Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Peran Komunikasi Ibu Muslimah Pada Kegiatan Belajar di Rumah Anak di Masa Pandemi Covid-19 Darwis Sagita; Burhanudin Mujtaba; Rahmi Winangsih
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 1 Issue 1 Juni 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.684 KB) | DOI: 10.31506/komunitas:jpkm.v1i1.11674

Abstract

Abstrak Peran Komunikasi orang tua dalam berinteraksi dengan keluarga menjadi sangat penting, karena pada dasarnya komunikasi merupakan hal sangat penting bagi pembentukan dan pengembangan pribadi seorang individu dalam melakukan kontak sosial. Pendekatan komunikasi menjadi hal penting dalam menjaga interaksi dengan anak. Proses belajar melalui adaptasi dan interaksi dapat membentuk konsep diri seseorang dipengaruhi lingkungannya. Komunikasi Ibu muslimah pada anak, dalam prosesnya sedang dihadapkan pada sebuah tantangan besar. Ketika masyarakat dunia sedang berusaha bertahan melawan wabah penyakit berupa virus bernama Corona (belakangan disebut COVID-19). Salah satu dampaknya pada dunia pendidikan harus mengambil kebijakan belajar di rumah. Konsep belajar di rumah pada umumnya dilakukan sekolah dengan cara belajar melalui fasilitas daring. Dengan kondisi seperti ini tentu peran orang tua sangat berarti dalam pendidikan anak di masa belajar di rumah. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim Pengabdian Pada Masyarakat UNTIRTA ikut aktif memberikan solusi terkait peran komunikasi ibu sebagai Ibu muslimah dalam kegiatan Belajar di Rumah selama masa pandemi COVID-19. Dengan membuat target kegiatan (1) Membantu menciptakan ketentraman, dan kenyamanan dengan memberi pemahaman tentang urgensinya peran Ibu Muslimah pada kegiatan Belajar di Rumah. (2) Meningkatkan keterampilan berpikir, membaca dan menulis atau keterampilan lain dibutuhkan Ibu Muslimah pada kegiatan Belajar di Rumah. Metode penyampaian melalui teknik penyampaian materi tentang model komunikasi efektif dengan pesan keagamaan dan Focus Group Discussion (FGD). Selain peran tim pengusul sebagai pemateri ahli dari aspek komunikasi efektif, kedua sesi ini juga akan melibatkan pakar keagamaan Islam yaitu seorang Ustadz, demi memberi rujukan dalil-dalil keagamaan.Kata kunci : Ibu Muslimah, Komunikasi orang tua, pandemi Covid-19, belajar daring  Abstract The role of parental communication in interacting with the family is very important, because basically communication is very important for the formation and personal development of an individual in making social contacts. The communication approach is important in maintaining interaction with children. The learning process through adaptation and interaction can form a person's self-concept influenced by his environment. The communication of Muslim mothers to their children is in the process of being faced with a big challenge. When the world community is trying to defend against an outbreak of a disease in the form of a virus called Corona (later called COVID-19). One of the impacts on the world of education must take a policy of studying at home. The concept of learning at home is generally carried out by schools by learning through online facilities. With conditions like this, of course, the role of parents is very meaningful in the education of children while studying at home. Based on these problems, the UNTIRTA Community Service team actively participated in providing solutions regarding the role of mother communication as Muslim mothers in Studying at Home activities during the COVID-19 pandemic. By setting activity targets (1) Help create peace and comfort by providing an understanding of the urgency of the role of Muslim women in Home Study activities. (2) Improving thinking skills, reading and writing or other skills needed by Muslim women in Home Study activities. The method of delivery is through the technique of delivering material on effective communication models with religious messages and Focus Group Discussions (FGD). In addition to the role of the proposing team as expert speakers from the aspect of effective communication, these two sessions will also involve an Islamic religious expert, namely a Ustadz, in order to provide references to religious arguments. Keywords: Muslim women, parental communication, Covid-19 pandemic, online learning
OPTIMALISASI PERAN IBU MENGADOPSI PROGRAM PHBS MENERAPKAN JAMBAN SEHAT KELUARGA DI LINGKUNGAN MASYARAKAT KOTA SERANG Rahmi Winangsih
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 2 (2013): LONTAR JURNAL ILMU KOMUNIKASI
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.533 KB) | DOI: 10.30656/lontar.v2i2.345

Abstract

Model penerapan kebijakan pemerintah untuk mengubah perilaku masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat menggunakan jamban sehat keluarga, seperti yang dilaksanakan petugas Puskesmas, antara lain membuat arisan MCK yang bertujuan agar setiap kepala keluarga mempunyai sarana MCK, sehingga tidak lagi membuang kotoran sembarangan. Program ini tidak berhasil secara optimal, karena masyarakat tidak mau berubah secara optimal untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.  Oleh karena itu, peran Ibu sebagai madrasah keluarga, dekat dengan anak-anak sebagai generasi selanjutnya, dianggap sebagai pembaharu dunia dalam membentuk karakter berkualitas tidak bisa dianggap sepele. Keberadaannya sangat diperlukan terutama dalam mengubah perilaku mendasar, seperti membangkitkan kesadaran berperilaku hidup bersih dan sehat menekankan penerapan program jamban sehat.  Komunikasi seorang Ibu sebagai sosok wanita yang mampu berbicara lebih sopan, penuh tata krama, cerminan kasih sayang, lemah lembut tutur katanya, dan terperinci/detail, akan mudah melakukan perubahan perilaku anak mendasar, bahkan Ibu dijadikan sebagai sosok peletak dasar jiwa dan perilaku anak, sebagai titik awal perubahan sikap dan perilaku masyarakat Kota Serang.
Concept of Environmental Communications in the Environmental Rewards Mechanism to Build Harmonic Relations Between the Hulu – Hilir Communities in the Cidanau Watershed Rahmi Winangsih; Rahmi Mulyasih; Rethorika Berthanila; F Fuqoha; M Marthalena; Indrianti Azhar Firdausi
Indonesian Journal of Social Science Research Vol 3 No 1 (2022): Indonesian Journal of Social Science Research (IJSSR)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ijssr.03.01.07

Abstract

Environmental communication is indispensable for human development at this time, this cannot be separated from the declining quality and quantity of natural resources in the community. Therefore, the mechanism for rewarding environmental services is a new system that can support the preservation of the environment because the reward for environmental services will form cooperation between the upstream community as a group that maintains and preserves the environment so that the environmental ecosystem is maintained with downstream communities who enjoy natural resources that are protected by the community. upstream. The purpose of this research is to focus more on how FKDC can implement environmental communication so that communication between upstream and downstream communities can be harmoniously established. The results of the research show that the environmental communication implemented by FKDC is running optimally, this can be seen from the environmental service mechanism process that has been running for ten years
Komunikasi Kelompok Penyanyi Jalanan Rangkasbitung Ahmad Wildan Maulana; Nia Kania Kurniawati; Rahmi Winangsih
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 4 Issue 1, April 2022
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jsc.v4i1.14950

Abstract

Anak jalanan sering dianggap oleh berbagai pihak sebagai limbah masyarakat, sehingga tidak jarang eksploitasi anak menjadi faktor menjadi ladang bisnis. Di Kabupaten Lebak, ada kelompok sosial bernama Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) yang berada di Rangkasbitung-Kota Lebak. Kelompok ini adalah kelompok sosial yang lahir dari kumpulan anak jalanan dan seniman yang berada di jalanan. Dilahirkan hidup sebagai anak jalanan adalah pilihan bagi mereka untuk mengubah nasib mereka menjadi lebih baik. Kerasnya kehidupan di jalanan sudah biasa mereka lakukan sejak di jalanan. Sebagai kelompok sosial yang ingin menyebarkan manfaat kepada masyarakat dan berpartisipasi aktif dalam memajukan Kabupaten Lebak, terbukti dengan kontribusinya kepada masyarakat melalui kegiatan dan aksi nyata. Kehadiran KPJ Rangkasbitung merupakan bukti kontribusi nyata bagi Kabupaten Lebak dalam upaya pembangunan sosial Kabupaten Lebak.  Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial oleh Peter L.  Berger dan Thomas Luckman dan model pengembangan masyarakat dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pembangunan sosial anak jalanan dapat dilakukan dengan komunikasi kelompok dengan tujuan kesetaraan, partisipatif, mandiri, dan berkelanjutan.
KOMUNIKASI EMPATI DALAM BUDAYA PRANK DI KALANGAN REMAJA Rahmi Winangsih; Rahmi Mulyasih; Martalena Martalena
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 3 Issue 2, Oktober 2021
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.793 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v3i2.12832

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi saat ini mengalami perkembangan hingga pada akhirnya kehidupan masyarakat pun mengalami perkembangan kearah masyarakat informasi. Namun perkembangan itu tidak diiringi dengan penggunaan teknologi komunikasi secara bijaksana, contohnya seperti penggunaan YouTube dengan konten-konten Prank didalamnya. Prank menjadi salah satu konten yang dapat mengakibatkan krisis moral bagi para remaja kita, karena didalam konten ini dipertontonkan kesenangan dalam mengerjai orang lain yang dapat berakibat pada kerugian pada korban prank. Komunikasi empati menjadi dasar ketika para pelaku prank akan membuat konten prank, karena bagaimana pun ketika sisi empati lebih dikedepankan oleh para pelaku prank maka dapat menimbulkan perasaan untuk menahan kesenangan yang dapat merugikan orang lain ini dengan sesuatu yang lebih bermartabat dan bermanfaat
Strategi Komunikasi Dinas Kesehatan Kota Serang Mengenai Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Rahmi Winangsih; Hairun Nisa
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 1 Issue 1, April 2019
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.072 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v1i1.7765

Abstract

Dissemination of information about the Healthy Living Community Movement needs to be done thoroughly, bearing in mind that the number of people with non-communicable diseases has increased significantly from year to year. The right communication strategy needs to be done by Serang City Health Office. Therefore through the Sign Flow Model "?" from Assifi and French, outlining audience determination, setting goals, effective and efficient communication messages, determining media for disseminating information used, evaluating communication activities carried out, and describing supporting and inhibiting factors in socializing the GERMAS Program. The research approach to find the depth of the study uses qualitative methods with constructivist paradigms, able to explore data and information precisely and accurately as a scientific approach. The results showed that the success of the GERMAS program must be massive and supported by all levels of society. Cooperation between the government and the community is a strategic way, so that among them work hard and work hand in hand to make changes, the community has an awareness of a clean and healthy lifestyle. Penyebaran informasi tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat perlu dilakukan secara menyeluruh,mengingat penderita penyakit tidak menular dari tahun ke tahun jumlah meningkat secara signifikan. Strategi komunikasi yang tepat perlu dilakukan Dinas Kesehatan Kota Serang. Oleh karena itu melalui Model Alur Tanda “?” dari Assifi and French, menguraikan penentuan audien, menyusun tujuan, pesan komunikasi yang efektif dan efisien, menentukan media penyebaran informasi yang digunakan, evaluasi kegiatan komunikasi yang dilakukan, serta menjabarkan factor pendukung dan penghambat dalam menyosialisasikan Program GERMAS. Pendekatan penelitian untuk mencari kedalaman kajian menggunakan metode kualitatif dengan paradigm konstruktivism, mampu menggali data dan informasi secara tepat dan akurat sebagai langkah pendekatan ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program GERMAS harus dusung secara massif dan didukung oleh semua lapisan masyarakat. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat merupakan cara yang strategis, sehingga diantaranya bekerja keras dan bahu membahu melakukan perubahan masyarakat memiliki kesadaran berpola pikir hidup bersih dan sehat.
Membangun Kemandirian Pangan Melalui Manajemen Komunikasi Pemasaran Sate Bandeng Sebagai Produk Unggulan Kota Serang Rahmi Winangsih; Nurprapti Wahyu Widyastuti; Yeni Widyastuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 5, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v5i1.2268

Abstract

Kuliner sate bandeng memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas pasar. Kuliner ini awalnya hanya dapat dikemas dalam bentuk kemasan dus yang hanya bertahan selama 2-3 hari saja. Namun saat ini, sate bandeng dapat dikemas untuk jangka waktu yang lebih lama, yakni 10 bulan dengan kemasan foil melalui proses penggunaan mesin vacum. Dengan adanya metode pengemasan ini, sate bandeng memiliki potensi yang lebih luas sebagai komoditas pasar sebagai oleh-oleh karena lebih tahan lama. Kota Serang dapat mengembangkan kuliner yang satu ini karena memiliki potensi pasar, daya jual beli, dan komoditas pasar lebih luas sebagai oleh-oleh. Pelaku UKM sate bandeng akan diberikan pengetahuan mengenai branding. Pengetahuan dan pendidikan mulai dari kemasan produk, sampai pada cara memasarkan produk, baik yang konvensional maupun yang online. Sesuai dengan perkembangan ilmu komunikasi pemasaran, saat ini media sosial, Media sosial mampu memberikan solusi bagi permasalahan tingginya biaya pemasaran Peningkatan kualitas dan kuantitas produk sate bandeng yang tetap terjaga, selain dapat dilakukan melalui berbagai pelatihan dan pendampingan, juga publikasi yang cukup untuk membantu perluasan pasar. Promosi seefisien mungkin, dengan biaya promosi yang tidak mahal namun mampu menyentuh pasar dengan jumlah yang tak terhingga banyaknya. Era sekarang cara ini sudah menjadi model komunikasi pemasaran yang banyak digunakan penguasaha, murah dan menguntungkan. Oleh karena itu, metode komunikasi pemasaran digital atau online perlu menjadi pendekatan yang dapat diaplikasikan oleh para pengusaha, dengan catatan tetap menjamin kualitas dan kuantitas produk, agar konsumen tidak kecewa.
MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK USAHA MIKRO MELALUI DESAIN KEMASAN KELOMPOK USAHA PRODUSEN DAN RETAILER MAKANAN “KUE SUBUH” Nurprapti Wahyu Widyastuti; Rahmi Winangsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 4, No 1 (2018): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v4i1.1495

Abstract

Produk makanan yang dikenal sebagai jajanan pasar banyak dijajakan di pasar tradisional. Industri produk tersebut di atas masih berskala mikro, dan bersifat rumahan. Pemasok produk kue di pasar subuh berasal dari berbagai lokasi di Jakarta, Tangerang, Serang Kota dan sekitarnya. Sistem pemasaran produk meliputi 3 cara yaitu: (1) menjual produk ke pasar kue subuh, (2) menjual ke toko, dan (3) menerima pesanan dari kantor/pribadi. Mereka memproduksi dalam skala besar untuk dijual di pasar subuh, sisa produk tidak habis dijual di toko kue. Retailer adalah para pengecer pembeli produk kue subuh untuk dijual kembali ke segmentasi dan target pasar berbeda. Para retailer memesan kue untuk dipasarkan pada perkantoran, komunitas tertentu seperti arisan, pesta perkawinan/ulang tahun, maupun acara-acara lainnya, bahkan ada yang telah menjalin kerjasama dengan industri penerbangan untuk melayani kebutuhan catering. Berdasarkan studi awal yang penulis lakukan, ada korelasi positif antara bentuk dan kualitas kemasan produk dengan minat konsumen untuk membeli produk. Sementara itu, dari hasil wawancara awal dengan pelaku usaha mikro produk makanan, baik produsen maupun retailer mengakui bahwa kemasan produk mempengaruhi citra produk. Namun pemahaman mereka tentang kemasan produk masih sangat minim. Menurut mereka kemasan hanya sekedar wadah dan pembungkus makanan agar tidak rusak. Permasalahan lain yaitu mereka tidak mempunyai kemampuan dana untuk mengemas produknya dengan baik. Dengan situasi persaingan semakin tajam, desain sebuah kemasan merupakan suatu nilai tambah, dapat berfungsi sebagai media promosi dan untuk menjaring konsumen.Kata Kunci: Daya saing UKM, Kemasan produk UKM, Kue Subuh
KREDIBILITAS PEMBIMBING: FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI MAHASISWA MENYELESAIKAN TUGAS AKHIR PERKULIAHAN Fauzi Putra Laksana; Rahmi Winangsih; Naniek Afrilla Framanik; Noerma Kurnia Fajarwati
Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance Vol. 2 No. 1 (2022): Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bureau.v2i1.118

Abstract

This study aims to examine the credibility of the resources held by the thesis supervisor and their influence on student motivation in completing the thesis. The independent variable in this study is lecturer credibility, while the dependent variable is student motivation. This study uses the Source Credibility theory which is broken down into three main dimensions, namely Expertise, Trustworthiness and Attractiveness. The research population is students of communication science study programs who are taking thesis in the odd semester of the 2018/2019 academic year totaling 170 students. Samples were taken as many as 63 respondents from the 10% precision Slovin formula with simple random sampling technique. Data were analyzed using SPSS version 23.00 including data quality tests, normality tests, correlation coefficient tests, linear regression tests and hypothesis tests. The results showed the credibility of the supervisor was in the good category with an average score of 68.85%. Student motivation in completing the thesis is also in the high category with an average score of 76.05%. The credibility of the supervisor has proven to have a significant positive effect on students' motivation to complete the thesis with an effect value of 21.2%.
Model Komunikasi Partisipatif Pada Corporate Social Responsibility Perusahaan Perbankan: Studi Kasus Bank BJB KCK Banten dan Bank Indonesia KPW Banten Ghassani Nur Sabrina; Rahmi Winangsih; Rangga Galura Gumelar
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.3611

Abstract

Berkembangnya berbagai unit usaha dari tingkat nasional, daerah sampai dengan swasta dengan segala dinamika yang muncul di tengah-tengah aktifitas usaha, maka kesadaran terhadap tanggung jawab sosial perusahaan juga mengalami peningkatan dengan melakukan corporate social responsibility (CSR) yang semakin tahun semakin beragam bentuk pelaksanannya. Di Indonesia sendiri, pelaksanaan CSR merupakan sebuah kewajiban yang perlu dilakukan setiap perusahaan di Indonesia sesuai Pasal 74 UU PT. Pada penelitian ini peneliti memilih Bank BJB KCK Banten dan Bank Indonesia KPW Banten yang keduanya adalah perusahaaan perbankan BUMD dan BUMN yang bertugas dilingkup regional Banten, kedua perusahaan ini diwajibkan melaksanakan CSR sesuai dengan peraturan POJK Nomor 51 Pasal 1 Nomor 5 POJK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan yakni studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perbedaan penerapan komunikasi partisipatif di kedua perusahaan perbankan ini. Bank BJB KCK Banten masih memfokuskan CSR mereka pada bentuk fisik dan pembangunan infrastruktur dan kurang berfokus pada pengembangan masyarakat di sekitar. Selain itu, meskipun sudah menggunakan metode yang cukup terstruktur, Bank BJB KCK Banten masih memiliki celah dalam memaksimalkan penggunaan komunikasi partisipatif dalam kegiatan CSR mereka. Di lain sisi, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Bank Indonesia KPW Banten memiliki pendekatan berbeda mengenai program CSR mereka. Bank Indonesia KPW Banten menjadikan komunikasi partisipatif sebagai tujuan dari pelaksanaan CSR mereka. Bank Indonesia KPW Banten menjadikan GenBI sebagai perpanjangan tangan yang menjadi penghubung kedua pihak. Pelatihan dan pengembangan skill anggota GenBI telah membuat GenBI lebih dari sekedar komunitas penerima beasiswa Bank Indonesia, namun menjadi agen terdepan Bank Indonesia Provinsi Banten dalam memperkecil jarak dengan masyarakat.