Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGARUH INTENSITAS CAHAYA MATAHARI TERHADAP DAYA KELUARAN PADA PANEL SURYA Sonya Widyawati Putri; Gaguk Marausna; Erwan Eko Prasetiyo
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.736 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.442

Abstract

Semakin bertambahnya penduduk dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi maka meningkat juga kebutuhan listrik yang sekarang menjadi nyawa bagi kehidupan di bumi. Energi listrik sangat berperan penting bagi keberlangsungan aktivitas manusia. Namun, sumber daya alam yang menjadi sumber energi bagi energi listrik akan habis, maka untuk mengganti sumber daya alam yang menipis tersebut dibuatlah sebuah teknologi yang memanfaatkan pancaran sinar matahari karena sinar matahari tidak akan tergantikan dan sangat ramah lingkungan. Panel surya merupakan alat yang dapat mengkonversikan energi matahari menjadi energi listrik dalam bentuk searah (DC). Intensitas cahaya matahari yang didapat oleh panel surya akan merubah menjadi energi listrik dan dapat digunakan untuk menghidupkan alat elektronik yang biasa digunakan oleh manusia. Metode yang digunakan untuk penelitian ini melewati beberapa tahapan, yaitu studi literatur, perancangan alat, pengujian alat dan pengambilan data. Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah untuk membahas tentang pengaruh intensitas cahaya matahari terhadap daya yang dikeluarkan oleh panel surya tipe polycristalline silicone. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan panel surya berkapasitas 100WP sebanyak 2 buah. Pengujian dilaksanakan pada pagi hari hingga sore hari dan mendapatkan hasil intensitas tertinggi mencapai 1544,2 Watt/m2 dengan arus 0,4A dan tegangan sebesar 20,3V. Dan intensitas matahari terendah berada di angka 355 Watt/m2 dengan arus 0,2A dan tegangannya 19,7V. Namun apabila diberi beban lampu pijar maka arus akan semakin naik dan tegangan semakin menurun. Beban pertama diberi lampu pijar sebesar 100Watt arus naik menjadi 8,3A dan tegangan menurun menjadi 13,02V. Lampu pijar sebesar 200Watt arus makin naik menjadi 16,9A dan tegangan menurun menjadi 12,38V. Lampu pijar 300Watt arusnya menjadi 26,8A dan tegangan menjadi 12,14V. Dan terakhir beban lampu pijar 400Watt arusnya menjadi 34,4A dan tegangannya menjadi 11,75V.
ANALISIS EFEKTIVITAS KINERJA PANEL SURYA SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK DENGAN PHOTOVOLAIC 200 WP Jeremi Dwuiki Fajar Laksono; Erwan Eko Prasetiyo; Gaguk Marausna
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.62 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.443

Abstract

Daerah yang berada di sekitar garis katulistiwa merupakan daerah yang diuntungkan, dikarenakan daerah tersebut mendapat paparan sinar matahari yang presentasenya lebih banyak dibandingkan dengan daerah yang jauh dari garis katulistiwa. dengan adanya kondisi tersebut maka kita dapat memanfaatkan potensi dari intensitas sinar matahari tersebut dengan panel surya beserta komponen-komponen elektrik yang dikemas dalam sebuah sistem PLTS (Pembangkit Lisrik Tenaga Surya). Dimana sistem ini berfungsi untuk mengubah intensitas cahaya matahari menjadi energi listrik, atau biasa kita sebut dengan fenomena photovoltaic. Dengan adanya kegiatan penelitian ini kita dapat megatahui bagaiman kita merancang sebuah sistem PLTS dengan kondisi off grid. Kita dapat mengetahui seberapa besar daya listrik yang dihasilkan dan efektivitas kinerja dari sistem PLTS tersebut melalui beberapa tahapan pengujian yang dilakukan. Dengan diterapkannya sistem solar tracker single dan dual axis pada pengujiannya kita mengetahui bahwa penyerapan energi sinar matahari dapat bekerja dengan optimal pada pukul 11.00-11.30 dengan intensitas cahaya matahari rata-rata sebesar 1303 w/m² yang menghasilkan tegangan listrik rata-rata sebesar 19,82 V dan arus listrik rata-rata sebesar 0,8 A. Pada pengujian sistem solar tracker single axis, rangkaian sistem PLTS dapat menghasilkan daya listrik terbesar yaitu 66,66 watt dan daya listrik terkecilnya yaitu 8,95 watt. Sedangkan PLTS dengan kondisi sistem solar tracker dual axis, dapat menghasilkan daya listrik terbesar yaitu 152,24 watt dan dengan nilai daya listrik terkecilnya yaitu 11,52 watt. Serta dalam penelitian ini PLTS dapat dikatakan sebagai sumber daya terbarukan energi listrik yag efektiv dan dapat berfungsi degan baik karena dapat menyuplay energi listrik kepada beban yang diberikan. Evektifitas tersebut dapat kita lihat pada tabel hasil pengujian beban konstan berupa lapu pijar dengan daya yang berbeda yang dimulai dari 100 watt, 200 watt, 300 watt dan 400 watt.
STUDI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK PERPINDAHANN KALOR PADA PIPA KONSENTRIK DENGAN PENAMBAHAN VORTEX GENERATOR TIPE BAFFLE DELTA, CIRCLE, DAN RACTANGLE GUNA MENGATASI ICING CONTAMINATED TAIL STALL Galang Rivky Putra; Joni Kasmara; Gaguk Marausna; Farid Jayadi
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.335 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.505

Abstract

Horizontal stabilizer is the most important component of an aircraft in controlling the behavior of the aircraft while flying, if this component is disturbed it can result in loss of function in the elevator to pitch up and pitch down so that the plane can fall. One form of interference is icing caused by humidity and weather factors. The purpose of this research is to overcome the icing that occurs by using a heater. In this study, experimental methods with different variables were used to determine the effect of heating the contaminated airfoil on the double baffle delta, circle, and rectangle variations by utilizing the hot fluid produced from the heat gun and to determine the performance of convection heat transfer on baffle variations in heating the contaminated airfoil. The results of this study show that changing the shape of the baffle can increase the optimal convection heat transfer and create a turbulence effect, so that it can affect the performance of the heater. The shape of the baffle with the largest heat release is in the form of a baffle circle with a convective heat transfer value of 45.50 W, Reynold number value 3811.7, Nusselt number 14.80, convection heat transfer coefficient 18.44 W/m2.C, pressure drop 4.39 Pa, friction factor 0.0420.
ANALISIS KALOR PADA MINICHANNEL PENDINGIN BATERAI PESAWAT ELEKTRIK DENGAN METODE CFD Muhammad Bayu Adi Kusuma; Gaguk Marausna; Farid Jayadi
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.073 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.513

Abstract

The aviation industry has changed the mass and private transportation industry, this type of air transportation has a very high negative impact on the atmosphere because of its very high fuel consumption and emitting a lot of pollutants so that future aircraft will lead to 2 types of aircraft, namely Hybrid-Electric Aircraft and All-Electric Aircraft. But the weakness in the battery is heavy and must have a long life time. The battery uses a minichannel and fluid as a heat transfer medium. The battery used in most aircraft is Lion. Then the desired result is how the speed is suitable for the minichannel as cooling the inner battery, because speed greatly affects convection. This research method uses a simulation to determine the flow conditions in the minichannel and the variation used is the Reynold number ranging from 500 to turbulent 5500, the result of the simulation is that if the Reynold number is larger and the flow velocity is greater, the outlet temperature value will be smaller, the inlet temperature by testing 20 °C., the results obtained are the higher the Reynold number, the higher the speed, and the lower the outlet temperature. The flow in the minichannel changes as the Reynolds number increases.
ANALISIS PENGARUH PEMASANGAN WINGLET TERHADAP DISTRIBUSI TEKANAN PADA WING BOEING 737-500 DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Fahriza Maulana Fahriza Maulana; Ferry Setiawan; Gaguk Marausna
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1437.606 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.595

Abstract

Pada era pesawat modern, pemasangan winglet sendiri adalah untuk mengurangi vortex pada wingtip pesawat, sehingga komponen ini dapat mengurangi gaya hambat atau drag pada pesawat sehingga bahan bakar lebih efisien. Namun, efek negatif dari pemasangan winglet ini adalah terjadinya crack pada spar sebagai komponen penyangga utama dari wing pesawat. Oleh karena itu, perlu adanya analisis yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar akibat dari pemasangan winglet tersebut. Untuk melakukan analisis tersebut, tentunya peneliti wajib mengetahui dimensi wing Boeing 737-500 dan jenis – jenis material yang digunakan pada wing sesuai dengan AMM ATA 6 dan jurnal penelitian sebelumya. Pada proses analisis ini, peneliti melakukan simulasi dengan menggunakan 3 variasi kecepatan yaitu 210 knot, 230 knot dan 250 knot serta pembebanan berdasarkan gaya lift maksimal yang dihasilkan oleh wing. Dengan data tersebut, maka peneliti dapat mengetahui reaksi wing melalui simulasi stress, displacement dan strain yang dihasilkan. Berdasarkan data hasil simulasi, maka dapat diketahui bahwa stress maksimal yang terjadi pada wng Boeing 737-500 tanpa pemasangan winglet adalah terletak pada titik pemasangan engine. Pada wing dengan pemasangan winglet, dapat diketahui bahwa titik stress terbesar tidak jauh berbeda dibandingkan wing tanpa winglet. Namun, beban yang dihasilkan oleh pemasangan winglet ini memiliki peningkatan 10% hingga 35% dimana nilai tersebut merupakan nilai yang cukup besar bagi struktur pesawat terbang.
EKSPERIMEN HEAT TRANSFER PADA MINICHANNEL MENGGUNAKAN VORTEX GENERATOR PADA BATERAI PESAWAT LISTRIK Gaguk Marausna; Farid Jayadi; E L Sitepu
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.122 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.616

Abstract

Salah satu industri yang menjadi sorotan adalah industri penerbangan karena dampak bencana pada lingkungan dan kesehatan manusia dengan penggunaan bahan bakar fosil, dan emisi. Pertumbuhan industri penerbangan, baik dalam hal transportasi penumpang dan kargo di industri, telah memperdalam kekhawatiran ini karena pertumbuhan permintaan ini menyiratkan lebih banyak konsumsi bahan bakar. Kunci utama untuk nilai baterai pesawat adalah untuk memberikan daya yang reliabilitasnya bagus dan aman secara sertifikasi. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental. Sedangkan jenis penelitian ini menggunakan protoype baterai pesawat listrik dengan fluida kerja Air dan Etilen Glikol 50%, dialirkan oleh pompa dari tank 1 ke arah minichannel temperaturnya 20-25 °C, baterai temperaturnya 70-80 °C, fluida kerja dari minichannel akan dialirkan ke tank 2 debit 0,006-0,007 m3/s. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah penggunaan fluida kerja Etilen Glikol 50% lebih baik daripada Air dari segi pressure drop dikarenakan faktor densitas. Sedangkan untuk, Reynolds Number, Nusselt Number, Heat Transfer Convection yang didapatkan fluida kerja Air lebih baik dibandingkan dengan Etilen Glikol 50% dikarenakan faktor specific heat capacity dan kecepatan aliran fluida kerja.
Optimalisasi Pembangkitan Daya Panel Surya 200 WP Menggunakan Solar Tracker System Dual Axis Erwan Eko Prasetiyo; Gaguk Marausna; Dimas Wahyu Nugroho
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Vol 11 No 3: Agustus 2022
Publisher : Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jnteti.v11i3.4143

Abstract

Electrical energy is the main commodity used by almost all sectors of the economy. Therefore, the Indonesian people’s demand for electrical energy is getting higher nowadays. The growing electricity demand is inversely proportional to the dwindling availability of fossil energy in the world. Energy sources from the sun can be utilized as alternative energy, both its radiation and thermal, to meet daily electrical energy demand. This study aims to optimize the electrical energy production from solar panels with a capacity of 200 WP by designing and implementing a dual axis solar tracker system on solar panels (photovoltaic). This research employed a mixed methods approach, i.e., designing a solar tracker system experimentally by measuring the voltage and current values on solar panels, then calculating the electrical power generated by solar panels using solar tracker system control. After that, the calculation of electrical power generated by solar panels and electrical power used (load) by the solar tracker system to control the solar panel movement following the sunlight emission was conducted. Solar tracker controlled with a single axis produced an average voltage of 19.72 V, current of 1.34 A, and electrical power of 26.82 W, while solar tracker controlled with a dual axis generated an average voltage of 18.93 V, current of 1.9 A, and electrical power of 35.76 W. The test results showed that the total electrical power generated by solar panels with a single axis solar tracker system control system was 455.93 W and a dual axis solar tracker system was 607.94 W. Data of testing results showed that the dual axis solar tracker system was able to optimize electrical energy production yielded by solar panels with a capacity of 200 WP.
ANALISIS PERBANDINGAN HASIL DAYA LISTRIK PANEL SURYA DENGAN SOLAR TRACKER DAN TANPA SOLAR TRACKER Erwan Eko Prasetiyo; Gaguk Marausna; Rizka Rasmi Dewantika Rahmiullah
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 10, No 2 (2022): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v10i2.1426

Abstract

Penggunaan listrik di wilayah Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan yang tidak sebanding dengan ketersediaan sumber energi listrik di Perusahaan Listrik Negara (PLN). Upaya yang harus dilakukan yaitu dengan cara pemanfaatan sumber energi surya dari panas dan sinar matahari yang begitu melimpah. Energi dari panas matahari sudah banyak dimanfaatkan untuk teknologi terbaru saat ini, salah satunya yaitu menjadikan energi surya ke energi listrik melalui panel surya, energi panas matahari yang diserap oleh panel surya akan dikonversikan menjadi energi listrik dalam bentuk searah (DC). Untuk hasil penyerapan sinar matahari oleh panel surya secara optimal digunakanlah solar tracker single axis dengan sesnsor cahaya (LDR) sebagai penggerak panel mengikuti arah pergerakan datangnya cahaya matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya listrik yang dihasilkan oleh panel surya dengan solar tracker dan tanpa solar tracker (statis). Metode yang digunakan ada beberapa tahap yaitu studi literatur, perancangan alat, pegujian alat dan pengambilan data. Penelitian ini membahas perbandingan energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya menggunakan solar tracker dengan tanpa solar tracker (statis). Berdasarkan pengujian perbandingan pengukuran tegangan dan arus panel surya tanpa solar tracker (statis) dan menggunakan solar tracker mendapatkan total daya (P) sebanyak 120,19 Wh tanpa solar tracker (statis) dan panel surya menggunakan solar tracker sebanyak 455,93 Wh. Selisih yang dihasilkan pada pengujian ini sebesar 335,74 W. Hasil perhitungan panel surya dengan solar tracker dan tanpa solar tracker memperoleh presentase arus sebesar 74,07% dan daya sebesar 73,84% . Pengujian dilakukan selama 8 jam pada pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB. Didapatkan kesimpulan dari hasil pengujian diatas, panel surya menggunakan solar tracker lebih efisien dan optimal dalam penyerapan cahaya matahari dibandingkan tanpa solar tracker (statis).
ANALISIS PERFORMA PROPELLER UNTUK CARGO DRONE DENGAN VARIASI AIRFOIL MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN Imam Putra Nurhakim; Gaguk Marausna; Farid Jayadi
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 2 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/teknika.v8i2.647

Abstract

Drone atau UAV (Unmanned Aerial Vehicle) merupakan pesawat yang diterbangkan tanpa awak (unmanned). Salah satu inovasi dari drone yaitu cargo drone, tujuan dari inovasi cargo drone sendiri antara lain untuk memudahkan masyarakat umum untuk mengangkut suatu barang dari satu tempat ke tempat lain yang sulit di jangkau dengan waktu yang lebih cepat. Salah satu komponen utama yang dapat membuat drone dapat terbang karena adanya motor dan propeller yang dapat berputar sehingga menghasilkan gaya angkat (lift) dan gaya dorong (thrust). Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui performa gaya dorong dari propeller NACA 0012, NACA 2415, NACA 4412 dan mengetahui airfoil yang efisien untuk digunakan di cargo drone. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang menggunakan tiga jenis variasi airfoil yang berbeda yaitu NACA 0012, NACA 2415, NACA 4412 yang di desain menggunakan software QBlade, dan di uji dengan menggunakan propeller stand dengan brushless motor tipe A2212/6T 2200KV. Hasil penelitian ini menunjukan nilai gaya dorong dari setiap NACA yang di uji, maka dari masing-masing NACA memiliki nilai gaya dorong yang terus meningkat. Untuk NACA 0012 memiliki nilai gaya dorong sebesar 0,902 N pada Rpm 1000, kemudian untuk NACA 2415 memiliki nilai gaya dorong sebesar 1,176 N, untuk NACA 4412 nilai gaya dorong sebesar 1,254 N.
Analisis Bentuk Wing Uav Strike 50 dengan Menggunakan Software Xflr5 dan Datcom Fx Krismonanda Paskah Bayu Prasetyo; Gaguk Marausna; Farid Jayadi
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 1, No 1 (2022): October 2022
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.528 KB) | DOI: 10.57235/jetish.v1i1.26

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model wing yang ideal saat digunakan pesawat UAV STRIKE 50 pada software XFLR5 dan datcom dan untuk mengetahui nilai kestabilan dan karakteristik aerodinimakia pada pesawat UAV STRIKE 50 pada software XFLR5 dan datcom. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan software XFLR5 dan datcom pada pesawat Unmanned Aerial Vehicle fixed wing. Dalam penelitian ini dilakukan variasi tipe wing pada pesawat UAV STRIKE 50 untuk mengetahui karakteristik aerodinamika pada sayap dan performa terbang pada masing-masing tipe wing. Dengan memvariasikan tipe wing diharapkan mendapatkan desain yang idel untuk perfoma pesawat UAV STRIKE 50. Pada penelitian menggunakan software XFLR5 dan datcom nilai aerodinamika CL,CD,CM dan CL/CD perbedaannya tidak terlalu signifikan, sehingga menghasilkan grafik yang mendekati pada setiap geometrinya. Rata-rata nilai CL,CD, dan CM pada yang dihasilkan yaitu 0,075, -3,081, dan 0,410 pada AOA -18.00ᵒ sampai 18.00ᵒ. Aliran streamline menggunakan XFLR5 pada setiap geometri menghasilkan aliran yang berbeda, untuk wing 4 menuntukan aliran turbulen pada wing tip.Kata Kunci: Wing Uav Strike, Software Xflr5, Datcom AbstractThe purpose of this study was to determine the ideal wing model when used by UAV STRIKE 50 aircraft in XFLR5 and datcom software and to determine the stability value and aerodynamic characteristics of UAV STRIKE 50 aircraft in XFLR5 and datcom software. This research was conducted using XFLR5 and datcom software on fixed wing Unmanned Aerial Vehicle aircraft. In this study, wing type variations were carried out on the STRIKE 50 UAV aircraft to determine the aerodynamic characteristics of the wings and the flight performance of each wing type. By varying the wing type, it is hoped that it will get a suitable design for the performance of the STRIKE 50 UAV aircraft. In the study using XFLR5 and datcom software, the aerodynamic values of CL, CD, CM and CL / CD were not too significant differences, resulting in graphs that were close to each geometry. The average values of CL, CD, and CM in the resulting ones are 0.075, -3.081, and 0.410 in AOA -18.000 to 18.000. The streamline flow using XFLR5 on each geometry produces a different flow, for wing 4 it designates a turbulent flow on the wing tip. Keywords: Wing Uav Strike, Xflr5 Software, Datcom
Co-Authors A. R. Ramadhan A.R. Ramadhan Adam, Muhammad Kevin Agung Putu Susastriawan, Anak Ahmad Hanafi Almayanti Susillia Ningrum Arifin Rasyadi Soemaryanto Aris Wahyu Murdiyanto Astyra Rombe Azhar Jatmiko Bryan Adi Nugraha Danang Prasetyo Dhawysulthan M A Dhawysulthan M A Dimas Wahyu Nugroho E L Sitepu Eric Leonardo Sitepu Eric Leonardo Sitepu Errisonia, Arfie Armelia Fahmi Anwar Fahriza Maulana Fahriza Maulana Farid Jayadi Ferry Setiawan Ferry Setiawan Ferry Setiawan Fx Krismonanda Paskah Bayu Prasetyo G.D.A. Larasati Galang Rivky Putra Ganjar Andaka Geraldina Dyah Ayu Larasati Gilang Argya Dyaksa Hardinus Apriantoni Haris Ardianto Haris Ardianto, Haris Hariyanto, Satriawan Dini Hery Setiawan, Hery Imam Putra Nurhakim Imama Intan, Haqqah Risath Mas Jayadi, Arid Jeremi Dwuiki Fajar Laksono Joko Waluyo Joni Kasmara Joni Kasmara Lucia Rahayu Geroda M.T.A. Fadli Mahesa, Ll. Aghyl Anugerah Mizan Fadhilah Moh Imam Assyafiq Syahputra Muhamad Bayu Adi Kusuma Muhamad Bayu Adi Kusuma Muhammad Bayu Adi Kusuma Muhammad Luqman Bukhori Muhammad Nadjib Muhammad Nadjib MUHAMMAD SHOLEH Muhammad Tri Anjas Aji Lumintar Mulyaningsih, Sri Nurimansyah, Ali Prabowo, Fajar Yulianto Prasetiyo, Erwan Eko Priyambodo, Sigit Putra, Brian Teo Putra, Ikbal Rizki Rachmawati, Desiana Reo Yudhono Reo Yudhono Rivaldy Purwanto Rizka Rasmi Dewantika Rahmiullah Sabas Damanik Sehono Setyowati Rahayu, Suparni Sonya Widyawati Putri Stefanus Fendy Pradana Suparni Setyowati Rahayu Surya Rizki Susastriawan, Anak Agung Putu Syafrina Sekar Kusumaningrum Tito Hadji Agung Santosa V.A. Victoria Veronica Adina Victori Widyanto, Dwi Winda Partini Yosua, Yosua Karunia Yulianto Prabowo, Fajar Zennul Mubarrok, Zennul Mubarrok