Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Efforts to Reduce the Burden of Caregivers with Diabetes Mellitus in Caring for Family Members with Hypertension: Case Study: Upaya Menurunkan Beban Caregiver yang Mengalami Diabetes Melitus dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Hipertensi: Studi Kasus Suratmini, Dwi; Togatorop, Lina Berliana
Jurnal Kesehatan Masa Depan Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Masa Depan
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/jkmd.v2i1.56

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Diabetes mellitus dan hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan risiko mortalitas terbesar yang memerlukan perawatan berkelanjutan. Perawatan berkelanjutan dapat menjadi beban, terlebih bila caregiver juga mengalami masalah kesehatan. Selain proses perawatan menjadi tidak optimal, beban yang dirasakan juga dapat menimbulkan masalah mental dan fisik. Diperlukan penatalaksaan bagi caregiver agar dapat merawat anggota keluarga dengan optimal. Namun, literatur yang membahas kondisi ini masih terbatas. Tujuan: Memberikan gambaran upaya menurunkan beban caregiver yang mengalami diabetes mellitus dalam merawat anggota keluarga yang mengalami hipertensi. Metode: Studi ini dilakukan dengan pendekatan studi kasus. Gambaran kasus: Tn H (62 tahun) mengalami hipertensi sejak ±5 tahun yang lalu. Tn H tinggal bersama istri. Anak bekerja dan jarang dirumah. Istrinya mengalami diabetes mellitus sehingga harus menjalani pengobatan rutin, mengurus rumah tangga, serta merawat suaminya. Tn H dan istri belum memahami perawatan yang sebaiknya dilakukan. Beban istri berdasar kuesioner Suwardiman menunjukkan hasil 19 dari skor maksimum 26. Setelah dilakukan psikoedukasi 6 sesi, skor beban istri turun menjadi 10. Kesimpulan: Psikoedukasi merupakan intervensi keperawatan yang dapat menurunkan beban caregiver dengan masalah kesehatan dalam merawat klien hipertensi. Perawat hendaknya mampu menciptakan suasana yang kondusif dan terapeutik agar psikoedukasi berjalan efektif dan efisien bagi keluarga.   Kata Kunci: beban; caregiver; diabetes mellitus; hipertensi; psikoedukasi
HUBUNGAN SELF COMPASSION DENGAN PATUH MINUM OBA PADA PENDERITA HIPERTENSI Saragih, Leoma Janice; Togatorop, Lina Berliana
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 13 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v13i1.10008

Abstract

Hypertension is a chronic condition that requires consistent medication adherence to prevent serious complications. However, many hypertension sufferers experience difficulty taking medication regularly as advised. Although medication adherence is critical in hypertension, little is known about the role of self-compassion. This study aims to analyze the relationship between self-compassion and medication adherence in hypertension patients undergoing treatment at a Health Center in Jakarta. A quantitative, cross-sectional design was employed, and data were analyzed using the chi-square test. A total of 100 respondents were selected through purposive sampling. The instruments used were the Self-Compassion Scale (SCS) and the Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). The results showed a significant relationship between self-compassion and medication adherence in hypertension patients (p-value < 0.001). Although 61% of participants demonstrated high self-compassion, only 39.3% reported high medication adherence. These findings suggest the importance of incorporating psychological components, such as self-compassion, into educational and behavioral interventions to improve treatment adherence and reduce the risk of hypertension-related complications.
The Relationship of Interdialytic Weight Gain is Associated with Intradialysis Hypertension in Hemodialysis Patients Maghfiroh, Afitiani; Togatorop, Lina Berliana
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.4234

Abstract

One of the complications in the hemodialysis process is intradialysis hypertension. Hemodialysis patients also often experience increased interdialytic weight gain (IDWG). IDWG and intradialysis hypertension are each associated with patient mortality and morbidity. This study was conducted to determine the relationship between interdialytic weight gain and intradialysis hypertension in hemodialysis patients at Depok City Hospital. This research method is quantitative with cross sectional design. A total of 92 hemodialysis patients who met the inclusion criteria were selected using purposive sampling technique. Data were collected using a respondent characteristics questionnaire, IDWG scoring sheet, and intradialysis systolic blood pressure observation sheet. The results showed that 37% of respondents were 55-64 years old; 53.3% were female; 48.9% had a high school education; 76.1% of respondents did not work; 75% of respondents had an economic status of <Rp4,878,612.00 (below Depok's minimum wage); 44.6% were of Betawi ethnicity; 80.4% had a history of hypertension; 52.2% had undergone hemodialysis for 6-12 months; 54.3% had ≥2 comorbidities; 59.8% took ≥2 anti-hypertensive drugs; and 81.5% had a fluid intake of ≥500 ml per day. Based on Spearman correlation test, there was a relationship between interdialytic weight gain and intradialysis hypertension in hemodialysis patients at Depok City Hospital (p = 0.014; r = 0.255). Monitoring IDWG and the incidence of intradialysis hypertension is important to pay attention to so that its impact can be prevented, so that the mortality and morbidity rates of patients do not increase in the future.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting di Kota Sukabumi Simanjorang, Chandrayani; Hanifah, Laily; Togatorop, Lina Berliana; Lestari, Mugi Rahayu; Zahra, Asy Syifa Anwari; Wangsawinangun, Rana Zahra Raniyah
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i3.12897

Abstract

ABSTRACT Stunting in Indonesia is a chronic problem. This is due to the nutritional intake given, in a long time, not in accordance with the needs. This research aims to determine the factors related to the incidence of stunting in Sukabumi City in 2023. This research is a quantitative study using a cross-sectional approach. Held in July 2023 in Sukabumi. The population of this study were all mothers with toddlers in Sukabumi, with a total sample of 237 people using cluster random sampling technique. The research data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analysis. Univariate analysis included descriptive and frequency analysis, bivariate analysis used the chi-square test, and multivariate analysis used multiple logistic regression tests. The results of the final model of the multiple logistic regression test showed that two variables were significantly related to the incidence of stunting, namely Exclusive Breastfeeding with a p-value of 0.004 (aPOR: 0.35; 95% CI: 0.169—0.716), and History of Infectious Diseases with a p-value of 0.000 (aPOR: 4.34; 95% CI: 2.379—7.901). Based on the research results, it can be concluded that the factors related to the incidence of stunting in Sukabumi are exclusive breastfeeding and a history of infectious diseases. Exclusive breastfeeding is a protective factor for stunting in toddlers, while a history of infectious disease is a risk factor for stunting in toddlers. Keywords: Stunting, Risk Factors, Toddler  ABSTRAK Stunting di Indonesia merupakan permasalahan kronis. Hal ini diakibatkan asupan gizi yang diberikan, dalam waktu yang panjang, tidak sesuai dengan kebutuhan.  Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Kota Sukabumi Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan potong lintang. Dilaksanakan pada bulan Juli 2023 di Sukabumi. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita di Sukabumi, dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 237 orang dengan teknik cluster random sampling. Data penelitian ini dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Analisis univariat meliputi analisis deskriptif dan frekuensi, analisis bivariat menggunakan uji chi-square, dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil model akhir dari uji regresi logistik berganda menunjukkan dua variabel yang berhubungan signifikan dengan kejadian stunting, yaitu ASI Eksklusif dengan p-value sebesar 0,004 (aPOR: 0,35; 95% CI: 0,169—0,716), dan riwayat penyakit infeksi dengan p-value sebesar 0,000 (aPOR: 4,34; 95% CI: 2,379—7,901). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Sukabumi adalah ASI Eksklusif dan riwayat penyakit infeksi. ASI Eksklusif menjadi faktor protektif terjadinya stunting pada balita, sedangkan riwayat penyakit infeksi menjadi faktor risiko terjadinya stunting pada balita. Kata Kunci: Stunting, Faktor Risiko, Balita
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN SABUN BERBAHAN DASAR MINYAK JELANTAH DI DESA TANJUNGSARI, KABUPATEN BOGOR Togatorop, Lina Berliana; Sabina, Adinda Salwa; Nabila, Adinda Zahra; Rifai, Akbar Ridho; Dewi, Dita Amalia; Rahmawati, Fitri; Rendheart, Galang; Bastareina, Lulu; Maulana, Muhammad Gilang; Aryaputri, Pheliasaskara Dhanariswari Nurraissa; Angelica, Silvia Putri; Nurhalija, Siti; Tavipiana, Zafira Virgine
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20011

Abstract

Abstrak: Minyak jelantah merupakan salah satu bahan sisa yang menyumbang limbah dalam jumlah banyak di Indonesia. Permasalahan tersebut dapat teratasi dengan kegiatan pengolahan sabun berbahan dasar minyak jelantah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai daur ulang dan pembuatan sabun olahan minyak jelantah. Metode yang diaplikasikan berupa ceramah dan demonstrasi, dengan mitra sebanyak 30 orang yaitu ibu-ibu dan remaja putri Desa Tanjungsari RT.13. Evaluasi dari pelaksanaan kegiatan dilakukan terhadap tahap persiapan, pelaksanaan dan peningkatan pengetahuan peserta melalui pengisian kuesioner. Hasil akhir membuktikan bahwa terdapat penambahan proporsi pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Dengan nilai rata-rata pre-test adalah 6.50 dan setelah dilakukan edukasi nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 8.Abstract: Used cooking oil is one of the waste materials that contributes to large amounts of waste in Indonesia. This problem can be resolved by processing soap made from used cooking oil. This activity aims to increase public knowledge regarding recycling and making used cooking oil soap. The method applied was in the form of lectures and demonstrations, with 30 partners, namely mothers and young women from Tanjungsari Village RT.13. Evaluation of the implementation of activities is carried out at the preparation, implementation, and increasing participants' knowledge stages through filling out questionnaires. The final results prove that there was an increase in the proportion of participants' knowledge before and after being given education. The average pretest score was 6.50; after education, the average post-test score increased to 8.
Aksi “Gulali”(Gerakan Pengendalian Diabetes Melitus) dengan Peer Health Coaching Program : Menuju Desa Siaga Dm Rosaline, Mareta Dea; anggraeni, Diah Tika; Tobing, Duma Lumban; Herlina, Santi; Jadmiko, Arief Wahyudi; Adyani, Sang Ayu Made; Gamal, Lalu Ahmad; Dilaga, Marisa Syavitri; Togatorop, Lina Berliana; Cahyani, Clara Oktalia; Putri, Syakia Retno Aditya Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.25239

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) merupakan ancaman kesehatan global dengan prevalensi yang meningkat signifikan, termasuk di Desa Kuta, Lombok Tengah. Literasi kesehatan dan efikasi diri menjadi hambatan utama dalam manajemen penyakit dan pencegahan komplikasi DM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui Aksi GULALI (Gerakan Pengendalian Diabetes Melitus) dengan pendekatan Peer Health Coaching. Peserta berjumlah 55 orang dari Desa Kuta. Intervensi meliputi pelatihan Peer Health Coaching bagi kader dan keluarga yang mencakup tanda gejala DM, komplikasi, aktivitas fisik, pemantauan glukosa darah, kepatuhan terapi farmakologis, serta deteksi dini kaki diabetik menggunakan monofilament test. Selain itu, dilakukan skrining kadar gula darah yang berkolaborasi dengan Puskesmas Kuta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank. Mayoritas responden adalah perempuan (72,7%) dengan rata-rata usia 45,2 tahun. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan dari 2,89 (48,15%) menjadi 4,32 (72%) dengan nilai p = 0,001. Proporsi peserta berpengetahuan tinggi meningkat dari 28,3% menjadi 68,3%. Program GULALI efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengendalian DM dan perawatan kaki diabetik. Sinergi antara kader, keluarga, dan tenaga kesehatan setempat menjadi kunci keberhasilan program menuju Desa Siaga DM. Kata Kunci: Diabetes Melitus,GULALI, Gerakan Pengendalian Diabetes Melitus,Peer Health Coaching Program.  ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a global health threat with significantly increasing prevalence, including in Kuta Village, Central Lombok. Low health literacy and self-efficacy are major barriers to disease management and complication prevention. This community service activity aims to increase public knowledge through the GULALI Program (Diabetes Mellitus Control Movement) using a Peer Health Coaching approach. The participants consisted of 55 individuals from Kuta Village. The intervention included Peer Health Coaching training for cadres and families covering DM symptoms, complications, physical activity, blood glucose monitoring, pharmacological therapy adherence, and early detection of diabetic foot using the monofilament test. Additionally, capillary blood glucose screening was conducted in collaboration with the Kuta Health Center. Evaluation was performed using pre-test and post-test, analyzed with the Wilcoxon Signed-Rank test.The majority of respondents were female (72.7%) with an average age of 45.2 years. The analysis results showed a significant increase in the average knowledge score from 2.89 (48.15%) to 4.32 (72%) with a p-value = 0.001. The proportion of participants with high knowledge increased from 28.3% to 68.3%. The GULALI Program is effective in increasing community knowledge regarding DM control and diabetic foot care. Synergy between cadres, families, and local health workers is the key to the success of the program towards a DM Alert Village. Keywords: Diabetes Mellitus, Family, GULALI (Diabetes Mellitus Control Movement), Health Cadres, Family, Peer Health Coaching.