Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SMP NEGERI 3 MALANG Zubaidah, Siti Hanik; Zuriah, Nurul
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.469 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11611

Abstract

Abstract: This study aims to determine the form of GLS implementation in SMPN 3 Malang, supporting factors, obstacles, and solutions. The study uses a qualitative approach with descriptive methods. Data collection uses interviews, observation, and documentary study techniques. Data analysis with data reduction, data display, and verification. Test the validity of the data by triangulation. The results showed that based on Permendikbud No. 23 of 2015, SMPN 3 Malang made a derivative policy on GLS. Form of GLS implementation in the form of habituation, development, and learning. Literacy is 45 minutes every day as an extracurricular and 30 minutes according to the curricular schedule. The implementation of the three stages of GLS was 84.33% and 92.40% showed the literate school ecosystem. Successful implementation is influenced by clear and consistent communication factors, sufficient resources, disposition with receptive responses, and complete bureaucratic structure with clear SOPs. Internal supporting factors are the active role of school principals and staff, libraries, intakes, and the amount of literacy time. The external factor is the role of the guardians of students in infrastructure. Internal inhibiting factors are the lack of school funds and journal check personnel as well as book rotation, the absence of follow-up literacy activities at home, and internal factors of students (gadget influence). The external inhibiting factor is the absence of the government's role in the budget, training, assistance, monitoring, and evaluation. The solution is to increase cooperation with parents and a new policy as an improvement.Keywords: Policy Implementation, Education, GLSAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk implementasi GLS di SMPN 3 Malang, faktor pendukung, penghambat, dan solusinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumenter. Analisis data dengan data reduction, data dislpay, dan verification. Uji keabsahan data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Permendikbud No. 23 Tahun 2015, SMPN 3 Malang membuat kebijakan derivat tentang GLS. Bentuk implementasi GLS berupa pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Pelaksanaan literasi adalah 45 menit setiap hari sebagai intrakurikuler dan 30 menit sesuai jadwal kokurikuler. Keterlaksanaan tiga tahap GLS sebesar 84,33 % dan 92,40 % menunjukkan sebagai ekosistem sekolah literat. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh faktor komunikasi yang jelas dan konsisten, sumber daya yang cukup, disposisi dengan respon menerima, dan struktur birokrasi yang utuh dengan SOP yang jelas. Faktor internal pendukungnya adalah peran aktif kepala sekolah dan staff, perpustakaan, intake, dan banyaknya waktu literasi. Faktor eksternalnya adalah peran wali murid dalam sarana prasarana. Faktor internal penghambatnya adalah minimnya dana sekolah dan tenaga pengecekan jurnal serta perotasian buku, belum adanya tindak lanjut kegiatan literasi di rumah, dan faktor internal peserta didik (pengaruh gadget). Faktor eksternal penghambatnya adalah tidak adanya peran pemerintah terkait anggaran, pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Solusinya adalah meningkatkan kerjasama dengan orang tua serta adanya kebijakan baru sebagai penyempurnaan. Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Pendidikan, GLS
BEST PRACTICE PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PPKN BERBASIS ANDROID DI PERGURUAN TINGGI Zuriah, Nurul; Kautsar, Naufal M
Jurnal Civic Hukum Vol 5, No 1 (2020): Mei 2020 (IN PRESS)
Publisher : Civic Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, University of Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v5i1.12330

Abstract

Artikel ini menjelaskan Best Practice Pengembangan Media Pembelajaran PPKn Berbasis Android di Perguruan Tinggi. Subyek penelitiannya adalah mahasiswa angkatan 2017/2018 Prodi PPKn Universitas Muhammadiyah Malang pada semester pertama yang menempuh matakuliah Media Pembelajaran PPKn. Salah satu permasalahan yang muncul adalah kurang tersedianya media belajar yang mampu menarik minat belajar siswa. Berangkat dari masalah tersebut, pengembangan media belajar berbasis aplikasi android dapat menjadi salah satu pilihan inovasi dan solusi terbaik dalam pengembangan media dan sumber pembelajaran ke depan. Penelitian dilakukan dengan penelitian pengembangan model ADDIE Model, yang terdiri dari lima langkah, yaitu: (1) Analisis, (2) Perancangan,(3) Pengembangan, (4) Implementasi dan (5) evaluasi. Penelitian menghasilkan sebuah produk media pembelajaran berbasis aplikasi android dalam matakuliah Pengembangan Media dan Sumber Belajar di jurusan PPKn ? FKIP UMM. Salah satu modelnya adalah media BENEKO Educapp. Komponen media pembelajaran yang dikembangkan meliputi fitur video pembelajaran PPKn, fitur buku digital, fitur quis untuk latihan dan evaluasi, fitur game untuk sarana refreshing siswa ketika jenuh dalam belajar, terakhir fitur chat room untuk sarana sharing antar guru dan siswa ketika susah memahami materi yang ada. Media di desain dengan menggunakan power point  kemudian di convert ke aplikasi android menggunakan aplikasi andraired, desain aplikasi android terbukti menarik sesuai karakter peserta didik.
Implementasi Kebijakan Wajib Belajar Pendidikan Madrasah Diniyah Dalam Memperkuat Karakter Siswa SD Di Bangil Pasuruan Izzah, Marisa; Zuriah, Nurul; Sukarsono, Sukarsono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11526

Abstract

Abstract: This study aims to determine the form of implementation of Madrasah Diniyah Compulsory Education Policy in strengthening the character of elementary school students in BangilPasuruan, supporting and inhibiting factors, and their solutions. This research method is qualitative with a descriptive approach. Data collection uses interviews, observation, and document techniques. Data analysis using data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Test the validity of the data by triangulation. The results showed that 1) Implementation of Diniyah Madrasah Compulsory Education in elementary schools in Bangil was carried out by directing students to attend Madrasah Diniyah that are around the student's residence if the school does not have a Diniyah madrasa. Learning and teaching activities in Madrasah Diniyah are conducted around 2.00 - 4.00 p.m. 2) Supporting factors of this policy are support from the government of Pasuruan Regency in the form of funds and continuous socialization in 24 Subdistricts in Pasuruan Regency. The inhibiting factor of this policy is that the socialization of the Diniyah Madrasah Compulsory Education Policy has not been fully socialized so that in the first year many primary schools in Pasuruan Regency did not implement this compulsory Madin. 3) The solution of this policy is to conduct socialization to the community and schools so that this policy can be realized properly and implemented optimally.Keywords: Policy Implementation, Compulsory Education, Madrasah Diniyah, Student Character Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk Implementasi Kebijakan Wajib Belajar Madrasah Diniyah dalam memperkuat karakter siswa SD di BangilPasuruan, faktor pendukung dan penghambat, serta solusinya. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumen. Analisa data dengan menggunakan data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Uji keabsahan data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Implementasi Wajib Belajar Madrasah Diniyah pada sekolah dasar di Bangil dilakukan dengan mengarahkan siswa untuk mengikuti Madrasah Diniyah yang berada di sekitar tempat tinggal siswa, apabila sekolah tersebut tidak memiliki madrasah diniyah. Kegiatan belajar dan mengajar di Madrasah Diniyah dilakukan sekitar pukul 14.00 – 16.00 WIB. 2) Faktor pendukung dari kebijakan ini adalah support dari pemerintahan Kabupaten Pasuruan berupa dana dan sosialisasi secara terus menerus di 24 Kecamatan se Kabupaten Pasuruan. Faktor penghambat kebijakan ini adalah sosialisasi tentang Kebijakan Wajib Belajar Madrasah Diniyah belum disosialisasikan secara maksimal sehingga di tahun pertama banyak sekolah dasar di Kabupaten Pasuruan tidak menerapkan wajib Madin ini. 3) Solusi dari kebijakan ini yaitu melakukan sosialisasi pada masyarakat dan sekolah-sekolah, agar kebijakan ini dapat terealisasi dengan baik dan terlaksana dengan maksimal.Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Wajib Belajar, Madrasah Diniyah, Karakter Siswa
TANTANGAN DAN FENOMENA RENDAHNYA PELATIHAN KADER KESEHATAN MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA Bekti Prasetyo, Yoyok; Zuriah, Nurul; Susilo, Joko
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 telah ditetapkan sebagai bencana nasional non alam. Menghadapi pandemi ini memerlukan Kerjasama mulitisektor. Universitas Muhammadiyah Malang melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) melakukan pengabdian masyarakat bekersama dengan salah satu desa wisata Pujon Kidul di wilayah Kabupaten Malang. Desa Pujon Kidul memiliki asset wisata yagn dikelola mandiri melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMD) dengan melakukan pemberdayaan potensi masyarakat local. Pandemi Covid-19 membuat asset wisata ini menjadi tutup dan saat ini tengah berjuang untuk membuka lagi asset wisata ini dengan menerapkan protocol kesehatan. Penguatan sumber daya manusia menjadi aspek penting untuk diperhatikan dalam menghadapi pandemi covid-19. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan pelatihan kader kesehatan. Pelatihan yang dilakukan tentu saja beradaptasi dengan kondisi saat ini dengan platform daring. Artikel ini akan mengulas terkait tantangan pengabdian masyarakat khususnya pelatihan kader kesehatan di masa pandemi dan rendahnya dan bahkan belum pernah ada pelatihan kader kesehatan dalam mencegah dan mengendalikan covid-19 di Indonesia.
Pengaruh Kinerja Kepala Sekolah Dan Iklim Kerja Guru Terhadap Kinerja Guru Teknik Kendaraan Ringan Di SMK Negeri Kota Malang Putra Prisma Lestari; Nurul Zuriah
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11523

Abstract

Abstract: The quality of education in schools and the quality of student learning are largely determined by the performance of teachers in the learning process. Based on the description, the purpose of this study is to find out 1) the performance of the principal has a significant influence on teacher performance. 2) the teacher's work climate has a significant influence on teacher performance. 3) the principal's performance and the teacher's work climate have a significant influence jointly on teacher performance. This research is a correlational study, which is a study that analyzes the relationship between variables, using a quantitative approach. In accordance with the problem, this research design is a survey research design. The results of this study indicate that 1) the principal's performance has a significant influence on teacher performance. 2) the teacher's work climate has a significant influence on teacher performance. and 3) the principal's performance and the teacher's work climate both individually and together have an influence which is significant to teacher performance.Keywords: Principal Performance, Teacher Work Climate, Teacher Performance Abstrak: Kualitas pendidikan di sekolah dan kualitas belajar siswa sangat ditentukan oleh kinerja guru dalam proses pembelajaran. Berdasarkan uraian tersebut, tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui 1) kinerja kepala sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru. 2) iklim kerja guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru. 3) kinerja kepala sekolah dan iklim kerja guru memiliki pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap kinerja guru. Penelitian ini adalah penelitian korelasional, yaitu penelitian yang menganalisa hubungan antar variabel, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sesuai dengan permasalahannya rancangan penelitian ini adalah rancangan penelitian survei. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) kinerja kepala sekolah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru, 2) iklim kerja guru memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru, dan 3) kinerja kepala sekolah dan iklim kerja guru baik secara individual maupun bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru.Kata kunci: Kinerja Kepala Sekolah, Iklim Kerja Guru, Kinerja Guru
Implementasi Kebijakan Wajib Belajar Pendidikan Madrasah Diniyah Dalam Memperkuat Karakter Siswa SD Di Bangil Pasuruan Marisa Izzah; Nurul Zuriah; Sukarsono Sukarsono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11526

Abstract

Abstract: This study aims to determine the form of implementation of Madrasah Diniyah Compulsory Education Policy in strengthening the character of elementary school students in BangilPasuruan, supporting and inhibiting factors, and their solutions. This research method is qualitative with a descriptive approach. Data collection uses interviews, observation, and document techniques. Data analysis using data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Test the validity of the data by triangulation. The results showed that 1) Implementation of Diniyah Madrasah Compulsory Education in elementary schools in Bangil was carried out by directing students to attend Madrasah Diniyah that are around the student's residence if the school does not have a Diniyah madrasa. Learning and teaching activities in Madrasah Diniyah are conducted around 2.00 - 4.00 p.m. 2) Supporting factors of this policy are support from the government of Pasuruan Regency in the form of funds and continuous socialization in 24 Subdistricts in Pasuruan Regency. The inhibiting factor of this policy is that the socialization of the Diniyah Madrasah Compulsory Education Policy has not been fully socialized so that in the first year many primary schools in Pasuruan Regency did not implement this compulsory Madin. 3) The solution of this policy is to conduct socialization to the community and schools so that this policy can be realized properly and implemented optimally.Keywords: Policy Implementation, Compulsory Education, Madrasah Diniyah, Student Character Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk Implementasi Kebijakan Wajib Belajar Madrasah Diniyah dalam memperkuat karakter siswa SD di BangilPasuruan, faktor pendukung dan penghambat, serta solusinya. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumen. Analisa data dengan menggunakan data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Uji keabsahan data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Implementasi Wajib Belajar Madrasah Diniyah pada sekolah dasar di Bangil dilakukan dengan mengarahkan siswa untuk mengikuti Madrasah Diniyah yang berada di sekitar tempat tinggal siswa, apabila sekolah tersebut tidak memiliki madrasah diniyah. Kegiatan belajar dan mengajar di Madrasah Diniyah dilakukan sekitar pukul 14.00 – 16.00 WIB. 2) Faktor pendukung dari kebijakan ini adalah support dari pemerintahan Kabupaten Pasuruan berupa dana dan sosialisasi secara terus menerus di 24 Kecamatan se Kabupaten Pasuruan. Faktor penghambat kebijakan ini adalah sosialisasi tentang Kebijakan Wajib Belajar Madrasah Diniyah belum disosialisasikan secara maksimal sehingga di tahun pertama banyak sekolah dasar di Kabupaten Pasuruan tidak menerapkan wajib Madin ini. 3) Solusi dari kebijakan ini yaitu melakukan sosialisasi pada masyarakat dan sekolah-sekolah, agar kebijakan ini dapat terealisasi dengan baik dan terlaksana dengan maksimal.Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Wajib Belajar, Madrasah Diniyah, Karakter Siswa
Implementasi Kebijakan Gerakan Literasi Sekolah Di SMP Negeri 3 Malang Siti Hanik Zubaidah; Nurul Zuriah
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11611

Abstract

Abstract: This study aims to determine the form of GLS implementation in SMPN 3 Malang, supporting factors, obstacles, and solutions. The study uses a qualitative approach with descriptive methods. Data collection uses interviews, observation, and documentary study techniques. Data analysis with data reduction, data display, and verification. Test the validity of the data by triangulation. The results showed that based on Permendikbud No. 23 of 2015, SMPN 3 Malang made a derivative policy on GLS. Form of GLS implementation in the form of habituation, development, and learning. Literacy is 45 minutes every day as an extracurricular and 30 minutes according to the curricular schedule. The implementation of the three stages of GLS was 84.33% and 92.40% showed the literate school ecosystem. Successful implementation is influenced by clear and consistent communication factors, sufficient resources, disposition with receptive responses, and complete bureaucratic structure with clear SOPs. Internal supporting factors are the active role of school principals and staff, libraries, intakes, and the amount of literacy time. The external factor is the role of the guardians of students in infrastructure. Internal inhibiting factors are the lack of school funds and journal check personnel as well as book rotation, the absence of follow-up literacy activities at home, and internal factors of students (gadget influence). The external inhibiting factor is the absence of the government's role in the budget, training, assistance, monitoring, and evaluation. The solution is to increase cooperation with parents and a new policy as an improvement.Keywords: Policy Implementation, Education, GLSAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk implementasi GLS di SMPN 3 Malang, faktor pendukung, penghambat, dan solusinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumenter. Analisis data dengan data reduction, data dislpay, dan verification. Uji keabsahan data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Permendikbud No. 23 Tahun 2015, SMPN 3 Malang membuat kebijakan derivat tentang GLS. Bentuk implementasi GLS berupa pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Pelaksanaan literasi adalah 45 menit setiap hari sebagai intrakurikuler dan 30 menit sesuai jadwal kokurikuler. Keterlaksanaan tiga tahap GLS sebesar 84,33 % dan 92,40 % menunjukkan sebagai ekosistem sekolah literat. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh faktor komunikasi yang jelas dan konsisten, sumber daya yang cukup, disposisi dengan respon menerima, dan struktur birokrasi yang utuh dengan SOP yang jelas. Faktor internal pendukungnya adalah peran aktif kepala sekolah dan staff, perpustakaan, intake, dan banyaknya waktu literasi. Faktor eksternalnya adalah peran wali murid dalam sarana prasarana. Faktor internal penghambatnya adalah minimnya dana sekolah dan tenaga pengecekan jurnal serta perotasian buku, belum adanya tindak lanjut kegiatan literasi di rumah, dan faktor internal peserta didik (pengaruh gadget). Faktor eksternal penghambatnya adalah tidak adanya peran pemerintah terkait anggaran, pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Solusinya adalah meningkatkan kerjasama dengan orang tua serta adanya kebijakan baru sebagai penyempurnaan. Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Pendidikan, GLS
IbM GURU DALAM PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KREATIF INOVATIF BERBASIS POTENSI LOKAL Nurul Zuriah; Hari Sunaryo; Nurbani Yusuf
Jurnal Dedikasi Vol. 13 (2016): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v13i0.3136

Abstract

IbM GURU DALAM PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KREATIF INOVATIF BERBASIS POTENSI LOKALNurul Zuriah1, Hari Sunaryo2, Nurbani Yusuf31,2,3Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas Muhammadiyah MalangE-mail :1) zuriahnurul@gmail.com, 2) harinaryo@yahoo.co.id, 3) ksindhunanti@yahoo.comABSTRAKPersoalan yang mendasar implementasi pengembangan Bahan Ajar Kreatif Inovatif Berbasis Potensi Lokal dalam pembelajaran di lapangan adalah terletak pada masalah keterbatasan pemahaman tentang pengetahuan dalam membuat dan mengembangkan bahan ajar secara kreatif dan inovatif dengan mengeksplorasi potensi sumberdaya lokal. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah dihasilkannya bahan ajar cetak (Silabus dan RPP, Handout, LKS dan Modul) yang dikembangkan secara kreatif dan inovatif berbasis potensi lokal di SD Muhammadiyah 4 dan 5 Kota Batu sebagai bentuk peningkatan wawasan dan profesionalisme guru melalui inovasi guru dalam pembelajaran. Bentuk pelaksanaan program sebagai realisasi pemecahan masalah terwujud dalam kegiatan periodik dan terjadwal melalui kegiatan workshop, pendampingan penyusunan dan pengembangan bahan ajar, silabus dan RPP, pendampingan praktek pembelajaran dikelas dan pendampingan penyusunan The best practice implementasi pengembangan bahan ajar secara kreatif dan inovatif di SD sasaran program. Hasil Pengabdian ini adalah berkembangnya wawasan dan kompetensi guru dalam pengembangan bahan ajar secara kreatif inovatif dengan memanfaatkan potensi lokal. Berkembangnya wawasan dan kompetensi peserta terkait dengan konsep bahan ajar dan pengembangannya secara kreatif dan inovatif dalam pembelajaran, penyusunan silabus dan RPP, handout, LKS dan modul, mampu menghasilkan laporan the best practices implementasi pengembangan bahan ajar secara kreatif dan inovatif dalam pembelajaran di SD Muhammadiyah 04 dan 05 Kota Batu.Kata kunci: Bahan Ajar, Kreatif, Inovatif, Potensi Lokal
PENDIDIKAN POLITIK BERBASIS SENSITIVITAS GENDER DALAM PARTAI POLITIK DI INDONESIA DAN INDIA Vina Salviana Darvina Soedarwo; Nurul Zuriah; Gonda Yumitro; Gautam Kumar Jha
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v5i1p48-60

Abstract

This research is aimed to elaborate political education concerning the issues of gender sensitivity in Indonesia and India, conducted by political parties by using comparative study. The specificity of this study is the selection of selected cases and critical problems.There are three political parties in Indonesia and three political parties in India become the subjects. Those six political parties in Indonesia and India have been conducting political education with each model and further describe the process of cadre recruitment which is typical both for the cadre of men and women based on the ideology of each party. It means that both in Indonesia and in India, the political education among political party still lack gender sensitivity. The implication, political party is needed a political education model based on gender sensitivity.Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pendidikan politik tentang isu-isu sensitivitas gender di Indonesia dan India, yang dilakukan oleh partai-partai politik. Ada tiga partai politik di Indonesia dan tiga partai politik di India menjadi subyek. Keenam partai politik di Indonesia dan India telah melakukan pendidikan politik dengan masing-masing model dan lebih jauh menggambarkan proses rekrutmen kader yang tipikal untuk kader laki-laki dan perempuan berdasarkan ideologi masing-masing partai. Ini berarti bahwa baik di Indonesia maupun di India, pendidikan politik di antara partai politik masih kurang sensitivitas gender. Implikasinya, partai politik  memerlukan model pendidikan politik berdasarkan sensitivitas gender.
Concept analysis of Pancasila student character in the "Merdeka" Student Exchange Program at University of Merdeka Malang Razqyan Mas Bimatyugra Jati; Nurul Zuriah; Hari Sunaryo
Jurnal Penelitian Vol 18, No 2 (2021): December 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.319 KB) | DOI: 10.26905/jp.v18i2.7059

Abstract

The Minister of Education and Culture Regulation Number 3 and 20 of 2020, students are given the right to study for a maximum of three semesters of study outside the study program and campus through the Merdeka Learning-Independent Campus or “Merdeka Belajar Kampus Merdeka” (MBKM) Program and the Pancasila student profile as the embodiment of Indonesian students. “Merdeka” Student Exchange Program or “Program Pertukaran Mahasiswa” (PMM) to accommodate the MBKM program and the realization of the Pancasila student profile. In the implementation of PMM, there are learning activities that provide experiences of diversity, inspiration, reflection, and national social contribution through the Nusantara Module (MN). The MN provides an opportunity to implement the concept of Pancasila student character in the implementation of PMM at the University of Merdeka Malang. The purpose of this study was to obtain the concept of the character of Pancasila students in higher education. The research method used descriptive qualitative, with the entire population of the PMM participants in the University of Merdeka Malang. Data were obtained through observation, questionnaires, interviews, and FGDs. The result is the concept of Pancasila character in higher education could be supported by the PMM program with the MN activities.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adam Surya Pramudya Adeliya, Nungky Agus Tinus Akhsanul In’am Arif Prasetyo Wibowo Arifandi Waikabo Arina Restian Arisandi Setiyawan, Arisandi Baitur Rohman Budiono Budiono Budiono Cahyaning Asih, Eka Nur Dahrul Aman Harahap Daroe Iswatiningsih Deniarika Alifiani Maula Djoko Widodo Eka Danik Prahastiwi Eka Nur Cahyaning Asih Endang Poerwanti Fitriani, Melia Gautam Kumar Jha Gautam Kumar Jha Gonda Yumitro Hadiyatullah, Syahrul Hanipasa, Rani Asmara Hari Sunaryo Hartatik, Rida Herni, Sumi Indartik, Enik Ismail, Alice Sabrina Izzah, Marisa Joko Susilo Kautsar, Naufal M Kautsar, Naufal Muhammad Lestari, Putra Prisma M Syahri M Syahri Mafadhotul Zuliatin Marhan Taufik Marisa Izzah Maula, Deniarika Alifiani Ma’rufa, Ika Meilinda Ummul Mifdal Zusron Alfaqi Mohamad Syahri Mohamad Syahri Naufal M Kautsar Naufal Muhammad Kautsar Nungky Adeliya Nur Cholis Nuramelia Nuramelia Nurbani Yusuf Pramudya, Adam Surya Putra Prisma Lestari Putri, Riris Widiyanti Rani Asmara Hanipasa Razqyan Mas Bimatyugra Jati Rizal, Samsu Rochmad Dwi Susanto Rohmad Widodo Rohman, Baitur Rose Fitria Lutfiana Sahbuki Ritonga Samsu Rizal Saputri, Dinda Khairun Nisak Sari, Afifah Yulia Siti Hanik Zubaidah Slamet Rifa'i Solly Aryza Sovia Sasmita, Nazathusohiroh Sukarsono Sukarsono Susanto, Rochmad Dwi Syahri, M Syahrul Hadiyatullah Syaifudin, Mohammad Syamsul Arifin Tinus, Agus Trisakti Handayani Tuti Kusniarti Vina Salviana Darvina Soedarwo Yoyok Bekti Prasetyo Zubaidah, Siti Hanik