Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah Dasar, Kepulauan Selayar Ningsih, Andi Pramesti; Makkau, Bukroanah Amir; Indirwan, Dicky
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 7, No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v7i1.1884

Abstract

Sikap dan tindakan yang dilakukan oleh individu dengan tujuan menjaga kesehatan dikenal sebagai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Perilaku ini penting dalam rangka mencegah terjadinya penyakit. Permasalahan perilaku yang sering terjadi pada anak SD berkaitan dengan kebersihan gigi, tangan, rambut dan badan. Perilaku tidak sehat ini dapat mengakibatkan penyakit seperti sakit gigi, diare dan demam. Pengabdian masyarakat ini diawali dengan perizinan sekolah dan identifikasi kegiatan untuk mengetahui apakah sebelumnya sudah pernah diadakan penyuluhan dengan topik yang sama. Dari proses tersebut, diketahui bahwa penyuluhan dengan tema perilaku hidup bersih dan sehat belum pernah dilakukan. Adapun tujuan dari pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada anak sekolah dasar mengenai cara untuk menjaga kebersihan diri sehingga terhindar dari penyakit dan memiliki rasa nyaman dalam beraktivitas.
Penguatan karakter anti bullying pada siswa melalui penyuluhan tentang bullying Andi Pramesti Ningsih; Syafriani Syafriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25269

Abstract

Abstrak Bullying adalah salah satu kenakalan remaja yang dilakukan secara sengaja untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun psikis. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memasukkan bullying sebagai salah satu dari tiga dosa besar pendidikan. Bullying dapat menimbulkan dampak bukan hanya kepada korban tetapi kepada pelaku. Besarnya dampak yang dapat terjadi membuat perilaku bullying harus dicegah sedini mungkin. Penyuluhan menjadi salah satu metode yang dipilih untuk memberikan informasi kepada remaja mengenai bullying, mulai dari definisi hingga dampaknya. Penyuluhan bullying ditujukan kepada 29 siswa/siswi SMP. Kuesioner mengenai bullying dibagikan melalui google form. Diantara para siswa, sebagian besar pernah mengalami kasus bullying yaitu 21 siswa (72.4%). Setelah dilakukan penyuluhan didapatkan hasil pengetahuan siswa yang baik meningkat dari 41,4% menjadi 62,1%. Hal ini membuktikan bahwa para siswa masih membutuhkan informasi mengenai bullying. Namun, kegiatan penyuluhan yang dilakukan hanya satu kali belum cukup untuk menumbukan kesadaran perilaku anti bullying secara berkelanjutan. Para guru di sekolah diharapkan dapat mengawasi perilaku siswa dan terus memberikan informasi untuk pembentukan perilaku anti bullying  di sekolah. Kata kunci: bullying;  karakter; penyuluhan; siswa Abstract Bullying is a type of juvenile delinquency that is carried out intentionally to hurt other people both physically and psychologically. The Ministry of Education, Culture, Research and Technology includes bullying as one of the three major educational sins. Bullying can have an impact not only on the victim but also on the perpetrator. The large impact that can occur means that bullying behavior must be prevented as early as possible. Counseling is one of the methods chosen to provide information to teenagers about bullying, from its definition to its impact. Bullying counseling was aimed at 29 junior high school students. Questionnaires regarding bullying were distributed via Google Form. Among the students, the majority had experienced cases of bullying, namely 21 students (72.4%). After the counseling was carried out, it was found that students' good knowledge increased from 41.4% to 62.1%. This proves that students still need information about bullying. However, outreach activities carried out only once are not enough to raise awareness of anti-bullying behavior on an ongoing basis. Teachers at schools are expected to monitor student behavior and continue to provide information for the formation of anti-bullying behavior at school. Keywords: bullying; character; counseling; students
Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan Program Kesehatan di Puskesmas Andi Pramesti Ningsih; Dicky Indirwan
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48131

Abstract

Kepuasan masyarakat dapat digambarkan sebagai persepsi subjektif terhadap layanan kesehatan yang dibentuk oleh evaluasi kognitif terhadap layanan dan reaksi emosional yang ditimbulkannya. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan ataupun program kesehatan bersifat dinamis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk engidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner kepuasan dan pedoman wawancara terstruktur terkait program kesehatan yang diketahui, pengalaman mengikuti program kesehatan, cara mendapatkan informasi program, faktor pendukung dan faktor penghambat mengikuti program kesehatan. Pelaksanaan wawancara direkam menggunakan alat rekam suara di smartphone. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 57 orang. Hasil penelitian menunjukkan hanya 42.1% responden yang merasa puas dengan pelayanan kesehatan di sekitarnya. Faktor yang meningkatkan kepuasan diantaranya adalah informasi yang cukup, pelayanan yang ramah dari petugas serta biaya yang terjangkau. Sementara faktor penghambat diantaranya adalah informasi dan sosialisasi mengenai program yang dirasa masih kurang, serta waktu pelaksanaan program yang dianggap kurang fleksibel. Disarankan untuk petugas kesehatan memperhatikan saran dan masukan dari masyarakat untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal lagi
The Influence Of Health Promotion On Adolescents' Knowledge About Sexually Transmitted Infections Muntiaha, Frisilia Putri; Bawiling, Nancy; Syafriani, Syafriani; Toar, Jilly; Pramesti, Andi Ningsih; E. Manoppo, Jonesius
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.10653

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang semakin meningkat pada kelompok remaja akibat kurangnya pengetahuan dan akses informasi yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang Infeksi Menular Seksual (IMS) pada siswa SMK N 5 Manado. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre-Experimental melalui pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi berupa edukasi kesehatan menggunakan media PowerPoint (PPT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan responden sebelum edukasi adalah 24,53 dan meningkat menjadi 29,82 setelah diberikan edukasi. Hasil uji statistik menggunakan paired t-test menunjukkan nilai signifikansi p < 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah promosi kesehatan melalui edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang Infeksi Menular Seksual (IMS).
Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Ketersediaan Infrastruktur Pengelolaan Sampah: Studi Kualitatif di Kota Makassar Dicky Indirwan; Andi Pramesti Ningsih; Muhammad Ridha Afdhal
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56617

Abstract

Krisis pengelolaan sampah di kawasan perkotaan seringkali bersumber dari ketiadaan infrastruktur yang memfasilitasi perubahan perilaku masyarakat. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis deskriptif ini bertujuan mengeksplorasi persepsi masyarakat terhadap ketersediaan infrastruktur pengelolaan sampah di Kota Makassar. Melibatkan 24 informan dari Kecamatan Panakkukang dan Manggala melalui purposive sampling, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan model interaktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi negatif dan skeptisisme masyarakat berakar kuat pada defisit infrastruktur fisik dan inkonsistensi pelayanan publik, yang termanifestasi dalam tiga konklusi utama. Pertama, inisiasi pemilahan sampah rumah tangga mengalami stagnasi akibat ketiadaan sarana pewadahan terpilah dan minimnya literasi lingkungan di struktur sosial terbawah. Kedua, ketidakandalan frekuensi armada pengangkut memicu krisis kepercayaan yang mendorong praktik penanganan maladaptif seperti pembakaran terbuka dan pembuangan ilegal. Ketiga, optimalisasi Bank Sampah terhambat oleh aksesibilitas; meskipun insentif material efektif memancing minat warga, jarak fasilitas yang jauh mengubah partisipasi menjadi beban. Disimpulkan bahwa niat baik partisipasi masyarakat tidak akan terwujud menjadi perilaku pro-lingkungan yang menetap tanpa adanya reformasi tata kelola yang mendekatkan infrastruktur fisik ke dalam ekosistem sosial warga.
Skrining Hemoglobin, Edukasi Anemia, Dan Suplementasi Tablet Tambah Darah Pada Santriwati Pesantren Umi Kalsum, Makassar Adriyani Adam; Vicky Milenia Ramadhina Putri; Azrida M; Naomi Malaha; Griennasty Clawdya Siahaya; Nur Akifa Sartika Putri; Halida Thamrin; Rezky Putri Indarwati Abdullah; Irma Fajriah; ⁠Lina Yunita; Andi Pramesti Ningsih; Indah Sari Purna; Nur Partiwi; Waode Azfari Azis; Sufina Pinto; Adelina Pinto; Yessy Kurniati
Media Implementasi Riset Kesehatan Vol 7 No 1 (2026): Media Implementasi Riset Kesehatan (Juni)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mirk.v7i1.2194

Abstract

ingkungan pesantren yang memiliki keterbatasan akses terhadap pangan bergizi dan informasi kesehatan. Kondisi ini berpotensi menurunkan konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, serta berdampak jangka panjang terhadap kesehatan reproduksi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santriwati tentang pencegahan anemia melalui intervensi edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah kegiatan pengabdian masyarakat dengan pendekatan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Pesantren UMI Kalsum, Kota Makassar, pada tanggal 7 Maret 2026 dengan sasaran santriwati penghafal Al-Qur’an. Intervensi meliputi skrining kadar hemoglobin (Hb), pemberian edukasi tentang anemia, serta pembagian Tablet Tambah Darah (TTD). Evaluasi dilakukan dengan mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum edukasi, sebanyak 71,4% santriwati memiliki pengetahuan dalam kategori baik, dan 14,3% dalam kategori kurang. Setelah edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan kategori baik menjadi 85,7% dan tidak ditemukan lagi kategori pengetahuan kurang. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman santriwati mengenai anemia. Selain itu, skrining Hb mengidentifikasi adanya santriwati yang berisiko anemia, sehingga diperlukan tindak lanjut intervensi yang lebih komprehensif.Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi kesehatan merupakan strategi efektif dalam meningkatkan pengetahuan sebagai langkah awal pencegahan anemia. Namun, diperlukan upaya berkelanjutan melalui monitoring konsumsi TTD, perbaikan pola makan, serta pendekatan berbasis komunitas untuk memastikan perubahan perilaku yang berkelanjutan.
Emotional Focus Coping on Early Childhood Marriage Actors in Selayar Andi Pramesti Ningsih
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v3i1.4241

Abstract

This study aims to reveal emotional focus coping performed by early marriage couples in Selayar. This research is a qualitative research with a phenomenological approach. The data were obtained by means of in-depth interviews and focus group discussions with 12 informants consisting of teenagers who married at an early age, parents, health workers and family planning instructors. Domain analysis is used to identify semantic relationships in the data found. The results showed that in addition to emotional focus coping, the informants also used problem focus coping in undergoing early marriage. The forms of coping with emotional focus found were self-controlling, escape-avoidance, and positive appraisal. Therefore, counseling is needed for adolescents who marry at an early age.
Edukasi Pencegahan Perilaku Seks Bebas pada Remaja di SMA Negeri 1 Langowan Bukroanah Amir Makkau; Nancy Sylvia Bawiling; Andi Pramesti Ningsih; Tika Bela Sari
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): September 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i5.831

Abstract

Perilaku seks bebas tidak hanya terbatas pada hubungan intim, tetapi mencakup berciuman, berpelukan, menempelkan alat kelamin, serta bentuk kontak fisik lainnya yang mengarah pada hubungan seksual. Banyak remaja belum memahami bahwa perilaku tersebut termasuk dalam kategori seks bebas. Oleh karena itu, edukasi mengenai seks bebas sangat penting diberikan, mengingat dampaknya yang merugikan, khususnya bagi mereka yang masih berada di bangku sekolah seperti kecemasan, depresi, kehamilan di luar nikah, dikucilkan masyarakat, hingga putus sekolah. Kegiatan edukasi dilakukan di SMA Negeri 1 Langowan dengan metode ceramah dan diskusi interaktif yang melibatkan 50 siswa. Pemberian edukasi mampu meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya pendidikan seksual sebagai uoaya pencegahan perilaku seksual berisiko.  Diharapkan melalui penyuluhan ini, pemahaman remaja tentang bahaya seks bebas meningkat, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih bijak demi masa depan yang lebih sehat dan bertanggung jawab.
Identifikasi Kondisi Masyarakat Desa Totolan terhadap Pengolahan dan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Bukroanah Amir Makkau; Harlin Harlin; Andi Pramesti Ningsih
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): September 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i5.846

Abstract

Sampah rumah tangga merupakan penyumbang terbesar timbulan sampah di Indonesia, dan volumenya terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Kabupaten Minahasa termasuk wilayah dengan timbulan sampah harian tertinggi di Sulawesi Utara, yaitu 175,13 ribu ton per hari. Di Desa Totolan Kabupaten Minahasa, sistem pengelolaan sampah belum maksimal karena kurangnya sinkronisasi program serta keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan analisis univariat untuk mengidentifikasi kondisi pengolahan dan pengelolaan sampah rumah tangga masyarakat, dengan sampel 162 rumah tangga yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar masyarakat masih mengolah sampah dengan cara dibakar sebanyak 156 rumah tangga (96,3 %), dan 139 rumah tangga (85,8%) tidak melakukan pemilahan. Hal ini menunjukkan rendahnya praktik pengolahan dan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga, sehingga diperlukan penyuluhan, edukasi, dan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah yang benar serta bahaya pembakaran sampah terhadap kesehatan dan lingkungan.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Tindakan Cuci Tangan Pakai Sabun Pada Siswa SD Negeri 1 Tataaran: The Relationship Between Knowledge and Attitudes with Handwashing with Soap in Students of SD Negeri 1 Tataaran Elis Noviyanti Br Sitepu; Deviana Pratiwi Munthe; Jonesius Eden Manoppo; Andi Pramesti Ningsih
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8580

Abstract

Cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu bagian penting dari perilaku hidup bersih dan sehat yang berperan besar dalam mencegah penularan berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pernapasan, diare, dan infeksi cacing. Meskipun manfaat cuci tangan pakai sabun telah banyak diketahui, praktiknya di kalangan siswa sekolah dasar masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan cuci tangan pakai sabun pada siswa SD Negeri 1 Tataaran. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan analisis uji korelasi pearson. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas IV dan V yang berjumlah 46 orang, menggunakan teknik total sampling. Analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan tindakan cuci tangan pakai sabun, pengetahuan kategori remembering/C1 (p=0,003, r=0,428) serta pengetahuan kategori comprehension/C2 (p =0,000, r=0,535). Selanjutnya, terdapat hubungan signifikan antara sikap dengan tindakan cuci tangan pakai sabun, pada sikap kategori modeling (p=0,001, r=0,486) serta sikap kategori reinforcement (p = 0,005, r=0,410). Diharapkan pihak sekolah mendukung program perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah dasar melalui kebijakan berkelanjutan, penyediaan fasilitas cuci tangan, serta monitoring dan evaluasi rutin.