Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA PRA SEKOLAH Syaiful, Yuanita; Fatmawati, Lilis; Nafisah, Wanda Mahfuzatin
Journals of Ners Community Vol 11 No 2 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i2.1134

Abstract

Masa anak-anak sangat penting dalam proses perkembangan kemandirian. Anak usia pra sekolah banyak yang mengalami keterlambatan kemandirian. Beberapa faktor yang mempengaruhi kemandirian yaitu pola asuh orang tua, urutan kelahiran, dan jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor pola asuh, urutan kelahiran, jenis kelamin dengan kemandirian anak usia prasekolah. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Variabel independen pola asuh, urutan kelahiran, dan jenis kelamin. Variabel dependen kemandirian anak usia prasekolah. Sampel sebanyak 39 responden ibu dan anak yang diambil dengan menggunakan purposive sampling. Hasil Penelitian dengan uji Regresi Linier menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) pada faktor pola asuh yang artinya ada hubungan faktor pola asuh dengan kemandirian, sedangkan pada faktor jenis kelamin menunjukkan nilai p = 0,578 (p > 0,05)  artinya tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kemandirian anak, dan faktor urutan kelahiran (p = 0,256) (p > 0,05) artinya tidak ada hubungan urutan kelahiran dengan kemandirian. Perawat sebagai tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan pendidikan kesehatan pada orang tua tentang pola asuh demokratis yang tepat sesuai dengan karakter anak sehingga kemandirian anak dapat berkembang. Kata Kunci: Anak Usia Pra Sekolah, Jenis Kelamin, Kemandirian, Pola Asuh, Urutan Kelahiran DOI: 10.5281/zenodo.4774696
PENGARUH STIMULASI ORAL TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI BBLR Fatmawati, Lilis; Syaiful, Yuanita; Ayu Ning Tias, Arum
Journals of Ners Community Vol 12 No 1 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i1.1298

Abstract

Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) seringkali sulit mengalami peningkatan berat badan dikarenakan kurangnya kemampuan minum yang membuat bayi BBLR mengalami kegagalan dalam pertumbuhan. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah ini dengan memberikan stimulasi oral sejak dini berupa sentuhan pemijatan terhadap jaringan otot disekitar bibir dan mulut. Tujuan penelitian ini menjelaskan pengaruh stimulasi oral terhadap peningkatan berat badan pada bayi BBLR. Desain penelitian ini menggunakan desain studi one group test design dengan pre and post test.. Populasi penelitian ini adalah 24 bayi dan sampel yang digunakan 23 bayi dengan Purposive Sampling. Variabel independen adalah stimulasi oral dan variabel dependen adalah peningkatan berat badan bayi BBLR. Pengumpulan data menggunakan SOP stimulasi oral sedangkan peningkatan berat badan menggunakan lembar observasi. Pemberian stimulasi oral selama 12 hari, setiap hari dilakukan selama tiga kali selama 15 menit. Dievaluasi per 6 hari. Kemudian dianalisa menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan signifikansi p<0,05. Hasil Penelitian menunjukkan peningkatan berat badan sebelum stimulasi oral terdapat presentase 87,0% artinya bayi BBLR banyak mengalami penurunan berat badan. Sesudah dilakukan stimulasi oral peningkatan berat badan sebesar dialami hampir seluruh responden dengan presentase 95,7% dengan nilai (p=0,000)<0,05 artinya ada pengaruh stimulasi oral terhadap peningkatan berat badan pada bayi BBLR. Perawat perlu melakukan stimulasi oral untuk meningkatkan berat badan pada bayi BBLR sehingga nutrisi bisa terpenuhi, tidak adanya gangguan pertumbuhan, dan lama perawatan menjadi lebih cepat. DOI: 10.5281/zenodo.5226007
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI PADA IBU MENYUSUI DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI Syaiful, Yuanita; Fatmawati, Lilis; Hartutik, Sri
Journals of Ners Community Vol 12 No 2 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i2.1424

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi multi kompleks yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Dukungan suami merupakan faktor yang turut berperan menentukan keadaan emosi atau perasaan ibu sehingga mempengaruhi kelancaran hormon oksitoksin dan prolaktin yang mempengaruhi emosi dan pikiran serta merangsang  pengeluaran ASI. Dukungan suami sangat penting untuk keberhasilan pemberian ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan dukungan suami pada ibu menyusui dengan keberhasilan pemberian ASI. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Data didapatkan dari kuesioner untuk mengetahui dukungan suami dan keberhasilan pemberian ASI dengan lembar observasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui bayi aterm yang di rawat di ruang NICU RSUD Ibnu Sina Gresik sebanyak 22. Besar sampel yang diambil sebanyak 21 responden menggunakan teknik Purposive Sampling. Pembuktian hipotesa dengan uji statistika uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan dukungan suami sebagian besar mendukung memberikan ASI sebanyak 52%  sementara keberhasilan pemberian ASI hampir sebagian memberikan ASI sebanyak 42 %. Dari uji statistika menunjukkan ada hubungan antara dukungan suami dengan keberhasilan ASI dibuktikan dengan nilai 0.001. Bentuk dukungan suami dapat diberikan sejak kehamilan hingga  membantu ibu melakukan inisiasi menyusu dini setelah persalinan dan memberikan perhatian selama ibu memberikan ASI eksklusif. DOI: 10.5281/zenodo.5896704
PENGARUH PEMBERIAN SAYUR GAMBAS (LUFFA ACUTANGULAR) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Zahroh, Roihatul; Hariyanto, Yenny; Syaiful, Yuanita
Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.1625

Abstract

Diabetes Melitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya dengan kadar gula darah melebihi dari 200 mg/dl. Penatalaksanaan diabetes mellitus selain dengan farmakologi, modifikasi gaya hidup, dapat juga dengan terapi komplementer yaitu memanfaatkan sayur gambas. Sayuran gambas mengandung zat aktif  dapat menurunkan kadar glukosa darah karena memiliki kandungan curcubitacin yang termasuk ke dalam golongan saponin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian sayur gambas (Luffa Acutangular) terhadap  penurunan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Pembantu Mojosarirejo Gresik. Desain penelitian ini menggunakan one grup pre post test design. Metode sampling menggunakan purposive sampling. Sampel diambil sebanyak 19 responden yang diintervensi menggunakan pemberian sayur gambas dilakukan selama 14 hari diberikan 1 kali perhari sebanyak 100 gram.  Variabel independen yaitu pemberian Sayur Gambas.  Variabel dependen yaitu Diabetes Melitus tipe 2.  Data penelitian ini diambil menggunakan alat glukotest dan lembar observasi. Hasil uji statistik Uji paired t-tes didapatkan nilai (2-tailed) = 0.000 dengan standar <0,05 maka H1 diterima artinya ada pengaruh pemberian sayur gambas terhadap Diabetes Melitus tipe 2.  Nilai mean sebelum diberikan sayur gambas adalah 217,21 dan mean sesudah diberikan sayur gambas adalah 149,89. Pemberian sayur gambas menurunkan kadar gula darah sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif pengobatan pada pasien diabetes mellitus tipe 2.
PENDIDIKAN KESEHATAN MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KESIAPAN MENGHADAPI MENARCHE PADA SISWI USIA 9-12 TAHUN Fatmawati, Lilis; Syaiful, Yuanita; Tamada, Merinne
Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.1626

Abstract

Menarche adalah haid yang pertama kali yang baru datang setelah berumur 10 – 16 tahun. Ketidaktahuan anak tentang menstruasi dapat mengakibatkan anak sulit untuk menerima menarche. Pendidikan kesehatan tentang menarche dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapi menarche. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pendidikan kesehatan  terhadap pengetahuan dan kesiapan menghadapi menarche. Metode penelitian ini menggunakan pre eksperimental one group pre-post test design dengan menggunakan total sampling berjumlah 21 siswi usia 9-12 tahun di SDN 2 Sidomoro Gresik.  Variabel independen adalah pendidikan kesehatan dan variabel dependen adalah pengetahuan dan kesiapan menghadapi menarche. Pengumpulan data menggunakan instrumen SAP dan leaflet untuk pendidikan kesehatan, sedangkan pengetahuan dan kesiapan menghadapi menarche menggunakan kuesioner. Pemberian pendidikan kesehatan dilakukan 1 kali dengan  durasi 30 menit. Data di analisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikan p<ɑ (0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan tingkat kesiapan responden menghadapi menarche. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan  terdapat 100% pengetahuan kurang dan 100% siswi tidak siap saat menghadapi menarche dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan terdapat 100% pengetahuan baik dan 100% siswi siap menghadapi menarche. Hasil uji wilcoxon diketahui  p=0.000 < 0,05 artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan kesiapan siswi menghadapi menarche. Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapi menarche, sehingga diharapkan dapat dijadikan sarana promosi atau edukasi kesehatan kepada siswi tentang pentingnya mempersiapkan dari berbagai aspek dalam menghadapi menarche.
EFEKTIVITAS REBUSAN DAUN SIRIH MERAH DAN KONSUMSI PUTIH TELUR AYAM REBUS TERHADAP LUKA PERINEUM IBU POST PARTUM Syaiful, Yuanita; Fatmawati, Lilis; Indrawati, Emi
Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i5.1732

Abstract

Luka Perineum adalah suatu keadaan terputusnya kontinuitas jaringan tubuh yang menyebabkan terganggunya fungsi tubuh.Lama penyembuhan luka jahitan perineum akan berlangsung 7-10 hari dan tidak lebih dari 14 hari.Perawatan perineum dapat dilakukan dengan 2 metode yaitu secara farmakologis (bethadine/profidone iodine) dan non farmakologis (rebusan daun sirih merah dan konsumsi telur ayam rebus). Tujuan penelitian adalah mengetahui Efektivitas Rebusan Daun Sirih Merah Dan Konsumsi Putih Telur Ayam Rebus Terhadap Luka Perineum Ibu Post Partum. Desain penelitian ini menggunakan Quasy Experiment(Two group pre test dan post test design).Denganpopulasi Ibu Post Partum diRumah Sakit Petrokimia Gresik berjumlah 30 orang, sampel dalam penelitian berjumlah 18 orang secara purposive sampling, yang kemudian dibagi menjadi 2 kelompok, 9 orang diberikan rebusan daun sirih merah dan 9 orang diberikan putih telur ayam rebus dengan uji wilcoxon.Analisa data Efektivitas Rebusan Daun Sirih Merah Dan Konsumsi Putih Telur Ayam Rebus menggunakan uji mann whitney. Berdasarkan hasil uji wilcoxonterdapat pengaruh rebusan daun sirih merah terhadap luka perineum ibu post partum dengan nilaiP-value = 0,014, dan pada hasil uji wilcoxon dengan konsumsi putih telur ayam rebus terhadap luka perineum ibu post partum dengan nilai P-value = 0,005. Kemudian dilanjutkan analisa uji mann whitney ditemukan terdapat perbedaan efektifitas rebusan daun sirih merah dan konsumsi putih telur ayam rebus terhadap luka perineum ibu post partum dengan nilai p= 0,022. Konsumsi rebusan putih telur ayamdapat dijadikan sebagai pengobatan alami untuk penyeembuhan luka perineum. Luka Perineum adalah suatu keadaan terputusnya kontinuitas jaringan tubuh yang menyebabkan terganggunya fungsi tubuh.Lama penyembuhan luka jahitan perineum akan berlangsung 7-10 hari dan tidak lebih dari 14 hari.Perawatan perineum dapat dilakukan dengan 2 metode yaitu secara farmakologis (bethadine/profidone iodine) dan non farmakologis (rebusan daun sirih merah dan konsumsi telur ayam rebus). Tujuan penelitian adalah mengetahui Efektivitas Rebusan Daun Sirih Merah Dan Konsumsi Putih Telur Ayam Rebus Terhadap Luka Perineum Ibu Post Partum. Desain penelitian ini menggunakan Quasy Experiment(Two group pre test dan post test design).Denganpopulasi Ibu Post Partum diRumah Sakit Petrokimia Gresik berjumlah 30 orang, sampel dalam penelitian berjumlah 18 orang secara purposive sampling, yang kemudian dibagi menjadi 2 kelompok, 9 orang diberikan rebusan daun sirih merah dan 9 orang diberikan putih telur ayam rebus dengan uji wilcoxon.Analisa data Efektivitas Rebusan Daun Sirih Merah Dan Konsumsi Putih Telur Ayam Rebus menggunakan uji mann whitney. Berdasarkan hasil uji wilcoxonterdapat pengaruh rebusan daun sirih merah terhadap luka perineum ibu post partum dengan nilaiP-value = 0,014, dan pada hasil uji wilcoxon dengan konsumsi putih telur ayam rebus terhadap luka perineum ibu post partum dengan nilai P-value = 0,005. Kemudian dilanjutkan analisa uji mann whitney ditemukan terdapat perbedaan efektifitas rebusan daun sirih merah dan konsumsi putih telur ayam rebus terhadap luka perineum ibu post partum dengan nilai p= 0,022. Konsumsi rebusan putih telur ayamdapat dijadikan sebagai pengobatan alami untuk penyeembuhan luka perineum.
The Influence of Reproductive Health Education Using Chain Whispering Methods on Knowledge and Attitudes of Young Women Anjeli, A Maya Rupa; Fatmawati, Lilis; Syaiful, Yuanita; Anggraini, Shilvia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 03 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science) 
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhs.v16i03.4206

Abstract

Health Education is an activity to create health education that seeks to make young people aware of how to take care of their health, how to avoid or prevent things that are detrimental to their own health, one of the problems of young women is the lack of knowledge of reproductive health. This study aims to determine the effect of reproductive health education using the whisper chain method on the knowledge and attitudes of young women. The design of this research is pre-experimental. The design of this study uses the Pre-test – Post-test Design. The population of all grade VI students is 22 students. The sample of this research was class VI girls at UPT SD NEGERI 60 Gresik. The sampling technique was carried out by purposive sampling with 21 female students who met the inclusion and exclusion criteria as respondents. The independent variable of health education and the dependent variable are the knowledge and attitudes of young women about reproductive health using the chain whisper method. Data was collected using knowledge and attitude questionnaires before and after the provision of reproductive health education. Reproductive health education using the chain whisper method was carried out for 1 time 120 minutes at UPT SD Negeri 60 Gresik, Cerme District, Gresik Regency. Statistical test using the Wilcoxon Test ≤0.05. The results of the research on knowledge of young women before being given reproductive health education (poor) after (good) p=0.001, attitudes of young women before being given reproductive health education (negative) after (positive) p=0.000. This means that there is an influence of reproductive health education using the chain whisper method on the knowledge and attitudes of young women. For this reason, the researchers hope that this research can be used as a form of routine activity to add insight to female students about reproductive health.
The MORAL ADVENTURE: EDUKASI KARAKTER SANTUN MELALUI BOARDGAME INTERAKTIF DI KALANGAN ANAK SD Wahyudi, Agus Wahyudi,; Rulyansah, Afib; Rahayu, Dewi Widiana; Syaiful, Yuanita
Jurnal Likhitaprajna Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/peduli.v9i1.709

Abstract

Strengthening moral values in elementary school-aged children is a crucial aspect in fostering social responsibility from an early age. However, amidst the digital age and the decline of face-to-face interaction, the practice of saying "sorry," "please," and "thank you" is beginning to be marginalized. This community service activity aims to instill basic values of good manners as a foundation for social responsibility through the educational board game Moral Adventure. This activity was carried out with fourth-grade students of SDN Tenggilis Mejoyo 1 Surabaya using a participatory-educational approach. Through a series of activities such as socialization, game guidance, and reflection sessions, children were encouraged to understand and practice moral values in situations that resemble real life. The implementation results showed an increase in students' understanding of the importance of mutual respect, empathy, and collaboration among peers. In addition to being a fun learning tool, the Moral Adventure board game also strengthens the school's role as a partner in instilling civic values and building a culture of good manners in elementary education environments.
Relationship Between Adequacy of Breastfeeding and The Incidence of Neonatal Jaundice in The NICU at Darus Syifa’ Islamic Hospital Surabaya Syaiful, Yuanita; Fatmawati, Lilis; Sumiyati, Sumiyati
Caring: Indonesian Journal of Nursing Science Vol. 5 No. 1 (2023): Caring: Indonesian Journal of Nursing Science
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijns.v5i1.12001

Abstract

Inappropriate early breastfeeding is associated with reduced caloric intake and increased serum bilirubin. It occurs due to a lack of caloric intake to increase enterohepatic circulation. Early breastfeeding for neonates can reduce the occurrence of jaundice. This study aimed to determine the relationship between adequacy breastfeeding and the incidence of neonatal jaundice at the Darus Shifa Islamic Hospital Surabaya. This study used an analytical research design with a cross-sectional approach and a purposive sampling method. The population of this study was 35 respondents. The sample in this study was 32 respondents, and there were two variables. The dependent variable was the adequacy of breastfeeding using an instrument on an observation sheet. The independent variable was the incidence of jaundice using a checklist instrument. Data analysis used Spearman rho. The results of the statistical analysis test using the Spearman rho statistic test with the help of SPSS obtained a significance value of p = 000 which means there is a relationship between the adequacy of breastfeeding. The incidence of neonatal jaundice is r =0,912, meaning there is a solid correlation between the adequacy of breastfeeding and the incidence of it. Adequacy breastfeeding is one way to prevent neonatal jaundice with the support of professional health workers' information to mothers about breastfeeding and its benefits. Thereby affecting the continuity of mothers in breastfeeding so that babies do not experience neonatal jaundice.
HEALTH EDUCATION THROUGH VIDEO MEDIA IMPROVES THE KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF PERSONAL HYGIENE IN PREVENTING LEUCORRHOEA IN ADOLESCENT GIRLS Syaiful, Yuanita; Fatmawati, Lilis; Adawiyah, Robiatul
SYNTHESIS Global Health Journal Volume 1, Issue 1, 2023
Publisher : SYNTIFIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.568 KB) | DOI: 10.61543/syn.v1i1.20

Abstract

Background. Lack of knowledge and attitudes about personal hygiene in preventing leucorrhoea in adolescent girls’ is due to a lack of health promotion, one that can increase knowledge and attitudes about personal hygiene is health education with videos. The purpose of this community service was to 1) increase adolescent girls’ nowledge about personal hygiene in preventing leucorrhoea, and 2) improve adolescent girls’ attitudes about personal hygiene in preventing leucorrhoea. Implementation Method. This community service was carried out for adolescent girls’ aged 16-18 years in Yosowilangun Manyar Gresik Village with a total of 16 adolescent girls’. The activity was carried out on May 20-27, 2022. The method used was in the form of providing health education about personal hygiene in preventing vaginal discharge with video media using a pre-test and post-test. Findings. The results of the activity showed that the majority of 14 adolescent girls’ (87.5%) had good knowledge and the majority had a positive attitude, namely 15 adolescent girls’ (93.75%) Conclusion. Health education with video media can increase knowledge skills and personal hygiene attitudes in adolescent girls’ in preventing leucorrhoea.
Co-Authors A Maya Rupa Anjeli Afib Rulyansah Agus Wahyudi Agus Wahyudi Aidatur Runis Aisy, Rohadatul Anggraini, Shilvia Aristantia, Riski Arum Ayu Ning Tias Asmaul Luthfauziah Ayatullah, Daviq Ayu Ning Tias, Arum Baharsyah, Imam Burhanuddin Barrotul, Umi Chumairotur Robi'ah Cicik Nurma Tristanti Dewi Masruroh Diyah Ratnawati Dwi Wahyuni Rahmawati Dwi Wulaningsih Dwi Yuniar Ramadhani Emi Indrawati Eni Mujafafa Esni Lailatul Khariroh Hariyanto, Yenny Imam Burhanuddin Baharsyah Indrawati, Emi Istiroha Istiroha Khariroh, Esni Lailatul Kurniawan, Afif Kusrotin Nikmah Lilis Fatmawati Lilis Fatmawati Lilis Fatmawati Lilis Fatmawati LINA MADYASTUTI RAHAYUNINGRUM Lina Madyastuti Rahayuningrum Mafrukahtul Firdani Mamesah, Marline Merke Maslachah Maslachah Maslachah, Maslachah Masruroh, Dewi Merinne Tamada Mono Pratiko Gustomi Mujafafa, Eni Mukhlishotin Mukhlishotin Mukhlishotin, Mukhlishotin Nafisah, Wanda Mahfuzatin Nikmah, Kusrotin Nisak, Zahrotul Nur Afni Wulansari Nur Hidayati Nur Hidayati Nurhani Nurhani Nurhani Nurhani Nurwan Nurwan Nurwan, Nurwan Pramiasti, Hana Dodik Qonitatin Wafiyah Rachmawan, Sigit Hendro Rahayu, Dewi Widiana Rahayuningrum, Lina Madyastuti Rahmawati, Dwi Wahyuni Ratnawati, Diyah Retno Ayu, Lely Sandra Retno Twistiandayani Riski Aristantia Rita Rahmawati Rita Rahmawati Riwahtini Riwahtini Riwahtini, Riwahtini Robi'ah, Chumairotur Robiatul Adawiyah Roihatul Zahroh Rukmini Rukmini Rukmini Rukmini Setya Wibawa Sheintia Prihastuti Sholichah, Siti Sigit Hendro Rachmawan Siti Aminah Siti Choiriyah Siti Choiriyah Siti Nur Qomariah Siti Sholichah Siti Varyal Naftalin Sri Hartutik Sri Hartutik SUMIYATI SUMIYATI Suwanto Suwanto Suwanto Tamada, Merinne Tsai, Mei-Ling Wahyudi, Agus Wahyudi, Wanda Mahfuzatin Nafisah Wardatus Sholihah Wibawa, Setya Widianti , Liya Wulansari, Nur Afni Yenny Hariyanto Zahroh, Roihatul Zahrotul Nisak