Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Intrumental Activities of Daily Living (IADL) dan Kepuasan Hidup Pasien Stroke Ginanjar Sasmito Adi; Muhammad Ali Hamid
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.918

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama disabilitas jangka panjang yang berdampak pada kemandirian individu dalam menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk Instrumental Activities of Daily Living (IADL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kemandirian dalam IADL dengan tingkat kepuasan hidup pada pasien stroke. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 70 pasien stroke yang menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Bhaladika Husada Jember. Instrumen penelitian meliputi Lawton IADL Scale untuk menilai kemandirian dan Satisfaction with Life Scale (SWLS) untuk mengukur kepuasan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 78,7% responden berada pada kategori sebagian tergantung dalam kemandirian, dan 47,14% responden berada pada kategori agak puas terhadap kepuasan hidup. Uji Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kemandirian IADL dan kepuasan hidup pasien stroke (p = 0,001; p < 0,05). Pasien yang lebih mandiri dalam IADL cenderung memiliki tingkat kepuasan hidup yang lebih tinggi dibandingkan pasien yang masih bergantung pada orang lain.
Safety Industry (Pencegahan K3 pada Industri Genteng) Ginanjar Sasmito Adi; Siti Kholifah; Noer Afni Arifanti; Erika Novarinda
Jurnal Pengabdian Teknologi Informasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/diankes.v1i2.14

Abstract

Occupational health and safety is a method used to protect workers from accidents and occupational diseases. This occupational safety and health effort does not only apply to the industrial sector such as manufacturing, mining, construction, this also applies to the small industrial sector such as the tile-making industry. The purpose of this community service is to provide health education to tile industry workers related to health and work safety. This service activity was carried out at UD Genteng Baru Muncul Jember. The results of the community service carried out in the tile industry showed an increase in knowledge from the average pre-test was 12.7 and the post-test was 14 (the highest score was 15). Another result of this service shows that health complaints among tile industry workers are pain in the joints and back and fatigue due to heat and thirst, several other complaints that arise include cough, shortness of breath, visual and hearing impairment. Work accidents that have occurred to workers include machine injuries and falls. Occupational health and safety must be a concern for business owners with regard to providing a safe environment as well as appropriate personal protection and balanced by obedient behavior of workers in using the prescribed personal protection.
Hubungan Tingkat Stres Dengan Psychological Well Being Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Ruang Dialisis RSUD dr.Abdoer Rahem Situbondo Putri Mitha Dwi Lestari; Sasmiyanto; Ginanjar Sasmito Adi
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i2.3622

Abstract

Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis seumur hidup menghadapi perubahan gaya hidup signifikan, seperti pembatasan cairan dan aktivitas. Situasi ini dapat memicu peningkatan stres yang berdampak pada psychological well being pasien. Penelitian ini tertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan psychological well being pada pasien Gagal ginjal kronik di Ruang Dialisis RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan total 85 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) dan Psychological Well Being Scale (PWBS). Hasil analisis data menunjukkan sebanyak 69,4% responden memiliki tingkat stres sedang dan 69,4% memiliki psychological well being tinggi. Uji Spearman’s Rho menunjukkan nilai ρ value = 0,001 dan r = -0,361, yang berarti terdapat hubungan negatif signifikan antara tingkat stres dan psychological well being. Semakin rendah tingkat stres, maka psychological well being pasien cenderung lebih baik. Oleh karena itu, diperlukan manajemen stres yang tepat untuk menjaga kestabilan psychological well being pasien.
Pengaruh Simulation Based Learning (SBL) Terhadap Kemampuan Pertolongan Pertama Resiko Trauma Tulang Belakang Pada Pemanen Durian Di Rembangaan Muhammad Irfan Zainuri; Mohammad Ali Hamid; Ginanjar Sasmito Adi
National Multidisciplinary Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Proceeding SEHATI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Risiko jatuh dari ketinggian pada pemanen durian dapat menyebabkan trauma tulang belakang yang berpotensi menimbulkan kecacatan permanen hingga kematian apabila tidak ditangani dengan tepat. Rendahnya kemampuan masyarakat awam dalam melakukan pertolongan pertama menjadi salah satu faktor yang dapat memperburuk kondisi korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Simulation-Based Learning (SBL) terhadap kemampuan pertolongan pertama risiko trauma tulang belakang pada pemanen durian di Rembangan. Metode: Metode penelitian menggunakan desain pre-experimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemanen durian aktif di wilayah Rembangan sebanyak 40 orang. Sampel penelitian berjumlah 36 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan pertolongan pertama risiko trauma tulang belakang). Hasil: Penelitian ini menunjukkan kemampuan responden setelah diberikan pelatihan menggunakan metode Simulation-Based Learning (SBL). Nilai rata-rata kemampuan meningkat dari 18,98 pada pre-test menjadi 96,17 pada post-test, sedangkan nilai median meningkat dari 19,44 menjadi 97,22. Analisis: uji Wilcoxon Signed Rank Test yang menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05) dengan effect size sebesar r = 0,87 yang menunjukkan pengaruh besar. Diskusi: Penelitian ini menunjukkan bahwa metode Simulation-Based Learning (SBL) efektif dalam meningkatkan kemampuan pertolongan pertama risiko trauma tulang belakang pada pemanen durian di Rembangan. Metode pembelajaran berbasis simulasi memungkinkan responden memperoleh pengalaman langsung, praktik aktif, dan proses debriefing sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam melakukan pertolongan pertama secara tepat. Temuan ini menunjukkan pentingnya penerapan pelatihan berbasis simulasi sebagai upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pada kelompok pekerj aan berisiko tinggi.
Keterkaitan Resiliensi Dengan Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Banjir Siska Laura Sandrina; Ginanjar Sasmito Adi; Cipto Susilo
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.30

Abstract

Bencana merupakan peristiwa yang berdampak pada kehidupan masyarakat salah satunya bencana banjir yang sering terjadi di Indonesia. Risiliensi menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki masyarkat karena hal ini dapat mempengaruhi kesiapsiagaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kolerasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Dusun Gaplek RW 16 Desa Suci Kecamatan Panti. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 149 responden. Analisis data yang digunakan yaitu uji Korelasi Spearman rho untuk mengetahui adanya hubungan resiliensi dengan kesiapsiagaan. Hasil penelitian menunjukkan nilai p 0,007 < 0,05 yang artinya Ho di tolak sehingga terdapat hubungan resiliensi dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir.
Hubungan Diabetes Burnout Syndrome dengan Perilaku pencegahan Komplikasi pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe-2 di RSU Dr.H.Koesnadi Bondowoso Dina Aulia Safira; Mohammad Ali Hamid; Ginanjar Sasmito Adi
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i2.38

Abstract

Diabetes Burnout Syndrome digambarkan dengan perasaan kelelahan fisik dan emosional akibat usaha keras dalam mengontrol gula darah pada pasien Diabetes agar tetap berada dalam rentang normal. Perilaku pencegahan komplikasi merupakan suatu respon atau tindakan yang didasari oleh pengetahuan dan persepsi yang dimiliki pasien Diabetes Mellitus Tipe-2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan diabetes burnout syndrome dengan perilaku pencegahan komplikasi pada pasien Diabetes Mellitus tipe-2 di RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 84 pasien Diabetes Mellitus tipe-2 yang ada di Poli Interna RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Alat ukur penelitian ini adalah kuesioner Diabetes Burnout Scale dan kuesioner Perilaku Pencegahan Komplikasi Diabetes Mellitus. Hasil univariat menunjukkan bahwa Diabetes Burnout Syndrome dialami oleh 54 (64,3%) pasien berada dalam kategori sedang dan perilaku pencegahan komplikasi diabetesnya berada dalam kategori sedang yaitu sebesar 40 (47,6%). Hasil uji statistic Spearman Rank Correlation menunjukkan terdapat hubungan antara Diabetes Burnout Syndrome dengan perilaku pencegahan komplikasi pada pasien Diabetes Mellitus tipe-2 di RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso dengan nilai signifikansi sebesar 0,028. terjadinya Diabetes Burnout Syndrome pada pasien Diabetes Mellitus akibat hasil tes glukosa darah yang susah turun atau stabil dalam rentang angka normal, padahal pasien sudah mematuhi dan melakukan seluruh perawatan yang telah dianjurkan oleh tenaga kesehatan. Sehingga hal ini akan membuat pasien merasa sia-sia telah melakukan segala manajemen perawatannya.
Keterkaitan Masa Bekerja dengan Self Efficacy pada Tim Code Blue dalam Penatalaksanaan Pasien Gawat Darurat Deshinta Fitriandari; Ginanjar Sasmito Adi; Cipto Susilo
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i2.41

Abstract

Masa bekerja sebagai tim code blue merupakan pengalaman yang dijalani selama menjadi tim code blue di Rumah Sakit Bina Sehat Jember. Semakin lama masa bekerja tenaga kesehatan maka pengalaman dalam menguasai bidangnya semakin dalam, sehingga mampu memiliki self efficacy yang tinggi dan mampu melakukan sesuatu sesuai tindakan dengan rasa kepercayaan diri yang tinggi. Tujuan penelitian: ini untuk mengetahui hubungan masa bekerja tim code blue dengan self efficacy dalam penatalaksanaan pasien gawat darurat. Metode: penelitian ini menggunakan desain penelitian descriptive correlational dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan tim code blue di Rumah Sakit Bina Sehat Jember. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 52 tenaga kesehatan. Alat pengumpulan data yang digunakan ialah kuesioner yang berisi 1 pertanyaan pada variabel masa bekerja tim code blue dan kuesioner self efficacy yang berjumlah 10 pertanyaan yang sudah peneliti uji validitas dan realibitasnya. Analisis data yang digunakan yaitu uji Korelasi Spearman rho untuk mengetahui adanya hubungan masa bekerja tim code blue dengan self efficacy. Hasil: penelitian menunjukkan nilai p 0,001 < 0,05 yang artinya Ho di tolak sehingga terdapat hubungan masa bekerja tim code blue dengan self efficacy dalam penatalaksanaan pasien gawat darurat. Kesimpulan penelitian ini yaitu lama masa bekerja sebagai tim code blue berkorelasi positif dengan self efficacy yang di miliki tenaga kesehatan Rumah Sakit Bina Sehat Jember.