Articles
KAJIAN MORFOSINTAKSIS TERHADAP KESALAHAN BERBAHASA PADA GURU BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 1 KAWANGKOAN KABUPATEN MINAHASA
Biahimo, Juriawati;
Paath, Ruth C.;
Monoarfa, Susan
KOMPETENSI Vol. 4 No. 2 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/kompetensi.v4i2.6765
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Kawangkoan Kabupaten Minahasa dari sudut pandang kajian morfosintaksis Penelitian kualitatif ini disusun dengan menggunakan strategi subyektif informatif Observasi pencatatan dan dokumentasi merupakan metode pengumpulan data Lima guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Kawangkoan adalah sumber data dalam penelitian in Data yang diperoleh dianalasis dengan menggunakan teknik analisis isi yang meliputi tahapan: reduki data penyajian data verifikasi dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Kawangkoan melakukan kesalahan berbahasa ditinjau dari sudut pandang kajian morfosintaksis Kesalahan bahasa dalam bidang morfologi yang ditemukan adalah kata tidak baku kesalahan permintaan kata dan kata relasional yang salah Kalimat kalimat tidak beraturan serta kalimat kalimat yang terbagi atas predikat mengandung kesalahan sintaksis Pengguna bahasa faktor lingkungan dan faktor pengaruh bahasa daerah merupakan faktor penyebab terjadinya kesalahan berbahasa Indonesia < p>
SAPAAN KEAKRABAN BAHASA BATAK KARO OLEH KALANGAN MAHASISWA ASAL BATAK KARO DI UNIMA: SEBUAH KAJIAN SOSIOLINGUISTIK
Perangin-angin, Regristri Putri Br;
Meruntu, Oldie S.;
Monoarfa, Susan;
Polii, Intama J.
KOMPETENSI Vol. 4 No. 3 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/kompetensi.v4i3.8547
Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan bentuk makna dan fungsi kata sapaan keakraban bahasa Batak Karo yang di gunakan sebagai alat komunikasi oleh mahasiswa asal Batak Karo di Universitas Negeri Manado Metode penelitian yang di gunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara Sumber data peneliti diambil dari mahasiswa Batak Karo yang tergabung dalam rukun IKMBI Ikatan kerukunan mahasiswa batak Indonesia di Tondano dan Mahasiswa IMKA Taneh Perburu Ikatan Mahasiswa Karo yang ada di Tondano Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 20 Mahasiswa Batak yang memiliki kemampuan dalam penggunaan Bahasa Batak Karo Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan teknik analisis deskriptif yang meliputi reduksi data penyajian data dan verivikasi data Dari Hasil penelitian dalam bahasa Batak Karo terdapat 18 kata sapaan keakraban yang sering di gunakan oleh mahasiswa batak karo di UNIMA yaitu: Senina < em> Turang Impal Abang Kakak Agi Silih Eda Bere bere < em>Bapak Nande Bulang Nini Bengkila Bibi Mama Mami Permain < em> Faktor sosiolingusistik yang mempengaruhi sistem sapaan kekaraban pada mahasiswa batak karo di UNIMA adalah dari status sosial usia marga tutur dan jenis kelamin Dalam praktiknya dalam komunikasi antar mahasiswa dalam IKMBI dan IMKA terlihat bahwa mahasiswa sudah mampu menggunakan sapaan kekraban dengan baik Mesikpun demikian masih ada beberapa mahasiswa yang masih salah dalam menggunakan sapaan keakraban dan melanggar adat istiadat < p>
KAJIAN DESKRIPTIF PEMERTAHANAN BAHASA TONTEMBOAN DI DESA SINSINGON KECAMATAN PASSI TIMUR KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW
Supit, Vrenisa;
Polii, Intama Jemy;
Monoarfa, Susan
KOMPETENSI Vol. 4 No. 3 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/kompetensi.v4i3.8587
Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan pemertahanan bahasa Tontemboan dan faktor faktor yang memengaruhi pemertahanan bahasa Tontemboan di Desa Sinsingon Kecamatan Passi Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif Sumber data dalam penelitian ini adalah informan bahasa Tontemboan di Desa Sinsingon yang berusia 6 s d 12 tahun usia sekolah dasar 12 s d 15 tahun usia sekolah menengah 15 s d 19 tahun usia remaja 19 s d 25 tahun usia dewasa 25 s d 50 tahun usia dewasa lanjut 50 s d 100 tahun Lansia Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sinsingon Kecamatan Passi Timur Kabupaten Bolaang Mongondow pada bulan Desember 2022 sampai dengan Juni 2023 Untuk mengumpulkan data Teknik yang digunakan adalah Teknik Simak Cakap Semuka dan Catat Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Tontemboan hanya mampu bertahan di kalangan orang tua saja Pengetahuan Bahasa Tontemboan hanya dapat dilakukan oleh masyarakat berusia 50 tahun sampai dengan100 tahun terhadap lawan tutur berusia sebaya dan lebih tua Sedangkan usia anak anak dan usia remaja tidak menggunakannya lagi karena mereka hanya mengerti memaknai arti dari Bahasa Tontemboan tersebut tapi tidak bisa menggunakannya untuk berkomunikasi Sebagian dari mereka pula tidak mengerti sam sekali Bahasa Tontemboan sehingga tidak menggunakan bahasa tersebut saat berkomunikasi baik dalam lingkungan keluarga maupun di lingkungan Masyarakat Bergesernya pemertahanan Bahasa Tontemboan di Desa Sinsingon ini disebabkan oleh faktor usia faktor pendidikan dan faktor pernikahan Ketiga faktor inilah yang menyebabkan Masyarakat di Desa Sinsingon tidak lagi menggunakan Bahasa Tontemboan untuk saling berkomunikasi < p>
ANALISIS MAKNA SPIRITUAL DAN STILISTIKA MANTRA PAWIWAHAN DALAM ADAT HINDU BALI: SEBUAH STUDI DESKRIPTIF DI DESA WERDHI AGUNG
Asih, Ni Wayan Suwerdhi;
Polii, Intama Jemy;
Monoarfa, Susan
KOMPETENSI Vol. 4 No. 6 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/as7h6t73
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan makna spiritual dan stilistika dalam mantra Pawiwahan< em> Adat Hindu Bali Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan mengungkapkan Makna Spiritual dan Stilistika Mantra Pawiwahan< em> Adat Hindu Bali Di Desa Werdhi Agung Pengumpulan data menggunakan teknik obsevasi dan wawancara Sumber data yaitu pemangku yang adat di Desa Werdhi Agung Kecamatan Dumoga Tengah Kabupaten Bolaang Mongondow Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif Temuan penelitian menunjukkan bahwa Makna spititual Mantra Upacara Pawiwahan< em> Adat Hindu Bali memiliki makna spiritual permbersihan yang bertujuan memohon keselamatan kepada Tuhan agar sifat sifat yang tidak baik pada manusia dapat dibersihkan Byakala ; memohon kepada Tuhan agar diberikan perlindungan dan ketentraman Durmengala ; memohon kesehatan dan Panjang umur serta terhindar dari marah bahaya Prayasista ; memohon kepada Tuhan agar badan dan pikiran dapat disucikan Pengelukatan ; memohon pada Tuhan agar dapat dilindungi dan diberikan keselamatan kerukunan dan kesejahteraan Pengulapan ; memohon kepada Tuhan agar apa yang dilakukan hari ini dapat direstu oleh Tuhan Upacara Pawiwahan< em> adalah upacara saksi baik di hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa< em> maupun kepada masyarakat bahwa kedua orang tersebut mengikatkan diri sebagai suami istri Dari segi Stilistika mantra Pawiwahan< em> dalam agama Hindu Bali mencakup: repetisi tautotes asonansi dan hiperbola Makna Spiritual Mantra Pawiwahan< em> adalah memohon kepada Tuhan agar manusia dapat dibersihkan disucikan diberi kesehatan kesejahteraan panjang umur dan terhindar dari marahbahaya Makna Spiritual dan Stilistika mantra Pawiwahan< em> Adat Hindu Bali berimplikasi pada pembentukan karakter siswa karena dapat meningkatkan keyakinan dan keimanan kepada Tuhan < p>
KESANTUNAN BERBAHASA TOLOUR MASYARAKAT DESA TELAP DAN IMPLIKASINYA DALAM RANGKA PEMBENTUKAN KARAKATER
Monoarfa, Susan;
Tinangon, Keszia Irene;
Paath, Ruth C.
KOMPETENSI Vol. 4 No. 7 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/kompetensi.v4i7.8853
Tujuan penelitian ini ialah : Untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa Tolour masyarakat desa Telap dilihat berdasarkan Tingkatannya Untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa Tolour masyarakat desa Telap dilihat dari pemartkah kebahasaannya Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif Kualitatif Sumber data penelitian ini adalah informan : 1 Penutur asli bahasa Tolour; 2 Berusia 50 65 tahun; 3 Informan tidak terlalu lama meninggalkan tempat asal; 4 Memahami budaya Tolour Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah : Teknik Simak dan Cakap Semuka Kesantuanan memerintah yang tergolong sangat santun digunakan terhadap lawan tutur berusia lebih tua berstatus lebih tinggi dimarkahi oleh penggunaan TMTL Tindak Memeriktah Tidak Langsung yaitu menggunakan kata tanya toro : boleh yang diikuti kata sawa anu : tolong Kesantunan memerintah yang tergolong santun dimarkahi oleh Sawa anu : tolong yang diikuti TML tindak memerintah langsung Hasil penelitian menunjang Terhadap lawan tutur yang berusia sama atau lebih mudah dan berstatus lebih rendah dan berusia lebih mudah atau berstatus lebih rendah kesantunan memerintah yang tergolong sangat santun dimaknai oleh Sawa anu : tolong Kesantunan memerintah yang tergolong santun digunakan terhadap lawan tutur yang berusia sama atau bertataus sama dan berusia lebih mudah dan bertatus lebih rendah dimarkahi oleh penggunaan tindak TML Tindak Memerintah Langsung seperti doni : ambilkan Kesantunan menolak yang tergolong sangat santun digunakan terhadap lawan tutur yang berusia lebih tua atau berstatus lebih tinggi dimarkahi oleh maaf : maaf yang diikuti oleh TLTL Tindak Tutur Langsung Tidak Literal Kesantunan manakah yang tergolong santun digunakan terhadap lawan tutur yang berusia lebih tua atau berstatus lebih tinggi dimarkahi oleh makase : terima kasih : aku sibuk : saya sibuk : kawise mokan : lain waktu sebagai tindak tutur tidak literal TTL Kesantunan menolak yang tergolong sangat santun digunakan terhadap lawan tutur yang berusia sama atau berstatus sama dan berusia lebih mudah atau berstatus lebih rendah selain menggunakan maaf : maaf yang diikuti TLTL juga menggunakan tindak tutur tindak langsung TTL Kesantunan menolak yang tergolong santun dimarkahi oleh tindak tutur tidak literal seperti makase : terima kasih atau kawise mokan : lain waktu < p>
ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN MENULIS TEKS FANTASI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING: SEBUAH STUDI DI SMP NEGERI 1 TONDANO
Bila, Shanaz N. Salsa;
Paath, Ruth Carolien;
Monoarfa, Susan
KOMPETENSI Vol. 4 No. 7 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/kompetensi.v4i7.9225
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menulis teks fantasi sesuai dengan struktur kaidah kebahasaan dan isi melalui penerapan model pembelajaran berbasis proyek Project Based Learning< em> Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Tondano yang terletak di Jl Walanda Waramis Tondano Timur selama periode 29 November hingga 01 Desember 2023 Populasi penelitian terdiri dari 240 siswa kelas VII yang terbagi dalam 8 kelas Sampel penelitian diambil dari 24 siswa kelas VII A menggunakan teknik Purposive Sampling< em> yang dipilih berdasarkan kriteria yang dianggap mewakili populasi Hasil analisis terhadap dua puluh empat teks fantasi menunjukkan rata rata nilai sebesar 80 62 yang dikategorikan sebagai mampu karena berada dalam rentang 80 89 Meskipun proses pembelajaran masih dilakukan secara konvensional hasil penelitian mengindikasikan bahwa penggunaan model Project Based Learning< em> dapat efektif dalam membantu siswa menulis teks fantasi dengan baik Penilaian mencakup tiga aspek utama: struktur teks kaidah kebahasaan dan isi Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan model pembelajaran yang tepat seperti Project Based Learning< em> dapat berdampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan siswa dalam menulis teks fantasi dibandingkan dengan model pembelajaran lainnya < p>
ANALISIS KARAKTER TOKOH PADA NOVEL SHERLOCK HOLMES EMPAT PEMBURU HARTA KARYA SIR ARTHUR CONAN DOYLE
Puan, Adelia;
Palar, Wimsje Revlin;
Monoarfa, Susan
KOMPETENSI Vol. 4 No. 8 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/kompetensi.v4i8.10012
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter tokoh tokoh dalam novel Sherlock Holmes: Empat Pemburu Harta< em> karya Sir Arthur Conan Doyle Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik dengan sumber data berupa novel Sherlock Holmes: Empat Pemburu Harta< em> Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan sedangkan analisis data menggunakan pendekatan struktural yang berfokus pada karakter tokoh serta nilai nilai yang tercermin dalam karakter tersebut Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter tokoh dalam novel ini diidentifikasi melalui dialog penampilan deskripsi narator nada suara sikap mental serta tindakan para tokoh dalam konteks lokasi dan situasi percakapan Nilai nilai yang muncul dari karakter tokoh tokoh dalam novel ini meliputi pelanggaran hukum kesombongan kebencian perebutan harta ketelitian perjuangan kasih sayang dan persahabatan Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakter tokoh yang positif dapat berkontribusi pada pembentukan karakter individu serta memberikan dampak yang positif bagi pembaca < p>
ANALISIS GAYA BAHASA PADA LAGU DAERAH GORONTALO DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA
Warouw, Megawati;
Monoarfa, Susan;
Loho, Joni Junius
KOMPETENSI Vol. 4 No. 8 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/kompetensi.v4i8.10264
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa yang terdapat dalam lirik lagu daerah Gorontalo serta implikasinya dalam pembelajaran sastra di tingkat SMP Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika yang memungkinkan analisis mendalam terhadap penggunaan gaya bahasa dalam karya sastra Sumber data penelitian adalah lirik lagu lagu daerah Gorontalo dan data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi serta wawancara dengan informan terkait Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu Hulonthalo Lipu u< em> mengandung 18 jenis gaya bahasa antara lain klimaks sinestesia personifikasi antropomorfisme pleonasme alegori antisipasi perifrasis totem pro parte simile dan beberapa lainnya Lagu Sambe Wololo< em> mengandung 8 gaya bahasa termasuk asosiasi paralelisme alegori sinestesia alusi simbolik eponim dan alegori Sementara itu lagu Lipu u< em> mengandung 17 gaya bahasa di antaranya personifikasi pars pro toto totem pro parte sinestesia pleonasme klimaks alegori metonimia parabel asonansi dan lainnya Implikasi penelitian ini dalam pembelajaran sastra di tingkat SMP antara lain: 1 meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa Indonesia dengan memperkaya kosakata serta mengasah keterampilan berbicara menulis dan mendengarkan; 2 meningkatkan literasi siswa melalui pengenalan terhadap karya sastra berkualitas; 3 menumbuhkan pemahaman dan apresiasi terhadap budaya serta warisan bahasa Indonesia Dengan demikian penelitian ini memberikan kontribusi dalam mengembangkan pembelajaran sastra yang lebih bermakna di tingkat pendidikan formal < p>