Claim Missing Document
Check
Articles

SMART TELECONSULTING PENYAKIT GANGGUAN KESUBURAN MANUSIA Nurhayati; Nabilatul Fanny; Lina Andriani
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2021: SIKesNas 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.348 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.v0i0.1253

Abstract

Beberapa pasangan suami istri memiliki kendala untuk mendapatkan anak, salah satunya akibat gangguan kesuburan pria atau wanita. Perlu dilakukan pendeteksian dini jika seseorang merasa memiliki penghambat kesuburan, diperlukan konsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Keterbatasan pengetahuan, pandemi dan keterbatasan akses untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan menyebabkan seringkali pasangan yang memiliki gangguan kesuburan tidak memeriksakan kesehatan kesuburan. Smart teleconsulting menggabungkan konsep konsultasi jarak jauh dan kecerdasan buatan, bertujuan untuk membantu user mendapatkan informasi gangguan kesuburan, berkonsultasi kepada tenaga kesehatan berdasarkan hasil screening awal penyakit kesuburan menggunakan kecerdasan buatan. Metode pengembangan sistem menggunakan waterfall sedangkan metode inferensi forward chaining dan certainty factor digunakan untuk mendukung kecerdasan buatan. Smart teleconsulting mampu membantu user mendapatkan arahan dari tenaga kesehatan terhadap gangguan kesuburan yang dialami dengan informasi persentase tingkat kepercayaan terhadap hasil penelusuranKata Kunci : gangguan kesuburan, kesuburan pria, kesuburan wanita
HUBUNGAN KOMUNIKASI EFEKTIF PETUGAS PENDAFTARAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT X Nabilatul Fanny; Fatma Siti Fatimah; M. Indrawan Nur Huda
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.943 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2104

Abstract

Komunikasi merupakan salah faktor pendukung utama pelayanan sebuah Rumah Sakit,dalam mengekspresikan peran dan fungsinya. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki pegawairumah sakit adalah kemampuan berkomunikasi dengan efektif dan mudah dipahami dalammemberikan pelayanan masyarakat. Kemampuan berkomunikasi akan mendasari upayapemecahan masalah, mempermudah pemberian bantuan, baik dalam pelayanan medik, maupunpsikologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi efektif petugaspendaftaran dengan kepuasan pasien di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode surveianalitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasienrawat jalan di Rumah Sakit X dengan sampel sebanyak 97 responden. Analisis data dilakukanmenggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasiyang dilakukan oleh petugas pendaftaran cukup baik dengan persentase 43,3% dan penilaian baiksebesar 40%. Sedangkan kepuasan pelayanan menunjukkan bahwa 42 responden (43,3%) merasapuas terhadap pelayanan petugas pendaftaran, dan 46 responden (47,4%) merasa cukup puasterhadap pelayanan petugas pendaftaran. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui nilai p value= 0,037 atau p<0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antarakomunikasi efektif petugas pendaftaran dengan kepuasan pasien di rumah sakit. Saran bagi rumahsakit adalah dengan meningkatkan kemampuan petugas pendaftaran dalam berkomunikasi denganpasien, hal ini dapat dilakukan dengan memberikan beberapa pelatihan terkait komunikasi efektif.
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DI RUMAH SAKIT X KOTA SURAKARTA Fanny, Nabilatul; Nofikasari, Indah; Putri, Rima Muelsa
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2873

Abstract

HAIs atau infeksi nosokomial adalah infeksi yang muncul selama masuk rumah sakit, yang dimanifestasikan setelah 72 jam atau lebih saat pasien dirawat di rumah sakit. Rumah Sakit X terus memiliki tingkat kejadian HAIs yang di atas standar di berbagai indikator penyakit. Kejadian HAIs pada indikator kasus Ventilator Associated Pneumonia (VAP) meningkat secara signifikan dari 0% menjadi 2,52%, angka kejadian ISK sebesar 1,48%. Rumah sakit telah menerapkan program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi oleh komite PPI untuk meminimalkan risiko infeksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit X Kota Surakarta. Metode: Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari informan utama dan informan triangulasi. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil: variabel input terdiri dari man, telah dibentuk tim PPI dan seluruh anggota telah mendapat pelatihan; money, ada anggaran dan telah diklasifikasikan untuk beberapa keperluan; material, sebagian besar sarana dan prasarana PPI di rumah sakit sudah tersedia, namun masih ada beberapa yang kurang; machine, terdapat beberapa pendukung yang belum bisa terpenuhi yang nantinya dapat mempengaruhi program PPI; method, ada regulasi yang telah dibuat mencakup keputusan direktur, struktur organisasi PPI, IPCN dan IPCLN, uraian tugas anggota, standar prosedur operasional di setiap bidang kegiatan, surveilans penyakit infeksi, dan lain-lain. Variabel proses terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian telah dilakukan dengan baik namun masih terdapat beberapa kendala. Variabel output terdiri dari hasil terhadap pelaksanaan program PPI yang terdiri dari kewaspadaan isolasi (berupa kewaspadaan standar dan kewaspadaan transmisi), surveilans, pendidikan dan pelatihan. Kesimpulan: pelaksanaan Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit X Kota Surakarta masih belum maksimal dan terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaannya. Saran: untuk Komite PPI rumah sakit agar lebih aktif dalam meningkatkan minat dan kepedulian petugas rumah sakit dengan melakukan sosialisasi dan motivasi sehingga seluruh pihak memahami pentingnya program PPI.
PENGARUH SISTEM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT PADA BANGSAL RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS SEBELAS MARET Panjaitan, Syahriztita; Fanny, Nabilatul; Triyanta
Jurnal Keperawatan Duta Medika Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Duta Medika
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/dutamedika.v4i2.4017

Abstract

Introduction : The safety and well-being of nurses in hospitals are vital. Nurses are at risk of experiencing issues with occupational health and safety (OHS) systems while working in hospitals. The data recap of needle injuries from UNS Hospital in 2022 shows that a nurse was accidentally stuck by a needle while caring for a patient. The incident occurred when the nurse disposed of a safety box that was full and not closed.   This study examines the impact of the occupational health and safety (OHS) system on the inpatient hospital ward performance of nurses. Objective : This kind of study employs a quantitative methodology and is explanatory in nature.  The population is 62 nurses.   Methods : The research tool is a survey. The sampling technique is total sampling.  The performance of nurses is the dependent variable, while the Occupational Safety and Health System (K3) is the independent variable. Standard linear regression tests were used to assess the data. The UNS Hospital's occupational health and safety system scored well in the survey (81%), and nurses' performance was likewise high (92%). According to the table of simple linear regression test results, the significance value was 0.042, which is less than 0.05. Result : The results of the occupational health and safety system affect nurses' performance. Conclussion : It is suggested that the K3RS team conduct more structured monitoring to create good nursing performance that is safe from the risk of workplace accidents. Keywords: System K3, Performance, Nurse   Pendahuluan : Keselamatan dan kesejahteraan perawat di rumah sakit sangatlah penting. Perawat berisiko mengalami permasalahan pada sistem kesehatan dan keselamatan kerja (K3) selama bekerja di rumah sakit. Rekap data cedera jarum suntik RS UNS tahun 2022 menunjukkan ada seorang perawat yang tidak sengaja tertusuk jarum saat merawat pasien. Peristiwa itu terjadi saat perawat membuang safety box yang sudah penuh dan tidak tertutup.   Penelitian ini mengkaji dampak sistem kesehatan dan keselamatan kerja (K3) terhadap kinerja perawat bangsal rawat inap rumah sakit. Tujuan : Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dan bersifat eksplanatori.  Populasinya adalah 62 perawat.  Metode : Alat penelitiannya adalah survei. Teknik pengambilan sampelnya adalah total sampling.  Kinerja perawat menjadi variabel terikat, sedangkan Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi variabel bebas. Uji regresi linier standar digunakan untuk menilai data. Sistem kesehatan dan keselamatan kerja di Rumah Sakit UNS mendapat nilai baik dalam survei ini (81%), dan kinerja perawat juga tinggi (92%). Berdasarkan tabel hasil uji regresi linier sederhana diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,042 kurang dari 0,05. Hasil : Hasil sistem kesehatan dan keselamatan kerja berpengaruh terhadap kinerja perawat. Kesimpulan : Disarankan kepada tim K3RS untuk melakukan monitoring yang lebih terstruktur agar tercipta kinerja keperawatan yang baik dan aman dari resiko kecelakaan kerja. Kata Kunci : Sistem K3, Kinerja, Perawat
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PERAWAT DALAM PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT "X"DIKABUPATEN SUKOHARJO Cahyawati, Allifya Intan; Fanny, Nabilatul; Sari, Devi Pramita
Jurnal Keperawatan Duta Medika Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Duta Medika
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/dutamedika.v4i2.4018

Abstract

Introduction : Medical waste is waste that comes from medical service activities. Behavior is the basis for the success of hospital waste management. Objective : Behavior about medical waste management must be possessed by all staff as a responsibility to the hospital director. Knowledge support influences real behavior in managing waste. Based on preliminary study findings at Hospital "X" in Sukoharjo Regency, medical waste management in the adult and children's wards is still divided into two, namely medical and non-medical waste, making it difficult for officers to process the waste..  Method : This research is quantitative using a cross-sectional approach.. The population is inpatient nurses with 47 samples. The sampling technique is total sampling. The research instrument uses a questionnaire. The independent variable is knowledge and the dependent variable is behavior. The analysis method uses the Kendals Tau Test.  Result : The results showed that nurses had a good level of knowledge category (42.6) and had less knowledge (57.4). Nurses had good behavior (29.8%) and (70.2%) nurses had a less category. The statistical test analysis of the sig results was 0.042 which was obtained Where it is less than 0.05. Conclusion is that there is a relationship between knowledge and nurse behavior in managing solid medical waste. Suggestions for Hospital “X” in Sukoharjo Regency. Suggestions for Hospital “X” in Sukoharjo Regency, Hospital management should carry out counseling, socialization, training related to medical waste and evaluate the behavior of nurses when sorting medical waste based on the type of waste and then throwing it in the trash.. Keywords : Solid Medical Waste, Knowledge, Behavior.   Pendahuluan : Limbah medis merupakan limbah yang berasal dari kegiatan pelayanan medis. Perilaku menjadi dasar keberhasilan pengelolaan limbah rumah sakit. Tujuan : Perilaku pengelolaan limbah medis harus dimiliki oleh seluruh staf sebagai tanggung jawab kepada direktur rumah sakit. Dukungan pengetahuan mempengaruhi perilaku nyata dalam mengelola sampah. Berdasarkan temuan studi pendahuluan di Rumah Sakit “X” Kabupaten Sukoharjo, pengelolaan limbah medis di bangsal dewasa dan anak masih terbagi menjadi dua yaitu limbah medis dan non medis sehingga menyulitkan petugas dalam mengolah limbah tersebut. Metode : Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasinya adalah perawat rawat inap dengan jumlah sampel sebanyak 47 orang. Teknik pengambilan sampelnya adalah total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Variabel bebasnya adalah pengetahuan dan variabel terikatnya adalah perilaku. Metode analisis menggunakan Uji Kendals Tau.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat mempunyai kategori pengetahuan baik (42,6) dan pengetahuan kurang (57,4). Perawat mempunyai perilaku baik (29,8%) dan (70,2%) perawat mempunyai kategori kurang. Analisis uji statistik diperoleh hasil sig sebesar 0,042 dimana kurang dari 0,05.Kesimpulannya terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku perawat dalam mengelola limbah padat medis. Saran untuk Rumah Sakit “X” di Kabupaten Sukoharjo. Saran Bagi Rumah Sakit “X” Kabupaten Sukoharjo, hendaknya manajemen Rumah Sakit melakukan penyuluhan, sosialisasi, pelatihan terkait sampah medis dan mengevaluasi perilaku perawat dalam memilah sampah medis berdasarkan jenis sampah kemudian membuangnya pada tempat sampah.Kata Kunci : Limbah Medis Padat, Pengetahuan, Perilaku.
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU DAN SIKAP PETUGAS KESEHATAN DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DENGAN KESELAMATAN KERJA DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT UNIVERSITAS SEBELAS MARET Rumawi, Elvin; Triyanta, Triyanta; Fanny, Nabilatul
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 4 No. 2 (2024): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v4i2.4050

Abstract

Rumah sakit menghadapi risiko tinggi terpapar agen infeksi, darah, cairan tubuh, dan luka tusuk jarum. Sebuah survei di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret mengungkapkan dua kecelakaan kerja yang disebabkan oleh kejutan listrik. Studi ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara penggunaan APD dan keselamatan kerja.Studi ini, yang melibatkan 44 tenaga kesehatan di Instalasi Bedah Sentral, menggunakan desain potong lintang dengan pengambilan sampel total untuk mengukur perilaku dan sikap, dengan keselamatan kerja sebagai variabel dependen.Studi tersebut menemukan bahwa perilaku dan sikap pekerja kesehatan terhadap penggunaan APD "cukup baik" dengan persentase 56,8% dan 36,4% masing-masing, sementara keselamatan kerja dianggap baik dengan persentase 59,1%. Tingkat signifikansi 0,003 menunjukkan adanya hubungan antara kedua variabel.Studi ini mengungkapkan adanya korelasi antara penggunaan APD dan keselamatan kerja di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret, merekomendasikan pelatihan berkelanjutan dan pengamatan langsung untuk akurasi dan relevansi.
Kemandirian Kesehatan Anak Stunting Melalui Sistem Informasi Gizi Anak Stunting (SIGAnTing) di Kecamatan Gatak, Sukoharjo Tumarta Arif, Yunita Wisda; Pramita Sari, Devi; Fanny, Nabilatul
Duta Abdimas Vol. 3 No. 1 (2024): Duta Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/abdimas.v3i1.3768

Abstract

Kemandirian Kesehatan Anak Stunting melalui Sistem Informasi Gizi Anak Stunting (SIGAnTing) adalah program hilirisasi produk reka cipta dari Universitas Duta Bangsa Surakarta bekerja sama dengan mitra Kecamatan Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah. Tujuan dari kegiaatan Kemandirian Kesehatan Anak Stunting melalui Sistem Informasi Gizi Anak Stunting (SIGAnTing) adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat dan kader posyandu tentang stunting serta membantu dalam percepatan pemantauan anak stunting di Kecamatan Gatak. Sistem Informasi Gizi Anak Stunting ( SIGAnTing) merupakan inovasi sistem informasi pemantauan gizi anak stunting berbasis android yang dapat di unduh melalui gawai dari pengguna sistem. Sasaran pengguna sistem adalah masyarakat, kader Posyandu, Pemerintah Desa dan dinas terkait di Kecamatan Gatak. Tahapan utama dari kegiatan ini antara lain: (1) Persiapan, melakukan kerjasama bersama dengan kecamatan dengan diketahui kader dan puskesmas, Melakukan persiapan dengan melakukan diskusi bersama pemangku kepentingan dikecamatan Gatak. Pendataan anak stunting di Kecamatan Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah. (2) Custome Software, Menyesuaikan software sesuai dengan kebutuhan pengguna sistem disini terdapat pengguna utama dari Sistem Informasi Gizi Anak Stunting (SIGAnTing) adalah masyarakat di pemerintah daerah , desa dan unit terkait seperti posyandu dan Ahli Gizi.(3) Pelaksanaan kegiatan, Pelaksanaan kegiatan meliputi FGD, sosialisasi, penerapan dan pendampingan software ke desa, kader dan masyarakat.(4) Evaluasi kegiatan dan laporan, Tahap evaluasi kegiatan dan laporan meliputi evaluasi kegiatan selama berlangsung termasuk monitoing dan evaluasi dari penerapan aplikasi SIGANTING GATAK. Setiap Kegiatan telah terlaksana dengan baik dan lancar. Camat, Kepala Desa, Puskesmas, Kader hingga masysarakat sekala kecil telah ikut dalam penerapan dan penggunaan dapat berkontribusi secara maksimal dalam kelancaran pelaksanaan program.
THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE, TRAINING, AND INFRASTRUCTURE ON THE COMPLIANCE OF HEALTH WORKERS IN APPLYING STANDARD PRECAUTIONS IN HOSPITALS Fanny, Nabilatul; Sari, Devi Pramita; Nugraini, Alifah Sari
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2023: Proceeding of the 4th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v4i1.3413

Abstract

Compliance with standard precautions among health workers in hospitals is currently still low. Based on the preliminary survey, it is known that the IPCLN has been formed and the PPI program has been created. The infection data found that there was one nurse who was positive for HBsAg, supervision was limited to service matters. The research objective was to determine the relationship between knowledge, training, and infrastructure on the compliance of health workers in applying standard precautions in hospitals. This type of research is a quantitative research that is correlational, with a cross-sectional research design. The population is all nurses in the emergency room, inpatient and outpatient settings. Sampling was taken using Purposive Sampling technique, the sample size was 163 respondents. Univariate and bivariate data analysis. The results showed that 66.2% of respondents had good knowledge, 70.6% had attended training, and 77.3% of respondents answered that the infrastructure was good. Bivariate analysis showed that the knowledge variable had a P value = 0.001 (<0.05), the training variable had a P value = 0.000 (<0.05), and the infrastructure variable had a P value = 0.000 (<0.05). The conclusion is that there is a relationship between knowledge, training, and infrastructure on the compliance of health workers in applying standard precautions. Suggestions that health workers should always apply standard precautions, hospitals can provide ongoing training and education to improve care adherence to standard precautions.
Analysis of Patient Safety Implementation Using Linear Regression Test Fanny, Nabilatul; Dyah Dewi Arini, Liss
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2024: Proceeding of the 5th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v5i1.4179

Abstract

The background of this research is that interpersonal communication factors and attitudes can improve the implementation of patient safety in hospitals. The aim of this research is to analyze the influence of Interpersonal Communication and Attitudes on the implementation of Patient Safety in hospitals. Primary data was obtained through a questionnaire filled out by nurses at Jati Husada Karanganyar Regional Hospital. The sample was 31 midwives. The data from the questionnaire was then tested for linear regression at a significance level of 0.005. The results of the research show that the implementation of patient safety at RSU Jati Husada is good, 57.6% of patient safety has been implemented quite well through interpersonal communication and attitudes. Interpersonal Communication and Attitude variables have a significant influence on the implementation of patient safety at RSU Jati Husada Karanganyar. The variables Interpersonal Communication and Attitude have a significant influence on the implementation of patient safety at RSU Jati Husada, the influence is positive. Thus, the better the midwife's attitude in implementing patient safety SOPs, the higher the level of patient safety implementation.
The Relationship Between Organizational Culture And Job Satisfaction Of Hospital Administrative Officers Pramita Sari, Devi; Fanny, Nabilatul; Nizam Mohd Isa, Khairul
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2024: Proceeding of the 5th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v5i1.4229

Abstract

Organizational culture can influence the job satisfaction of hospital administration officers. Based on the preliminary survey, it was discovered that there were 3 hospital administration officers who stated that they were satisfied with their work because of the good organizational culture in the hospital. The aim of this research is to determine the relationship between organizational culture and job satisfaction of hospital administration officers. This research uses analytical research and quantitative methods as well as a cross sectional study approach. The research population and sample were taken by total sampling, namely all hospital administration officers in the hospital, totaling 21 respondents. The research instrument used a questionnaire. Quantitative data analysis used the chi-square relationship test. The results of this research from 21 respondents based on the results of the Chi-Square test showed the significance of p between the independent variable, namely competence and the dependent variable performance, the result was 0.025 (p<0.05), so Ho was rejected and it was stated that there was a relationship. The conclusion is that there is a relationship between organizational culture and job satisfaction of hospital administration officers. Suggestions should provide knowledge of hospital organizational culture to increase job satisfaction for hospital administration officers