Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN KERAJINAN ECOPRINT SEBAGAI POTENSI PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA DI MTS DDI SALUMBIA Fahrani Al Mahdali; Ikbal Ikbal; Fiansi Fiansi
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i2.1299

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan potensi kreativitas siswa melalui pelatihan pembuatan kerajinan ecoprint di MTs DDI Salumbia, meningkatkan keterampilan hidup (life skills), serta menumbuhkan kesadaran lingkungan berbasis pemanfaatan bahan alam ramah lingkungan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pembelajaran keterampilan praktis yang mengintegrasikan unsur seni, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan di tingkat madrasah. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peserta kegiatan terdiri atas siswa kelas VIII yang dipilih berdasarkan minat dan ketertarikan terhadap bidang kerajinan tangan. Pelatihan dilaksanakan melalui tahapan pengenalan konsep ecoprint, pemilihan dan pengolahan bahan alam, proses pencetakan motif, hingga evaluasi hasil karya. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa siswa mampu mengolah bahan-bahan alam seperti daun dan bunga menjadi karya ecoprint yang memiliki nilai estetika dan fungsional. Selain itu, kegiatan ini terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, keterampilan motorik halus, kerja sama, serta kesadaran siswa terhadap pentingnya pelestarian lingkungan. Pelatihan ecoprint juga berperan sebagai media pembelajaran berbasis keterampilan hidup (life skills) dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kegiatan kewirausahaan sekolah. Dengan demikian, program ini dapat menjadi alternatif edukatif yang inovatif dalam membentuk karakter siswa madrasah yang kreatif, produktif, dan berwawasan lingkungan.
LOCATING THE SCAFFOLD: WHERE VISUAL SEQUENCING ACTS ON ADOLESCENT POETRY WRITING A Two-Cycle Classroom Action Research Test Of The Pre-Writing Offloading Account Yolpi Wukungsenggo; Ikbal Ikbal; Pernandi M. Pasinggo
Tolis Ilmiah : Jurnal Penelitian Vol 8 No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/tolis.v8i1.1715

Abstract

Poetry concentrates compositional demand in the pre-writing stage, where imagery, mood, and diction must be generated before a single line is committed. This study asks not whether the Picture and Picture cooperative model raises poetry-writing attainment but where in the composing process it acts. Drawing on capacity and generative-learning accounts, it advances an offloading hypothesis: arranging an ordered image sequence externalises the generating and organising sub-processes of planning, freeing verbal working memory for translation and review. Two action research cycles were conducted with an intact Grade X class of 21 students in Tolitoli, Central Sulawesi. The design isolates the mechanism by holding every procedural element constant across cycles except the sequencing and justification step, extended in Cycle II. Attainment against the school criterion of 75 rose from 28.6% at baseline to 71.4% in Cycle I and 90.5% in Cycle II, and the class mean rose from 70.5 to 80.5 between cycles, T = 186.0, p < .001, dz = 1.22. Two findings bear on mechanism rather than magnitude. Learners furthest below the criterion gained more than twice as much as those already above it (17.5 versus 7.0 points, U = 74.0, p = .023), the pattern predicted if the scaffold relieves a generative bottleneck rather than adding motivation. The Cycle I distribution was also discontinuous, with no scores across a ten-point interval below the criterion, consistent with a threshold effect. The study repositions visual sequencing as a targeted pre-writing scaffold and specifies the evidence a mechanism claim in this literature must meet.
GERAKAN LITERASI DIGITAL DI SEKOLAH DASAR KELAS IV, V DAN VI Risaldi Nahar; Bella Puspita; Ikbal Ikbal; Saugadi Saugadi
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 4 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i4.1333

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan literasi digital bagi siswa sekolah dasar sebagai upaya mempersiapkan generasi yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan produktif. Literasi digital menjadi salah satu kompetensi penting di era teknologi informasi, karena perkembangan perangkat dan media digital memberikan peluang sekaligus tantangan bagi anak dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. Permasalahan yang dihadapi adalah masih terbatasnya pemahaman siswa mengenai penggunaan media digital secara tepat, etika berinternet, keamanan data pribadi, serta pemanfaatan teknologi sebagai sarana pembelajaran. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, praktik langsung penggunaan media digital, serta pendampingan dalam pembuatan konten sederhana yang mendukung proses pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memiliki antusiasme yang tinggi selama mengikuti rangkaian kegiatan dan menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara positif. Siswa juga mulai mampu mengenali pentingnya menjaga data pribadi, menerapkan etika dalam berinteraksi di ruang digital, serta memanfaatkan media digital untuk mendukung kegiatan belajar. Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap penguatan keterampilan abad ke-21, khususnya kemampuan menggunakan teknologi secara kritis, kreatif, aman, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, gerakan literasi digital melalui kegiatan pengabdian ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya penggunaan teknologi yang sehat di lingkungan sekolah dasar. Keberlanjutan program melalui pendampingan guru, orang tua, dan siswa diharapkan dapat memperkuat penerapan literasi digital dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.