Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Uji Efektivitas Ekstrak Etanol 96% Biji Buah Bintaro (Cerbera manghas) Terhadap Kutu Rambut (Pediculus humanus capitis) Hamidah Sri Supriati; Abulkhair Abdullah
FAJR: Jurnal Riset Kefarmasian Vol 1 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : UNIMMAN Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pediculus humanus capitis atau dikenali dengan kutu rambut adalah salah satu hewan parasit yang dikenali sebagai ektoparasit. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan ialah biji bintaro (Cerbera manghas) mempunyai banyak kandungan senyawa metabolit, salah satunya cerberin yang berpotensi sebagai bioinsektisida yang dapat digunakan sebagai pedikulosida (memberantas kutu kepala). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari ektrak etanol 96% biji buah bintaro sebagai antikutu rambut. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control design. Sebanyak 90 ekor kutu rambut dibagi menjadi 6 perlakuan dan 3 kali replikasi. Hasil pengujian yang didapat bahwa konsentrasi 40% paling mendekati baik dibandingkan konsentrasi 15%, 20% dan 25%. Hasil uji anova menunjukan hasil yang signifikan yang artinya menunjukan perbedaan waktu kematian kutu rambut. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% Biji Buah Bintaro mempunyai efek Antikutu pada konsentrasi 15%, 20%, 25% dan 40%.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBUATAN BRIKET PALAPA (CANGKANG PALA DAN BATOK KELAPA) DI KELURAHAN SULAMADAHA, KOTA TERNATE Abulkhair Abdullah; Muhammad Zulfian A. Disi; Muhammad Fakhrur Rajih Hi. Yusuf
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3741-3747

Abstract

Melimpahnya keanekaragaman hayati yang dimiliki Maluku Utara tentu menjadi dampak yang baik bagi berlangsungnya kehidupan masyarakatnya. Namun, jika keanekaragaman tersebut tidak dikelola dengan bijak, maka dapat menimbulkan dampak negatif di sisi lainnya. Maluku Utara memiliki banyak komoditas ekspor yang menjanjikan, di antaranya kopra dan pala. Pala masuk dalam lima besar komoditas ekspor dan kopra menjadi komoditas ekspor terbesar di Maluku Utara. Besarnya nilai ekspor kedua komoditas tersebut menunjukkan bahwa tidak sedikit limbah keras organik yang dihasilkan per tahunnya. Jika tidak tertangani dengan baik, maka limbah tersebut akan menyebabkan masalah pencemaran lingkungan yang nantinya akan memicu munculnya masalah-masalah lainnya, salah satunya masalah kesehatan. Briket merupakan salah satu solusi untuk meminimalisir penumpukan limbah keras organik. Olehnya itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Kelurahan Sulamadaha Kota Ternate dalam memanfaatkan limbah batok kelapa dan cangkang pala menjadi briket. Tahapan dalam pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari penentuan lokasi kegiatan, observasi lokasi kegiatan, perencanaan program, penyusunan materi, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara penyuluhan (ceramah dan diskusi) dan pelatihan (praktik secara langsung). Kegiatan dievaluasi menggunakan kuesioner post test. Hasil post test menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terkait materi penyuluhan dengan nilai cukup sebanyak 4 %, baik sebanyak 23 %, dan baik sekali sebanyak 73 %. Nilai rata-rata post test yang diperoleh 93,07 dengan nilai terendah 40 dan nilai tertinggi 100. Hal ini menunjukkan bahwa penyampaian materi penyuluhan Briket Palapa tersampaikan dengan baik dan jelas. Hal ini juga didukung dengan antusiasme dan partisipasi yang sangat baik dari masyarakat.
PEMBERDAYAAN SISWA MELALUI PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG BIJI PALA “PARASKU” SEBAGAI LULUR TRADISIONAL DI SMA NEGERI 6 TERNATE Mutmainnah Mutmainnah; Abulkhair Abdullah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i11.3983-3988

Abstract

Kelurahan Sulamadaha menjadi salah satu penghasil pala di Maluku Utara. Masyarakat di Kelurahan Sulamadaha belum memanfaatkan limbah cangkang sama sekali (dibuang atau dibakar). Sebagai salah satu upaya pemanfaatan limbah ini dengan memberikan pelatihan pembuatan lulur kecantikan berbahan dasar limbah cangkang biji pala, beras dan kunyit putih. Lulur merupakan salah satu jenis kosmetika tradisonal yang dapat digunakan sebagai perawatan kulit tubuh untuk mempertahankan kesehatan, mencerahkan dan mengangkat sel kulit mati. Cangkang biji buah pala, beras dan kunyit putih dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar dan bahan aktif lulur tradisional karena mengandung senyawa seperti gamma oryzanol dan antioksidan yang berfungsi untuk memperbaharui pembentukan pigmen melanin, mencerahkan, melembabkan kulit dan dapat memudarkan bekas luka pada kulit.  Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara penyuluhan dan pelatihan langsung. Tahapan dalam pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari observasi, identifikasi masalah, perumusan masalah, kegiatan, dan evaluasi. Kegiatan dievaluasi menggunakan kuesioner pretest dan post test menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan pada peserta mengenai materi deksripsi produk, manfaat, cara pembuatan, dan cara penggunaan produk lulur.
Aktivitas Antibakteri Kokristal Sefiksim-Nikotinamida Menggunakan Agar Diffusion dan Broth Dilution Test: Antibacterial Activity of Cocrystals of Cefixime with Nicotinamide Using Agar Diffusion and Broth Dilution Test Abulkhair Abdullah; Muhammad Subhan A. Sibadu; Mutmainnah Mutmainnah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i6.2069

Abstract

Cefixime has been formulated in cocrystal form with nicotinamide (coformer). SEF-NIK cocrystals were prepared at a mole ratio of 1:1 using a liquid-assisted grinding method. The cocrystals were characterized using DSC, FTIR, SEM, and PXRD. The characterization results showed that cocrystals were formed between cefixime and nicotinamide. The results of the solubility test, dissolution rate and permeability of the SEF-NIK cocrystal showed a significant increase compared to pure cefixime. Based on these results, the SEF-NIK cocrystal was continued for pharmacodynamic studies with in vitro antibacterial activity studies. This study aims to determine the effect of cocrystallization techniques on the antibacterial activity of cefixime. The test was carried out using two methods, namely the Agar Diffusion Test and the Broth Dilution Test. The results showed that cocrystallization of cefixime with nicotinamide did not inhibit its effectiveness against Escherichia coli bacteria, but its effectiveness was better than pure cefixime. In the agar diffusion method, the inhibition zones of cefixime and SEF-NIK cocrystals against Escherichia coli bacteria were 6.2 mm and 8.6 mm, respectively. On the fifth day of the broth dilution test method, the OD values of Escherichia coli bacteria in the cefixime and SEF-NIK cocrystals were 1.330 and 1.064, respectively.   Keywords:          cefixime, liquid-assisted grinding, antibacterial activity   Abstrak Sefiksim telah berhasil dibuat dalam bentuk kokristal dengan nikotinamida (koformer). Kokristal SEF-NIK dibuat dengan perbandingan mol 1:1 menggunakan metode liquid-assisted grinding­. Kokristal dikarakterisasi menggunakan DSC, FTIR, SEM, dan PXRD. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa terbentuk kokristal antara sefiksim dan nikotinamida. Hasil uji kelarutan, laju disolusi, dan permeabilitas kokristal SEF-NIK menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan sefiksim murni. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, kokristal SEF-NIK dilanjutkan ke tahap uji farmakodinamik yakni uji aktivitas antibakteri secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari teknik kokristalisasi terhadap aktvitas antibakteri sefiksim. Pengujian dilakukan menggunakan dua metode yakni Agar Diffusion Method (difusi agar) dan Broth Dilution Method (dilusi cair). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kokristalisasi sefiksim dengan nikotinamida tidak menghambat efektivitasnya terhadap bakteri Escherichia coli, akan tetapi efektivitasnya lebih baik dibandingkan sefiksim murni. Pada metode difusi agar, zona hambat sefiksim terhadap bakteri Escherichia coli sebesar 6,2 mm sedangkan kokristal SEF-NIK lebih besar yakni 8,6 mm. Pada metode dilusi cair, hasil pengukuran OD bakteri Escherichia coli hari kelima pada sefiksim sebesar 1,330 sedangkan pada kokristal SEF-NIK sebesar 1,064. Kata Kunci:         sefiksim, liquid-assisted grinding, aktivitas antibakteri
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PARTISI CAIR-CAIR EKSTRAK BIJI PINING BAWANG (Hornstedtia alliacea) MENGGUNAKAN METODE DPPH Abdullah, Abulkhair; Nurfadilah, Nadia; Marwati, Eri
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i1.2360

Abstract

Latar Belakang: Terjadinya penyakit degeneratif berhubungan erat dengan radikal bebas karena ketidakseimbangan sistem kekebalan tubuh. Senyawa yang mampu melindungi kerusakan sel-sel akibat radikal bebas adalah antioksidan. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan tanaman pining bawang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan dan perbedaan nilai IC50 partisi cair-cair ekstrak biji pining bawang. Metode: Metode pemisahan yaitu partisi cair-cair. Aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan spektrofotometer UV-Vis. Analisis statitistik yaitu metode one-way ANOVA. Hasil: Hasil dari aktivitas antioksidan dari vitamin C 6,526 ppm, fraksi n-heksan 35,502 ppm, fraksi air 33,995 ppm, dan fraksi etil asetat 47,507 ppm dapat dikategorikan sebagai antioksidan sangat kuat. Hasil uji statistik SPSS uji normalitas dan uji homogenitas p value >0,05, uji one-way Anova p value <0,05, uji post hoc vitamin C dengan ketiga fraksi p value <0,05 dan antara fraksi p value >0,05. Kesimpulan: Aktivitas antioksidan masing-masing fraksi menunjukkan nilai IC50 <50 ppm dikategorikan antioksidan sangat kuat. Dari hasil uji statistik SPSS tidak ada perbedaan yang nyata dari ketiga fraksi.
POTENSI PATI PISANG MULU BEBE SEBAGAI EKSIPIEN FARMASI: SIFAT FISIKOKIMIA DAN CEMARAN MIKROBA Mutmainnah, Mutmainnah; Mala, Cindhany D. F. U.; Abdullah, Abulkhair
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i1.2428

Abstract

Latar Belakang: Pati merupakan biopolimer alam yang mudah terdegradasi dan relatif tidak mahal serta secara luas dapat digunakan pada industri makanan dan farmasi. Pisang mulu bebe (Musa sp) adalah pisang khas dari Maluku Utara, yang secara potensial dapat juga dimanfaatkan patinya sebagai eksipien dalam formulasi sediaan. Metode: Sifat fisikokimia dan cemaran mikroba dari pati pisang mulu bebe (PPMB) dianalisis. Sifat fisikokimia yang diuji meliputi organoleptik, mikroskopis, keasaman, susut pengeringan, kadar abu, kelarutan, dan kandungan logam. Cemaran mikroba yang diuji meliputi angka lempeng total, angka kapang khamir, dan cemaran E. coli. Hasil: Hasil SEM menunjukkan PPMB berbentuk oval, tunggal, dan hilus di tengah; kadar abu 0,0023%; tidak larut dalam air dan etanol; susut pengeringan 10,79%; tidak mengandung logam Pb (timbal) dan Cd (kadmium); ALT 2x102 koloni/g; AKK 1,7x102 koloni/g; dan cemaran E. Coli negatif. Kesimpulan: PPMB memenuhi persyaratan sifat fisikokimia dan cemaran mikroba dan berpotensi menjadi polimer (eksipien farmasi). Kata kunci : Pati, Pisang mulu bebe, Sifat fisikokimia, Cemaran mikroba
PENDAMPINGAN PKK DESA GAMLAMO MELALUI PEMANFAATAN IKAN TERI NASI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA GAMLAMO, KABUPATEN HALMAHERA BARAT Abdullah, Abulkhair; Do Toka, Wahyunita; Sandrawati, Sandrawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.442-448

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang serius di Indonesia, terutama pada anak-anak di bawah usia lima tahun. Fenomena ini menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat. Desa Gamlamo yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, adalah salah satu wilayah yang menghadapi tantangan ini. Tingkat stunting yang masih tinggi di Kabupaten Halmahera Barat mencerminkan kebutuhan untuk meningkatkan pola makan dan asupan gizi keluarga. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan ikan teri nasi sebagai sumber makanan bergizi. Tujuan dari PKM ini ialah memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat tentang pemanfaatan ikan teri nasi kering sebagai makanan pendamping ASI (MPASI), cara pengolahannya yang efektif dan efisien, serta memberdayakan masyarakat dalam mengurangi angka stunting di Desa Gamlamo. Tahapan pelaksanaan PKM terdiri dari persiapan (survei lokasi, observasi, dan penentuan prioritas masalah); pelaksanaan (sosialisasi, pelatihan, dan penerapan teknologi); dan evaluasi. Berdasarkan evaluasi kegiatan yang dilakukan, program PKM yang dilaksanakan dapat meningkatkan pengetahuan mitra. Evaluasi dilakukan sebanyak 2 kali. Keduanya menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan (p < 0,05). Pada evaluasi pertama, nilai rata-rata pre-test sebesar 50 dan meningkat menjadi 85 pada saat post-test. Sedangkan untuk evaluasi kedua, nilai rata-rata pre-test sebesar 51 dan meningkat menjadi 87 pada saat post-test. Hasil tersebut menunjukkan bahwa program PKM yang dilaksanakan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra.
REVITALISASI UKS GUNA MEWUJUDKAN SEKOLAH SEHAT DI SMA NEGERI 6 KOTA TERNATE Zulfian A. Disi, Muhammad; Abdullah, Abulkhair; Hakim Husen, Abd.
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5257-5263

Abstract

Sekolah Sehat menjadi prioritas dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan siswa. Namun, SMAN 6 Kota Ternate menghadapi tantangan dalam pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), di mana program UKS tidak optimal dikarenakan minimnya sarana UKS. Olehnya itu, diperlukan revitalisasi UKS untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup sehat di kalangan sekolah melalui kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Kegiatan PKM ini bertujuan agar sarana UKS dapat memadai dan menunjang pelaksanaan program UKS di SMAN 6 Kota Ternate serta anggota UKS mengetahui cara penanganan yang tepat dalam memberikan P3K dan P3P kepada warga sekolah yang membutuhkan. Pendekatan yang digunakan meliputi pengadaan sarana dan penataan ruang UKS, pelatihan mengaplikasikan sarana UKS, serta pelatihan dalam memberikan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) dan Pertolongan Pertama pada Penyakit (P3P). Program revitalisasi UKS berhasil meningkatkan pengetahuan siswa tentang pelaksanaan program PKM yang dievaluasi melalui pre-test dan post-test. Evaluasi dilakukan sebanyak 2 kali yang terdiri dari evaluasi pengetahuan dan keterampilan siswa dalam memberikan P3K dan P3P. Hasil evaluasi 1 dan 2 menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan (p < 0,05). Pada evaluasi 1 (pelatihan P3K), diperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 68 dan meningkat menjadi 86 pada saat post-test. Sedangkan untuk evaluasi 2 (pelatihan P3P), diperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 61 dan meningkat menjadi 85 pada saat post-test. Hal ini menunjukkan bahwa program PKM yang dilaksanakan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dari siswa.
Pendampingan Optimalisasi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) Di SMP Muhammadiyah 2 Kota Ternate Disi, Muhammad Zulfian A.; Abdullah, Abulkhair
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 1 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i1.543

Abstract

Pendahuluan: Unit Kesehatan Sekolah (UKS) adalah suatu wadah atau unit di lingkungan sekolah yang didesain untuk memberikan pelayanan kesehatan dan mendukung upaya pembinaan kesehatan bagi seluruh komunitas sekolah. Tujuan utama dari UKS adalah untuk menjaga, meningkatkan, dan mempromosikan kesehatan serta mencegah penyakit di kalangan siswa, staf, dan anggota sekolah lainnya. Pengabdian kepada masyarakat membuka peluang untuk menciptakan UKS yang lebih dari sekadar fasilitas kesehatan. Ini menjadi wadah pembelajaran yang mencakup interaksi antara sekolah dan masyarakat, menciptakan dampak positif terhadap kesejahteraan siswa. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang peran masyarakat dalam pembangunan pendidikan menjadi kunci dalam mencapai tujuan optimalisasi UKS.Tujuan: Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran kesehatan siswa dan staf, mengoptimalkan fungsi UKS, mengembangkan keterampilan tenaga kesehatan, memperbaiki fasilitas UKS, mendorong kerja sama berkelanjutan antara sekolah dan pihak terkait, serta merancang program-program kesehatan yang relevan, sehingga UKS dapat berfungsi secara optimal dan memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan siswa.Metode: Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah penyuluhan dan pendampingan seperti memberikan edukasi kepada peserta kegiatan mengenai tata cara pengolahan UKS yang baik dan melakukan pendampingan untuk mengelola UKS. Pada akhir kegiatan dilaksanakan penyerahan obat-obatan dan perlengkapan P3K.Hasil: Hasil yang di peroleh dari pengabdian ini yaitu menunjukkan pencapaian yang signifikan. Pertama, terjadi peningkatan kesadaran kesehatan di kalangan siswa dan staf, terlihat dari antusiasme peserta dalam diskusi dan kegiatan yang dilaksanakan.Simpulan: menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. Peningkatan kesadaran kesehatan di antara siswa dan staf, pengoptimalan fungsi UKS, serta pengembangan keterampilan tenaga kesehatan telah memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah.
Pengaruh Suhu Pengeringan terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Ungu (Graptophyllum pictum L. Griff) Salsabillah, Chaerunnisa; Abdullah, Abulkhair; Nur, Amran
Jurnal Pharmascience Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.21010

Abstract

Daun ungu (Graptophyllum pictum L. Griff) telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit yang berhubungan dengan radikal bebas. Kandungan flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin dalam daun ungu berperan sebagai antioksidan alami yang dapat menangkal radikal bebas. Namun, proses pengeringan dalam ekstraksi tanaman obat dapat memengaruhi kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun ungu dan menentukan suhu optimal yang dapat menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pendekatan laboratorium. Daun ungu dikeringkan pada berbagai suhu (30℃, 45℃, dan 60℃), lalu diekstraksi menggunakan etanol 96%. Pada ekstraknya dilakukan uji kadar air, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air ekstrak daun ungu yang dikeringkan pada suhu 30℃, 45℃, dan 60℃ masing-masing 5,69%, 5,82%, dan 5,87%. Pengujian skrining fitokimia menunjukkan bahwa pada suhu 30℃ dan 40℃ masih ditemukan berbagai jenis senyawa metabolit sekunder, sedangkan pada suhu 60℃ hanya teridentifikasi satu senyawa metabolit sekunder. Nilai IC50 untuk masing-masing suhu pengeringan adalah 32,46 μg/mL, 72,46 μg/mL, dan 193046,68 μg/mL.