Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Enhancing health independence of coastal communities through basic health education at SMPN 10 Ternate City [Peningkatan kemandirian kesehatan masyarakat pesisir melalui pendidikan kesehatan dasar di SMPN 10 Kota Ternate] Abdullah, Abulkhair; Disi, Muhammad Zulfian A.; Hartina, Sitti
Buletin Pengabdian Bulletin of Community Services Vol 5, No 3 (2025): Bull. Community. Serv.
Publisher : The Institute for Research and Community Services (LPPM) Universitas Syiah Kuala (USK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/bulpen.v5i3.47105

Abstract

Limited access to healthcare facilities and low health literacy remains significant challenges, particularly on Hiri Island, North Maluku. SMP Negeri 10 Ternate City is one of the schools on Hiri Island equipped with a school health unit (UKS) room, yet it has not been utilized optimally. This community service initiative aimed to promote health independence among school members by providing education on Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) and training in the use of basic medical tools. The methods included CHLB education for students and mentoring for teachers in the operation of sphygmomanometers and digital thermometers, which were also provided as support for the UKS facility. Evaluation was conducted through a pre-test and post-test using a questionnaire consisting of 10 true/false questions. The analysis revealed a significant improvement in students knowledge (p 0.05) regarding CHLB, with average scores increasing from 57.89 (pre-test) to 73.68 (post-test). Furthermore, students enthusiasm during the activities indicated that an interactive educational approach can foster awareness of the importance of healthy living habits. This program not only yielded short-term benefits but also paved the way for sustainability and replication in other schools.
Perbandingan Kadar Vitamin C Sari Buah Kersen di Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan Nindya Prisma Dewi; Eri Marwati; Abulkhair Abdullah
Tinctura Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i1.6208

Abstract

Vitamin C merupakan salah satu antioksidan alami yang berperan penting dalam menangkal radikal bebas dan mendukung sistem metabolisme tubuh. Kandungan vitamin C dalam buah-buahan sangat bervariasi tergantung pada jenis tanaman dan lingkungan tumbuhnya, termasuk faktor geografis. Buah kersen (Muntingia calabura L.) dikenal sebagai salah satu buah yang kaya akan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar vitamin C pada buah kersen yang tumbuh di dua lokasi berbeda di Provinsi Maluku Utara, yaitu Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji kualitatif dengan pereaksi Fehling A dan B serta uji kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa kedua sampel positif mengandung vitamin C yang ditandai dengan terbentuknya endapan merah bata. Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa kadar vitamin C buah kersen dari Kota Ternate sebesar 57,43 ± 1,27 mg/100 gram BDD dan dari Kota Tidore Kepulauan sebesar 60,22 ± 0,72 mg/100 gram BDD. Analisis statistik menggunakan uji Independent t-Test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05) antara kedua sampel. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa meskipun terdapat perbedaan nilai kadar vitamin C, namun secara statistik kadar vitamin C pada buah kersen dari kedua lokasi tidak berbeda secara nyata.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBUATAN BRIKET PALAPA (CANGKANG PALA DAN BATOK KELAPA) DI KELURAHAN SULAMADAHA KOTA TERNATE Abulkhair Abdullah; Muhammad Zulfian A. Disi; Muhammad Fakhrur Rajih Hi. Yusuf
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3741-3747

Abstract

Melimpahnya keanekaragaman hayati yang dimiliki Maluku Utara tentu menjadi dampak yang baik bagi berlangsungnya kehidupan masyarakatnya. Namun, jika keanekaragaman tersebut tidak dikelola dengan bijak, maka dapat menimbulkan dampak negatif di sisi lainnya. Maluku Utara memiliki banyak komoditas ekspor yang menjanjikan, di antaranya kopra dan pala. Pala masuk dalam lima besar komoditas ekspor dan kopra menjadi komoditas ekspor terbesar di Maluku Utara. Besarnya nilai ekspor kedua komoditas tersebut menunjukkan bahwa tidak sedikit limbah keras organik yang dihasilkan per tahunnya. Jika tidak tertangani dengan baik, maka limbah tersebut akan menyebabkan masalah pencemaran lingkungan yang nantinya akan memicu munculnya masalah-masalah lainnya, salah satunya masalah kesehatan. Briket merupakan salah satu solusi untuk meminimalisir penumpukan limbah keras organik. Olehnya itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Kelurahan Sulamadaha Kota Ternate dalam memanfaatkan limbah batok kelapa dan cangkang pala menjadi briket. Tahapan dalam pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari penentuan lokasi kegiatan, observasi lokasi kegiatan, perencanaan program, penyusunan materi, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara penyuluhan (ceramah dan diskusi) dan pelatihan (praktik secara langsung). Kegiatan dievaluasi menggunakan kuesioner post test. Hasil post test menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terkait materi penyuluhan dengan nilai cukup sebanyak 4 %, baik sebanyak 23 %, dan baik sekali sebanyak 73 %. Nilai rata-rata post test yang diperoleh 93,07 dengan nilai terendah 40 dan nilai tertinggi 100. Hal ini menunjukkan bahwa penyampaian materi penyuluhan Briket Palapa tersampaikan dengan baik dan jelas. Hal ini juga didukung dengan antusiasme dan partisipasi yang sangat baik dari masyarakat.
PEMBERDAYAAN SISWA MELALUI PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG BIJI PALA “PARASKU” SEBAGAI LULUR TRADISIONAL DI SMA NEGERI 6 TERNATE Mutmainnah Mutmainnah; Abulkhair Abdullah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i11.3983-3988

Abstract

Kelurahan Sulamadaha menjadi salah satu penghasil pala di Maluku Utara. Masyarakat di Kelurahan Sulamadaha belum memanfaatkan limbah cangkang sama sekali (dibuang atau dibakar). Sebagai salah satu upaya pemanfaatan limbah ini dengan memberikan pelatihan pembuatan lulur kecantikan berbahan dasar limbah cangkang biji pala, beras dan kunyit putih. Lulur merupakan salah satu jenis kosmetika tradisonal yang dapat digunakan sebagai perawatan kulit tubuh untuk mempertahankan kesehatan, mencerahkan dan mengangkat sel kulit mati. Cangkang biji buah pala, beras dan kunyit putih dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar dan bahan aktif lulur tradisional karena mengandung senyawa seperti gamma oryzanol dan antioksidan yang berfungsi untuk memperbaharui pembentukan pigmen melanin, mencerahkan, melembabkan kulit dan dapat memudarkan bekas luka pada kulit.  Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara penyuluhan dan pelatihan langsung. Tahapan dalam pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari observasi, identifikasi masalah, perumusan masalah, kegiatan, dan evaluasi. Kegiatan dievaluasi menggunakan kuesioner pretest dan post test menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan pada peserta mengenai materi deksripsi produk, manfaat, cara pembuatan, dan cara penggunaan produk lulur.
Rehabilitasi Poskestren Berbasis Kader Santri Husada untuk Mewujudkan Pesantren Sehat di Pesantren Tahfidz Qur’an Nurul Bahri Sanana Abulkhair Abdullah; Muhammad Fakhrur Rajih Hi. Yusuf; Dwi Fitriani
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v8i1.372

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya berperan dalam aspek religius, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter, sosial, dan budaya santri. Namun, banyak pesantren di wilayah kepulauan menghadapi keterbatasan layanan kesehatan, termasuk Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an (PPTQ) Nurul Bahri Sanana yang belum memiliki Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan merehabilitasi Poskestren dan memberdayakan kader Santri Husada sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di lingkungan pesantren. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, rehabilitasi sarana kesehatan, pembentukan pengelola Poskestren, edukasi kesehatan, serta pelatihan penggunaan alat kesehatan dasar. Edukasi kesehatan diberikan dengan materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS), Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat yang baik (DaGuSiBu), serta Pertolongan Pertama pada Penyakit (P3P). Hasil kegiatan menunjukkan Poskestren dapat difungsikan kembali dengan sarana kesehatan yang memadai dan terbentuknya pengelola Poskestren.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK MASKER GEL PEEL OFF DARI SERBUK SISIK IKAN MUJAIR (Oreochromis mossambicus) Mutmainnah, Mutmainnah; Abdullah, Abulkhair; Syawie, Muvida
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v4i3.290

Abstract

Masker gel peel off merupakan salah satu kosmetik yang digunakan untuk perawatan kulit yang dapat memutihkan, mengecilkan pori-pori, melembabkan dan menutrisi kulit. Salah satu bahan yang dapat dijadikan bahan utama masker gel peel off adalah sisik ikan mujair (Oreochromis mossambicus). Sisik ikan mujair mengandung kolagen yang bermanfaat sebagai antiaging. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula masker gel peel off dari sisik ikan yang terbaik dengan memvariasikan konsentrasi PVA (5% dan 10%) dan HPMC (2% dan 4%). Dalam penelitian ini dibuat 4 formula yang berbeda. Pada sediaan dilakukan pengujian karakteristik yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji waktu mengering, dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan sediaan yang dibuat sudah memenuhi kriteria. Semua formula memiliki tekstur semi padat, beraroma jeruk, dan berwarna abu-abu dan semua formula menunjukkan homogenitas yang baik. Hasil uji pH diperoleh: F1 (5,0), F2 (5,6), F3 (5,5), dan F4 (5,4). Hasil uji daya lekat diperoleh: F1 (400 g : 5,2 cm), F2 (600 g : 5,2 cm), F3 (600 g : 5,4 cm), dan F4 (600 g : 5,4 cm). hasil uji waktu mengering: F1 (55 menit), F2 (33 menit), F3 (33,3 menit), F4 (56,3 menit). Dapat disimpulkan bahwa serbuk sisik ikan mujair dapat dijadikan sediaan masker gel peel off. Formula 2 menjadi formula terbaik dengan konsentrasi PVA 10% dan HPMC 2%.
PENGUATAN KETAHANAN KESEHATAN MASYARAKAT PASCABENCANA MELALUI INTERVENSI KESEHATAN TERPADU DAN EDUKASI BERBASIS KOMUNITAS DI ACEH TAMIANG Sakti, Aditya Sindu; Toka, Wahyunita Do; Sandrawati, Sandrawati; Nur, Amran; Abdullah, Abulkhair; Imam, Fathul Rizky S.; Yulimanida, Herri; Muhammad, Apriyanti; Hidayat, Ferdian
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37721

Abstract

Abstrak: Banjir di Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir 2025 mengganggu akses layanan kesehatan dasar, distribusi logistik, dan meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mempercepat pemulihan kesehatan pascabencana melalui intervensi kesehatan terpadu berbasis kebutuhan lapangan. Intervensi menekankan peningkatan hardskill masyarakat dalam praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), penggunaan obat rasional, serta pengelolaan sanitasi, disertai penguatan softskill berupa komunikasi kesehatan, kolaborasi komunitas, empati sosial, dan kesiapsiagaan adaptif. Program dilaksanakan di sepuluh desa dengan cakupan 691 penerima layanan kesehatan dan 660 rumah tangga penerima logistik melalui kerja sama dengan Puskesmas Tamiang Hulu, HEOC, dan MTA–DRC. Metode kegiatan meliputi pelayanan kesehatan jemput bola, distribusi logistik, edukasi PHBS, pelatihan TOGA, dukungan psikososial, dan penguatan layanan kesehatan primer. Hasil menunjukkan dominasi kasus ISPA, diare, dan penyakit kulit, sekaligus penguatan fungsi layanan primer. Secara kualitatif, masyarakat menunjukkan peningkatan keterampilan melalui partisipasi aktif, penerapan PHBS dan sanitasi rumah tangga, pemanfaatan TOGA untuk keluhan ringan, serta penggunaan obat yang lebih rasional dan terarah. Evaluasi dilakukan melalui observasi lapangan, pencatatan cakupan layanan, dan umpan balik mitra. Intervensi ini berkontribusi pada penguatan ketahanan kesehatan masyarakat pascabencana.Abstract: Flooding in Aceh Tamiang Regency at the end of 2025 disrupted access to basic health services and logistics distribution, and increased the risk of environment-based diseases. This Community Service activity aims to accelerate post-disaster health recovery through integrated health interventions based on field needs. The interventions emphasize improving community hard skills in the practice of Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS), utilization of Family Medicinal Plants (TOGA), rational use of medicines, and sanitation management, accompanied by strengthening soft skills such as health communication, community collaboration, social empathy, and adaptive preparedness. The program was implemented in ten villages, covering 691 health service recipients and 660 households receiving logistics through collaboration with the Tamiang Hulu Community Health Center, HEOC, and MTA–DRC. The methods used included mobile health services, logistics distribution, PHBS education, TOGA training, psychosocial support, and strengthening of primary health services. The results showed a predominance of cases of respiratory tract infections, diarrhea, and skin diseases, as well as a strengthening of primary service functions. Qualitatively, the community showed an increase in skills through active participation, the application of PHBS and household sanitation, the use of TOGA for minor complaints, and more rational and targeted use of medicines. The evaluation was carried out through field observations, service coverage records, and partner feedback. Intervention.
Pengaruh Suhu Pengeringan terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Ungu (Graptophyllum pictum L. Griff) Chaerunnisa Salsabillah; Abulkhair Abdullah; Amran Nur
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.21010

Abstract

Daun ungu (Graptophyllum pictum L. Griff) telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit yang berhubungan dengan radikal bebas. Kandungan flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin dalam daun ungu berperan sebagai antioksidan alami yang dapat menangkal radikal bebas. Namun, proses pengeringan dalam ekstraksi tanaman obat dapat memengaruhi kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun ungu dan menentukan suhu optimal yang dapat menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pendekatan laboratorium. Daun ungu dikeringkan pada berbagai suhu (30℃, 45℃, dan 60℃), lalu diekstraksi menggunakan etanol 96%. Pada ekstraknya dilakukan uji kadar air, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air ekstrak daun ungu yang dikeringkan pada suhu 30℃, 45℃, dan 60℃ masing-masing 5,69%, 5,82%, dan 5,87%. Pengujian skrining fitokimia menunjukkan bahwa pada suhu 30℃ dan 40℃ masih ditemukan berbagai jenis senyawa metabolit sekunder, sedangkan pada suhu 60℃ hanya teridentifikasi satu senyawa metabolit sekunder. Nilai IC50 untuk masing-masing suhu pengeringan adalah 32,46 μg/mL, 72,46 μg/mL, dan 193046,68 μg/mL.
Enhancing health independence of coastal communities through basic health education at SMPN 10 Ternate City [Peningkatan kemandirian kesehatan masyarakat pesisir melalui pendidikan kesehatan dasar di SMPN 10 Kota Ternate] Abulkhair Abdullah; Muhammad Zulfian A. Disi; Sitti Hartina
Buletin Pengabdian Bulletin of Community Services Vol. 5 No. 3 (2025): Bull. Community. Serv.
Publisher : LPPM Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/bulpen.v5i3.610

Abstract

Limited access to healthcare facilities and low health literacy remains significant challenges, particularly on Hiri Island, North Maluku. SMP Negeri 10 Ternate City is one of the schools on Hiri Island equipped with a school health unit (UKS) room, yet it has not been utilized optimally. This community service initiative aimed to promote health independence among school members by providing education on Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) and training in the use of basic medical tools. The methods included CHLB education for students and mentoring for teachers in the operation of sphygmomanometers and digital thermometers, which were also provided as support for the UKS facility. Evaluation was conducted through a pre-test and post-test using a questionnaire consisting of 10 true/false questions. The analysis revealed a significant improvement in students knowledge (p 0.05) regarding CHLB, with average scores increasing from 57.89 (pre-test) to 73.68 (post-test). Furthermore, students enthusiasm during the activities indicated that an interactive educational approach can foster awareness of the importance of healthy living habits. This program not only yielded short-term benefits but also paved the way for sustainability and replication in other schools.
Isolasi dan Karakterisasi Fisikokimia Microcrystalline Cellulose Tandan Pisang Mulu Bebe Abulkhair Abdullah; Mutmainnah Mutmainnah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v12i1.997

Abstract

Microcrystalline Cellulose (MCC) merupakan salah satu eksipien yang banyak dimanfaatkan di industri farmasi, khususnya pada produksi tablet dengan kempa langsung. MCC sering digunakan sebagai pengisi, pengikat, dan penghancur. Dengan demikian, ketersediaan MCC sangat diperlukan. Pisang menjadi salah satu sumber MCC yang menjanjikan dikarenakan mengandung 63-64% selulosa. Tandan buahnya sering kali tidak dimanfaatkan sehingga terbuang menjadi limbah. Pada penelitian ini digunakan tandan pisang mulu bebe. Pisang mulu bebe merupakan salah satu buah budidaya yang ada di Maluku Utara. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah tandan pisang mulu bebe menjadi sumber MCC. MCC dihasilkan dengan beberapa tahapan, yakni pengeringan, delignifikasi dengan larutan alkali, dan hidrolisis dengan asam mineral. Karakterisasi MCC meliputi organoleptik, kadar air, susut pengeringan, dan kelarutan. Kemurnian dari MCC diidentifikasi menggunakan SEM dan FTIR.