromatography–Mass Spectrometry (LC-MS) is recommended to strengthen the validity of the results.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBUATAN BRIKET PALAPA (CANGKANG PALA DAN BATOK KELAPA) DI KELURAHAN SULAMADAHA KOTA TERNATE Abulkhair Abdullah; Muhammad Zulfian A. Disi; Muhammad Fakhrur Rajih Hi. Yusuf
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3741-3747

Abstract

Melimpahnya keanekaragaman hayati yang dimiliki Maluku Utara tentu menjadi dampak yang baik bagi berlangsungnya kehidupan masyarakatnya. Namun, jika keanekaragaman tersebut tidak dikelola dengan bijak, maka dapat menimbulkan dampak negatif di sisi lainnya. Maluku Utara memiliki banyak komoditas ekspor yang menjanjikan, di antaranya kopra dan pala. Pala masuk dalam lima besar komoditas ekspor dan kopra menjadi komoditas ekspor terbesar di Maluku Utara. Besarnya nilai ekspor kedua komoditas tersebut menunjukkan bahwa tidak sedikit limbah keras organik yang dihasilkan per tahunnya. Jika tidak tertangani dengan baik, maka limbah tersebut akan menyebabkan masalah pencemaran lingkungan yang nantinya akan memicu munculnya masalah-masalah lainnya, salah satunya masalah kesehatan. Briket merupakan salah satu solusi untuk meminimalisir penumpukan limbah keras organik. Olehnya itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Kelurahan Sulamadaha Kota Ternate dalam memanfaatkan limbah batok kelapa dan cangkang pala menjadi briket. Tahapan dalam pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari penentuan lokasi kegiatan, observasi lokasi kegiatan, perencanaan program, penyusunan materi, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara penyuluhan (ceramah dan diskusi) dan pelatihan (praktik secara langsung). Kegiatan dievaluasi menggunakan kuesioner post test. Hasil post test menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terkait materi penyuluhan dengan nilai cukup sebanyak 4 %, baik sebanyak 23 %, dan baik sekali sebanyak 73 %. Nilai rata-rata post test yang diperoleh 93,07 dengan nilai terendah 40 dan nilai tertinggi 100. Hal ini menunjukkan bahwa penyampaian materi penyuluhan Briket Palapa tersampaikan dengan baik dan jelas. Hal ini juga didukung dengan antusiasme dan partisipasi yang sangat baik dari masyarakat.
PEMBERDAYAAN SISWA MELALUI PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG BIJI PALA “PARASKU” SEBAGAI LULUR TRADISIONAL DI SMA NEGERI 6 TERNATE Mutmainnah Mutmainnah; Abulkhair Abdullah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i11.3983-3988

Abstract

Kelurahan Sulamadaha menjadi salah satu penghasil pala di Maluku Utara. Masyarakat di Kelurahan Sulamadaha belum memanfaatkan limbah cangkang sama sekali (dibuang atau dibakar). Sebagai salah satu upaya pemanfaatan limbah ini dengan memberikan pelatihan pembuatan lulur kecantikan berbahan dasar limbah cangkang biji pala, beras dan kunyit putih. Lulur merupakan salah satu jenis kosmetika tradisonal yang dapat digunakan sebagai perawatan kulit tubuh untuk mempertahankan kesehatan, mencerahkan dan mengangkat sel kulit mati. Cangkang biji buah pala, beras dan kunyit putih dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar dan bahan aktif lulur tradisional karena mengandung senyawa seperti gamma oryzanol dan antioksidan yang berfungsi untuk memperbaharui pembentukan pigmen melanin, mencerahkan, melembabkan kulit dan dapat memudarkan bekas luka pada kulit.  Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara penyuluhan dan pelatihan langsung. Tahapan dalam pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari observasi, identifikasi masalah, perumusan masalah, kegiatan, dan evaluasi. Kegiatan dievaluasi menggunakan kuesioner pretest dan post test menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan pada peserta mengenai materi deksripsi produk, manfaat, cara pembuatan, dan cara penggunaan produk lulur.
Rehabilitasi Poskestren Berbasis Kader Santri Husada untuk Mewujudkan Pesantren Sehat di Pesantren Tahfidz Qur’an Nurul Bahri Sanana Abulkhair Abdullah; Muhammad Fakhrur Rajih Hi. Yusuf; Dwi Fitriani
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v8i1.372

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya berperan dalam aspek religius, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter, sosial, dan budaya santri. Namun, banyak pesantren di wilayah kepulauan menghadapi keterbatasan layanan kesehatan, termasuk Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an (PPTQ) Nurul Bahri Sanana yang belum memiliki Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan merehabilitasi Poskestren dan memberdayakan kader Santri Husada sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di lingkungan pesantren. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, rehabilitasi sarana kesehatan, pembentukan pengelola Poskestren, edukasi kesehatan, serta pelatihan penggunaan alat kesehatan dasar. Edukasi kesehatan diberikan dengan materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS), Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat yang baik (DaGuSiBu), serta Pertolongan Pertama pada Penyakit (P3P). Hasil kegiatan menunjukkan Poskestren dapat difungsikan kembali dengan sarana kesehatan yang memadai dan terbentuknya pengelola Poskestren.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK MASKER GEL PEEL OFF DARI SERBUK SISIK IKAN MUJAIR (Oreochromis mossambicus) Mutmainnah, Mutmainnah; Abdullah, Abulkhair; Syawie, Muvida
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v4i3.290

Abstract

Masker gel peel off merupakan salah satu kosmetik yang digunakan untuk perawatan kulit yang dapat memutihkan, mengecilkan pori-pori, melembabkan dan menutrisi kulit. Salah satu bahan yang dapat dijadikan bahan utama masker gel peel off adalah sisik ikan mujair (Oreochromis mossambicus). Sisik ikan mujair mengandung kolagen yang bermanfaat sebagai antiaging. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula masker gel peel off dari sisik ikan yang terbaik dengan memvariasikan konsentrasi PVA (5% dan 10%) dan HPMC (2% dan 4%). Dalam penelitian ini dibuat 4 formula yang berbeda. Pada sediaan dilakukan pengujian karakteristik yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji waktu mengering, dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan sediaan yang dibuat sudah memenuhi kriteria. Semua formula memiliki tekstur semi padat, beraroma jeruk, dan berwarna abu-abu dan semua formula menunjukkan homogenitas yang baik. Hasil uji pH diperoleh: F1 (5,0), F2 (5,6), F3 (5,5), dan F4 (5,4). Hasil uji daya lekat diperoleh: F1 (400 g : 5,2 cm), F2 (600 g : 5,2 cm), F3 (600 g : 5,4 cm), dan F4 (600 g : 5,4 cm). hasil uji waktu mengering: F1 (55 menit), F2 (33 menit), F3 (33,3 menit), F4 (56,3 menit). Dapat disimpulkan bahwa serbuk sisik ikan mujair dapat dijadikan sediaan masker gel peel off. Formula 2 menjadi formula terbaik dengan konsentrasi PVA 10% dan HPMC 2%.
PENGUATAN KETAHANAN KESEHATAN MASYARAKAT PASCABENCANA MELALUI INTERVENSI KESEHATAN TERPADU DAN EDUKASI BERBASIS KOMUNITAS DI ACEH TAMIANG Sakti, Aditya Sindu; Toka, Wahyunita Do; Sandrawati, Sandrawati; Nur, Amran; Abdullah, Abulkhair; Imam, Fathul Rizky S.; Yulimanida, Herri; Muhammad, Apriyanti; Hidayat, Ferdian
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37721

Abstract

Abstrak: Banjir di Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir 2025 mengganggu akses layanan kesehatan dasar, distribusi logistik, dan meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mempercepat pemulihan kesehatan pascabencana melalui intervensi kesehatan terpadu berbasis kebutuhan lapangan. Intervensi menekankan peningkatan hardskill masyarakat dalam praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), penggunaan obat rasional, serta pengelolaan sanitasi, disertai penguatan softskill berupa komunikasi kesehatan, kolaborasi komunitas, empati sosial, dan kesiapsiagaan adaptif. Program dilaksanakan di sepuluh desa dengan cakupan 691 penerima layanan kesehatan dan 660 rumah tangga penerima logistik melalui kerja sama dengan Puskesmas Tamiang Hulu, HEOC, dan MTA–DRC. Metode kegiatan meliputi pelayanan kesehatan jemput bola, distribusi logistik, edukasi PHBS, pelatihan TOGA, dukungan psikososial, dan penguatan layanan kesehatan primer. Hasil menunjukkan dominasi kasus ISPA, diare, dan penyakit kulit, sekaligus penguatan fungsi layanan primer. Secara kualitatif, masyarakat menunjukkan peningkatan keterampilan melalui partisipasi aktif, penerapan PHBS dan sanitasi rumah tangga, pemanfaatan TOGA untuk keluhan ringan, serta penggunaan obat yang lebih rasional dan terarah. Evaluasi dilakukan melalui observasi lapangan, pencatatan cakupan layanan, dan umpan balik mitra. Intervensi ini berkontribusi pada penguatan ketahanan kesehatan masyarakat pascabencana.Abstract: Flooding in Aceh Tamiang Regency at the end of 2025 disrupted access to basic health services and logistics distribution, and increased the risk of environment-based diseases. This Community Service activity aims to accelerate post-disaster health recovery through integrated health interventions based on field needs. The interventions emphasize improving community hard skills in the practice of Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS), utilization of Family Medicinal Plants (TOGA), rational use of medicines, and sanitation management, accompanied by strengthening soft skills such as health communication, community collaboration, social empathy, and adaptive preparedness. The program was implemented in ten villages, covering 691 health service recipients and 660 households receiving logistics through collaboration with the Tamiang Hulu Community Health Center, HEOC, and MTA–DRC. The methods used included mobile health services, logistics distribution, PHBS education, TOGA training, psychosocial support, and strengthening of primary health services. The results showed a predominance of cases of respiratory tract infections, diarrhea, and skin diseases, as well as a strengthening of primary service functions. Qualitatively, the community showed an increase in skills through active participation, the application of PHBS and household sanitation, the use of TOGA for minor complaints, and more rational and targeted use of medicines. The evaluation was carried out through field observations, service coverage records, and partner feedback. Intervention.