Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Dampak Budaya Lokal Terhadap Partisipasi Pendidikan: Studi Kasus di Kecamatan Reok Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur Kaharudin; Zainur Wula; Zulkhaedir Abdussamad; Baco Tang; Wahid Hasyim TRA Beni; syarifuddin darajad
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20116

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak budaya lokal terhadap partisipasi pendidikan masyarakat di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, sekaligus mengkaji upaya revitalisasi budaya lokal dan pola pelibatan masyarakat dalam mendukung keberlangsungan pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus etnografis-fenomenologis, di mana data dihimpun melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan penelusuran dokumen terhadap tokoh adat, orang tua, pengurus komite sekolah, kepala sekolah, guru, pengawas pendidikan, serta peserta didik. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya lokal Reok memberikan pengaruh ganda terhadap partisipasi pendidikan. Nilai gotong royong, penghormatan terhadap ilmu pengetahuan, dan peran tokoh adat mendorong semangat bersekolah, sementara konstruksi budaya seperti mendo (anggapan bahwa pendidikan tinggi memberatkan ekonomi keluarga), takdir (kepasrahan atas nasib hidup), dan anak wina (pembatasan pendidikan bagi anak perempuan), ditambah keterlibatan anak dalam kegiatan adat, ekonomi keluarga berbasis tradisi, dan pernikahan usia muda, menjadi faktor penghambat. Revitalisasi budaya melalui integrasi muatan lokal, sanggar budaya, dan pelibatan tokoh adat terbukti memperkuat relevansi pembelajaran dan identitas peserta didik, meskipun masih terkendala keterbatasan sumber daya dan pelatihan guru. Keterlibatan masyarakat melalui komite sekolah, gotong royong, dan kemitraan sekolah-orang tua juga berkorelasi positif dengan kedisiplinan dan motivasi belajar siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan pendidikan berbasis budaya yang kontekstual dan kolaboratif di wilayah dengan tradisi kuat seperti Reok.
Symbolic Violence Against Students at School Yayuk Julyyanti; Idris Idris; Wahid Hasyim Tra Beni; Burhan Kiko; Nurdin Nurdin; Amirulah Datuk
Heritage Vol. 4 No. 2 (2023): Heritage: Journal Of Social Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/hrtg.v4i2.114

Abstract

This study aimed to determine the process of occurrence of symbolic violence on students and the impact of symbolic violence on students at SMAN Flobamorata Kupang (SKO). This study employed a qualitative method. The subjects in this study were teachers and students of SMAN Flobamorata Kupang. Data collection used observation, interviews, and documentation. The data analysis used data reduction, data presentation, and conclusions. The results of the study show that there is symbolic violence in SKO through language because the teachers have symbolic dominance over students. If there are students who are noisy in class, lazy to do assignments, and focus more on sports activities, the teachers easily say lazy and stupid. Meanwhile, there is also symbolic violence between students at SKO because of seniority. Students who have more experience have symbolic dominance because they first enter SKO, so they always want to be respected. In addition, the causes of symbolic violence in SKO are due to differences in the origins of students from cities and countryside. Students from the city of Kupang feel that they have symbolic dominance because they think they know more about life in the city and feel that they are more accomplished in academics and sports than students from the village.