Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

OPTIMALISASI KEMAMPUAN MANAJEMEN STRESS KERJA KARYAWAN MELALUI EDUKASI DAN LATIHAN Dwi Suratmini; Susianna Jansen; Rycco Darmareja; Lina Berliana Togatorop; Kiki Rezki Faradillah; Andy Sirada
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19870

Abstract

Abstrak: Stress pada pekerja terus meningkat seiring tingginya tuntutan kerja dan kurangnya dukungan. Stress kerja tidak hanya merugikan para pekerja namun juga pemberi kerja. Tujuan kegiatan edukasi dan latihan manajemen stress ini untuk meningkatkan pengetahuan dan cara memanajemen stress pada karyawan sehingga meningkatkan produktivitas kerja. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di kantor PT Cakra Manggilingan Jaya kepada 32 karyawan dengan metode edukasi dan latihan manajemen stress. Evaluasi dilakukan berdasarkan pertanyaan terkait pengetahuan dan tingkat stress pekerja sebelum dan sesudah edukasi. Hasilnya didapatkan adanya peningkatan pengetahuan pekerja terhadap kesehatan mental di lingkungan kerja sebesar 10,1% dan penurunan tingkat stress pekerja sebesar 3,9%.Abstract: Stress among workes continues to increase due to high works demands and lack of support. Works stress not only harms workers but also employers. The aim of this education and stress management exercises is to increase knowledge and ways of managing stress in employess so as to increase work productivity. The Community Service Activity held at PT Cakra Manggilingan Jaya for 32 employees using educational methods and stress management training. The evaluation is carried out based on questions related to worker’s knowledege and stress levels before and after education. The results showed an increase in workers knowledge of mental health in the work environment by 10,1% and a decrease in workers stress levels by 3,9%.
PEKERJA SEHAT PRODUKTIVITAS KERJA MENINGKAT: EDUKASI PANDUAN ERGONOMI KEPADA KARYAWAN Manihuruk, Gracia Aktri Margareth; Theresia, Theresia; Yoche, Maria Maxmila; Ompusunggu, Fransiska; Togatorop, Lina Berliana; Dopong, Fernaldi; Putra Rahawarin, Varel Hizkia
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 6 No. 3 (2022): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v6i3.6234

Abstract

Ergonomi bermanfaat untuk meningkatkan keselamatan kerja dan produktivitas karyawan. Pekerjaan yang tidak dilakukan sesuai prinsip ergonomi akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang akan merugikan pekerja dan organisasi. Edukasi program ergonomi dinilai efektif dalam mengurangi masalah kesehatan akibat pekerjaan terutama di bidang konstruksi sehingga hal ini diharapkan menciptakan perilaku serta budaya kerja yang aman. Pekerja di warehouse dan di kantor berisiko mengalami gangguan otot, sendi, dan tulang akibat pola gerak yang tidak ergonomis. Para pekerja yang belum pernah menerima edukasi panduan ergonomi dan skrining kesehatan serta K3 yang belum terselenggara menjadi perhatian bagi tim PKM. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui status kesehatan dan meningkatkan pengetahuan para pekerja mengenai ergonomi di lingkungan kerja. Kegiatan edukasi panduan ergonomi terdiri dari pemaparan materi, demonstrasi, pemberian poster, pelaksanaan pre-test dan post-test, serta pemeriksaan kesehatan. Hasil yang didapatkan adalah terjadi peningkatan nilai rerata post-test sebesar 2.74 apabila dibandingkan dengan nilai rerata pre-test. Selain itu, setelah edukasi terjadi peningkatan nilai minimum dari 25 pada pre-test menjadi 50 pada post-test. Sebagian besar peserta pemeriksaan kesehatan berada dalam kategori obesitas (47%). Hal ini menjadi masukan serta bahan pertimbangan bagi mitra dalam pengambilan keputusan untuk keselamatan karyawan dan efisiensi perusahaan.    
The Spiritual Caregiving Scale (SCGS) – Translation and Adaptation dalam Bahasa Indonesia Fangidae, Erniyati; Watania, Lani Natalia; Togatorop, Lina Berliana
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5584

Abstract

Asuhan spiritual yang optimal membutuhkan perawat yang memiliki persepsi yang baik mengenai asuhan spiritual. Meningkatkan kesadaran spiritual dibutuhkan pendidikan spiritual sehingga mahasiswa keperawatan memiliki pandangan yang lebih luas terkait spiritualitas dan asuhan spiritual. Instrumen yang valid dan reliabel versi bahasa Indonesia dibutuhkan untuk mengukur persepsi mahasiswa keperawatan mengenai spiritualitas dan asuhan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan translasi dan adaptasi instrumen Spiritual Care-Giving Scale (SCGS) kedalam Bahasa Indonesia. Proses translasi dilakukan sesuai dengan World Health Organization (WHO) guideline yang dimulai dari tahap forward translation, backward translation, panel expert, pretesting dan cognitive interview. Selanjutnya, penilaian I-CVI, S-CVI/Ave, dan uji validitas dan reliabilitas dilakukan. Beberapa pertanyaan pada tahap panel expert dan tahap pretesting dan cognitive interview perlu dimodifikasi. Skor I-CVI untuk 39 pertanyaan adalah 1,00, satu pertanyaan adalah 0,8 dan nilai S-CVI/Ave adalah 0,99 yang berarti kuesioner SCGS memiliki excellent content validity. Uji validitas menunjukan nilai r hitung antara 0,413-0,774 (> r tabel 0,361) dan Cronbach’s alpha 0,892 > 0,6 yang berarti kuesioner ini valid dan reliabel. 40 item pernyataan kuesioner SCGS versi Bahasa Indonesia yang telah di translasi dan di adaptasi dapat digunakan sebagai instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur persepsi mahasiswa keperawatan di Indonesia terkait spiritualitas dan asuhan spiritual.
Efforts to Reduce the Burden of Caregivers with Diabetes Mellitus in Caring for Family Members with Hypertension: Case Study: Upaya Menurunkan Beban Caregiver yang Mengalami Diabetes Melitus dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Hipertensi: Studi Kasus Suratmini, Dwi; Togatorop, Lina Berliana
Jurnal Kesehatan Masa Depan Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Masa Depan
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/jkmd.v2i1.56

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Diabetes mellitus dan hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan risiko mortalitas terbesar yang memerlukan perawatan berkelanjutan. Perawatan berkelanjutan dapat menjadi beban, terlebih bila caregiver juga mengalami masalah kesehatan. Selain proses perawatan menjadi tidak optimal, beban yang dirasakan juga dapat menimbulkan masalah mental dan fisik. Diperlukan penatalaksaan bagi caregiver agar dapat merawat anggota keluarga dengan optimal. Namun, literatur yang membahas kondisi ini masih terbatas. Tujuan: Memberikan gambaran upaya menurunkan beban caregiver yang mengalami diabetes mellitus dalam merawat anggota keluarga yang mengalami hipertensi. Metode: Studi ini dilakukan dengan pendekatan studi kasus. Gambaran kasus: Tn H (62 tahun) mengalami hipertensi sejak ±5 tahun yang lalu. Tn H tinggal bersama istri. Anak bekerja dan jarang dirumah. Istrinya mengalami diabetes mellitus sehingga harus menjalani pengobatan rutin, mengurus rumah tangga, serta merawat suaminya. Tn H dan istri belum memahami perawatan yang sebaiknya dilakukan. Beban istri berdasar kuesioner Suwardiman menunjukkan hasil 19 dari skor maksimum 26. Setelah dilakukan psikoedukasi 6 sesi, skor beban istri turun menjadi 10. Kesimpulan: Psikoedukasi merupakan intervensi keperawatan yang dapat menurunkan beban caregiver dengan masalah kesehatan dalam merawat klien hipertensi. Perawat hendaknya mampu menciptakan suasana yang kondusif dan terapeutik agar psikoedukasi berjalan efektif dan efisien bagi keluarga.   Kata Kunci: beban; caregiver; diabetes mellitus; hipertensi; psikoedukasi
HUBUNGAN SELF COMPASSION DENGAN PATUH MINUM OBA PADA PENDERITA HIPERTENSI Saragih, Leoma Janice; Togatorop, Lina Berliana
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 13 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v13i1.10008

Abstract

Hypertension is a chronic condition that requires consistent medication adherence to prevent serious complications. However, many hypertension sufferers experience difficulty taking medication regularly as advised. Although medication adherence is critical in hypertension, little is known about the role of self-compassion. This study aims to analyze the relationship between self-compassion and medication adherence in hypertension patients undergoing treatment at a Health Center in Jakarta. A quantitative, cross-sectional design was employed, and data were analyzed using the chi-square test. A total of 100 respondents were selected through purposive sampling. The instruments used were the Self-Compassion Scale (SCS) and the Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). The results showed a significant relationship between self-compassion and medication adherence in hypertension patients (p-value < 0.001). Although 61% of participants demonstrated high self-compassion, only 39.3% reported high medication adherence. These findings suggest the importance of incorporating psychological components, such as self-compassion, into educational and behavioral interventions to improve treatment adherence and reduce the risk of hypertension-related complications.
The Relationship of Interdialytic Weight Gain is Associated with Intradialysis Hypertension in Hemodialysis Patients Maghfiroh, Afitiani; Togatorop, Lina Berliana
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.4234

Abstract

One of the complications in the hemodialysis process is intradialysis hypertension. Hemodialysis patients also often experience increased interdialytic weight gain (IDWG). IDWG and intradialysis hypertension are each associated with patient mortality and morbidity. This study was conducted to determine the relationship between interdialytic weight gain and intradialysis hypertension in hemodialysis patients at Depok City Hospital. This research method is quantitative with cross sectional design. A total of 92 hemodialysis patients who met the inclusion criteria were selected using purposive sampling technique. Data were collected using a respondent characteristics questionnaire, IDWG scoring sheet, and intradialysis systolic blood pressure observation sheet. The results showed that 37% of respondents were 55-64 years old; 53.3% were female; 48.9% had a high school education; 76.1% of respondents did not work; 75% of respondents had an economic status of <Rp4,878,612.00 (below Depok's minimum wage); 44.6% were of Betawi ethnicity; 80.4% had a history of hypertension; 52.2% had undergone hemodialysis for 6-12 months; 54.3% had ≥2 comorbidities; 59.8% took ≥2 anti-hypertensive drugs; and 81.5% had a fluid intake of ≥500 ml per day. Based on Spearman correlation test, there was a relationship between interdialytic weight gain and intradialysis hypertension in hemodialysis patients at Depok City Hospital (p = 0.014; r = 0.255). Monitoring IDWG and the incidence of intradialysis hypertension is important to pay attention to so that its impact can be prevented, so that the mortality and morbidity rates of patients do not increase in the future.
HUBUNGAN STIGMA DAN EFIKASI DIRI DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PASIEN TUBERKULOSIS: LITERATUR REVIEW Suratmini, Dwi; Berliana Togatorop, Lina
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 7 No 2 (2023): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v7i2.5736

Abstract

Tuberculosis (pulmonary TB) is an infectious disease that causes death at world level which is influenced by patient non-adherence in undergoing treatment. The stigma given by the environment to tuberculosis sufferers creates self-stigma and self-efficacy in undergoing treatment. This study aims to explain the relationship between self-stigma and self-efficacy on patient adherence in taking anti-tuberculosis drug treatment. The research method used was a literature review based on PICOS through searching the article database from Google Scholar, PubMed, Scopus, and ScienceDirect from 2018–2023. The search results obtained 10,602 articles and 12 articles that were relevant for analysis. The inclusion criteria of the search were articles in Indonesian and English, published in the last 5 years, relevant to the stigma and self-efficacy of tuberculosis patients. Self-stigma and self-efficacy of tuberculosis patients are related to adherence to taking anti-tuberculosis drugs (OAT) which are influenced by the level of knowledge and support that tuberculosis patients get. Intervention to reduce self-stigma and increase self-efficacy can be given to tuberculosis sufferers to optimize adherence in undergoing treatment.
HUBUNGAN SELF COMPASSION DENGAN PATUH MINUM OBA PADA PENDERITA HIPERTENSI Leoma Janice Saragih; Lina Berliana Togatorop
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 13 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v13i1.10008

Abstract

Hypertension is a chronic condition that requires consistent medication adherence to prevent serious complications. However, many hypertension sufferers experience difficulty taking medication regularly as advised. Although medication adherence is critical in hypertension, little is known about the role of self-compassion. This study aims to analyze the relationship between self-compassion and medication adherence in hypertension patients undergoing treatment at a Health Center in Jakarta. A quantitative, cross-sectional design was employed, and data were analyzed using the chi-square test. A total of 100 respondents were selected through purposive sampling. The instruments used were the Self-Compassion Scale (SCS) and the Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). The results showed a significant relationship between self-compassion and medication adherence in hypertension patients (p-value < 0.001). Although 61% of participants demonstrated high self-compassion, only 39.3% reported high medication adherence. These findings suggest the importance of incorporating psychological components, such as self-compassion, into educational and behavioral interventions to improve treatment adherence and reduce the risk of hypertension-related complications.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN SABUN BERBAHAN DASAR MINYAK JELANTAH DI DESA TANJUNGSARI, KABUPATEN BOGOR Togatorop, Lina Berliana; Sabina, Adinda Salwa; Nabila, Adinda Zahra; Rifai, Akbar Ridho; Dewi, Dita Amalia; Rahmawati, Fitri; Rendheart, Galang; Bastareina, Lulu; Maulana, Muhammad Gilang; Aryaputri, Pheliasaskara Dhanariswari Nurraissa; Angelica, Silvia Putri; Nurhalija, Siti; Tavipiana, Zafira Virgine
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20011

Abstract

Abstrak: Minyak jelantah merupakan salah satu bahan sisa yang menyumbang limbah dalam jumlah banyak di Indonesia. Permasalahan tersebut dapat teratasi dengan kegiatan pengolahan sabun berbahan dasar minyak jelantah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai daur ulang dan pembuatan sabun olahan minyak jelantah. Metode yang diaplikasikan berupa ceramah dan demonstrasi, dengan mitra sebanyak 30 orang yaitu ibu-ibu dan remaja putri Desa Tanjungsari RT.13. Evaluasi dari pelaksanaan kegiatan dilakukan terhadap tahap persiapan, pelaksanaan dan peningkatan pengetahuan peserta melalui pengisian kuesioner. Hasil akhir membuktikan bahwa terdapat penambahan proporsi pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Dengan nilai rata-rata pre-test adalah 6.50 dan setelah dilakukan edukasi nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 8.Abstract: Used cooking oil is one of the waste materials that contributes to large amounts of waste in Indonesia. This problem can be resolved by processing soap made from used cooking oil. This activity aims to increase public knowledge regarding recycling and making used cooking oil soap. The method applied was in the form of lectures and demonstrations, with 30 partners, namely mothers and young women from Tanjungsari Village RT.13. Evaluation of the implementation of activities is carried out at the preparation, implementation, and increasing participants' knowledge stages through filling out questionnaires. The final results prove that there was an increase in the proportion of participants' knowledge before and after being given education. The average pretest score was 6.50; after education, the average post-test score increased to 8.
Aksi “Gulali”(Gerakan Pengendalian Diabetes Melitus) dengan Peer Health Coaching Program : Menuju Desa Siaga Dm Rosaline, Mareta Dea; anggraeni, Diah Tika; Tobing, Duma Lumban; Herlina, Santi; Jadmiko, Arief Wahyudi; Adyani, Sang Ayu Made; Gamal, Lalu Ahmad; Dilaga, Marisa Syavitri; Togatorop, Lina Berliana; Cahyani, Clara Oktalia; Putri, Syakia Retno Aditya Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.25239

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) merupakan ancaman kesehatan global dengan prevalensi yang meningkat signifikan, termasuk di Desa Kuta, Lombok Tengah. Literasi kesehatan dan efikasi diri menjadi hambatan utama dalam manajemen penyakit dan pencegahan komplikasi DM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui Aksi GULALI (Gerakan Pengendalian Diabetes Melitus) dengan pendekatan Peer Health Coaching. Peserta berjumlah 55 orang dari Desa Kuta. Intervensi meliputi pelatihan Peer Health Coaching bagi kader dan keluarga yang mencakup tanda gejala DM, komplikasi, aktivitas fisik, pemantauan glukosa darah, kepatuhan terapi farmakologis, serta deteksi dini kaki diabetik menggunakan monofilament test. Selain itu, dilakukan skrining kadar gula darah yang berkolaborasi dengan Puskesmas Kuta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank. Mayoritas responden adalah perempuan (72,7%) dengan rata-rata usia 45,2 tahun. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan dari 2,89 (48,15%) menjadi 4,32 (72%) dengan nilai p = 0,001. Proporsi peserta berpengetahuan tinggi meningkat dari 28,3% menjadi 68,3%. Program GULALI efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengendalian DM dan perawatan kaki diabetik. Sinergi antara kader, keluarga, dan tenaga kesehatan setempat menjadi kunci keberhasilan program menuju Desa Siaga DM. Kata Kunci: Diabetes Melitus,GULALI, Gerakan Pengendalian Diabetes Melitus,Peer Health Coaching Program.  ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a global health threat with significantly increasing prevalence, including in Kuta Village, Central Lombok. Low health literacy and self-efficacy are major barriers to disease management and complication prevention. This community service activity aims to increase public knowledge through the GULALI Program (Diabetes Mellitus Control Movement) using a Peer Health Coaching approach. The participants consisted of 55 individuals from Kuta Village. The intervention included Peer Health Coaching training for cadres and families covering DM symptoms, complications, physical activity, blood glucose monitoring, pharmacological therapy adherence, and early detection of diabetic foot using the monofilament test. Additionally, capillary blood glucose screening was conducted in collaboration with the Kuta Health Center. Evaluation was performed using pre-test and post-test, analyzed with the Wilcoxon Signed-Rank test.The majority of respondents were female (72.7%) with an average age of 45.2 years. The analysis results showed a significant increase in the average knowledge score from 2.89 (48.15%) to 4.32 (72%) with a p-value = 0.001. The proportion of participants with high knowledge increased from 28.3% to 68.3%. The GULALI Program is effective in increasing community knowledge regarding DM control and diabetic foot care. Synergy between cadres, families, and local health workers is the key to the success of the program towards a DM Alert Village. Keywords: Diabetes Mellitus, Family, GULALI (Diabetes Mellitus Control Movement), Health Cadres, Family, Peer Health Coaching.
Co-Authors A'immatul Fauziyah Andy Sirada Angelica, Silvia Putri Anggraeni, Diah Tika Arief Wahyudi Jadmiko Arkianti, Maria Maxmila Yoche Aryaputri, Pheliasaskara Dhanariswari Nurraissa Asy Syifa Anwari Zahra Asy Syifa Anwari Zahra Bastareina, Lulu Cahyani, Clara Oktalia Chandrayani Simanjorang Chandrayani Simanjorang Chriska Roully Adeline Sinaga Chriska Roully Adeline Sinaga Dewi, Dita Amalia Dilaga, Marisa Syavitri Dimas Krisbiantoro Dopong, Fernaldi Duma Lumban Tobing Dwi Suratmini Eva Chris Gultom Fangidae, Erniyati Fernaldi Dopong Fernaldi Dopong Fitri Rahmawati Fransiska Ompusunggu Fransiska Ompusunggu fransiska ompusunggu Gamal, Lalu Ahmad Gracia Akti Manihuruk Gracia Aktri Manihuruk Gracia Aktri Margareth Manihuruk Gracia Aktri Margareth Manihuruk Herlina, Santi Hutapea, Adventina Delima Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi Joice Cathryne Kiki Rezki Faradillah Laily Hanifah Laily Hanifah Laura Sianturi Leoma Janice Saragih Maghfiroh, Afitiani Manihuruk, Gracia Akri Margareth Manihuruk, Gracia Aktri Margareth Maria Maxmila Yoche Maria Maxmila Yoche Maria Maxmila Yoche A Maulana, Muhammad Gilang Mugi Rahayu Lestari Mugi Rahayu Lestari Nabila, Adinda Zahra Novita Susilawati Barus Nurhalija, Siti Pakpahan, Martina Panjaitan, Masrida Adolina Putra Rahawarin, Varel Hizkia Putri, Syakia Retno Aditya Dwi Rahawarin, Varel Hizkia Putra Rana Zahra Raniyah Wangsawinangun Rana Zahra Raniyah Wangsawinangun Rendheart, Galang Rifai, Akbar Ridho ROSALINE, MARETA DEA Rycco Darmareja Sabina, Adinda Salwa Sang Ayu Made Adyani Saragih, Leoma Janice Setiawan Setiawan Sintha Fransiske Simanungkalit Siregar, Deborah Susianna Jansen Tavipiana, Zafira Virgine Theresia Theresia Theresia Theresia Varel Hizkia Putra Rahawarin Varel Hizkia Putra Rahawarin Watania, Lani Natalia