Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Diabetic Foot Post-Amputasi Nikmah, Mauliana Nurlaila; Kartikasari, Fitriana; Jauhar, Muhamad
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetic Foot masih menjadi ancaman masalah kesehatan utama yang selalu meningkat setiap tahunnya dengan jumlah penderita terbanyak di seluruh dunia yang menyerang orang tua. Penyebab dari diabetes disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor gaya hidup yang tidak sehat dan faktor genetik,faktor yang hidup yang tidak sehat meliputi pola makan tidak sehat yaitu konsumsi tinggi gula dan lemak,kebiasaan merokok,kegemukan,kurang aktivitas fisik,untuk faktor genetik biasanya ada riwayat keluarga yang mempunyai diabetic.Dampak Diabetic Foot pada pasien dan keluarga adalah beban finansial yang diatnggung,keadaan psikologi dan sosial seta menjadi beban bagi sektor perekonomian negara. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya asuhan keperawatan yang berkualitas pada kasus Diabetic Foot yang mampu meningkatkan status kesehatan pasien. Mampu menganalisis Asuhan Keperawatan pada pasien dengan Diabetic Foot dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Metode yang digunkan penulis dalam kasus ini adalah pengkajian keperawatan, diagnosa keperawaatn, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan yang dilakukan di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada bulan november. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah wawancara, observasi, studi dokumentasi, studi pustaka, dan pemeriksaan fisik dengan menggunakan teori keperawatan orem. Bedasarkan pengkajian usia 59 tahun merasa nyeri pada ekstermitas bawah, kerusakan jaringan atau lapisan kulit, dan kehilangan bagian tubuh. Perencanaan dan tindakan keperawatan yaitu manajemen nyeri, perawatan luka dan promosi citra tubuh. Evaluasi yang dilakukan meliputi pemantauan glukosa darah dan perawatan luka post operasi amputasi pada ekstermitas bawah. Pemberian asuhan keperawatan dapat menurunkan keluhan dan mempercepat proses penyembuhan pasien sehingga masalah dapat teratasi.
Asuhan Keperawatan Klinis Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP): Studi Kasus di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin, Bandung Jannah, Laila Miftahul; Kartikasari, Fitriana; Jauhar, Muhammad
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP) merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan penurunan jumlah trombosit akibat penghancuran oleh antibodi, sehingga meningkatkan risiko perdarahan spontan seperti memar, petechiae, mimisan, dan gusi berdarah. ITP dapat menimbulkan dampak serius bagi keselamatan pasien serta menimbulkan beban psikologis dan sosial bagi pasien dan keluarga. Dibutuhkan asuhan keperawatan yang terstruktur dan berkualitas agar dapat menurunkan risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Menganalisis asuhan keperawatan pada Ny. A dengan Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP) di Ruang Fresia 2 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan tahapan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi pustaka menggunakan teori keperawatan Orem. Berdasarkan pengkajian terhadap pasien perempuan usia 59 tahun, ditemukan keluhan nyeri perut, memar di tubuh, mimisan, dan gusi berdarah dengan hasil laboratorium trombosit 8.000/?L. Ditetapkan empat diagnosa keperawatan utama yaitu risiko perdarahan, nyeri akut, intoleransi aktivitas, dan perfusi perifer tidak efektif. Intervensi yang dilakukan berupa edukasi pencegahan trauma, pemberian kompres dingin, teknik napas dalam, serta pemantauan tanda vital dan sirkulasi. Evaluasi menunjukkan adanya penurunan nyeri, tidak ada perdarahan baru, serta peningkatan kemampuan aktivitas pasien. Asuhan keperawatan yang terarah dan kolaboratif efektif dalam mengatasi keluhan pasien dengan ITP serta mencegah komplikasi lebih lanjut. Pendekatan holistik dan berbasis teori diperlukan untuk menunjang kesembuhan pasien.
HUBUNGAN FAMILY SUPPORT DENGAN SELF-MANAGEMENT DAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS Lestari, Dita Yuandrea; Purnomo, Muhammad; Kartikasari, Fitriana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49532

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan memerlukan pengelolaan mandiri jangka panjang. Namun, banyak pasien mengalami kesulitan dalam mengelola penyakitnya. Family support berperan penting dalam membantu pasien menjalankan self-management yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara family support dengan self-management dan kadar gula darah pasien Diabetes Mellitus. Pengelolaan penyakit ini membutuhkan peran aktif pasien dalam self-management, seperti pengaturan diet, olahraga, pengobatan, serta pemantauan kadar gula darah. Self-management tanpa family support akan sulit berjalan. Dukungan keluarga terbukti berkontribusi besar dalam keberhasilan manajemen diabetes, termasuk mempengaruhi stabilitas kadar gula darah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di ruang rawat inap RSU Sebening Kasih pada bulan Mei 2025 dengan total sampling terhadap pasien Diabetes Mellitus yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner HDFSS untuk dukungan keluarga, DSMQ untuk self-management, serta pemeriksaan glukosa darah puasa (GDP) untuk kadar gula darah. Data dianalisis melalui uji normalitas Shapiro-Wilk. Hubungan antar variabel diuji menggunakan korelasi Pearson atau Spearman sesuai distribusi data. Hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara family support dengan self-management pada pasien DM tipe II (p = 0,001). Serta family support memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar gula darah pasien (p = 0,001). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa family support yang diterapkan dengan kemampuan pasien dalam mengelola penyakitnya secara mandiri (Self-manajemen) dapat membantu kontrol kadar glukosa darah pasien.
Hubungan Pola Tidur, Pola Makan, dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Puskesmas Ngembal Kulon Kudus Eris Bahtiar Hamzah; Rusnoto; Fitriana Kartikasari
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 4 No 3 (2025): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v4i3.191

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup berbahaya dan merupakan faktor risiko utama yang mengarah kepada penyakit kardiovaskuler. Penyebab terjadinya penyakit hipertensi adalah pola tidur, aktivitas fisik dan pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola tidur, pola makan, dan aktivitas fisik dengan penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah Puskesmas Ngembal Kulon Kudus. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi. Populasi adalah pasien hipertensi yang terdaftar dalam progam Progam Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di wilayah Puskesmas Ngembal Kulon Kudus sebanyak 100 orang pasien dan sampel sebanyak 50 orang dengan rumus slovin. Instrument penelitian berupa kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk variabel Pola Tidur, Pola Makan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), dan aktivitas fisik menggunakan kuesioner Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Analisa statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola tidur (0,001), pola makan (0,000), dan aktivitas fisik (0,031) dengan penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah Puskesmas Ngembal Kulon Kudus. Peneliti menyarankan peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan variabel lain seperti stres psikologis, kepatuhan minum obat, serta dukungan sosial.
Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Hematemesis Melena ec Perdarahan Saluran Makan Bagian Atas Marendra, Irvan Maulana; Jauhar, Muhamad; Kartikasari, Fitriana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus hematemesis melena menjadi masalah serius di pelayanan kesehatan karena dapat menyebabkan kondisi syok hipovolemik, anemia berat, bahkan kematian. Penyebab terjadinya hematemesis melena yang paling sering dijumpai meliputi ulkus peptikum, gastritis erosif, varises esofagus, dan ruptur mukosa esofagogastrika. Keterlambatan penanganan dan keterbatasan fasilitas masih menjadi kendala yang memperbesar beban fisik dan psikologis pasien, menambah tekanan emosional serta ekonomi bagi keluarga, dan berdampak pada produktivitas masyarakat. Kasus ini juga membebani sistem kesehatan nasional melalui kebutuhan rawat inap intensif, transfusi darah, hingga intervensi endoskopi atau pembedahan darurat. Berdasarkan hal tersebut dibutuhkan asuhan keperawatan berkualitas untuk meningkatkan kesehatan pasien dan mampu menganalisis asuhan keperawatan pada pasien dengan Hematemesis Melena ec PSMBA dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Metode yang digunakan adalah pengkajian keperawatan, diagnosa keperawaatn, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan yang dilakukan di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada bulan november. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah wawancara, observasi, studi dokumentasi, studi pustaka, dan pemeriksaan fisik dengan menggunakan teori keperawatan orem. Bedasarkan pengkajian usia 40 tahun merasa nyeri pada abdomen, kadar hemoglobin rendah dan tampak mual. Dari pengkajian tersebut didapatkan diagnosa nyeri akut, perfusi perifer tidsk efektif dan nausea. Perencanaan dan tindakan keperawatan yang dilakukan yaitu manajemen nyeri, pemberian tranfusi darah dan pemberian aromatherapy lemon. Evaluasi yang dilakukan meliputi pemantauan skala nyeri, pemantauan tranfusi darah dan efektifitas aromatherapy lemon untuk mengurangi mual sehingga masalah dapat keperawatan dapat teratasi. Berdasarkan pengkajian mengenai kasus Hematemesis Melena diharapkan keluarga dapat mengambil cara cepat dan tepat agar meningkatkan kesembuhan dan mengurangi risiko komplikasi.
Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Ca Mammae Sinistra post Mastektomi Sholikhah, Shafa Artamevia; Kartikasari, Fitriana; Jauhar, Muhamad
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Carcinoma Mammae (kanker payudara) merupakan penyakit ganas yang telah menjadi ancaman bagi semua kalangan masyarakat tanpa memandang usia, jenis kelamin dan tingkat sosial. Penyebab Ca Mammae yaitu gaya hidup yang tidak sehat, genetik, usia, sering terpapar radiasi, terapi hormone. Dampak Ca Mammae bagi pasien dan keluarga mereka secara finansial, psikologis, dan sosial, serta beban negara dalam sector perekonomian. Perlu adanya asuhan keperawatan yang berkualitas pada kasus Ca Mammae. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan status Kesehatan pasien melalui asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis asuhan keperawatan pada klien dengan Ca Mammae Sinistra Post Mastektomi. Berdasarkan data WHO pada tahun 2022 sebanyak 2,3 juta wanita di dunia telah didiagnosis kanker payudara dan sebanyak 670.000 meninggal akibat kanker payudara. Ini menyebabkan kanker payudara sebagai penyebab terbesar kematian akibat kanker pada wanita. Data Profil Kesehatan Indonesia Kemenkes RI menyatakan pada tahun 2022 di Indonesia, kasus kanker payudara banyak terjadi pada wanita dengan angka kejadian 65.858 kasus baru. Profil Kesehatan Jawa Barat 2022 merilis kejadian kanker payudara sekitar 1000 orang dari semua penduduk (48 juta) setiap tahun di mana 70% dari semua pasien berada di kelas ekonomi menengah ke bawah. Tahapan asuhan keperawatan berisi pengkajian, diagnosa keperawatan, rencama keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan. Lokasi pengambilan kasus dilakukan di ruang kana RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada bulan desember 2024. Teknik pengumpulan data yang diambil yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, studi pustaka dan pemeriksaan fisik dengan menggunakan teori keperawatan Orem. Berdasarkan pengkajian pasien perempuan berusia 67 tahun, nyeri pada payudara kiri hingga ketiak bagian post-op. Diagnosis keperawatan yang muncul yaitu nyeri akut, risiko infeksi dan gangguan citra tubuh. Perencanaan dan tindakan keperawatan yaitu pemberian terapi kompres hangat, kolaborasi pemberian analgetik, mengajarkan cuci tangan 6 langkah benar dan pemberian edukasi citra tubuh. Evaluasi yang didapatkan adalah nyeri akut, risiko infeksi dan gangguan citra tubuh teratasi. Pemberian asuhan keperawatan dapat menurunkan keluhan dan mempercepat proses penyembuhan pasien sehingga masalah dapat teratasi.
Peningkatan Kesiapan Menghadapi Menopause Melalui Edukasi Kesehatan Berbasis Media Audio visual pada Kelompok Pra Lansia Kartikasari, Fitriana; Pusparatri, Edita; Risnawati, Indah; Jauhar, Muhamad
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v5i1.403

Abstract

Menopause merupakan suatu proses pada masa klimakterik yang ditandai dengan berkurangnya aktivitas ovarium dan penurunan Tingkat kesuburan. Menopause, yang terjadi secara alami pada sebagian besar wanita berusia antara 45 dan 55 tahun, adalah hasil dari penuaan biologis. Banyak wanita tidak siap menghadapi menopause dikarenakan kurangnya pengetahuan dan dukungan keluarga. Oleh karena itu, pada fase menopause diperlukan persiapan, pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga yang memadai untuk menghadapinya. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan kesiapan menghadapi menopause melalui edukasi Kesehatan berbasis media audio visual. Bentuk kegiatan ini yaitu edukasi Kesehatan menggunakan video animasi yang dikembangkan oleh pengabdi. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan September 2024 di PRA Dudakawu. Variabel yang diukur yaitu kesiapan menghadapi menopause pada anggota Aisyiyah melalui kuesioner. Pengabdi memberikan edukasi Kesehatan selama 45 menit menggunakan video. Kesiapan menghadapi menopause diukur sebelum dan sesudah edukasi Kesehatan. Analisis data menggunakan Wilcoxon test. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kesiapan menghadapi menopause sebelum dan sesudah edukasi Kesehatan dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Edukasi Kesehatan meningkatkan kesiapan anggota Aisyiyah dalam menghadapi menopause. Kegiatan semacam ini dapat diintegrasikan dalam kegiatan pengajian rutin dikelola oleh majelis Kesehatan cabang Aisyiyah.
Uji Coba Kuesioner Knowledge towards Assessment and Management of Malnutrition in Children Versi Bahasa Indonesia Jauhar, Muhamad; Lestari, Diana Tri; Kartikasari, Fitriana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi buruk pada balita menjadi isu strategis baik di tingkat global dan nasional. Angka morbiditas dan mortalitas akibat gizi buruk pada balita meningkat setiap tahun. Masalah gizi buruk jika tidak tertangani akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang. Berbagai program dan kebijakan dilakukan oleh pemerintah untuk pengelolaan kasus gizi buruk salah satunya melalui peberdayaan keluarga dan masyarakat. Pengetahuan masyarakat tentang manajemen gizi buruk pada balita menjadi aspek penting dalam membentuk kemampuan masyarakat dalam pengelolaan gizi buruk pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji coba kuesioner pengetahuan tentang manajemen gizi buruk pada balita versi bahasa Indonesia. Peneliti melakukan kajian pustaka terhadap kuesioner pengetahuan tentang manajemen malnutrisi pada balita sebanyak 26 item pertanyaan. Peneliti melakukan alih bahasa dan berkonsultasi dengan ahli bahasa dan ahli di bidang kesehatan terkait kuesioner tersebut. Uji validitas muka dilakukan pada tiga responden untuk uji keterbacaan. Uji validitas isi dilakukan pada ahli bidang kesehatan untuk memastikan ketetapan makna dari maing masing item pertanyaan. Uji validitas konstruksi dan reliabilitas dilakukan pada 67 kader kesehatan di UPTD Puskesmas Undaan dan Dawe Kabupaten Kudus. Analisis data menggunakan pearson product moment dan alpha cornbach melalui software SPSS versi 25. Nilai validitas sebesar 0,787-0,817 (nilai r tabel=0,2369) dan nilai reliabilitas sebesar 0,811 (nilai r kritis = 0,600). Kuesioner dinyatakan valid dan reliable sehingga dapat digunakan untuk mengukur pengetahuan tentang malnutrisi pada balita.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RONDE KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT AISYIYAH KUDUS Suwarto, Tri; Yulisetyaningrum, Y; Kartikasari, Fitriana; Purnomo, Muh.
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

"Ronde keperawatan bertujuan untuk mengatasi masalah keperawatan pasien yang dilakukan oleh perawat dan pasien untuk membahas dan melaksanakan asuhan keperawatan. Pelaksanaan ronde keperawatan dapat dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, norma subjektif, dan niat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ronde keperawatan di Ruang Rawat Inap RSU Aisyiyah Kudus Metode: Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 108 dan di dapat sampel sebanyak 98 responden dengan total sampling. Variabel independen adalah pengetahuan, sikap, norma subjektif, dan intensi. Variabel dependen adalah pelaksanaan ronde keperawatan. Instrumen menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis dengan Spearmen’s Rho. Hasil: Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap (p=0,001), pengetahuan dengan norma subjektif (p=0,001), sikap dengan intensi (p=0,004), norma subjektif dengan intensi (p=0,002), intensi dengan pelaksanaan ronde keperawatan (p=0,030). Diskusi: Pelaksanaan ronde keperawatan akan berjalan dengan baik dengan pengetahuan yang baik, sikap yang positif, norma subjektif yang baik, dan niat yang baik dari perawat untuk melaksanaan ronde keperawatan. Sehingga diperlukan pelatihan tentang ronde keperawatan dan penerapan ronde keperawatan secara secra teratur dan berkelanjutan. Kata kunci: ronde keperawatan, pengetahuan, sikap, intensi, norma subjektif "
Comprehensive Overview of Nurses' Knowledge and Skills in Documenting Nursing Care Accurately and Efficiently at Community Health Centres Suwarto, Tri; Kartikasari, Fitriana; Purnomo, Jeki
JENDELA NURSING JOURNAL Vol. 9 No. 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v9i1.12179

Abstract

Proper documentation functions as an accurate medical record, legal proof, communication tool among healthcare professionals and a foundation for evaluating and improving services, making nurses' ability to document nursing care accurately and also efficiently vital for research and development. This research aims to provide a comprehensive overview of the knowledge, skill levels of nurses in community health centres in documenting nursing care accurately and efficiently. This quantitative descriptive research use a total sampling approach on all nurses working in community health centres in one district in Indonesia. A questionnaire instrument is used to assess nurses' Knowledge while the skill observation is conducted by using a checklist to assess nurses' practical skills in performing nursing care documentation, including completeness, timeliness, use of standard terms, neatness of documentation. Data is analysed to examine the distribution of knowledge, skill levels possessed by the nurses. Results indicate nurses possess high levels of theoretical knowledge. However, practical skills often lag behind, with several skill areas requiring reinforcement. In assessment, significant gaps exist in biopsychosocial-spiritual data collection skills compared to nurses' knowledge. In diagnosis, data analysis and interpretation skills need improvement despite adequate nursing knowledge. In planning, nurses demonstrate difficulties in formulating action plans based on specific objectives. Nursing intervention implementation, such as health education for families and self-hygiene training, also shows disparities between knowledge and skills. Evaluation of patient and family capabilities shows balanced results. However, nursing care documentation still requires improvement in recording skills. Proposed recommendations include developing continuous training programmes, fostering interdisciplinary collaboration, enhancing family education, improving documentation skills, conducting regular evaluations of nurses' knowledge and skills.