Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengelompokan Kabupaten/Kota Berdasarkan Faktor Penyebab Perceraian di Provinsi Jawa Barat Syifa Annur Izzah; Ismaini Zain; Erma Oktania Permatasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v11i3.77018

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Jawa Barat, angka perceraian meningkat dari tahun ke tahun dan kasus perceraian di Provinsi Jawa Barat termasuk ke dalam 3 provinsi yang memiliki kasus perceraian tertinggi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat berdasarkan faktor-faktor penyebab perceraian menggunakan analisis K-Means Clustering yang diawali dengan mengidentifikasi karakteristik data faktor-faktor penyebab perceraian. Penelitian ini menggunakan 13 faktor penyebab perceraian yang digunakan sebagai dasar gugatan menurut Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 pasal 39 ayat 2. Hasil identifikasi karakteristik faktor penyebab perceraian, faktor ekonomi menyumbang angka perceraian sebesar 50.84% dari total kasus yang terjadi pada tahun 2019. Untuk Kota Bandung, Kabupaten Bogor, Ciamis dan Kabupaten Cirebon merupakan daerah yang memiliki angka perceraian tertinggi, didukung oleh banyaknya faktor penyebab perceraian pada daerah tersebut yang juga tertinggi dibandingkan daerah lainnya. Analisis K-Means Clustering menghasilkan 2 cluster, yaitu cluster 2 (6 kabupaten/kota) memiliki karakteristik faktor mabuk, madat, judi, meninggalkan satu pihak, poligami, kekerasan dalam rumah tangga, kawin paksa dan murtad yang lebih tinggi dibandingkan dengan cluster 1 (20 kabupaten/kota).
Implementasi Program Penguatan Literasi Masyarakat di Wilayah Eks-Lokalisasi Dolly Kelurahan Putat Jaya Surabaya Kartika Nuswantara; Ismaini Zain; Nasori; Nisfu Asrul Sani; Nugrahardi Ramadhani; Gita Widi Bhawika
Sewagati Vol 4 No 3 (2020)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.243 KB)

Abstract

Penguatan literasi bagi masyarakat dengan cara pengembangan lingkungan literat. Sehingga sejalan dengan makna literasi sebagai instrument untuk menyelesaikan segala bentuk persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Silkus Deming yang dikenal dengan konsep PLAN-DO-CHECK-ACTION menjadi kerangka dalam melaksanakan kegiatan abmas yang dilatar belakangi oleh penguatan literasi bagi masyarakat. FGD dan observasi langsung menjadi pendekatan yang dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada dalam masyarakat sehingga selanjutnya dapat disusun sebuah rencana (PLAN). Dengan melibatkan 45 anak dari Kampung Kupang Gunung Timur RT 03 RW06 penelitian ini mengemplimentasikan PLAN kedalam tiga unsur pada tahap DO. Ketiga unsur tersebut meliputi dukungan, pendampingan dan keberlanjutan. Dengan menggunakan kuesioner, CHECK menjadi aktivitas untuk mengkur tingkat keberhasilan program. Akhirnya ACTION menyiapkan umpan balik untuk dimanfaatkan pada penelitian selanjutnya. Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi dari sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dengan mendeskripsikan kegiatan yang telah dilakukan diharapkan penelitian ini menjadi alat untuk mengefaluasi program yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber data untuk melanjutkan kegiatan pengabdian tersebut menjadi sebuah program berkelanjutan.
Pembuatan Media Penyuluhan Berbasis Kasus Data Penyebab Diare pada Balita di Daerah Keputih yang Berobat di Medical Center ITS Erma Oktania Permatasari; I Nyoman Budiantara; Agnes Tuti Rumiati; Ismaini Zain; Vita Ratnasari; Madu Ratna
Sewagati Vol 7 No 5 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i5.224

Abstract

Salah satu permasalahan kependudukan di Indonesia adalah kesehatan balita. Penyakit yang dianggap ganas dan menjadi peringkat ketiga pada kasus kematian balita adalah diare. Diare merupakan peningkatan pengeluaran tinja dengan konsistensi lebih cair dan terjadi minimal 3 kali dalam 24 jam. Diare pada balita mengeluarkan tinja > 10 g/kg/24 jam, sedangkan rata-rata pengeluaran tinja sebesar 5-10 g/kg/24 jam. Diare terdiri dari dua macam, yaitu diare akut yang berlangsung kurang dari 14 hari dan diare kronik yang berlangsung lebih dari 15 hari. Medical Center mencatat terdapat peningkatan kasus diare pada balita setiap bulan dari tahun 2019 sampai 2020. Medical Center ITS merupakan pelayanan kesehatan yang terdapat di ITS dan mitra karena sasaran pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat di Kelurahan Keputih, Sukolilo, Surabaya. Diare diduga dipengaruhi oleh tempat pembuangan tinja keluarga, sumber air minum yang digunakan sehari-hari, pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, usia anak, pemberian ASI eksklusif oleh ibu kepada balita, kebiasaan mencuci tangan orang tua, dan kebiasaan mencuci bahan makanan. Perlu adanya diskusi dengan narasumber (dokter dari Medical Center ITS) dan analisis lebih lanjut untuk mengetahui faktor signifikan penyebab kasus diare pada balita. Hasil tersebut dilakukan pembuatan media penyuluhan kepada masyarakat dengan harapan kasus diare pada balita dapat diminimalkan.
Strategi Pelayanan dan Pemasaran melalui Pelatihan Data Analytics di Bank X A. Tuti Rumiati; Ismaini Zain; Kartika Fithriasari; Wibawati Wibawati; Setiawan Setiawan; Vita Ratnasari; Dedy Dwi Prastyo; Erma Oktania Permatasari; Adatul Mukarohmah; Shofi Andari; Husna Miratin Nuroini; Veniola Forestryani; Rhifda Zukhrufi
Madaniya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.801

Abstract

Pelatihan Data Analytics yang diadakan oleh salah satu bank terbesar di Indonesia, yaitu Bank X, merupakan sebuah inisiatif untuk meningkatkan kapasitas karyawan dalam memanfaatkan data nasabah guna menentukan strategi pelayanan dan pemasaran kedepan. Pelatihan ini memberikan pemahaman komprehensif tentang data analytics, keterampilan analisis terhadap data nasabah baik oleh bagian riset dan pengembangan maupun oleh bagian marketing untuk memahami potensi pasar, dan kebutuhan nasabah yang dapat digunakan untuk memperbaiki strategi pemasaran. Pelatihan dilakukan oleh Statistics Service Center (SSC) Institut Teknologi Sepuluh Nopember selama dua hari. Materi pelatihan dirancang sesuai dengan kebutuhan Bank X, meliputi: 1) Pembahasan profiling nasabah bank, segmentasi nasabah, target market serta pembahasan faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas nasabah; 2) Metode statistika untuk profiling nasabah, segmentasi pasar dan penentuan target pasar; 3) Studi kasus dan aplikasi praktis. Selain penyampaian materi pelatihan, pendekatan pelatihan melibatkan serangkaian sesi interaktif dan praktek analisis dari studi kasus dan data aktual dari bank yang dipandu oleh fasilitator. Pembelajaran dirancang untuk memfasilitasi peserta memperoleh pemahaman praktis menggunakan metode statistika, diikuti dengan penerapan langsung keterampilan analisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Pendekatan ini diharapkan dapat menghubungkan teori dengan praktik dalam konteks yang relevan bagi peserta. Dari kegiatan yang telah dilaksanakan, tercatat peningkatan kompetensi peserta, yang tercermin dari perbedaan yang sangat signifikan hasil pre-test dan post-test serta feedback positif terhadap materi dan metode penyampaian. Manfaat kegiatan ini meliputi peningkatan kemampuan analisis data yang lebih baik dan penguasaan alat-alat analitik yang dapat diterapkan dalam berbagai fungsi bisnis di bank. Kesimpulan dari pelatihan ini menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan dalam data Analytics sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan strategi bisnis di sektor perbankan. Keterlibatan karyawan dalam pelatihan ini mencerminkan komitmen bank terhadap pengembangan sumber daya manusia yang berorientasi pada inovasi dan pemanfaatan teknologi.
Integrasi Metode Statistika pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi Guru SMA Dr. Soetomo Surabaya Zain, Ismaini; Budiantara, I Nyoman; Ratnasari, Vita; Rumiati, Agnes Tuti; Permatasari, Erma Oktania; Nuroini, Husna Mir'atin
Sewagati Vol 9 No 4 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i4.2446

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SMA Dr. Soetomo dalam memanfaatkan metode statistika untuk mendukung pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pelatihan bertemakan "Integrasi Metode Statistika pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK)" disusun berdasarkan kebutuhan guru akan pemahaman metode penelitian dan kemampuan analisis data siswa. Kegiatan ini terdiri dari berbagai rangkaian acara, termasuk penyampaian materi terkait konsep dasar PTK, statistika deskriptif, pengujian hipotesis, korelasi dan regresi, serta demonstrasi penggunaan aplikasi Microsoft Excel. Melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan pelatihan intensif, para guru diberikan pemahaman tentang bagaimana memanfaatkan data akademik dan non-akademik siswa untuk mengidentifikasi pola pembelajaran dan merancang strategi pengajaran yang efektif. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap konsep PTK dan metode statistika. Hal ini diukur melalui pre-test dan post-test, serta kuesioner umpan balik yang menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang tinggi terhadap pelatihan. Program ini diharapkan mampu mendorong guru untuk lebih aktif dalam penelitian dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Semiparametric Bivariate Probit Model Early Breastfeeding Initiation and Exclusive Breastfeeding Amalia, Suci; Ratnasari, Vita; Zain, Ismaini
Journal of the Indonesian Mathematical Society Vol. 31 No. 3 (2025): SEPTEMBER
Publisher : IndoMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jims.v31i3.1952

Abstract

Regression analysis in which the response variable is categorical can be processed using the probit model. The probit model is based on the normal distribution, in addition to its interpretation based on marginal effect values. A probit model consisting of two response variables is called the bivariate probit model, in which the response variables each consist of two categories. The predictor variables in bivariate probit model can be either categorical and also continuous data. Bivariate probit model both response variables have a relationship. One of the developments of the bivariate probit model is the semiparametric bivariate probit model, where the bivariate probit model in which there is a parametric and a nonparametric model in this case in the form of a continuous covariate smooth function. Semiparametric bivariate probit model have the advantage of being able to address the problem of nonlinearity of undetected continuous predictor variables that can cause modeling inaccuracies that can effect the results of estimation accuracy. Parameter estimation of semiparametric bivariate probit model uses the Penalized Maximum Likelihood Estimation approach, but the equation obtained is not closed form so iteration are needed to solve it. The iteration used is Fisher Scoring. The semiparametric bivariate probit model was applied to data on early breastfeeding initiation and exclusive breastfeeding in East Java Province in 2021 with variables that affect early breastfeeding initiation being birth attendants while those affecting exclusive breastfeeding are maternal age and maternal education level.
Pengembangan Kapasitas Lembaga Desa Dalam Membangun Data Untuk Evaluasi Ketercapaian SDGs Desa Ratnasari, Vita; Rumiati, Agnes Tuti; Zain, Ismaini; Budiantara, I Nyoman; Nuroini, Husna Miratin; Pramaningrum, Dea Saraswati
Madaniya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1688

Abstract

Kabupaten Mojokerto memiliki tantangan dalam pelaksanaan dan pemantauan ketercapaian SDGs Desa, khususnya dalam hal kualitas data dan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa. Berdasarkan pengalaman serupa di Kabupaten Sidoarjo, diketahui bahwa peningkatan kapasitas aparatur desa melalui pelatihan, penyusunan SOP, dan penggunaan sistem informasi digital sangat efektif dalam memperbaiki tata kelola data pembangunan berkelanjutan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya literasi data SDGs di desa, ketiadaan panduan operasional, dan belum adanya sistem yang memungkinkan monitoring ketercapaian indikator secara mandiri di tingkat desa. Solusi yang diusulkan meliputi empat pendekatan utama. Pertama, pelatihan kepada perangkat desa terkait konsep dan indikator SDGs Desa serta teknik pendataan. Kedua, penyusunan dokumen SOP yang memberikan panduan teknis pengelolaan data. Ketiga, pengembangan dashboard digital berbasis web sebagai alat bantu untuk input, visualisasi, dan pelaporan data SDGs Desa. Keempat, pendampingan teknis daring selama dua bulan untuk memastikan penerapan SOP dan pemanfaatan dashboard berjalan efektif. Target luaran kegiatan ini mencakup produk-produk berbasis IPTEK seperti dashboard SDGs Desa, SOP pengelolaan data SDGs, serta dokumen ilmiah dan publikasi berupa jurnal nasional, book chapter, artikel media populer, video dokumentasi, dan policy brief. Semua luaran disesuaikan dengan karakteristik pusat kajian yang berfokus pada penguatan sistem informasi dan literasi data masyarakat desa. Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama enam bulan (Mei–Oktober 2025) dan melibatkan sepuluh desa dampingan di bawah koordinasi Bappeda Kabupaten Mojokerto. Pelaksanaan dimulai dari survei awal dan pemetaan kebutuhan, dilanjutkan dengan pelatihan intensif, pengembangan sistem digital, pendampingan implementasi, hingga evaluasi dan publikasi hasil. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan tercipta sistem pengelolaan data SDGs yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di desa-desa lainnya di Jawa Timur maupun secara nasional.
Zero Inflated Bivariate Ordered Probit on Poverty Levels in Eastern Indonesia Andriano; Purhadi; Ismaini Zain
Inferensi Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Department of Statistics ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j27213862.v9i1.8668

Abstract

This study examines the development of a bivariate ordinal probit regression model with zero-inflated effects. The bivariate ordinal probit regression method that can overcome zero-inflated effects is the Zero Inflated Bivariate Ordered Probit (ZIBOPR) method. ZIBOPR is a statistical method for examining the relationship between predictor variables and two correlated response variables that have levels and zero-inflated effects. A theoretical study was conducted to obtain parameter estimates for the ZIBOPR model using the Maximum Likelihood Estimator (MLE) method. The estimation equation obtained from MLE produces a non-closed form equation, so it is continued with the Bern, Hall, Hall, and Hausman (BHHH) numerical iteration method. The resulting parameters are then tested simultaneously with the Likelihood Ratio Test (LRT) and individually using the Wald test. The ZIBOPR model was applied to the case of the percentage of poor people and the poverty depth index in 176 districts/cities in Eastern Indonesia in 2023 using five predictor variables, namely life expectancy, per capita expenditure, average length of schooling, Labor Force Participation Rate (LFPR), and Infant Mortality Rate (IMR). The results showed that the ZIBOPR model parameters could be estimated using MLE and followed by BHHH numerical iteration. The resulting parameters could then be tested simultaneously using LRT and individually using the Wald test. Subsequently, ZIBOPR modeling with poverty rate levels and poverty depth index levels showed that the five parameters in the predictor variables had a significant effect on poverty rate levels and poverty depth index levels. The results of the best model selection analysis using the vuong test show that the ZIBOPR model better models the percentage of poor population and the poverty depth index than the bivariate ordinal probit regression model.
Modeling and Classification Multicollinear Variables using Multinomial Ridge Logistic Regression Aprroach Ahadi, Giatma Dwijuna; Zain, Ismaini; Rahayu, Santi Puteri
Indonesian Journal of Applied Statistics Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijas.v8i1.85795

Abstract

Multinomial Logistic Regression is a method used to find relationships between nominal or multinomial response variables (Y) with one or more predictor variables. Logistics Regression is a classic method that is often used to solve classification problems. Assumptions on Logistics Regression are models containing multicollinearity. Ridge Logistic Estimator (RLE) is methods to solve multicollinearity cases in Logistic Regression. Wu & Asar proposed a new ridge value that can also reduce bias in parameter estimation. Therefore, this research will discuss about Multinomial Ridge Logistic and selection the best of ridge constant values. The performance test of the ridge value will be applied to the Iris Dataset in R software. The best criteria for improvement ridge constant value by looking at the smallest standard error. The calculation results show that the Wu-Asar approach is the best ridge constant and Wald individual test shows significant results. Based on the result, show that the Wu-Asar Ridge constant value on Multinomial Ridge Logistic Regression are very good performance in estimated smaller standar error. The classification for dataset shows high results with 98% global accuracy.Keywords: multinomial; ridge logistic regression; Wu-Asar; standard error; classification