Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Review Aktivitas Anti Inflamasi Daun Jeruk Purut, Daun Dadap, Dan Daun Sirih Berdasarkan Kearifan Lokal Bali Dalam Usada Tenung Tanyalara Lestari, Ni Wayan Febriari; Astuti, Ketut Widyani
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v5i1.1844

Abstract

Pengobatan tradisional merupakan sistem pengobatan yang dilakukan secara turun-temurun dengan memanfaatkan berbagai sumber alam, seperti tanaman, hewan, maupun mineral. Pengobatan tradisional di Bali memanfaatkan informasi yang tertuang pada Usada atau naskah yang memuat sistem pengobatan, bahan obat, serta cara pengobatannya. Salah satu jenis Usada Bali adalah Usada Tenung Tanyalara yang mencangkup pengobatan terhadap penyakit umum seperti bengkak. Daun jeruk purut (Citrus hystrix DC.), daun dadap (Erythrina subumbrans (Hassk.) Merr.), serta daun sirih (Piper betle L.) berdasarkan Usada Tenung Tanyalara dapat dimanfaatkan untuk mengatasi bengkak pada kaki. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui dan membuktikan khasiat bahan tersebut melalui studi literatur. Artikel ini dibuat dengan melakukan identifikasi, pengkajian, evaluasi, serta penafsiran terhadap literatur hasil penelitian yang telah dipublikasikan secara online di lingkup nasional maupun internasional. Berdasarkan hasil penelitian secara in vivo maupun in vitro, diperoleh informasi bahwa daun jeruk purut, daun dadap, serta daun sirih dalam bentuk ekstrak maupun sediaan mampu mengatasi bengkak dengan memberikan efek antiinflamasi. Aktivitas antiinflamasi pada daun jeruk purut diduga diperoleh dari kandungan lupeol yang mampu menekan gen NLRP3. Sedangkan, pada daun dadap dan daun sirih, aktivitas antiinflamasi diduga berasal dari senyawa flavonoid yang menghambat jalur lipoksigenase atau siklooksigenase, sehingga menurunkan respon inflamasi. Berdasarkan studi yang dilakukan, disimpulkan bahwa terdapat kesesuaian efek farmakologis pada penggunaan empiris Usada Tenung Tanyalara dengan hasil uji ilmiah sebagai antiinflamasi.
Uji Efektivitas Gel Ekstrak Etanol Daun Ikut Lutung (Acalypha hispida Burm.f.) untuk Penyembuhan Ulkus Diabetik Secara In Vivo Liyani, Kadek Yunita; Dewi, Ni Pande Kadek Sinta; Damayanti, Dewa Ayu Trisna; Siwananda, I Dewa Made; Aryani, Kadek Indra; Astuti, Ketut Widyani
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 11, No 1 (2024): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i1.5073

Abstract

Ulkus diabetik adalah luka dengan ketebalan penuh yang merusak jaringan akibat komplikasi diabetes. Penggunaan topikal menjadi salah satu bahan perawatan ulkus diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas gel ekstrak etanol daun lutung untuk penyembuhan ulkus diabetik pada tikus diabetes. Induksi diabetes dilakukan menggunakan aloksan 150 mg/kgBB secara intraperitoneal. Tikus diabetes membuat luka dengan panjang 5 mm dan kedalaman 1 mm menggunakan pump biopsy pada bagian punggung. Hewan uji dibagi ke dalam kelompok gel 10%, gel 20%, gel 30%, povidon iodin, dan plasebo. Pengolesan gel dilakukan 2 kali sehari selama 7 hari. Parameter penyembuhan luka diukur dengan mengukur diameter dan eritema luka. Analisis data menggunakan program SPSS uji Saphiro Wilk (p>0,05), uji Levene (p>0,05), uji Kruskall Wallis (p<0,05) dilanjutkan dengan uji Man-Whitney (p<0,05). Hasil pengamatan menunjukkan diameter kelompok gel 20% dan 30% memberikan penurunan nilai diameter yang berbeda signifikan (p<0,05) terhadap kontrol negatif dengan nilai diameter yang paling kecil pada kelompok 30%. Hasil juga menunjukkan kelompok gel 30% memberikan pengurangan tanda eritema yang berbeda signifikan (p<0,05) terhadap kelompok negatif. Dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak etanol daun lutung konsentrasi 20% dan 30% menunjukkan efektivitas terhadap proses penyembuhan ulkus diabetes dengan hasil optimal pada konsentrasi gel 30%.
Uji Efektivitas Gel Ekstrak Etanol Daun Ikut Lutung (Acalypha hispida Burm.f.) untuk Penyembuhan Ulkus Diabetik Secara In Vivo Liyani, Kadek Yunita; Dewi, Ni Pande Kadek Sinta; Damayanti, Dewa Ayu Trisna; Siwananda, I Dewa Made; Aryani, Kadek Indra; Astuti, Ketut Widyani
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 11 No. 1 (2024): February
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i1.5073

Abstract

Ulkus diabetik adalah luka dengan ketebalan penuh yang merusak jaringan akibat komplikasi diabetes. Penggunaan topikal menjadi salah satu bahan perawatan ulkus diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas gel ekstrak etanol daun lutung untuk penyembuhan ulkus diabetik pada tikus diabetes. Induksi diabetes dilakukan menggunakan aloksan 150 mg/kgBB secara intraperitoneal. Tikus diabetes membuat luka dengan panjang 5 mm dan kedalaman 1 mm menggunakan pump biopsy pada bagian punggung. Hewan uji dibagi ke dalam kelompok gel 10%, gel 20%, gel 30%, povidon iodin, dan plasebo. Pengolesan gel dilakukan 2 kali sehari selama 7 hari. Parameter penyembuhan luka diukur dengan mengukur diameter dan eritema luka. Analisis data menggunakan program SPSS uji Saphiro Wilk (p>0,05), uji Levene (p>0,05), uji Kruskall Wallis (p<0,05) dilanjutkan dengan uji Man-Whitney (p<0,05). Hasil pengamatan menunjukkan diameter kelompok gel 20% dan 30% memberikan penurunan nilai diameter yang berbeda signifikan (p<0,05) terhadap kontrol negatif dengan nilai diameter yang paling kecil pada kelompok 30%. Hasil juga menunjukkan kelompok gel 30% memberikan pengurangan tanda eritema yang berbeda signifikan (p<0,05) terhadap kelompok negatif. Dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak etanol daun lutung konsentrasi 20% dan 30% menunjukkan efektivitas terhadap proses penyembuhan ulkus diabetes dengan hasil optimal pada konsentrasi gel 30%.
Review Artikel: Potensi Tanaman Herbal sebagai Agen Fertilitas Pria Nirmalayanthi, Putu Ayuning Dinda; Astuti, Ketut Widyani
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i9.17363

Abstract

Infertilitas pria adalah salah satu faktor penghambat dalam memperoleh keturunan khususnya bagi pasangan yang telah menikah. Infertilitas ditandai dengan tidak munculnya tanda-tanda kehamilan minimal dua belas bulan setelah melakukan hubungan intim secara teratur tanpa alat kontrasepsi. Tanaman herbal memiliki komponen kandungan senyawa tertentu yang dapat digunakan dalam mengobati infertilitas pria. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan potensi beberapa tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai agen fertilitas pria. Artikel disusun dengan mencari data referensi di beberapa jurnal yang tersedia melalui situs Google Schoolar dan penyedia jurnal. Beberapa tanaman herbal yang dikaji memiliki potensi sebagai agen fertilitas pria melalui pengujian secara in vivo meliputi umbi bawang dayak, rosela, tomat, jahe merah, rumput kebar, alpukat, daun kopi robusta, kulit kopi robusta, buah bit, daun kemangi, kayu manis, daun gaharu, kayu secang, daun katuk, daun mahkota dewa, serta bawang putih.
Diffusion of Sodium Diclofenac from Carbopol 940 Gel at Various pH Astuti, Ketut Widyani; Sumirtapura, Yeyet C.; Wiwik S, Ni Nyoman
Journal Pharmaceutical Science and Application Vol. 1 No. 1 (2012): Journal Pharmaceutical Science and Application (JPSA)
Publisher : Pharmacy Department, Math and Sciences Faculty, Udayana Univerity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPSA.2012.v01.i01.p03

Abstract

Diffusion of sodium diclofenac in Carbopol 940 gel has been investigated. Diffusion test was performed in diffusion cells with artificial membranes of Whatman no.1 filter paper which immersed with Spangler solution. Measurement of active ingredient concentration that diffuses was performed using UV spectrophotometer at a wavelength of 277 nm. The results showed that diffusion rate of sodium diclofenac from Carbopol gel increased at higher pH. The highest diffusion of diclofenac sodium occurs at pH 8 with a mean percentage of diclofenac sodium which diffuses after 240 minutes was 48.06 + 4.83%. The mean percentage of diclofenac sodium which diffuses from the gel Carbopol 940 at pH 6 after 240 minutes was 11.47 + 1.71% while the Carbopol 940 gel at pH 7 is 22.44 + 3.71%. Key words: Diffusion; Diclofenac sodium; pH; gel Carbopol 940
Co-Authors Anak Agung Gede Rai Yadnya Putra Anak Agung Wahyu Putri Agustini Anak Agung Wahyu Putri Agustini Anak Agung Wahyu Putri Agustini Arifani Siswidiasari Aryadnyani, Ni Putu Aryani, Kadek Indra Cokorda Istri Mirayani Pemayun Cokorda Istri Mirayani Pemayun Cokorda Istri Mirayani Pemayun D. A. Satriawati Damayanti, Dewa Ayu Trisna Dewa Ayu Satriawati Dewi Inderiati Dewi LPMK Dewi, Ni Pande Kadek Sinta Firsta Sesarina Mintariani Firsta Sesarina Mintariani Firsta Sesarina Mintariani Fitri NPE G. M. D. Putra I Gde Pande Aninditha Putra Wicaksana I Gusti Made Aman I Gusti Ngurah Agung Dewantara Putra I Gusti Ngurah Jemmy Anton Prasetia I Made Agus Gelgel Wirasuta I Nyoman Hariyasa Sanjaya I Nyoman Hariyasa Sanjaya I Wayan Martadi Santika I Wayan Putu Sutirta Yasa I. N. K. Widjaja Ida Bagus Made Oka L.P.M.K. Dewi Lestari, Ni Wayan Febriari Liyani, Kadek Yunita Luh Putu Febryana L Luh Putu Febryana Larasanty Luh Putu Febryana Larasanty M. D. Abimanyu M. R Sutharini Made Diah Vendita Sakuntari Made Diah Vendita Sakuntari Made Diah Vendita Sakuntari Made Krisna Adi Jaya N. K. Cahyaningsih N. K. M. Ariani, N. L. P. V. Paramita N. P. A. D. Wijayanti N. P. A. D. Wijayanti N. W. M Lina N.M.P. Susanti Ni Komang Anik Pirgantari Ni Komang Anik Pirgantari Ni Komang Anik Pirgantari Ni Komang Cahyaningsih Ni Luh Gede Lisniawati Ni Luh Made Diah Mas Cahyani Putri Ni Luh Made Diah Mas Cahyani Putri Ni Luh Made Diah Mas Cahyani Putri Ni Luh Md Dwi Laxmi Satriani Ni Luh Md Dwi Laxmi Satriani Ni Luh Md Dwi Laxmi Satriani Ni Nyoman Fabby Sukarmini Ni Nyoman Mahatriny, Ni Nyoman Ni Nyoman Wiwik S Ni Nyoman Wiwik S. Ni Putu Ariantari Ni Putu Ayu Dewi Wijayanti Ni Putu Linda Laksmiani Ni Putu Nining Gianni Ni Putu Nining Gianni Ni Putu Nining Gianni Ni Putu Sanggra Payani, Ni Putu Ni Wayan Dewi Purwanti Ni Wayan Dewi Purwanti Ni Wayan Dewi Purwanti Nirmalayanthi, Putu Ayuning Dinda Pande Ketut Suwanti Devi, Pande Ketut Putu Ita Purnama Dewi R. A. I. K. Maharani Rasmaya Niruri Rini Noviyani Sagun Chandra Yowani Santri Yulita Santri Yulita, Santri Siwananda, I Dewa Made T. Maharani Warditianin, Ni Kadek Widhyasih, Retno Martini Wiwik S, Ni Nyoman Yeyet C. Sumirtapura Yeyet C. Sumirtapura Yeyet C. Sumirtapura