Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Perilaku Seks Bebas pada Remaja di SMA Negeri 1 Langowan Amir Makkau, Bukroanah; Bawiling, Nancy Sylvia; Ningsih, Andi Pramesti; Sari, Tika Bela
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): September 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i5.831

Abstract

Perilaku seks bebas tidak hanya terbatas pada hubungan intim, tetapi mencakup berciuman, berpelukan, menempelkan alat kelamin, serta bentuk kontak fisik lainnya yang mengarah pada hubungan seksual. Banyak remaja belum memahami bahwa perilaku tersebut termasuk dalam kategori seks bebas. Oleh karena itu, edukasi mengenai seks bebas sangat penting diberikan, mengingat dampaknya yang merugikan, khususnya bagi mereka yang masih berada di bangku sekolah seperti kecemasan, depresi, kehamilan di luar nikah, dikucilkan masyarakat, hingga putus sekolah. Kegiatan edukasi dilakukan di SMA Negeri 1 Langowan dengan metode ceramah dan diskusi interaktif yang melibatkan 50 siswa. Pemberian edukasi mampu meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya pendidikan seksual sebagai uoaya pencegahan perilaku seksual berisiko.  Diharapkan melalui penyuluhan ini, pemahaman remaja tentang bahaya seks bebas meningkat, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih bijak demi masa depan yang lebih sehat dan bertanggung jawab.
Identifikasi Kondisi Masyarakat Desa Totolan terhadap Pengolahan dan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Amir Makkau, Bukroanah; Harlin, Harlin; Ningsih, Andi Pramesti
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): September 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i5.846

Abstract

Sampah rumah tangga merupakan penyumbang terbesar timbulan sampah di Indonesia, dan volumenya terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Kabupaten Minahasa termasuk wilayah dengan timbulan sampah harian tertinggi di Sulawesi Utara, yaitu 175,13 ribu ton per hari. Di Desa Totolan Kabupaten Minahasa, sistem pengelolaan sampah belum maksimal karena kurangnya sinkronisasi program serta keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan analisis univariat untuk mengidentifikasi kondisi pengolahan dan pengelolaan sampah rumah tangga masyarakat, dengan sampel 162 rumah tangga yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar masyarakat masih mengolah sampah dengan cara dibakar sebanyak 156 rumah tangga (96,3 %), dan 139 rumah tangga (85,8%) tidak melakukan pemilahan. Hal ini menunjukkan rendahnya praktik pengolahan dan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga, sehingga diperlukan penyuluhan, edukasi, dan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah yang benar serta bahaya pembakaran sampah terhadap kesehatan dan lingkungan.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Tindakan Cuci Tangan Pakai Sabun Pada Siswa SD Negeri 1 Tataaran: The Relationship Between Knowledge and Attitudes with Handwashing with Soap in Students of SD Negeri 1 Tataaran Elis Noviyanti Br Sitepu; Munthe, Deviana Pratiwi; Manoppo, Jonesius Eden; Andi Pramesti Ningsih
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 10: Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8580

Abstract

Cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu bagian penting dari perilaku hidup bersih dan sehat yang berperan besar dalam mencegah penularan berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pernapasan, diare, dan infeksi cacing. Meskipun manfaat cuci tangan pakai sabun telah banyak diketahui, praktiknya di kalangan siswa sekolah dasar masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan cuci tangan pakai sabun pada siswa SD Negeri 1 Tataaran. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan analisis uji korelasi pearson. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas IV dan V yang berjumlah 46 orang, menggunakan teknik total sampling. Analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan tindakan cuci tangan pakai sabun, pengetahuan kategori remembering/C1 (p=0,003, r=0,428) serta pengetahuan kategori comprehension/C2 (p =0,000, r=0,535). Selanjutnya, terdapat hubungan signifikan antara sikap dengan tindakan cuci tangan pakai sabun, pada sikap kategori modeling (p=0,001, r=0,486) serta sikap kategori reinforcement (p = 0,005, r=0,410). Diharapkan pihak sekolah mendukung program perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah dasar melalui kebijakan berkelanjutan, penyediaan fasilitas cuci tangan, serta monitoring dan evaluasi rutin.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN KETIDAKBERDAYAAN DENGAN TINGKAT STRESS PADA MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT Ningsih, Andi Pramesti; Indirwan, Dicky
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23652

Abstract

Mahasiswa sebagai peserta didik di perguruan tinggi dituntut untuk secara mandiri aktif dalam mempelajari keilmuannya. Pada fase ini, remaja menghadapi tantangan baru dan pengalaman baru yang mungkin meningkatkan risiko untuk mengalami masalah kesehatan mental. Peralihan siswa dari tingkat sekolah menengah ke perguruan tinggi ini secara inheren membuat stres bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dan ketidakberdayaan dengan tingkat stress pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan November 2022. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan instrument perceived stress scale-10 dengan sampel berjumlah 141 orang. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami stress sedang. Hasil bivariat menunjukkan bahwa perasaan ketidakberdayaan secara signifikan berhubungan dengan tingkat stress yang dialami mahasiswa. Sementara efikasi diri tidak berhubungan dengan tingkat stress mahasiswa. Pada penelitian ini, variabel yang diteliti hanya berdasarkan efikasi diri dan ketidakberdayaan. Sementara, mahasiswa tahun pertama memiliki tantangan yang berat lainnya seperti adaptasi dengan lingkungan baru. Olehnya itu, hasil yang diperoleh hanya menyarankan peningkatan kepercayaan diri mahasiswa dalam menghadapi segala tantangan di dunia kampus sehingga dapat menjalani perkuliahan dengan baik. Diharapkan kampus dan dosen dapat membantu mahasiswa dalam rangka meningkatkan kepercayaan diri. Di samping itu, dukungan teman sebaya juga penting dalam membantu mahasiswa untuk mengatasi stress.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah Dasar, Kepulauan Selayar Ningsih, Andi Pramesti; Makkau, Bukroanah Amir; Indirwan, Dicky
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 7, No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v7i1.1884

Abstract

Sikap dan tindakan yang dilakukan oleh individu dengan tujuan menjaga kesehatan dikenal sebagai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Perilaku ini penting dalam rangka mencegah terjadinya penyakit. Permasalahan perilaku yang sering terjadi pada anak SD berkaitan dengan kebersihan gigi, tangan, rambut dan badan. Perilaku tidak sehat ini dapat mengakibatkan penyakit seperti sakit gigi, diare dan demam. Pengabdian masyarakat ini diawali dengan perizinan sekolah dan identifikasi kegiatan untuk mengetahui apakah sebelumnya sudah pernah diadakan penyuluhan dengan topik yang sama. Dari proses tersebut, diketahui bahwa penyuluhan dengan tema perilaku hidup bersih dan sehat belum pernah dilakukan. Adapun tujuan dari pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada anak sekolah dasar mengenai cara untuk menjaga kebersihan diri sehingga terhindar dari penyakit dan memiliki rasa nyaman dalam beraktivitas.
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita Di Puskesmas Matani Kota Tomohon : Overview of Stunting Incidents in Toddlers at the Matani Community Health Center, Tomohon City Marsinondang Butarbutar; Deviana Pratiwi Munthe; Andi Pramesti Ningsih; Bintang Sri Rezeki Panjaitan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9706

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia, termasuk di Kota Tomohon, yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Matani Kota Tomohon serta faktor-faktor yang berhubungan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 100 balita. Data diperoleh melalui kuesioner, pengukuran antropometri, dan telaah buku KIA, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 35%. Beberapa faktor yang cenderung berhubungan dengan kejadian tidak stunting adalah: pendidikan ibu tamat SMA (41%), pekerjaan ibu yang tidak bekerja (55%), jumlah anggota keluarga lebih dari 4 orang (38%), dan pendapatan keluarga tinggi (43%). Sementara itu, balita dengan berat lahir normal lebih banyak tidak stunting (58%), riwayat infeksi yang tidak ada lebih banyak tidak stunting (40%), pemberian MPASI yang normal (tepat waktu) lebih banyak tidak stunting (49%), serta imunisasi lengkap lebih banyak tidak stunting (54%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian stunting di wilayah Puskesmas Matani masih tinggi dan dipengaruhi oleh karakteristik ibu, keluarga, gizi, dan kesehatan balita. Disarankan peningkatan edukasi gizi dan pola asuh melalui posyandu, intervensi gizi sensitif dari pemerintah, serta peran aktif keluarga dalam pemenuhan gizi dan pencegahan penyakit.
Penguatan karakter anti bullying pada siswa melalui penyuluhan tentang bullying Andi Pramesti Ningsih; Syafriani Syafriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25269

Abstract

Abstrak Bullying adalah salah satu kenakalan remaja yang dilakukan secara sengaja untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun psikis. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memasukkan bullying sebagai salah satu dari tiga dosa besar pendidikan. Bullying dapat menimbulkan dampak bukan hanya kepada korban tetapi kepada pelaku. Besarnya dampak yang dapat terjadi membuat perilaku bullying harus dicegah sedini mungkin. Penyuluhan menjadi salah satu metode yang dipilih untuk memberikan informasi kepada remaja mengenai bullying, mulai dari definisi hingga dampaknya. Penyuluhan bullying ditujukan kepada 29 siswa/siswi SMP. Kuesioner mengenai bullying dibagikan melalui google form. Diantara para siswa, sebagian besar pernah mengalami kasus bullying yaitu 21 siswa (72.4%). Setelah dilakukan penyuluhan didapatkan hasil pengetahuan siswa yang baik meningkat dari 41,4% menjadi 62,1%. Hal ini membuktikan bahwa para siswa masih membutuhkan informasi mengenai bullying. Namun, kegiatan penyuluhan yang dilakukan hanya satu kali belum cukup untuk menumbukan kesadaran perilaku anti bullying secara berkelanjutan. Para guru di sekolah diharapkan dapat mengawasi perilaku siswa dan terus memberikan informasi untuk pembentukan perilaku anti bullying  di sekolah. Kata kunci: bullying;  karakter; penyuluhan; siswa Abstract Bullying is a type of juvenile delinquency that is carried out intentionally to hurt other people both physically and psychologically. The Ministry of Education, Culture, Research and Technology includes bullying as one of the three major educational sins. Bullying can have an impact not only on the victim but also on the perpetrator. The large impact that can occur means that bullying behavior must be prevented as early as possible. Counseling is one of the methods chosen to provide information to teenagers about bullying, from its definition to its impact. Bullying counseling was aimed at 29 junior high school students. Questionnaires regarding bullying were distributed via Google Form. Among the students, the majority had experienced cases of bullying, namely 21 students (72.4%). After the counseling was carried out, it was found that students' good knowledge increased from 41.4% to 62.1%. This proves that students still need information about bullying. However, outreach activities carried out only once are not enough to raise awareness of anti-bullying behavior on an ongoing basis. Teachers at schools are expected to monitor student behavior and continue to provide information for the formation of anti-bullying behavior at school. Keywords: bullying; character; counseling; students
Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan Program Kesehatan di Puskesmas Andi Pramesti Ningsih; Dicky Indirwan
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48131

Abstract

Kepuasan masyarakat dapat digambarkan sebagai persepsi subjektif terhadap layanan kesehatan yang dibentuk oleh evaluasi kognitif terhadap layanan dan reaksi emosional yang ditimbulkannya. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan ataupun program kesehatan bersifat dinamis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk engidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner kepuasan dan pedoman wawancara terstruktur terkait program kesehatan yang diketahui, pengalaman mengikuti program kesehatan, cara mendapatkan informasi program, faktor pendukung dan faktor penghambat mengikuti program kesehatan. Pelaksanaan wawancara direkam menggunakan alat rekam suara di smartphone. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 57 orang. Hasil penelitian menunjukkan hanya 42.1% responden yang merasa puas dengan pelayanan kesehatan di sekitarnya. Faktor yang meningkatkan kepuasan diantaranya adalah informasi yang cukup, pelayanan yang ramah dari petugas serta biaya yang terjangkau. Sementara faktor penghambat diantaranya adalah informasi dan sosialisasi mengenai program yang dirasa masih kurang, serta waktu pelaksanaan program yang dianggap kurang fleksibel. Disarankan untuk petugas kesehatan memperhatikan saran dan masukan dari masyarakat untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal lagi