Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Simulasi Pemodelan Mobil Listrik Warok V.1 Dan Analisis Metode Berkendara Guna Memprediksi Konsumsi Energi Menggunakan Matlab/Simulink Erlangga, Banyu Sevo; Winangun, Kuntang; Winardi, Yoyok
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v4i01.9018

Abstract

Dalam merancang dan membuat mobil listrik perlu menganalisis tingkat konsumsi energi. Pemodelan dinamika dan simulasi kendaraan mobil listrik Warok V.1 menggunakan MATLAB/Simulink dan menganalisis metode mengemudi diharapkan bisa memperoleh hasil penggunaan energi yang minimal. Pemodelan dinamika dan simulasi telah di validasi dengan pengujian secara langsung dimana memiliki error kurang dari 5%. Pada analisis metode berkendara/1dilakukan dengan dua metode yaitu konstan dan stop and go dengan tiga variasi kecepatan yakni 32 km/jam, 21 km/jam, dan 18 km/jam. Konsumsi energi minimal di dapat dengan metode stop and go variasi ketiga dengan capaian 66,6 km/kwh. Pada metode stop and go kecepatan puncak dan kecepatan minimal perlu diperhatikan agar waktu tempuh tidak melebihi batas yang telah ditentukan dan mengakibatkan DNF (Do Not Finish).
Pengaruh Variasi Pegas Kopling RMG & TDR Terhadap Daya dan Torsi Pada Kendaraan Megapro 160 cc Sudarno, Sudarno; Pratama, Angga Yoga; Winangun, Kuntang
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 01 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v3i01.6903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggantian pegas kopling standar dengan pegas kopling variasi TDR dan RMG terhadap akselerasi, performa, dan emisi gas buang pada kendaraan bermotor. Pengujian dilakukan menggunakan dynotest dengan putaran mesin 4000 rpm sampai 9000 rpm pada posisi transmisi lima. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pegas kopling standar memberikan torsi tertinggi sebesar 12,124 Nm pada 6000 rpm dan daya tertinggi sebesar 11,92 HP pada 7000 rpm. Sedangkan untuk emisi gas buang, hasil terbaik diperoleh pada variasi pegas RMG 2 dan TDR 2 dengan CO maksimum 2,68 % pada 9000 rpm, sedangkan untuk CO2 terbaik pada pegas standar dengan CO2 maksimum 9,38 % pada 5000 rpm dan O2 terbaik pada pegas standar dengan O2 maksimum 1,01 % pada 7000 rpm. Namun, CO2 yang dihasilkan pada putaran tinggi tidak akurat karena kondisi kinerja mesin yang sudah tidak stabil.
Pengaruh Variasi Waktu Celup Hot Dip Galvanizing pada Rockbolt (Baja SS540) terhadap Ketebalan Lapisan dan Laju Korosi Sariffudin, Mochammad; Winardi, Yoyok; Winangun, Kuntang; Sudarno, Sudarno; Putra, Wawan Trisnadi
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2023): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v3i02.7676

Abstract

ABSTRAKPenggunaan baja di industri pertambangan salah satunya pada rockbolt. Namun sering kali karena pengaruh lingkungan, baja tersebut mengalami penurunan kualitas dan menyebabkan berkurangnya umur pakai dikarenakan terjadi korosi. Salah satu upaya untuk mencegah hal tersebut maka baja perlu dilapisi dengan material lain yang anti korosi. Penelitian ini menyelidiki pengaruh waktu perendaman pada proses hot dip galvanizing terhadap ketebalan lapisan dan laju korosi baja SS540. Proses hot dip galvanizing dilakukan dengan cara mencelupkan spesimen baja SS540 kedalam cairan zinc (Zn) pada temperatur 4500C. Waktu pencelupan divariasikan selama 30 detik, 60 detik dan 90 detik. Setelah proses hot dip galvanizing spesimen baja SS540 diuji ketebalan lapisan dan laju korosi. Ketebalan lapisan memiliki nilai Standart ISO 1461: 2009 yaitu 70 μm. Hasil uji ketebalan menunjukkan bahwa semakin lama waktu perendaman maka ketebalan lapisan pada spesimen semakin meningkat. Hasil pengujian ketebalan pada variasi waktu 30 detik sebesar 79,3 μm, meningkat sebesar 96,0 μm pada 60 detik. Sedangkan pada 90 detik meningkat menjadi 126,9 μm. Tebal tipisnya lapisan zinc pada spesimen uji juga berpengaruh terhadap laju korosi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa semakin tebal lapisan zinc, laju korosinya semakin rendah. Terbukti pada hasil uji laju korosi nilai terendah didapat ketika ketebalan lapisan senilai 126,9 μm dengan laju korosi 0,4924 mm/y. Sehingga lama waktu perendaman hot dip galvanizing berpengaruh terhadap ketebalan dan laju korosi. Semakin lama waktu perendaman maka semakin rendah nilai laju korosi.Kata kunci : Hot dip galvanizing, ketebalan, laju korosi ABSTRACTThe use of steel in the mining industry is one of them in rockbolt. But often due to environmental influences, the steel has decreased quality and causes reduced service life due to corrosion. One effort to prevent this is that steel needs to be coated with other materials that are anti-corrosion. This study investigated the effect of soaking time in the hot dip galvanizing process on the coating thickness and corrosion rate of SS540 steel. The hot dip galvanizing process is carried out by dipping SS540 steel specimens into zinc (Zn) liquid at a temperature of 4500C. The immersion time is varied for 30 seconds, 60 seconds and 90 seconds. After hot dip galvanizing process, SS540 steel specimens are tested for layer thickness and corrosion rate. The layer thickness has a Standard ISO 1461: 2009 value of 70 μm. The thickness test results show that the longer the soaking time, the layer thickness on the specimen increases. The thickness test results at a 30-second time variation of 79.3 μm, increasing by 96.0 μm at 60 seconds. While at 90 seconds it increases to 126.9 μm. The thickness of the zinc layer on the test specimen also affects the corrosion rate. The results showed that the thicker the zinc layer, the lower the corrosion rate. It is proven in the corrosion rate test results that the lowest value is obtained when the layer thickness is 126.9 μm with a corrosion rate of 0.4924 mm / y. So that the length of soaking time of hot dip galvanizing affects the thickness and corrosion rate. The longer the soaking time, the lower the corrosion rate value. Keywords : Hot dip galvanizing, thickness, corrosion rate
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETERNAK KAMBING MELALUI TEKNOLOGI MESIN PENCACAH RUMPUT GAJAH Winangun, Kuntang; Winardi, Yoyok; Suffiadi Akhmad, Nanang; Fadelan; Prasetyo Widodo, David
Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (Mardika) Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (MARDIKA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/mardika.v2i2.10391

Abstract

Perkembangan industri peternakan di Indonesia sangat pesat. Beberapa jenis ternak dipelihara secara memuaskan dan optimal. Permasalahan yang muncul adalah proses pemotongan rumput gajah untuk pakan ternak masih menggunakan sabit. Oleh karena itu, peternak membutuhkan alat untuk membantu mereka dalam proses pemotongan sehingga menghemat waktu dan tenaga. Pengabdian kepada masyarakat ini antara lain dengan pembuatan mesin pemotong rumput gajah. Dengan kapasitas yang diinginkan sebesar 240 kg/jam. Dimensi rangka adalah panjang 650 mm, lebar rangka 440 mm, dan tinggi rangka 660 mm. Mesin pemotong rumput tersebut dirancang menggunakan mesin pembakaran dalam berkapasitas 5,5 tenaga kuda dan putaran mesin 3.600 rpm. Memiliki 3 buah pisau berbentuk limas yang dipasang mendatar dengan panjang mata pisau 147mm dan tebal mata pisau 9mm serta lebar mata pisau 68mm. Proses pengujian diperoleh hasil pemotongan rumput gajah dengan kecepatan potong 4 kg/menit, dengan panjang pemotongan rumput gajah 1-4 cm. Dengan demikian terlihat bahwa penggunaan pisau yang berbentuk limas dapat mempercepat dan lebih efektif dalam mempermudah proses pemotongan rumput gajah serta dapat membantu dalam bidang peternakan terutama dalam menghemat biaya dan tenaga yang diperlukan.
PEMODELAN MESIN DIESEL DUAL FUEL (DDF) MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR BIODIESEL DAN GAS HIDROGEN Winangun, Kuntang; Lostari, Aini; Riani, Novi Indah
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 13, No 2 (2024): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v13i2.3750

Abstract

Vehicle exhaust emissions are the second largest cause of pollution after industry. Therefore, the government is targeting net zero emissions by 2060. One way to reduce fuel consumption is to use biodiesel. However, the use of biodiesel still has many negative impacts on vehicle performance, namely decreased engine performance. One way to reduce exhaust emissions without reducing engine performance is by adding hydrogen gas. This study was conducted with a simulation to determine the phenomena that occur in the combustion chamber of a single-cylinder diesel engine including hot cylinder pressure, the impact of combustion on exhaust emissions. The stages in this study consist of pre-processing, processing and post-processing. The results of this study indicate that the addition of hydrogen gas can increase the heat in the combustion chamber, the impact of increased heat is an increase in cylinder pressure, combustion chamber temperature, NO emissions, and CO emissions. While HC and soot emissions decreased with the addition of hydrogen gas to biodiesel fuel.
Karakteristik Uji Tarik dan Struktur Makro Plastic Waste dan Serat Bambu Putra, Wawan Trisnadi; Fadelan; Munaji; Winangun, Kuntang; Dwiprasetya, Chaesar Deserendy
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol. 20 No. 1 (2025): Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v20i1.841

Abstract

Plastics are widely used in wrapping food, drinks, and household furniture. This research uses materials in the form of shredded HDPE plastic, PET plastic seeds, and ori bamboo fiber. The composition of the mixture used is based on the weight fraction of a 65 gram specimen of mixed material. The main matrix of the mixture was HDPE; PET was added to increase stiffness; and bamboo fiber, as a natural reinforcement that strengthens the bond between components. Which strengthens the bond between the components. Results tensile test results showed the highest average value in specimen composition 1, which is 533.37 N with a tensile stress of 27.77 MPa. In specimen composition 5, the average value of the tensile test was 409.33 N and a tensile stress of 21.31 MPa. Due to the stronger nature of HDPE to bind the bamboo fibers, the tensile strength of the bamboo fibers will increase as the PET content decreases. With decreasing PET content. Macro test results showed that many air bubbles were trapped in the center of the tensile test sample which were not visible from the surface. not visible from the surface. PET plastic is not well mixed in the sample, while the bamboo fibers were well mixed in the test sample.
PENGARUH WAKTU PENGINJEKSIAN TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR DIESEL 1 SILINDER DENGAN BAHAN BAKAR CAMPURAN BIODIESEL DAN ETANOL Winangun, Kuntang; Al Hakim, Faris Helmi; Arifin, Rizal; Putra, Wawan Trisnadi; Sudarno, Sudarno
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v5i01.10028

Abstract

Motor diesel merupakan mesin pembakaran dalam dimana proses pembakaran bahan bakar dilakukan dengan memanfaatkan temperatur tinggi hasil udara yang dikompresi didalam ruang silinder. Untuk mendapatkan unjuk kerja motor yang optimal, motor diesel dipengaruhi beberapa aspek operasional. Diantaranya : Perbandingan campuran udara dengan bahan bakar (Air Fuel Ratio), waktu penginjeksian bahan bakar (Timing Injevtion) dan jumlah oksigen yang terkandung dalam udara kering disekitar (Ambien). Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari karakteristik unjuk kerja pada motor diesel yaitu : Daya, Torsi, Efesiensi Termal, Pengggunaan Bahan Bakar Spesifik dan Emisi Gas Buang yang dihasilkan pada variasi waktu penginjeksian 15°BDC, 25°BDC, 30°BDC dan 35°BDC dengan waktu penginjeksian standar mesin diesel 20°BDC. Penelitian dilakukan dengan uji eksperimental pada sebuah mesin diesel 1 silinder dengan pembebanan elektrik (lampu pijar) dari 500 Watt sampai 3000 Watt dengan interval 500 Watt pada putaran mesin stasioner (1500 rpm) menggunakan bahan bakar campuran biodiesel 80 % dan etanol 20 %. Hasil dari pengujian kinerja mesin menunjukkan adanya kenaikan daya dan torsi mesin pada waktu penginjeksian 30°BDC, daya sebesar 2,52 kW atau 2520 Watt dan torsi sebesar 16,07 Nm. Efisiensi termal menunjukkan hasil paling tinggi pada waktu penginjeksian 30°BDC sebesar 23,19 %. Kemudian hasil dari konsumsi bahan bakar mendapat nilai terendah pada waktu penginjeksian 30°BDC yaitu sebesar 367,19 gr/kWh. Sedangkan hasil pengujian emisi gas buang menghasilkan nilai paling rendah pada waktu penginjeksian 30°BDC sebesar 34,2%. Variasi waktu penginjeksian 30°BDC adalah variasi waktu penginjeksian terbaik untuk mesin diesel dongfeng R185 dengan bahan bakar campuran B80 dan E20.
Studi Simulasi Pengaruh Variasi Waktu Injeksi Terhadap Karakteristik Pembakaran dan Emisi Gas Buang Mesin Diesel 1 Silinder Berbahan Bakar Biodiesel B30 Wicaksono, Yoga Arob; Trihatmojo, Ahmad Arbi; Winangun, Kuntang
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 13, No 1 (2024): TURBO : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v13i1.3143

Abstract

Mesin diesel yang menggunakan bahan bakar biodiesel membutuhkan penyesuaian parameter operasi mesin untuk mendapatkan performa mesin dan emisi gas buang yang optimal. Waktu injeksi adalah salah satu parameter yang berpengaruh besar terhadap performa mesin, pembakaran dan emisi gas buang mesin diesel. Penelitian ini dilakukan untuk memprediksi pengaruh waktu injeksi terhadap performa mesin, pembakaran dan emisi gas buang mesin diesel yang menggunakan bahan bakar biodiesel B30. Simulasi dilakukan pada enam waktu injeksi (13o, 15o, 17o, 19o, 21o, dan 23o crank angle (CA) before Top Dead Center (bTDC). Simulasi dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak ANSYS FORTE CFD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan memajukan waktu injeksi mampu meningkatkan tekanan pembakaran, pelepasan panas dan temperatur silinder. Sedangkan emisi gas buang CO, HC dan partikel asap menurun signifikan, namun terjadi peningkatan emisi NOx.
PENGARUH JENIS BUSI TERHADAP EMISI GAS BUANG DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA MOBIL DAIHATSU ZEBRA 1.3 Nurdin, Edi; Putra, Wawan Trisnadi; Winangun, Kuntang
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 1 No. 01 (2021): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v1i01.4090

Abstract

Emisi gas buang kendaraan bermotor merupakan penyumbang terbesar terjadinya pencemaran udara.Setiap jenis busi memiliki karakteristik percikan dan warna bunga api yang berbeda, begitu juga dengan nilai Emisi gas buang dan Konsumsi Bahan Bakar. Untuk membuktikannya dilakukan penelitian menggunakan variasi 3 jenis busi, Busi NGK Standar, Busi NGK Platinum, dan Busi NGK Iridium IX dengan bahan bakar premium yang dicampur dengan bioethanol. Kendaraan yang digunakan pada penelitian ini 1 unit Daihatsu zebra dengan kapasitas mesin 1300 cc. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai gas buang dan konsumsi bahan bakar yang dihasilkan, dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental. Teknik pengambilan data yaitu pada masing –masing busi diuji berdasarkan prosedur antara busi standar, busi platinum, dan busi iridium terhadap emisi gas buang. Putaran mesin yang digunakan 2000 rpm, 3000 rpm dan 4000 rpm selama 1 menit. Penggunaan jenis busi Iridium (BKR6EIX) pada kendaraan mobil Daihatsu Zebra 1.3 menghasilkan emisi gas buang CO, HC, dan Lambda paling rendah jika dibandingkan dengan jenis busi standart dan jenis busi platinum. Untuk emisi CO yang dihasilkan sebesar 0,33 % vol, untuk emisi HC sebesar 187,2 ppm vol, dan untuk emisi lambda sebesar 1,027 % vol. Dari hasil penelitian konsumsi bahan bakar penggunaan jenis busi Iridium (BKR6EIX) pada kendaraan mobil Daihatsu Zebra 1.3 dapat menghemat konsumsi bahan bakar sebesar 1,31% dari jenis busi Standart dan pada penggunaan jenis busi Platinum menghemat konsumsi bahan bakar sebesar 1,2% jika dibandingkan dengan jenis busi Standart. Dari hasil penelitian bisa disimpulkan bahwa pemakaian jenis busi Iridium (BKR6EIX) untuk kendaraan mobil Daihatsu zebra 1.3 lebih ramah lingkungan dan hemat bahan bakar
Pengaruh Modifikasi Kampas Kopling terhadap Torsi, Daya dan Emisi Gas Buang pada Kendaraan Yamaha New v-ixion 150cc Sudarno, Sudarno; Winangun, Kuntang; Prastya, Anggit Maulana
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 2 No. 02 (2022): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v2i02.5681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan torsi, daya dan emisi gas buang pada kendaraan Yamaha new v-ixion 150cc yang di hasilkan dari modifikasi kampas kopling. Penelitian ini menggunakan 3 jenis kampas kopling yaitu : kampas kopling standart new v-ixion 150cc, kampas kopling GL-pro dan kampas kopling Daytona racing. Metode yang di gunakan dalam penelitian menggunakan metode eksperimen dan Teknik Analisa data menggunakan analisis statistic dan deskriptif. Variable rpm yang di gunakan mulai dari 4000 rpm sampai 8500 rpm. Hasil penelitian menunjukan hasil torsi maksimal 11,4 Nm di putaran 7000 rpm pada variasi Gl : 1 R :4  dan daya maksimal 11,24 HP di putaran 7000 rpm pada modifikasi kampas kopling  dengan variasi Gl : 1 R : 4. Pada hasil data emisi gas buang hasil data modifikasi kampas kopling meningkatkan CO (%) sebesar 4,3 %, CO₂ (%) sebesar 5,8 %, HC (ppm) sebesar 525 ppm, data O₂ (%) hasil data maksimal di dapatkan dari semua variasi rpm kampas kopling standart. Dapat di simpulkan hasil modifikasi kampas kopling dapat meningkatkan hasil torsi, daya dan emisi gas buang torsi sebesar 1,03 Nm dan daya sebesar 1,3 HP dan peningkatan emisi gas buang CO (%) dan HC (ppm) yang di hasilkan berarti berdapak pada penambahan polusi udara dan berarti tidak baik, peningkatan data ini di hasilkan dari variasi kampas kopling dengan hasil torsi dan daya yang tidak maksimal. Dan pada putaran di atas 7000 Rpm hasil pengujian tidak menunjukan hasil data yang akurat di sebabkan karena pada putaran tinggi kinerja mesin sudah tidak maksimal atau dalam kondisi limit. Kata kunci : kampas kopling, modifikasi, yamaha new v-ixion 150cc, torsi dan daya, emisi gas buang ABSTRACT : This study aims to determine the difference in torque, power and exhaust emissions on the Yamaha new v-Ixion 150cc vehicle which is produced from the modification of the clutch lining. This study uses 3 types of clutch pads, namely: standard new v-Ixion 150cc clutch pads, GL-pro clutch pads and Daytona racing clutch pads. The method used in the study used experimental methods and data analysis techniques using statistical and descriptive analysis. The rpm variable used starts from 4000 rpm to 8500 rpm. The results showed a maximum torque of 11.4 Nm at 7000 rpm rotation at variations of Gl: 1 R:4 and a maximum power of 11.24 HP at 7000 rpm on the modification of the clutch lining with variations of Gl: 1 R: 4. In the emission data results exhaust gas results from modified clutch lining data increase CO (%) by 4.3%, CO₂ (%) by 5.8%, HC (ppm) by 525 ppm, data O₂ (%) maximum data results obtained from all variations of rpm standard clutch. It can be concluded that the results of the modification of the clutch lining can increase the results of torque, power and exhaust emissions of torque by 1.03 Nm and power of 1.3 HP and the increase in exhaust emissions of CO (%) and HC (ppm) which is produced means that it has an impact on the addition of air pollution and means that it is not good, this increase in data results from variations in the clutch lining with torque and power results that are not optimal. And at rounds above 7000 Rpm the test results do not show accurate data results because at high rpm the engine performance is not optimal or in limit conditions. Keywords : clutch pad, modification, yamaha new v-ixion 150cc, torque and power, exhaust emissions