Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Faktor - faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sebengkok Purnamasari, Agus; Sabaniah, Sabaniah; Retnowati, Yuni; Yulianti, Ika
Avicenna : Journal of Health Research Vol 8, No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v8i2.1604

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan perawakan pendek berdasarkan panjang atau tinggi badan menurut usia kurang dari -2 Standar Deviasi pada kurva pertumbuhan yang disebabkan kekurangan gizi kronik yang berhubungan dengan status sosioekonomi rendah, asupan nutrisi dan kesehatan ibu yang buruk, riwayat sakit berulang dan praktik pemberian makanan pada bayi dan anak yang tidak tepat. Stunting merupakan masalah gizi kronis dan menjadi salah satu masalah terpenting yang harus ditangani pemerintah di dunia maupun di Indonesia. Tujuan penelitian: Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita dan mengetahui pengaruh pengetahuan, usia, pendidikan dan pekerjaan ibu terhadap kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sebengkok tahun 2024. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analitik observasional dengan pendekatan case control, tehnik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Populasi sebanyak 1059 balita, sampel penelitian sebanyak 102 responden. Pengambilan sampel dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Sebengkok bulan Maret-April 2024. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan analisis Multivariat menggunakan uji Regresi Logistic Berganda. Hasil: Hasil penelitian yang diperoleh ibu dengan pengetahuan baik sebanyak 57 responden dan pengetahuan kurang sebanyak 45 responden, usia ibu dengan kategori beresiko sebanyak 52 responden dan tidak beresiko sebanyak 50 responden, pendidikan ibu dengan kategori dasar sebanyak 59 responden, kategori atas 40 responden dan kategori tinggi sebanyak 3 responden. Pekerjaan ibu sebagai IRT sebanyak 94 responden dan wiraswasta 8 responden. Hasil uji statistik menggunakan Chi-Square diperoleh hasil yang berpengaruh adalah usia dengan nilai p-value = 0,003 dan pengetahuan dengan nilai p-value = 0,005 Hasil uji dengan regresi logistik berganda didapatkan 2 variabel yang berpengaruh secara signifikan yaitu usia dengan nilai OR= 0,27 dan pengetahuan dengan nilai OR=3,4. Simpulan: Variabel yang mempengaruhi kejadian stunting adalah usia dan pengetahuan sedangkan pendidikan dan pekerjaan ibu tidak berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita diwilayah kerja Puskesmas sebengkok tahun 2024.
Penerapan artificial intelligence dalam praktik pendidikan keperawatan Tri Atmojo, Joko; Kuntari, Saras; Tri Darmayanti, Aquartuti; Ernawati, Ernawati; Yulianti, Ika; Pradana Putri, Anggie; Tri Handayani, Rina; Widiyanto, Aris; Rejo, Rejo; Nurhayati, Isnani; Yuniarti, Tri; Iswahyuni, Sri; Syauqi Mubarok, Ahmad; Anasulfalah, Hakim; Orchida, Tidy; Krisna, Sindu; Setyaningsih, Yunita
Avicenna : Journal of Health Research Vol 8, No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v8i2.1609

Abstract

Latar belakang: Artificial Intelligence (AI) semakin banyak diterapkan dalam pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien dan efisiensi praktik keperawatan. Implementasi AI dalam konteks keperawatan juga diterapkan dalam dunia pendidikan. Namun masih memerlukan kajian komprehensif untuk memahami jenis AI dan penerimaannya pada mahasiswa keperawatan. Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisis penerapan AI dalam praktik pendidikan keperawatan, termasuk penerimaan, sikap dan perilaku mahasiswa. Metode: Tinjauan sistematis mengikuti pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus dan PubMed yang dipublikasikan antara 2018-2025. Kriteria inklusi meliputi studi yang meneliti penerapan AI dalam praktik pendidikan keperawatan. Skrining dilakukan secara bertahap pada judul/abstrak dan full-text. Data diekstraksi menggunakan form terstruktur dan dianalisis secara naratif. Protokol tinjauan ini telah terdaftar di PROSPERO (CRD420251135389).Hasil: Dari 479 artikel yang diidentifikasi, sebanyak 9 artikel memenuhi kriteria inklusi. Tiga tema utama penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam keperawatan ditemukan, yaitu (1) Mahasiswa keperawatan mayoritas menerima keberadaan AI. Namun sumber daya pengajar perlu ditingkatkan; (2) Sikap mahasiswa sangat positif terhadap keberadaan AI dan pembelajaran terkait AI; dan (3) Mahasiswa keperawatan mayoritas tidak menganggap AI sebagai ancaman atau pengganti asuhan keperawatan, asalkan diimbangi dengan kemampuan mengoperasikannya. Simpulan: Penerapan AI dalam pelayanan kesehatan merupakan isu kesehatan yang penting. Studi ini menunjukkan bahwa mahasiswa keperawatan memiliki sikap positif terhadap AI secara keseluruhan. Karena kurangnya pengetahuan ini, terdapat kebutuhan untuk memasukkan AI ke dalam kurikulum mahasiswa  atau menambah pelatihan yang relevan.
KENNA, DESAIN KARAKTER DALAM “SAJI”: SEBUAH FILM ANIMASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL Yulianti, Ika
Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Vol. 3 No. 1 (2022): SENDIKRAF Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif
Publisher : BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70571/psik.v3i1.59

Abstract

The current research aims at acquiring data for character design of “Kenna”in an animationfilm entitled “Saji” based on the values of local genius. The character name of “Kenna” itselfrefers to ylang-ylang flower, one of the mixed sweet flowers (“kembang setaman”) used forJavanese offerings. Data collection techniques include observation, interviews, anddocumentation. Results of data analysis are used for designing the character of “Kenna” usingthree-dimensional development theory involving psychological aspect, physiological aspect,and sociological aspect. The subsequent result is animation character design of “Kenna.Through the animation film, character design of “Kenna” puts forward the importance ofremembering and preserving cultural identity inherited from our ancestors. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data bagi perancangan karakter “Kenna” dalamfilm animasi “Saji” yang berbasis local genius. Nama karakter “Kenna” sendiri mengacukepada bunga kenanga, yang menjadi salah satu dari bunga setaman pada sesaji yangdilakukan oleh orang Jawa. Teknik pengambilan data dilakukan melalui observasi,wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis untuk melakukan perancangankarakter “Kenna” dengan menggunakan teori three-dimensional development yang meliputiaspek psikologis, fisiologis, dan sosiologis dalam mendesain karakter. Hasil yang diperolehadalah desain karakter animasi “Kenna” yang digunakan dalam film animasi “Saji”. Pesanyang disampaikan melalui desain karakter “Kenna” melalui film animasi ini adalah pentingnyamengingat dan melestarikan warisan budaya leluhur yang merupakan identitas budaya.  
Metaanalisis Pengaruh Konstruk Modal Sosial: Partisipasi Sosial dan Kepercayaan Sosial terhadap Depresi pada Lansia Atmojo, Joko Tri; Mirshanti, Farahdila; Yulianti, Ika; Handayani, Anggun Fitri; Widiyanto, Aris
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.4931

Abstract

Era populasi global yang semakin menua, kesehatan mental lansia menjadi isu yang mendesak untuk diperhatikan. Depresi yang kini memengaruhi sekitar 7% dari populasi lansia di seluruh dunia, sering kali muncul akibat kurangnya partisipasi sosial dan kepercayaan antar individu. Tingginya angka kesepian dan isolasi yang dialami oleh banyak orang tua, sangat penting untuk memahami faktor-faktor yang dapat melindungi mereka dari risiko depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi pengaruh konstruk modal sosial (partisipasi sosial dan kepercayaan sosial) terhadap risiko depresi pada lansia. Penelitian ini merupakan metaanalisis dan telaah sistematis dengan menggunakan diagram PRISMA. Pencarian studi primer melalui beberapa indexing database diantaranya: PubMed, Google Cendekia, Scopus, dan ScienceDirect. Kata kunci yang digunakan untuk mempermudah pencarian artikel yaitu; “Social participation AND Social trust”, atau “Social capital construct”, atau “Social participation AND depression” atau “Social trust AND depression”. Kriteria inklusi penelitian ini adalah artikel yang terpublikasi menggunakan desain studi cross-sectional Sejak tahun 2017 hingga tahun 2024. Analisis statistik yang digunakan pada penelitian ini menggunakan program metaanalisis RevMan 5.4 dengan pendekatan fixed effect dan Random effect untuk menyajikan data berupa forest plot dan funnel plot. Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi sosial tinggi (aOR= 0.78; 95%CI= 0.61 hingga 1.00; p= 0.050) dan kepercayaan sosial yang tinggi (aOR= 0.52; 95%CI= 0.41 hingga 0.66; p<0.001) menurunkan risiko depresi pada lansia, dan keduanya secara statistik signifikan.
The Comorbidity Profile of Neurological Disease in Elderly in the Taman Sari Public Health Center from January to December 2023 Yulianti, Ika; Banu, Syairah
Acta Neurologica Indonesia Vol. 2 No. 02 (2024): Acta Neurologica Indonesia
Publisher : Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69868/ani.v2i02.18

Abstract

Background: The burden of neurological diseases in elderly patients is often underestimated. Therefore, our study aimed to investigate the comorbidity profile of NDs in patients aged 60 years or older at the Taman Sari Public Health Center. Method: This was a retrospective, descriptive study with a cross-sectional design. The data were collected from medical records (e-puskesmas) and SIPTM (Non-Communicable Diseases Surveillance Information System) at the Taman Sari Public Health Center from January to December 2023. The study focuses on patients diagnosed with chronic diseases who also have comorbidities of NDs. Result: Analysis was conducted on 803 individuals, including 382 males and 421 females which revealed that 68.4% of the participants had polyneuropathy, 26.8% were diagnosed with cerebrovascular disease, 2.1% had CNS infection, 1.1% had CNS metabolic disorders, 1.6% of patients exhibited symptoms of dementia. Discussion: The study has shown that polyneuropathy is a prevalent issue, with cerebrovascular diseases exhibiting intermediate to high levels of patient comorbidity. CNS infection with tuberculosis meningitis is the leading cause of CNS infection. Furthermore, metabolic diseases can cause CNS metabolic disorders, while dementia is often associated with patient comorbidity, which significantly influences its clinical progression. Conclusion: Understanding the comorbidity profile of neurological diseases in elderly patients at the Taman Sari District Health Center could improve patient care management and lead to better outcomes.
Edukasi Birth Plan Untuk Mencegah Komplikasi Kehamilan Dan Persalinan Di Selumit Pantai, Kota Tarakan Nurul Hidayatun Jalilah; Ika Yulianti; Agus Purnamasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil survei tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai perencanaan dalam persalinan 15 orang ibu berpengetahuan rendah (45%), dan tidak mengetahuai persiapan persalinan seperti pendamping, biaya, mental, support keluarga sebanyak 12 orang (20%). Melalui persiapan emosional dan intelektual serta dukungan keluarga, ibu hamil dapat lebih mempersiapkan kehamilan dan kelahirannya. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada ibu hamil, suami serta keluarga terkait pentingnya birth plan atau perencanaan dalam persalinan untuk mencegah komplikasi kehamilan dan persalinan. Kegiatan ini dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Kebidanan Universitas Borneo Tarakan dan serta kader dalam mengumpulkan para ibu hamil yang tinggal di Selumit Pantai Kota Tarakan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu 6 April 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 60 ibu hamil dengan suami atau keluarga, sebelum diberikan edukasi ibu hamil diberikan pretest’s dan postest setelah dilakukan edukasi. Hasil akhir kegiatan dapat disimpulkan bahwa ibu hamil mengalami peningkatan pengetahuan rata-rata dari nilai 60 ke 80 sebanyak 45 ibu hamil (75%)
Implementasi Komplementer Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga (IRT) Dalam Pencegahan, Penanganan Batuk Pilek Balita Di Malinau Kalimantan Utara Yulianti, Ika; Usman, Andi Sri Hastuti Handayani; Wahyuni, Sri; Nurmasitah, Nurmasitah; Yuliani, Yuliani
WASANA NYATA Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i2.2088

Abstract

Batuk pilek merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada balita di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Kondisi iklim yang lembab, kebiasaan pola asuh, dan keterbatasan pengetahuan mengenai pencegahan serta penanganan awal menjadi faktor risiko utama. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan Ibu Rumah Tangga (IRT) melalui implementasi metode komplementer berbasis bahan alami dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) dalam pencegahan dan penanganan batuk pilek balita. Metode yang digunakan adalah tutorial praktik selama 60 menit, mencakup pembukaan, penyampaian materi interaktif, demonstrasi langsung pembuatan ramuan herbal sederhana (wedang jahe madu dan inhalasi uap daun sirih), praktik penggunaan teknik pijat bayi untuk melegakan pernapasan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan IRT sebesar 85% dan keterampilan praktik sebesar 80% berdasarkan pre-post test dan observasi. Kegiatan ini membuktikan bahwa kombinasi edukasi dan praktik langsung dapat meningkatkan kemandirian IRT dalam menjaga kesehatan balita secara aman dan terjangkau.
Penguatan Identitas Sekolah melalui Desain Maskot dalam Program Penyuluhan Seni di SMP N 1 Sentolo Ika Yulianti; Margiyanto Margiyanto; Sudaryanto Margiyanto; Imroatu Sholikah
Jurnal Pengabdian Seni Vol 7, No 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v7i1.19641

Abstract

Persaingan yang semakin ketat antarsekolah, identitas visual menjadi aspek penting dalam memastikan citra lembaga pendidikan tidak terganggu. Ada banyak sekolah dengan potensi dan keunggulan yang belum terlihat oleh publik. Tujuan dari kegiatan seni ini adalah untuk membantu SMP N 1 Sentolo dalam menciptakan identitas visual sekolah melalui tata letak maskot sekolah dan skema branding. Kegiatan ini dilakukan secara kolaboratif dan dengan guru sebagai mitra untuk menciptakan konsep visual. Pendekatan yang digunakan meliputi diskusi kelompok terfokus, pemetaan potensi sekolah, proses kreatif desain maskot, serta penyusunan media komunikasi visual. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 12 sesi dengan 20 orang guru. Kegiatan ini menghasilkan maskot sekolah "Gatotkaca Anantaka" untuk siswa yang mewakili nilai-nilai siswa seperti karakter, semangat belajar, dan ambisi. Bersamaan dengan maskot tersebut, poster, stiker, map sekolah, karakter berdiri, dan template presentasi pengajaran dan pembelajaran dibuat sebagai alat komunikasi visual melalui latihan ini. Kehadiran identitas visual semacam itu membantu sekolah dalam memperkuat komunikasi kelembagaan dengan publik. Tugas ini juga memengaruhi peningkatan pemahaman guru tentang peran desain visual dalam mengembangkan citra lembaga pendidikan. With increasingly fierce competition among schools, visual identity has become a crucial aspect in ensuring the image of educational institutions remains intact. Many schools possess potential and excellence that remain unseen by the public. The purpose of this art activity was to assist SMP N 1 Sentolo in creating a visual identity through the design of a school mascot and branding scheme. This activity was conducted collaboratively with teachers as partners in creating the visual concept. The approach included focus group discussions, mapping the school's potential, the creative process of mascot design, and preparing visual communication materials. This activity was carried out over 12 sessions with 15 teachers. The results showed that this activity resulted in the school mascot "Gatotkaca Anantaka" for students, representing student values such as character, enthusiasm for learning, and ambition. Along with the mascot, posters, stickers, school folders, standing characters, and teaching and learning presentation templates, this exercise created visual communication tools. The presence of such a visual identity helps the school strengthen institutional communication with the public. This task also influences teachers' understanding of the role of visual design in developing the image of educational institutions.
Penguatan Identitas Sekolah melalui Desain Maskot dalam Program Penyuluhan Seni di SMP N 1 Sentolo Ika Yulianti; Margiyanto Margiyanto; Sudaryanto Margiyanto; Imroatu Sholikah
Jurnal Pengabdian Seni Vol 7, No 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v7i1.19641

Abstract

Persaingan yang semakin ketat antarsekolah, identitas visual menjadi aspek penting dalam memastikan citra lembaga pendidikan tidak terganggu. Ada banyak sekolah dengan potensi dan keunggulan yang belum terlihat oleh publik. Tujuan dari kegiatan seni ini adalah untuk membantu SMP N 1 Sentolo dalam menciptakan identitas visual sekolah melalui tata letak maskot sekolah dan skema branding. Kegiatan ini dilakukan secara kolaboratif dan dengan guru sebagai mitra untuk menciptakan konsep visual. Pendekatan yang digunakan meliputi diskusi kelompok terfokus, pemetaan potensi sekolah, proses kreatif desain maskot, serta penyusunan media komunikasi visual. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 12 sesi dengan 20 orang guru. Kegiatan ini menghasilkan maskot sekolah "Gatotkaca Anantaka" untuk siswa yang mewakili nilai-nilai siswa seperti karakter, semangat belajar, dan ambisi. Bersamaan dengan maskot tersebut, poster, stiker, map sekolah, karakter berdiri, dan template presentasi pengajaran dan pembelajaran dibuat sebagai alat komunikasi visual melalui latihan ini. Kehadiran identitas visual semacam itu membantu sekolah dalam memperkuat komunikasi kelembagaan dengan publik. Tugas ini juga memengaruhi peningkatan pemahaman guru tentang peran desain visual dalam mengembangkan citra lembaga pendidikan. With increasingly fierce competition among schools, visual identity has become a crucial aspect in ensuring the image of educational institutions remains intact. Many schools possess potential and excellence that remain unseen by the public. The purpose of this art activity was to assist SMP N 1 Sentolo in creating a visual identity through the design of a school mascot and branding scheme. This activity was conducted collaboratively with teachers as partners in creating the visual concept. The approach included focus group discussions, mapping the school's potential, the creative process of mascot design, and preparing visual communication materials. This activity was carried out over 12 sessions with 15 teachers. The results showed that this activity resulted in the school mascot "Gatotkaca Anantaka" for students, representing student values such as character, enthusiasm for learning, and ambition. Along with the mascot, posters, stickers, school folders, standing characters, and teaching and learning presentation templates, this exercise created visual communication tools. The presence of such a visual identity helps the school strengthen institutional communication with the public. This task also influences teachers' understanding of the role of visual design in developing the image of educational institutions.