Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Peranan Penyuluh sebagai Agen Pembaharu dalam Meningkatkan Motivasi Berprestasi Peternak Kambing Perah (The Role of Extension Worker as Agent of Change to Increasing of The Achievement Motivation of Dairy Goat Farmer) Sugeng Winaryanto; Nugraha Setiawan; Unang Yunasaf
Jurnal Ilmu Ternak Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v11i1.401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh sebagai agen pembaharu, motivasi berprestasi anggota kelompok, dan keeratan hubungan dari kedua hal tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sensus kepada 18 orang peternak yang masih aktif di kelompok Surya Medal. Uji keeratan hubungan yang digunakan adalah uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Peran penyuluh sebagai agen pembaharu dinilai oleh responden sebesar 56,32% tergolong tinggi, dan sebesar 43,68% tergolong sedang, (2) Tingkat motivasi berprestasi peternak 22,78 % tergolong tinggi, 66,67% tergolong sedang, dan 5,55% tergolong rendah, (3) Terdapat hubungan yang cukup erat antara peran penyuluh sebagai agen pembaharu dengan tingkat motivasi berprestasi peternak (ρs= 0,48). Kata Kunci : penyuluh, agen pembaharu, Motivasi berprestasi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERDAYAAN PETERNAK SAPI PERAH DI KABUPATEN BANDUNG Unang Yunasaf; Basita Ginting
Sosiohumaniora Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v9i3.5569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi keberdayaan peternak sapi perah. Populasi sampling adalah koperasi peternak sapi perah yang ada di Kabupaten Bandung, dan populasi sasaran adalah seluruh peternak sapi perah anggota dari koperasi tersebut. Pengambilan sampel penelitian dilakukan melalui teknik pengambilan sampel gugus bertahap (multistage sampling), sehingga terpilih 4 koperasi dengan peternak sapi perah responden sebanyak 120 orang. Uji pengaruh variabel luar terhadap variabel keberdayaan peternak dilakukan dengan analisis model persamaan stuktural dengan menggunakan program Linear Structural Relationship (LISREL) versi 8.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi-fungsi koperasi, peranan penyuluh dan keberdayaan kelompok berpengaruh positif dan nyata terhadap keberdayaan peternak sapi perah. Fungsi-fungsi koperasi, peranan penyuluh dan keberdayaan kelompok tergolong rendah sehingga keberdayaan peternak sapi perahpun menjadi rendah. Kata kunci: keberdayaan peternak sapi perah
KEPEMIMPINAN PENGURUS KOPERASI DALAM MENDINAMISKAN ORGANISASI KOPERASI (KASUS PADA KOPERASI SERBA USAHA (KSU) TANDANGSARI, SUMEDANG) Unang Yunasaf
Sosiohumaniora Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v6i3.5531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepemimpinan pengurus koperasi, keadaan dinamika organisasi koperasi, dan keeratan hubungan dari kedua hal tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Unit analisis adalah Koperasi Serba Usaha (KSU) Tandangsari Kabupaten Sumedang. Pengambilan contoh responden dilakukan secara gugus bertahap (multi stage sampling). Jumlah responden 30 orang dari dua kelompok peternak terpilih. Uji keeratan hubungan yang digunakan adalah uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan pengurus KSU Tandangsari tergolong cukup berfungsi. Unsur-unsur kepemimpinannya menunjukkan dalam: mengidentifikasi dan menganalisis organisasi beserta tujuan tergolong cukup, membangun struktur organisasi tergolong cukup, memiliki inisiatif tergolong tinggi, melaksanakan pencapaian organisasi tergolong cukup, mempermudah komunikasi tergolong kurang, dan menciptakan kesatupaduan dan suasana yang menyenangkan tergolong cukup. Dinamika organisasi KSU Tandangsari tergolong cukup dinamis. Unsur-unsur dinamika organisasinya menunjukkan: tujuan koperasi tergolong cukup dinamis, fungsi tugas koperasi tergolong cukup dinamis, pembinaan dan pemeliharaan tergolong cukup dinamis, penerapan peraturan dan sanksi tergolong kurang dinamis, pengadaan fasilitas tergolong sangat dinamis, dan tekanan pada organisasi tergolong dinamis. Derajat hubungan kepemimpinan pengurus koperasi dengan dinamika organisasi KSU Tandangsari menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat. Kata kunci : Kepemimpinan pengurus koperasi, dinamika organisasi koperasi
PROFESIONALISME PENYULUH DAN HUBUNGANNYA DENGAN PERAN PENYULUH SEBAGAI AGEN PEMBAHARU (Kasus pada Penyuluh Bidang Peternakan) Sugeng Winaryanto; Unang Yunasaf; Adang Rusmana
Sosiohumaniora Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v6i1.5327

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di wilayah kerja koordinasi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kualitas profesional penyuluh, peran penyuluh sebagai agen pembaharu, dan hubungan kualitas profesional penyuluh dengan perannya sebagai agen pembaharu. Penelitian dilakukan dengan metode survai. Pengambilan responden dilakukan secara sensus. Jumlah responden adalah 18 orang. Uji keeratan hubungan yang digunakan adalah uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas profesional penyuluh tergolong tinggi. Unsur-unsur kualitas profesional penyuluh menunjukkan: sikap terhadap profesi tergolong tinggi, kesediaan belajar tergolong tinggi, kajian lapang tergolong tinggi, dan penguasaan materi tergolong cukup. Peran penyuluh sebagai agen pembaharu tergolong tinggi. Unsur-unsur peran penyuluh sebagai agen pembaharu menunjukkan: perannya sebagai katalisator tergolong tinggi, perannya dalam memberikan pemecahan masalah petani tergolong tinggi, perannya dalam membantu petani dapat menolong dirinya sendiri tergolong tinggi, dan perannya sebagai penghubung terhadap sumber-sumber yang dibutuhkan petani tergolong cukup. Derajat hubungan kualitas personal penyuluh dengan perannya sebagai agen pembaharu menunjukkan adanya hubungan positif yang tinggi. Kata kunci : Profesionalisme penyuluh, peran penyuluh sebagai agen pembaharu
HUBUNGAN DINAMIKA ORGANISASI KOPERASI DENGAN PARTISIPASI ANGGOTA KOPERASI (Suatu Kasus pada Koperasi Persusuan) Unang Yunasaf; Nugraha Setiawan; Lilis Nurlina
Sosiohumaniora Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v3i2.5207

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan selama satu bulan di Koperasi Unit Desa Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keadaan dinamika organisasi koperasi, partisipasi anggota koperasi, dan hubungan dari keduanya. Penelitian dilakukan dengan metode survai. Unit analisis adalah KUD Tanjungsari, dan pengambilan sampel responden dilakukan secara gugus bertahap. Jumlah responden 30 orang dari dua kelompok peternak terpilih. Uji keeratan hubungan yang digunakan adalah uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika Organisasi KUD Tanjungsari tergolong cukup dinamis. Unsur-unsur dinamika organisasinya menunjukkan: tujuan koperasi tergolong cukup dinamis, fungsi tugas koperasi tergolong cukup dinamis, pembinaan dan pemeliharaan tergolong cukup dinamis, penerapan peraturan dan sanksi tergolong kurang dinamis, pengadaan fasilititas tergolong sangat dinamis, dan tekanan pada organisasi tergolong dinamis. Partisipasi anggota KUD Tanjungsari tergolong cukup. Unsurunsur partisipasi anggota menunjukkan: partisipasi anggota dalam perencanaan tergolong cukup, partisipasi anggota dalam pelaksanaan tergolong tinggi. Derajat hubungan dinamika organisasi KUD Tanjungsari dengan partisipasi anggota menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat. Kata Kunci: Dinamika organisasi koperasi, Partisipasi anggota koperasi.
The Traditional Art of Terebang Gebes in Mikanyaah Munding Culture Gugun Gunardi; Taufik Ampera; Unang Yunasaf
PANGGUNG Vol 27, No 3 (2017): Education, Creation, and Cultural Expression in Art
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.985 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v27i3.277

Abstract

ABSTRAKKonservasi Budaya Lokal Mikanyaah Munding sebagai Landasan Village Breeding Center Kerbau adalah penelitian yang dilaksanakan oleh kami terkait dengan bentuk penangkaran kerbau berbasis budaya tradisional, yang dilaksanakan di Desa Cikeusal-Tasikmalaya. Di dalam budaya “Mikanyaah Munding” juga ternyata terdapat pelestarian berbagai seni tradisi Sunda, diantaranya adalah Seni Terbang Gebes. Dalam tulisan ini digunakan metode penelitian kualitatif dengan kajian etnografi, sedangkan teknik pengumpulan data digunakan teknik wawancara. Dari pembahasan hasil penelitian diperoleh antara lain; sistem penangkaran kerbau berbasis budaya lokal Mikanyaah Munding, yang di dalamnya terdapat; kebiasaan masyarakat setempat di dalam memperlakukan ternak kerbau, kosa kata khusus terkait dengan peternakan kerbau, hajat lembur yang ada hubungannya dengan peternakan kerbau, dan berbagai bentuk kesenian tradisional Sunda yang dilaksanakan dalam rangka budaya Mikanyaah Munding. Dalam artikel ini akan dibahas salah satu kesenian terkait, yaitu Seni Terbang Gebes.Kata Kunci: Budaya, Mikanyaah-Munding, Seni Terbang GebesABSTRACTConservation of local culture “Mikanyaah Munding” (or Nurturing Buffalos) as the base of Village Breeding Center of “Kerbau” is a research done on traditional “kerbau” breeding in Cikeusal, Tasikmalaya. “Mikanyaah Munding” reserve a variety of Sundanese traditional art performance, one of which is “Seni Terbang Gebes”. This essay uses qualitative method involving ethnography as its perspective. The data is collected from interviews. Our findings from analysis are: the habit of locals in treating their buffalos; specific vocabulary on breeding; festivities in relation to breeding and all kinds of Sundanese traditional art performance included in “Mikanyaah Munding”. This essay discusses one of its art performance, “Seni Terbang Gebes”.Keywords: Culture, Mikanyaah Munding, Seni Terbang Gebes 
Penguatan Kelompok, Koperasi Dan Kewirausahaan Pada Peternak Sapi Pasundan Di Kabupaten Kuningan Munandar Sulaeman; Marina Sulistyati; Linda Herlina; Anita Fitriani; Unang Yunasaf; Hermawan Hermawan
Media Kontak Tani Ternak Vol 3, No 1 (2021): Februari
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mktt.v3i1.31790

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai penguatan kelompok, koperasi dan kewirausahaan dalam rangka peningkatan pendapatan khususnya bagi peternak sapi Pasundan di kabupaten Kuningan. Permasalahan yang muncul adalah belum optimalnya pemahaman peternak mengenai peran kelompok, permintaan akan pendirian koperasi dan peluang meningkatkan usaha sapi Pasundan menjadi usaha mencirikan kewirausahaan.Pendekatan formal dan informal digunakan dalam pelatihan agar materi dapat diterima dengan mudah oleh peserta. Pelatihan dan penyuluhan dilakukan melalui tahapan: observasi awal, diskusi mengenai permasalahan dan solusi, pemaparan, serta evaluasi, namun terkait dengan pandemi covid maka materi disampaikan dalam bentuk video yang diunggah pada aplikasi youtube. Kegiatan dilaksanakan pada Kelompok Ciciap dan Jaksataruna di Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan. Jumlah Peserta yang diundang dalam kegiatan sebagai tokoh penyebar video materi PKM adalah sebanyak 20 orang. Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan peternak mengenai penguatan kelompok, koperasi, dan kewirausahaan. Selain itu, peternak, terutama ketua kelompok memberikan respon positif terhadap rencana pembentukan koperasi di wilayahnya. Strategi para peternak selanjutnya adalah merencanakan pendirian koperasi dari dua kelompok tersebut.Kata kunci: Sapi Pasundan, Kelompok Peternak, Koperasi, Kewirausahaan
Penguatan Kelompok Peternak Sapi Pasundan Rundayan Sawargi di Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut Marina Sulistyati; Linda Herlina; Unang Yunasaf; Munandar Sulaiman; Anita Fitriani; Hermawan .
Media Kontak Tani Ternak Vol 1, No 1 (2019): August
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mktt.v1i1.21582

Abstract

Usaha sapi Pasundan di Jawa Barat sebagian besar dilakukan oleh peternak rakyat yang dilakukan secara berkelompok, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa potensi kelompok belum optimal. Bey Anwar (2004) menunjukkan bahwa pengembangan sistem usahatani integrasi ternak-padi perlu dilakukan melalui pendekatan kelompok, karena cara ini dapat memudahkan pemerintah dalam memberikan penyuluhan dan pelatihan selain mengintensifkan komunikasi di antara anggota kelompok maupun antara anggota kelompok dan pemerintah. Potensi kelompok perlu dikembangkan karena keinginan dan motivasi dari para peternak adalah mengembangkan peran kelompoknya untuk mengatasi secara bersama manajemen pemeliharaan sapi Pasundan.  Partisipasi peternak dalam kelompok sangat penting bagi keberlangsungan kelompok dan tidak dapat diabaikan tanpa memperhatikan aktivitas anggota. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah: 1) Mengetahui aktivitas kelompok peternak sapi Pasundan; 2) Mengkaji pemahaman peternak mengenai manajemen pemeliharaan panca usaha sapi Pasundan.  Metode yang digunakan untuk meningkatkan dinamika kelompok dilakukan melalui tehnik PRA (Participation Rural Appraisal) partisipasi anggota kelompok melalui pola FGD (Focus Group Discussion), sedangkan meningkatkan pengetahuan manajemen pemeliharaan sapi Pasundan dilakukan melalui penyuluhan dan demonstrasi. Dinamika kelompok peternak secara umum termasuk kategori sedang dan peternak menunjukkan pengingkatan pengetahuan setelah mengikuti penyuluhan. Dinamika kelompok dijelaskan oleh dimensi-dimensi meliputi: 1) kepemimpinan ketua kelompok, 2) tujuan kelompok, 3) struktur kelompok, 4) fungsi tugas kelompok, 5) pembinaan dan pemeliharaan kelompok, 6) kekompakan kelompok, 7) suasana kelompok, dan 8) tekanan kelompok. Pemahaman peternak mengenai manajemen pemeliharaan ternak sapi Pasundan pada kategori sedang, meliputi:1) bibit dan reproduksi, 2)pemberian pakan, 3) pola pemeliharaan, 4) perkandangan, 5) pengendalian penyakit.
Peran Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan dalam Pemberdayaan Peternak Sapi Perah (Kasus di TPK Cipanas Desa Margamukti Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat) Fuzi Ridwan Firdaus; Unang Yunasaf; Syahirul Alim
Jurnal KIRANA Vol 2 No 1 (2021): Jurnal KIRANA Volume 2 Nomor 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jkrn.v2i1.24038

Abstract

The purposes of this research were to find out the role of KPBS Pangalengan in the empowerment of dairy farmers, the empowerment of dairy farmers in TPK Cipanas, and corelation between the role of KPBS Pangalengan with the empowerment of dairy farmers in TPK Cipanas. The research method was survey with questionnaires to 30 dairy farmers. The data obtained was analyzed by spearman rank analysis. The results showed that the role of cooperatives in the empowerment of dairy farmers was in the high category (63.33%), farmer empowerment in medium category (56.67%), and the correlation between the role of KPBS Pangalengan with the empowerment of dairy farmers in TPK Cipanas showed a positive relation with rs = 0.642. Keywords: Role of KPBS Pangalengan, Farmer Empowerment, Dairy Cows
DEVELOPMENT OF GROUP DYNAMICS FOR MEMBER'S BUSINESS SUCCESS (PPM activities at the “Pinter” Women Farmers Group in Cibiru Wetan Village Cileunyi District, Bandung Regency, West Java) Unang Yunasaf; Marina Sulistyati; Syahirul Alim
Media Kontak Tani Ternak Vol 4, No 1 (2022): Februari
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mktt.v4i1.39935

Abstract

The existence of groups, including the Women's Farmers' Group, is an important part of improving the quality of its members. This study aims to examine: (1) how the conditions of the Cibiru Wetan “Pintar” Women Farmer Group, Cileunyi District, Bandung Regency, West Java Province are seen from the implementation of their functions as a farmer group, and (2) how the implementation of PPM in “Pintar” KWT in maintaining dynamics in his group. The service activities carried out are aimed at helping Cibiru Wetan “Pintar” KWT in maintaining the dynamics of the group as part of the Hybrid integrative PPM for the January-February 2022 period. The main activities carried out are mentoring the implementation of smart expo activities, and Focus Group Discussion (FGD) developing group dynamics . The results of the study show that KWT seen from the function of the group has carried out its function, especially as a learning class, and a vehicle for collaboration. The PPM activities carried out at the “Pintar” KWT have helped the implementation of the Smart Expo activities well. The results of the FGD as an effort to develop group dynamics show that KWT “Pintar” is classified as having good group dynamics.Keywords: Group dynamics, farmer women, business success