Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Perkembangan Kurikulum Sebagai Bentuk Evolusi Sosial: Studi Teori Herbert Spencer dalam Pendidikan Zahra, Siti; Irvan, Mohammad; Deristian, Zaidan Andra; Wijaya, Saif Harits; Hufad, Achmad; Achdiani, Yani
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): (JUNI 2025) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v6i1.11385

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka di perguruan tinggi Indonesia, dengan fokus utama pada dampak kurikulum terhadap metode pembelajaran, adaptasi mahasiswa, dan kesiapan tenaga pengajar dalam mengimplementasikan kurikulum baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam beradaptasi dengan Kurikulum Merdeka, serta kesiapan dan pemahaman dosen dalam menjalankan kurikulum tersebut, dan dampaknya terhadap pengalaman serta keterampilan mahasiswa. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan wawancara sebagai instrumen utama. Sampel penelitian melibatkan 7 narasumber, yaitu mahasiswa semester 2 yang sudah mengalami Kurikulum Merdeka, mahasiswa semester 4 yang masih mengikuti kurikulum sebelumnya, serta dosen yang terlibat langsung dalam proses pengajaran. Pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu memilih individu yang masih aktif sebagai bagian dari civitas akademika. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan studi kasus dan pendekatan analisis konstruktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran, implementasinya belum sepenuhnya menghasilkan perubahan yang signifikan dalam pengalaman belajar mahasiswa. Faktor utama yang menghambat adaptasi mahasiswa adalah kesulitan dalam beralih ke metode pembelajaran yang lebih mandiri dan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Selain itu, evaluasi yang kurang mencerminkan pemahaman mahasiswa secara nyata juga menjadi kendala. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada kesiapan tenaga pengajar dalam memahami dan mengimplementasikan kurikulum tersebut dengan efektif, serta pada konsistensi kebijakan pendidikan yang harus dijaga untuk menciptakan stabilitas dalam sistem pendidikan di Indonesia.
Perkembangan Kurikulum Sebagai Bentuk Evolusi Sosial: Studi Teori Herbert Spencer dalam Pendidikan Zahra, Siti; Irvan, Mohammad; Deristian, Zaidan Andra; Wijaya, Saif Harits; Hufad, Achmad; Achdiani, Yani
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): (JUNI 2025) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v6i1.11385

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka di perguruan tinggi Indonesia, dengan fokus utama pada dampak kurikulum terhadap metode pembelajaran, adaptasi mahasiswa, dan kesiapan tenaga pengajar dalam mengimplementasikan kurikulum baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam beradaptasi dengan Kurikulum Merdeka, serta kesiapan dan pemahaman dosen dalam menjalankan kurikulum tersebut, dan dampaknya terhadap pengalaman serta keterampilan mahasiswa. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan wawancara sebagai instrumen utama. Sampel penelitian melibatkan 7 narasumber, yaitu mahasiswa semester 2 yang sudah mengalami Kurikulum Merdeka, mahasiswa semester 4 yang masih mengikuti kurikulum sebelumnya, serta dosen yang terlibat langsung dalam proses pengajaran. Pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu memilih individu yang masih aktif sebagai bagian dari civitas akademika. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan studi kasus dan pendekatan analisis konstruktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran, implementasinya belum sepenuhnya menghasilkan perubahan yang signifikan dalam pengalaman belajar mahasiswa. Faktor utama yang menghambat adaptasi mahasiswa adalah kesulitan dalam beralih ke metode pembelajaran yang lebih mandiri dan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Selain itu, evaluasi yang kurang mencerminkan pemahaman mahasiswa secara nyata juga menjadi kendala. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada kesiapan tenaga pengajar dalam memahami dan mengimplementasikan kurikulum tersebut dengan efektif, serta pada konsistensi kebijakan pendidikan yang harus dijaga untuk menciptakan stabilitas dalam sistem pendidikan di Indonesia.
KEKERASAN SIMBOLIK DALAM OSPEK DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEMBENTUKAN IDENTITAS MAHASISWA Zahra, Siti; Nur Alia Abdullah, Mirna; Retsa Rizaldi Mujayapura, Muhammad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 5 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i5.2025.2151-2156

Abstract

Ospek merupakan kegiatan orientasi bagi mahasiswa baru yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya akademik dan sosial kampus. Namun, dalam praktiknya, ospek sering kali mengandung unsur kekerasan simbolik yang menempatkan mahasiswa baru dalam posisi subordinat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kekerasan simbolik dalam ospek dan dampaknya terhadap pembentukan identitas mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara terhadap mahasiswa angkatan 2024 dari Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ospek tidak hanya berfungsi sebagai ajang pengenalan kampus tetapi juga sebagai mekanisme reproduksi kekuasaan yang sering kali bersifat otoriter. Tekanan yang diberikan tidak hanya berupa tuntutan kepatuhan sosial, tetapi juga dalam bentuk beban fisik, mental, dan finansial yang membebani mahasiswa baru. Dampak dari ospek ini bersifat ambivalen, di mana beberapa mahasiswa merasa bahwa ospek membantu mereka beradaptasi dengan kehidupan kampus, sementara yang lain merasa tertekan dan mengembangkan sikap perlawanan terhadap sistem. Oleh karena itu, diperlukan reformasi dalam pelaksanaan ospek agar dapat menghindari praktik kekerasan simbolik dan lebih mengedepankan pendekatan edukatif yang inklusif dan konstruktif bagi mahasiswa baru.
The Influence of Internal Control and Characteristics of Management Accounting Information Systems on Managerial Performance: Environmental Uncertainty as Moderating Variable Zahra, Siti; Petra, Berta Agus; Suryadi, Dodi
UPI YPTK Journal of Business and Economics Vol. 10 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Putra Indonesia YPTK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jbe.v10i2.300

Abstract

This study aims to determine the influence of internal control and Management Accounting Information Systems (MAIS) characteristics on managerial performance with environmental uncertainty as a moderating variable. In this study, the object used is PT Pelabuhan Indonesia This study aims to determine the influence of internal control and Management Accounting Information Systems (MAIS) characteristics on managerial performance with environmental uncertainty as a moderating variable. In this study, the object used is PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Teluk Bayur. The sample was selected using a purposive sampling method with certain criteria needed in this study. The sample determination method used in this study was a total sampling of 30 people. The analysis technique in this study used the Structural Equation Modeling (SEM) technique with the Partial Least Squares (PLS) approach. The study's results prove that internal control has an insignificant influence on managerial performance. In contrast, the characteristics of the management accounting information system have a significant effect on managerial performance. Environmental uncertainty does not moderate the relationship between internal control and managerial performance. However, environmental uncertainty moderates the relationship between accounting information system characteristics and managerial performance. (Persero) Regional 2 Teluk Bayur. The sample was selected using a purposive sampling method with certain criteria needed in this study. The sample determination method used in this study was a total sampling of 30 people. The analysis technique in this study used the Structural Equation Modeling (SEM) technique with the Partial Least Squares (PLS) approach. The study's results prove that internal control has an insignificant influence on managerial performance. In contrast, the characteristics of the management accounting information system have a significant effect on managerial performance. Environmental uncertainty does not moderate the relationship between internal control and managerial performance. However, environmental uncertainty moderates the relationship between accounting information system characteristics and managerial performance.
Overview of the Quality of Life of Fishing Communities Zahra, Siti; Fitri, Siti Yuyun Rahayu; Fitri, Siti Ulfa Rifa’atul
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 1 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i1.2627

Abstract

Fishing communities face hazardous working environments, health problems due to high workloads and consumption of addictive substances, long working periods, low levels of education, and uncertain incomes that lead to disruptions in their quality of life. Objective: This study aims to determine the description of the quality of life of fishermen in Bojong Salawe Village based on 4 aspects of the dimensions of physical health, psychological health, social relationships, and the environment. Method: This research design is quantitative with descriptive method. The study used simple random sampling method with a sample size of 68 fishermen at Bojongsalawe Beach. Instrumen penelitian ini menggunakan World Health Organization Quality of Life - Abbreviated Form (WHOQoL-BREF). The WHOQoL-BREF measuring instrument has a Tucker-Lewis index (TLI) value = 0.86 and Cronbach's Alpha value of the WHOQOL-BREF questionnaire is 0.89. The analytical tool used is univariate to analyze one variable Results: The results of this study showed that more than most respondents (52.9%) had a low level of quality of life category. The physical health (58.8%), psychological well-being (60.3%) social (37.7%) and environmental (42.6%) dimensions of well-being were analyzed. Conclusions : Optimization of central government policies related to health aspects, provision of fisheries business facilities and infrastructure, training and access to equitable and sustainable sanitation for both fishermen and fishermen's families at Bojongsalawe Beach and occupational health services for fishermen.
EKSOTISME PAKISTAN DAN INDIA DALAM “THE HOLY WOMAN” DAN “TYPHOON” KARYA QAISRA SHAHARAZ Zahra, Siti; A’ida, Wanda Nur; Azam, Zidan Khairul; Nurholis, Nurholis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v4i4.7471

Abstract

This study investigates the use of exoticism in Qaisra Shahraz's novels The Holy Woman and Typhoon. Exoticism in literature extends beyond depicting foreign cultures, often functioning as a lens to critique social realities through stereotypes and cultural symbolism. This research employs a qualitative descriptive method, focusing on how Shahraz uses exotic elements to portray the complexity of gender, identity, and power dynamics in Pakistan. The study compares Shahraz’s works with Taj by Timeri N. Murari and Beneath a Marble Sky by John Shors, which showcase exoticism within Indian cultural contexts. The findings reveal that in The Holy Woman, exoticism highlights patriarchal traditions and social inequalities, particularly through rituals like making women "holy" to preserve family honor. Similarly, Typhoon explores dual identities and societal pressures within a diasporic setting, employing exotic cultural practices and language to enrich the narrative. Contrastingly, the Indian novels use the grandeur of the Mughal era, exemplified by the Taj Mahal, to critique political power struggles and social injustices. The study concludes that exoticism in these literary works serves as both an aesthetic device and a medium for social critique, revealing the nuanced intersection of tradition, gender, and power. This analysis enhances understanding of how postcolonial literature uses exoticism to navigate cross-cultural narratives and reflect on societal complexities.
Settlement Of Dispute Of Ijarah Muntahiya Bit Tamlik (Imbt) Based On Fatwa Dsn-MUI Number: 27/Dsn- Mui/Iii/2002 Fathurohman, Imron; Magi, Bahmid I; Ramadhan, Syahrur Gilang; Zahra, Siti
International Conference on Islamic Economic (ICIE) Vol. 2 No. 2 (2023): October
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58223/icie.v2i2.272

Abstract

The background of this research is the existence of leasing transactions (ijarah) where the lessee and the lessee (goods owner) have an agreement to sell or grant the leased goods at the end of the lease term, so that this transaction ends with a transfer of ownership of the leased property. In fact, the ownership of the leased assets is not transferred in the Ijarah contract. However, if the lessee wishes to own the property for lease, this can be exercised through put options and/or grants at the end of the contract. The form of leasing in Contemporary Fiqh Mu'amalah above is called Ijarah Muntahiya Bit Tamlik (IMBT) and this transaction already contains provisions as the basis for its implementation in the form of a DSN-MUI fatwa. With the innovation of the contract in the rental contract, it is inseparable from the problem of disputes that might arise in it. Therefore, this study aims to find out the settlement of disputes in Ijarah Muntahiya Bit Tamlik based on MUI Fatwa Number: 27/DSN-MUI/III/2022. The transaction, known as Ijarah Muntahiya Bit Tamlik (IMBT), is a kind of combination of a lease agreement with a sale and purchase contract or a lease agreement with a grant, or more precisely, a lease agreement that ends with the ownership of the rented object in the hands of the lessee. The nature of the transfer of ownership is also what distinguishes it from ijarah in general. As for IMBT financing in Islamic banking, it has the same treatment as murabahah contract financing. The similarity between the two is that the financing is included in the natural certainty contract category, and basically is a sale and purchase contract. The difference between these two types of financing is only in the object of the transaction being traded. In murabahah financing, the object of the transaction is goods such as a house or car, whereas in ijarah financing, the object of the transaction is a service, both benefits for goods and benefits for labour. The implementation of the IMBT contract in Islamic banking is that the bank provides financing to the customer by procuring an item which is then leased to the customer, and at the end of the lease the ownership of the item passes to the customer, after the customer has paid off the lease as well as the remainder of the purchase. This transfer of ownership can use a sale and purchase contract or a grant contract. In financing Ijarah Mutahiya Bit Tamlik (IMBT), if in the future there is a dispute between the customer and the bank, then according to the DSN-MUI Fatwa Number: 27/DSN-MUI/III/2002 concerning Ijarah Mutahiya Bit Tamlik (IMBT) it can be resolved through two options, namely by way of deliberation and/or through the Sharia Arbitration Board. The Sharia Arbitration Board is the final step in resolving IMBT disputes after deliberations cannot resolve the dispute.
Pelaksanaan Akad Murabahah Bil Wakalah Di Bank Syariah KCP Subang Pamanukan Zahra, Siti
MASHLAHAH Vol. 2 No. 2 (2023): Mashlahah: Journal of Islamic Economics
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Kunir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62824/0h8ka648

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang pelaksanaan akad murabahah bil wakalah pada KCP Bank Syariah Indonesia di Pamanukan. Adapun penelitian yang dilaksanakan dalam artikel ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data ini diambil dari sumber tertulis yang berikan dengan akad murabahah bil wakalah pada dunia perbankan. Jenis data yang diambil dalam artikel ini adalah jenis data kualitatif. Teknik pengumpulan data ini diambil dari beberapa jurnal dan wawancara. serta informasi informasi yang ada di internet. Teknik analisis data dalam artikel ini menggunakan teknis narasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa penerapan atau pelaksanaan murabahah bil wakalah dapat diterapkan dalam transaksi jual beli. Yang mana didalamnya ketika pembelian diwakilkan oleh pihak nasabah dan jika produk tersebut telah didapatkan maka, produk dikembalikan lagi pda pihak bank. Dan pihak bank dapat menjual nya dengan cara menyebutkan keuntungan awalnya kepada nasabah. Transaksi ini merupakan transaksi yang banyak dan mudah dilaksanakan. Selain untuk melakukan transaksi, akad murabahah bil wakalah digunakan oleh bank syariah indonesia kcp pamanukan ini untuk menyediakan modal kerja atau usaha nasabah.
Community Participation and Social Justice in Urban Sustainability Programs Irianto, Eko; Mulia, Emil; Zahra, Siti
Journal Social Humanity Perspective Vol. 3 No. 2 (2025): Journal Social Humanity Perspective
Publisher : Journal Social Humanity Perspective

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper looks at how the community can play a significant role in promoting social justice in urban sustainability initiatives and how the practice of grassroots is relevant in achieving equitable and sustainable urban futures. Although sustainability initiatives have become the norm and are widely applied, these initiatives are not typically approached with managerial techniques framing them as a justice-providing mechanism but as a procedural requirement, which leads to exclusion and tokenism and marginalizes vulnerable populations. This study relies on a qualitative research design based on the in-depth interviews, focus groups discussions, and field observation within urban populations in an attempt to understand the experiences of participation, the challenge, and redefinition of participation as experienced by the bottom-up. The results show that communities implement justice in a variety of ways, among which are integration of local knowledge, solidarity networks, inclusion and engagement strategies, grassroots advocacy, and the everyday ethics of care. The practices exemplify the ways distributive, procedural, and relational aspects of justice are integrated into community everyday life and tend to fill gaps that may exist in formal institutions. This paper presents a thesis that sustainability management should remake participation not as symbolic gesture but as power-sharing process that considers communities as co-producers of justice and sustainability. This necessitates that managers should integrate equity as a guiding concept, appreciate community-based practices as a knowledge system that is legitimate and reconfigure governance institutions to enable true collaboration. This study will lead to advances in management literature by aligning sustainability, social justice and community governance, through the centrality of justice as a part of participation, and in practical terms, to the policymaker and practitioner.
Perkembangan Kurikulum Sebagai Bentuk Evolusi Sosial: Studi Teori Herbert Spencer dalam Pendidikan Zahra, Siti; Irvan, Mohammad; Deristian, Zaidan Andra; Wijaya, Saif Harits; Hufad, Achmad; Achdiani, Yani
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): JUNI 2025 JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v6i1.11385

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka di perguruan tinggi Indonesia dengan fokus utama pada dampak kurikulum terhadap metode pembelajaran adaptasi mahasiswa dan kesiapan tenaga pengajar dalam mengimplementasikan kurikulum baru Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam beradaptasi dengan Kurikulum Merdeka serta kesiapan dan pemahaman dosen dalam menjalankan kurikulum tersebut dan dampaknya terhadap pengalaman serta keterampilan mahasiswa Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan wawancara sebagai instrumen utama Sampel penelitian melibatkan 7 narasumber yaitu mahasiswa semester 2 yang sudah mengalami Kurikulum Merdeka mahasiswa semester 4 yang masih mengikuti kurikulum sebelumnya serta dosen yang terlibat langsung dalam proses pengajaran Pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu memilih individu yang masih aktif sebagai bagian dari civitas akademika Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan studi kasus dan pendekatan analisis konstruktif Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran implementasinya belum sepenuhnya menghasilkan perubahan yang signifikan dalam pengalaman belajar mahasiswa Faktor utama yang menghambat adaptasi mahasiswa adalah kesulitan dalam beralih ke metode pembelajaran yang lebih mandiri dan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan Selain itu evaluasi yang kurang mencerminkan pemahaman mahasiswa secara nyata juga menjadi kendala Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada kesiapan tenaga pengajar dalam memahami dan mengimplementasikan kurikulum tersebut dengan efektif serta pada konsistensi kebijakan pendidikan yang harus dijaga untuk menciptakan stabilitas dalam sistem pendidikan di Indonesia < p>
Co-Authors Achmad Hufad Agistin, Silvi Ahmad Fahrizi, Irgi Ahmad Fauzan Ainun Mardiah Al-Qadri, M. Sholehuddin Alawiah, Afriana Aldy Ferdiyansyah Alvin Hidayat, Muhammad Apsyara, Tamara Ardiani , Rinda Arifin, Syahrul Arsyad, Rifky Qardhawi Arsyad, Rifqi Qardhawi Asniwati Azam, Zidan Khairul A’ida, Wanda Nur Basid Fuadi, Abdul Berta Agus Petra Dalimunthe, Novia Irawan Deristian, Zaidan Andra Dodi Suryadi EKO IRIANTO Fadhlia, Fadhlia Fathurohman, Imron Fitri, Siti Ulfa Rifa’atul Hasibuan, Muhammad Rifky Azhar Hermansyah Hermansyah Irvan, Mohammad Jaya, I Kadek Yuda Kartini Kartini Kurniawan Kurniawan Kustiawan, Winda Magi, Bahmid I Maya Oktavia, Enika Maysarah, Vivi Melisa, Ade Putri Mulia, Emil Nst, Achmad Ramadhan Nugraha, Puput Nur Alia Abdullah, Mirna Nur Hanifah Nur Rahman, Muhammad Zahran Nurholis Nurholis, Nurholis Nurlailiyah Aidatus Sholihah Nur’aeni, Yuni Permana, Rama Sandy Pratama, Dino Farid Pribadi, Hasan Putri, Harlida Aliya Qhintara, Alika Faza Rahmadati, Rahmadati Raissa Amanda Putri Ramadan, Syahrul Ramadani, Khayrani Ramadhan, Melja Ramadhan, Syahrur Gilang Ramayati, Ramayati Retsa Rizaldi Mujayapura, Muhammad Revindha, Laras Rizki, Alinda Nur Rizki, Fakhri Sajida, Inayah Salsabila, Khalishah Salsabila, Salsabila Satria, Gunawan Dwi Siti Yuyun Rahayu Fitri Sofiah M.T. Subagio, Febriyana Sudarmansyah, Halwatia Malika Atsni Sumaedi, Ade SUMARNI ZAINUDDIN Swarnawati, Aminah Syamsir Syamsir Tambunan, Toman Sony Tarigan, Nur Citra Naadirah Br Wardaya, Sulistya Wijaya, Saif Harits Wulandari, Alia Yani Achdiani Zahrowaini, Taqiya Zakia Azzahro, Umi