Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Kemampuan Menyelesaikan Soal Setara Pisa di Kelas IX MTsN Model Banda Aceh Muhammad Hidayat; Budiman Budiman; Tuti Zubaidah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.415 KB)

Abstract

PISA adalah sebuah program evaluasi hasil belajar secara internasional yang dilaksanakan secara rutin setiap tiga tahun sekali untuk mengevaluasi kemampuan matematika siswa berusia 15 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan menyelesaikan soal setara PISA di kelas IX MTsN Model Banda Aceh. Siswa kelas IX-1 yang berjumlah 35 siswa menjadi subjek dalam penelitian ini. Data di kumpulkan menggunakan instrumen berupa tes tertulis dan wawancara. Hasil tersebut analisis secara deskriptif dan kemudian diperoleh skor dengan tetapan kriteria baik sekali, baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal setara PISA di kelas IX MTsN Model Banda Aceh termasuk dalam kategori baik. Terdapat 12 orang siswa dengan klasifikasi penilaian baik sekali yaitu 34,29% dari 35 orang siswa kemudian 16 orang siswa dengan klasifikasi penilaian baik yaitu 45,71% dari 35 siswa. Dapat disimpulkan bahwa dari 35 siswa, 80% siswa sudah mampu menyelesaikan soal-soal tersebut dengan baik.  Kata Kunci:         PISA, penalaran, soal setara PISA
PENGARUH MINAT DAN CARA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIII SMP INSHAFUDDIN BANDA ACEH Bintang Zaura; Tuti Zubaidah
Jurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Geuthee : Penelitian Multidisiplin
Publisher : Geuthèë Institute, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.099 KB) | DOI: 10.52626/jg.v1i1.8

Abstract

Berhasil atau tidaknya suatu proses pembelajaran, tergantung pada faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya. Di antara faktor-faktor tesebut adalah faktor minat dan cara belajar. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh minat dan cara belajar terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas VIII SMP Inshafuddin Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara minat dan cara belajar terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas VIII SMP Inshafuddin Banda Aceh. Pendekatan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian menggunakan penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Inshafuddin Banda Aceh yang berjumlah 266 orang, sedangkan yang menjadi sampel adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 82 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dilakukan dengan menguji normalitas data menggunakan SPSS, kemudian menganalisis regresi linear berganda, dan menggunakan rumus korelasi Pearson. Untuk menguji hipotesis secara parsial digunakan uji t. Selanjutnya untuk menguji secara simultan hubungan minat dan cara belajar terhadap hasil belajar di uji dengan uji F. Dari hasil perhitungan koefisien determinan, minat dan cara belajar memberikan kontribusi sebesar 67,24% terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Inshafuddin Banda Aceh. The success or failure of a learning process depends on the internal and external factors that influence it. Among the factors are interest factors and learning styles. The problems in this research is how the influence of interest and how to learn the results of learning mathematics in grade VIII SMP Inshafuddin Banda Aceh. This study aims to determine the effect of interest and learning methods on mathematics learning outcomes in students of class VIII SMP Inshafuddin Banda Aceh. The approach used in this research is quantitative approach and research type using associative research. The population in this study were all students of SMP Inshafuddin Banda Aceh, amounting to 266 people, while the sample is all students of class VIII, amounting to 82 people. Data collection techniques are done through questionnaires and documentation. Data processing techniques performed by testing the normality of data using SPSS, then analyze multiple linear regression, and use the Pearson correlation formula. To test the hypothesis partially used t-test. Furthermore, to examine simultaneously the relationship interests and learning styles on learning outcomes tested by F-test. From the calculation coefficient determinant, interests and learning styles contributed 67.24% to the learning outcomes from math of students in eighth grade Junior High School Inshaduddin Banda Aceh.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa di SMP Negeri 1 Sukamakmur Aceh Besar Fujia Miranda; Tuti Zubaidah; Mukhlis Hidayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan representasi matematis adalah kemampuan siswa dalam mengungkapkan ide-ide matematika yang dapat berupa diagram, tabel, grafik, simbol matematika, model matematika, kata-kata, dan sebagai alat bantu untuk menyelesaikan permasalahan. Kemampuan representasi sangat penting dalam mempelajari matematika sehingga perlu dimiliki oleh setiap siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa di SMP Negeri 1 Sukammaknur. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah mix methods dengan jenis sekuensial eksplanatori. Subjek penelitian ialah 17 siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Sukamakmur. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan instrumen tes kemampuan representasi matematis, kemudian dilanjutkan dengan wawancara dan observasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa dia SMP Negeri 1 Sukamakmur tergolong sedang dan rendah. Data hasil tes menunjukkan perolehan rata-rata siswa dalam menyelesaikan soal tes hanya mencapai angka 32 dari skor total 40 dengan 3 siswa memperoleh nilai kategori tinggi atau 17,65%, 11 siswa dengan kategori sedang atau 58,82%, dan 4 siswa lainnya berada di kategori rendah atau 23,53% sementara itu berdasarkan wawancara ditemukan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami dan mengerjakan soal representasi yang diberikan. Kata Kunci:    representasi matematis, materi lingkaran. 
Kemampuan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Higher Order Thinking Skill pada Materi Geometri Bidang di Program Studi S1 Pendidikan Matematika Intan Nazirah; Erni Maidiyah; Tuti Zubaidah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia pendidikan menuntut peserta didik agar memiliki kemampuan Higher Order Thinking Skill (HOTS). Mahasiswa sebagai calon guru diharapkan memiliki kemampuan HOTS agar nantinya mampu membantu dan meningkatkan kemampuan HOTS yang dimiliki peserta didik. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui kemampuan dan level kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah Higher Order Thinking Skill pada mata kuliah Geometri Bidang di Program Studi S1 Pendidikan Matematika. Penelitian in yakni penelitian mixed method dengan menggunakan desain sequential explanatory. Subjek pada penelitian ini yaitu 26 mahasiswa S1 Pendidikan Matematika Universitas Syiah Kuala angkatan 2020. Instrumen penelitian terdiri dari 4 soal tes yang mewakili setiap level HOTS dan pedoman wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini ialah mencari rata-rata, menghitung persentase dan menentukan kategori kemampuan HOTS dari hasil tes, serta mereduksi data, menyajikan data dan mengambil kesimpulan dari hasil wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah Higher Order Thinking Skill pada mata kuliah Geometri Bidang di Program Studi S1 Pendidikan Matematika secara keseluruhan berada pada kategori baik. Hal ini dilihat dari nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 71,7. Sedangkan level kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah Higher Order Thinking Skill pada mata kuliah Geometri Bidang di Program Studi S1 Pendidikan Matematika secara keseluruhan berada pada level sedang atau level C5 (evaluasi). Kata Kunci:    Higher Order Thinking Skill, Geometri Bidang.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) Siswa Kelas VII di SMPN 1 Langsa Putri Utami Verenia; Tuti Zubaidah; Suhartati Suhartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemecahan masalah adalah keterampilan yang krusial bagi siswa, namun hasil observasi menunjukkan bahwa siswa masih lemah dalam menyelesaikan masalah matematika. Kecakapan seseorang dalam mengatasi situasi yang sulit disebut dengan Adversity Quotient (AQ), yang berguna untuk memotivasi siswa dalam memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau dari adversity quotient (AQ) di kelas VII SMPN 1 Langsa. Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII/A SMPN 1 Langsa sebanyak 32 siswa kemudian dipilih sebanyak 2 siswa dari masing-masing kategori AQ yaitu climber, camper dan quitter. Instrumen yang digunakan yaitu angket, tes uraian, dan pedoman wawancara. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta pengujian keabsahan data melalui triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa climber sebanyak 18,75% memiliki kemampuan pemecahan masalah pada kategori tinggi serta memecahkan masalah dengan cara memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana dan memahami masalah, (2) Siswa camper sebanyak 50% memiliki kemampuan pemecahan masalah pada kategori sedang serta memecahkan masalah dengan cara memahami masalah, merencanakan penyelesaian, dan melaksanakan rencana, (3) Siswa quitter sebanyak 18,75% memiliki kemampuan pemecahan masalah pada kategori sedang serta memecahkan masalah dengan cara memahami masalah. Kata Kunci:    Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Adversity Quotient
Teacher's Pedagogical Content Knowledge (PCK) in implementing Realistic Mathematics Education (RME) Tuti Zubaidah; Rahmah Johar; Dewi Annisa; Yulinar Safitri
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 16 No. 1 (2023): Beta May
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v16i1.550

Abstract

[English]: Pedagogical Content Knowledge (PCK) is crucial for mathematics teachers in teaching and learning due to the fact that mathematics is an abstract and interrelated subject; requiring adequate knowledge on the content and instructional practices. Applying Realistic Mathematics Education (RME) help students learn in meaningful way since it starts with contextual problems. Therefore, to realize the meaningful learning, teachers need to have PCK in implementing RME. This study aims to analyze two teachers' PCK in implementing RME for geometry topic. Prior to the classroom teaching, both teachers received teacher professional development program regarding RME. Data in this study were collected through classroom observation and interviews which were the analyzed qualitatively. The results of the analysis show that both teachers have similar PCK in applying RME. The PCK indicator fulfilled by the teachers is further discussed in this paper. [Bahasa]: Pedagogical Content Knowledge (PCK) atau pengetahuan pedadogis dan konten sangat diperlukan bagi guru matematika dalam pembelajaran karena matematika bersifat abstrak dan saling berkaitan, sehingga memerlukan penguasaan materi dan perencanaan pembelajaran yang baik. Pembelajaran dengan Pendidikan Matematika Realistik (RME) membantu siswa belajar bermakna karena dimulai dari masalah nyata yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari atau konteks. Oleh karena itu, untuk mewujudkan pembelajaran bermakna tersebut, guru harus memiliki PCK dalam menerapkan RME. Penelitian ini bertujuan menganalisis PCK dua orang guru dalam menerapkan RME pada materi geometri. Kedua guru tersebut telah mengikuti program pengembangan profesional guru sebelum pembelajaran dilaksanakan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi dan wawancara yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua guru memiliki PCK yang sama dalam menerapkan RME. Indikator yang dipenuhi dibahas lebih lanjut dalam tulisan ini.
The Role of Interactive e-Modules Based on Realistic Mathematics Education to Improve Mathematical Representation Ability Annisa, Dewi; Khairunnisak, Cut; Fadhiliani, Dwi; Zubaidah, Tuti
MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 7, No 1 (2025): MATHEMA
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jm.v7i1.4844

Abstract

Excellent mathematical representation ability is needed by students to develop and deepen understanding and relationships between mathematical concepts. Therefore, the teacher has the responsibility to create learning that encourages mathematical representation ability. The existence of interactive e-modules with a realistic mathematic education approach makes it easy for students to learn interactively and adapt to different students' mathematical abilities. This study aims to determine the improvement of mathematical representation ability from the use of interactive e-modules with realistic mathematics education approach. This research is a quantitative research conducted on seventh grade students of SMPN 18 Banda Aceh which is divided into experimental and control classes. The data analysis technique used was analysis of variance (ANOVA) followed by t-test. The results showed that students' mathematical representation ability in the experimental class was better than the control class. The interaction between the use of E-modules and students' initial mathematical ability on mathematical representation ability showed that the use of E-modules and early mathematical ability together had a significant effect on improving mathematical representation ability. Students who have high early math ability have a great influence if given treatment in the form of using RME-based e-modules. Students with low early mathematical ability did not experience significant improvement. Interactive e-modules with the RME approach can be used to improve mathematical representation skills by considering students' early mathematical abilities.
The implementation of the synectic’s model to improve creative thinking Yasrina, Raisa; Suryawati, Suryawati; Zubaidah, Tuti
Jurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin
Publisher : Geuthèë Institute, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52626/jg.v8i2.401

Abstract

Creative thinking skills are important skills that students must possess in order to face the challenges of 21st century learning. However, initial observations show that students' creative thinking skills, especially in mathematics learning, are still relatively low. This study aims to enhance students' creative thinking skills through the implementation of the Synectic’s learning model in Grade VII of SMP Negeri 13 Banda Aceh. The study employs a quantitative approach with a one-group pretest-posttest experimental design. The study population consists of all Grade VII students at SMP Negeri 13 Banda Aceh, with a sample of one class, Grade VII-2, randomly selected from five parallel classes. Data were collected through a creative thinking ability test and analyzed using the Wilcoxon test. The test results showed that the W value was 276 and the critical value was 73, so 276 > 73. This indicates a significant improvement in students' creative thinking abilities after the implementation of the Synectic’s learning model. These findings suggest that the Synectic’s model is effective in stimulating students to think fluently, flexibly, and originally through the use of analogies in the learning process. The implications of this study are that the Synectic’s learning model can be used as an alternative learning strategy capable of fostering the development of students' creative thinking skills at the junior high school level.
Students Errors in Solving Plane Geometry Problems Using E-Learning-based Diagnostic Tests Mukhlis Hidayat; Tuti Zubaidah; Munira Ulfa; Elizar Elizar
Didaktik Matematika Vol 10, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jdm.v10i1.31938

Abstract

During the Covid-19 pandemic, the implementation of online and shift learning systems has been identified as one factor contributing to learning loss in mathematics problem-solving skills specifically in plane geometry problems. The primary objective of this research was to investigate the different types of errors committed by junior high school students in Banda Aceh, Indonesia, in solving plane geometry problems using e-learning diagnostic tests. A descriptive qualitative approach was adopted, and 24 Year 8 students were selected as subjects. The data were collected through tests and interviews, and data analysis involved data reduction, data presentation, data verification, and drawing conclusions. The findings revealed that the percentage of students' errors in solving conceptual problems, principal problems, and verbal problems were 76.39%, 68.75%, and 75%, respectively. Subsequently, the results from the second test and interviews with six students showed that students encountered several conceptual errors, including errors in stating angle symbols, errors in identifying the type of shape provided, errors in deducing information regarding properties, perimeter, and area of plane geometry, lack of knowledge regarding the application of the appropriate plane geometry formula, and inability to solve problems using the correct procedure. Principal errors were related to algebraic operations, while verbal errors involved translating problems and improper application of concepts and principles. The understanding of the types of errors will help teachers detect errors made the students early.
Students Mathematical Representation Ability in Learning Algebraic Expression using Realistic Mathematics Education Yuhasriati Yuhasriati; Rahmah Johar; Cut Khairunnisak; Ulya Rohaizati; Al Jupri; Tuti Zubaidah
Didaktik Matematika Vol 9, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jdm.v9i1.25434

Abstract

Mathematical representation ability (MRA) is crucial in solving mathematical problems, particularly in the topic of algebraic expressions. However, some students struggle to grasp algebraic forms in real-world circumstances. Learning through realistic mathematics education (RME) using context is one of the learning approaches that could help improve students' MRA. The objective of this study was to assess students' MRA in learningalgebraic expressionsthrough realistic mathematics education. This research employed mixed-method research with a sequential explanatory design. The subjects of this study were 27 seventh-grade students from a junior high school in Banda Aceh, Indonesia. Data on students' MRA were gathered through written test and task-based interviews. The descriptive analysis of written test data revealed that students' average score is 3.6, which is considered low compared to the maximum score of 8. The majority of students (n=24) satisfied the visual indicators of MRA as they successfully drew the composite shape. Whereas the most challenging MRA aspect for students to master was symbolic representation, only a few students (n=6) could solve the problem related to the multiplication of algebraic expressions. Students learning loss in the prerequisites due to online learning during the Covid-19 outbreak was one cause of the students' low performance on MRA.