Camila Fatah Suroyya
Sekolah Tinggi Islam Kendal, Indonesia

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

STRATEGI PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR’AN DI MADRASAH DINIYAH ROUDLOTUL THOLIBIN DESA PUCUKSARI KECAMATAN WELERI KABUPATEN KENDAL Arina Sofa Dlofirotulmila; Suroyya, Camila Fatah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: DIMASTIKA
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/jpkm.v2i2.176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peranan Strategi Pembelajaran Baca Tulis Al-Quran dimadrasah Diniyah , mendeskripsikan tentang bagaimana pembelajaran Baca Tulis Al-Quran di Madrasah diniyah, bagaimana Strategi Pembelajaran Baca Tulis Al-Quran di Madrasah Diniyah, dan apa saja faktor pendukung dan penghambat pembelajaran Baca Tulis Al-Quran. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik studi pustaka. Dengan tujuan untuk mencapai tujuan pendidikan Islam sebagai manusia yang memiliki iman dan takwa serta akhlak mulia dan membentuk cinta Al-Qur’an. Teknik pengumpulan data ini menggunakan a) wawancara, b) observasi, c) dokumentasi. Hasil menunjukan bahwa strategi pembelajaran Baca Tulis Al-Quran yang diterapkan dalam madrasah diniyah Roudlotul Tholibin bagaimana pembelajaran Baca Tulis Al-Quran di Madrasah Diniyah Roudlotul Tholbin Ada petunjuk yang dapat membantu kemampuan santri, Tingkat kefasihan siswa dalam membaca dan menulis ayat al-Qur’an, Sering diajaknya komunikasih/sesitanya jawab, Diberikan bimbingan/pengajaran oleh ustad, Penilaian hasil pekerjaan santri baik dengan tes lisan maupun tertulis atau cara lainya.
STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES SEBAGAI UPAYA PEMECAHAN MASALAH BELAJAR Camila Fatah Suroyya; Nehru Millat
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 2 No 2 (2022): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v2i2.67

Abstract

Tulisan ini berusaha menjelaskan tentang penerapan strategi pembelajaran berbasis multiple intelligences dalam mata pelajaran pendidikan agama Islam. Tulisan in merupakan hasil dari penelitian kualitatif yang dengan fokus penelitian kepustakaan atau library research. Sumber data yang digunakan adalah data-data hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan pembelajaran berbasis multiple intelligences. Metode analisis deskriptif kualitatif digunakan sebagai pisau analisis tulisan ini. Hasil dari analisis tersebut adalah Multiple intelligences atau kecerdasan majemuk merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menciptakan, menjawab atau menyelesaikan suatu masalah baru. Setiap peserta didik mempunyai kecerdasan dengan kemampuan yang berbeda-beda. Peserta didik mempunyai cita-cita dan tentunya cita-cita setiap anak berbeda satu dengan yang lainnya. Oleh sebab itu setiap peserta didik mempunyai keunikan tersendiri dalam kecerdasan dan pola berpikirnya. Peserta didik akan lebih mudah menguasai suatu bidang jika memang dia berbakat dalam bidang itu. Begitu juga dengan keterampilan yang dimiliki setiap anak, akan berbeda Jadi, pada dasarnya peserta didik mempunyai keahlian dan kecerdasan dalam bidangnya masing-masing. Dengan menggunakan metode yang sesuai dalam sebuah aktivitas pembelajaran. Maka akan tercipta proses dan hasil pembelajaran yang yang dimiliki setiap peserta didik. Key Word : Multiple Intelligence, Strategies
MEDIA BENDA NYATA DALAM PEMBELAJARAN PAI: UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN PRAKTIK IBADAH PESERTA DIDIK Rifqil Muslim; Dini Anjani; Camila Fatah Suroyya
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v2i2.358

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya memahami ajaran agama secara konseptual, tetapi juga mampu menginternalisasi dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, realitas pembelajaran PAI di sekolah masih menunjukkan kecenderungan verbalistik dan berorientasi pada aspek kognitif semata, sehingga pemahaman praktik ibadah peserta didik belum berkembang secara optimal. Kondisi ini menuntut adanya inovasi dalam penggunaan media pembelajaran yang mampu menghubungkan konsep ibadah dengan pengalaman nyata peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan karakteristik media benda nyata, mengkaji perannya dalam meningkatkan pemahaman praktik ibadah peserta didik, serta mengkaji implikasi pemanfaatannya terhadap pelaksanaan pembelajaran PAI yang efektif dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menelaah berbagai sumber pustaka berupa buku teks, artikel jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media benda nyata memiliki kemampuan untuk mengkonkretkan konsep-konsep ibadah yang bersifat abstrak menjadi pengalaman belajar yang lebih nyata dan bermakna. Pemanfaatan media ini terbukti dapat meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik, memperkuat pemahaman praktik ibadah secara menyeluruh pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta membantu peserta didik mengaitkan materi ibadah dengan konteks kehidupan sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian media pembelajaran PAI serta rekomendasi praktis bagi pendidik dalam merancang pembelajaran praktik ibadah yang lebih aplikatif dan bermakna.
STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES SEBAGAI UPAYA PEMECAHAN MASALAH BELAJAR Camila Fatah Suroyya; Nehru Millat
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 2 No 2 (2022): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v2i2.67

Abstract

Tulisan ini berusaha menjelaskan tentang penerapan strategi pembelajaran berbasis multiple intelligences dalam mata pelajaran pendidikan agama Islam. Tulisan in merupakan hasil dari penelitian kualitatif yang dengan fokus penelitian kepustakaan atau library research. Sumber data yang digunakan adalah data-data hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan pembelajaran berbasis multiple intelligences. Metode analisis deskriptif kualitatif digunakan sebagai pisau analisis tulisan ini. Hasil dari analisis tersebut adalah Multiple intelligences atau kecerdasan majemuk merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menciptakan, menjawab atau menyelesaikan suatu masalah baru. Setiap peserta didik mempunyai kecerdasan dengan kemampuan yang berbeda-beda. Peserta didik mempunyai cita-cita dan tentunya cita-cita setiap anak berbeda satu dengan yang lainnya. Oleh sebab itu setiap peserta didik mempunyai keunikan tersendiri dalam kecerdasan dan pola berpikirnya. Peserta didik akan lebih mudah menguasai suatu bidang jika memang dia berbakat dalam bidang itu. Begitu juga dengan keterampilan yang dimiliki setiap anak, akan berbeda Jadi, pada dasarnya peserta didik mempunyai keahlian dan kecerdasan dalam bidangnya masing-masing. Dengan menggunakan metode yang sesuai dalam sebuah aktivitas pembelajaran. Maka akan tercipta proses dan hasil pembelajaran yang yang dimiliki setiap peserta didik. Key Word : Multiple Intelligence, Strategies
MEDIA BENDA NYATA DALAM PEMBELAJARAN PAI: UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN PRAKTIK IBADAH PESERTA DIDIK Rifqil Muslim; Dini Anjani; Camila Fatah Suroyya
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v2i2.358

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya memahami ajaran agama secara konseptual, tetapi juga mampu menginternalisasi dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, realitas pembelajaran PAI di sekolah masih menunjukkan kecenderungan verbalistik dan berorientasi pada aspek kognitif semata, sehingga pemahaman praktik ibadah peserta didik belum berkembang secara optimal. Kondisi ini menuntut adanya inovasi dalam penggunaan media pembelajaran yang mampu menghubungkan konsep ibadah dengan pengalaman nyata peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan karakteristik media benda nyata, mengkaji perannya dalam meningkatkan pemahaman praktik ibadah peserta didik, serta mengkaji implikasi pemanfaatannya terhadap pelaksanaan pembelajaran PAI yang efektif dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menelaah berbagai sumber pustaka berupa buku teks, artikel jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media benda nyata memiliki kemampuan untuk mengkonkretkan konsep-konsep ibadah yang bersifat abstrak menjadi pengalaman belajar yang lebih nyata dan bermakna. Pemanfaatan media ini terbukti dapat meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik, memperkuat pemahaman praktik ibadah secara menyeluruh pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta membantu peserta didik mengaitkan materi ibadah dengan konteks kehidupan sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian media pembelajaran PAI serta rekomendasi praktis bagi pendidik dalam merancang pembelajaran praktik ibadah yang lebih aplikatif dan bermakna.
Pengembangan Literasi Al-Quran Untuk Penguatan Karakter Perguruan Tinggi Islam Ruswan Ruswan; Nadhifah Nadhifah; Camila Fatah Suroyya
Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswaaan Vol. 5 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LP3M IAI Al Urwatul Wutsqo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/irsyaduna.v5i3.2838

Abstract

Islamic higher education institutions are established not merely as centers for the development of knowledge, but more importantly as institutions aimed at producing young Muslim generations who are committed to practicing Islamic teachings and values. Therefore, the Islamic character of higher education institutions must be strengthened through various strategic efforts, including curriculum development, educational facilities, and institutional reinforcement. This article examines the efforts of Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) and Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) in strengthening their Islamic character through the development of Qur’anic literacy. Research data were collected through interviews, documentation, and observations. The findings indicate that the development of Qur’anic literacy has become one of the key strategies for reinforcing the Islamic character of UNISSULA and UNIMUS. This initiative is implemented alongside other measures, such as the formulation of institutional vision, mission, and objectives that explicitly affirm the Islamic identity of both universities, as well as the establishment of specialized institutions tasked with enhancing students’ Islamic knowledge and fostering an Islamic campus culture. The findings indicate that the enhancement of Qur’anic literacy significantly contributes to the improvement of students’ reading and writing skills, comprehension, and internalization of Qur’anic values in their daily lives. Clear institutional structures, adequate resource support, and the integration of academic and religious activities are key factors in the success of these programs. These findings can serve as a reference for other Islamic higher education institutions in designing adaptive and comprehensive Qur’anic literacy programs capable of shaping consistent Islamic character across all dimensions of campus life
A Critical Study of Misbah Musthofa’s Views on Social Life in Tafsir Al-Iklil Fi Ma'ani Al-Tanzil Nehru Millat Ahmad; Saicul Anam; Camila Fatah Suroyya; Hithna Rohadatul Aisyi
Jurnal Ushuluddin Vol. 34 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jqsz3g52

Abstract

This study examines the construction of contextual Qur’anic interpretation in Tafsir al-Iklīl fī Ma‘ānī al-Tanzīl by Misbah Musthofa, focusing on the relationship between the Qur’anic text and the socio-religious realities of Indonesian Muslim society. The study is motivated by the dominance of textual exegetical approaches that insufficiently address contemporary social complexity. The aim is to analyze patterns of contextualization in interpreting Qur’anic verses related to family planning, usury-based banking, Qur’anic recitation competitions (MTQ), and the tahlilan tradition. This research employs a qualitative library-based method with a hermeneutic-contextual approach, socio-historical analysis, and Critical Discourse Analysis. Data are examined through textual identification, contextual mapping, and discursive interpretation. The findings reveal that Misbah Musthofa constructs a dialectical relationship between Qur’anic norms and social reality through ethical emphases such as sincerity, moral responsibility, and social critique. The study concludes that Tafsir al-Iklīl represents a contextual exegetical model contributing to the development of Nusantara Qur’anic hermeneutics.
Holistic qur’anic pedagogy: an alternative paradigm for islamic education amid global crises Mahrus; Ahmad Munadirin; Achmad yusuf; Camila Fatah Suroyya; Mohamad Ardin Suwandi
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 Desember (2025): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v7i2.1114

Abstract

This research seeks to realign Islamic education with transcendental values in the midst of the rapid flow of globalization, digitalization, and the deepening moral crisis of the younger generation. This study offers a holistic framework of Qur’anic pedagogy by integrating the epistemological, methodological, and ethical dimensions excavated from Surah al-’Alaq and Surah Luqman. Using a qualitative research design based on literature study and content analysis, Qur’anic verses are examined through linguistic and contextual studies, then associated with contemporary educational challenges. The analysis of Surah al-’Alaq emphasizes the importance of transcendental literacy as the foundation of epistemology, the role of habituation and repetition as a means of internalizing values, and the adaptation of learning media in response to technological developments. Meanwhile, Surah Luqman provides an ethical and dialogical framework that emphasizes monotheism, gratitude, persuasive communication, and overall character building. The integration of these two surahs gave birth to a Qur’anic pedagogical model that combines cognitive, moral, spiritual, and social dimensions, so that education is able to develop intellectual capacity while fostering ethical and spiritual awareness. Practically, this framework is the basis for designing a curriculum based on unity of knowledge, dialogical and experiential learning strategies, and the ethical use of digital technology to strengthen students’ critical literacy, media skills, and moral resilience. By placing Qur’anic pedagogy in the discourse of education in the 21st century, this research contributes theoretically by expanding the study of Islamic pedagogy from normative descriptions to methodological frameworks, as well as practically offering a model that can be adopted by Islamic educational institutions to produce intelligent, moral, and transcendental consciousness generations.
Tantangan dan Strategi Pendidikan Agama Islam dalam Merespons Perkembangan Artificial Intelligence Suryani; Hadi, Syaiful; Suroyya, Camila Fatah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44335

Abstract

The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has brought significant changes to the scope of Islamic Religious Education. This study aims to analyze the challenges and opportunities faced by Islamic Religious Education (PAI) amidst the widespread use of artificial intelligence by students. The research method used is library research with a qualitative-descriptive approach. Data were collected through documentation of scientific literature, books, and related journal articles. The results show that the development of AI presents challenges in the form of a crisis of religious authority, the risk of shallowing of religious understanding due to the loss of scientific chains of evidence, and threats to students' academic integrity. However, this technology also offers significant opportunities in personalized learning and accelerating Islamic digital literacy. This study concludes that Islamic Religious Education (PAI) must transform the role of teachers from instructors to spiritual mentors and reconstruct the curriculum to emphasize the values of religious humanism and tabayyun literacy. The synergy between technological advancements and moral strength is the main key to maintaining the relevance of Islamic education in the future without losing its spiritual essence.