Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN KETEPATAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA MASA PANDEMI COVID-19 Yuliarti, Yayu; Hakimi, Mohammad; Astuti, Andari Wuri; Isnaeni, Yuli
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i1.528

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 telah mengganggu sistem kesehatan di seluruh dunia dan salah satu pelayanan kesehatan yang terdampak pandemi COVID-19 adalah terganggunya sistem pelayanan imunisasi. Perubahan prioritas layanan yang difokuskan pada pelayanan pasien COVID-19, adanya kebijakan physical distancing dan pada akhirnya menyebabkan penurunan promosi dan layanan imunisasi, kurangnya permintaan imunisasi karena orangtua tidak membawa bayi ke pelayanan kesehatan, hal ini menyebabkan ketidaktepatan pemberian imunisasi pada bayi. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan ketepatan pemberian imunisasi dasar pada masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Kasihan II Bantul. Metode: Penelitian cross-sectional dilakukan melalui survei offline pada Juni 2021-Juli 2021 terhadap 56 responden di Puskesmas Kasihan II Bantul dengan mematuhi protokol kesehatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan menggunakan kuesioner yang sudah tervalidasi. Hasil: Faktor yang berhubungan dengan ketepatan pemberian imunisasi dasar adalah pengetahuan, sikap, pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan dukungan keluarga. Faktor yang paling dominan menyebabkan ketepatan pemberian imunisasi adalah pengetahuan (0,032). Simpulan: Dapat mengoptimalisasi kegiatan sosialisasi terkait pentingnya ketepatan pemberian imunisasi dasar pada anak dengan menggunakan media visual pada saat kegiatan imunisasi berlangsung guna meningkatkan cakupan imunisasi dan ketepatan jadwal pemberian imunisasi..
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Usia Dewasa Dengan Masalah Utama Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif Di Padukuhan Genitem RT 07 RW 17 Godean Sleman Yogyakarta Ardani Putri, Nareza Alfa; Isnaeni, Yuli
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): GJIK - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i2.2101

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan kronis yang memerlukan keterlibatan keluarga dalam pengelolaannya. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah dan merawat anggota keluarga dengan hipertensi dapat meningkatkan risiko komplikasi yang serius. Tujuan: Mendiskripsikan asuhan keperawatan keluarga pada tahap usia dewasa dengan masalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif di Padukuhan Genitem. Metode: Studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi yang dilakukan pada keluarga Tn. N di Padukuhan Genitem RT 07 RW 17 Godean, Sleman, Yogyakarta. Pengkajian dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, serta pendekatan keperawatan keluarga. Hasil: Pengkajian menunjukkan bahwa Tn. N mengalami hipertensi dengan tekanan darah 160/130 mmHg serta memiliki keterbatasan pengetahuan terkait faktor risiko, pencegahan, dan perawatan hipertensi. Diagnosa keperawatan utama yang ditegakkan adalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif dengan intervensi keperawatan difokuskan pada edukasi kesehatan dan demonstrasi senam hipertensi. Kesimpulan: Setelah dilakukan intervensi keperawatan, keluarga mampu memahami masalah hipertensi dan mampu mendemonstrasikan senam hipertensi secara mandiri untuk mengontrol tekanan darah. Asuhan keperawatan keluarga yang komprehensif dan berkelanjutan berperan penting dalam meningkatkan manajemen kesehatan keluarga pada penderita hipertensi. Kata Kunci : asuhan keperawatan keluarga, hipertensi, senam hipertensi, manajemen kesehatan
Hubungan konsumsi kafein terhadap kualitas tidur mahasiswa keperawatan semester 7 Lukitasari, Vety Dwi; Suratini, Suratini; Isnaeni, Yuli
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2663

Abstract

Background: Sleep quality is an essential component of physical and mental health, particularly among nursing students who face high academic demands during their final semester. Academic pressure and sleep deprivation, many students consume caffeine-containing beverages, which may negatively affect sleep quality if consumed excessively or at inappropriate times. Purpose: To determine the relationship between caffeine consumption and sleep quality among seventh-semester nursing students. Methods: This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 70 nursing students selected using random sampling. Data were collected using a caffeine consumption questionnaire adapted from previous studies and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data analysis was conducted using the Kendall’s Tau correlation test. Results: The majority of respondents had moderate caffeine consumption levels and poor sleep quality. Statistical analysis revealed a significant relationship between caffeine consumption and sleep quality among nursing students (p < 0.05), indicating that higher caffeine consumption was associated with poorer sleep quality. Conclusion: There is a significant relationship between caffeine consumption and sleep quality among seventh-semester nursing students.   Keywords: Caffeine Consumption; Nursing Students; PSQI; Sleep Quality.   Pendahuluan: Kualitas tidur merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental, terutama pada mahasiswa keperawatan semester akhir yang menghadapi beban akademik tinggi. mengatasi kelelahan dan mempertahankan kewaspadaan, mahasiswa sering mengonsumsi minuman berkafein yang apabila dikonsumsi berlebihan dapat berdampak negatif terhadap kualitas tidur. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara konsumsi kafein dengan kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan semester 7. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 70 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner konsumsi kafein dan instrumen Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Kendall’s Tau. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat konsumsi kafein sedang dan kualitas tidur yang buruk. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi kafein dan kualitas tidur (p < 0,05), di mana semakin tinggi konsumsi kafein maka semakin buruk kualitas tidur mahasiswa. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi kafein dengan kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan semester akhir.   Kata Kunci: Konsumsi Kafein; Kualitas Tidur; Mahasiswa Keperawatan; PSQI.  
Pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif lansia demensia Inabah, Siti Nasywa; Isnaeni, Yuli; Salmiyati, Suri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2745

Abstract

Background: Dementia in the elderly is a health problem that is increasing as the elderly population grows. The prevalence of dementia in Indonesian elderly aged 65 years and older reaches 27.9%, while in those aged 60 years and older, the prevalence ranges from 20-33%. Dementia causes cognitive decline in memory, thinking, concentration, and orientation, which impacts the independence of the elderly. Purpose: To determine the effect of brain exercise on cognitive function in elderly with dementia. Method: This study used a True Experimental Design with a Pretest–Posttest Control Group Design. The study population was all elderly with dementia at the Suka Sehat Yogyakarta Community Health Post (Posyandu). A sample of 20 respondents was selected using total sampling. Respondents were divided into intervention and control groups. Data analysis was performed using the Wilcoxon Signed Rank Test and the Mann–Whitney test with α = 0.05. Results: The Wilcoxon test showed a significant improvement in cognitive function in the intervention group after brain exercise (p = 0.007). The control group showed a significant decline in cognitive function (p = 0.007). The Mann-Whitney test showed a significant difference in cognitive function between the two groups (p = 0.000). Conclusion: Brain gymnastics significantly improved cognitive function in elderly people with dementia.   Keywords: Brain Gym; Cognitive Function; Dementia; Older Adults.   Pendahuluan: Demensia pada lansia merupakan masalah kesehatan yang meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk lanjut usia. Prevalensi demensia pada lansia di Indonesia yang berusia ≥65 tahun mencapai 27.9%, sedangkan pada usia ≥60 tahun berkisar antara 20-33%. Demensia menyebabkan penurunan fungsi kognitif berupa gangguan daya ingat, kemampuan berpikir, konsentrasi, dan orientasi yang berdampak pada penurunan kemandirian lansia. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia dengan demensia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain True Experimental Design dengan metode Pretest–Posttest Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh lansia dengan demensia di Posyandu Suka Sehat Yogyakarta. Sampel berjumlah 20 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Responden dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan uji Mann–Whitney dengan α = 0.05. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan fungsi kognitif yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan senam otak (p = 0.007). Kelompok kontrol menunjukkan terjadi penurunan fungsi kognitif yang signifikan (p = 0.007). Uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan fungsi kognitif yang bermakna antara kedua kelompok (p = 0.000). Simpulan: Senam otak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia dengan demensia.   Kata Kunci: Demensia; Fungsi Kognitif; Lansia; Senam Otak.
Studi korelasi tingkat pengetahuan kesehatan dan gaya hidup sehat remaja Anisa Eka Saputri; Zubaida Rohmawati; Yuli Isnaeni
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 5 (2026): May Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i5.2783

Abstract

Background: Adolescents are a vulnerable age group prone to developing unhealthy lifestyles that can continue into adulthood and increase the risk of non-communicable diseases. Purpose: This study aims to determine the relationship between health knowledge levels and healthy lifestyles among adolescents. Method: This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The research sample consisted of 75 respondents from grades X and XI at MAN 3 Kulon Progo, who were selected using cluster random sampling and randomized using a spinner application. The research instruments were questionnaires on health knowledge and healthy lifestyles, which had been tested for validity and reliability. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with Kendall's Tau test. Results: Most respondents had good health knowledge (82.7%) and good healthy lifestyle (58.7%). The Kendall's Tau test showed a p-value of 0.307>0.05 with a correlation coefficient of 0.118, indicating no significant relationship between the two variables. Conclusion: The results of this study indicate no significant relationship between health knowledge and healthy lifestyle behaviors among adolescents. This finding suggests that having good knowledge does not necessarily lead to consistent healthy behaviors.   Keywords: Adolescents; Health Knowledge; Healthy Lifestyle.   Pendahuluan: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap perkembangan gaya hidup tidak sehat yang dapat berlanjut hingga dewasa dan meningkatkan risiko penyakit tidak menular (PTM). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan kesehatan dengan gaya hidup sehat pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 75 responden siswa kelas X dan XI MAN 3 Kulon Progo yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling dan diacak menggunakan aplikasi spinner. Instrumen penelitian berupa kuesioner tingkat pengetahuan kesehatan dan kuesioner gaya hidup sehat yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Kendall’s Tau. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kesehatan kategori baik (82.7%) dan gaya hidup sehat kategori baik (58.7%). Hasil uji Kendall’s Tau menunjukkan nilai p value sebesar 0.307>0.05 dengan koefisien korelasi sebesar 0.118 yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan kesehatan dan perilaku gaya hidup sehat di kalangan remaja. Temuan ini menunjukkan bahwa memiliki pengetahuan yang baik tidak selalu mengarah pada perilaku sehat yang konsisten.   Kata Kunci: Gaya Hidup Sehat; Pengetahuan Kesehatan; Remaja.
Hubungan tingkat aktivitas fisik harian dengan tingkat tekanan darah pada lansia Fanesa Amalia Susanti; Suri Salmiyati; Yuli Isnaeni
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 5 (2026): May Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i5.2788

Abstract

Background: Hypertension in the elderly is a major health problem and is influenced by modifiable physical activity. Purpose: To determine the relationship between daily physical activity and blood pressure. Method: A cross-sectional correlational quantitative study was conducted on 40 elderly individuals (total sampling) using the GPAQ and a digital sphygmomanometer, analyzed using Spearman's Rank correlation. Results: There was a significant relationship between physical activity and blood pressure (p=0.002; r =−0.469). Conclusion: Physical activity is associated with blood pressure levels in the elderly.   Keywords: Blood Pressure; Elderly; Physical Activity.   Latar Belakang: Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan utama dan dipengaruhi oleh aktivitas fisik yang dapat dimodifikasi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik harian dengan tekanan darah lansia. Metode: Penelitian kuantitatif korelasional cross-sectional pada 40 lansia (total sampling) menggunakan GPAQ dan sphygmomanometer digital, dianalisis dengan Spearman Rank. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan tekanan darah (p=0.002; r=−0.469). Simpulan: Aktivitas fisik berhubungan dengan tingkat tekanan darah pada lansia.   Kata Kunci: Aktivitas Fisik; Lansia; Tekanan Darah
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Status Gizi Pada Lansia Di Posyandu Dahlia Kramen, Sleman Novia Jastiana; Yuli Isnaeni; Tiwi Sudyasih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.605

Abstract

Status gizi lansia masih menjadi masalah kesehatan yang dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya dukungan keluarga. Kurangnya dukungan dapat berdampak pada pemenuhan gizi lansia. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan status gizi lansia. Sasaran penelitian adalah lansia yang aktif mengikuti kegiatan di Posyandu Dahlia Kramen.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Posyandu Dahlia Kramen, Kelurahan Sidoagung, Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan populasi lansia sebanyak 185 lansia. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 48 lansia berdasarkan kriteria inklusi. Data dukungan keluarga dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan status gizi diukur melalui antropometri yaitu tinggi badan menggunakan metline dan berat badan menggunakan timbangan digital, yang kemudian hasilnya dimasukan ke dalam rumus Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mendapatkan dukungan keluarga baik (60,4%) dan memiliki status gizi baik (60,4%). Berdasarkan uji korelasi menggunakan Spearmen Rank didapatkan nilai p-value 0,000 yang berarti terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan status gizi lansia, dan koefisien korelasi sebesar 0,535 yang menunjukkan hubungan sedang. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan status gizi lansia. Berdasarkan dari hasil penelitian dari empat bentuk dukungan yang belum optimal yaitu dukungan informasi dan dukungan penghargaan, diharapkan keluarga dapat meningkatkan pada 2 aspek dukungan ini, serta keluarga mampu mempertahankan dukungan yang sudah optimal diberikan sebelumnya yaitu dukungan emosional dan dukungan instrumental, agar lansia mencapai status gizi yang baik.
Peran Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Perempuan Tuberculosis Di Puskesmas Godean 1 Kabupaten Sleman Suriani Suriani; Yuli Isnaeni; Suryani Suryani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.645

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan pengobatan jangka panjang dengan tingkat kepatuhan yang tinggi. Ketidakpatuhan dalam minum obat dapat menyebabkan kegagalan pengobatan, kekambuhan, serta terjadinya resistensi obat yang berdampak serius bagi pasien maupun sistem pelayanan kesehatan. Permasalahan ini menjadi lebih kompleks pada pasien perempuan, mengingat adanya peran ganda dalam keluarga dan masyarakat yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan pengobatan. Dukungan keluarga dipandang sebagai salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan tuberkulosis. Keluarga dapat memberikan dukungan emosional, informasi, penghargaan, serta dukungan instrumental yang dapat membantu pasien dalam menjalani proses pengobatan secara teratur dan berkelanjutan. Oleh karena itu, peran keluarga menjadi bagian penting dalam meningkatkan keberhasilan terapi pada pasien tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien perempuan tuberkulosis di Puskesmas Godean 1 Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien perempuan tuberkulosis yang sedang menjalani pengobatan di Puskesmas Godean 1 Kabupaten Sleman. Sampel penelitian berjumlah 32 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dengan skala Likert, sedangkan kepatuhan minum obat diukur menggunakan kuesioner dengan skala Guttman. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test serta uji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga yang baik serta tingkat kepatuhan minum obat yang tinggi. Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien perempuan tuberkulosis di Puskesmas Godean 1 Kabupaten Sleman. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik dukungan yang diberikan oleh keluarga, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan tuberkulosis. Oleh karena itu, penguatan peran keluarga perlu ditingkatkan sebagai bagian dari upaya mendukung keberhasilan program pengendalian tuberkulosis.