Titis Setyono Adi Nugroho
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

In Ear Monitor Bagi Pemusik GPdI Hagios Family Yogyakarta Christian, Michael; Purba, Ezra Deardo; Nugroho, Titis Setyono Adi
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v19i1.14836

Abstract

Musik memiliki peran penting dalam pelayanan gereja, dan kualitas sound system memengaruhi pengalaman ibadah. Kemajuan teknologi telah membuka pintu bagi peluang-peluang baru dalam mengekspresikan musik gereja, seperti pemanfaatan teknologi canggih dan penggunaan alat musik digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan in ear monitor (IEM) bagi musisi di GPdI Hagios Family Yogyakarta dalam meningkatkan peforma pemusik dan mengetahui hasil dari permainan musik oleh pemusik GPdI Hagios Family Yogyakarta saat mengunakan in ear monitor (IEM). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan wawancara terhadap tim musik gereja. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data melalui wawancara kepada musisi aktif di GPdI Hagios Family Yogyakarta. Konsep ataupun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengenai teknologi musik serta musik gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musisi merasa in ear monitor (IEM) memberikan kualitas suara yang lebih baik dibandingkan monitor konvensional. Musisi gereja mengalami peningkatan kenyamanan dan fokus selama bermain musik. Secara keseluruhan, penggunaan in ear monitor (IEM) terbukti meningkatkan performa musik dan kualitas pelayanan musik di gereja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa in ear monitor (IEM) memiliki dampak positif terhadap kinerja musik gereja, dengan rekomendasi penggunaan teknologi sejenis untuk meningkatkan kualitas musik dalam pelayanan ibadah.
REVITALISASI LAGU ANAK BERSAMA UNEN UNEN KLINIK MUSIK KELILING DI DESA GUNUNGMOJO Fitria, Annas; Kustap, Kustap; Nugroho, Titis Setyono Adi; Listiowati, Nensi; Hariyanto, Gabriella Charis; Nindyasmara, Ken Ruri; Ramadhani, Azzahra; Situmeang, Amos Christian
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i2.2690

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi digital membawa dampak signifikan terhadap pergeseran selera musik anak di Indonesia. Lagu anak yang semula berfungsi sebagai sarana edukasi, hiburan, dan pembentukan karakter mengalami kemunduran akibat paparan konten digital yang tidak terkendali. Anak-anak usia dini hingga sekolah dasar kini lebih familiar dengan lagu orang dewasa, seperti jedag-jedug, remix, dan Kpop dibandingkan lagu daerah maupun lagu anak yang sesuai dengan kebutuhan psikologisnya. Unen Unen Klinik Musik Keliling hadir sebagai komunitas pemberdayaan yang berfokus pada pengenalan dan penciptaan lagu anak bersama anak-anak di desa-desa Yogyakarta. Tujuan pelaksanaan program ini adalah untuk merancang modul pembelajaran yang kontekstual untuk klinik musik, merevitalisasi lagu-lagu anak, serta membangun ekosistem kesenian musik desa yang lebih holistik, aplikatif, dan berkelanjutan. Adapun pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini melalui beberapa tahap, yaitu tahap sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi. Hasil dari kegiatan ini anak-anak desa dapat memperoleh ruang untuk berkembang, meningkatkan potensi diri, dan mengaktualisasikan dirinya secara setara. Abstract. The rapid advancement of digital technology and information systems has substantially transformed children’s musical preferences in Indonesia. Children’s songs, which traditionally served as media for education, entertainment, and character development, have undergone a marked decline as a result of uncontrolled exposure to digital content. Children from early childhood to primary school age are now more familiar with adult-oriented music, e.g., jedag-jedug (upbeat electronic dance music), remixes, and K-pop, than with local or developmentally appropriate children’s songs that align with their psychological needs. Unen-unen Klinik Musik Keliling serves as a community-based empowerment initiative dedicated to reintroducing and collaboratively composing children’s songs along with the children in rural areas of Yogyakarta. The program aims to develop a contextualized learning module for the music clinic, revitalize children’s songs, and foster a more holistic, practical, and sustainable rural music ecosystem. This community service initiative was implemented through three stages: socialization, training and mentoring, and evaluation. The results indicate that the program provided  rural children with expanded opportunities to grow, enhance their individual potentials, and meaningfully actualize themselves within an equitable artistic learning environment.