Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA OBESITAS SENTRAL DAN STRES DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA SOPIR Yuldan Faturrahman; Anto Purwanto; Iseu Siti Aisyah; Rosi Santika
Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Vol 19, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jkki.v19i1.6860

Abstract

Hypertension is a cardiovascular disease. Hypertension is influenced by many risk factors such as gender, age, family history, lack of exercise, excess sodium and fat consumption, alcohol, coffee consumption, smoking, stress and obesity. This study aims to determine the relationship between obesity and stress on hypertension in bus drivers majoring in Tasik-Ciamis Cirebon. This study used a cross-sectional design with a total sample of 53 with accidental sampling technique. Statistical test results from table 4.5 based on the stress conditions of the respondents showed that the value of p = 0.010 (p 0.05), there was a relationship between central obesity and the incidence of hypertension in Microbus drivers majoring in Tasikmalaya-Ciamis-Cirebon in 2018 with a value of p = 0.035 (p 0.05). suggested to driver to care their nutrition status.
Intervensi Edukasi Gizi terhadap Kader Posyandu Dalam Rangka Mengatasi Malnutrisi Iseu Siti Aisyah; Neni Neni; Yuldan Faturahman
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Juni 2023
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jagri.v4i1.599

Abstract

Pandemi Covid-19 mempunyai dampak yang sangat besar bagi sektor kesehatan masyarakat di Indonesia khususnya mengenai tingkat kecukupan gizi. Asupan gizi di masa pandemi penting diperhatikan untuk meningkatkan imunitas agar tidak mudah terpapar virus Covid-19. Sayangnya kalangan banyak balita yang mengalami malnutrisi. Angka stunting yang meningkat di Kota Tasikmalaya, termasuk wasting dan underweight. Pelatihan pemberian edukasi gizi kepada kader posyandu mengenai malnutrisi dan tanda serta gejalanya diharapkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu meningkat sehingga mereka dapat mengidentifikasi kejadian malnutrisi pada balita di posyandunya. Hasil yang didapatkan yaitu rata-rata skor pretest peserta adalah 5,44 dan hasil rata-rata post test peserta adalah 6,58. Berdasarkan hasil uji perbedaan di atas, didapatkan hasil nilai sig 2-tailed yaitu 0,0001 (p-value< 0,05) yang artinya ada perbedaan antara nilai pretest dan posttest atau ada pengaruh pemberian materi terhadap peningkatan pengetahuan kader tentang malnutrisi. Kegiatan Pelatihan ini diberikan kepada kader posyandu di dua Puskesmas yaitu Mangkubumi dan Sukalaksana.
The relationship between breakfast habits and nutritional status of adolescent girls: A Cross-sectional study in Tasikmalaya Dian Saraswati; Lilik Hidayanti; iseu siti aisyah
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 9, No 2 (2024): June
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v9i2.1632

Abstract

Many adolescents in developing countries have a poor breakfast habit. Poor nutritional status is thought to occur due to poor breakfast habits. This study aimed to analyze the relationship between breakfast habits and nutritional status in female adolescents using the BAZ approach. This was an observational study that used a cross-sectional approach. Three hundred and thirty-six (366) participants were selected from seven State Junior High Schools in Tasikmalaya using the proportional random sampling method. This study was conducted between August and October 2023. Nutritional status was measured using the body mass index-age-Z score (BAZ), and breakfast habits were assessed using a structured questionnaire. Multiple linear regression modeling with a significance of p<0,05 was used for data analysis. From 366 participants, the average frequency of breakfast was 3,4 ± 2,5 times/weeks, with an average BAZ of -0,08 ± 1,2 SD. Breakfast habits were related to nutritional status using BAZ (p=0,031. This study concluded that the frequency of breakfast consumption in a week is negatively related to nutritional status based on BAZ in female adolescents. Therefore, they need to be encouraged to eat breakfast and determine the reasons why they skip breakfast. 
IbBM Peningkatan Kemampuan Ibu Balita dalam Deteksi Tumbuh Kembang Anak Menuju Keluarga Sehat 2018 Iseu Siti Aisyah; Kamiel Roesman B
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v4i2.558

Abstract

Masalah kurang gizi di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan Riskesdas tahun 2013 prevalensi kurang gizi di Indonesia menunjukan peningkatan dari 17,9% tahun 2010 menjadi 19,6% pada tahun 2013. Prevalensi kurang gizi muncul pada saat bayi memasuki usia 6 bulan sampai dengan usia 2 (dua) tahun, kondisi ini sangat dipengaruhi oleh tumbuh kembangnya yang tidak optimal. Demikian pula halnya yang terjadi di Indonesia selama ini, yang cenderung naik tingkat kerawanannya akibat krisis ekonomi yang dikhawatirkan dapat mengancam kualitas SDM generasi penerus.Upaya-upaya yang mendukung untuk tumbuh kembang optimal bagi anak sudah dan akan terus dilakukan bahkan dikembangkan ke arah yang lebih baik, salah satunya melalui kegiatan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan yang dilakukan di Posyandu. Posyandu sebagai unit pemantau tumbuh kembang anak, serta menyampaikan pesan kepada ibu balita dan anggota keluarga yang memiliki bayi dan balita dengan mengupayakan bagaimana memelihara anak secara baik, yang mendukung tumbuh kembang anak sesuai potensinya. Maka perlu diadakan pelatihan untuk ibu balita yang ke posyandu tentang deteksi tumbuh kembang pada anak menuju keluarga sehat 2018. Mitra kerjasama adalah Posyandu RW 12 dan RW 05 Desa Singasari Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Estimasi Peserta pelatihan adalah 30 orang untuk tiap posyandu.LP2
Promosi Keluarga Sadar Gizi (Pro-Kadarzi) sebagai Upaya Pencegahan Balita Stunting di Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya Aisyah, Iseu Siti; Neni, Neni; Faturahman, Yuldan; Yulmiftiyanto, Lutfi; Ghaffar, Mufti
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jagri.v5i2.1213

Abstract

Kelurahan Singkup terletak di Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, merupakan daerah pedesaan yang masih tertinggal dari segi indeks pembangunan manusia, meliputi pendidikan, ekonomi dan kesehatan. Berdasarkan hasil observasi tim, daerah ini masih berupaya menghadapi permasalahan gizi yang ada dikeluarganya. Kasus stunting (pertumbuhan balita lambat akibat kurang gizi) di Kota Tasikmalaya mencapai 1.730 balita pada awal 2023. Terdapat 219 balita yang mengalami stunting di kecamatan Purbaratu. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini yaitu bagaimana memberikan edukasi menggunakan booklet mengenai Promosi Keluarga Sadar Gizi (Pro-Kadarzi) terutama keluarga yang beresiko stunting, sehingga mereka dapat menerapkan perilaku konsumsi makan gizi seimbang di tingkat rumah tangga. Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata skor pre-test adalah 85,93 dan rata-rata skor post-test adalah 89,08. Berdasarkan hasil uji perbedaan diatas, didapatkan nilai p-value 0,044 (<0,05) yang artinya ada perbedaan antara nilai pre-test dan post-test atau ada pengaruh pemberian materi terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita tentang perilaku keluarga sadar gizi. Metode ceramah dan pemberian booklet cukup efektif dalam menyampaikan materi penyuluhan kepada ibu balita terkait perilaku keluarga sadar gizi. Dari hasil kegiatan ini disarankan yaitu agar promosi Keluarga Sadar Gizi (Pro-Kadarzi) tersebar ke masyarakat lainnya maka perlu dibentuk pendamping Pro-Kadarzi sebagai duta penyampaian perilaku Kadarzi kepada masyarakat. Pendamping ini sifatnya sukarela dari masyarakat yang sudah dilatih tentang Kadarzi.
Associations Between Digital Lifestyle, Social Factors, and Adolescent Obesity: A Case-Control Study in Tasikmalaya Regency, Indonesia Muharry, Andy; Siti Aisyah, Iseu; Yogaswara, Dadan
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i2.447

Abstract

The rising prevalence of overweight and obesity today is associated with various factors, including digital behaviors and the social environment. This study examines the relationships between screen time, sleep duration, attitudes, physical activity, average gaming time, and the number of gaming peers with the incidence of obesity among adolescents. This study is a matched case-control study design. The study population comprises adolescents aged 16–18, encompassing both case and control groups. The case population includes adolescents with obesity in Leuwisari District, while the control population comprises non-obese adolescents from the same location. Case samples were determined based on data from the AUSREM Program, identifying 42 obese adolescents. Meanwhile, the control sample consists of non-obese adolescents selected purposively with a 1:1 matching ratio to the case group, ensuring comparable characteristics. Consequently, the total sample size for this study amounts to 84 participants. Data collection was conducted through questionnaires. Data analysis for screen time, sleep duration, attitudes, and physical activity used the McNemar test. Meanwhile, Pearson correlation was applied to measure the correlation between average gaming time and the number of gaming friends. The results indicate that variables significantly associated with adolescent obesity include screen time (OR=6.33, p=0.000), sleep duration (OR=4.25, p=0.004), Adolescents' attitudes toward obesity (OR=8.17, p=0.004), physical activity (OR=6.00, p=0.004), average gaming time (r=0.624, p = 0.012), and number of gaming friends (r=0.509, p = 0.000).
Pelatihan Pembuatan Nugget dan Sosis Lele Sebagai Finger Food Berbasis Pangan Lokal Untuk Mencegah Stunting Pada Balita: Training on the Production of Catfish Nuggets and Sausages as Local Food-Based Finger Food to Prevent Stunting in Toddlers Marwan, Iis; Aisyah, Iseu Siti; Neni, Neni; Ghaffar, Mufti; Susilowati, Prima Endang; Utami, Annisa Dwi
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.900

Abstract

Prevalensi stunting nasional pada tahun 2024 (19,8%) masih berada di atas target yang ditetapkan sebesar 14,2% pada 2029 dan 5% pada 2045. Program Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) digalakkan untuk mendukung percepatan penanganan stunting, mengingat ikan merupakan sumber protein hewani bernilai tinggi, mudah dicerna, dan terjangkau. Oleh karena itu, inovasi olahan ikan untuk Makanan Pendamping ASI (MPASI) diperlukan.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengidentifikasi sumber pangan lokal, khususnya ikan, sebagai protein hewani dan metode pengolahannya. Kegiatan ini dilaksanakan melalui edukasi (metode ceramah) mengenai inovasi olahan lele, diikuti demonstrasi pengolahan nugget dan sosis lele. Pengetahuan peserta dianalisis menggunakan pre-test dan post-test.Hasil analisis paired sample t-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,125 (p > 0,05), mengindikasikan bahwa intervensi ini belum memberikan peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik. Meskipun demikian, observasi pada skor rata-rata menunjukkan peningkatan pemahaman pada topik manfaat asam amino ikan serta metode pengolahan dan penyimpanan produk. Peningkatan ini dimungkinkan karena informasi tersebut ditekankan kembali selama praktik demonstrasi memasak. Disimpulkan bahwa edukasi di masa depan memerlukan media yang melibatkan partisipasi aktif peserta dan pembelajaran berbasis tim.