Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Knalpot Standar dan Knalpot Modifikasi Terhadap Performa Mesin Sepeda Motor Ninja SS 150 cc Pangestu, Robi Etdji; Sudarno, Sudarno; Winangun, Kuntang
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 2 No. 02 (2022): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v2i02.6132

Abstract

Sepeda motor selain sebagai alat transportasi, sepeda motor juga digunakan untuk kepentingan kompetisi performance. Untuk menghasilkan sepeda motor dengan performa yang tinggi banyak cara yang dapat ditempuh, salah satunya yang paling penting adalah dengan melakukan modifikasi. Dengan adanya teknologi-teknologi baru tersebut akan semakin mempermudah mekanis melakukan pekerjaannya karena tuntutan dari konsumen atau keinginan dan mekanik sendiri yang terus berkembang. Mengetahui pengaruh knalpot standar dan modifikasi terhadap performa mesin Ninja SS 150 cc, pengujian ini dilakukan menggunakan alat dynotest, sound level meter. pengaruh knalpot standar dan knalpot modifikasi lubang saringan 23 mm, 24 mm, 26 mm, dan 27 mm. Torsi tertinggi 6,64 Nm, daya 8,16 HP di 9000 rpm pada knalpot modifikasi 27 mm, dibandingkan knalpot standar 25 mm torsi 5,44 Nm, daya 6,92 HP di 9000 rpm. Konsumsi bahan bakar paling tinggi pada knalpot modifikasi 27 mm 1,807 kg/jam di 9000 rpm, dibandingkan dengan knalpot standar 25 mm yaitu 1,734 kg/jam di 9000 rpm. Tingkat kebisingan terendah 93,6 Db di 6000 rpm pada knalpot modifikasi 23 mm, dibandingkan pada knalpot standar 25 mm 94,8 Db pada 6000 rpm. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa memodifkasi pipa saringan secara benar dapat meningkatkan torsi da daya tapi konsumsi bahan bakar dan tingkat kebisingan akan naik.
Pengaruh Variasi Pegas Kopling RMG & TDR Terhadap Daya dan Torsi Pada Kendaraan Megapro 160 cc Sudarno, Sudarno; Pratama, Angga Yoga; Winangun, Kuntang
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 01 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v3i01.6903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggantian pegas kopling standar dengan pegas kopling variasi TDR dan RMG terhadap akselerasi, performa, dan emisi gas buang pada kendaraan bermotor. Pengujian dilakukan menggunakan dynotest dengan putaran mesin 4000 rpm sampai 9000 rpm pada posisi transmisi lima. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pegas kopling standar memberikan torsi tertinggi sebesar 12,124 Nm pada 6000 rpm dan daya tertinggi sebesar 11,92 HP pada 7000 rpm. Sedangkan untuk emisi gas buang, hasil terbaik diperoleh pada variasi pegas RMG 2 dan TDR 2 dengan CO maksimum 2,68 % pada 9000 rpm, sedangkan untuk CO2 terbaik pada pegas standar dengan CO2 maksimum 9,38 % pada 5000 rpm dan O2 terbaik pada pegas standar dengan O2 maksimum 1,01 % pada 7000 rpm. Namun, CO2 yang dihasilkan pada putaran tinggi tidak akurat karena kondisi kinerja mesin yang sudah tidak stabil.
Rancang Bangun Mesin Serut Kelapa Portable Skala Rumah Tangga dengan Kapasitas 24 kg/jam Nurcahya, Abi Sakti; Winardi, Yoyok; Winangun, Kuntang; Ahmad, Nanang Suffiadi
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 02 (2023): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v3i02.7650

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi diciptakan untuk mempermudah manusia dalam melakukan pekerjaannya dan agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal salah satunya terciptanya mesin pemarut kelapa. Mesin pemarut kelapa merupakan salah satu produk mesin yang berfungsi sebagai alat untuk menghancurkan daging buah kelapa dengan tujuan untuk memperoleh santan. Terciptanya mesin pemarut kelapa ini di karenakan dari permasalahan yang ada dimasyaraka yang memarut kelapa dengan cara yang masih manual dan dinilai tidak efektif dan efisien. Pada rancang bangun mesin parut kelapa ini mengacu pada kapasitas 120 kg/jam. Sehingga mesin pemarut kelapa ini bia digunakan untuk lingkungan rumah tangga dan skala industry kecil. Maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut: Bagaimana proses pembuatan mesin parut kelapa dan bagaimanakah hasil kerja dari proses pembuatan mesin parut kelapa. Tujuan dari rancang bangun mesin parut kelapa ini adalah untuk menciptakan mesin parut kelapa yang memiliki sistem sederhana, lebih efektif dan efisien untuk digunakan serta untuk mendukung perkembangan teknologi mesin parut kelapa yang sudah ada di masyarakat dan industri kecil.
Pengaruh Variasi Waktu Celup Hot Dip Galvanizing pada Rockbolt (Baja SS540) terhadap Ketebalan Lapisan dan Laju Korosi Sariffudin, Mochammad; Winardi, Yoyok; Winangun, Kuntang; Sudarno, Sudarno; Putra, Wawan Trisnadi
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 02 (2023): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v3i02.7676

Abstract

ABSTRAKPenggunaan baja di industri pertambangan salah satunya pada rockbolt. Namun sering kali karena pengaruh lingkungan, baja tersebut mengalami penurunan kualitas dan menyebabkan berkurangnya umur pakai dikarenakan terjadi korosi. Salah satu upaya untuk mencegah hal tersebut maka baja perlu dilapisi dengan material lain yang anti korosi. Penelitian ini menyelidiki pengaruh waktu perendaman pada proses hot dip galvanizing terhadap ketebalan lapisan dan laju korosi baja SS540. Proses hot dip galvanizing dilakukan dengan cara mencelupkan spesimen baja SS540 kedalam cairan zinc (Zn) pada temperatur 4500C. Waktu pencelupan divariasikan selama 30 detik, 60 detik dan 90 detik. Setelah proses hot dip galvanizing spesimen baja SS540 diuji ketebalan lapisan dan laju korosi. Ketebalan lapisan memiliki nilai Standart ISO 1461: 2009 yaitu 70 μm. Hasil uji ketebalan menunjukkan bahwa semakin lama waktu perendaman maka ketebalan lapisan pada spesimen semakin meningkat. Hasil pengujian ketebalan pada variasi waktu 30 detik sebesar 79,3 μm, meningkat sebesar 96,0 μm pada 60 detik. Sedangkan pada 90 detik meningkat menjadi 126,9 μm. Tebal tipisnya lapisan zinc pada spesimen uji juga berpengaruh terhadap laju korosi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa semakin tebal lapisan zinc, laju korosinya semakin rendah. Terbukti pada hasil uji laju korosi nilai terendah didapat ketika ketebalan lapisan senilai 126,9 μm dengan laju korosi 0,4924 mm/y. Sehingga lama waktu perendaman hot dip galvanizing berpengaruh terhadap ketebalan dan laju korosi. Semakin lama waktu perendaman maka semakin rendah nilai laju korosi.Kata kunci : Hot dip galvanizing, ketebalan, laju korosi ABSTRACTThe use of steel in the mining industry is one of them in rockbolt. But often due to environmental influences, the steel has decreased quality and causes reduced service life due to corrosion. One effort to prevent this is that steel needs to be coated with other materials that are anti-corrosion. This study investigated the effect of soaking time in the hot dip galvanizing process on the coating thickness and corrosion rate of SS540 steel. The hot dip galvanizing process is carried out by dipping SS540 steel specimens into zinc (Zn) liquid at a temperature of 4500C. The immersion time is varied for 30 seconds, 60 seconds and 90 seconds. After hot dip galvanizing process, SS540 steel specimens are tested for layer thickness and corrosion rate. The layer thickness has a Standard ISO 1461: 2009 value of 70 μm. The thickness test results show that the longer the soaking time, the layer thickness on the specimen increases. The thickness test results at a 30-second time variation of 79.3 μm, increasing by 96.0 μm at 60 seconds. While at 90 seconds it increases to 126.9 μm. The thickness of the zinc layer on the test specimen also affects the corrosion rate. The results showed that the thicker the zinc layer, the lower the corrosion rate. It is proven in the corrosion rate test results that the lowest value is obtained when the layer thickness is 126.9 μm with a corrosion rate of 0.4924 mm / y. So that the length of soaking time of hot dip galvanizing affects the thickness and corrosion rate. The longer the soaking time, the lower the corrosion rate value. Keywords : Hot dip galvanizing, thickness, corrosion rate
Pengaruh Perubahan Durasi Injeksi terhadap Kinerja Mesin Sepeda Motor Beat FI 110 cc Debry, Debry; Winardi, Yoyok; Munaji, Munaji; Winangun, Kuntang
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 02 (2023): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v3i02.7687

Abstract

Kemajuan pesat sedang dibuat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan industri otomotif, khususnya sepeda motor electric fuel injection (EFI). Untuk memaksimalkan performa mesin pada sepeda motor injeksi maka perlu pengoptimalan injeksi bahan bakar ke ruang bakar. Cara yang dapat dilakukan adalah merubah durasi injeksi bahan bakar menggunakan ECU programmable aftermarket. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan tersebut. Jenis penelitian berupa pengaruh perubahan durasi injeksi terhadap kinerja mesin sepeda motor beat FI 110cc dengan variasi pengubahan durasi injeksi +5%, +10%, +15%, -5%, -10%, -15% dengan parameter yang dicari adalah torsi, daya dan konsumsi bahan bakar spesifik. Daya, torsi dan konsumsi bahan bakar spesifik berbahan bakar pertamax. Hasil pengujian variasi durasi injeksi -5% menghasilkan nilai daya terbesar 7,5 HP diputaran 4122 rpm. Hasil pengujian variasi durasi injeksi +5% menghasilkan nilai torsi sebesar 18,94 Nm diputaran 2468 rpm. Hasil pengujian variasi durasi injeksi menghasilkan nilai konsumsi bahan bakar spesifik terendah dengan nilai 0,018 kg/kWh diputaran 4000 rpm pada durasi injeksi -15% dan nilai tertinggi konsumsi bahan bakar spesifik  0,119 kg/kWh diputaran 8000 rpm pada durasi injeksi +15%.Kata Kunci: durasi injeksi, daya, torsi, konsumsi bahan bakar spesifik
Pengaruh Perubahan Ignition Timing terhadap Kinerja Mesin Sepeda Motor Beat FI 110 cc Wahid, Roki Anggaramita Nur; Winardi, Yoyok; Winangun, Kuntang
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 02 (2023): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v3i02.7688

Abstract

AbstrakPertumbuhan penjualan kendaraaniterkhususirodaidua semakin ihari isemakin imeningkat. iSepeda imotor isudah imenjadi ikebutuhan ipokok ibanyak iorang iuntuk imendukung imobilitas iaktivitasnya. iKinerja imesin iyangimemadai ijugaidiperlukaniuntukiefektifitasidan ikenyamanan iberkendara. iNamun iuntuk isaat iini iukuran ikinerja imesin itidak iselalu idilihat ihanya dari dayaidanitorsi isaja, itetapi ijuga ikonsumsi ibahan ibakar dan emidi gas buang yang ramah lingkunganijuga imenjadi iperhitungan itersendiri. Untuk mengatasi hal tersebut salah satu cara yang dilakukan ialah merubah timing ignitionnya terutama pada sepeda motor beat fi 110 cc, dengan pemajuan timing ignition melalui 3 variasi penelitian, yaitu 14o,18o,22o juga melakukan penelitian percampuran bahan bakar pertamax (50%) dan pertalite (50%) serta murni pertamax. Dalam penelitian ini dihasilkan daya, torsi, dan emisi gas buang yang lebih baik dari standart kendaraan yang ada dengan merubah ignition timing tersebut. Hasil pengujian pengapian standart didapatkan torsi terbaik yaitu pada bahan bakar pertamax dengan daya tertinggi 7 Hp pada 4048 rpm dengan torsi 18,41 Nm pada 2433 rpm sementara untuk variasi pengapian terbaik yaitu pada saat pengapian 14o dan 18o bahan bakar pertamax dengan daya 7,6 Hp pada 4221 rpm dan 4155 rpm dengan torsi 19,11 Nm pada 2523 rpm dan 19,06 Nm pada 2521 rpm.Untuk prosentase daya sendiri mengalami kenaikan sebesar 8,57%, sementara untuk torsi mengalami kenaikan sebesar 3,80%. Emisi gas buang paling baik yaitu pada pengapian 14o dengan CO=2,39%,CO2=3,3% dan O2=21,52%, sedangkan untuk standartnya CO=2,24%,CO2=3,4% dan O2=24,26%.Kata Kunci : Ignition Timing, Daya, Torsi, Emisi Gas Buang
Pengaruh Kenaikan Tekanan Fuel Pump Terhadap Performa Sepeda Motor Honda Beat Fi 110cc Arifin, Andik Auliya; Winangun, Kuntang
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 4 No. 01 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v4i01.7689

Abstract

Kemajuan pesat sedang dibuat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan industri otomotif, khususnya sepeda motor (EFI). Untuk memaksimalkan performa mesin pada sepeda motor injeksi maka perlu pengoptimalan injeksi bahan bakar ke ruang bakar. Cara yang dapat dilakukan adalah merubah tekanan pompa bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan tersebut. Jenis penelitian berupa pengaruh perubahan tekanan pompa bahan bakar  terhadap kinerja mesin sepeda motor beat FI 110cc dengan variasi pengubahan tekanan pompa bahan bakar sandart 2,9 bar menjadi 1,9 bar, 2,5 bar, 4,0 bar dan 5,0 bar dengan parameter yang dicari adalah torsi, daya, konsumsi bahan bakar spesifik dan emisi gas buang. Hasil pengujian variasi tekanan pompa bahan bakar 4,0 bar menghasilkan nilai daya terbesar 7,4 HP diputaran 4226 rpm mengalami kenaikan daya sebesar 1,42%. Hasil pengujian variasi tekanan pompa bahan bakar 4,0 bar menghasilkan nilai torsi sebesar 18,64 Nm diputaran 18,64 rpm dan mengalami kenaikan torsi sebesar 0,8%. Hasil pengujian variasi tekanan pompa bahan bakar menghasilkan nilai konsumsi bahan bakar spesifik terendah dengan nilai 0,021 kg/kWh diputaran 4000 rpm pada tekanan pompa bahan bakar nilai tertinggi konsumsi bahan bakar spesifik  0,120 kg/kWh diputaran 8000 rpm pada tekanan pompa bahan bakar 1,9 bar. Hasil pengujian variasi tekanan pompa bahan bakar menghasilkan emisi gas buang O₂ lebih besar dari CO dan CO₂ pada variasi tekanan pompa bahan bakar 4,0 bar  Kata Kunci : motor honda beat fi 110cc, fuel pump, SFC, emisi gas buang
Simulasi Pemodelan Mobil Listrik Warok V.1 Dan Analisis Metode Berkendara Guna Memprediksi Konsumsi Energi Menggunakan Matlab/Simulink Erlangga, Banyu Sevo; Winangun, Kuntang; Winardi, Yoyok
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 4 No. 01 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v4i01.9018

Abstract

Dalam merancang dan membuat mobil listrik perlu menganalisis tingkat konsumsi energi. Pemodelan dinamika dan simulasi kendaraan mobil listrik Warok V.1 menggunakan MATLAB/Simulink dan menganalisis metode mengemudi diharapkan bisa memperoleh hasil penggunaan energi yang minimal. Pemodelan dinamika dan simulasi telah di validasi dengan pengujian secara langsung dimana memiliki error kurang dari 5%. Pada analisis metode berkendara/1dilakukan dengan dua metode yaitu konstan dan stop and go dengan tiga variasi kecepatan yakni 32 km/jam, 21 km/jam, dan 18 km/jam. Konsumsi energi minimal di dapat dengan metode stop and go variasi ketiga dengan capaian 66,6 km/kwh. Pada metode stop and go kecepatan puncak dan kecepatan minimal perlu diperhatikan agar waktu tempuh tidak melebihi batas yang telah ditentukan dan mengakibatkan DNF (Do Not Finish).
PENGARUH WAKTU PENGINJEKSIAN TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR DIESEL 1 SILINDER DENGAN BAHAN BAKAR CAMPURAN BIODIESEL DAN ETANOL Winangun, Kuntang; Al Hakim, Faris Helmi; Arifin, Rizal; Putra, Wawan Trisnadi; Sudarno, Sudarno
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 5 No. 01 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v5i01.10028

Abstract

Motor diesel merupakan mesin pembakaran dalam dimana proses pembakaran bahan bakar dilakukan dengan memanfaatkan temperatur tinggi hasil udara yang dikompresi didalam ruang silinder. Untuk mendapatkan unjuk kerja motor yang optimal, motor diesel dipengaruhi beberapa aspek operasional. Diantaranya : Perbandingan campuran udara dengan bahan bakar (Air Fuel Ratio), waktu penginjeksian bahan bakar (Timing Injevtion) dan jumlah oksigen yang terkandung dalam udara kering disekitar (Ambien). Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari karakteristik unjuk kerja pada motor diesel yaitu : Daya, Torsi, Efesiensi Termal, Pengggunaan Bahan Bakar Spesifik dan Emisi Gas Buang yang dihasilkan pada variasi waktu penginjeksian 15°BDC, 25°BDC, 30°BDC dan 35°BDC dengan waktu penginjeksian standar mesin diesel 20°BDC. Penelitian dilakukan dengan uji eksperimental pada sebuah mesin diesel 1 silinder dengan pembebanan elektrik (lampu pijar) dari 500 Watt sampai 3000 Watt dengan interval 500 Watt pada putaran mesin stasioner (1500 rpm) menggunakan bahan bakar campuran biodiesel 80 % dan etanol 20 %. Hasil dari pengujian kinerja mesin menunjukkan adanya kenaikan daya dan torsi mesin pada waktu penginjeksian 30°BDC, daya sebesar 2,52 kW atau 2520 Watt dan torsi sebesar 16,07 Nm. Efisiensi termal menunjukkan hasil paling tinggi pada waktu penginjeksian 30°BDC sebesar 23,19 %. Kemudian hasil dari konsumsi bahan bakar mendapat nilai terendah pada waktu penginjeksian 30°BDC yaitu sebesar 367,19 gr/kWh. Sedangkan hasil pengujian emisi gas buang menghasilkan nilai paling rendah pada waktu penginjeksian 30°BDC sebesar 34,2%. Variasi waktu penginjeksian 30°BDC adalah variasi waktu penginjeksian terbaik untuk mesin diesel dongfeng R185 dengan bahan bakar campuran B80 dan E20.
Analisis perbandingan Bahan Bakar Bioetanol Dari Limbah Kulit Singkong Dengan Pertamax terhadap performa mesin sepeda motor matic Sadewo, Wahyu; Winangun, Kuntang; Winardi, Yoyok
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 4 No. 02 (2024): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v4i02.10070

Abstract

Perkembangan dunia otomotif sangatlah pesat di Indonesia terdapat beberapa jenis kategori motor diantaranya motor matic. Dari motor matic ini sangat diperhatikan adanya fenomena dengan jumlah konsumsi bahan bakar. Penelitian ini menggunakan bahan bakar bioethanol dari limbah kulit singkong dengan campuran pertamax. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana performa mesin dan konsumsi bahan bakar pada sepeda motor matic 4 tak menggunakan tiga variasi campuran bioetanol dan pertamax dengan perbandingan (20%:80%, 40%:60, 60%:40%). Dari hasil pengujian daya torsi nilai tertinggi pada 12,43 Nm pada campuran bioetanol 20%. Hasil dari daya dengan nilai tertinggi 13,32 Hp pada campuran bioetanol 20%. Hasil dari konsumsi bahan bakar terendah pada campuran bioetanol 20% dengan nilai 0,110 lt. Pada hasil emisi HC nilai terendah didapatkan pada campuran bioetanol 20% dengan nilai 977 ppm. Hasil CO yang dihasilkan nilai terendah pada campuran bioetanol 20% dengan nilai 0,39% vol. Pada hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwasanya penggunaan campuran 20% lebih baik dikarenakan torsi dan daya yang dihasilkan lebih tinggi dan konsumsi bahan bakar yang dihasilkan campuran 20% lebih rendah dibandingkan dengan campuran 40%, campuran 60%, dan pertamax murni.