Claim Missing Document
Check
Articles

PENDIDIKAN KESEHATAN MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KESIAPAN MENGHADAPI MENARCHE PADA SISWI USIA 9-12 TAHUN Fatmawati, Lilis; Syaiful, Yuanita; Tamada, Merinne
Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.1626

Abstract

Menarche adalah haid yang pertama kali yang baru datang setelah berumur 10 – 16 tahun. Ketidaktahuan anak tentang menstruasi dapat mengakibatkan anak sulit untuk menerima menarche. Pendidikan kesehatan tentang menarche dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapi menarche. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pendidikan kesehatan  terhadap pengetahuan dan kesiapan menghadapi menarche. Metode penelitian ini menggunakan pre eksperimental one group pre-post test design dengan menggunakan total sampling berjumlah 21 siswi usia 9-12 tahun di SDN 2 Sidomoro Gresik.  Variabel independen adalah pendidikan kesehatan dan variabel dependen adalah pengetahuan dan kesiapan menghadapi menarche. Pengumpulan data menggunakan instrumen SAP dan leaflet untuk pendidikan kesehatan, sedangkan pengetahuan dan kesiapan menghadapi menarche menggunakan kuesioner. Pemberian pendidikan kesehatan dilakukan 1 kali dengan  durasi 30 menit. Data di analisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikan p<ɑ (0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan tingkat kesiapan responden menghadapi menarche. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan  terdapat 100% pengetahuan kurang dan 100% siswi tidak siap saat menghadapi menarche dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan terdapat 100% pengetahuan baik dan 100% siswi siap menghadapi menarche. Hasil uji wilcoxon diketahui  p=0.000 < 0,05 artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan kesiapan siswi menghadapi menarche. Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapi menarche, sehingga diharapkan dapat dijadikan sarana promosi atau edukasi kesehatan kepada siswi tentang pentingnya mempersiapkan dari berbagai aspek dalam menghadapi menarche.
EFEKTIVITAS REBUSAN DAUN SIRIH MERAH DAN KONSUMSI PUTIH TELUR AYAM REBUS TERHADAP LUKA PERINEUM IBU POST PARTUM Syaiful, Yuanita; Fatmawati, Lilis; Indrawati, Emi
Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i5.1732

Abstract

Luka Perineum adalah suatu keadaan terputusnya kontinuitas jaringan tubuh yang menyebabkan terganggunya fungsi tubuh.Lama penyembuhan luka jahitan perineum akan berlangsung 7-10 hari dan tidak lebih dari 14 hari.Perawatan perineum dapat dilakukan dengan 2 metode yaitu secara farmakologis (bethadine/profidone iodine) dan non farmakologis (rebusan daun sirih merah dan konsumsi telur ayam rebus). Tujuan penelitian adalah mengetahui Efektivitas Rebusan Daun Sirih Merah Dan Konsumsi Putih Telur Ayam Rebus Terhadap Luka Perineum Ibu Post Partum. Desain penelitian ini menggunakan Quasy Experiment(Two group pre test dan post test design).Denganpopulasi Ibu Post Partum diRumah Sakit Petrokimia Gresik berjumlah 30 orang, sampel dalam penelitian berjumlah 18 orang secara purposive sampling, yang kemudian dibagi menjadi 2 kelompok, 9 orang diberikan rebusan daun sirih merah dan 9 orang diberikan putih telur ayam rebus dengan uji wilcoxon.Analisa data Efektivitas Rebusan Daun Sirih Merah Dan Konsumsi Putih Telur Ayam Rebus menggunakan uji mann whitney. Berdasarkan hasil uji wilcoxonterdapat pengaruh rebusan daun sirih merah terhadap luka perineum ibu post partum dengan nilaiP-value = 0,014, dan pada hasil uji wilcoxon dengan konsumsi putih telur ayam rebus terhadap luka perineum ibu post partum dengan nilai P-value = 0,005. Kemudian dilanjutkan analisa uji mann whitney ditemukan terdapat perbedaan efektifitas rebusan daun sirih merah dan konsumsi putih telur ayam rebus terhadap luka perineum ibu post partum dengan nilai p= 0,022. Konsumsi rebusan putih telur ayamdapat dijadikan sebagai pengobatan alami untuk penyeembuhan luka perineum. Luka Perineum adalah suatu keadaan terputusnya kontinuitas jaringan tubuh yang menyebabkan terganggunya fungsi tubuh.Lama penyembuhan luka jahitan perineum akan berlangsung 7-10 hari dan tidak lebih dari 14 hari.Perawatan perineum dapat dilakukan dengan 2 metode yaitu secara farmakologis (bethadine/profidone iodine) dan non farmakologis (rebusan daun sirih merah dan konsumsi telur ayam rebus). Tujuan penelitian adalah mengetahui Efektivitas Rebusan Daun Sirih Merah Dan Konsumsi Putih Telur Ayam Rebus Terhadap Luka Perineum Ibu Post Partum. Desain penelitian ini menggunakan Quasy Experiment(Two group pre test dan post test design).Denganpopulasi Ibu Post Partum diRumah Sakit Petrokimia Gresik berjumlah 30 orang, sampel dalam penelitian berjumlah 18 orang secara purposive sampling, yang kemudian dibagi menjadi 2 kelompok, 9 orang diberikan rebusan daun sirih merah dan 9 orang diberikan putih telur ayam rebus dengan uji wilcoxon.Analisa data Efektivitas Rebusan Daun Sirih Merah Dan Konsumsi Putih Telur Ayam Rebus menggunakan uji mann whitney. Berdasarkan hasil uji wilcoxonterdapat pengaruh rebusan daun sirih merah terhadap luka perineum ibu post partum dengan nilaiP-value = 0,014, dan pada hasil uji wilcoxon dengan konsumsi putih telur ayam rebus terhadap luka perineum ibu post partum dengan nilai P-value = 0,005. Kemudian dilanjutkan analisa uji mann whitney ditemukan terdapat perbedaan efektifitas rebusan daun sirih merah dan konsumsi putih telur ayam rebus terhadap luka perineum ibu post partum dengan nilai p= 0,022. Konsumsi rebusan putih telur ayamdapat dijadikan sebagai pengobatan alami untuk penyeembuhan luka perineum.
MEWUJUDKAN WANITA SEHAT MELALUI PEKA : PROGRAM EDUKASI KEBERSIHAN WANITA Kurniawan, Afif; Ramadhani, Dwi Yuniar; Syaiful, Yuanita
Community Development in Health Journal Volume 3, Nomor 1, April 2025
Publisher : PPM STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/cdhj.v3i1.615

Abstract

Introduction & Aim One of the ways to protect yourself from viruses and bacteria is by maintaining personal hygiene. The problem of personal hygiene that sometimes women do not pay attention to is cleanliness in the feminine area. The feminine area is often in humid conditions. Hence, it becomes a breeding ground for viruses and fungi that can cause infections, one of which is vaginal discharge or flour albus. The purpose of this community service activity is to provide health education through the PEKA Program (Women's Hygiene Education Program) and the making of traditional drinks. Method of Activity: This activity was carried out in the RW 05 area of Kapasan Village, with a target of 22 women. The activity steps are preparing booklets, coordinating with residents, providing pre-test questionnaires followed by providing education, and post-tests and demonstrations of hand washing, correct ways of cebok, and making traditional drinks. Results: The results of Wilcoxon's statistical test on the knowledge of women of childbearing age were p= 0.00 while the attitude used the Paired Sample t-test statistical test, which was a value of p=0.00. Discussion: The increase in knowledge will make a person change behavior in a positive direction. Keywords: Women, Personal Hygiene, Education, Attitude
Effect Of Health Education With Audio-Visual Media On Adherence To Medication Of Breast Cancer Patients Syaiful, Yuanita; Fatmawati, Lilis; Retno Ayu, Lely Sandra; Gustomi, Mono Pratiko; Ayatullah, Daviq
Critical Medical and Surgical Nursing Journal Vol. 13 No. 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/cmsnj.v13i2.55274

Abstract

Introduction. Breast cancer is known as the first killer of cancer. Long-term treatment is more prone to patient compliance problems, lack of understanding of the pain, and saturation of taking medication leads to non-adherence that worsens the patient's condition. This study analyzes the effect of health education with audio-visual media on drug adherence in breast cancer patients Method. This research is a quasi-experiment with a pre-post test control group design. Purposive sampling was carried out for 1 month at the Oncology Polyclinic at Petrokimia Gresik Hospital. Subjects who met the inclusion of 36 patients were evaluated with the MMAS (Morinsky Medication Adherence Scale) questionnaire. The data was then analyzed using the Paired T-test. ResultsThe paired t-test revealed a statistically significant (p = 0.000, α < 0.05) improvement in medication adherence among breast cancer patients following health education with audiovisual media. Conclusion. This suggests that audiovisual media can be an effective tool in enhancing medication adherence in this population. Further research is warranted to explore the optimal content, duration, and frequency of audiovisual interventions. Additionally, studies investigating the cost-effectiveness of this intervention and its impact on other patient outcomes, such as quality of life and treatment efficacy, are needed
THE EFFECT OF ORAL STIMULATION ON THE SUCTION REFLEXES OF LOW BIRTH WEIGHT INFANTS Fatmawati, Lilis; Syaiful, Yuanita; Tsai, Mei-Ling
SYNTHESIS Global Health Journal Volume 3, Issue 1, 2025
Publisher : SYNTIFIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61543/syn.v3i1.120

Abstract

Background. Low Birth Weight Infants (LBWIs) often experience oral feeding difficulties due to organ immaturity, which can hinder their overall care and increase mortality risk. One intervention to address weak suction reflexes is early oral stimulation, involving gentle massage around the mouth to activate muscle tissue. This study aimed to examine the effect of oral stimulation on the suction reflexes of LBWIs. Research Method. A pre-experimental one-group pretest-posttest design was used. The study involved 28 LBWIs selected through purposive sampling from a population of 30 infants. The independent variable was oral stimulation, and the dependent variable was the infants’ suction reflexes. Oral stimulation was administered once daily for 15 minutes over seven consecutive days. Data were collected using a standard oral stimulation procedure and observation sheets to assess suction reflexes. Findings. Before the intervention, 15 infants (54%) showed poor suction reflexes. After the seven-day stimulation, 18 infants (64%) demonstrated improved suction reflexes. Statistical analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test showed a significant effect (p = 0.000), indicating that oral stimulation positively influenced the development of suction reflexes in LBWIs. Conclusion. oral stimulation is effective in enhancing suction reflexes among LBWIs. Nurses are encouraged to implement this simple, non-invasive intervention to promote faster recovery, shorten treatment duration, and reduce healthcare costs.
Optimalisasi Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan UMKM Desa Pulopancikan Demi Pencapaian SDGS Yuanita Syaiful
PRAWARA Jurnal ABDIMAS Vol 4 No 1 (2025): PRAWARA JURNAL ABDIMAS
Publisher : CV. Manha Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63297/abdimas.v4i1.88

Abstract

UUMKM adalah kelompok usaha atau bisnis yang dijalankan oleh individu, kelompok, rumah tangga, maupun juga badan usaha kecil dengan tujuan memperluas lapangan pekerjaan serta memberi pelayanan ekonomi kepada masyarakat secara luas. Digital  marketing adalah  kegiatan  promosi  dan  pencarian  pasar  melalui  media  digital  secara online dengan memanfaatkan berbagai sarana misalnya jejaring sosial. Diera digital saat ini UMKM juga harus memasarkan produknya secara digital selain untuk menjangkau pasar yang lebih luas, namun sebagai upaya agar tetap dapat bersaing dengan para pelaku usaha yang lain. Selain digital marketing pembukuan juga sangat penting untuk berlangsungnya usaha, Pembukuan tidak hanya digunakan oleh perusahaan besar saja. Justru UMKM juga sangat membutuhkan adanya pembukuan bisnisnya. Dan tak lupa Legalitas usaha adalah suatu hal yang sangat penting dalam memulai dan menjalankan sebuah bisnis. Hal ini bertujuan untuk mendapat perlindungan hukum dalam Dengan demikan, melalui kegiatan KKN yang mengusung tercapainya SDGs bagi masyarakat, terdapat beberapa sasaran program yang dapat dilakukan di Desa Pulopancikan salah satunya adalah Sosialisasi Digital Marketing, Pembukuan Usaha, dan Legalitas Usaha di Desa Pulopancikan Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik
Karakteristik Pengasuh Anak Usia Prasekolah Pada Saat Pemberian Edukasi Seksual Sholihah, Wardatus; Rukmini, Rukmini; Syaiful, Yuanita
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 2 No 1 (2024): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v2i1.604

Abstract

Kekerasan seksual pada anak di Indonesia semakian meningkat yang akan berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengasuh anak usia prasekolah pada saat pemberian edukasi seksual. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif pada 50 pengasuh anak usia prasekolah yang di laksanakan di taman kanak-kanak. Hasil: sebagian besar pengasuh berjenis kelamin perempun yang berjumlah 40 orang (80%), dengan rata-rata usia pengasuh yaitu 24 tahun (48%) dan pendidikan terakhir pengasuh yaitu pendidikan menengah (SMA/SMK) sebanyak 24 orang (24%). Sebagian besar pengasuh tidak bekerja 27 (54%) dengan rata-rata penghasilan ≤UMK 38 orang (76%). Kesimpulan: Mayoritas pengasuh berjenis kelamin perempun dengan rata-rata usia pengasuh yaitu 24 tahun, pendidikan terakhir pengasuh yaitu pendidikan menengah, sebagian besar pengasuh tidak bekerja dengan rata-rata penghasilan ≤ UMK
Kecukupan Menyusui Berhubungan dengan Kejadian Ikterus Neonatorum Syaiful, Yuanita; Fatmawati, Lilis; Sumiyati, Sumiyati
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 1 No 1 (2023): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v1i1.495

Abstract

Latar Belakang: Pemberian ASI dini yang tidak tepat dikaitkan dengan berkurangnya asupan kalori dan peningkatan bilirubin serum. Hal ini terjadi karena kurangnya asupan kalori untuk meningkatkan sirkulasi enterohepatik. Pemberian ASI dini pada neonatus dapat mengurangi terjadinya ikterus neonatorum. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kecukupan ASI dengan kejadian penyakit kuning neonatal. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional dan metode purposive sampling. Populasi penelitian ini adalah 35 responden bayi yang dirawat di ruang NICU RS Darus Syifa Surabaya. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 responden. Terdapat dua variabel yaitu variabel independen adalah kecukupan ASI dengan menggunakan instrumen lembar observasi sedangkan variabel dependen adalah kejadian ikterus neonatorum dengan menggunakan instrument checklist. Analisis data menggunakan Spearman rho. Hasil: Hasil uji analisis statistic menggunakan uji statistik Spearman rho dengan bantuan SPSS diperoleh nilai signifikansi p = 000 yang berarti ada hubungan antara kecukupan ASI., dengan tingkat korelasi hubungan kecukupan ASI dengan kejadian ikterus neonatorum yaitu r =0,912, artinya ada hubungan kuat antara kecukupan ASI dengan kejadian ikterus neonatorum. Saran: Pemberian ASI yang adekuat merupakan salah satu cara untuk mencegah penyakit kuning neonatal dengan dukungan informasi tenaga kesehatan profesional kepada ibu tentang ASI dan manfaatnya. Sehingga mempengaruhi keberlangsungan ibu dalam menyusui sehingga bayi tidak mengalami ikterus neonatorum.
Menumbuhkan Interaksi Saling Menghargai melalui Boardgame tentang Nilai-Nilai Budaya Maaf, Tolong, dan Terima Kasih di Kalangan Siswa SD Wahyudi, Agus; Rulyansah, Afib; Rahayu, Dewi Widiana; Syaiful, Yuanita
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i4.716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas media pembelajaran berupa boardgame edukatif yang mengintegrasikan nilai-nilai sopan santun dalam konteks permainan sosial yang menyenangkan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen non-equivalent control group design, penelitian ini melibatkan 60 siswa kelas IV dari sebuah sekolah dasar negeri di Surabaya yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen (menggunakan boardgame) dan kelompok kontrol (metode konvensional). Instrumen pengumpulan data berupa angket skala Likert, lembar observasi, dan wawancara pendukung digunakan untuk mengukur perubahan dalam penggunaan bahasa sopan, kesediaan membantu, dan sikap empatik. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen dalam semua indikator interaksi sosial, berbeda dengan kelompok kontrol yang peningkatannya tidak signifikan. Data juga menunjukkan bahwa siswa lebih aktif, reflektif, dan terlibat secara emosional selama bermain boardgame. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis permainan dapat menjadi alternatif yang kontekstual dan efektif dalam pendidikan karakter. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan experiential learning dalam menanamkan nilai-nilai sosial kepada anak, dengan menjadikan pembelajaran sebagai pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Boardgame yang dirancang secara kontekstual tidak hanya mengedukasi, tetapi juga membangun ruang sosial yang merangsang empati, komunikasi, dan kebiasaan menghargai orang lain.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG SARAPAN SEHAT DAN JAJANAN AMAN PADA IBU BALITA DI DESA PULOPANCIKAN GRESIK: INCREASING KNOWLEDGE AND ATTITUDE REGARDING HEALTHY BREAKFAST AND SAFE SNACKS AMONG MOTHERS OF TODDLERS IN PULOPANCKAN VILLAGE, GRESIK Yuanita Syaiful; Lilis Fatmawati
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i2.225

Abstract

Abstrak Masyarakat sering mengabaikan asupan nutrisi anak – anak khususnya sarapan dengan komposisi gizi yang seimbang dan konsumsi jajanan anak-anak dengan aman. Kepedulian yang menurun  terhadap tidak sarapan dan konsumsi jajanan yang tidak aman dengan kesehatan.  Masyarakat cenderung memilih makanan yang enak, porsi yang banyak dan harga yang murah. Hasil pengawasan Badan POM RI tahun 2013-2015 menunjukkan bahwa 19-47% dari sampel pangan jajanan anak sekolah yang diuji Tidak Memenuhi Syarat (TMS) karena penyalahgunaan bahan berbahaya serta cemaran mikroba yang melebihi batas. Dengan banyaknya jajanan tidak aman dan pemilihan sarapan yang tidak sehat disebabkan oleh beberapa faktor yakni pengetahuan dan sikap. Berdasarkan hasil wawancara pada 5 ibu balita di Desa Pulopancikan Gresik didapatkan bahwa 4 ibu balita (80%) mempunyai pengetahuan kurang dan sikap negatif, sedangkan 1 ibu balita (20%) dengan pengetahuan cukup dan sikap negatif. Pengetahuan yang kurang dan sikap negatif tentang sarapan sehat dan jajanan aman tidak baik bagi kesehatan anak-anak lebih lanjut, karena jajanan yang dibeli jauh dari syarat jajanan aman dan konsumsi sarapan sehat yang jarang dilakukan atau komposisi gizi dalam sarapan yang tidak seimbang berdampak pada kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemberian informasi tentang sarapan sehat dan pemilihan jajanan aman sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap sehingga melindungi anak-anak dari pangan yang tidak memenuhi standar persyaratan keamanan, mutu dan gizi. Tujuan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada 20-21 Maret 2024 adalah meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu balita tentang makanan sehat dan jajanan aman. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan yang diadakan di Aula Balai Desa Pulopancikan Gresik. Peserta penyuluhan adalah ibu-ibu balita di wilayah Desa Pulopancikan sebanyak 30 orang. Media yang digunakan adalah leaflet tentang sarapan sehat dan jajanan aman. Selama proses penyuluhan kesehatan ini peserta  sangat antusias mendengarkan dari awal sampai akhir kegiatan. Hasil dari kegiatan ini didapatkannya peningkatan rata-rata pengetahuan yaitu 83,4% baik dan 76,6% sikap positif. Pengabdian masyarakat ini dapat menjadikan ibu-ibu balita tahu akan pentingnya sarapan sehat dan konsumsi jajanan yang aman untuk anak – anaknya dan mau menerapkannya. Hasil pengabdian ini diharapkan akan menjadi modal dasar dalam pencapaian gizi yang seimbang, anak yang sehat, generasi yang cerdas dan ceria. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Sarapan Sehat, Jajanan Aman, Ibu Balita   Abstract People often ignore children's nutritional intake, especially breakfast with a balanced nutritional composition and safe consumption of children's snacks. Decreased concern about not having breakfast and consuming snacks that are unsafe for health. People tend to choose delicious food, large portions and cheap prices. The results of supervision by the Indonesian POM Agency in 2013-2915 showed that 19-47% of the school children’s snack food samples tested did not meet the requirements (TMS) due to misuse of dangerous ingredienst and microbial contamination the limits. The many unsafe snacks and unhealthy breakfast choices are caused by several factors, namely knowledge and attitude. Based on the results of interviews with 5 mothers of toddlers in Pulopancikan Gresik Village, it was found that 4 mothers of toddlers (80%) had insufficient knowledge and negative attitudes, while 1 mother of toddlers (20%) had sufficient knowledge and a negative attitude. Insufficient knowledge and negative attitudes about healthy breakfasts and safe snacks are not good for children's health, because the snacks purchased are far from the requirements for safe snacks and infrequent consumption of healthy breakfasts or the unbalanced nutritional composition of breakfast has an impact on the quality of growth. and child development. Providing information about healthy breakfasts and choosing safe snacks is very important in increasing knowledge and attitudes so as to protect children from food that does not meet safety, quality and nutritional standarts. The aim of this community service carried out on March 20-21 2024  is to increase the knowledge and attitudes of mothers of toddlers about healthy food and safe snacks. The method used was health education held in the Pulopancikan Gresik Village Hall. The counseling participants were 30 mothers of toddlers in the Pulopancikan Village area. The media used were leaflets about healthy breakfasts and safe snacks. During the health education process, participants were very enthusiastic in listening from the beginning to the end of the activity. The results of this activity showed an average increase in knowledge, namely 83.4% good and 76.6% positive attitude. This community service can make mothers of toddlers know the importance of a healthy breakfast and consumption of safe snacks for their children and be willing to implement it. It is hoped that the results of this service will become basic capital in achieving balanced nutrition, healthy children, an intelligent and cheerful generation.  Keywords : Knowledge, Attitude, Mothers of Toddlers, Healtthy Breakfast, Safe Snacks
Co-Authors A Maya Rupa Anjeli Afib Rulyansah Agus Wahyudi Agus Wahyudi Aidatur Runis Aisy, Rohadatul Anggraini, Shilvia Aristantia, Riski Arum Ayu Ning Tias Asmaul Luthfauziah Ayatullah, Daviq Ayu Ning Tias, Arum Baharsyah, Imam Burhanuddin Barrotul, Umi Chumairotur Robi'ah Cicik Nurma Tristanti Dewi Masruroh Diyah Ratnawati Dwi Wahyuni Rahmawati Dwi Wulaningsih Dwi Yuniar Ramadhani Emi Indrawati Eni Mujafafa Esni Lailatul Khariroh Hariyanto, Yenny Imam Burhanuddin Baharsyah Indrawati, Emi Istiroha Istiroha Khariroh, Esni Lailatul Kurniawan, Afif Kusrotin Nikmah Lilis Fatmawati Lilis Fatmawati Lilis Fatmawati Lilis Fatmawati LINA MADYASTUTI RAHAYUNINGRUM Lina Madyastuti Rahayuningrum Mafrukahtul Firdani Mamesah, Marline Merke Maslachah Maslachah Maslachah, Maslachah Masruroh, Dewi Merinne Tamada Mono Pratiko Gustomi Mujafafa, Eni Mukhlishotin Mukhlishotin Mukhlishotin, Mukhlishotin Nafisah, Wanda Mahfuzatin Nikmah, Kusrotin Nisak, Zahrotul Nur Afni Wulansari Nur Hidayati Nur Hidayati Nurhani Nurhani Nurhani Nurhani Nurwan Nurwan Nurwan, Nurwan Pramiasti, Hana Dodik Qonitatin Wafiyah Rachmawan, Sigit Hendro Rahayu, Dewi Widiana Rahayuningrum, Lina Madyastuti Rahmawati, Dwi Wahyuni Ratnawati, Diyah Retno Ayu, Lely Sandra Retno Twistiandayani Riski Aristantia Rita Rahmawati Rita Rahmawati Riwahtini Riwahtini Riwahtini, Riwahtini Robi'ah, Chumairotur Robiatul Adawiyah Roihatul Zahroh Rukmini Rukmini Rukmini Rukmini Setya Wibawa Sheintia Prihastuti Sholichah, Siti Sigit Hendro Rachmawan Siti Aminah Siti Choiriyah Siti Choiriyah Siti Nur Qomariah Siti Sholichah Siti Varyal Naftalin Sri Hartutik Sri Hartutik SUMIYATI SUMIYATI Suwanto Suwanto Suwanto Tamada, Merinne Tsai, Mei-Ling Wahyudi, Agus Wahyudi, Wanda Mahfuzatin Nafisah Wardatus Sholihah Wibawa, Setya Widianti , Liya Wulansari, Nur Afni Yenny Hariyanto Zahroh, Roihatul Zahrotul Nisak