Claim Missing Document
Check
Articles

PENDIDIKAN KESEHATAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI TERHADAP PERILAKU SADARI PADA REMAJA (Health Education Breast Self Examination Toward BSE Behavior in Adolescent) Syaiful, Yuanita; Aristantia, Riski
Journals of Ners Community Vol 7 No 2 (2016): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v7i2.205

Abstract

ABSTRAK          Perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah aktivitas pemeriksaan payudara yang dilakukan seseorang pada payudaranya untuk mengetahui adanya gangguan pada payudaranya, apabila hal ini tidak dilakukan akan berdampak kegagalan deteksi dini kanker payudara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri terhadap perilaku SADARI pada remaja.          Desain penelitian ini menggunakan one-group pre-post-test design, dengan purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 58 responden. Variabel independen  adalah pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri dan variabel dependen adalah perilaku SADARI. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuisioner dan observasi.            Dari hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan hasil pengetahuan (α hitung) = 0,001 artinya ada pengaruh kuat pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri terhadap pengetahuan tentang SADARI  pada remaja. Sikap (α hitung) = 0,000 artinya ada pengaruh kuat pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri terhadap sikap SADARI pada remaja. Tindakan (α hitung) = 0,000 artinya ada pengaruh kuat pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri terhadap tindakan SADARI pada remaja.            Pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri sangat dibutuhkan untuk mempengaruhi perilaku SADARI remaja. Agar remaja tidak mengalami gangguan kesehatan pada payudaranya dan juga di perlukan peran petugas kesehatan untuk melakukan health education agar remaja mengerti SADARI. Kata kunci : Pendidikan Kesehatan, Pemeriksaan Payudara Sendiri, Perilaku SADARI, Remaja ABSTRACT               Breast self-examination (BSE) behavior is a breast examination activity undertaken someone at her breasts to detect disorders of the breasts. If this is not done so will impact the failure of early detection of breast cancer. The purpose of this study was to determine the effect of health education education about breast self-examination (BSE) to breast self-examination behavior in adolescents.               This study design used a one-group pre-post-test design, with purposive sampling. Samples were taked as many as 58 respondents. Independent variable was health education on breast self-examination (BSE) and the dependent variable was breast self examination (BSE behavior. The research data was used questionnaires and observation.               From Wilcoxon Signed Rank Test results obtained knowledge (α count) = 0.001 means that there was strong influence of health education about breast self-examination of knowledge about breast self-examination in adolescents. Attitudes (α count) = 0,000 means that there was strong influence of health education about breast self-examination of the attitudes of breast self-examination in adolescents. Action (α count) = 0,000 means that there was strong influence of health education about breast self-examination to the actions of breast self-examination in adolescents.               Health education on breast self-examination was needed to influence the behavior of adolescents about breast self-examination. So that teenagers don’t have problems in her breast and also need nurses role’s to conduct health education for teens understand about breast self-examination. Keywords: Health Education, Breast Self Examination, BSE Behavior, Adolescent.DOI : 10.5281/zenodo.1405464
PERAWATAN METODE KANGURU MENINGKATKAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) Syaiful, Yuanita; Mukhlishotin, Mukhlishotin
Journals of Ners Community Vol 9 No 1 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v9i1.635

Abstract

ABSTRAKSalah satu penyebab kematian bayi terbesar adalah bayi lahir kurang bulan dan bayi berat lahir rendah. Sedangkan penyebab kematian BBLR adalah masalah nutrisi karena belum maturnya fungsi organ pencernaan. Pemberian nutrisi melalui ASI pada BBLR tidak mudah, karena masalah reflek hisap dan menelan belum ada atau kurang, energi untuk menghisap kurang, volume gaster kecil, sering terjadi refluk dan peristaltik usus lambat. Perawatan metode kanguru bermanfaat dalam pemberian ASI secara langsung karena bayi selalu berada di dekat payudara ibu, menempel dan terjadi kontak kulit ke kulit sehingga intensitas pemberian ASI lebih sering dilakukan dan sangat dianjurkan pada bayi prematur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh perawatan metode kanguru terhadap keberhasilan pemberian ASI. Desain penelitian ini adalah pra eksperimental satu kelompok pra tes-pos tes desain. Populasi penelitian ini adalah BBLR yang di rawat di ruang NICU RSUD Ibnu Sina Gresik. Sampel yang digunakan adalah 19 responden yang diambil secara purposif sampling, sesuai kriteria inklusi. Variabel independen adalah perawatan metode kanguru dan variabel dependen adalah keberhasilan pemberian ASI. Data dikumpulkan dengan lembar observasi dan intervensi perawatan metode kanguru dilakukan 3 jam selama 2 minggu. Data dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon sign rank dengan tingkat signifikansi pada p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan perawatan metode kanguru keberhasilan pemberian ASI rata-rata 3,11 dan sesudahnya rata-rata 4,79. Sedangkan tingkat signifikasi p=0,00 yang berarti ada pengaruh yang bermakna inervensi PMK terhadap keberhasilan pemberian ASI pada BBLR. Pendekatan dan penjelasan terhadap ibu lebih ditingkatkan lagi, sehingga ibu lebih menyadari tentang pentingnya perawatan metode kanguru pada BBLR. Institusi rumah sakit khususnya bidang keperawatan dapat menerapkan perawatan metode kanguru ini sebagai standar operasional prosedur untuk merawat BBLR khususnya dalam pemberian ASI.Kata kunci : Perawatan metode kanguru (PMK), Air susu ibu, bayi berat lahir rendah.ABSTRACTThe main cause of neonatal mortality are premature birth and low birth weight, kangaroo mother care is now suggested to care premature infants. One of the causes of death in low birth weight infant is disturbance of drinking, which accurs because the maturity of gastrointestinal organs function, breast feeding in low birth weight infant is not easy, often there is failure due to suction and swallowing reflexes have not exist or less, energy to suck less, small gaster volume, frequent reflux and slow bowel peristaltic. Kangaroo mother care makes it easier for mother to give breast milk directly because baby always near mother breast, sticking and skin contact occurs to the skin so that the frequency of feeding so much more often. The purpose of this study was to analyze the effect of kangaroo mother care to the successful of breast feeding in low birth weight infant. The design of this research was pra experimental one group pra test-post test design. The population were low birth weight infant at NICU RSUD Ibnu Sina Gresik. Sample used were 19 respondens taken by purposive sampling, suitable the inclusion criteria.The independent variable was kangaroo mother care and the dependen variable was successful of breast feeding. Data were collected by observation chart and kangaroo mother care intervention the conducted three hours for two weeks. Data were analysed by using Wilcoxon Sign Rank Test with significance level at p < 0,05. The result showed that kangaroo mother care was effective for the successfull breast feeding on low birth weight infant with a significance level of p=0,00, Where before kangaroo mother care intervention the average breast milk value 3,11 and after kangaroo mother care intervention the average breast milk value 4,79. The approach and explanation of the mother is further en hanced, so that the mother is more aware about the importance of kangaroo mother care on low birth weight infant. Institutions of hospital especially in the field of nursing may apply this kangaroo mother care as a standard operational procedure to take care in low birth weight infant especially in breast feeding.Keyword : Kangaroo mother care, breast feeding, low birth weight infant DOI: 10.5281/zenodo.1402279
STIMULASI ORAL MENINGKATKAN REFLEK HISAP PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) Syaiful, Yuanita; Fatmawati, Lilis; Sholichah, Siti
Journals of Ners Community Vol 10 No 1 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i1.841

Abstract

Bayi BBLR sering mengalami kesulitan oral feeding, yang disebabkan oleh imaturitas organ yang akan berdampak pada gagalnya perawatan bayi BBLR. Tindakan yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian BBLR adalah dengan mengatasi masalah yang terjadi dengan reflek hisap yang lemah, yaitu dengan memberikan stimulasi oral sejak dini berupa sentuhan pemijatan terhadap jaringan otot disekitar mulut. Tujuan penelitian ini menjelaskan pengaruh stimulasi oral terhadap reflek hisap bayi BBLR.Desain penelitian yang digunakan adalah pra experimental dengan one group pre and post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 bayi yang diambil dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dan besar sampel yang digunakan adalah 28 bayi. Variabel independent adalah stimulasi oral dan variabel dependent adalah reflek hisap bayi BBLR. Pengumpulan data menggunakan SOP Stimulasi Oral sedangkan reflek hisap dengan lembar observasi. Pemberian stimulasi oral selama 7 hari, frekuensi 1 kali/ hari dengan durasi masing-masing 15 menit.Hasil penelitian menunjukkan bahwa reflek hisap sebelum pemberian stimulasi oral menunjukkan reflek hisap kurang yaitu sebanyak 15 responden (54%) dan sesudah dilakukan stimulasi oral terjadi peningkatan reflek hisap cukup yaitu sebanyak 18 responden (64%). Hasil analisa data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan signifikansi p < 0,05 didapatkan p= 0,000 yang artinya ada pengaruh stimulasi oral terhadap reflek hisap pada bayi BBLR.Perawat perlu melakukan stimulasi oral untuk meningkatkan reflek hisap pada bayi BBLR sehingga lama perawatan menjadi lebih singkat, penyembuhan bayi lebih cepat dan biaya perawatan berkurang.Kata Kunci : Stimulasi Oral, Reflek Hisap, Bayi Berat Lahir RendahDOI: 10.5281/zenodo.3549135
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA DI KLINIK PRATAMA BNN GRESIK Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Nurhani, Nurhani; Syaiful, Yuanita
Journals of Ners Community Vol 10 No 1 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i1.844

Abstract

Masa remaja sebagai masa peralihan sering tidak terkontrol hingga mudah terjerumus pada perilaku yang berdampak buruk bagi dirinya maupun orang lain. Kecenderungan mencoba hal-hal baru akan sangat rentan bagi remaja untuk melakukan penyalahgunaan narkoba. Peran dan keterlibatan orang tua dalam pelaksanaan pola asuh orang tua menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan narkoba remaja. Tujuan dari penelitian ini menjelaskan hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian penyalahgunaan narkoba pada remaja di Klinik Pratama BNN Gresik.Penelitian ini menggunakan design cross sectional. Metode sampling menggunakan Total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 12 orang. Variabel independen adalah pola asuh orang tua. Variabel dependen adalah kejadian penyalahgunaan narkoba pada remaja. Data diambil dengan lembar kuesioner pola asuh dan penyalahgunaan narkoba. Analisa data menggunakan spearman rank  dengan nilai p?0,01.Hasil penelitian menunjukkan separuh orang tua menerapkan pola asuh otoriter (50%). Kejadian penyalahgunaan narkoba remaja paling banyak pada kategori pecandu (66,7%). Hasil perhitungan didapatkan nilai spearman ranktest antara pola asuh orang tua dengan kejadian penyalahgunaan narkoba remaja  p = 0,006 dengan nilai koefisien r = 0,742. Artinya ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kejadian penyalahgunaan narkoba pada remaja di Klinik Pratama BNN Gresik dengan tingkat hubungan yang kuat. Orang tua sebaiknya hadir bagi remaja dengan sikap terbuka dan menumbuhkan nilai-nilai positif agar remaja tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua, Kejadian Penyalahgunaan Narkoba, RemajaDOI: 10.5281/zenodo.3549141
PENGARUH PERAWATAN PAYUDARA TERHADAP PENGELUARAN ASI IBU POST PARTUM Fatmawati, Lilis; Syaiful, Yuanita; Wulansari, Nur Afni
Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i2.904

Abstract

Perawatan payudara adalah suatu tindakan untuk merawat payudara terutama pada masa nifas (masa menyusui) untuk memperlancar pengeluaran ASI. Di Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik intervensi yang dilakukan untuk pengeluaran ASI selain menggunakan kompres hangat dan dingin sudah diberikan perawatan payudara, tapi hasilnya kurang optimal dikarenakan petugas kesehatan tidak melakukan praktik secara langsung melainkan hanya memberikan informasi tentang perawatan payudara pada ibu post partum.Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh perawatan payudara terhadap pengeluaran ASI pada ibu post partum.Penelitian ini menggunakan metode Pra Eksperimental dengan rancangan One-Group Pra-Post test design. Metode sampling menggunakan purposive sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 responden sedangkan sampel diambil sebanyak 28 responden yang diintervensi menggunakan perawatan payudara. Variabel independen yaitu perawatan payudara. Variabel dependen yaitu pengeluaran ASI. Data penelitian ini diambil menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test dengan nilai standar <0.05.Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan intervensi nilai rata-rata pengeluaran ASI 40,89 dan sesudah dilakukan intervensi nilai rata-rata pengeluaran ASI 77,50 nilai signifikan (2-tailed) = 0,000 yang berarti bahwa p<0,05 maka H1 diterima dan H0 ditolak artinya ada pengaruh perawatan payudara terhadap pengeluaran ASI pada ibu post partum. Perawatan payudara dilakukan 2x sehari post partum hari ke-1 sampai hari ke-3 selama ±30 menit.Perawatan payudara dapat meningkatkan pengeluaran ASI pada ibu post partum sehingga dapat digunakan sebagai SOP yang diterapkan oleh tenaga kesehatan.Kata Kunci: Perawatan payudara, pengeluaran ASI, Ibu post partum.DOI: 10.5281/zenodo.3561981
KUNYIT ASAM (CURCUMA DOEMSTICA VAL) MENURUNKAN INTENSITAS NYERI HAID Fatmawati, Lilis; Syaiful, Yuanita; Nikmah, Kusrotin
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.1002

Abstract

Masa remaja (Pubertas) merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanakke masa dewasa, Pada masa ini terjadi perubahan-perubahan baik fisiologis maupun psikologis. Dismenore adalah nyeri haid sebelum atau selama menstruasi, yang membuat wanita tidak dapat bekerja dan hanya tidur. Alternatif terapi herbal yang digunakan adalah minum jamu kunyit asam untuk mengurangi rasa nyeri pada nyeri haid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi jamu kunyit asam terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri di Desa Kedungsoko Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan.Desain penelitian yang digunakan adalah Pra Eksperimental One Group Pre-Post Test Design. Populasinya adalah remaja putri berusia 12-18 tahun yang yang belum menikah yang sudah mengalami menstruasi sebanyak 35 responden. Dengan teknik sampel penelitian menggunakan Purposive Sampling, jumlah sampel 32 responden, variabel independen jamu kunyit asam dan variabel dependen intensitas nyeri haid. Instrument yang digunakan penelitian ini adalah Standart Operational Prosedure (SOP) pembuatan jamu kunyit asam dan lembar observasi skala nyeri Bourbanis. pemberian jamu kunyit asam yaitu 1 kali sehari sebanyak 150 ml selama 4 hari yang dilakukan 2 hari sebelum menstruasi sampai hari ke 2 menstruasi.Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebelum diberikan jamu kunyit asam adalah 3.2188 dan nilai standart deviasinya 1.03906 sedangkan nilai rata-rata sesudah diberikan jamu kunyit asam adalah 1.4062 dan nilai standart deviasinya 0.66524. Dengan nilai signifikan = 0.000, berarti p<0,05 maka H1 diterima artinya ada potensi jamu kunyit asam terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri.Hal ini menunjukkan bahwa jamu kunyit asam memiliki potensi terhadap intensitas nyeri haid sehingga bagi wanita bisa menerapkannya apabila mengalami nyeri haid.Kata Kunci: Jamu Kunyit Asam, Nyeri HaidDOI: 10.5281/zenodo.4724269 
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA PRA SEKOLAH Syaiful, Yuanita; Fatmawati, Lilis; Nafisah, Wanda Mahfuzatin
Journals of Ners Community Vol 11 No 2 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i2.1134

Abstract

Masa anak-anak sangat penting dalam proses perkembangan kemandirian. Anak usia pra sekolah banyak yang mengalami keterlambatan kemandirian. Beberapa faktor yang mempengaruhi kemandirian yaitu pola asuh orang tua, urutan kelahiran, dan jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor pola asuh, urutan kelahiran, jenis kelamin dengan kemandirian anak usia prasekolah. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Variabel independen pola asuh, urutan kelahiran, dan jenis kelamin. Variabel dependen kemandirian anak usia prasekolah. Sampel sebanyak 39 responden ibu dan anak yang diambil dengan menggunakan purposive sampling. Hasil Penelitian dengan uji Regresi Linier menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) pada faktor pola asuh yang artinya ada hubungan faktor pola asuh dengan kemandirian, sedangkan pada faktor jenis kelamin menunjukkan nilai p = 0,578 (p > 0,05)  artinya tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kemandirian anak, dan faktor urutan kelahiran (p = 0,256) (p > 0,05) artinya tidak ada hubungan urutan kelahiran dengan kemandirian. Perawat sebagai tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan pendidikan kesehatan pada orang tua tentang pola asuh demokratis yang tepat sesuai dengan karakter anak sehingga kemandirian anak dapat berkembang. Kata Kunci: Anak Usia Pra Sekolah, Jenis Kelamin, Kemandirian, Pola Asuh, Urutan Kelahiran DOI: 10.5281/zenodo.4774696
PENGARUH STIMULASI ORAL TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI BBLR Fatmawati, Lilis; Syaiful, Yuanita; Ayu Ning Tias, Arum
Journals of Ners Community Vol 12 No 1 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i1.1298

Abstract

Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) seringkali sulit mengalami peningkatan berat badan dikarenakan kurangnya kemampuan minum yang membuat bayi BBLR mengalami kegagalan dalam pertumbuhan. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah ini dengan memberikan stimulasi oral sejak dini berupa sentuhan pemijatan terhadap jaringan otot disekitar bibir dan mulut. Tujuan penelitian ini menjelaskan pengaruh stimulasi oral terhadap peningkatan berat badan pada bayi BBLR. Desain penelitian ini menggunakan desain studi one group test design dengan pre and post test.. Populasi penelitian ini adalah 24 bayi dan sampel yang digunakan 23 bayi dengan Purposive Sampling. Variabel independen adalah stimulasi oral dan variabel dependen adalah peningkatan berat badan bayi BBLR. Pengumpulan data menggunakan SOP stimulasi oral sedangkan peningkatan berat badan menggunakan lembar observasi. Pemberian stimulasi oral selama 12 hari, setiap hari dilakukan selama tiga kali selama 15 menit. Dievaluasi per 6 hari. Kemudian dianalisa menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan signifikansi p<0,05. Hasil Penelitian menunjukkan peningkatan berat badan sebelum stimulasi oral terdapat presentase 87,0% artinya bayi BBLR banyak mengalami penurunan berat badan. Sesudah dilakukan stimulasi oral peningkatan berat badan sebesar dialami hampir seluruh responden dengan presentase 95,7% dengan nilai (p=0,000)<0,05 artinya ada pengaruh stimulasi oral terhadap peningkatan berat badan pada bayi BBLR. Perawat perlu melakukan stimulasi oral untuk meningkatkan berat badan pada bayi BBLR sehingga nutrisi bisa terpenuhi, tidak adanya gangguan pertumbuhan, dan lama perawatan menjadi lebih cepat. DOI: 10.5281/zenodo.5226007
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI PADA IBU MENYUSUI DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI Syaiful, Yuanita; Fatmawati, Lilis; Hartutik, Sri
Journals of Ners Community Vol 12 No 2 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i2.1424

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi multi kompleks yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Dukungan suami merupakan faktor yang turut berperan menentukan keadaan emosi atau perasaan ibu sehingga mempengaruhi kelancaran hormon oksitoksin dan prolaktin yang mempengaruhi emosi dan pikiran serta merangsang  pengeluaran ASI. Dukungan suami sangat penting untuk keberhasilan pemberian ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan dukungan suami pada ibu menyusui dengan keberhasilan pemberian ASI. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Data didapatkan dari kuesioner untuk mengetahui dukungan suami dan keberhasilan pemberian ASI dengan lembar observasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui bayi aterm yang di rawat di ruang NICU RSUD Ibnu Sina Gresik sebanyak 22. Besar sampel yang diambil sebanyak 21 responden menggunakan teknik Purposive Sampling. Pembuktian hipotesa dengan uji statistika uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan dukungan suami sebagian besar mendukung memberikan ASI sebanyak 52%  sementara keberhasilan pemberian ASI hampir sebagian memberikan ASI sebanyak 42 %. Dari uji statistika menunjukkan ada hubungan antara dukungan suami dengan keberhasilan ASI dibuktikan dengan nilai 0.001. Bentuk dukungan suami dapat diberikan sejak kehamilan hingga  membantu ibu melakukan inisiasi menyusu dini setelah persalinan dan memberikan perhatian selama ibu memberikan ASI eksklusif. DOI: 10.5281/zenodo.5896704
PENGARUH PEMBERIAN SAYUR GAMBAS (LUFFA ACUTANGULAR) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Zahroh, Roihatul; Hariyanto, Yenny; Syaiful, Yuanita
Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.1625

Abstract

Diabetes Melitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya dengan kadar gula darah melebihi dari 200 mg/dl. Penatalaksanaan diabetes mellitus selain dengan farmakologi, modifikasi gaya hidup, dapat juga dengan terapi komplementer yaitu memanfaatkan sayur gambas. Sayuran gambas mengandung zat aktif  dapat menurunkan kadar glukosa darah karena memiliki kandungan curcubitacin yang termasuk ke dalam golongan saponin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian sayur gambas (Luffa Acutangular) terhadap  penurunan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Pembantu Mojosarirejo Gresik. Desain penelitian ini menggunakan one grup pre post test design. Metode sampling menggunakan purposive sampling. Sampel diambil sebanyak 19 responden yang diintervensi menggunakan pemberian sayur gambas dilakukan selama 14 hari diberikan 1 kali perhari sebanyak 100 gram.  Variabel independen yaitu pemberian Sayur Gambas.  Variabel dependen yaitu Diabetes Melitus tipe 2.  Data penelitian ini diambil menggunakan alat glukotest dan lembar observasi. Hasil uji statistik Uji paired t-tes didapatkan nilai (2-tailed) = 0.000 dengan standar <0,05 maka H1 diterima artinya ada pengaruh pemberian sayur gambas terhadap Diabetes Melitus tipe 2.  Nilai mean sebelum diberikan sayur gambas adalah 217,21 dan mean sesudah diberikan sayur gambas adalah 149,89. Pemberian sayur gambas menurunkan kadar gula darah sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif pengobatan pada pasien diabetes mellitus tipe 2.
Co-Authors A Maya Rupa Anjeli Afib Rulyansah Agus Wahyudi Agus Wahyudi Aidatur Runis Aisy, Rohadatul Anggraini, Shilvia Aristantia, Riski Arum Ayu Ning Tias Asmaul Luthfauziah Ayatullah, Daviq Ayu Ning Tias, Arum Baharsyah, Imam Burhanuddin Barrotul, Umi Chumairotur Robi'ah Cicik Nurma Tristanti Dewi Masruroh Diyah Ratnawati Dwi Wahyuni Rahmawati Dwi Wulaningsih Dwi Yuniar Ramadhani Emi Indrawati Eni Mujafafa Esni Lailatul Khariroh Hariyanto, Yenny Imam Burhanuddin Baharsyah Indrawati, Emi Istiroha Istiroha Khariroh, Esni Lailatul Kurniawan, Afif Kusrotin Nikmah Lilis Fatmawati Lilis Fatmawati Lilis Fatmawati Lilis Fatmawati LINA MADYASTUTI RAHAYUNINGRUM Lina Madyastuti Rahayuningrum Mafrukahtul Firdani Mamesah, Marline Merke Maslachah Maslachah Maslachah, Maslachah Masruroh, Dewi Merinne Tamada Mono Pratiko Gustomi Mujafafa, Eni Mukhlishotin Mukhlishotin Mukhlishotin, Mukhlishotin Nafisah, Wanda Mahfuzatin Nikmah, Kusrotin Nisak, Zahrotul Nur Afni Wulansari Nur Hidayati Nur Hidayati Nurhani Nurhani Nurhani Nurhani Nurwan Nurwan Nurwan, Nurwan Pramiasti, Hana Dodik Qonitatin Wafiyah Rachmawan, Sigit Hendro Rahayu, Dewi Widiana Rahayuningrum, Lina Madyastuti Rahmawati, Dwi Wahyuni Ratnawati, Diyah Retno Ayu, Lely Sandra Retno Twistiandayani Riski Aristantia Rita Rahmawati Rita Rahmawati Riwahtini Riwahtini Riwahtini, Riwahtini Robi'ah, Chumairotur Robiatul Adawiyah Roihatul Zahroh Rukmini Rukmini Rukmini Rukmini Setya Wibawa Sheintia Prihastuti Sholichah, Siti Sigit Hendro Rachmawan Siti Aminah Siti Choiriyah Siti Choiriyah Siti Nur Qomariah Siti Sholichah Siti Varyal Naftalin Sri Hartutik Sri Hartutik SUMIYATI SUMIYATI Suwanto Suwanto Suwanto Tamada, Merinne Tsai, Mei-Ling Wahyudi, Agus Wahyudi, Wanda Mahfuzatin Nafisah Wardatus Sholihah Wibawa, Setya Widianti , Liya Wulansari, Nur Afni Yenny Hariyanto Zahroh, Roihatul Zahrotul Nisak