Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Hubungan antara Posisi Kerja terhadap Keluhan Muskuloskeletal pada Penjahit Pabrik Garmen di Kota Cimahi Agnes Aryani Putri; Arief Budi Yulianti; Ismawati Ismawati
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v2i2.5652

Abstract

Penjahit melakukan kegiatan kerja secara berulang dalam waktu yang cukup lama dengan posisi statis atau posisi tidak sesuai dengan kaidah ergonomi dapat menyebabkan keluhan muskuloskeletal yang umumnya berupa rasa nyeri. Keluhan tersebut juga akan berdampak pada kondisi kesehatan dan keselamatan pekerja yang dapat menurunkan produktivitas kerja. Salah satu penyakit akibat kerja (PAK) yang dapat timbul karena tidak terselenggaranya upaya kesehatan dan keselamatan kerja adalah musculoskeletal disorders (MSDs). Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara posisi kerja dan keluhan muskuloskeletal pada penjahit pabrik garmen di Kota Cimahi penelitian dilaksanakan periode Juni–Juli 2019. Instrumen penelitian untuk menilai posisi kerja menggunakan metode rapid entire body assessment (REBA) dan untuk muskuloskeletal menggunakan kuesioner nordic body map (NBM). Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dan didapatkan populasi penelitian 46 orang. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Mayoritas posisi kerja adalah risiko sedang dengan keluhan muskuloskeletal rendah (23 orang), sedang (18 orang), dan tinggi (2 orang) sedang yang bermakna (p=0,734). Simpulan, tidak terdapat hubungan posisi kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada penjahit pabrik garmen di Kota Cimahi. Banyak faktor yang dapat memengaruhi hasil seperti IMT, kebiasaan merokok, dan kebiasaan berolahraga. THE RELATION BETWEEN WORK POSITION AND MUSCULOSKELETAL COMPLAINTS IN GARMENT FACTORY TAILORS IN CIMAHI CITYTailors do repetitive work in a long time with a static position or not in accordance position with ergonomic rules, thus it could cause musculoskeletal complaints that are generally in the form of pain. The complaint will also have an impact on the health and safety conditions of workers which can affect productivity in the workplace. One of the occupational diseases that could arise due to non-implementation of occupational health and safety is musculoskeletal disorders (MSDs). The purpose of this research was to know the relation between work position and musculoskeletal complaints in garment factory tailors in Cimahi City during June–Juli 2019. The research instruments to assess work position is using Rapid entire body assessment (REBA) method, and to assess musculoskeletal complaints is using the Nordic body map (NBM) questionnaire. This research used an observational analytic with cross sectional approach method. The sampling technique used a simple random sampling method, obtained 46 people research population. The data analyzed statistically by chi-square test. The results of this research showed that there was no relation between work position and musculoskeletal complaints in garment factory tailors in Cimahi City with p value >0.734. There are so many factors could influence the result, such as BMI, smoking and exercise habits.
Scoping Review: Efek Hesperidin pada Kadar Lipid Tikus Dislipidemia Rizqia Nurwulandari Putri Setiawan; Arief Budi Yulianti; Sandy Faisal
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.971

Abstract

Abstract. The high incidence of dyslipidemia is one of the risk factors for cardiovascular disease in Indonesia, therefore optimal treatment is needed, but pharmacological therapy has many side effects. Hesperidin herbal treatment with minimal side effects can be considered as complementary therapy. The purpose of this study was to analyze the effect of hesperidin on lipid levels of dyslipidemic rats. This study uses a scoping review method using four databases (Springerlink, Sciencedirect, Pubmed, Proquest) with articles from 2011 – 2021 which with certain keywords obtained 680 articles, then after screening using PICOS four articles were obtained. There are four articles that meet the eligible criteria according to the critical appraisal instrument Arrive 2.0. The research design of the article is entirely true experimental with a population of dyslipidemic rats given hesperidin. The results of all articles showed a decrease in lipid levels (decrease in TC, TG, C-LDL, and increased C-HDL) significantly (p < 0.05). The processes involved in improving the lipid profile in this study were the inhibition of HMG-CoA reductase, ACAT, and regulation of mRNA, C-FABP, and H-FABP that play a role in fat metabolism. Thus, hesperidin can reduce lipid levels in dyslipidemic rats, but this study is qualitative, furthermore it is recommended for further researchers to conduct studies using quantitative methods (meta analysis). Abstrak. Tingginya angka kejadiaan dislipidemia merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit kardiovaskular di Indonesia, maka penanganan optimal sangat dibutuhkan, namun terapi farmakologis memiliki banyak efek samping. Pengobatan herbal hesperidin yang minim efek samping dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efek hesperidin pada kadar lipid tikus dislipidemia. Penelitian ini menggunakan metode scoping review menggunakan empat database (Springerlink, Sciencedirect, Pubmed, Proquest) dengan artikel dari tahun 2011 – 2021 yang dengan kata kunci tertentu didapat 680 artikel, kemudian setelah dilakukan screening menggunakan PICOS didapatkan empat artikel. Artikel yang sesuai kriteria eligible menurut instrumen critical appraisal Arrive 2.0 berjumlah empat artikel. Desain penelitian artikel seluruhnya adalah true experimental dengan populasi tikus dislipidemia yang diberi hesperidin. Hasil dari semua artikel menunjukan penurunan pada kadar lipid (menurunnya K-total, TG, K-LDL, dan meningkatnya K-HDL) secara signifikan (p < 0,05). Proses yang terlibat dalam perbaikan profil lipid pada penelitian ini adalah inhibisi HMG-KoA reduktase, ACAT, dan regulasi mRNA, C-FABP, dan H-FABP yang berperan dalam metabolisme lemak. Maka, hesperidin dapat menurunkan kadar lipid tikus dislipidemia, namun penelitian ini masih bersifat kualitatif dan disarankan untuk peneliti selanjutnya untuk melakukan kajian dengan metode kuantitatif (meta analysis).
Scoping Review: Pengaruh Ekstrak Kunyit (Curcuma sp.) dalam Penurunan Tingkat Nyeri pada Pengobatan Dismenore Syifa Yusrina; Arief Budi Yulianti; Gatot C Pratama
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1391

Abstract

Abstract. Dysmenorrhea is a menstrual pain that almost all women in the world experience. The main cause of dysmenorrhea is hyperproduction of uterine prostaglandins, which causes contractions of the myometrium, which is characterized by symptoms of pain in the lower abdomen. Treatment to reduce dysmenorrhea can be done by means of herbal treatment, namely by giving turmeric extract (Curcuma sp.), which will inhibit the production of prostaglandins that cause dysmenorrhea. This study aims to analyze the effect of turmeric extract (Curcuma sp.) in reducing pain levels in the treatment of dysmenorrhea using the method of Scoping Review, which was carried out by analyzing articles published in 2011 - 2021 in four databases, namely ProQuest, ScienceDirect, SpringerLink, and Google Scholar, with the type of quasi-experimental research published in the last 10 years. There were 710 articles obtained, and those that matched the inclusion criteria were 477 articles. After making adjustments to the exclusion criteria and testing the feasibility using a critical analysis of the Joanna Brigs Institute checklist based on PICOS, 3 articles were obtained. From the results of this study, it can be concluded that there is an effect of turmeric extract (Curcuma sp.) in reducing pain levels in the traeatment of dysmenorrhea. This study shows that turmeric extract (Curcuma sp.) can treat dysmenorrhea. Therefore, turmeric extract (Curcuma sp.) can be used to treat dysmenorrhea as an herbal treatment. Abstrak. Dismenore merupakan suatu nyeri haid yang hampir seluruh wanita di dunia mengalaminya. Penyebab utama terjadinya dismenore yaitu hiperproduksi prostaglandin uterus sehingga menyebabkan kontraksi pada myometrium yang ditandai adanya gejala nyeri dibagian bawah abdomen. Pengobatan untuk menurunkan dismenore dapat dengan cara pengobatan herbal yaitu dengan pemberian ekstrak kunyit (Curcuma sp.) yang nantinya akan menghambat produksi prostaglandin yang menyebabkan dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstrak kunyit (Curcuma sp.) dalam penurunan tingkat nyeri pada pengobatan dismenore menggunakan metode Scoping Review yang dilakukan dengan cara menganalisis artikel yang dipublikasikan pada tahun 2011 - 2021 pada empat database yaitu ProQuest, ScienceDirect, SpringerLink, dan Google Scholar dengan jenis penelitin Quasi eksperimen yang terbit 10 tahun terakhir. Artikel yang didapatkan sebanyak 710 artikel dan yang sesuai dengan kriteria inklusi berjumlah 477 artikel. Setelah dilakukan penyesuaian dengan kriteria eksklusi, dan uji kelayakan menggunakan telaah kritis dari checklist Joanna Brigs Institute berdasarkan PICOS didapatkan 3 artikel. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan yaitu terdapat adanya pengaruh ekstrak kunyit (Curcuma sp.) dalam penurunan tingkat nyeri pada pengobatan dismenore. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kunyit (Curcuma sp.) dapat mengobati dismenore. Oleh karena itu, ekstrak kunyit (Curcuma sp.) dapat digunakan untuk mengobati dismenore sebagai pengobatan herbal.
Scoping Review: Efektivitas Konsumsi Curcumin terhadap Perbaikan Enzim Transaminase Hepar pada Pasien dengan Non-Alcoholic Fatty Liver Disease Dina Ayu Siti Khodijah; Arief Budi Yulianti; Diana Wijayanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1830

Abstract

Abstract. Non-alcoholic fatty liver (non-alcoholicfatty liver disease = NAFLD) is a condition that can progress to advanced liver disease, starting from simple fatty liver (simple stenosis) to non-alcoholic steatohepatitis. Non-alcoholic fatty liver disease is characterized by changes in transaminase enzymes, including alanine transferase (ALT) and aspartate transferase (AST). Control of NAFLD in addition to lifestyle changes can also be given Curcumin. The aim of this study was to analyze the effectiveness of Curcumin on the reduction of hepatic transaminase enzymes in patients with NAFLD. Curcumin is an orange-yellow pigment that functions as an antioxidant, anti-inflammatory, and hepatoprotector so that it can reduce levels of transaminase enzymes. This study uses themethod Scoping Review with samples taken from four databases, namely Springer Link, Science Direct, Pubmed, and Google Scholar in this study as many as 9,953. The results of the screening according to the inclusion criteria were 709. The results of the feasibility test were based on PICOS and after a critical review there were 8 articles that met the requirements. This research was conducted in the period 2017-2021. The results of a review of 8 articles stated that 6 research articles showed a significant decrease in liver transaminase enzymes after supplementation Curcumin and lifestyle changes. One study stated that there was a decrease in ALT but when compared with the group control , the results were not significant. Another article did not state that there was a decrease in liver transaminases because of the study of epigenetics and DNA damage. So it can be concluded that the administration of Curcumin which is carried out together with non-pharmacological therapy in the form of physical activity and proper diet can reduce transaminase enzyme levels in NAFLD. Abstrak. Perlemakan hati non-alkoholik (non-alcoholic fatty liver disease = NAFLD) merupakan kondisi yang dapat berkembang menjadi penyakit hati lanjut, dimulai dari perlemakan hati sederhana (simple stenosis) hingga steatohepatitis non-alkoholik. Non-alcoholic fatty liver disease ditandai dengan perubahan enzim transaminase antara lain alanin transferase (ALT) dan aspartate transferase (AST). Pengendalian NAFLD selain dengan perubahan gaya hidup dapat pula dengan pemberian Curcumin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas Curcumin terhadap penurunan enzim transaminase hepar pada pasien dengan NAFLD. Curcumin merupakan pigmen oranye-kuning yang memiliki fungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, hepatoprotektor sehingga dapat menurunkan kadar enzim transaminase. Penelitian ini menggunakan metode Scoping Review dengan sampel yang diambil dari empat database, yaitu Springer Link, Science Direct, Pubmed, dan Google Scholar dalam penelitian ini sebanyak 9.953. Hasil skrining yang sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak 709. Hasil uji kelayakan berdasarkan PICOS dan setelah dilakukan telaah kritis terdapat 8 artikel yang memenuhi syarat. Penelitian ini dilakukan pada periode 2017-2021. Hasil telaah dari 8 artikel menyatakan bahwa 6 artikel penelitian menunjukkan terdapat penurunan signifikan enzim transaminase hepar setelah pemberian suplemen Curcumin dan perubahan gaya hidup. Satu penelitian menyatakan terdapat penurunan ALT namun setelah dibandingan dengan kelompok control ternyata tidak signifikan hasilnya. Satu artikel lainnya tidak menyatakan terjadi penurunan enzim transaminase hepar karena meneliti epigenetic dan kerusakan DNA. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa pemberian Curcumin yang dilakukan bersamaan dengan terapi non-farmakologi berupa aktivitas fisik dan diet yang tepat dapat menurunkan kadar enzim transaminase pada NAFLD.
Pola Pertumbuhan Balita Usia 0-5 di Puskesmas Garawangi Kabupaten Kuningan Tahun 2018-2021 Ajeng Femia Robawati; Arief Budi Yulianti; Listya Hanum
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.2003

Abstract

Abstract. Growth and development is an important part of childhood and adolescence, weight gain and increasing body size are normal components of this process. Children need nutritious food and especially sufficient energy for their growth and development. This growth pattern can be seen from three periods, namely the fetal period, 0-1 year infancy and adolescence. The growth and development of each child must be different, therefore parents are expected to provide a good stimulus according to the child's needs. There are factors that influence growth patterns, such as internal factors, namely gender and external/environmental factors such as nutrition. This study aims to analyze growth patterns based on KMS (Card Towards Healthy) toddlers at the Garawangi Health Center, Kuningan Regency in 2018-2021. The research design used was observational analysis with a cross-sectional approach (cross-sectional). The growth pattern is seen from the z-score value, namely in body weight based on age in 2018-2021 around 75-80% showing normal birth weight and an increase in the underweight category about 15% and in the z-score assessment on height based on age in 2018-2021 is around 85-90% and there is an increase in the short category which is around 7%. Abstrak. Tumbuh kembang merupakan bagian penting dari masa kanak-kanak dan remaja, penambahan berat badan dan meningkatnya ukuran badan merupakan komponen yang normal dari proses ini. Anak-anak membutuhkan makanan bergizi dan terutama energi yang cukup untuk tumbuh kembangnya. Pola pertumbuhan ini dapat dilihat dari tiga periode yaitu masa janin, masa bayi 0-1 tahun dan masa remaja. Pertumbuhan dan perkembangan setiap anak pasti berbeda, oleh karena itu orang tua diharapkan memberikan stimulus yang baik yang sesuai dengan kebutuhan anak. Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi pola pertumbuhan, seperti faktor internal yaitu jenis kelamin dan faktor eksternal/lingkungan seperti gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pola pertumbuhan berdasarkan KMS (Kartu Menuju Sehat) balita di Puskesmas Garawangi Kabupaten Kuningan tahun 2018-2021. Rangcangan penelitian yang digunakan adalah observasional analisis dengan pendekatan cross-sectional (potong lintang). Pola pertumbuhan dilihat dari nilai z-score yaitu pada berat badan berdasar umur pada tahun 2018-2021 sekitar 75-80% menunjukan berat badan lahir normal dan terjadi peningkatan di kategori berat badan kurang sekitar 15% dan pada penilaian z-score pada tinggi badan berdasar umur pada tahun 2018-2021 sekitar 85-90% dan terjadi peningkatan di kategori pendek yaitu sekitar 7%.
Aktifitas Fisik Mahasiswa Fakultas Kedokteran: Apakah Mempengaruhi Kualitas Tidur? Juva Rikhy Hagia Heriady; Endang Suherlan; Arief Budi Yulianti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6016

Abstract

Abstract. Poor sleep quality can reduce cognitive function, which has a negative effect on academic performance. Physical activity is one of the factors that affect sleep quality, because low physical activity causes a decrease in sleep quality, but there is no clear mechanism for the relationship between the two. This study aims to analyze the relationship between physical activity and sleep quality in students of the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung. This research is quantitative observational analytic with a cross sectional research design. Data analysis used purposive sampling technique, then data was analyzed using Chi-Square. The subjects of this study amounted to 100 respondents. Data were collected using the International Physical Activity Questionnaire and Pittsburgh Sleep Quality Index questionnaires. The results showed that 48% of students had low physical activity and 40% of them had poor sleep quality. Based on this study, it was concluded that there was no relationship between physical activity and sleep quality in students of the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung after Chi-Square analysis (p> 0.05). This can be caused by other factors such as psychological conditions, lifestyle, and physical health that affect sleep quality. Abstrak. Kualitas tidur buruk dapat menurunkan fungsi kognitif yang memberikan efek negatif terhadap performa akademik. Aktivitas fisik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas tidur sebab aktivitas fisik yang rendah menyebabkan penurunan kualitas tidur, namun belum diperoleh mekanisme hubungan yang jelas diantara keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Penelitian ini merupakan kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Analisis data menggunakan teknik purposive sampling, selanjutnya data dianalisis menggunakan Chi-Square. Subjek penelitian ini berjumlah 100 responden. Data diambil dengan metode kuesioner International Physical Activity Questionnaire dan Pittsburgh Sleep Quality Index. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 48% mahasiswa memiliki aktivitas fisik rendah serta 40% diantaranya memiliki kualitas tidur buruk. Berdasarkan penelitian ini, diperoleh simpulan bahwa tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung setelah dilakukan analisis Chi-Square (p>0,05). Hal tersebut dapat disebabkan oleh faktor lain seperti kondisi psikologis, gaya hidup, dan kesehatan fisik yang memengaruhi kualitas tidur. Kata Kunci: Aktivitas fisik, Kualitas tidur, Mahasiswa kedokteran
Gambaran Cemaran Escherichia Coli pada Sumber Air Sepanjang di Sungai Cikapundung di Kelurahan Tamansari Alby Al Farisi Pamungkas; Arief Budi Yulianti; Adjat Sedjati Rasjad
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6836

Abstract

Abstract. Land use in the Cikapundung watershed by constructing buildings at a distance of less than 10 meters from the river causes an increase in the burden of river water pollution by domestic waste. Not least in the Tamansari Village, only a few of the heads of families have access to clean water, so they still use well water that is close to the Cikapundung River and has the potential to be polluted due to domestic waste disposal, one of the contaminants is Escherichia coli bacteria. This study aims to analyze Escherichia coli contamination in water sources along the Cikapundung River in Tamansari Village. The samples taken were 10 wells along the Cikapundung River in Tamansari Village. This study uses a descriptive observational method. The results showed that the Escherichia coli content in 10 wells taken along the Cikapundung River, Tamansari Village, exceeded the quality standards set in accordance with Minister of Health Regulation No. 492 of 2010, namely 0 CFU/100ml of water sample. Two out of 10 wells had Escherichia coli content of 4 CFU/100ml water sample, while 8 out of 10 wells had Escherichia coli content of >2400 CFU/100ml water sample. All water samples examined did not meet the quality standards set by the Minister of Health Regulation No. 492 of 2010, well water along the Cikapundung River, Tamansari Village has polluted water quality. Theoretically, watersheds are not allowed to have land or building structures that stand less than 10 meters, so it needs attention from local regional policy makers, one of the consequences is polluting the water sources used by local residents. Abstrak. Penggunaan lahan di DAS Cikapundung dengan mendirikan bangunan pada jarak kurang dari 10 meter dari sungai menyebabkan peningkatan beban pencemaran air sungai oleh limbah domestik. Tak terkecuali di Kelurahan Tamansari terhitung hanya sedikit dari sejumlah kepala keluarga yang mendapatkan akses air bersih sehingga masih memanfaatkan air sumur yang dekat dengan Sungai Cikapundung serta berpotensi tercemar karena pembuangan limbah domestik, salah satu pencemarnya adalah bakteri Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cemaran Escherichia coli pada sumber air di sepanjang Sungai Cikapundung di Kelurahan Tamansari. Sampel yang diambil adalah air sumur di sepanjang Sungai Cikapundung di Kelurahan Tamansari sejumlah 10 sumur. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Escherichia coli pada 10 sumur yang diambil di sepanjang Sungai Cikapundung Kelurahan Tamansari melebihi baku mutu yang ditetapkan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 492 Tahun 2010 yaitu 0 CFU/100ml sampel air. Dua dari 10 sumur memiliki kandungan Escherichia coli sebanyak 4 CFU/100ml sampel air, sementara 8 dari 10 sumur memiliki kandungan Escherichia coli sebanyak >2400 CFU/100ml sampel air. Semua sampel air yang diperiksa tidak memenuhi baku mutu yang ditetapkan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 492 Tahun 2010, air sumur di sepanjang Sungai Cikapundung Kelurahan Tamansari memiliki kualitas air tercemar. Secara teoritis daerah aliran sungai tidak diperbolehkan terdapat adanya lahan atau struktur bangunan yang berdiri kurang dari 10 meter sehingga perlu adanya perhatian dari pemangku kebijakan daerah setempat, salah satu akibatnya adalah mencemari sumber air yang dimanfaatkan warga sekitar.
Hubungan Tingkat Stress dan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Tahap Akademik Universitas Islam Bandung Rayna Farizkia Dinda; Arief Budi Yulianti; Uci Ary Lantika
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6888

Abstract

Abstract. Medical students undergo a difficult and stressful period of education. Not infrequently stress becomes a problem that is often experienced by medical students. Stess can trigger sleep disorders. The source of student stress is caused by several factors such as complicated academic requirements, the many types of exams faced, the frequency of frequent assignments and exams, a competitive environment and a busy lecture schedule. Medical students who experience prolonged stress can interfere with student academic achievement. The purpose of this study is to explain the relationship between stress levels and sleep quality of students of the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung with a cross sectional study. The sample in this study was 86 students from the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University which was divided into three batches. Sampling is carried out by using probability stratified random sampling techniques. The data collection technique is carried out with a questionnaire in the form of a google form. This study showed that there was a relationship between stress levels and student sleep quality with a p-0.005 score. Most of the medical students of Universitas Islam Bandung are in the category of moderate stress level. Abstrak. Mahasiswa kedokteran menjalani masa pendidikan yang sulit dan penuh dengan tekanan. Tidak jarang stress menjadi masalah yang sering dialami oleh mahasiswa kedokteran. Stess dapat memicu gangguan tidur. Sumber stress mahasiswa disebabkan oleh beberapa faktor seperti persyaratan akademik yang rumit, banyaknya jenis ujian yang dihadapi, frekuensi tugas dan ujian yang sering, lingkungan yang kompetitif dan jadwal perkuliahan yang padat. Mahasiswa kedokteran yang mengalami stress berkepanjangan dapat menggangu pencapaian akademik mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan antara tingkat stress dan kualitas tidur mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 86 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung yang terbagi dalam tiga angkatan. Pengambilan sampel dilakukan dengan dengan menggutakan teknik probability stratified random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dalam bentuk google form. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat stress dengan kualitas tidur mahasiswa dengan nilai p-0,005. Sebagian besar mahasiswa kedokteran Universitas Islam Bandung berada di kategori tingkat stress sedang (moderate).
Kecanduan Game: Tingkat Emosi pada Mahasiswa Remaja Imam Ekoputranto Sriadiatmaji; Arief Budi Yulianti; Ajeng Kartika Sari
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6469

Abstract

Abstract. Game online are games that are played at the same time even though they are not played in the same place. Faculty of Medicine students are students who are currently studying medical studies. Faculty of Medicine students are known for their busy schedules and many assignments, so they play game online to overcome boredom. Game online addiction can be understood as an excessive attitude towards the use of digital tools to play game online, makes players unable to control attitudes and emotions caused by excessive attitudes, and can have an impact on social behavior problems, especially at the emotional level. The purpose of this study was to analyze the relationship between game online addiction and emotional levels in medical students at the Islamic University of Bandung. In the results of this study it was revealed that of the 114 students of the Faculty of Medicine at the Islamic University of Bandung, the dominant ones were not addicted to game online (81.6%) and had good emotions in playing game online (66.7%). From the results of this study it was found that the value of P = 0.490 which stated that there was no relationship between game online addiction and emotional levels in students of the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung. This is based on the existence of several things that can affect emotional levels such as student achievement and also good emotional intelligence. Abstrak. Game online adalah game yang dimainkan dalam waktu yang bersamaan walaupun tidak dimainkan di tempat yang sama. Mahasiswa Fakultas Kedokteran merupakan mahasiswa yang sedang belajar dalam studi kedokteran. Mahasiswa Fakultas Kedokteran dikenal dengan jadwal yang padat dan juga tugas yang banyak, sehingga mereka bermain game online untuk mengatasi jenuh. Kecanduan game online dapat dipahami sebagai sikap berlebihan terhadap penggunaan alat digital untuk bermain game online, membuat pemain tidak dapat mengontrol sikap dan emosi yang disebabkan oleh sikap berlebihan, dan dapat berdampak pada masalah perilaku sosial terutama pada tingkat emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan kecanduan game online terhadap tingkat emosi pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Islam Bandung. Pada hasil penelitian ini terungkap bahwa dari 114 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung dominan tidak mengalami kecanduan game online (81,6 %) dan memiliki emosi baik dalam bermain game online (66,7%). Dari hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa nilai P = 0,490 yang menyatakan bahwa tidak terdapat adanya hubungan antara kecanduan game online terhadap tingkat emosi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Hal tersebut didasarkan pada adanya beberapa hal yang dapat mempengaruhi tingkat emosi seperti prestasi belajar mahasiswa dan juga kecerdasan emosional yang bagus.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DAN PELATIHAN EDUKATOR SEBAYA PADA SISWA MTS AL-MUHAJIRIN DALAM RANGKA UPAYA PENURUNAN ANGKA PERNIKAHAN DINI DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Prawiradilaga, Rizky Suganda; Yulianti, Arief Budi; Makaginsar, Caecielia; Yuniarti, Yuniarti; Putri, Mirasari
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 12, No 4 (2023): Desember, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i4.42457

Abstract

Kejadian pernikahan dini atau perkawinan anak di Indonesia masih cukup banyak. Di Kabupaten Bandung Barat sendiri, kejadian ini terus meningkat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dalam rangka menurunkan angka pernikahan dini. Dua puluh orang siswa MTs menjadi peserta pada program ini. Pengabdian dilakukan dengan cara memberikan edukasi dengan media audio visual, pelatihan teknik presentasi beserta prakteknya bersama tutor, pemberian buku bahan ajar serta membuat grup daring dengan aplikasi whatsapp. Peningkatan pengetahuan dilakukan dengan menggunakan kuisioner pre dan post pengabdian, lalu dianalisis secara statistik. Pre-test siswa pada kelas 7, 8 dan 9 adalah adalah 14.2, 13.2, dan 11. 1 sedangkan nilai post-test pada kelas 7, 8 dan 9 adalah 15.8, 14.5 dan 14.8, ini menunjukkan adanya perubahan nilai pre-test dan post test kelas 7, 8 dan 9 sebesar 11.5%, 10.9% dan 24. 2 %. Pada hasil post test ditemukan penurunan jumlah siswa yang masuk kategori kurang dibandingkan dengan pre-test. Secara keseluruhan, skor pre-test dan post-test pada kelas 7 dan 8 menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan sedangkan pada kelas 9 terdapat perbedaan signifikan dengan nilai probabilitas sebesar 0,002 (p<0,05). Hasil pengujian menunjukkan bahwa skor pengetahuan antara ketiga kelas tidak ada perbedaan signifikan. Mitra pengabdian dalam hal ini siswa MTs diharapkan mampu menjadi edukator sebaya yang dapat memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi bagi teman-teman sebayanya, sehingga nantinya diharapkan angka pernikahan dini di Kabupaten Bandung Barat dapat menurun.