Hery Wijayanto
Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Jl. Fauna No. 2 Karangmalang, Yogyakarata

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EVALUATION OF LAPAROTOMY SURGERY WOUND HEALING IN DOGS USING THERMOGRAPHIC ANALYSIS Wijayanti, Agustina Dwi; Purnomo, Agus; Wijayanto, Hery
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 17, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v17i1.29785

Abstract

This study aimed to develop the use of thermographic analysis to evaluate wound healing for laparotomy surgery in animals. The experiment used nine adult dogs 5 males and 4 females, bodyweight 5-10 kg) that had undergone the same general anesthesia and laparotomy procedures. Evaluation of wound healing was performed at 24, 48, and 72 hours after surgery and 7 days after operations using a digital thermal camera. During each thermographic evaluation period, blood samples were taken for analysis of total leukocytes and leukocyte differential. The results of thermal imaging were compared with the values of inflammatory cells and the clinical condition of wound healing. Comparison of thermographic analysis with inflammatory status was evaluated using the regression equation and showed a strong correlation coefficient (Y= -0.4847 + 40.14, R2= 0.867), that is, the higher the temperature, the lower the inflammation. The conclusion of study is that thermographic analysis can be used to evaluate wound healing of laparotomy surgery in dogs.
The Effect of Caffeine Treatment during Organogenesis Period on the Birth Weight of the Rat Fetuses (Rattus norvegicus) Wijayanto, Hery; Pangestiningsih, Tri Wahyu; Rahmi, Erdiansyah
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 1, No 2 (2007): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v1i2.3123

Abstract

The study was conducted to investigate the effects of caffeine treatment during organogenesis period to the fetal birth weight, using rat (Rattus norvegicus) as the animal model. Thirty-six primipararat obtained from Unit Pengembangan Hewan Percobaan, Gadjah Mada University (UPHP-GMU), 3 month old, 165-200 g body weight, were divided into 6 groups, consisted of 6 rats each. Six of the ratshave been selected based on the estrous cycles, and only rat with regular estrous were use for theexperiment. The rat then were mated, and during day 6-14 of the pregnancies were treated orally withcaffeine diluted in aquadest in dosage: placebo (1 cc aquadest) for group I (control), and 5.4, 10.8, 16.2,21.6, and 27 g/200 g body weight/day for treatment groups II-VI respectively. The pregnant rat bodyweights were determined at day 6 of pregnancies for calculating the caffeine treatment dosages. At day 20thof the pregnancies all of the pregnant rats were caesarotomized, and all of the fetuses were removed and weighed. The results showed that all of the treatment groups have significantly lower birth weightcompare to the groups control group. More over, fetal obtained from the treatment groups also showedserious subcutaneous hemorrhagic.Keywords: organogenesis, Rattus norvegicus, birth weight
KAJIAN DIVERSITI GENETIKA Tarsius sp. ASAL INDONESIA MENURUT URUTAN GEN NADH DEHIDROGENASE SUBUNIT 4 (ND4) H, Herrialfian; Widayanti, Rini; Wijayanto, Hery; J, Jalaluddin
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 1 (2014): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v8i1.1268

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji keragaman genetik gen penyandi ND4 pada Tarsius bancanus, T. b. borneanus, T. dianae dan T. spectrum dan untuk penegakan taksonominya. Deoxyribonucleic acid (DNA) diisolasi dari biopsi jaringan masing-masing spesies Tarsius dengan cara diekstraksi untuk digunakan sebagai DNA cetakan dalam proses amplifikasi dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Primer yang digunakan dalam penelitian ini didesain untuk mengamplifikasi gen ND4 dan dilanjutkan dengan elektroforesis. Produk PCR hasil amplifikasi yang telah dimurnikan, selanjutnya dipergunakan sebagai DNA cetakan untuk reaksi penentuan runutan nukleotida. Runutan nukleotida gen ND4 hasil pengurutan dilakukan penjajaran berganda dengan primata lain yang diambil dari Genbank menggunakan Clustal W. Selain berdasarkan runutan nukleotida, gen ND4 dianalisis berdasarkan runutan asam amino dari basa-basa yang diterjemahkan mengikuti vertebrate mitochondrial translation code yang ada pada program MEGA versi 4.1. Konstruksi pohon filogenetika menggunakan metode neighbor joining. Hasil penelitian menunjukkan dari 1378 nukleotida ditemukan 119 situs yang bersifat beragam. Jarak genetika berdasarkan nukleotida gen ND4 yang dihitung menggunakan model dua parameter Kimura, terdapat nilai paling kecil 0,6%, nilai terbesar 13%, dan nilai rata-rata sebesar 6,1%. Filogram berdasarkan hasil runutan nukleotida gen ND4 yang menggunakan metode neighbor joining, dapat mengidentifikasi dan membedakan percabangan antar spesies Tarsius.
KAJIAN DIVERSITI GENETIKA Tarsius sp. ASAL INDONESIA MENURUT URUTAN GEN NADH DEHIDROGENASE SUBUNIT 4 (ND4) H, Herrialfian; Widayanti, Rini; Wijayanto, Hery; J, Jalaluddin
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 1 (2014): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v8i1.1247

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji keragaman genetik gen penyandi ND4 pada Tarsius bancanus, T. b. borneanus, T. dianae dan T. spectrum dan untuk penegakan taksonominya. Deoxyribonucleic acid (DNA) diisolasi dari biopsi jaringan masing-masing spesies Tarsius dengan cara diekstraksi untuk digunakan sebagai DNA cetakan dalam proses amplifikasi dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Primer yang digunakan dalam penelitian ini didesain untuk mengamplifikasi gen ND4 dan dilanjutkan dengan elektroforesis. Produk PCR hasil amplifikasi yang telah dimurnikan, selanjutnya dipergunakan sebagai DNA cetakan untuk reaksi penentuan runutan nukleotida. Runutan nukleotida gen ND4 hasil pengurutan dilakukan penjajaran berganda dengan primata lain yang diambil dari Genbank menggunakan Clustal W. Selain berdasarkan runutan nukleotida, gen ND4 dianalisis berdasarkan runutan asam amino dari basa-basa yang diterjemahkan mengikuti vertebrate mitochondrial translation code yang ada pada program MEGA versi 4.1. Konstruksi pohon filogenetika menggunakan metode neighbor joining. Hasil penelitian menunjukkan dari 1378 nukleotida ditemukan 119 situs yang bersifat beragam. Jarak genetika berdasarkan nukleotida gen ND4 yang dihitung menggunakan model dua parameter Kimura, terdapat nilai paling kecil 0,6%, nilai terbesar 13%, dan nilai rata-rata sebesar 6,1%. Filogram berdasarkan hasil runutan nukleotida gen ND4 yang menggunakan metode neighbor joining, dapat mengidentifikasi dan membedakan percabangan antar spesies Tarsius.