Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Tingkat Pengetahuan, Penurunan Tingkat Stres Menjalani Diet, dan Aktivitas Fisik dengan Kadar Gula Darah Diabetes Melitus di Klinik dr. Moch Budi Setiawan Oktaviolika, Sinta Sari; Rusnoto; Kartikasari, Fitriana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20604

Abstract

According to estimates, there will be 28.6 million cases of diabetes mellitus (DM), a chronic metabolic disease that is fast increasing, in Indonesia by 2045. Blood sugar levels are influenced by a number of factors, including nutrition, stress, and physical exercise. The association between knowledge levels, stress related to diets, and physical activity and blood sugar management in diabetic patients is the main emphasis of this study. This study examines a number of linked topics, including the connection between blood sugar levels in people with diabetes mellitus and knowledge levels, physical activity, and lowering stress levels associated to diets. This study aims to examine the connection between blood sugar levels and awareness of diabetes mellitus. to ascertain how stress and dieting affect blood sugar levels. To assess the impact of physical activity at Dr. Moch Budi Setiawan's Clinic. Type of Research: Quantitative with a correlational approach. Population: Diabetes mellitus patients at Dr. Moch Budi Setiawan's Clinic. Sample: 44 respondents, selected using convenience sampling techniques. Instruments: Questionnaires for knowledge, stress levels, physical activity, and blood sugar level measurement with glucotest. Analysis of Data Spearman's Rank correlation is used in both univariate and bivariate analysis. Anticipated Findings: This study should show that blood sugar regulation is substantially correlated with increased knowledge, reduced stress, and optimal physical activity.
Simulation-Based Training and Nursing Documentation Competency in Community Health Centers: Pelatihan Berbasis Simulasi dan Kompetensi Dokumentasi Keperawatan di Puskesmas Suwarto, Tri; Kartikasari, Fitriana; Purnomo, Jeki
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 26 No. 4 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v26i4.1820

Abstract

Background: Accurate nursing documentation is essential for patient safety and service accountability in primary health care settings. Specific background: Community health centers frequently experience challenges due to limited documentation competence among nurses. Knowledge gap: Existing training approaches in these facilities rarely provide experiential learning that strengthens both theoretical understanding and practical skills. Aims: This study examined whether simulation-based training supports the development of knowledge and skills in nursing documentation among nurses in community health centers. Results: Using a two-group pre-test and post-test design with 46 participants, findings showed marked increases in documentation knowledge and clinical documentation skills among nurses who participated in the simulation training, while the control group showed minimal change. Novelty: The study provides empirical evidence in a primary care context showing that simulation-based training leads to substantial gains in documentation competence across multiple components of nursing practice. Implications: Integrating simulation-based learning into nurse development programs within community health centers can strengthen documentation quality, clinical accuracy, and professional accountability. Highlights: Simulation-based training strengthened knowledge and skills in nursing documentation Competency improvements were significant only among nurses receiving simulation training Findings support adoption of simulation learning in primary healthcare training programs Keywords: Simulation Based Training, Nursing Documentation, Clinical Competency, Community Health Centers, Nurse Education
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERAMPILAN KADER KESEHATAN DALAM DETEKSI DINI SUNTING BERBASIS MASYARAKAT PADA KADER KESEHATAN Anggara Dwi Sulistiyanto; Muhamad Jauhar; Diana Tri Lestari; Ashri Maulida Rahmawati; Edi Wibowo Suwandi; Fitriana Kartikasari; Edita Pusparatri
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.1827

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia. Data menyebutkan prevalensi stunting meningkat setiap tahunnya. Stunting disebabkan oleh gizi buruk pada ibu hamil dan balita, kurangnya pengetahuan ibu tentang kesehatan dan gizi, akses layanan  kesehatan terbatas, dan ketersediaan makanan bergizi. Dampak stunting yaitu terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme tubuh pada balita. Berdasarkan hal tersebut keteramplan deteksi dini stunting menjadi kebutuhan sehingga cakupan penemuan kasus stunting meningkat. Penanganan lebih dini dapat mencegah terjadinya berbagai komplikasi sehingga dapat menyelematkan masa depan anak bangsa. Beberapa factor yang mempengaruhi keterampilan antara lain usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengalaman kerja, pengetahuan, dan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis factor-faktor yang berhubungan dengan keterampilan deteksi dini stunting. Desain penelitian menggunakan deskiptif kuantitatif pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-September 2022. Sampel penelitian sebanyak 85 kader kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Undaan sebagai lokus stunting di Kabupaten Kudus. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner karakteristik responden, pengetahuan, sikap, dan keterampilan deteksi dini stunting. Analisis data bivariate menggunakan uji t-test. Terdapat hubungan yang signifikan antara umur, jenis kelamin, status pernikahan, tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan, lama menjadi kader kesehatan, pengalaman pelatihan, pengetahuan, dan sikap terhadap keterampilan deteksi dini stunting berbasis masyarakat pada kader kesehatan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Undaan Kabupaten Kudus. Hasil penelitian menjadi dasar dasar dalam mengembangkan intervensi untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam deteksi dini stunting. Penelitian selanjutnya dapat mengidentifikasi faktor paling dominan sebagai pertimbangan dalam pengembangan intervensi dan program kesehatan di masyarakat.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN VAKSIN COVID 19 PADA PASIEN HIPERTENSI Sri Siska Mardiana; Fitriana Kartikasari; Sukarmin Sukarmin; Tri Suwarto; Anggi Riska Wardani
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v8i2.2278

Abstract

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-Cov-2) merupakan penyebab pandemi virus Corona (COVID-19) tahun 2019. Salah satu cara mengendalikan COVID-19 yang perlu dilakukan adalah pemberian vaksin. Hipertensi merupakan penyakit penyerta COVID-19 yang meningkatkan risiko kematian secara signifikan di Indonesia. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan pendidikan dengan vaksin COVID-19 pada penderita hipertensi di Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan cross-sectional dan analisis observasional. Purposive sampling adalah adalah teknik yang digunakan untuk membuat sampel penelitian ini. Besar sampel sebanyak 45 responden dengan kuesioner kemuadian dianalisis menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji statistik Spearman's Rho yang dilakukan peneliti menghasilkan nilai p = 0,000 α 0,05 dan nilai r sebesar 0,761, berada di antara r = 0,60 – 0,799. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dan tingkat pendidikan terhadap vaksin Covid-19 di masyarakat di desa Growong Kidul Kecamatan Juwana Kabupaten Pati menunjukkan asosiasi yang kuat. Kesimpulan, Diketahui bahwa pengetahuan dan pendidikan dari 45 responden sebagian besar terdistribusi dengan baik; 14 (31,1%) telah menerima vaksinasi; 11 (24,4%) telah menerima vaksinasi; dan 1 (2,2%) belum menerima vaksinasi COVID-19. 19. Kesimpulan : Pada penderita hipertensi di Desa Growong Kidul Kecamatan Juwana Kabupaten Pati terdapat hubungan yang kuat antara tingkat pengetahuan dan pendidikan dengan vaksinasi Covid-19, menurut hasil analisis uji Chi-Square, hal nilai = 0,000 (p0,05).   
PERBEDAAN FREKUENSI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA REMAJA DI SMP Fitriana Kartikasari; Sri Siska Mardiana; anny rosiana masithoh; Nurul Asnal Mubarokah
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 8, No 1 (2023): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v8i1.2026

Abstract

LatarBelakang : Remaja menggunakan media sosial pada tingkat tinggi 64,8% dan rendah 20,4%, yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar secara fisiologis, kognitif, dan sosioemosional.Tujuan : Memahami hubungan frekuensi penggunaan media sosial dengan prestasi akademik remaja di SMP Muhammadiyah 1 Kudus dan MTs Muhammadiyah KudusMetode       : Dengan menggunakan metode waktu cross sectional, jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Dengan menggunakan teknik sequential sampling, jumlah sampel sebanyak 174 responden. Survei tentang frekuensi penggunaan media sosial dan nilai siswa kumulatif adalah instrumen yang digunakan. Chi Square digunakan untuk menganalisis data uji statistik.Hasil           : Responden di MTs Muhammadiyah Kudus memiliki frekuensi penggunaan media sosial yang cukup dengan prestasi belajar baik sedangkan remaja di SMP Muhammadiyah 1 Kudus memiliki frekuensi penggunaan media sosial yang cukup dan  penggunaan media sosial dengan prestasi belajar baik sebanyak 27 (71,1%) dan 11 (21,8%).Kesimpulan : Ada hubungan antara frekuensi penggunaan media sosial dengan keberhasilan akademik remaja di SMP Muhammadiyah 1 Kudus namun tidak di MTs Muhammadiyah Kudus dimana tidak ada hubungan antara keduanya. 
HUBUNGAN SISTEM PENGAWASAN DAN REWARD DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT Fitriana Kartikasari; Dewi Hartinah; Edi Wibowo Suwandi; Luluk yuliatin
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1475

Abstract

AbstrakPerawat adalah tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan dalam 24 jam kepada pasien. Salah satu keberhasilan pelayanan rumah sakit akan di tentukan oleh kinerja perawat yang merupakan faktor penentu keberhasilan akhir dari pelayanan yang di terima oleh pasien. RSU Mardi Lestari Sragen dari data sekunder menunjukkan penilaian kinerja baru berorientasi pada pelaksaan asuhan keperawatan sebagai indicator kinerja perawat menjelaskan bahwa pengkajian di lakukan hanya data keluhan saja, diagnosa keperawatan di buat di dasarkan atas analisa perawat dan intervensi serta evaluasi di lakukan di dasarkan atas advis dokter. Mengetahui hubungan system pengawasan dan reward dengan kinerja perawat di RSU Mardi Lestari Sragen. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik corelation. Jumlah sample sebanyak 75 perawat, tehnik sample menggunakan purposive sampling. Hasil analisis data bivariate dengan tabel 2x2 dijumpai nilai E 5, maka uji yang digunakan adalah Contiunity correction. Total 52 (100%) responden dengan pengawasan tinggi, terdapat hasil analisis pengawasan tinggi dengan kinerja baik 51 (98.1%) dan pengawasan tinggi dengan kinerja buruk sebanyak 1 (1.9%). Sebanyak 23 (100%) responden dengan pengawasan rendah ,di dapatkan data pengawasan rendah dengan kinerja baik 5 (21.7%) dan pengawasan rendah dengan kinerja buruk 18 (78.3%). Nilai probabilitas (p = 0,000 0,05) Hasil Odds Ratio (OR) = 183.6 artinya peran manager baik/ buruk mempunyai resiko 183.5 lebih terhadap kinerja. Nilai person correlation (r) dikatakan ada jika nila person correlation r table (0,231), sehingga dapat di simpulkan bahwa penelitian nilai person correlation 0,869. Ada hubungan yang bermakna antara pengawasan dengan kinerja perawat, derajat hubungan kuat sempurna, mempunyai hubungan positif yang berarti semakin tinggi pengawasan maka semakin tinggi kinerja perawat.
HUBUNGAN TINGKAT PEMAHAMAN DAN SIKAP TERHADAP PERSEPSI MASYARAKAT TERKAIT VAKSIN COVID-19 Sri Siska Mardiana; Fitriana Kartikasari; Rusnoto Rusnoto; Choirul Anas
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 2 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i2.1811

Abstract

LatarBelakang       : Menurut hasil survey dari Kemenkes RI pada Akhir Oktober 2020 bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) tentang respon masyarakat atas rencana melaksanakan vaksinasi Covid 19 hasilnya menunjukkan 64,8% masyarakat bersedia divaksinasi, 7,6% menolak dan 26,% masih ragu (Kemenkes RI, 2020)Tujuan        : Hubungan Tingkat Pemahaman dan Sikap Terhadap Persepsi Masyarakat Terkait Vaksin Covid-19 Di Kelurahan Bintoro Demak Metode       : Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan cross sectional. Penelitian cross sectional merupakan jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran atau observasi dari variabel independen dan dependen hanya satu kali pada satu waktu. Pada penelitian ini variabel independen dan dependen dinilai secara simultan pada satu waktu sehingga tidak ada tindak lanjut (Nursalam, 2013)Hasil           : Berdasarkan tabel 4.7 uji statistik Spearman’s Rho yang dilakukan peneliti diperoleh hasil nilai p = 0,000 α 0,05 dan nilai r sebesar 0,761 yang berada diantara rentang r = 0.60 – 0,799 yang artinya ada hubungan sikap terhadap persepsi masyarakat terkait vaksin covid-19 di kelurahan bintoro demak, dengan korelasi keeratan yang kuat.Kesimpulan : Hubungan Tingkat Pemahaman dan Sikap Terhadap Persepsi Masyarakat Terkait Vaksin Covid-19 Di Kelurahan Bintoro Demak  
LEVEL OF EDUCATION, LENGTH OF SERVICE, AND WORKLOAD OF NURSES ON THE COMPLETENESS OF NURSING CARE DOCUMENTATION Fitriana Kartikasari; Muhammad Purnomo; Ifa Nailatul Izaa; Putri Novi Kristiani
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 2 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i2.2535

Abstract

Documentation is a basic element in accountability for the performance of the nursing profession. Recording nursing care documentation is an obligation that must be carried out by nurses. The obligation to record nursing care documentation is stated in the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia regarding licensing and implementation of nursing practice which states that nurses are required to carry out nursing records systematically. To determine the relationship between the level of education, length of work and workload of nurses with the completeness of nursing care documentation at the Sunan Kudus Islamic Hospital. This research is a correlational analytical research with an analytical survey method. An analytical survey itself is a survey or research that tries to explore how and why health phenomena occur. p-value chi-square test obtained from the analysis of education level and workload with completeness of professional secretary documentation was 0.000 (p0.05), then the results of analysis of length of work with completeness of civil servant documentation was 0.027 (p0.05 ) which means there is a significant relationship between level of education, length of work, and workload and the completeness of nursing care documentation. There is a relationship between the level of education, length of work, and workload of nurses and the completeness of nursing care documentation at Sunan Kudus Islamic Hospital.
PERENCANAAN KEHAMILAN MELALUI PERILAKU PERAWATAN PRA KONSEPSI Edita Pusparatri; Fitriana Kartikasari; Noor Hidayah; Siti Marisa
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 1 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i1.2390

Abstract

Perilaku perawatan pra konsepsi memiliki dampak signifikan pada kesehatan ibu dan bayi. Dengan mempersiapkan tubuh secara optimal sebelum konsepsi terjadi, risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan dapat dikurangi, sehingga meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan perencanaan kehamilan melalui perilaku perawatan pra konsepsi. Jenis Penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 97 responden. Analisa bivariat menggunakan uji Chi square. Kuesioner perencanaan kehamilan dan kuesioner perilaku perawatan pra konsepsi merupakan instrument yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan perencanaan kehamilan dengan perilaku perawatan pra konsepsi didapatkan nilai p value 0,003 dengan nilai OR 11,693. Ada hubungan perencanaan kehamilan melalui perilaku perawatan pra konsepsi.
HUBUNGAN PELAKSANAAN PENGAWAS MINUM OBAT DENGAN KEKAMBUHAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUANG CEMPAKA 1 RSUD DR LOEKMONOHADI KUDUS Sri Budiani; Fitriana Kartikasari; Noor Hidayah; Muhammad Purnomo
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 5, No 2 (2020): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v5i2.1346

Abstract

Abstrak Kekambuhan kembali penderita gangguan jiwa termasuk halusinasi sebagian besar disebabkan oleh kurangnya perhatian dari lingkungan dan bahkan keluarga sendiri sehingga berakibat pada lambatnya proses penyembuhan, kekambuhan klien skizofrenia menimbulkan dampak yang buruk bagi keluarga, klien dan rumah sakit. Pengobatan yang efektif pada pasien skizofrenia membutuhkan waktu jangka panjang oleh karena itu peran pelaksanan pengawas minum obat sangan penting. Pengawas minum obat merupakan orang yang mengawasi secara langsung terhadap penderita skizofrenia pada saat minum obat setiap harinya dengan menggunakan panduan obat jangka pendek. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelaksanaan pengawas minum obat dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia di Ruang Cempaka 1 RSUD dr Loekmonohadi Kudus. Adapun penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasional dengan jumlah responden 28 responden. Hasil analisis statistik chi squere diperoleh p value = 0.001 lebih lebih besar dari nilai tingkat kemaknaan ɑ 0.05, maka Ho gagal ditolak. Hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan pelaksanaan pengawas minum obat dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia di Ruang Cempaka 1 RSUD dr Loekmonohadi Kudus.  Kata kunci : pelaksanaan pengawas minum obat, kekambuhan pada pasien skizofrenia   Abstract Recurrence of mental disorders, including hallucinations, is mostly caused by a lack of attention from the environment and even the family itself, resulting in a slow healing process. Recurrence of schizophrenic clients has a negative impact on families, clients and hospitals. Effective treatment in schizophrenia patients takes a long time. Therefore, the role of supervisors to take medication is very important. Drug-taking supervisor is a person who directly supervises schizophrenics when taking medication every day using a short-term medication guide. This study is to determine the relationship between supervisors taking medication with recurrence in schizophrenia patients in Cempaka 1 Room at Dr. Loekmonohadi Kudus Hospital in 2020.This study used in this research is the type of this research is correlational analytic. With the number of respondents 28 respondents. The results of the chi square statistical analysis showed that p value = 0.001 was greater than the significance level value nilai 0.05. then Ho failed to be rejected. It can be concluded that there is a correlation between the implementation of supervisors taking medication with recurrence in schizophrenic patients in Cempaka 1 Room RSUD Dr. Loekmonohadi Kudus.Keywords: implementation of medication taking control, recurrence in schizophrenic patients