Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL HUTAN TROPIS

KONTRIBUSI SISTEM AGROFORESTRI TRADISIONAL DALAM MENDUKUNG EKSISTENSI SOSIAL EKONOMI RUMAH TANGGA (Studi di Desa Sungai Langsat, Kabupaten Banjar) ASYSYIFA ASYSYIFA
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 32 (2011): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 32, Edisi September 2011
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.186 KB) | DOI: 10.20527/jht.v12i32.1593

Abstract

ABSTRACT.  The Aim of the research was: (1) to study system and process the  agroforestry system, (2) to discriptions management system that cover division of labour, in working and work system with the institute, and (3) to observe composition and plants structure with system agroforestry. This object system agroforestry that developed by society at Sungai Langsat village of Banjar Regency in it consist of kind and the composition that form a system. location that be watchfulness object system agroforestry that managed by society at Sungai Langsat village of Banjar Regency. The result was to show garden management agroforestry at Sungai Langsat village, can be taken conclusion as follows: System agroforestry found at Sungai Langsat village consist of one system agroforestry that is system agrisilvicultur with two sub system, that is sub system agroforestry rubber plantation and mixture fruit garden. Process development history it’s for system agroforestry location watchfulness in the begining nature forest and  or coppice. Then opened by society for effort arable land plants season. Along with walk it time, besides plant season, also plant fruits plants wood and sap producer plants then in fruits plants the development round into mixture fruit garden form that consist of various fruit tree widespread at random and irregular. While rubber planting inclined planted uniformly and coeval. Management system agroforestry at Sungai Langsat village still has tradisional where the tune position property tune each has by one family he . In this tradisional management system is labour a large part uses labour from family member. In working is begun morning until daytime and evening. Operative institute system stills limit of family member and not yet in the form of formal institute organization. Ecological condition based on conditon vegetasi at tune agroforestry resembles nature forest ecosystem condition with plants kind variety consist from 14 fruit producer plants kinds and 1 sap producer plants kind, vertical structure consists of four stratifications, important value index is dominated  kind likes rubber, jackfruit, durian and langsat.Keywords : traditional agroforestry system, contribution, kebun buahABSTRAK. Penelitan ini bertujuan untuk mempelajari : (1) mengetahui kontribusi sistem agroforestri terhadap aspek ekonomi rumah tangga, dan (2) mengetahui nilai sosial sistem agroforestri tradisional bagi petani penerap agroforestry.Lokasi yang menjadi obyek penelitian adalah sistem agroforestri yang dikelola oleh masyarakat di desa Sungai Langsat Kabupaten Banjar. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem agroforestri yang terdapat di desa Sungai Langsat terdiri dari satu sistem agroforestri, yaitu sistem agrisilvikultur dengan dua sub sistem , yakni sub sistem agroforestri kebun karet dan kebun buah campuran. Dari aspek ekonomi kontribusi yang diberikan kebun agroforestri pada pendapatan masyarakat cukup besar, yaitu rata-rata 53,31% dengan pendapatan perkapita sebesar Rp. 5.159.105,- per orang per tahun. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi lahan agroforestri pada pendapatan masyarakat cukup besar, sehingga hasil dari lahan agroforestri tersebut masih bisa diinvestasikan dalam bentuk tabungan yang bermanfaat untuk membangun rumah, membeli kendaraan, biaya perkawinan anak, ibadah haji dan sebagainya.Kata Kunci: sistem agroforestri tradisional, kontribusi
STRUKTUR SOSIAL PADA KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN DI DESA PA’AU KABUPATEN BANJAR Asysyifa Asysyifa; Hafizianor Hafizianor; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 3 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi September 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i3.17634

Abstract

Desa Pa'au salah satu desa yang berada di Pegunungan Meratus yang sekarang dihuni oleh masyarakat suku Banjar yang masih memiliki keturunan dari masyarakat suku Dayak Kayutangi, Masyarakat di Desa Pa’au dalam kehidupannya bergantung pada hutan, rata-rata mata pencaharian mereka adalah petani, buruh tani dengan memanfaatkan hutan untuk berladang, berkebun serta berburu. Pentingnya hutan bagi kehidupan sosial ekonomi semakin diakui, karena nilai-nilai budaya berupa kearifan manusia dalam mengelola alam dianggap sebagai cara terbaik untuk mengelola alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek struktur sosial pada kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan hutan di Desa Pa'au. Dimana pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi lapangan. Responden diidentifikasi dengan metode purposive sampling. Pengolahan data dilakukan melalui analisis kualitatif induktif, yang dapat memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang keadaan yang sebenarnya. Berdasarkan temuan kajian struktur sosial pada kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan hutan di Desa Pa'au, menggambarkan akulturasi budaya yang membuat adanya perbedaan dari fungsi dan struktur lembaga adat pada masyarakat yang mendiami Pegunungan Meratus pada umumnya. Sedangkan lembaga desa yang ada di desa Pa’au sama dengan lembaga desa pada umumnya. Di Desa Pa’au terdapat aturan yang berkaitan dengan hutan yaitu dilarang memasuki hutan bagian dalam 3 hari sebelum dilakukan ritual sesarahan hutan dan 7 hari setelah dilaksanakan ritual sesarahan hutan. Namun tidak ada sanksi khusus yang diberikan oleh masyarakat apabila ada yang melanggar aturan ini.