Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Produk Olahan Ayam Geprek Di Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo Zohra Ombili; Sri Yenny Pateda; Alim S Niode
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 4, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.4.1.37-44.2026

Abstract

study aims to determine the level of consumer satisfaction with processed chicken products in Kota Tengah District, Gorontalo City. As competition in the culinary business increases, especially in the fried chicken business, understanding customer satisfaction is important for businesses to maintain and increase customer loyalty. This study used a survey method with a descriptive quantitative approach. Sampling was conducted using accidental sampling techniques on 100 respondents who consumed ayam geprek products at two restaurants, namely RM Tiar and RM Uyat2. Data was collected through questionnaires and analyzed using descriptive statistics and Chi-Square tests to examine the relationship between service quality, product quality, and price on customer satisfaction levels. The results show that the service quality variable is in the neutral category with an average score of 403, while product quality and price are in the very satisfied category with average scores of 412 and 417, respectively. The Chi-Square test results show that there is no significant relationship between service quality, product quality, and price on consumer satisfaction levels (p-value > 0.05), which means that these three variables are assessed independently by consumers. This study recommends that businesses continue to improve product innovation and services in order to maintain competitiveness and customer satisfaction.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap produk olahan ayam geprek di Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo. Seiring meningkatnya persaingan bisnis kuliner, khususnya usaha ayam geprek, pemahaman mengenai kepuasan konsumen menjadi penting bagi pelaku usaha untuk mempertahankan dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling terhadap 100 responden yang mengonsumsi produk ayam geprek pada dua rumah makan, yaitu RM Tiar dan RM Uyat2. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara kualitas pelayanan, kualitas produk, dan harga terhadap tingkat kepuasan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan berada dalam kategori netral dengan skor rata-rata 403, sedangkan kualitas produk dan harga berada pada kategori sangat puas dengan skor rata-rata masing-masing 412 dan 417. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kualitas pelayanan, kualitas produk, dan harga terhadap tingkat kepuasan konsumen (p-value > 0,05), yang berarti ketiga variabel tersebut dinilai secara independen oleh konsumen. Penelitian ini merekomendasikan agar pelaku usaha terus meningkatkan inovasi produk dan pelayanan demi mempertahankan daya saing dan kepuasan konsumen.
Analisis Margin dan Efisiensi Pemasaran Ayam Broiler Pada Farm PT Anugerah Kartika Agro Di Kecamatan Suwawa Sintya Ilahude; La Ode Sahara; Alim Saleh Niode; Sri Yenny Pateda; Umbang Arif Rokhayati
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis margin pemasaran, farmer’s share, serta tingkat efisiensi distribusi ayam broiler pada Farm PT Anugerah Kartika Agro (AKA) di Kecamatan Suwawa. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan penyebaran kuesioner kepada responden. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan statistik deskriptif, perhitungan margin pemasaran, farmer’s share, serta efisiensi pemasaran. Responden penelitian meliputi pimpinan dan karyawan perusahaan inti, peternak plasma, pedagang besar, serta pedagang pengecer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemasaran ayam broiler di Farm PT AKA menggunakan dua pola saluran distribusi tidak langsung. Margin pemasaran pada Saluran Distribusi I sebesar Rp12.350 per ekor, sedangkan pada Saluran Distribusi II sebesar Rp7.350 per ekor. Nilai farmer’s share pada Saluran Distribusi I mencapai 84,56%, sementara pada Saluran Distribusi II sebesar 90,20%. Tingkat efisiensi pemasaran pada Saluran Distribusi I sebesar 2,50% dan pada Saluran Distribusi II sebesar 1,33%. Kedua saluran tergolong efisien, Saluran Distribusi II menunjukkan tingkat efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan Saluran Distribusi I.
KARAKTERISTIK KUANTITATIF KAMBING LOKAL DI KECAMATAN PAGUAT KABUPATEN POHUWATO PROVINSI GORONTALO Rani Cahyani Mokodompit; Sri Yenny Pateda; Fahrul Ilham
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menduga bobot tubuh kambing lokal betina persilangan antara kambing Peranakan Etawa (PE) dengan kambing kacang dengan menggunakan ukuran-ukuran tubuh yang dihitung dari panjang badan dan lingkar dada. Penelitian dilaksanakn di Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato. Metode yang digunakan adalah metode survey dan wawancara peternak. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara mengukur dan menimbang tubuh kambing dengan kriteria kambing lokal betina persilangan antara kambing Peranakan Etawa (PE) dan kambing kacang berumur 2 – 4 tahun. Hasil data kemudian di analisi menggunakan persamaan korelasi dan regresi untuk melihat hubungan antara ukuran-ukuran tubuh dengan bobot tubuh dengan memanfaatkan program R untuk menguji hubungan antara variabel Independen dan variabel dependen. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai korelasi antara panjang badan dan lingkar dada terhadap bobot badan adalah 0,80 dan 0,75. Sedangkan persamaan regresi linier antara panjang badan dan lingkar dada masing-masing yaitu BT= -6,132 + 0,588.PB dengan koefisien determinisasi  adalah 0,653 dan BT= 0,218 + 0,408.LD dengan koefisien determinisasi adalah 0,568. Persamaan regresi berganda antara panjang badan, lingkar dada dengan bobot tubuh adalah BT= -13,081 + 0,417.PB + 0,250.LD dengan nilai koefisien determinisasi sebesar 0,812 yang berarti lebih tinggi dari uji persamaan regresi linier. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ukuran tubuh seperti panjang badan dan lingkar dada dapat digunakan sebagai parameter dalam memperkirakan bobot tubuh kambing lokal betina persilangan antara kambing Peranakan Etawa (PE) dan kambing kacang
PENGARUH HARGA JUAL KAMBING TERHADAP VOLUME PENJUALAN DI PASAR HEWAN BONGOMEMEKECAMATAN BONGOMEME KABUPATEN GORONTALO Wulandari Kuku; Sri Yenny Pateda; La Ode Sahara
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode penetapan harga jual kambing yang diterapkan oleh pedagang dan menganalisis pengaruh harga jual terhadap volume penjualan kambing di Pasar Hewan Bongomeme, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menggambarkan metode penetapan harga jual kambing dan analisis regresi linear sederhana digunakan untuk mengetahui pengaruh harga jual terhadap volume penjualan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata volume penjualan kambing di Pasar Hewan Bongomeme mencapai 103 ekor per minggu, dengan komposisi penjualan kambing jantan sebesar 64% dan kambing betina sebesar 36%. Rata-rata harga jual kambing jantan sebesar Rp 2.126.476 per ekor, sedangkan kambing betina sebesar Rp1.038.652/ekor. Metode penetapan harga jual kambing yang diterapkan pedagang merupakan kombinasi antara value-based pricing dan market-based pricing. Metode penetapan harga dibentuk oleh kondisi fisik kambing dengan skor 131,75, penampilan ternak dengan skor 130, kondisi permintaan dan penawaran dengan skor 130. Ketiga indikator termasuk dalam kategori sangat tinggi. Frekuensi penjualan memperoleh skor 120,5 yang termasuk dalam kategori tinggi dan biaya produksi memperoleh skor 94,6 termasuk kategori cukup tinggi. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa harga jual berpengaruh positif terhadap volume penjualan kambing dengan nilai sebesar 45,8%.Kata Kunci : Kambing, Penetapan Harga Jual, Volume Penjualan, Harga Jual