Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Human Capital and Social Capital as Determining Factors of The Msmes Surviving Ability Safii, Abdul Azis; Rahayu, Susilowati
Jurnal Ilmu Manajemen Advantage Vol. 5 No. 1 (2021): June
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.4 KB)

Abstract

This study aims to analyze human capital and social capital factors that can help Batik Bojonegoro MSME to survive. Data were collected from 247 MSMEs of Bojonegoro Typical Batik producers. 105 MSMEs are still operating, while the remaining 142 MSMEs are no longer producing Jonegoroan Batik. The data were obtained through a survey on 2020. With the probit model estimation, the analysis shows that the level of education, business experience, family, number of colleagues, and family business networks has a positive influence on the ability to survive the Bojonegoro batik MSMEs. The research also found that the level of education strengthens the influence of the number of colleagues, and family business networks on the survival of MSMEs.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEROLEHAN KREDIT OLEH PENGUSAHA MIKRO Abdul Azis Safii; Tri Suwarno
Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis Vol 4 No 3 (2018): JURNAL ILMIAH EKONOMI BISNIS
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.245 KB) | DOI: 10.35972/jieb.v4i3.237

Abstract

Abstract: The number of micro-entrepreneurs and the dominant number of micro enterprises compared to medium and large-scale enterprises in Indonesia are not balanced by the provision of access to credit and venture capital for micro businesses. This resulted in a micro-sector sector identical to the poor being vulnerable to exploitation by moneylenders who exploit the difficulties of micro entrepreneurs accessing credit from the banking sector. This study examines the factors that determine the accessibility of credit by micro entrepreneur in Bojonegoro regency. A total sum of 270 micro entrepreneurs who have applied for banking loan were sampled from the study area. With an binary logistic regression model the research resulting that education, skill on entrepreneur, and monthly net profits generated by the microenterprise are significant in determining the accessibility of microcredit. Keywords: micro entrepreneur, microcredit, credit accessibility Abstrak: Perkembangan jumlah pengusaha mikro serta dominannya jumlah usaha mikro dibandingkan dengan usaha menengah dan usaha besar di Indonesia, tidak diimbingi dengan penyediaan akses kredit dan modal usaha bagi para pelaku usaha mikro. Hal tersebut mengakibatkan sektor usaha mikro yang identik dengan masyarakat miskin rentan dieksploitasi oleh rentenir yang memanfaatkan sulitnya para pengusaha mikro mengakses kredit dari sektor perbankan. Penelitian ini menggunakan data primer yang di ambil langsung dari pengusaha mikro dengan teknik kuesioner. Analisis data dengan metode binary logistic regression mendapatkan hasil variabel yang berpengaruh signifikan terhadap akses kredit para pengusaha mikro adalah variabel usia pengusaha, laba bersih usaha tiap bulan, dan jumlah karyawan yang di pekerjakan. Kata kunci : usaha mikro, microcredit, akses kredit
Human Capital and Social Capital as Determining Factors of The Msmes Surviving Ability Abdul Azis Safii; Susilowati Rahayu
Jurnal Ilmu Manajemen Advantage Vol. 5 No. 1 (2021): June
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze human capital and social capital factors that can help Batik Bojonegoro MSME to survive. Data were collected from 247 MSMEs of Bojonegoro Typical Batik producers. 105 MSMEs are still operating, while the remaining 142 MSMEs are no longer producing Jonegoroan Batik. The data were obtained through a survey on 2020. With the probit model estimation, the analysis shows that the level of education, business experience, family, number of colleagues, and family business networks has a positive influence on the ability to survive the Bojonegoro batik MSMEs. The research also found that the level of education strengthens the influence of the number of colleagues, and family business networks on the survival of MSMEs.
Enhancing MSME Performance through Market Sensing Capability, Innovation Capability, and Iconic Ethnic Product Development Latifah Anom; Abdul Azis Safii
Jurnal Ilmu Manajemen Advantage Vol. 6 No. 1 (2022): June
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30741/adv.v6i1.778

Abstract

Facing competition from global batik producers with prices that tend to be cheaper, MSME Batik Jonegoroan faces serious problems in its sales performance. This study aims to analyze the development of comparative product advantages sourced from the company's market sensing and innovation capabilities. Products with comparative advantage based on regional ethnic characteristics are expected to reclaim market share from Jonegoroan Batik. A total of 194 owners of SMEs producing Jonegoroan batik were sampled in this study. Structural equation modelling analysis with smart-PLS software shows that market sensing capability, innovation capability, and iconic ethnic product positively affect MSME performance. The indirect effect test proves that iconic ethnic products perform a mediating function in the relationship innovation capability and MSME performance. Meanwhile, the iconic ethnic product is not a mediating variable for the influence of market sensing capability on MSME performance. This finding implies that MSMEs with innovation capabilities should emphasise the orientation of developing comparative advantages of products based on ethnic characteristics to increase innovation and ultimately achieve company performance. The research limitation is related to data collection, which only involves one of the many MSME sectors that may affect the generalization of the research results.
Post earning announcement drift (pead), dan pengaruh keberadan blockholders terhadap magnitudanya Abdul Azis Safii
AKUNTABEL Vol 17, No 2 (2020): September
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.651 KB) | DOI: 10.30872/jakt.v17i2.8108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis anomali pasar saham di pasar modal Indonesia terkait fenomena pergerakan harga saham di sekitar tanggal penerbitan laporan keuangan, sertap engaruh kepemilikan blockholder terhadap besarnya pergerakan harga. Sampel penelitian mengunakan data laporan keuangan dari 347 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2016. Pengujian PEAD menggunakan analisis studi peristiwa untuk setiap pengembalian abnormal dengan periode observasi 30 hari di sekitar pengumuman pendapatan perusahaan. Analisis pengaruh keberadaan blockholder terhadap pergerakan harga saham di sekitar pengumuman laba dilakukan dengan membandingkan pergerakan harga antara kelompok saham dengan keberadaan blockholder tertinggi dan blockholder terendah. Hasil analisis mendapatkan terdapat reaksi positif harga saham setelah pengumuman laba perusahaan, sedangkan keberadaan blockholder tidak mempengaruhi besarnya pergerakan harga.
Pengembangan Agrowisata Kampung Salak Berbasis Partisipasi Masyarakat Di Desa Tanjungharjo Latifah Anom; Hasan Bisri; Abdul Azis Safii
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.256 KB)

Abstract

ABSTRAK Kawasan perkebunan salak di desa Tanjungharjo terus mengalami pengurangan akibat petambahan jumlah pemukiman penduduk serta masyarakat yang memilih meninggalkan usaha perkebunan buah salak karena harganya cenderung murah. Pemerintah desa beserta masyarakat desa telah melakukan pengembangan agrowisata dengan obyek perkebunan dan buah salak untuk meningkatkan nilai jual tanaman salak serta memberdayakan masyarakat desa Tanjungharjo. Dengan dimotori oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang berfokus pada pengembangan wisata petik buah salak, sementara Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) diharapkan menjadi koordinator dalam berbagai usaha produktif masyarakat desa untuk melakukan diversifikasi produk-produk olahan buah salak. Pengabdian kepada masayarakat untuk membantu pengembangan agrowisata buah salak di Desa Tanjungharjo dilaksanakan melalui Kuliah Kerja Nyata Program Pembelajaran dan Pemberdayaan Masayarakat (KKN-PPM) untuk melakaukan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dari perguruan tinggi pelaksana kepada masyarakat melalaui beberapa kegiatan seperti Sarasehan Pengembangan Agrowisata, Pelatihan Olahan Buah Salak, Pendampingan UMKM Produsen Olahan Buah salak dan pengembangan sarana dan prasanan di lokasi agrowisata. Kata Kunci : Agrowisata, Buah Salak, Pemberdayaan Masyarakat, & Peningkatan Pendapatan Masyarakat.
Menumbuhkan Minat Berwirausaha Melalui Pendidikan Kewirausahaaan Berbasis Praktek Hafidza Nash’ul Amrina; Abdul Azis Safii; Latifah Anom
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.781 KB)

Abstract

ABSTRAK Pengembangan kewirausahaan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan pada proses pembelajaran pendidikan tinggi di Indonesia, kewirausahan di harapkan menjadi solusi bagi masalah pengangguran dengan penciptaan lapangan kerja sendiri (self-employment) bagi para pelakunya. Program Pengembangan Kewirausahaan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro bertujuan untuk menumbuhkan budaya wirausaha dan serta meningkatkan kemampuan berwirausaha melalui pembelajara kewirausahaan berbasis praktek di kalangan mahasiswa dan alumni STIE Cendekia dengan jalan mensinergikan potensi-potensi yang ada di dalam kampus dengan potensi dari luar kampus. Program Pengembangan Kewirausahaan di STIE Cendekia dilaksanakan melalui berbagai tahapan, yaitu tahap sosialisasi, tahap penjaringan tenant wirausaha, tahap pelaksanaan, serta tahap evaluasi dan keberlanjutan. Tahap sosialisasi dilaksanakan melalui penyelenggaraan seminar bisnis dan wirausaha dengan nara sumber para praktisi yang telah sukses berwirausaha untuk memotivasi mahasiswa dan alumni peserta seminar untuk berwirausaha. Selanjutnya dari tahap penjaringan, didapatkan 22 tenant sebagai peserta utama dalam Program Pengembangan Kewirausahaan. Tahap pelaksanaan pembelajaran kewirausahaan berbasis praktek terdiri dari workshop wirausaha, studi lapangan ke berbagai pelaku wirausaha, magang wirausaha, transfer IPTEK, serta bimbingan dan konsultasi pengembangan usaha tenant. Pada akhir tahun dilaksanakan evaluasi usaha para tenant meliputi aspek produksi, pemasaran, keuangan, serta inovasi usaha. Usaha-usaha tenant yang telah dinyatakan “baik” dari evaluasi program akan dilepas dari Program Pengembangan Kewirausahaan dan dinyatakan siap terjun ke masyarakat sebagai wirausahawan baru Kata kunci: Program Pengembangan Kewirausahaan, Tenant, Wirausahawan Muda.
Analisis pengaruh self efficacy, personal networking, public service motivation, dan job participation, sebagai upaya meningkatkan work performance para pengelola desa wisata ari kuntardina; Abdul Aziz Safi’i; Latifah Anom
BBM (Buletin Bisnis & Manajemen) Vol 9, No 01 (2023): Vol. 09 No. 01, Tahun 2023
Publisher : Universitas YPPI Rembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47686/bbm.v9i01.567

Abstract

Upaya pemulihan ekonomi nasional dilakukan melalui sektor pariwisata, salah satunya melalui pengembangan desa wisata. Permasalahan yang muncul adalah sumber daya manusia pengelola desa wisata memiliki tingkat pendidikan rendah dan menjadi pengelola bukan pekerjaan utama. Sehingga hal tersebut memengaruhi work performance para pengelola. Karenanya, perlu adanya penelitian mengenai kualitas individu yang dibutuhkan dalam pengelolaan desa wisata. Faktor yang kemungkinan memengaruhi work performance adalah self efficacy, personal networking, public service motivation, job participation. Populasi penelitian sejumlah 684 pengelola desa wisata, sampelnya berjumlah 433 orang. Teknik pengambilan sampel adalah stratified random sampling. Teknik analisis data menggunakan SEM dengan program SmartPLS 3.0. Hasil analisis data menunjukkan self efficacy, personal networking, public service motivation memengaruhi job participation dan work performance. Self efficacy, personal networking, public service motivation memengaruhi work performance secara tidak langsung, tetapi dimediasi oleh job participation. Kata kunci: self efficacy, personal networking, public service motivation, job participation, work performance.
IMPLEMENTASI QARD AL-HASAN SEBAGAI MODEL MICROFINANCE (SURVEI PADA LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH MIKRO DI KABUPATEN BOJONEGORO) Abdul Azis Safii
Jurnal Manajemen dan Penelitian Akuntansi (JUMPA) Vol 9 No 2 (2016): Volume 9, Nomor 2, Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.983 KB) | DOI: 10.58431/jumpa.v9i2.5

Abstract

Qard Al-hasan are microfinance method that can be gain form zakat, infaq, & sadaqa that manage by Islamic microfinance institution. This research analyze the role played by Islamic practices of zakat, sadaqa, and el Qard Al-hasan in poverty alleviation and the project of development. In order for Islamic economic practices to be inclusive and sustainable, these practices need to be coordinated and specific goal must be attached to each form of Islamic economic practice. The aim for this research is to obtain the financing practices of Qardh Al-Hasan at microfinance institution at Bojonegoro. The research finds that most of the sharia financial institutions in Bojonegoro have not distributed qardh funding, while some who channel Qardh Al-Hasan who are not focused on financing and capitalization of micro-entrepreneurs, such as qardh funds are instead disbursed as CSR (Corporate Social Responsibility), Qardh Al-hasan also distributed in the form of credits that are solely devoted to employees of the Financial Institution
DO NOTHING, FORWARD CONTRACT, MONEY MARKET HEDGE, OR CALL OPTION HEDGE THE CASE OF PT. GARUDA INDONESIA, TBK. Abdul Azis Safii
Jurnal Manajemen dan Penelitian Akuntansi (JUMPA) Vol 6 No 1 (2012): JUMPA Volume 6 Nomor 1 Tahun 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.83 KB) | DOI: 10.58431/jumpa.v6i1.51

Abstract

This study investigates the foreign exchange risk management program of PT. Garuda Indonesia, Tbk, an industry leading airlines in Indonesia with over to 50 countries Airlines route. PT. Garuda Indonesia, Tbk is one of that companies which has long been concerned on how to mitigate its economic and transaction exposure. The purpose of this project is to help the company mitigate its risk exposure and find the best hedging technique or other mitigation strategy to minimize their risk. The result of the project is to determine the most favorable hedging policy and the best way to implement the financial instruments or products available in the market or simulated. It is expected that PT. Garuda Indonesia, Tbk would be able to quickly execute hedging techniques in order to prevent financial loss due to foreign exchange exposure.