Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Studi korelasi tingkat pengetahuan kesehatan dan gaya hidup sehat remaja Anisa Eka Saputri; Zubaida Rohmawati; Yuli Isnaeni
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 5 (2026): May Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i5.2783

Abstract

Background: Adolescents are a vulnerable age group prone to developing unhealthy lifestyles that can continue into adulthood and increase the risk of non-communicable diseases. Purpose: This study aims to determine the relationship between health knowledge levels and healthy lifestyles among adolescents. Method: This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The research sample consisted of 75 respondents from grades X and XI at MAN 3 Kulon Progo, who were selected using cluster random sampling and randomized using a spinner application. The research instruments were questionnaires on health knowledge and healthy lifestyles, which had been tested for validity and reliability. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with Kendall's Tau test. Results: Most respondents had good health knowledge (82.7%) and good healthy lifestyle (58.7%). The Kendall's Tau test showed a p-value of 0.307>0.05 with a correlation coefficient of 0.118, indicating no significant relationship between the two variables. Conclusion: The results of this study indicate no significant relationship between health knowledge and healthy lifestyle behaviors among adolescents. This finding suggests that having good knowledge does not necessarily lead to consistent healthy behaviors.   Keywords: Adolescents; Health Knowledge; Healthy Lifestyle.   Pendahuluan: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap perkembangan gaya hidup tidak sehat yang dapat berlanjut hingga dewasa dan meningkatkan risiko penyakit tidak menular (PTM). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan kesehatan dengan gaya hidup sehat pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 75 responden siswa kelas X dan XI MAN 3 Kulon Progo yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling dan diacak menggunakan aplikasi spinner. Instrumen penelitian berupa kuesioner tingkat pengetahuan kesehatan dan kuesioner gaya hidup sehat yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Kendall’s Tau. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kesehatan kategori baik (82.7%) dan gaya hidup sehat kategori baik (58.7%). Hasil uji Kendall’s Tau menunjukkan nilai p value sebesar 0.307>0.05 dengan koefisien korelasi sebesar 0.118 yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan kesehatan dan perilaku gaya hidup sehat di kalangan remaja. Temuan ini menunjukkan bahwa memiliki pengetahuan yang baik tidak selalu mengarah pada perilaku sehat yang konsisten.   Kata Kunci: Gaya Hidup Sehat; Pengetahuan Kesehatan; Remaja.
Hubungan tingkat aktivitas fisik harian dengan tingkat tekanan darah pada lansia Fanesa Amalia Susanti; Suri Salmiyati; Yuli Isnaeni
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 5 (2026): May Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i5.2788

Abstract

Background: Hypertension in the elderly is a major health problem and is influenced by modifiable physical activity. Purpose: To determine the relationship between daily physical activity and blood pressure. Method: A cross-sectional correlational quantitative study was conducted on 40 elderly individuals (total sampling) using the GPAQ and a digital sphygmomanometer, analyzed using Spearman's Rank correlation. Results: There was a significant relationship between physical activity and blood pressure (p=0.002; r =−0.469). Conclusion: Physical activity is associated with blood pressure levels in the elderly.   Keywords: Blood Pressure; Elderly; Physical Activity.   Latar Belakang: Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan utama dan dipengaruhi oleh aktivitas fisik yang dapat dimodifikasi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik harian dengan tekanan darah lansia. Metode: Penelitian kuantitatif korelasional cross-sectional pada 40 lansia (total sampling) menggunakan GPAQ dan sphygmomanometer digital, dianalisis dengan Spearman Rank. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan tekanan darah (p=0.002; r=−0.469). Simpulan: Aktivitas fisik berhubungan dengan tingkat tekanan darah pada lansia.   Kata Kunci: Aktivitas Fisik; Lansia; Tekanan Darah
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Status Gizi Pada Lansia Di Posyandu Dahlia Kramen, Sleman Novia Jastiana; Yuli Isnaeni; Tiwi Sudyasih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.605

Abstract

Status gizi lansia masih menjadi masalah kesehatan yang dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya dukungan keluarga. Kurangnya dukungan dapat berdampak pada pemenuhan gizi lansia. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan status gizi lansia. Sasaran penelitian adalah lansia yang aktif mengikuti kegiatan di Posyandu Dahlia Kramen.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Posyandu Dahlia Kramen, Kelurahan Sidoagung, Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan populasi lansia sebanyak 185 lansia. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 48 lansia berdasarkan kriteria inklusi. Data dukungan keluarga dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan status gizi diukur melalui antropometri yaitu tinggi badan menggunakan metline dan berat badan menggunakan timbangan digital, yang kemudian hasilnya dimasukan ke dalam rumus Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mendapatkan dukungan keluarga baik (60,4%) dan memiliki status gizi baik (60,4%). Berdasarkan uji korelasi menggunakan Spearmen Rank didapatkan nilai p-value 0,000 yang berarti terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan status gizi lansia, dan koefisien korelasi sebesar 0,535 yang menunjukkan hubungan sedang. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan status gizi lansia. Berdasarkan dari hasil penelitian dari empat bentuk dukungan yang belum optimal yaitu dukungan informasi dan dukungan penghargaan, diharapkan keluarga dapat meningkatkan pada 2 aspek dukungan ini, serta keluarga mampu mempertahankan dukungan yang sudah optimal diberikan sebelumnya yaitu dukungan emosional dan dukungan instrumental, agar lansia mencapai status gizi yang baik.
Peran Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Perempuan Tuberculosis Di Puskesmas Godean 1 Kabupaten Sleman Suriani Suriani; Yuli Isnaeni; Suryani Suryani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.645

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan pengobatan jangka panjang dengan tingkat kepatuhan yang tinggi. Ketidakpatuhan dalam minum obat dapat menyebabkan kegagalan pengobatan, kekambuhan, serta terjadinya resistensi obat yang berdampak serius bagi pasien maupun sistem pelayanan kesehatan. Permasalahan ini menjadi lebih kompleks pada pasien perempuan, mengingat adanya peran ganda dalam keluarga dan masyarakat yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan pengobatan. Dukungan keluarga dipandang sebagai salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan tuberkulosis. Keluarga dapat memberikan dukungan emosional, informasi, penghargaan, serta dukungan instrumental yang dapat membantu pasien dalam menjalani proses pengobatan secara teratur dan berkelanjutan. Oleh karena itu, peran keluarga menjadi bagian penting dalam meningkatkan keberhasilan terapi pada pasien tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien perempuan tuberkulosis di Puskesmas Godean 1 Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien perempuan tuberkulosis yang sedang menjalani pengobatan di Puskesmas Godean 1 Kabupaten Sleman. Sampel penelitian berjumlah 32 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dengan skala Likert, sedangkan kepatuhan minum obat diukur menggunakan kuesioner dengan skala Guttman. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test serta uji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga yang baik serta tingkat kepatuhan minum obat yang tinggi. Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien perempuan tuberkulosis di Puskesmas Godean 1 Kabupaten Sleman. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik dukungan yang diberikan oleh keluarga, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan tuberkulosis. Oleh karena itu, penguatan peran keluarga perlu ditingkatkan sebagai bagian dari upaya mendukung keberhasilan program pengendalian tuberkulosis.
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Usia Dewasa Dengan Masalah Utama Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif Di Padukuhan Genitem RT 07 RW 17 Godean Sleman Yogyakarta Nareza Alfa Ardani Putri; Yuli Isnaeni
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): GJIK - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i2.2101

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan kronis yang memerlukan keterlibatan keluarga dalam pengelolaannya. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah dan merawat anggota keluarga dengan hipertensi dapat meningkatkan risiko komplikasi yang serius. Tujuan: Mendiskripsikan asuhan keperawatan keluarga pada tahap usia dewasa dengan masalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif di Padukuhan Genitem. Metode: Studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi yang dilakukan pada keluarga Tn. N di Padukuhan Genitem RT 07 RW 17 Godean, Sleman, Yogyakarta. Pengkajian dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, serta pendekatan keperawatan keluarga. Hasil: Pengkajian menunjukkan bahwa Tn. N mengalami hipertensi dengan tekanan darah 160/130 mmHg serta memiliki keterbatasan pengetahuan terkait faktor risiko, pencegahan, dan perawatan hipertensi. Diagnosa keperawatan utama yang ditegakkan adalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif dengan intervensi keperawatan difokuskan pada edukasi kesehatan dan demonstrasi senam hipertensi. Kesimpulan: Setelah dilakukan intervensi keperawatan, keluarga mampu memahami masalah hipertensi dan mampu mendemonstrasikan senam hipertensi secara mandiri untuk mengontrol tekanan darah. Asuhan keperawatan keluarga yang komprehensif dan berkelanjutan berperan penting dalam meningkatkan manajemen kesehatan keluarga pada penderita hipertensi. Kata Kunci : asuhan keperawatan keluarga, hipertensi, senam hipertensi, manajemen kesehatan
Senam Sehat Berbasis Digital untuk Meningkatkan Kualitas Tidur bagi Lansia Dusun Gunungsaren Kidul Ulfa Lestari; Yuli Isnaeni; Suryani Suryani
Jurnal IPMAS Vol. 6 No. 2 (2026): Mei - Agustus 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.6.2.2026.1407

Abstract

Kualitas tidur pada lansia menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan fisik dan psikologis, namun berbagai perubahan akibat proses penuaan menyebabkan banyak lansia mengalami gangguan tidur. Kondisi tersebut juga ditemukan pada lansia di Dusun Gunungsaren Kidul, di mana sebagian peserta mengalami keterbatasan aktivitas fisik dan pola tidur yang kurang teratur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kualitas tidur lansia melalui pendekatan senam sehat berbasis digital yang memadukan aktivitas fisik, relaksasi tidur, dan pengingat kesehatan sederhana berbasis teknologi. Kegiatan dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan dengan melibatkan 30 lansia sebagai mitra sasaran. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu screening kesehatan berupa pengukuran berat badan dan tekanan darah, praktik senam sehat lansia sebanyak enam kali selama dua minggu, pemberian audio relaksasi tidur yang digunakan secara mandiri di rumah, serta pendampingan penggunaan aplikasi pengingat senam dan tidur. Seluruh kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui edukasi, praktik langsung, dan pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa praktik senam sehat membantu peserta menjadi lebih aktif bergerak, merasa lebih rileks, dan lebih nyaman saat beristirahat. Pemberian audio relaksasi tidur membantu peserta merasa lebih tenang dan lebih mudah memulai tidur pada malam hari. Penggunaan aplikasi pengingat membantu peserta menjalankan jadwal senam dan waktu tidur secara lebih teratur, meskipun sebagian lansia masih memerlukan pendampingan keluarga dalam penggunaan teknologi sederhana. Pelaksanaan kegiatan juga meningkatkan partisipasi lansia dalam aktivitas kesehatan komunitas dan membantu menciptakan kebiasaan hidup sehat yang lebih teratur. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kombinasi senam sehat, audio relaksasi, dan media digital sederhana dapat diterapkan sebagai pendekatan baru dalam pendampingan kesehatan lansia berbasis komunitas. Keterlibatan aktif masyarakat dan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan program kesehatan lansia secara berkelanjutan.
The Relationship Between Family Support and Clean and Healthy Living Behavior in the Household Order Dela Saputri; Suratini; Yuli Isnaeni
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i6.5251

Abstract

Background:Clean and healthy living behavior (PHBS) is used as a parameter for achieving increased health coverage in the 2015 - 2030 Sustainable Development Goals (SDGs) program, but until now it is still the center of government attention. If PHBS is not implemented properly, several diseases will emerge, including diarrhea, ARI, TB and malaria. For the implementation of PHBS to be good, there must be family support. Objective:To determine the relationship between family support and clean and healthy living behavior in the household structure of productive age in Kajar 2 Hamlet, Karangtengah, Wonosari, Gunungkidul. Method:This research is correlational research with a cross sectional approach. The sampling technique uses a simple random sampling method. The sample in this study was early adulthood (18 – 40 years) as many as 67 people who lived in Kajar 2 Hamlet, Karangtengah, Wonosari, Gunungkidul. The data analysis technique uses the Kendall Tau test. Results:The results of the Kendall Tau test show that there is a relationship between family support and clean and healthy living behavior, household order in productive age in Kajar 2 Hamlet, Karangtengah, Wonosari, Gunungkidul with a p value = 0.000 (p<0.05) and a closeness value of 0.724. indicates a strong relationship. Conclusion:There is a relationship between family support and clean and healthy living behavior in the household structure at productive age in Kajar 2 Hamlet, Karangtengah, Wonosari, Gunungkidul.
EFEKTIVITAS EDUKASI CUCI TANGAN DENGAN MEDIA ULAR TANGGA TERHADAP PENGETAHUAN DAN EFIKASI DIRI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Agustina Rahmawati; Rosiana Nur Imallah; Yuli Isnaeni
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/3tp34742

Abstract

Edukasi kesehatan mengenai cuci tangan harus lebih dikembangkan dengan media pembelajaran yang menarik, salah satunya dengan metode permainan ular tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas edukasi cuci tangan dengan media ular tangga terhadap pengetahuan dan efikasi diri pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre eksperimental one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa siswi sekolah dasar dengan rentang usia 9 sampai 11 tahun, berjumlah 30 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan efikasi diri cuci tangan pada siswa sekolah dasar. Variabel tingkat pengetahuan memiliki p-value yaitu 0,000 (<0,05) dan variabel tingkat efikasi diri p-value yaitu 0,000 (<0,05). Dapat ditarik makna bahwa H? diterima dan H0 ditolak artinya terdapat peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan dan tingkat efikasi diri siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi cuci tangan menggunakan media ular tangga. Permainan ular tangga sebagai media edukasi cuci tangan efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan dan efikasi diri siswa sekolah dasar. Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi guru BK sekolah dan UKS untuk meningkatkan efikasi diri dan pengetahuan tentang cuci tangan pada siswa sekolah dasar.