Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Porositas dan Permeabilitas Satuan Batupasir Formasi Ledok sebagai Potensi Batuan Reservoir Daerah Kedewan dan Sekitanya Bojonegoro, Jawa Timur Sapto Heru Yuwanto; Muhammad Zulvi Rosadi
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 5, No 3 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.5.3.2022.163-170

Abstract

Daerah penelitian terletak pada Zona Rembang, secara  administratif yaitu Desa Beji dan sekitarnya, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Maksud dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi geologi, geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, sejarah geologi, serta kualitas porositas dan permeabilitas untuk penentuan batuan reservoir pada daerah penelitian. Pada penelitian geologi kali ini dilakukan dengan penelitian permuakaan daerah penelitian, sedangkan analisis yang dilakukan adalah analisa petrografi, analisa mikropaleontologi analisis struktur geologi, analisis stratigrafi dan analisis sifat inti batuan yang menggunakan metode penimbangan serta sayatan tipis untuk mengetahui nilai porositas dan metode pengukuran dengan alat permeameter untuk mengetahui nilai permeabilitas batuoasr firmasi ledok.Geomorfologi pada daerah penelitisn dapat dibagi menjadi yaitu struktural dan denudasional untuk denudasional sendiri kita dapat membagi lagi menjadi dua klasifikasi yaitu D4, D5 untuk denudasional dan S5untuk satuan struktural. Susunan Stratigrafi dari yang paling tua ke yang mudah yaitu  Satuan Batuan Batu Kalkarenit, Satuan Batuan Napal  sisipan kalkarenit, Satuan Batupasir, dan Satuan Batuan Napal. Struktur geologi daerah penelitian yaitu Antiklin Kedewan, Antiklin Beji, Sesar Geser Kiri Diperkirakan. Rata-rata Porositas Satuan Batuan Batupasir Ledok dengan nilai rata-rata 34,665% (istimewa) dan nilai permeabilitas memiliki rata-rata 76,58133mD (baik), Maka dapat disimpulkan satuan Batuan BatupasirLedokberpotensi menjadi reservoir yang baik.
Estimasi Sumberdaya Dan Cadangan Dengan Metode Ordinary Kriging Pada Blok Eksplorasi Cahaya Prima Kausa Di PT. Cinta Jaya (Gasing Grub) Desa Tapunggaya, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara Aldy Elriq Syahputra; Sapto Heru Yuwanto; Yazid Fanani
Journal of Geology Sriwijaya Vol 1 No 2 (2022): The Journal of Geology Sriwijaya
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/10.5281/zenodo.8240455

Abstract

PT. Cinta Jaya (Gasing Grub) merupakan perusahaan bidang pertambangan Nikel Laterite yang merupakan anak perusahaan dari PT. Gasing Sulawesi. Perusahaan ini telah melakukan kegiatan eksplorasi lanjut guna mengetahui volume, densitas, dan juga kemenerusan kadar pada blok eksplorasi cahaya prima kausa. Kegiatan eksplorasi dilakukan dengan melakukan pemboran inti dengan jumlah 36 titik pengeboran dengan jarak 50 meter dengan luas 8 ha. Penelitian ini dilakukan dengan menentukan domain geologi dari perlapisan nikel laterite (Limonite, Saprolite, dan Bedrock) dengan pendekatan geostatistik. Metode yang digunakan yakni Ordinary Kriging dengan penentuan tipe variogram yang telah ditentukan berdasarkan Parameter Variogram. Hasil perolehan sumberdaya pada lapisan limonite sebesar 726,784 m3; lapisan Saprolite 398,336 m3; untuk perolehan cadangan Low grade sebesar 14,080 m3; Medium Grade 222,208 m3; dan Hight Grade 176,128 m3
Stereographic Analysis of Cleat Characteristics in Coal and its Controlling Forces Sapto Heru Yuwanto; Muhammad Abdul Rifa’i
Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelititan dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Adhi Tama Suraba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jemt.2023.v4i1.4813

Abstract

Cleat analysis plays a crucial role in coal mining, although it is often overlooked. Cleat is related to permeability and porosity, serving as a location for the accumulation of gases. In coal seams, cleats control slope stability and serve as pathways for gas and liquid flow. Therefore, the utilization of cleats in coal mining varies significantly, as it can determine mining patterns and serve as a guide for identifying the presence of Coal Bed Methane (CBM). This research was conducted in the village of Jebak and its surroundings, Muara Tembesi District, Batang Hari Regency, Jambi Province. Stereographic methods were used to identify controlling forces in coal structures based on field measurements of face cleats and butt cleats, resulting in the direction of controlling forces in ridge formation. Based on the results and lithological discussions at the research site, the lithology consists of sandstone interbedded with coal, mudstone, and mudstone with coal and fine sandstone inserts. Stereographic analysis of cleat measurements revealed that the resulting forces were compression forces from the Northeast to the Southwest and from the Southwest to the Southeast, indicating that the origin of the cleat falls into the category of Exogenic Cleat.
Analisis Kualitas Air Tanah di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur Purab, Baltasar Belang Baga; Bahar, Hendra; Yuwanto, Sapto Heru
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2023: Transformasi Riset, Inovasi dan Kreativitas Menuju Smart Technology dan Smart Energy
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan, bukan hanya bagi manusia, tetapi juga untuk berbagai makhluk hidup di Bumi, termasuk hewan dan tumbuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, penduduk di daerah penelitian, yakni Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, mengandalkan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari seperti konsumsi, memasak, mandi, dan mencuci. Selain itu, sumber air tanah juga digunakan untuk keperluan irigasi pertanian, industri tekstil, dan pembangkit listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air tanah yang dimanfaatkan oleh penduduk di daerah penelitian. Metode penelitian mencakup pemetaan geologi permukaan untuk mengidentifikasi kondisi geologis dan survei hidrogeologi. Wilayah penelitian dibagi menjadi dua satuan geomorfologi, yaitu dataran tanpa erosi (D5) dan perbukitan dengan erosi minim (D1), dan terdiri dari dua jenis litologi, yakni batupasir di bagian utara daerah penelitian dan breksi di bagian selatan daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai konduktivitas listrik (DHL) mengindikasikan kualitas air yang baik, dengan kisaran antara 250 hingga 750 µmhos/cm. Nilai Total Zat Terlarut (TDS) berada dalam kisaran angka kurang dari 1.000 mg/l, menunjukkan bahwa air tanah masih aman digunakan dan tidak memiliki kadar garam yang tinggi.
Evaluasi Kegiatan Penimbunan Batubara pada Stockpile di PT M Kabupaten Malinau Kusdarini, Esthi; Afrianti, Risa; Yuwanto, Sapto Heru; Budianto, Agus
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2023: Transformasi Riset, Inovasi dan Kreativitas Menuju Smart Technology dan Smart Energy
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan penimbunan batubara berpotensi menimbulkan swabakar dan kecelakaan kerja, oleh karena perlu diminimalisir dampak negatif yang kemungkinan terjadi. Penelitian bertujuan: 1) menjelaskan kondisi kegiatan penimbunan batubara di PT M; 2) menjelaskan faktor-faktor yang berpotensi menimbulkan dampak negatif pada kegiatan penimbunan batubara di PT M; 3) menjelaskan upaya-upaya untuk meminimalisir dampak negatif pada kegiatan penimbunan batubara di PT M. Metode yang digunakan adalah pengamatan, wawancara, dan pengumpulan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) batubara yang ditimbun adalah jenis sub bituminus 5400-5700 kal, sistem pengiriman menggunakan first in first out (FIFO), penimbunan mengikuti pola windrow, pada stockpile terdapat genangan air apabila turun hujan, sudah dilakukan penyiraman pada batubara dua kali sehari untuk mencegah swabakar, ditemukan sampah plastik pada timbunan batubara, angle of repose terlalu besar atau ketinggian timbunan sampai 9 m dari batas maksimal 7 m; 2) adanya genangan air pada area stockpile berpotensi meningkatkan kadar air batubara, ketinggian timbunan melebihi batas maksimal yang diijinkan berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja, adanya sampah plastik pada area stockpile berpotensi mencemari batubara; 3) pada area stockpile sebaiknya dibuat saluran air sehingga kadar air batubara tidak meningkat, sudut timbunan batubara dikurangi atau ketinggian timbunan batubara maksimal 7 m, serta dijaga kebersihan stockpile dari sampah plastik.
Stereographic Analysis of Cleat Characteristics in Coal and its Controlling Forces Yuwanto, Sapto Heru; Rifa’i, Muhammad Abdul
Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelititan dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Adhi Tama Suraba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jemt.2023.v4i1.4813

Abstract

Cleat analysis plays a crucial role in coal mining, although it is often overlooked. Cleat is related to permeability and porosity, serving as a location for the accumulation of gases. In coal seams, cleats control slope stability and serve as pathways for gas and liquid flow. Therefore, the utilization of cleats in coal mining varies significantly, as it can determine mining patterns and serve as a guide for identifying the presence of Coal Bed Methane (CBM). This research was conducted in the village of Jebak and its surroundings, Muara Tembesi District, Batang Hari Regency, Jambi Province. Stereographic methods were used to identify controlling forces in coal structures based on field measurements of face cleats and butt cleats, resulting in the direction of controlling forces in ridge formation. Based on the results and lithological discussions at the research site, the lithology consists of sandstone interbedded with coal, mudstone, and mudstone with coal and fine sandstone inserts. Stereographic analysis of cleat measurements revealed that the resulting forces were compression forces from the Northeast to the Southwest and from the Southwest to the Southeast, indicating that the origin of the cleat falls into the category of Exogenic Cleat.
Estimation of Nickel Laterite Resources and Reserves Using Ordinary Kriging and Inverse Distance Weighting (IDW) Methods: A Case Study from the Kolaka Block, PT Indrabakti Mustika, North Konawe Regency, Southeast Sulawesi Putra, Inga Kharisma; Sari, Avellyn Shinthya; Yuwanto, Sapto Heru
Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelititan dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Adhi Tama Suraba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jemt.2024.v5i1.6190

Abstract

This study aims to assess the geological domains and estimate the nickel laterite resources and reserves within the Kolaka Block exploration area at PT Indrabakti Mustika, utilizing the Ordinary Kriging and Inverse Distance Weight (IDW) methods. The research employs quantitative and qualitative approaches to evaluate the geological framework and estimate the nickel laterite resources and reserves. Geological domain classification—limonite, saprolite, and bedrock layers—was achieved through detailed core section analysis, which informed the delineation of the nickel laterite zones. Based on the IDW method, the resource estimation results indicate 3,180,350 m³ (4,611,509 metric tons) of nickel laterite resources. This is subdivided into limonite zone resources (1,547,475 m³ or 2,243,840 metric tons) and saprolite zone resources (1,632,875 m³ or 2,367,669 metric tons). Using the Ordinary Kriging method, the total nickel laterite resource is estimated at 3,212,275 m³ (4,657,801 metric tons), with the limonite zone contributing 1,562,500 m³ (2,265,627 metric tons) and the saprolite zone contributing 1,649,775 m³ (2,392,174 metric tons). For the reserve estimation, the IDW method suggests a total of 1,205,875 m³ (1,748,520 metric tons) of nickel laterite reserves. These reserves are divided into limonite zone reserves (456,275 m³ or 661,600 metric tons) and saprolite zone reserves (749,600 m³ or 1,086,920 metric tons). In contrast, the Ordinary Kriging method estimates a total of 1,142,225 m³ (1,656,227 metric tons) of reserves, with limonite zone reserves of 516,700 m³ (749,216 metric tons) and saprolite zone reserves of 625,525 m³ (907,011 metric tons). These findings provide a comprehensive understanding of nickel laterite's geological and resource distribution in the Kolaka Block, offering crucial data for further exploration and development activities at PT Indrabakti Mustika.
Estimasi Sumberdaya Andesit Menggunakan Metode Cross Section Pada Blok Eksplorasi Di PT. Bumi Kejayan Desa Benerwejo, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur Susanto, Muhammad Nizarudin Agus; Yuwanto, Sapto Heru; Fanani, Yazid
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2024: Menjembatani Energi Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau melalui Transformasi Riset dan Teknologi T
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Bumi Kejayan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu andesit yang berlokasi di Desa Benerwejo, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur dengan luas areal IUP 40,01 Ha. PT. Bumi Kejayan melakukan kegiatan eksplorasi di dalam areal IUP dengan luasan blok eskplorasi 8,6 Ha, sehingga sebelum dilakukan kegiatan penambangan perlu di lakukan perhitungan estimasi sumberdaya. Tujuan dilakukan perhitungan estimasi sumberdaya pada Blok Eksplorasi PT. bumi Kejayan untuk mengetahui kualitas serta kuantitas batu andesit pada Blok Eksplorasi. Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk mengestimasi sumberdaya yaitu metode Cross Section dengan penerapan pedoman perubahan bertahap (rule of gradual change), Analisis sebaran batu andesit menggunakan data geolistrik. Volume estimasi sumberdaya diperoleh dengan menggunakan bantuan perangkat lunak surpac 6.6.2. Berdasarkan hasil Analisa dan pembahasan, estimasi sumberdaya pada blok eskplorasi PT. Bumi Kejayan termasuk dalam klasifikasi sumberdaya terukur dan diketahui di bawah permukaan blok eskplorasi terdapat 3 lapisan litologi yaitu top soil, breksi dan 2 lapisan andesit masing – masing lapisan litologi di estmasi menggunakan metode cross section dengan jarak antara sayatan penampang sejauh 50 meter sehingga diperoleh 9 section dan didapatkan jumlah volume top soil 108,694.63 m3, breksi 1,496,323.73 m3, andesit 01 68,861.60 m3 dan andesit 02 diperoleh volume sebesar 1,168,595.00 m3.
Identifikasi Persebaran dan Ketebalan Seam Batubara Berdasarkan Data Geophysical Well Logging Daerah Loa Kulu dan Sekitarnya, Kutai Kartanegara Yuwanto, Sapto Heru; Bakanuku, Evendi S
Geosapta Vol 10, No 2 (2024): JULI 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v10i2.14499

Abstract

Mengoptimalkan potensi batu bara dapat diperoleh dengan melakukan proses berkelanjutan yaitu dengan kegiatan eksplorasi. Eksplorasi dapat di upayakan dalam mengungkapkan informasi - informasi geologi bawah permukaan adalah dengan menggunakan metode geophisical well logging. Proses logging pada kegiatan eksplorasi batubara sangat penting karena dapat memberikan informasi yang akurat dan mendetail mengenai kondisi bawah permukaan, seperti susunan batuan, ketebalan lapisan batuan, dan struktur batuan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi geologi seperti jenis lithologi, pola persebaran seam batubara serta ketebalan seam batubara yang terdapat didaerah penelitian berdasarkan data geophysical well logging. Metode penelitian ini adalah dengan menganalisis data logging dengan memperhatikan nilai defleksi setiap log baik gamma ray, caliper dan density. Setelah dilakukan pengukuran kedalaman dan ketebalan kemudian dimasukkan ke dalam perangkat lunak komputer (software) untuk dilakukan pemodelan. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian ini mengindikasikan 5 jenis lithologi, yaitu batulempung (claystone), batulanau (siltstone), batupasir (sandstone), coaly shale dan batubara (coal). Lapisan batubara didaerah penelitian terdiri dari 12 seam batubara dengan ketebalan berkisar antara 0.16 - 9.50 m, dan terdapat pada kedalaman sekitar 1.08 - 112.50 m, pola penyebaran secara keseluruhan mengarah Barat Daya - Timur Laut dengan kemiringan relatif arah Tenggara.
Estimasi Sumberdaya Nikel Laterit dengan metode Ordinary Kriging dan Inverse Distance Weight ( IDW ) Di PT. X , Kecamatan Langgikima , Kabupaten Konoware Utara , Sulawesi Tenggara Maturangga, Herodia Tribrata Ananda; Jusfarida, Jusfarida -; Yuwanto, Sapto Heru
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT.X merupakan perusahaan pertambangan nikel yang terletak di kecamatan Langgikima , Kabupaten Konawe Utara , Sulawesi Tenggara dimana perusahaan ini telah melakukan kegiatan operasi produksi sebagai upaya mendapatkan nikel dengan kadar cut off grade yang telah ditentukan serta telah melakukan exploasi lanjutan dan diketahui terdapat pada zonasi ( ku) yang memiliki kandungan diantaranya adalah batuan peridotit , harzburgit, dunit , gabro , dan serpentinit serta untuk mendapatkan volume , density , dan endapan kadar nikel . Kegiatan eksplorasi dilakukan dengan melakukan pengeboran dengan 108 titik lubang bor .Penelitian ini bertujuan untuk menentukan  domain Limonite , Saprolite , Badrock dengan pendekatan geostatistik dan diolah menggunakan software estimasi perhitungan sumberdaya dan cadangan menggunakan Metode Inverse Distance Weight dan Ordinary Kriging seta melalui perhitungan Variogram dan pemodelan menggunakan Blok Model . Selanjutnya guna mengetahui volume dari endapan Limonite dan Saprolite peneliti menggunakana Metode Inverse Distance Weight dan Ordinary Kriging guna mengetahui volume dan membandingkan hasil dari ke dua metode tersebut .Dalam upaya menentukan Volume  pada Zona Limonite menggunakan Metode Inverse Distance Weight dan Ordinary Kriging memiliki volume yang sama yaitu 1.014.800 m3 namun memiliki perbedaan tonase antara kedua Metode tersebut dimana Metode Inverse Distance Weight memiliki tonase 1.471.460 m3 dan Metode Ordinary Kriging 1.189.204 m3 ,  pada Zona Saprolite menggunakan Metode Inverse Distance Weight dan Ordinary Kriging juga memiliki volume yang sama yaitu 713.175 m3 namun tonase dari volume’nya juga berbeda dimana Metode Inverse Distance Weight memiliki tonase 1.034.104 m3 dan Metode Ordinary Kriging memiliki tonase 1.069.763 m3 dalam khasus ini mengapa tonase berbeda yaitu dikarenakan adanya faktor Anisotop dimana faktor Anisotop ini diperhitungkan di Metode Ordinary Kriging namun tidak diperhitungkan di Metode Inverse Distance Weight faktor Anisotop sendiri mempengaruhi densiti batuan/massa jenis batuan dari berbagai aspek seperti Jenis dan Jumlah Mineral serta presentasinya , porositas batuan , fluida pengisi rongga , tingkat kekompakan , distribusi ukuran , ukuran dan bentuk partikel , kadae air permukaan , dan  keberadaan komponen rongga maupun komponen padatan.Untuk volume cadangan pada Zona Limonite Menggunakan Metode Inverse Distance Weight diketahui sebesar 775.575 m3 sedangkan Metode Ordinary Kriging diketahui sebesar 869.000 m3 , dan pada Zona Saprolite Metode Inverse Distance Weight memiliki volume 495.000 m3 dan Metode Ordinary Kriging memiliki volume 575.525 m3 dan mengapa volume pada cadangan berbeda sedangkan divolume sumberdaya berbeda yaitu terdapat pada perbedaan pandangan pada kedua metode dalam penentuan kadar nikel itu sendiri seperti contoh terdapat sebuah singkapan dengan kadar nikel dibawah 1 namun memiliki kekompakan yang cukup pada metode Ordinary Kriging dapat dilihat sebagai kadar nikel 1 yang mengakibatkan telah memenuhi nilai dari Cut Off Grade itu sendiri.Kata Kunci : Perhitungan Estimasi Sumberdaya Dan Cadangan Nikel Laterite , Metode Inverse Distance Weight , Metode Ordinary Kriging 
Co-Authors Abdibar, Aleik Ainu Abdilbar, Aleik Ainu Achmad Muzaki Afrianti, Risa Agus Budianto ahmad junaidi suwito Aldy Elriq Syahputra Aleik Ainu Abdibar Aleik Ainu Abdilbar Andi Ilham Fadli Anwaningtyas, Ismi Ari Aquilis Bernardo Goncalves Araujo, Nelson Santiago Ribeiro Arif rachman Arif Rachman Avellyn Shinthya Sari Bahar, Hendra Bakanuku, Evendi S Batfutu, Maria Ines Brillianti, Ericsa Catur Purnomo Sidi Cristofer Parorak Eddy Mahardjo F. Moreira, Joao Bosco Fadli, Andi Ilham Fanani, Yazid Goncalves, Aquilis Bernardo Handoko Teguh Wibowo Heni Siska Wiyanti Heni Siska Wiyanti Ikwan Ikwan Ikwan, Ikwan Irmawati, Erni Ismi Ari Anwaningtyas Joao Bosco F. Moreira Jusfarida, Jusfarida - Kusdarini, Esthi Lakon Utamakno Lakon Utamakno Lakon Utamakno Lintang Dialy Kusuma Wardhani Luky Febri Eko Nugroho Mahardjo, Eddy Mandalay, Suci Ainun Maria Ines Batfutu Maturangga, Herodia Tribrata Ananda Maulana Syah Muhammad Abdul Rifa’i Muhammad Fanni Syahrozani Muhammad Zulvi Rosadi Muzaki, Achmad Nelson Santiago Ribeiro Araujo Nugroho, Luky Febri Eko Oratmangun, Trivenna A Parorak, Cristofer Purab, Baltasar Belang Baga Putra, Inga Kharisma Rahmadani, Veronika Budi Renaldy, Davin Revi Eka Wardhany Rifa’i, Muhammad Abdul Rima Rosaliana Rosaliana, Rima Satria Heruroso Suci Ainun Mandalay Susanto, Muhammad Nizarudin Agus Syah, Maulana Syahrozani, Muhammad Fanni Trivenna A Oratmangun Utamakno, Lakon Veronika Budi Rahmadani Wardhani, Lintang Dialy Kusuma Wardhany, Revi Eka Wibowo, Handoko Teguh Wiyanti, Heni Siska