Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analisis Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Suku Tengger di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo Babul Bahrudin
Iqtishodiyah : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 8 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/iqtishodiyah.v8i2.785

Abstract

This study is aimed to analyze the socio-economic conditions of the Tengger Tribe community in Ngadisari Village, Sukapura District, Probolinggo Regency., as well as the impact of Mount Bromo tourism on the economy of the Tengger Tribe community in Ngadisari Village. In this study, the researchers use a qualitative approach. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, observation and documentation. The validity of the data used source triangulation techniques and theoretical triangulation. In the Data analysis techniques, the researchers use data collection, data reduction, data presentation, and data verification or conclusions. This researchers examine the socio - economic conditions of the Tengger tribe. The focus of the study in this research includes the livelihoods of the Tenggerese people, as well as the impact of tourism in Bromo Tengger Semeru National Park on the changes in space or economic activity of the Tenggerese people. Research results show that people in the Mount Bromo area make a living as vegetable farmers, tourism service providers and as trader. With the existence of Mount Bromo as a tourist spot that is much favored by tourists, the economy of the Tengger people in the Mount Bromo area is getting better.
Analisis Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Suku Tengger di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo Babul Bahrudin
Iqtishodiyah : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 8 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/iqtishodiyah.v8i2.785

Abstract

This study is aimed to analyze the socio-economic conditions of the Tengger Tribe community in Ngadisari Village, Sukapura District, Probolinggo Regency., as well as the impact of Mount Bromo tourism on the economy of the Tengger Tribe community in Ngadisari Village. In this study, the researchers use a qualitative approach. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, observation and documentation. The validity of the data used source triangulation techniques and theoretical triangulation. In the Data analysis techniques, the researchers use data collection, data reduction, data presentation, and data verification or conclusions. This researchers examine the socio - economic conditions of the Tengger tribe. The focus of the study in this research includes the livelihoods of the Tenggerese people, as well as the impact of tourism in Bromo Tengger Semeru National Park on the changes in space or economic activity of the Tenggerese people. Research results show that people in the Mount Bromo area make a living as vegetable farmers, tourism service providers and as trader. With the existence of Mount Bromo as a tourist spot that is much favored by tourists, the economy of the Tengger people in the Mount Bromo area is getting better.
NILAI-NILAI MULTIKULTURALISME DALAM BERAGAMA MASYARAKAT SUKU TENGGER DI DESA NGADISARI KECAMATAN SUKAPURA KABUPATEN PROBOLINGGO Bahrudin, Babul; Zurohman, Achmad
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2022): JUNE
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v7i1.9662

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan nilai-nilai multikulturalisme dalam beragama Masyarakat Suku Tengger di Desa Ngadisari Kec. Sukapura Kab. Probolinggo. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang bagaimana nilai-nilai multikulturalisme dalam beragama Masyarakat Suku Tengger di Desa Ngadisari Kec. Sukapura Kab. Probolinggo, Adapun hasil penelitian ini adalah nilai-nilai multikulturalisme dalam beragama diwujudkan melalui sikap toleransi, sikap menerima keberadaan orang lain, ajaran tat twam asi dan konsep desakalapatra.Abstract: The purpose of the study was to identify and describe the values of multiculturalism in the religion of the Tengger Tribe Community in Ngadisari Village, Kec. Sukapura Kab. Probolinggo. This study uses a descriptive qualitative research design. This research aims to describe and explain how the values of multiculturalism in religion in the Tengger Tribe Community in Ngadisari Village, Kec. Sukapura Kab. Probolinggo, The results of this study are the values of multiculturalism in religion are manifested through an attitude of tolerance, an attitude of accepting the existence of others, the teachings of tat twam asi and the concept of desakalapatra.
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA FILM RUDY HABIBIE Anjana, Fika; Babul Bahrudin
Madani : Journal of Social Sciences and Social Science Education Vol. 1 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/rr1fbp95

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis nilai pendidikan karakter dalam Film Rudy Habibie sutradara Hanung Bramantyo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, artinya yang dianalisis dan hasil analisisnya berbentuk deskripsi, dan hasil penelitian lebih menekankan kepada makna dari pada angka-angka, peneliti menggunakan Film Rudy Habibie yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo sebagai sumber data yang digunakan. Hasil Penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, terdapat nilai pendidikan karakter di dalam Film Rudy Habibie meliputi nilai religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan dan nasionalisme, cinta tanah air, menghargai prestasi, kounikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli social, dan tanggung jawab dapat dijadikan pedoman bagi guru maupun peserta didik untuk bersikap baik dalam menjalankan kehidupan sehari-hari berdasarkan nilai karakter yang ada.
SEJARAH INDONESIA: PERALIHAN KONSEP MASYARAKAT MAJEMUK KE MASYARAKAT MULTIKULTURAL Bahrudin, Babul; Fika Anjana
Madani : Journal of Social Sciences and Social Science Education Vol. 1 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/f41m4x48

Abstract

Indonesia dalam sejarah peralihan konsep masyarakat majemuk menuju masyarakat yang multikultural tidak bisa dilepaskan dari tuntutan menjadi Negara kesatuan dengan keberagamannya. Indonesia terbentuk bukan karena kesamaan warna kulit, golongan, ras, ataupun agama melainkan karena rasa kesatuan yang kuat atas dasar kedamaian dan kemerdekaan sejati. Indonesia terpisah secara rasial dari masa Hindia Belanda hingga pada masa orde baru. Masa Orde baru muncullah kemudian paham “mono-kulturalisme” yang bercirikan penyeragaman atas berbagai aspek, sistem sosial, politik dan budaya. Sehingga, peralihan konsep masyarakat majemuk sebagai masyarakat yang terpisah berdasarkan garis budaya masing-masing untuk disatukan menjadi masyarakat yang multikulturalisme atau dikenal dengan masyarakat yang menghargai perbedaan budaya yang lahir dari kelompok-kelompok pendukung budaya.
The Role of Civics in Forming Citizens with Pancasila Achmad Zurohman; Babul Bahrudin
Journal Civics And Social Studies Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Civicos Vol 5 No 1 Tahun 2021
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/journalcss.v5i1.140

Abstract

This research discusses the role of citizenship education in creating citizens who are active in carrying out their duties and responsibilities as good citizens in accordance with Pancasila values. The aim of this research is to examine the role of citizenship education in forming Pancasila citizens. This research uses a literature study method. The approach is carried out with content analysis. In the stages, data is collected from various types of literature, analyzed, assessed, and finally conclusions are drawn. The research findings conclude that Citizenship Education plays a very important role in forming citizens with Pancasila, including providing valid and correct understanding, knowledge and comprehension, laying down and instilling patterns of thought (Fattern of thought) in accordance with Pancasila and Indonesian character, instilling Pancasila moral values ​​into students, raising the awareness of Indonesian citizens and society to always maintain and preserve Pancasila moral values, providing motivation so that every attitude and behavior grows in accordance with Pancasila values ​​and norms.
Dynamics of Baduy culture in facing global developments in Kanekes Village, Leuwidamar District, Lebak Regency, Banten Province Babul Bahrudin; Achmad Zurohman
Journal Civics And Social Studies Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Civicos Vol 5 No 1 Tahun 2021
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/journalcss.v5i1.141

Abstract

This research aims to analyze the dynamics of Baduy culture in facing global developments. The location of this research is Kanekes Village, Leuwidamar District, Lebak Regency, Banten Province. This research uses a qualitative approach. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, observation and documentation. Data validity uses source triangulation and theory triangulation techniques. Data analysis techniques use data collection, data reduction, data presentation, and data verification or conclusions. The focus of the study in this research is to analyze the reality of the Baduy tribe facing global developments in terms of 1) knowledge systems, 2) living equipment and technology systems, and 3) livelihood systems. The results of this research indicate that elements of Baduy culture in the midst of global development are starting to change. Many Baduy people have violated the customary laws that previously served as their way of life. The changes that have occurred can be seen from changes in living equipment systems and technology that have begun to modernize, changes in knowledge systems, and livelihoods that have also changed. These changes in cultural elements are due to several factors, including the large number of tourists, government policies for national development, and developments in communication technology that are starting to enter the Baduy tribal area.
Komodifikasi Sadness Selebriti Korban Perselingkuhan dari Perspektif Teori Sosial Postmodern Jean Boudrilad Nining Winarsih; Babul Bahrudin
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol. 5 No. 2 (2024): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v5i2.9597

Abstract

Artikel ini membahas representasi dan komodifikasi kesedihan artis yang menjadi korban perselingkuhan dalam industri hiburan, dengan mengadopsi perspektif Jean Baudrillard, seorang filsuf dan teoritikus sosial terkenal. Menurut Baudrillard, dalam masyarakat konsumsi modern, nilai-nilai dan realitas diubah menjadi tanda-tanda atau representasi yang terpisah dari aslinya. Dalam konteks ini, kesedihan artis korban perselingkuhan juga dapat mengalami transformasi menjadi komoditas yang dihasilkan, dikemas, dan dijual dalam bentuk citra atau simulasi. Penelitian ini menggunakan metode netnografi untuk memahami dan menganalisis representasi kesedihan artis korban perselingkuhan dalam media sosial atau platform online. Melalui tahapan penentuan objek penelitian, observasi partisipatif, pengumpulan dan analisis data, serta interpretasi temuan berdasarkan perspektif Jean Baudrillard, penelitian ini mengeksplorasi komodifikasi kesedihan dalam ruang digital. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana kesedihan artis korban perselingkuhan direpresentasikan dalam media, dan dampak komodifikasi terhadap pengalaman pribadi dan nilai-nilai emosional yang sebenarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di era revolusi industri 4.0, kesedihan sering kali dijadikan komoditas di media sosial, di mana orang memanfaatkannya untuk mencari perhatian atau keuntungan. Fenomena ini menunjukkan bagaimana emosi diubah menjadi alat untuk menarik simpati atau popularitas. Menurut teori simulacra Baudrillard, realitas kini sering digantikan oleh citra dan simbol, membuat apa yang kita lihat di media sosial terasa nyata meskipun seringkali hanya ilusi. Hal ini juga memperparah penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan rasa keterasingan di masyarakat.
Media Nearpod terhadap Kemampuan Literasi Digital Siswa dalam Penulisan Karya Ilmiah Fitriya Nanda; Babul Bahrudin; Hemas Haryas Harja Susetya
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 14 No. 2 (2025): Kode: Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Nearpod terhadap kemampuan literasi digital siswa dalam menulis karya ilmiah di kelas XI SMA Negeri 1 Maron. Literasi digital menjadi keterampilan penting dalam era global, terutama dalam mendukung kemampuan berpikir kritis dan pengelolaan informasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pretestposttest nonequivalent control group, melibatkan dua kelas sebagai sampel (n=71). Instrumen yang digunakan mencakup observasi, wawancara, tes, angket, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada kelas eksperimen yang menggunakan Nearpod dibandingkan kelas kontrol. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen mencapai 91,74 dengan skor N-Gain sebesar 0,8137 (kategori tinggi), sedangkan kelas kontrol hanya mencapai 69,49 dengan N-Gain 0,17051 (kategori sedang). Fitur interaktif Nearpod seperti kuis, Draw It, dan integrasi PDF menujukkan potensi meningkatkan partisipasi aktif danpemahaman siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa Nearpod efektif dalam meningkatkan literasi digital siswa, khususnya dalam konteks penulisan karya ilmiah. Kata Kunci: Nearpod, literasi digital, karya ilmiah
Ideologi Patriotisme dalam "Battle of Surabaya": Representasi dan Relevansinya untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia Hila Lisa Riskiawati; Babul Bahrudin; Ahmad Ilzamul Hikam
Hasta Wiyata Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Hasta Wiayata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2024.008.01.05

Abstract

This study aims to analyze the representation of the ideology of patriotism in the animated film Battle Of Surabaya is depicted and analyze the relevance of the animated film Battle Of Surabaya in learning Indonesian in high school. This research uses a qualitative approach with a descriptive research type Likewise, the analytical tool in this study uses Jhon Fiske's semiotics. The research instrument is the researcher himself. The data and data sources in this study are research informants, observed phenomena, and documentation. Data collection techniques are observation, interviews, documentation, and notes. Data analysis techniques in this study are data collection, data coding, data presentation, and drawing conclusions. checking the validity of the data used is triangulation of sources, methods, and theories. The results that have been found are four attitudes of patriotism, courage, three are willing to sacrifice, and one is love for the nation and state. In addition, this study also found the results of observations, interviews, documentation, and notes about the relevance of the animated film Battle Of Surabaya in learning Indonesian at SMA Negeri 1 Maron. The relevance of this animated film from the explanation of the teacher and several students of class XI D can be used as effective teaching material and learning media for Indonesian, especially drama text material because this film can make it easier for students to understand the material.