Titis Setyono Adi Nugroho
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Manajemen Produksi Sequencer dalam Penyajian Musik Ibadah “Influence Generation” Matthew Adriel Timung; Linda Sitinjak; Titis Setyono Adi Nugroho
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v19i1.14812

Abstract

Digitalisasi memengaruhi penyajian musik era ini, meskipun gereja masih menghadapi tantangan dalam beradaptasi. Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh manajemen produksi sequencer pada musik ibadah di Influence Generation menggunakan metode kualitatif dengan data primer dari observasi dan wawancara, serta data sekunder dari sumber relevan. Hasil menunjukkan bahwa manajemen produksi sequencer berpengaruh pada implementasi perangkat seperti teknik panning routing dan persiapan pengguna, termasuk worship leader, musisi, dan sound engineer. Pengaruhnya terlihat pada adaptasi pengguna, evaluasi, serta audisi untuk meningkatkan kualitas musik ibadah. Manajemen produksi sequencer dinilai efektif, namun dapat ditingkatkan melalui perbaikan perangkat, evaluasi rutin, dan peran tambahan playback engineer.
Peran Pengaplikasian Musik Latar dalam Penggambaran Karakter Arthur Fleck pada Film Joker (2019) Emanuel Pandu Aji; Mohammad Alfiah Akbar; Titis Setyono Adi Nugroho
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v19i1.14796

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap peran pengaplikasian musik latar dalam menggambarkan karakter Arthur Fleck pada film Joker (2019). Fokus penelitian berada pada penggabungan musik diegetic dan non-diegetic, serta perannya dalam merepresentasikan kompleksitas karakter utama. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan observasi, di mana data diperoleh melalui dokumentasi dan analisis pada dua scene yang menonjolkan penggabungan musik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggabungan musik diegetic dan non-diegetic efektif menciptakan kesan misterius, suram, dan gelap, selaras dengan karakter Arthur yang depresi, tidak stabil, dan penuh imajinasi. Dilakukan analisis sinematik (Bordwell & Thompson) untuk mengungkap keterpaduan antara musik, elemen visual seperti pencahayaan, kostum, sudut kamera, dan suasana yang mendukung pengembangan karakter. Musik latar pada film ini juga menunjukkan kesesuaian dengan karakteristik musik film thriller (Brown), seperti harmoni disonan, ritme tak terduga, dan melodi berulang, yang memperkuat emosi dan karakter pemeran. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggabungan musik latar secara efektif mendukung penggambaran karakter Arthur Fleck, memberikan wawasan baru tentang pentingnya desain musik dalam memperkuat narasi dan representasi emosional dalam film