Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analisis Perbedaan Strategi Mengajar Guru Generasi Milenial dan Generasi Z Silviyana, Silviyana; Bahrudin, Babul; Anjana, Fika
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 5 No. 7 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v5.i7.2025.10

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena perbedaan strategi mengajar antara guru generasi milenial dan guru generasi z yang berdampak pada kualitas pelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis perbedaan strategi mengajar antara guru generasi milenial dan generasi Z serta memahami perspektif siswa terhadap perbedaan tersebut di salah satu SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari guru generasi milenial dan generasi z, siswa dan kepala sekolah. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data/penarikan kesimpulan, untuk menguji keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber dan teori. Hasil penelitian menunjukkan 1) adanya perbedaan yang signifikan, di mana guru generasi milenial lebih adaptif, aktif, kreatif, dan inovatif dalam menerapkan metode, media, dan teknologi pembelajaran. Sebaliknya, guru generasi z cenderung menggunakan strategi konvensional dan minim dalam penggunaan teknologi. 2) Siswa menunjukkan respons lebih positif terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru generasi milenial, baik dari segi pemahaman materi, gaya mengajar, antusiasme, maupun keterlibatan dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan temuan tersebut, rekomendasi dalam penelitian ini yaitu sekolah perlu memberikan pelatihan berkelanjutan bagi seluruh guru lintas generasi guna memperkuat strategi pembelajaran yang kontekstual, efektif dan relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP DARUL LUGHAH WAL KAROMAH Anjana, Fika; Bahrudin, Babul
Social Landscape Journal Vol 5, No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/slj.v5i2.62452

Abstract

This research aims to analyze students' learning difficulties in terms of learning styles in social studies subjects at Darul Lughah Wal Karomah. Descriptive qualitative is used to determine the paradigm of this research. Interview, observation and documentation are the methods used in this research to collect data. The results of this study explain that: The visual learning style dominates among other learning styles with a percentage of 56.6%, and it is followed by the kinesthetic learning style at 33.3%, and the auditory learning style at 10%. The visual learning style can be seen in students with concrete evidence that must be shown firstly so it can make students understand in lesson. The characteristics of students who have a visual learning style are a high need to see and capture information visually before they understand it. The auditory learning style can be seen from students who are able to become fluent speakers, like to discuss things and explain things at length. Students with this type of learning style are easily distracted by noise and are weak in visual activities. The kinesthetic learning style can be seen in students who find it difficult to sit still for hours because of their desire for activity and exploration.
Dinamika Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMPN 2 Gading Jannatul Virdausiyah; Babul Bahrudin; Fatih Holis Ahnaf
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.1823

Abstract

Transformasi sistem pendidikan melalui Kurikulum Merdeka menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman dan menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif serta berorientasi pada siswa. Namun, implementasi kurikulum ini tentunya tidak terlepas dari dinamika dan hambatan, terutama dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, serta persepsi siswa terhadap penerapan Kurikulum Merdeka dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di SMPN 2 Gading. Pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif digunakan sebagai acuan dalam penelitian ini. Pemilihan subjek menggunakan teknik Purposive Sampling dan telah melibatkan 10 informan. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui proses observasi, wawancara, serta dokumentasi. Sedangkan analisis data ditempuh melalui empat tahap, yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Kemudian, untuk menjamin validitas data, penelitian ini menerapkan teknik triangulasi sumber dan teori, serta Member Checking. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa: 1) Implementasi Kurikulum Merdeka di SMPN 2 Gading telah memberikan ruang bagi guru untuk merancang strategi pembelajaran yang kreatif, 2) Mampu meningkatkan partisipasi serta kemandirian siswa dalam proses belajar. Meskipun masih ditemukan beberapa kendala baik dari segi siswa maupun guru, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan tetap diperlukan agar proses implementasi berjalan optimal, secara umum penerapan Kurikulum Merdeka telah memberikan dampak yang positif terhadap proses belajar-mengajar.
The Role of the Guidance Studio (SB) as an Effort to Fulfill the Educational Rights of Indonesian Migrant Workers in Kuala Lumpur Ayu Hakikatul Maula; Poppy Rachman; Babul Bahrudin; Fika Anajana; Wahyu Lestari
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v5i1.1076

Abstract

Access to proper education is still a structural problem for Indonesian migrant children in Kuala Lumpur, Malaysia. The absence of immigration documents, administrative barriers, and limited family economic conditions has caused most migrant children to be unable to access formal education equally. This study aims to analyze the role of Guidance Studio as a community-based non-formal education program to ensure educational rights for Indonesian migrant children. This study uses a cumulative case study approach. Data was collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation during the author’s direct involvement as a volunteer teacher at the Guidance Studio. The results of the study show that the Guidance Studio plays a significant role in providing access to alternative education through flexible, context-based learning, strengthening basic literacy, and shaping the character and national identity of migrant children. Despite legal and resource limitations, the Guidance Studio remains committed to becoming a safe and inclusive space that ensures the fulfillment of children’s educational rights. These findings affirm the importance of community-based alternative education as a strategy in reducing inequality in access to education for marginalized groups of migrant children.
Kontribusi Koperasi Unit Desa (KUD) Susu Sapi Argopuro terhadap Peningkatan Sosial Ekonomi Masyarakat dan Pemanfaatannya sebagai Sumber Belajar IPS Bahrudin, Babul; Anjana, Fika
IJTIMAIYA: Journal of Social Science and Teaching Vol 9, No 1 (2025): IJTIMAIYA: Journal of Social Science and Teaching
Publisher : Program Studi Tadris IPS Fakultas tarbiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/ji.v9i1.30661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi KUD Susu Sapi Argopuro terhadap peningkatan sosial ekonomi masyarakat dan pemanfaatannya sebagai sumber belajar IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi. Keabsahan data melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, verifikasi data dan reduksi data atau kesimpulan. Informan penelitian ini terdiri dari manajer KUD, karyawan koperasi dan masyarakat khususnya anggota KUD Susu Sapi Argopuro.  Hasil dari penelitian ini yaitu 1). Kontribusi KUD (Koperasi Unit Desa) Susu Sapi terhadap Peningkatan Sosial Ekonomi Masyarakat meliputi peningkatan kondisi sosial ekonomi masyarakat, membantu masyarakat / anggota KUD dengan penyediaan kebutuhan sapi (obat-obatan, pakan, alat-alat untuk peternak sapi, dll), penyediaan sapi perah bagi anggota dengan sistem bagi hasil, penyediaan pinjaman bagi anggota, menjadi lahan bisnis bagi masyarakat, edukasi bagi peternak dan masyarakat, serta menyediakan pos tampung di berbagai daerah di sekitar KUD. 2) KUD Susu Sapi Argopuro sangat relevan untuk dijadikan sumber belajar IPS dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pendekatan berbasis konteks lokal. Misalnya saja sebagai tempat kunjungan belajar untuk siswa SMP terkait dengan materi aktivitas ekonomi seperti produksi, konsumsi dan distribusi. Begitu juga pada program studi Pendidikan IPS terkait dengan ekonomi pembangunan atau dalam konteks lingkungan seperti pengelolaan limbah. 
Normalisasi Pekerjaan Usia Sekolah: Analisis Sosiologis Terhadap Praktik Kehadiran Siswa yang Bekerja di MA Miftahul Islam Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo Asih Rindi; Babul Bahrudin; Fika Anjana
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8615

Abstract

Fenomena siswa yang bekerja sambil bersekolah masih ditemukan di MA Miftahul Islam Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian siswa mengalami ketidakhadiran, keterlambatan, serta rendahnya keterlibatan dalam proses pembelajaran. Meskipun demikian, praktik tersebut cenderung diterima dan dianggap sebagai hal yang wajar oleh keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Penelitian ini dilakukan karena kajian mengenai pekerja anak selama ini lebih banyak berfokus pada faktor penyebab dan dampaknya terhadap pendidikan, sementara proses sosial yang membentuk penerimaan dan normalisasi terhadap praktik ketidakhadiran siswa yang bekerja masih jarang dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses normalisasi pekerjaan usia sekolah serta memahami bagaimana praktik ketidakhadiran siswa yang bekerja dimaknai dan diterima oleh keluarga, guru, dan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus karena memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai realitas sosial yang dialami siswa yang bekerja dalam konteks lingkungan pendidikan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 19 informan yang terdiri atas siswa yang bekerja, orang tua, guru, dan teman sebaya. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang bekerja cenderung mengalami penurunan konsistensi kehadiran, keterlibatan belajar yang rendah, serta kesulitan memahami materi pembelajaran akibat tuntutan pekerjaan. Penelitian ini juga menemukan bahwa praktik pekerjaan usia sekolah mengalami proses normalisasi melalui konstruksi sosial yang dibentuk oleh keluarga, teman sebaya, masyarakat, dan sekolah. Faktor ekonomi keluarga, lingkungan sosial budaya, serta latar belakang pendidikan orang tua menjadi faktor yang memengaruhi keberlangsungan praktik tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa normalisasi pekerjaan usia sekolah merupakan proses sosial yang membuat praktik bekerja sambil sekolah diterima dan dimaklumi sebagai bagian dari realitas kehidupan sehari-hari. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji fenomena serupa pada berbagai jenjang pendidikan dan wilayah yang berbeda guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai normalisasi pekerjaan usia sekolah dan implikasinya terhadap keberlangsungan pendidikan anak.
Makna Pendidikan Dalam Pembentukan Nilai Sosial Anak Jalanan di Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo Jumaati; Babul Bahrudin; Mahfudz Sulaiman
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8631

Abstract

Fenomena anak jalanan masih menjadi salah satu permasalahan sosial yang ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Keberadaan anak jalanan tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan ekonomi dan akses pendidikan, tetapi juga berhubungan dengan proses pembentukan nilai sosial dalam kehidupan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna pendidikan dalam perspektif anak jalanan, mengidentifikasi nilai-nilai sosial yang terbentuk melalui pengalaman pendidikan, serta menganalisis peran pendidikan dalam pembentukan nilai sosial anak jalanan di Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap anak jalanan yang menjadi informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak jalanan memaknai pendidikan sebagai sarana untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik, meningkatkan pengetahuan, serta membuka peluang untuk mencapai masa depan yang lebih sejahtera. Nilai-nilai sosial yang terbentuk melalui pengalaman pendidikan meliputi tanggung jawab, solidaritas, kerja sama, dan kepedulian sosial. Selain itu, pendidikan berperan penting dalam membentuk karakter, sikap, dan perilaku sosial anak jalanan melalui pendidikan formal, pendidikan nonformal, maupun pengalaman sosial yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembentukan nilai sosial anak jalanan tidak hanya dipengaruhi oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh pengalaman sosial yang diperoleh dalam kehidupan jalanan. Oleh karena itu, pendidikan perlu dipahami sebagai proses yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan nilai sosial dan karakter anak jalanan.
Konstruksi Sosial Siswa Generasi Z dalam Memaknai Quater Life Crisis di Era Digital Gita Febriana; Babul Bahrudin; Fika Anjana
Ulul Albab: Majalah Universitas Muhammadiyah Mataram Vol 30, No 3 (2026): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jua.v30i3.40180

Abstract

This study aims to explore the social construction of Quarter Life Crisis among Generation Z students in the digital era. Employing a qualitative case study approach, data were collected through observations, in-depth interviews, and document analysis. The research participants consisted of purposively selected twelfth-grade students, while supporting informants included guidance and counseling teachers, homeroom teachers, the school principal, and the students' parents or guardians. The collected data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model of qualitative data analysis. The findings reveal that the social construction of the Quarter Life Crisis among Generation Z students at MA Darul Hasan is shaped through continuous interactions with family, school, peers, and social media. Most participants perceive the Quarter Life Crisis as a state of anxiety, confusion, and uncertainty regarding their future, particularly in relation to higher education, career aspirations, and life expectations.
The Effect of Implementing the Moodle-Based Ruangips.com Platform on Students’ Motivation and Social Studies Learning Outcomes in Grade XI at SMK Ar-Roudhoh Beji Pasuruan Suhardi; Babul Bahrudin; Torkis Dalimunte
International Journal of Geography, Social, and Multicultural Education Vol. 4 No. 1 (2026): 1 June 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ijgsme.v4n1.p38-46

Abstract

This study aims to analyze the effect of implementing Moodle-based ruangips.com platform on learning motivation and social studies learning outcomes of grade XI students at SMK Ar-Roudhoh Beji Pasuruan. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental pretest-posttest control group design. The population consisted of all 41 grade XI students divided into two classes: the Multimedia class (n=21) as the experimental group and the Computer and Network Engineering class (n=20) as the control group. Data were collected using a learning motivation questionnaire (30 items, α=0.89) and an achievement test (40 multiple-choice items, r₁₁=0.87). Data were analyzed using Independent Sample t-test and N-Gain analysis. Results showed: (1) there was a significant difference in learning motivation between experimental and control groups (t=4.712; p<0.05); (2) there was a significant difference in learning outcomes between the two groups (t=5.083; p<0.05); (3) the N-Gain of the experimental group was in the high category (g=0.72) while the control group was in the medium category (g=0.41). These findings imply that the Moodle-based ruangips.com platform is effective in improving IPS motivation and learning outcomes, and supports 21st century competency (4C) development in vocational students.
PERAN BUDAYA FANDOM DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS SOSIAL GENERASI Z DI KALANGAN SISWA SMP Maulina Vivin Utari; Babul Bahrudin; Nining Winarsih
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.13772

Abstract

This study is motivated by the increasing involvement of Generation Z adolescents in K-Pop fan culture, which has fostered fanbase communities through practices such as content consumption, social media activities, and interactions among fans. Thus, fandom is not merely understood as a form of entertainment but also as a space for the formation of social identity. This study aims to describe the meanings and experiences of junior high school students at SMPN 2 Maron in engaging with K-Pop fandom culture, analyze the representation of Generation Z's social identity reflected through fanbase activities, and understand how fandom is represented through communication practices, self-expression, and social interaction dynamics within fan communities. The study employed a qualitative method with a case study approach and was conducted from May to July 2026. Data were collected through in-depth interviews, observations, and relevant documentation, while participants were selected using purposive sampling based on specific criteria, namely students of SMPN 2 Maron who were actively involved in K-Pop fandom. The data were analyzed using qualitative analysis techniques through the stages of data reduction, data presentation, and gradual conclusion drawing based on emerging themes. The findings are expected to demonstrate that students' involvement in K-Pop fanbases contributes to the formation of social identity through their perceptions of fan groups, practices of supporting idols, and the development of a sense of attachment and social recognition among members. The findings also highlight representations of Generation Z through self-expression, communication language and activities, and the ways students position themselves within the social dynamics of the school environment and fan communities. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya keterlibatan remaja Generasi Z dalam budaya penggemar K-Pop yang membentuk komunitas fanbase melalui praktik seperti konsumsi konten, aktivitas di media sosial, serta interaksi antar sesama penggemar, sehingga fandom tidak hanya dipahami sebagai hiburan tetapi juga sebagai ruang pembentukan identitas sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemaknaan dan pengalaman siswa SMP 2 Maron dalam menjalani budaya fandom K-Pop, menganalisis representasi identitas sosial Generasi Z yang tampak melalui aktivitas fanbase, serta memahami bagaimana fandom direpresentasikan melalui praktik komunikasi, ekspresi diri, dan dinamika interaksi sosial di lingkungan penggemar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei–Juli 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang relevan, sedangkan partisipan ditentukan melalui purposive sampling sesuai kriteria tertentu, yaitu siswa SMP 2 Maron yang aktif terlibat dalam fandom K-Pop. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara bertahap berdasarkan tema-tema yang muncul. Hasil penelitian diharapkan dapat menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam fanbase K-Pop berperan dalam pembentukan identitas sosial melalui cara pandang terhadap kelompok penggemar, praktik dukungan terhadap idola, serta terbentuknya rasa keterikatan dan pengakuan sosial di antara anggota, sekaligus memperlihatkan bentuk representasi Generasi Z dalam ekspresi diri, bahasa/aktivitas komunikasi, dan cara siswa memposisikan diri di tengah dinamika sosial sekolah dan komunitas penggemar.