Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Rebaban Gending Rondhon Kethuk Sekawan Awis Minggah Wolu Laras Slendro Pathet Sanga Versi K. R. R. A. T. Saptodiningrat Nazilla, Diaz Hayu; Wijayanto, Bayu; Teguh, Teguh
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penggunaan cengkok rebab dan penerapannya pada Gending Rondhon versi K.R.R.A.T. Saptodiningrat. Umumnya teknik di dalam ricikan rebab adalah teknik kosokan rebab, sementara cengkok rebab lebih mengarah kepermainan lagu rebab sebuah gending. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, pendekatannya menggunakan peran musikal, konsep garap dan konsep mungguh. Cengkok rebab dapat dikelompokkan menjadi 4, yakni cengkok umum; cengkok khusus; cengkok tuturan serta cengkok gantungan. Faktor penentu dalam penggunaan cengkok rebab diantaranya: 1) faktor musikal yang meliputi balungan gending, bentuk gending dan garap ricikan lain, 2) Konsep sajian gending (seleh), 3) Kreativitas pengrebab dalam mengembangkan wiledan pada garap rebab. Berdasarkan faktor tersebut, dapat dilihat bahwa K.R.R.A.T. Saptodiningrat menggunakan 4 cengkok rebab yang disebutkan sebelumnya serta keragaman wiledan yang ada pada garap rebab Gending Rondhon ini. Mengingat jangkauan nada pada rebab sangat luas, sehingga tidak menutup kemungkinan bagi para pengrebab untuk mengembangkan wiledan masing-masing. Berpijak dari hal tersebut, wiledan dapat menjadi salah satu ciri khas tiap pengrebab karena tiap pengrebab memiliki rasa mungguh sendiri.Rebaban Gending Rondhon Kethuk Sekawan Awis Minggah Wolu Laras Slendro Pathet Sanga Version K. R. R. A. T. SaptodiningratThis study aims to analyze the factors of using cengkok rebab and their application to the K. R. R. A. T. Saptodiningrat version of Gending Rondhon. Generally, the technique in ricikan rebab is the kosokan rebab technique, while cengkok rebab is more directed to the game of a gending rebab song. The method used in this research is a qualitative method with a case study approach, the approach uses musical roles, garap concepts and mungguh concepts. Cengkok rebab can be grouped into 4, namely cengkok umum; cengkok special; cengkok tuturan and cengkok gantungan. The determining factors in the use of cengkok rebab include: 1) musical factors which include gending balungan, forms gending and other garap ricikan, 2) the concept of gending (seleh) presentation, 3) the creativity from pengrebab to expand wiledan on garap rebab. Based on these factors, it can be seen that K. R. R. A. T. Saptodiningrat uses the 4 cengkok rebab mentioned earlier and the diversity of wiledan in this garap rebab Gending Rondhon. Given the range of tones pengrebab is very wide, it does not rule out the possibility for pengrebab to develop their respective wiledans. Based on this, wiledan can be one of the characteristics of pengrebab because pengrebab has its own mungguh of taste.
Pemanfaatan Model Pembelajaran Project Based Learning Berbantu Geospatial Technology Terhadap Berpikir Kreatif Siswa Kelas XI Fase F di SMA Negeri 1 Batang Kapas Syahwifa, Khaidilla Indah; Wijayanto, Bayu
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 1 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i1.2589

Abstract

This study aims to determine the effect of the project based learning model assisted by geospatial technology on the creative thinking skills of class XI Phase F students at SMA Negeri 1 Batang Kapas. This study is a quasi-experimental design study with a pretest posttest control group design. The population of the subjects of this study were 64 students of class XI Phase F who were divided into two classes. Class XI F/8 as the experimental group and class XI F/10 as the control group with the number of students in each class. The data collection technique in this study used a test in the form of 20 multiple-choice questions and 5 essay questions that had been tested for validity and reliability. Hypothesis testing in this study used the Independent T-Test analysis to test the difference in scores obtained by students in the control class and the experimental class after learning (post-test). The results showed that there was an effect of the project based learning model assisted by geospatial technology on the creative thinking skills of class XI Phase F students at SMA Negeri 1 Batang Kapas
Analysis of Flood Vulnerability Level at Secondary Schools in Ranah Pesisir Sub-District Wijayanto, Bayu; Cynthia, Fiona; Astuti, Juli; Femilia, Vanessa Nara; Rahman, Bima; Handayani, Alifvia Putri; Addawiyah, Jamiatul; Nofrion, Nofrion; Malusu, Daudi Richard; Gharamah, Fadhl Mohammed Awadh
Sustainability (STPP) Theory, Practice and Policy Vol. 5 No. 2 (2025): Sustainability (STPP) Theory, Practice and Policy December Edition
Publisher : Pusat Kajian Berkelanjutan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/sdgs.52.3355

Abstract

Ranah Pesisir Subdistrict, located in Pesisir Selatan Regency, is a flood-prone area due to its lowland geographical condition and proximity to the coastline and rivers. This study aims to analyze the flood vulnerability levels of secondary schools using a quantitative descriptive approach based on Geographic Information System (GIS). The study also seeks to describe the preparedness level of schools in mitigating flood disasters in Ranah Pesisir Subdistrict. Parameters analyzed include elevation, slope, rainfall, soil type, land use, and river proximity.The results show that the majority of secondary schools analyzed are located in zones categorized as "Vulnerable" to "Highly Vulnerable" to flooding. Schools such as UPT SMP Negeri 3 Ranah Pesisir, MTSN 2 Pesisir Selatan, MAN 2 Pesisir Selatan, and MTS Bahrul 'Ulum Sungai Tunu fall into the "Highly Vulnerable" category due to their low elevation, close proximity to rivers, and inadequate drainage systems. The dominant contributing factors are low elevation, proximity to rivers, and poor drainage infrastructure. Mitigation recommendations include the construction of protective embankments, improvement of drainage systems, disaster preparedness education, and the development of School Flood Contingency Plans. These findings are expected to serve as a basis for policymaking in disaster risk reduction efforts within the education sector, particularly in strengthening school infrastructure standards in flood-prone areas, establishing mandatory school-based disaster contingency plans, enhancing coordination between schools and local disaster management agencies, integrating flood preparedness into the school curriculum, and prioritizing infrastructure investments such as drainage rehabilitation and protective embankment construction for high-risk schools
Analisis Ciri Visual Beras Menggunakan Arsitektur Deep Learning MobileNetV2 Wijayanto, Bayu; Pamungkas, Danar Putra; Kasih, Patmi
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 9 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/6fys1733

Abstract

Beras merupakan makanan pokok utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Kualitas beras, termasuk usia penyimpanannya, memengaruhi nilai gizi dan preferensi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan usia penyimpanan beras yaitu beras baru, sedang, dan lama berdasarkan citra visual butiran beras menggunakan metode deep learning dengan arsitektur MobileNetV2. Proses penelitian mengikuti pendekatan Waterfall yang meliputi tahapan pengumpulan sampel, pengambilan gambar, preprocessing, ekstraksi fitur, pelatihan model, dan evaluasi. Dataset terdiri dari 2.500 citra beras yang telah melalui proses deteksi tepi dan normalisasi untuk meningkatkan kualitas input model. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model mampu mengklasifikasikan usia beras dengan tingkat akurasi tinggi, mencapai hingga 99%. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi deep learning berbasis citra visual dapat menjadi solusi praktis dan efisien untuk membantu proses identifikasi kualitas beras secara otomatis. 
Inovasi Virtual Reality dalam Pendidikan Mitigasi Bencana: Kolaborasi dan Sinergi Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan Komunitas Sekolah di Wilayah Rawan Tsunami Wijayanto, Bayu; Ikhwan; Febriandi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.15922

Abstract

Nagari Ulakan di Kabupaten Padang Pariaman merupakan wilayah yang sangat rentan terhadap bahaya tsunami, namun Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan sekolah mitra masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi inovatif untuk kesiapsiagaan bencana. Program pengabdian kepada masyarakat ini mengatasi permasalahan rendahnya literasi teknologi, minimnya media edukasi kebencanaan berbasis digital, serta ketiadaan sarana simulasi interaktif dengan memperkenalkan teknologi geospasial, simulasi Virtual Reality (VR) untuk evakuasi tsunami, dan website forum kebencanaan. Pelaksanaan dilakukan melalui lima tahapan: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan. Pelatihan dan implementasi didukung perangkat VR serta asistensi teknis, sementara evaluasi melalui survei pre–post dan wawancara menunjukkan peningkatan signifikan dengan nilai rata-rata N-Gain 0,70 (kategori tinggi). Program ini terbukti meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra, menempatkan FPRB sebagai co-owner sekaligus fasilitator keberlanjutan, serta direkomendasikan untuk direplikasi pada wilayah rawan bencana lainnya.
PEMBUATAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS PROJECT DENGAN HYBRID LEARNING UNTUK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Sumarmi, Sumarmi; Wahyuningtyas, Neni; Putra, Alfyananda Kurnia; Mutia, Tuti; Wijayanto, Bayu
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PROJECT-BASED STUDENTS WORKSHEET TO ENHANCE STUDENTS'PANCASILA PROFILE IN HYBRID LEARNING The COVID-19 pandemic has had a changing impact on various aspects of life. One of them isthe aspect of education which so far tends to be carried out in a conventional classical manner,which must develop towards digitalization. Therefore, this article discusses community servicewith the aim of improving the skills of teachers in schools under the auspices of YPK East Javain making project-based worksheets with hybrid learning to strengthen the profile of Pancasilastudents. The method adopted is empowerment through training and mentoring for teachers inschools under the auspices of YPK East Java with three stages namely preparation,implementation and follow-up. Based on an analytical study, the results of community serviceactivities showed a positive impact on improving the skills of teachers in schools under theauspices of YPK East Java in making project-based worksheets with hybrid learning. Thus,teachers in schools have skills in implementing learning that is able to support strengthening theprofile of Pancasila students. Pandemi COVID-19 memberikan dampak perubahan pada berbagai aspek kehidupan. Salahsatunya yaitu aspek pendidikan yang selama ini cenderung dilaksanakan secara klasikalkonvensional harus berkembang ke arah digitalisasi. Oleh karena itu, artikel ini membahastentang pengabdian masyarakat dengan tujuan meningkatkan keterampilan guru-guru di sekolahyang ada di bawah naungan YPK Jatim dalam pembuatan LKPD berbasis project dengan hybridlearning untuk penguatan profil pelajar Pancasila. Metode yang ditempuh yaitu pemberdayaanmelalui pelatihan dan pendampingan pada guru-guru di sekolah yang ada di bawah naunganYPK Jatim dengan tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Berdasarkankajian analisis, hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan dampak positif padapeningkatan keterampilan guru di sekolah yang ada dibawah naungan YPK Jatim dalammembuat LKPD berbasis project dengan hybrid learning. Sehingga, guru di sekolah mempunyaiketrampilan dalam mengimplementasikan pembelajaran yang mampu mendukung penguatanprofil pelajar Pancasila.