Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

IMPLIKASI PEMBATALAN PERATURAN PRESIDEN NOMOR 53 TAHUN 2020 TERHADAP PENGELOLAAN KEUNGAN NEGARA MUBARAQ, FAATHUR; ZEIN, YAHYA AHMAD; ROHMAN, ARIF
JURNAL AKTA YUDISIA Vol 10, No 1 (2025): Vol. 10, No. 1 (2025): Vol. 10, No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/ay.v10i1.6796

Abstract

This study analyzes the Supreme Court’s decision in Case No. 12 P/HUM/2024, which annulled Presidential Regulation No. 53 of 2023 for contradicting the 1945 Constitution and financial management laws. The regulation, as a legal product, created unequal accountability between regional heads and legislatures, raising risks of injustice and misuse of funds. The Court emphasized that its drafting process lacked transparency and public participation, thus violating the principles of good governance. Although the annulment created temporary legal uncertainty in regional financial management, the government addressed the issue through a Joint Circular as transitional guidance. This decision highlights the importance of aligning legal products with constitutional values and reinforcing government governance based on rule of law, accountability, equality, and participation.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PETA JALAN TRANSFER ANGGARAN BERBASIS EKOLOGI (TAKE) 2025-2029 SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN KABUPATEN BULUNGAN HIJAU Syaprillah, Aditia; Sutrisno, Adi; Ahmad Zein, Yahya; Wahyuni, Ety; Rohman, Arif; Husin Ali, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 10 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i10.4051-4059

Abstract

Degradasi lingkungan, eksploitasi sumber daya alam yang tidak berkelanjutan, dan perubahan iklim menjadi tantangan serius dalam pembangunan. Salah satu kebijakan yang dikembangkan untuk menjawab isu tersebut adalah Transfer Anggaran Berbasis Ekologi (TAKE) sebagai mekanisme insentif fiskal berbasis kinerja pelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan menyusun peta jalan (roadmap) implementasi TAKE Bulungan Hijau 2025–2029 sebagai instrumen penguatan komitmen pemerintah daerah terhadap pembangunan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan mixed methods dengan desain studi kebijakan dan studi kasus di Kabupaten Bulungan, melibatkan analisis dokumen, wawancara, FGD, observasi lapangan, survei desa, serta analisis kuantitatif melalui pembobotan indikator, skenario formula, dan analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa roadmap TAKE Bulungan Hijau dirancang dalam lima tahapan utama: (1) penguatan kelembagaan dan pemanfaatan sumber daya ramah lingkungan (2025), (2) pengembangan inovasi pengelolaan lingkungan (2026), (3) peningkatan kualitas hidup masyarakat desa berbasis inovasi (2027), (4) pemantapan kualitas hidup masyarakat desa berbasis inovasi (2028), dan (5) perwujudan kemandirian masyarakat desa dalam pemanfaatan sumber daya ramah lingkungan (2029). Roadmap ini diharapkan mampu menjadikan TAKE sebagai instrumen efektif dalam mendorong komitmen daerah terhadap pembangunan berkelanjutan, menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa
Small-Scale Artisanal Mining Access Rights: Framing the Welfare State in Realising Social Justice Rohman, Arif; Syafruddin, Syafruddin; Zein, Yahya Ahmad; Silviana, Arina
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 1 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i3.4446

Abstract

Natural resources are utilized for the development and community welfare. Economic potential, however, is made easy by the community so that illegal mining occurs, even though the government accommodates access rights for the community. The purpose of this article is to analyze the existence of rights for the community to access minerals and coal mining. The approach used is a doctrinal approach. The research results: first, limitations and permit procedures become obstacles to individual access. Secondly, post-mining environmental restoration is imposed on local governments so that it becomes a tug of war in considering economic potential and post-mining obligations, which ultimately hinders the fulfillment of community access rights. As a welfare state, government policies related to this matter should consider allocating community mining areas with potential mineral content and preparing human resources through training to create security for the community and awareness of environmental damage.