Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA DALAM BUDAYA SEKOLAH Rochmad Dwi Susanto; Nurul Zuriah; Mohamad Syahri
Jurnal Civic Hukum Vol. 2 No. 2 (2017): November 2017
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v2i2.9918

Abstract

Education and culture to be very fundamental national character is created and maintained for the values of good character , namely : value , religious , honest , tolerance , discipline , hard work , creative, independent , democratic , curiosity , the spirit of nationalism , patriotism , appreciate the achievements , friends / communicative , love peace , love reading , environmental care , social care and responsibility . This research was conducted at SMP Negeri 3 Malang , with the aim of : ( 1 ) To describe the implementation of National Character Education Culture And Culture In Schools " Bintaraloka " ( Adi Taruna Loka Bina ) in i SMP Negeri 3 Malang . ( 2 ) To describe the factors supporting and inhibiting factors in the implementation of Culture and National Character Education In School Culture " Bintaraloka " ( Adi Taruna Loka Bina ) in SMP Negeri 3 Malang . ( 3 ) To describe an attempt to address the factors inhibiting the implementation of Culture and National Character Education In School Culture " Bintaraloka " ( Adi Taruna Loka Bina ) in SMP Negeri 3 Malang.This study uses qualitative research techniques. Where researchers directly involed in collecting information related to the title of the study. The collection of data obtained by observation, interviews, and documentation. The informant who need be exstractedinformation is principal of SMP Negeri 3 Malang, Student Waka, Waka Infrastructur, Teachers and Student Civics classes VII, VIII and IX. Then the data were analyzed by descriptive qualitative.The results showed that the implementation of the nation's culture and character education in the school culture " bintaraloka " in SMP Negeri 3 Malang applied through routine school activities , school programs , Through programs such as the school Friday clean , . Through self-development such extracurricular scouts, music, sports , honesty canteen facilities and student council . In addition, through subjects to teachers always give a good role models... The solution is a school needs to provide outreach to all piha from parents, and establish relationships with others in the development of education pihal culture and national character itself.
Implementasi Pendidikan Budi Pekerti Dalam Menanggulangi Kenakalan Siswa Siti Fatimah; Nurul Zuriah; M Syahri
Jurnal Civic Hukum Vol. 1 No. 1 (2016): Mei 2016
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v1i1.10459

Abstract

The purpose of this study is: (1) To identify and describe the implementation ofcharacter education in addressing student misbehaviour in SMP Negeri 8 Malang. (2) To identify and describe the factors that cause delinquency students in SMP Negeri 8 Malang. (3) To determine and describe the obstacles and supporting elements in the face in the implementation of character education in dealing with student misbehaviour in SMP Negeri 8 Malang. (4) To identify and describe the solutions taken by the school to address the factors inhibiting the implementation of character education in dealing with student misbehaviour inSMP Negeri 8 Malang. This study uses qualitative research techniques. Where researchers go directly into the field to gather information related to the title of the review. The data collection was obtained by interview, observation and documentation. The informant information that needs to be explored is the principal, teachers PPKn SMP Negeri 8 Malang, Islamic Teacher SMP Negeri 8 Malang, Teacher Guidance Counseling (BK) SMP Negeri 8 Malang, andinformant of class VII students of SMP Negeri 8 Malang. Based on research conducted by researchers at SMP Negeri 8 Malang The results obtained are (1) Implementation of character education in dealing with student misbehaviour in SMP Negeri 8 Malang in accordance with the Vision and Mission of SMP Negeri 8 Malang, and through all subjects and extracurricular activities through SMP Negeri 8 Malang. (2) Causes of Delinquency students occurrence due to the influence of the external environment that influences society and the mass media technology and increasingly sophisticated. (3) Obstacles and Supporting implementation of character education in dealing with student misbehaviour in SMP Negeri 8 Malang is, the inhibiting factor because fulgar outside media such as the internet and the mass media that children easy access to the things that cause the destruction of morals of the nation while the supporting factors of all components of the school is good that all the teachers and administrative staff who have been part of the support. (4) The solution in overcoming factors inhibiting the implementation of character education that is conducted by the school SMP Negeri 8 Malang is to be arranged in the system, the role of government itself must care for the child as a future asset, and there must be cooperation between all the components in schools SMP Negeri 8 Malang.
Best Practice Pengembangan Media Pembelajaran PPKn Berbasis Android di Perguruan Tinggi Nurul Zuriah; Naufal M Kautsar
Jurnal Civic Hukum Vol. 5 No. 1 (2020): Mei 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v5i1.12330

Abstract

Artikel ini menjelaskan Best Practice Pengembangan Media Pembelajaran PPKn Berbasis Android di Perguruan Tinggi. Subyek penelitiannya adalah mahasiswa angkatan 2017/2018 Prodi PPKn Universitas Muhammadiyah Malang pada semester pertama yang menempuh matakuliah Media Pembelajaran PPKn. Salah satu permasalahan yang muncul adalah kurang tersedianya media belajar yang mampu menarik minat belajar siswa. Berangkat dari masalah tersebut, pengembangan media belajar berbasis aplikasi android dapat menjadi salah satu pilihan inovasi dan solusi terbaik dalam pengembangan media dan sumber pembelajaran ke depan. Penelitian dilakukan dengan penelitian pengembangan model ADDIE Model, yang terdiri dari lima langkah, yaitu: (1) Analisis, (2) Perancangan,(3) Pengembangan, (4) Implementasi dan (5) evaluasi. Penelitian menghasilkan sebuah produk media pembelajaran berbasis aplikasi android dalam matakuliah Pengembangan Media dan Sumber Belajar di jurusan PPKn – FKIP UMM. Salah satu modelnya adalah media BENEKO Educapp. Komponen media pembelajaran yang dikembangkan meliputi fitur video pembelajaran PPKn, fitur buku digital, fitur quis untuk latihan dan evaluasi, fitur game untuk sarana refreshing siswa ketika jenuh dalam belajar, terakhir fitur chat room untuk sarana sharing antar guru dan siswa ketika susah memahami materi yang ada. Media di desain dengan menggunakan power point  kemudian di convert ke aplikasi android menggunakan aplikasi andraired, desain aplikasi android terbukti menarik sesuai karakter peserta didik.
Best Practics Polysncronous - Model Pembelajaran Blended Learning Platform ELMU Di Era New Normal Nurul Zuriah
Jurnal Civic Hukum Vol. 6 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v6i1.15094

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan Best Practice Pengembangan Polysyncronous sebuah Model Pembelajaran Daring dalam Perkuliahan PPKn di Universitas Muhammadiyah Malang. Subyek penelitiannya adalah dosen dan mahasiswa angkatan 2020/2021 yang menempuh matakuliah PPKn. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, wawancara dan penyebaran angket. Analisis data menggunakan model analisis interaktif dari Milles dan Huberman yang meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar pemikiran pengembangan pembelajaran PPKn berbasis Polysyncronous/ Blended Learning pada Era New Normal di UMM berlandaskan teori belajar bermakna dari Ausuble, teori pemrosesan informasi dari Slavin dan Sigeer, teori motivasi belajar dari Maslow. Secara filosofis pedagogis, penamaan ELMU sebagai platform LMS di UMM diambil dari cara pelafalan orang Jawa terhadap kata ilmu, sering disebut ngelmu yang  berarti orang yang  memiliki ilmu. Platform LMS Moodle ELMU ini diharapkan menjadi sumber ilmu dan  rujukan  dalam  bidang pengembangan ilmu pengetahuan. Desain konseptual Polysynchronous Learning merupakan model pembelajaran bauran dengan menggabungkan konsep Student Centered Learning dan Personalized Learning sesuai dengan kebutuhan pembelajaran  abad 21 yang mengadopsi metode pembelajaran berbasis masalah,  pembelajaran berbasis proyek, cooperative learning, dan  discovery/inquiry learning
PERAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL DALAM PEMBENTUKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI KOTA MALANG Mafadhotul Zuliatin; Nurul Zuriah; Rose Fitria Lutfiana
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 6 Nomor 2 Edisi Desember 2022
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v6i2.3902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam Pembentukan Profil Pelajar Pancasila di Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan data yang digunakan berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data Milles Huberman dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian yang diperoleh antara lain (1) Peran BNN menjadikan Pelajar Kota Malang yang bebas dari penyalahgunaan narkoba dan berkarakter sesuai Profil Pelajar Pancasila; (2) Strategi BNN dalam pembentukan Profil Pelajar Pancasila antara lain dengan melakukan sosialisasi, webinar, tes urin, dan perjanjian dengan sekolah belandaskan MOU; (3) Kendala BNN dalam mewujudkan perannya yaitu kurang terbukanya korban dari penyalahgunaan narkoba dan juga belum adanya Perda yang mengatur terkait hal tersebut; dan (4) Solusi yang dilakukan BNN dengan melakukan tes urine di sekolah-sekolah dan giat dalam sosialisasi anti narkoba
PENGARUH MEDIA VIDEO PROFIL PELAJAR PANCASILA TERHADAP KARAKTER KEMANDIRIAN SISWA DI SMK MUHAMMADIYAH 1 BATU Slamet Rifa'i; Nurul Zuriah; Rose Fitria Lutfiana
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 9, No 2 (2022): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i2.18523

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media video Profil Pelajar Pancasila terhadap karakter kemandirian siswa di SMK Muhammadiyah 1 Batu. Penelitian ini menggunakan jenis penilitian kuantitatif. Pupulasi yang digunakan seluruh peserta didik SMK Muhammadiyah 1 Batu Tahun ajaran 2020-2021 yang berjumlahkan 273 dan sempel yang digunakan 52 siswa, teknik pengambilan sampelnya adalah Purposive Sampling. Pengumpulan data berupa dengan observasi, disebarkannya kuisioner yang diuji kepada seluruh siswa kelas X, serta dokumentasi. Analisis data yang dipergunakan yaitu uji normalitas, uji linier sederhana, dan uji korelasi Product Moment. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah (a) Media video Profil Pelajar Pancasila dan karakter kemandirian  di SMK Muhammadiyah 1 Batu memiliki kategori yang sangat tinggi, sehingga terdapat pengaruh signifikan dengan nilai koefesien sebesar 19.362. (b) Karakter Kemandirian di SMK Muhammadiyah 1 Batu mendapat pengaruh signifikan dengan koefesien 0.472 (c) Terdapat pengaruh yang diberikan media video Profil Pelajar Pancasila terhadap karakter kemandirian siswa dengan nilai koefesiensi 0.660 serta kontribusi sebesar 43.5%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini mempunyai pengaruh signifikan antara penggunaan media video Profil Pelajar Pancasila dengan karakter kemandirian siswa di SMK Muhammadiyah 1 batu. ABSTRACTThis study aims to analyze the effect of the Pancasila Student Profile video media on the character of students' independence in SMK Muhammadiyah 1 Batu. This study uses a type of quantitative research. The population used by all students of SMK Muhammadiyah 1 Batu for the academic year 2020-2021 totaling 273 and the sample used by 52 students, the sampling technique was purposive sampling. Collecting data in the form of observation, distributing tested questionnaires to all students of class X, as well as documentation. Data analysis used is normality test, simple linear test, and Product Moment correlation test. The results obtained from the research are (a) The media video of Pancasila Student Profile and the character of independence in SMK Muhammadiyah 1 Batu has a very high category, so there is a significant effect with a coefficient value of 19,362. (b) The character of independence at SMK Muhammadiyah 1 Batu has a significant effect with a coefficient of 0.472 (c) There is an influence given by the Pancasila Student Profile video media on the character of students' independence with a coefficient value of 0.660 and a contribution of 43.5%. The conclusion from the results of this study has a significant influence between the use of Pancasila Student Profile video media with the character of student independence at SMK Muhammadiyah 1 Batu.
Analisis Media Nonton Film Berbasis ICT untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa dalam Pembelajaran PPKn Nuramelia Nuramelia; Nurbani Yusuf; Nurul Zuriah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i1.9

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis media nonton film berbasis ICT, menjelaskan metode untuk mengalisis media nonton film berbasis ICT, dan menjelaskan faktor pendukung dan penghambat dalam proses penerapan media nonton film berbasis ICT. Siswa yang ikut berpartisipasi dalam penerapan media nonton film di SMP Muhammadiyah 4 Malang sangat erat kaitanya dengan dengan keaktifan siswa dalam menerima suatu mata pelajaran dengan baik dan fokus dalam proses penerapan media nonton film berbasis ICT. Metode yang digunakan pada saat proses penerapan media nonton film adalah menggunakan metode ceramah, metode diskusi, serta metode tanya jawab. Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data secara primer dan data sekunder. Data primer didapat dari para informan, sedangkan data sekunder berasal dari berbagai literasi kepustakaan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian lebih pada proses belajar siswa dan guru mampu memberikan media pembelajaran yang kreatif dan inovasi supaya siswa tidak merasa bosan. Penerapan media nonton film sangat berguna untuk meningkatkan daya belajar siswa. Guru perlu menggunakan metode yang bervariasi supaya proses kegiatan belajar mengajar, berjalan dengan baik dan tertib.
Kesiapan Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam-Jabatan untuk Menempuh Program Praktik Pengalaman Lapangan Hari Sunaryo; Nurul Zuriah; Trisakti Handayani
Jurnal Pendidikan Profesi Guru Vol. 1 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jppg.v1i1.12430

Abstract

Kualitas sumber daya manusia suatu bangsa berbanding lurus dengan kualitas pendidikannya. Untuk itu, sistem pendidikan yang utamanya berkenaan dengan pendidikan profesi profesi guru menjadi sangat krusial. Dalam konteks ini, pada kondisi mutakhir ini dalam sistem pendidikan di Indonesia digalakkan system yang mengarah pada peningkatan kulaitas guru melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi mengenai kesiapan mahasiswa PPG dalam menempuh Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), yang meliputi kesiapan terkait dengan kompetensi professional, pedagogik, sosial, dan kepribadian. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa PPG memiliki kesiapan dalam menempuh PPL di sekolah mitra. Kesiapan ini menyangkut empat kompetensi dasar yang harus dimiliki guru, yaitu kompetensi professional, pedagogik, sosial, dan kepribadian. Satu hal yang dipandang perlu ditingkatkan adalah  kompetensi profesional terkait dengan struktur, konsep, dan prinsip keilmuan sesuai dengan bidang studi.Kesiapan mahasiswa PPG Daljab 2019 dalam menempuh PPL terbangun karena faktor pembelajaran di kampus, pengalaman mengajar di sekolah asal, dan keberterimaan pihak sekolah mitra. <w:LsdException Locked="false" Pr
The TPACK Approach Improves Student Collaboration Skills in 21st-Century Learning Lutfiana, Rose Fitria; Nurul Zuriah; Saputri, Dinda Khairun Nisak
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2023): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v6i2.52845

Abstract

21st-century education requires teachers to develop the 6C aspects of students,  character, citizenship, critical thinking, creativity, collaboration, and communication. This study aims to analyze the effect of the TPACK approach on student collaboration in Civics subjects at school. This research uses quantitative research methods. The population in this study were seventh-grade junior high school students, totaling 178 students. Sampling in the study was carried out using a quota sampling technique with a final sample size of 75 students. Data collection in the study was carried out using non-test techniques, with research instruments in the form of questionnaires or questionnaires distributed via Google Forms. The data obtained in the study were then analyzed using quantitative descriptive analysis techniques through normality tests, linearity tests, and simple linear regression. The research analysis showed that the TPACK approach's influence on students' collaboration skills obtained a correlation coefficient of 0.592 with a contribution value of 35.1%. These results then show a significant influence between the TPACK approach and the collaboration skills of students in junior high school.
Efektivitas Model Pendidikan Kewarganegaraan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal dalam Meningkatkan Kompetensi Kewarganegaraan Mahasiswa di Perguruan Tinggi Nurul Zuriah
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 9, NOMOR 3, DESEMBER 2011
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v9i3.295

Abstract

AbstractThis study aims to observer the effective development of local-based multicultural (MBKL) model of civic (PKn) learning in improvng the related competence among higher education students. This study was conducted at three universities in Malang using the research & development (R&D) model. The data were collected utilizing structured questionnaires, tests, interviews, observation and documentation before analyzed by anova through SPSS program. The study found that: Firstly, the MBKL model of PKn is more advantageous and effective in improving the students’ related competence as compared with that of conventional learning at an F value of 4,585 with significance of less than 0.05. secondly, the application of MBKL has a positive impact on the student learning motivation and activity at an F value of 6,106 with Sig < 0,05 along with other following impacts, especially on the PKn teaching for college-level students. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meliahat efektivitas pengembangan model pendidikan kewarganegaraan multukultural bebrbasis kearifan lokal dalam meningkatkan kompetensi kewarganegaraan multikultural mahasiswa di perguruan tinggi. penelitian dilakukan di tiga perguruan tinggi di Malang dengan menggunakan model penelitian pengembangan (R&D). Data dikumpulkan dengan kuesioner terstruktur, tes, wawancara, observasi dan dokumentasi, serta dianalisis dengan anova melalui program SPSS. Hasil penelitian menemukan bahwa pertama model pendidikan kewarganegaraan multikultural berbasis kearifan lokal lebih unggul dan efektif dalam meningkatkan kompetensi kewarganegaraan multikultural mahasiswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Kedua penerapan pendidikan kewarganegaraan multikultural berbasis kearifan lokal memberikan pengaruh yang positif terhadap aktivitas dan motivasi belajar mahasiswa.